Vous êtes sur la page 1sur 9

elektron valensi adalah elektron-elekron sebuah atom yang dapat ikut membentuk ikatan kimia dengan

atom lainnya

Dalam ilmu kimia, elektron valensi adalah elektron pada kelopak terluar yang terhubung dengan suatu
atom, dan dapat berpartisipasi dalam pembentukan ikatan kimia jika kelopak terluar belum penuh.
Dalam ikatan kovalen tunggal, kedua atom yang berikatan menymbangkan satu elektron valensi untuk
membentuk pasangan bersama

Pengertian dan Definisi Tentang Struktur


Atom
Posted by Iqbal IDesainer

STRUKTUR ATOM, NOMOR MASSA, NOMOR ATOM, DAN KONFIGURASI


ELEKTRON

Struktur Atom
Atom adalah partikel terkecil penyusun materi. Atom terdiri atas beberapa partikel dasar, yaitu
elektron, proton, dan neutron. Adanya partikel-partikel inilah yang menyebabkan atom
mempunyai sifat listrik, sebab elektron bermuatan negatif, proton bermuatan positif, dan neutron
tidak bermuatan.
Atom unsur yang satu berbeda dengan atom unsur yang lain disebabkan adanya perbedaan
susunan partikel subatom yang menyusunnya.
a. Elektron ( )
Tahun 1838, Michael Faraday mengemukakan bahwa atom memupnyai muatan listrik. Atom-
atom gas hanya dapat menghantarkan listrik dan menyala terang pada tekanan rendah dan
tegangan tinggi.
Tahun 1858, Heinrich Geissler dan Julius Plucker membuat percobaan dengan mengunakan dua
plat logam. Plat yang bermuatan positif disebut anode dan plat yang bermuatan negatif disebut
katode.Kedua plat kemudian ditempatkan dalam tabung gelas yang dihampakan, dimana
kemudian kedalamnya dimasukkan gas bertekanan rendah. Ketika dihubungkan dengan listrik
tegangan tinggi, maka timbullah pancaran sinar dari katodemenuju anode. Sinar itulah yang
disebut sinar katode.
Pada tahun 1891, George J. Stoney menamakan partikel sinar katode dengan nama
elektron.Selanjutnya pada tahun 1897, Joseph John Thomson mengganti katode yang digunakan
Geissler dan Plucker dengan berbagaimacam logam yang ternyata menghasilkan sinar katode
yang sama. Hal ini membuktikan bahwa memang betul bahwa elektron merupakan partikel
penyusun atom. J.J Thomson juga berhasil menemukan perbandingan antara muatan
dengan massa elektron yaitu C g-1. Hasil eksperimen Thomson ditindaklanjuti oleh Robert
Andrew Millikan pada tahun 1908 yang dikenal dengan Model Percobaan Tetes Minyak
Millikan, yang berhasil menemukan muatan elektron yaitu sebesar 1,6.10-19 Coulumb.
Berdasarkan ekperimen tersebut di atas, maka massa elektron (m) dapat ditentukan dengan cara
sebagai berikut :
maka
Massa elektron (m) =
= 9,11.10-28 g
Sehingga massa elektron adalah 9,11.10-28 gram, harga ini kira-kira massa atom hidrogen.

Dari beberapa percobaan yang dilakukan diketahui beberapa sifat sinar katode yaitu sebagai
berikut :
1) Dipancarkan oleh plat bermuatan negatif dalam tabung hampa apabila dilewati listrik
bertegangan tinggi.
2) Berjalan dalam garis lurus
3) Dapat memendarkan berbagai jenis zat termasuk gelas
4) Bermuatan negatif sehingga dapat dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet
5) Memiliki sifat cahaya dan sifat materi
6) Tidak tergantung pada jenis gas dan jenis elektrode.

b. Proton ( )
Tahun 1886, Eugene Goldstein membuat percobaan yang sama seperti yang dilakukan J.J
Thomson, tetapi dengan memberi lubang pada katode dan mengisi tabung dengan gas hidrogen.
Dari percobaan ini didapat sinar yang diteruskan merupakan radiasi partikel yang bermuatan
positif (dalam medan listrik dibelokkan ke kutub negatif) yang disebut sinar anode. Sinar anode
yang bermuatan positif ini selanjutnya disebut proton.
Beberapa sifat sinar anode yang dapat diketahui adalah sebagai berikut :
1) Dibelokkan dalam medan listrik dan medan magnet
2) Merupakan radiasi partikel
3) Bermuatan positif
4) Bergantung pada jenis gas dalam tabung
Apabila muatan proton adalah 1,6022.10-19 C, maka massa proton dapat ditentukan sebagai
berikut :
maka
Massa proton (m) =
= 1,6726.10-24 g
Sehingga massa proton adalah 1,6726.10-24 gram, harga ini kira-kira 1.836 x massa elektron
=1,007276

c. Neutron ( )
Tahun 1932, James Chadwick melakukan ekperimen/percobaan dengan menembakkan partikel
alfa (a) pada lempeng berilium (Be), ternyata setelah ditembakkan dengan partikel tersebut,
berilium memancarkan suatu partikel yang berdaya tembus besar dan tidak dipengaruhi oleh
medan listrik, hal ini membuktikan bahwa ada partikel inti yang massanya sama dengan proton,
tetapi tidak mempunyai muatan sehingga partile itu ia beri nama sebagai neutron. Proton dan
elektron adalah partikel penyusun inti atom yang dikenal dengan istilah nukleon.

1. 2. Kategori Unsur
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana
dengan cara kimia biasa. Unsur dapat berubah menjadi unsur lain melalui reaksi inti (nuklir)
Pada suhu kamar (± 25oC) beberapa unsur dapat berupa gas (gasses), cairan (liquid), dan
padatan(solid). Unsur ada yang mempunyai kerapatan sangat rendah, ada yang keras, lunak, dan
sebagainya. Secara umum, unsur dapat digolongkan dalam 3 (tiga) kategori yaitu logam,
nonlogam dan metaloid.

1. a. Logam
Logam mempunyai beberapa sifat fisik, yaitu :
1) Pada suhu kamar berwujud padat
2) Merupakan penghantar listrik yang baik
3) Merupakan penghantar panas yang baik
4) Mempunyai kilap logam
5) Dapat ditempa menjadi membran yang sangat tipis (maleabilitas)
6) Dapat diregangkan jika ditarik (duktilitas)

1. b. Nonlogam
Unsur nonlogam umumnya ditemukan dalam bentuk senyawa serta mempunyai beberapa sifat
fisik, yaitu :
1) Bersifat isolator kecuali karbon (C) yang bersifat semikunduktor. Khusus unsur karbon, di
alam terdapat dalam 2 (dua) alotrop, yaitu grafit dan intan. Alotrop adalah dua bentuk atau lebih
molekul/kristal dari suatu unsur tertentu yang memiliki sifat fisik dan kimia berlainan.
2) Tidak mempunyai kilap logam
3) Sangat mudah rapuh
4) Umumnya berwujud gas
5) Tidak dapat ditarik

1. c. Metaloid
Unsur metaloid umumnya disebut juga sebagai semimetal, yaitu unsur peralihan dari logam ke
nonlogam sehingga sebagian memiliki sifat logam dan sebagian mempunyai sifat nonlogam.
Contoh unsur yang paling dikenal adalah Silikon (Si). Unsur metaloid banyak dipergunakan
dalam industri elektronik karena mempunyai sifat semikunduktor (penghantar listrik, namun
tidak sebaik logam).

1. 3. Nomor Atom dan Nomor Massa


Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana
dengan cara kimia biasa. Unsur dapat berubah menjadi unsur lain melalui reaksi inti (nuklir).
Di dalam inti terdapat proton dan neutron yang menentukan besarnya massa sebuah atom.
Jumlah proton atau muatan positif yang terdapat dalam inti atom ditunjukkan oleh Nomor Atom
(NA atau Z).Untuk atom yang netral jumlah muatan positif (proton) sama dengan jumlah muatan
negatif (elektron). Jumlah total keseluruhan proton dan neutron yang terdapat dalam inti atom
ditunjukkan oleh Nomor Massa (NM atau A).
Penulisan simbol atom yang dilengkapi dengan nomor massa dan nomor atom dapat ditulis
sebagai berikut :
dimana; A = Nomor Massa, Z = Nomor Atom , dan X = lambang unsur
Perlu diketahui bahwa pada atom netral akan memiliki jumlah proton (p) dan elektron (e) yang
sama dengan Nomor Massa (Z) sehingga Z = p = e

Contoh 1. :
Jika atom X diketahui mempunyai 12 elektron. Tentukan Nomor Massa (Z) dan proton (p) unsur
tersebut?
Jawab :
Elektron X = 12.
Jika e = p = Z, maka proton (p) = 12, dan Nomor Massa (Z) = 12
Nomor Massa (A) menunjukkan jumlah nukleon yaitu jumlah proton (p) dan neutron (n) dalam
inti atom. Jumlah nukleon dalam suatu unsur dilambangkan sebagai berikut :
A = p + n; karena p = Z, maka
A=Z+n

Contoh 2 :
Jika atom X diketahui mempunyai 12 elektron dan Nomor Massa 25. Tentukan neutron (n) unsur
tersebut?
Jawab :
Elektron unsur X = 12, maka proton (p) unsur X = 12
Nomor Massa (A) = 25
Jika A = p + n, maka
n = A–p
n = 25 – 12
n = 13, sehingga jumlah neutron (n) unsur X adalah 13
Atom netral mempunyai jumlah proton yang sama dengan jumlah elektronnya. Jika suatu atom
melepaskan elektronnya, maka atom tersebut akan bermuatan positif (+) yang disebut sebagai
Kation, (sebab jumlah proton lebih banyak dari jumlah elektron). Namun jika atom menangkap
elektron, maka atom tersebut akan bermuatan negatif (-) yang disebut sebagai Anion, (sebab
jumlah elektron lebih banyak dari proton). Perubahan tersebut hanya terjadi pada elektron,
sedangkan jumlah proton dan neutron tetap sama sebab inti atom tidak berubah.
Contoh 3. :
Tentukan proton, elektron, neutron dan nomor atom dari unsur berikut : a) b) c) d) e)
Jawab :
a) , maka proton = 11
elektron = 11
neutron = 23 – 11
= 12
NA = 11
b) , maka proton = 20
elektron = 20
neutron = 40– 20
= 20
NA = 20
c) maka proton = 11
elektron = 11 – 1
= 10
neutron = 23 – 11
= 12
NA = 11
c) maka proton = 20
elektron = 20 – 2
= 18
neutron = 40– 20
= 20
NA = 20
e) maka proton = 17
elektron = 17 + 2
= 19
neutron = 35– 17
= 18
NA = 17
1. 4. Konfigurasi Elektron
Konfigurasi elektron adalah susunan elektron dalam atom. Susunan ini ditentukan oleh jumlah
elektron yang bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan yang disebut kulit atom.
Kulit pertama diberi nama K, selanjutnya L, M, N, dst. Aturan pengisian jumlah elektron
maksimum per kullit diperkenalkan oleh Pauli, dengan memakai rumum 2n2, dimana n = kulit
atom. Berikut Jumlah elektron maksimum per kulit :
Kulit Nomor Kulit Rumusan 2n2 Elektron Maksimum
K 1 2.(1)2 2.(1) = 2
L 2 2.(2)2 2.(4) = 8
M 3 2.(3)2 2.(9) = 18
N 4 2.(4)2 2.(16) = 32
O 5 2.(5)2 2.(25) = 50
P 6 2.(6)2 2.(36) = 72
Q 7 2.(7)2 2.(49) = 98
R 8 2.(8)2 2.(64) = 128
S 9 2.(9)2 2.(81) = 162
T 10 2.(10)2 2.(100) = 200

Selanjutnya, pengisian elektron per kulit harus berdasarkan aturan Aufbau, (pengisian elektron
dimulai dari tingkat energi terendah ke tingkat energi tertinggi).

Tata Cara Penulisan Konfigurasi Elektron :


1) Ketahui dahulu nomor atom unsur
2) Tulislah perlambangan unsur dan nomor atomnya ( Cth.: 3Li)
3) Isi elekton sesuai kulit dimulai dari Kulit K
4) Kulit K harus terlebih dahulu diisi maksimum sesuai aturan Pauli
5) Jika atom memiliki lebih dari 2 elektron, maka sisa elektron dimasukkan ke kulit
berikutnya sampai
mencapai maksimum
6) Jika sisa elektron sesudah dimasukkan ke kuoit berikutnya tidak dapat mencapai
maksimum, maka diisi
dengan elektron maksimum di kulit sebelumnya
7) Selanjutnya jika kulit sebelumnya tidak memenuhi elektron maksimum, maka ditulis
sebagai sisa pada
kulit selanjutnya.

Contoh 4 :
Tentukan konfigurasi elektron unsur berikut ini
1H, 3Li, 7N, 13Al, 34Se, 35Br, dan 37Rb
Jawab :
K L M N O P
1H = 1
3Li = 2 1
7N = 2 5
13Al = 2 8 3
34Se = 2 8 18 6
35Br = 2 8 18 7
37Rb = 2 8 18 8 1

1. 5. Elektron Valensi (eV)


Elektron valensi adalah jumlah elektron maksimum pada kulit terluar atom (Jumlah elektron
pada kulit terluar/yang paling akhir ditulis pada konfigurasi elektron).
Atom-atom yang memiliki elektron valensi yang sama akan memiliki sifat kimia yang relatif
sama/mirip, sebab elektron valensi menentukan sifat kimia suatu atom atau cara atom bereaksi
denan atom lain pada saat membentuk ikatan.
Elektron valensi juga dipakai untuk menentukan/mengetahui letak Golongan suatu atom pada
Tabel Sistem Periodik Unsur.

Contoh 5 :
Tentukan konfigurasi elektron dan Elektron valensi unsur berikut ini
1H, 3Li, 7N, 13Al, 34Se, 35Br, dan 37Rb
Jawab :
K L M N O P Elektron
Valensi
1H = 1 1
3Li = 2 1 1
7N = 2 5 5
13Al = 2 8 3 3
34Se = 2 8 18 6 6
35Br = 2 8 18 7 7
37Rb = 2 8 18 8 8

Bila unsur X mempunyai 14 proton, 14 elektron dan 14 neutron. Tentukan cara menuliskan
lambang unsur tersebut.

1. Tentukan nomor atom jika suatu unsur mempunyai jumlah kulit 3 dan elektron valensi 6.

RANGKUMAN
1. 1. Banyaknya proton dalam inti atom suatu unsur dapat dilihat dari nomor atomnya.
2. 2. Untuk atom netral jumlah proton sama dengan jumlah elektronnya
3. 3. Namor Massa (NM) atau (A) menunjukkan jumlah nukleon (proton + neutron) yang
terdapat dalam inti atom
4. 4. Suatu atom disimbolkan dengan , A= Nomor Massa, Z=Nomor Atom, X=lambang
Unsur
5. 5. Elektron mempunyai massa yang sangat kecil bila dibandingkan dengan massa
hidrogen yaitu sebesar massa hidrogen
6. 6. Elektron-elektron mengelilingi inti atom dan beredar pada lintasan-lintasan tertentu
yang disebut kulit atom.
7. 7. Kulit atom dimulai dengan kulit K, L, M, N, O, P, dst.
8. 8. Elektron maksimum yang dapat menempati kulit harus memenuhi aturan Pauli yaitu
2n2.
9. 9. Pengisian elektron maksimum per kulit harus sesuai dengan aturan Aufbau, yaitu
dimulai dari tingkat energi terendah ke tingkat energi tertinggi.
10. 10. Konfigurasi elektron adalah adalah susunan elektron dalam atom. Susunan ini
ditentukan oleh jumlah elektron yang bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan yang disebut
kulit atom.
11. 11. Elektron valensi adalah jumlah elektron maksimum pada kulit terluar atom (Jumlah
elektron pada kulit terluar/yang paling akhir ditulis pada konfigurasi elektron).

n dan Massa Atom Relatif

Definisi Atom, Model Atom, Isotop, Isobar, Isoton dan Massa Atom Relatif

Rabu, 09 Mei 20123komentar


Definisi Atom

Atom adalah suatu materi yang paling kecil yang tidak dapat dibagi atau di pecah lagi. Tetapi
meskipun atom tidak dapat di pecah lagi, atom mempunyai sebuah inti atau isi atom yang terdiri dari:
A. Proton, yaitu inti atom yang bermuatan positif

B. Elektron, yaitu inti atom yang bermuatan negatif, dan

C. Neutron, yaitu inti atom yang tidak bermuatan/ netral.

Isotop, Isobar dan Isoton

1. Isotop
Isotop adalah atom unsur sama dengan nomor massa berbeda. Isotop dapat dikatakan juga
atom unsur yang mempunyai nomor massa berbeda, karena setiap unsur mempunyai nomor atom yang
berbeda. Sebagai contoh nya atom Karbon (C), setiap karbon mempunyai nomor atom 6, tetapi nomor
massa nya berbeda-beda.

2. Isobar
Isobar adalah atom unsure yang berbeda tetapi mempunyai nomor massa yang sama.
contohnya: 24 Na dengan 24 Mg yang memiliki nomor massa sama tapi nomor atom beda
11
12
3. Isoton
Isoton adalah atom unsur yang berbeda tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama. contoh:
40 Ca dengan 39 K yang sama – sama memiliki jumlah neutron 20
20
19

Massa Atom Relatif


Massa Atom Relatif, adalah perbandingan relatif massa atom unsur tertentu terhadap massa
atom unsure lainnya. Satuan massa atom disingkat menjadi (sma).
1 sma = x massa atom C-12

Perkembangan Model Atom


A. Model atom John Dalton (1803)
Pada tahun 1803, John Dalton menjelaskan bahwa atom merupakan partikel terkecil atau unsur
yang tidak dapat di bagi lagi, kekal dan tidak dapat di musnahkan juga tidak dapat dbuat.

B. Model atom Joseph John Thompson


Thompson merupakan penemu elektron. Menurutnya elektron tersebar secara merata di dalam
atom(inti atom)yang dianggap sebagai suatu bola yang bermuatan negatif.

C. Model atom Ernest Rutherford


Menurutnya atom mempunyai inti yang bermuatan positif dan merupakan pusat massa atom
dan elektron-elektron mengelilinginya. Dengan penelitian penembakan sinar alfa pada plat tipis emas,
Rutherford berhasil menemukan bahwa inti atom positif dan elektron berada diluar inti atom.

D. Model atom Neils Bohr


Beberapa hal yang dijelaskan Bohr sebagai penyempurna teori Rutherford, yaitu:
- Elektron mengorbit pada tingkat energy tertentu yang cocok dengan tingkat enrgi kulit.
- Tiap elektron mempunyai energi tertentu yang cocok dengan energi kulit.
- Dalam keadaan stasioner, elektron tidak melepas dan menyerap energi
- Elektron dapat berpindah posisi dari tingkat energi tinggi menuju tingkat energi yang rendah dan
sebaliknya dengan menyerap dan melepas energi

D. Model atom Mekanika Gelombang (Mekanika Kuantum)


Menurut model atom ini, elektron tidak mengorbit pada lintasan tertentu, sehingga lintasan
yang dikemukakan Bohr adalah sebuah kebenaran. Model atom ini menjelaskan bahwa elektron-
elektron berada dalam orbital-orbital dengan tingkat energi tertentu. Orbital merupakan daerah dengan
kemungkinan terbesar untuk menemukan elektron disekitar inti atom.