Vous êtes sur la page 1sur 10

cerita pemuda yang giat beribadah tetapi jadi anak durhaka di era

rasulullah saw
Cerita nyata anak durhaka pada era rasulullah saw yang memperoleh adzab pedih dari allah swt.
pelajarilah gimana cerita nyata anak durhaka berikut ini:

anak merupakan kebanggaan dan juga kebahagiaan buat orang tuanya. kasih sayang orang tua
tidak hendak sempat habis hingga kapan juga buat anaknya.

tetapi, berubah dengan kasih sayang seseorang anak pada orang tuanya. terlebih lagi ada cerita
nyata anak durhaka. allah swt amat membenci anak yang durhaka pada orang tua yang telah
berkorban untuknya.

berikut cerita anak durhaka dizaman rasulullah saw


orang tua telah mengasuh, mendidik, dan juga berikan kasih sayang pada anaknya. tetapi, banyak
cerita yang menggambarkan tentang kedurhakaan anak pada orang tuanya. nyatanya cerita ini tidak
cuma timbul pada era saat ini, tetapi cerita anak durhaka di era rasulullah juga telah terdapat.

cerita ini berasal dari seseorang pemuda pada era nabi muhammad saw yang bernama al – qamah.
dia merupakan pemuda yang giat ibadah, beramal, sedekah ataupun shalat.

sesuatu hari dia hadapi sakit keras sampai membikin istrinya mengutus orang buat memberitahukan
perihal ini pada rasulullah saw. mendengar laporan itu, rasulullah mengutus ammar, shuhaib, dan
juga bilal buat berangkat ke rumah alqamah dan juga menuntunnya buat membaca kalimat

‫الَ ِإلَهَ ِإالَّ للاه‬

sesampainya di rumah alqamah, mereka melihatnya dalam kondisi naza’ dan juga mereka lekas
men – talqin – nya. tetapi al – qamah tidak mampu mengucapkannya.

memandang perihal ini, mereka langsung mengatakan pada rasulullah dan juga dia juga bertanya,
apakah alqamah masih mempunyai orang tua. setelah itu salah satu di antara mereka menanggapi
bila alqamah masih mempunyai seseorang bunda yang tua renta.

setelah itu rasulullah saw mengutus seorang buat menemui bunda alqamah, dan juga memintanya
buat menemui nabi muhammad saw bila dia masih dapat berjalan. tetapi bila tidak membolehkan,
rasulullah hendak menghampirinya.

tibalah utusan rasulullah saw menemui bunda alqamah dan juga dia langsung mengantarkan pesan
dari rasulullah saw. mencermatinya, sang bunda memilah buat mendatangi rasulullah saw.

dia juga berjalan dengan dorongan tongkat. sesampainya di rumah rasulullah saw, sang bunda
mengucapkan salam dan juga langsung di jawab oleh rasulullah.

setelah itu dia memohon bunda alqamah buat menanggapi pertanyaannya dengan jujur, kalaupun
dia bohong, hendak turun wahyu yang memberitahu tentang kebohongan itu.

kemudian rasulullah saw bertanya tentang gimana kondisi sesungguhnya alqamah pada ibunya. si
bunda menanggapi bila anaknya merupakan orang yang taat agama, giat beribadah, sedekah,
shalat, dan juga puasa.
kemudian rasulullah saw berulang bertanya tentang perasaan si bunda pada alqamah. si bunda
menanggapi bila dia marah pada anaknya itu karna dia lebih mengutamakan istrinya daripada
ibunya, dan juga dia jadi anak durhaka.

mencermatinya, rasulullah saw menarangkan kalau kerasa marah itu membatasi alqamah buat
dapat mengucapkan syahadat.

setelah itu rasulullah saw mengutus bilal buat mengumpulkan kayu buat membakar alqamah di
hadapan ibunya. tetapi, si bunda berkata bila dia tidak hendak tahan memandang anaknya di bakar.

rasulullah saw bersabda kalau allah swt hendak membagikan azab anak durhaka di dunia amat
perdih dan juga abadi. bila si bunda mau allah swt mengampuni dosa anaknya hingga dia wajib
merelakan alqamah.

karna shalat, puasa, sedekah, dan juga amalan lain tidak hendak berguna bila si bunda masih
marah padanya. setelah itu si bunda berkata bila dia telah ridha pada anaknya, alqamah.

sehabis itu, rasulullah mengutus bilal buat berangkat ke rumah alqamah dan juga memandang
pakah dia telah dapat mengucapkan syahadat guna meyakinkan ketulusan ridha si bunda.

sesampainya di rumah alqamah, bilal mencermati alqamah mengucapkan la ilaha illallah. kemudian
dia wafat dunia. inilah cerita anak durhaka kepada orang tua.

sebetulnya kemarahan seseorang bunda membatasi lisan anaknya buat mengucapkan syahadat.
tetapi, keridhaan si bunda hendak memudahkan anaknya mengucapkan syahadat.

firman allah swt dalam tulisan al – isra ayat 23 dan juga 34.
.‫ف َو َال ت َ ْن َه ْر هه َما َوق ه ْل لَ هه َما قَ ْو ًال ك َِر ْي ًما‬ ٍّ ‫سانًا اِ َّما يَ ْبلهغ ََّن ِع ْندَكَ ْال ِكبَ َر أ َ َح هدهه َما أ َ ْو ك ََِلهه َما فَ ََل تَقه ْل لَ هه َما أ ه‬
َ ْ‫ضي هربُّكَ أ َ َّال ت َ ْعبهد ْهوا ا َِّال اِيَّاهه َو ِب ْال َوا ِل َدي ِْن اِح‬
َ َ‫َوق‬
‫ص ِغي ًْرا‬ ‫ِي‬ ‫ن‬ ‫ا‬‫ي‬َّ ‫ب‬
َ ْ َ َ َ َ‫َ ِ َْ ه‬‫ر‬ ‫ا‬ ‫م‬ َ
‫ك‬ ‫ا‬ ‫م‬ ‫ه‬‫م‬ ‫ح‬‫ار‬
ْ ‫ب‬ ٍّ ‫ر‬ ‫ل‬ْ ‫ه‬ ‫ق‬ ‫و‬ َ َ‫ة‬ِ ‫م‬ ْ‫ح‬ ‫الر‬
َّ َ‫ن‬ ِ‫م‬ ‫ل‬
ِ ُّ ‫ذ‬ ‫ال‬ ‫ح‬ ‫َا‬ ‫ن‬
َ َ َ‫ه‬‫ج‬ ‫ا‬ ‫م‬ ‫ه‬ َ ‫ل‬ ‫ِض‬
ْ ‫ف‬ ْ
‫اخ‬ ‫و‬.
َ

“dan tuhanmu telah memerintahkan biar kalian jangan menyembah kepada tidak hanya ia dan juga
hendaklah kalian berbuat baik kepada ibu – bapakmu dengan sebaik – baiknya, bila salah
seseorang dari keduanya ataupun kedua – duanya hingga berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
hingga sekali – kali janganlah berkata “ah”. dan juga janganlah kalian membentak mereka, (hendak
namun) ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. dan juga rendahkanlah dirimu terhadap
mereka dengan penuh kesayangan dan juga ucapkanlah, wahai tuhanku, kasihanilah mereka
sebagimana mereka berdua telah mendidik saya waktu kecil. (q. s. al – isra: 23 – 34)

rasulullah saw bersabda:


ًّ َ‫للا لَيَ ِز ْي هد في ع ْهم ِر ْالعَ ْب ِد اِذَا كان ب‬
‫ارا ل َِوا ِل َد ْي ِه ِليَ ِز ْي َدهه‬ َ ‫عقه ْوقه ْال َوا ِل َدي ِْن ِليَجْ عَ َل له العذابه وا َِّن‬ ِ ‫هك ُّل الذُّنهو‬
‫ب ي َهؤخِ ٍّ هر للاه مِ ْن َها ما شاء الي يوم القيامة ا َِّال ه‬
)‫ (رواه ابن ماجه‬.‫خيرا َومِ ْن ِب ِ ٍّرهِما أن يه ْنفِقَ علي ِهما اِذا احْ ت َا َجا‬ ‫و‬ ‫ا‬‫ر‬
ً َ ًّ ِ ‫ب‬

“semua dosa itu azabnya ditunda oleh allah swt. hingga hari kiamat, kecuali orang yang durhaka
kepada orang tuanya. sebetulnya allah swt hendak memesatkan azab kepadanya; dan juga allah
swt hendak menaikkan usia seseorang hamba bila dia berbuat baik kepada bunda ayahnya, terlebih
lagi allah hendak menaikkan kebaikan kepada siapa aja yang berbuat baik kepada bunda ayahnya
dan berikan nafkah kepada mereka, bila dibutuhkan. ” )h. r. ibnu majah(.

demikian cerita nyata anak durhaka yang wajib kamu ambil hikmahnya.
Cerita nyata; anak yang durhaka pada ibunya
Ketahuilah bila kalian jadi durhaka itu hendak memperoleh perihal seram ini.

seseorang anak yang durhakar kepada ibunya. ia tidak cuma suka teriak – teriak di mukanya,
hendak namun suka mencaci – maki. ibunya yang telah tua, acapkali berdoa kepada allah swt
supaya allah meringankan kekerasan dan juga kekejaman anaknya. ia menjadikan ibunya bagaikan
pembantu yang menolong dan juga mengurusi seluruh kebutuhannya, sebaliknya ibunya seorang
diri tidak memerlukan pengurusan dan juga bantuannya. betapa kerap air matanya mengalir di
kedua pipinya, berdoa kepada allah swt supaya belahan hatinya menemukan anugerah sampai –
sampai jadi anak yang berbakti pada orang tua.

pada sesuatu hari si – anak menemui ibunya dengan raut muka beram yang nampak dari colot mata
dan juga alis yang menyatu. si – anak berteriak – teriak pas di muka ibunya, “apakah bunda tidak
mempersiapkan santapan ku? ” dengan lekas ibunya mempersiapkan dan juga menghidangkan
santapan si – anak. hendak namun, tatkala si – anak memandang santapan yang tidak disukai,
bukan senantiasa memakannya, tetapi malah dia lemparkan ke tanah.

si – anak marah dan juga mengatakan dengan nada yang kumprang, “sungguh, saya kena bencana
dengan perempuan yang sudah tua renta, saya tidak ketahui, kapan saya dapat berlepas diri tua
renta ini. ” ibunya menangis seraya mengatakan, “wahai anakku, takutlah kalian kepada allah
terhadapku. tidakkah kalian cemas kepada allah? tidakkah kalian cemas hendak murka dan juga
kemarahannya? ”. karna mendengar perkata ibunya tersebut, hingga kemarahan si – anak juga
terus menjadi jadi, si – anak memegang pakaian ibunya dan juga mengangkatnya. ia mengguncang
– guncang ibunya dengan kokoh seraya menghardik, “dengar, saya tidak ingin dinasihati. bukan
saya yang mesti dibilang wajib bertakwa kepada allah. ”

setelah itu si – anak melontarkan ibunya yang telah tua renta itu. ibunya – pun jatuh tersungkur.
tangis ibunya bercampur dengan tawa si – anak yang penuh dengan kepongahan seraya berkata,
“ibu tentu hendak mendoakan musibah bagiku. bunda mengira allah hendak mengabulkannya. ”
setelah itu si – anak keluar rumah sembari mengolok – olok ibunya. sedangkan si bunda, dia
berlinangan air mata kesedihan, menangis siang dan juga malam tiada henti.

ada juga anaknya, ia berangkat menaiki mobilnya. bergembira dan juga bersuka cita sembari
mencermati musik yang dia anggap kenyamanan dalam hidupnya. si – anak melaju dengan mobil
yang ramai karna suara musiknya. ia kurang ingat hendak apa yang telah ia perbuat terhadap
ibunya yang semenjak kecil mengasuh, membesarkan dengan kasih sayang. ia meninggalkan
ibunya dalam kondisi bersedih hati sendirian, hatinya menelan kerasa sakit, hadapi kesedihan yang
amat mendalam.

tatkala mobilnya melaju di jalur raya dengan kecepatan membabi buta, seketika terdapat seekor
hewan berposisi di tengah jalur. ia terguncang dan juga ketiadaan penyeimbang. ia berupaya buat
mengatur suasana, hendak namun tidak terdapat jalur keluar dari takdir. celakalah, mobil yang
melaju dengan kecepatan besar tersebut terjungkal, merungsuk keluar jalur, tanpa dia sadari,
terdapat potongan besi mobil yang masuk ke dalam perutnya, tetapi ia tidak mendadak ketiadaan
nyawanya. allah swt menangguhkan kematiannya. ia berpindah dari pembedahan satu ke
pembedahan yang lain, sampai kesimpulannya terbaring di tempat tidur, tidak dapat bergerak sama
sekali. (aqibah uquq al – walidain, perihal. 69 – 71. ) –

10 Azab anak durhaka kepada ibunya


Bunda merupakan seseorang perempuan yang telah melahirkan, mengasuh, melindungi dan juga
mendidik kita dengan sepenuh hati. peran perempuan dalam islam dan juga peran seseorang bunda
merupakan mulia dan juga berarti, dan juga islam mengharuskan kita bagaikan umat muslim buat
berbakti dan juga patuh kepada seseorang bunda, serupa yang diriwayatkan dalam suatu hadits :
ads

seseorang pria bertanya kepada rasulullah saw. “wahai rasulullah, siapakah orang yang amat
berhak memperoleh perlakuan baik dariku? ” rasulullah saw. juga menanggapi, “ibumu. ” dan juga
pria itu berulang bertanya, “kemudian siapa? ” rasulullah berulang menanggapi “ibumu. ” kemudian
orang itu bertanya lagi, “kemudian siapa? ” rasulullah juga berulang menanggapi “ibumu. ” dan juga
orang itu berulang bertanya buat yang keempat kalinya, “kemudian siapa? ” kemudian rasulullah
menanggapi, “ayahmu” )hr. bukhari dan juga muslim(

dalam hadits diatas telah disebutkan sampai 3 kali oleh rasulullah saw. kalau seseorang bunda
merupakan orang yang harus dan juga berhak memperoleh perlakuan baik. berbakti pada orang tua
paling utama pada seseorang bunda insya’allah hendak menolong kita buat masuk kedalam surga.

dalam suatu hadits diriwayatkan : sesuatu kala, ibnu umar ra. bertanya kepada seorang, “apakah
engkau cemas masuk ke neraka dan juga mau masuk ke dalam surga? ” kemudian orang itu
menanggapi, “ya” ibnu umar juga berulang mengatakan, “berbaktilah kepada ibumu. demi allah, bila
engkau melembutkan perkata untuknya, memeberinya makan, tentu engkau hendak masuk surga
sepanjang engkau menghindari dosa – dosa besar. ” )hr. bukhari(

kemudian gimana bila seseorang anak berperilaku kurang baik dan juga durhaka pada ibunya?

anak yang durhaka terhadap orang tua tentu hendak memperoleh murka dari allah swt, terlebih
kepada anak yang durhaka kepada seseorang bunda, hingga allah hendak menimpakan azab yang
amat pedih, karna seseorang bunda rela mempertaruhkan nyawanya demi kita. seperti itu kenapa
dalam islam allah meletakan peran bunda bagaikan orang yang mulia.
azab untuk anak durhaka bagi islam dan juga dalil

doa seseorang bunda merupakan doa yang amat mustajab dan juga dijaba oleh allah swt. baik itu
doa yang baik maupun doa yang kurang baik, doa orang tua merupakan yang mustajab dan juga
tidak diragukan lagi hendak didengar oleh allah. dari abu hurairah ra. rasulullah saw. sempat
bersabda :

“tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi, ialah doa orangtua, doa orang yang bepergian
)safar( , doa orang yang teraniaya ataupun dizhalimi. ” (hr. abu daud)
dalam hadits tersebut dikatakan kalau doa orang tua merupakan ia yang mustajab, yang baik
ataupun yang kurang baik. hingga dari itu bagaikan anak, janganlah hingga membikin bunda kita
mengucap ataupun mendoakan yang kurang baik karna kenakalan kita ataupun karna kita durhaka
pada bunda, naudzubillah. dalam islam, allah hendak menimpakan azab pada anak yang durhaka,
berikut sebagian azab buat anak yang durhaka kepada ibunya :

dibenci allah swt

dalam suatu hadits telah diriwayatkan : “ridha allah bergantung pada ridha orangtua, dan juga
murkanya allah bergantung pada murkanya orangtua. ” )hr. al – hakim)

iktikad dari hadits tersebut merupakan, allah hendak meridhai kita bila orang tua kita meridhainya,
dan juga apabila orangtua kita murka kepada kita hingga allah juga begitu.

didunia hendak dikasih azab ataupun hukuman

seseorang anak yang durhaka kepada ibunya tidak cuma menemukan dosa, tetapi allah pula
hendak menimpakan azab dunia untuk mereka yang durhaka kepada ibunya.

dalam suatu riwayat rasulullah saw. sempat bersabda :

“setiap dosa hendak diakhirkan oleh allah sekehendak – nya hingga hari kiamat, kecuali dosa
mendurhakai kedua orangtua. sebetulnya allah hendak menyegerakan (balasan) kepada pelakunya
didalam hidupnya saat sebelum mati. ”

tidak diterima shalatnya oleh allah swt

seseorang anak yang durhaka shalatnya tidak hendak diterima oleh allah swt, sebaik whatever dan
juga sekhusyuk whatever, allah hendak senantiasa menolak sholat seseorang anak yang durhaka.
dalam (hr. abu al – hasan bin makruf) telah dikatakan :

“allah tidak hendak menerima shalat orang yang dibenci kedua dan juga bapaknya – ayah dan juga
bundanya’ href=’ibu dan juga bapaknya’>ibu dan juga bapaknya bapaknya’>ibu dan juga bapaknya
yang tidak aniaya terhadapnya. ”

dosa – dosanya tidak hendak diampuni

dari aisyah r. a, rasulullah saw bersabda :

dikatakan kepada orang yang durhaka kepada orangtua, “berbuatlah sekehendakmu , sebetulnya
saya tidak hendak mengampuni. ” dan juga dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orangtua,
“bahwa berbuatlah sekehendakmu, sebetulnya saya mengampunimu. ” )hr. abu nu’aim(

dalam hadits tersebut jelas dikatakan oleh rasulullah saw. kalau allah dan juga rasul tidak hendak
membagikan ampunan kepada seorang yang durhaka terhadap dan juga bapaknya – ayah dan juga
bundanya’ href=’ibu dan juga bapaknya’>ibu dan juga bapaknya bapaknya’>ibu dan juga bapaknya .

terhapus seluruh amal ibadahnya

seorang yang giat beribadah tetapi ia durhaka kepada dan juga bapaknya – ayah dan juga
bundanya’ href=’ibu dan juga bapaknya’>ibu dan juga bapaknya bapaknya’>ibu dan juga bapaknya
(bunda) hingga seluruh amal ibadah yang telah dikerjakannya hendak terhapus. sebagaimana yang
diriwayatkan dalam hadits berikut :

“ada 3 perihal yang menimbulkan terhapusnya segala amal, ialah syirik kepada allah, durhaka
kepada orangtua dan juga seseorang alim yang dipermainkan oleh orang dungu. ” )hr. thabrani(

dalam hadits tersebut dikatakan kalau allah swt hendak menghapus amal orang yang melaksanakan
perbuatan syirik dalam islam, seseorang alim (berilmu) yang dipermainkan oleh orang dungu dan
juga seseorang yang anak durhaka dalam islam.

diharamkan mencium wanginya surga

allah mengharamkan seorang yang durhaka kepada dan juga bapaknya – ayah dan juga bundanya’
href=’ibu dan juga bapaknya’>ibu dan juga bapaknya bapaknya’>ibu dan juga bapaknya buat
mencium wanginya surga. serupa yang dikatakan dalam hadits berikut :

“sesungguhnya aroma surga itu tercium dari jarak ekspedisi seribu tahun, dan juga demi allah tidak
hendak mendapatinya benda siapa yang durhaka kepada dan juga bapaknya – ayah dan juga
bundanya’ href=’ibu dan juga bapaknya’>ibu dan juga bapaknya bapaknya’>ibu dan juga bapaknya .
” )hr. thabrani(

tidak hendak masuk surga

dalam suatu hadits, diriwayatkan : “ada 3 tipe orang yang diharamkan allah masuk surga, ialah
pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orangtua dan juga pula seseorang dayyuts ataupun
banci (orang yang merelakan kejahatan berlaku didalam keluarganya, merelakan istri dan juga anak
perempuannya serong( ” )hr. nasa’i dan juga ahmad)

mampu diucap orang kafir

dalam )hr. muslim( dikatakn : “jangan membenci kedua orangtuamu. benda siapa orang yang
mengabaikan kedua dan juga bapaknya – ayah dan juga bundanya’ href=’ibu dan juga
bapaknya’>ibu dan juga bapaknya bapaknya’>ibu dan juga bapaknya , hingga ia kafir. ”

tercantum kedalam orang – orang yang merugi besar

rasulullah saw. bersabda :

“sungguh kecewa dan juga hina, begitu kecewa dan juga hina, begitu kecewa dan juga hina orang
yang mengalami dan juga bapaknya – ayah dan juga bundanya’ href=’ibu dan juga bapaknya’>ibu
dan juga bapaknya bapaknya’>ibu dan juga bapaknya ataupun salah satunya hingga tua, lalu dia
tidak mampu masuk surga. ” )hr. muslim(

iktikad dari hadits tersebut merupakan, seseorang anak yang mengalami dan juga bapaknya – ayah
dan juga bundanya’ href=’ibu dan juga bapaknya’>ibu dan juga bapaknya bapaknya’>ibu dan juga
bapaknya ataupun salah satunya hingga tua tetapi ia durhaka dan juga tidak berbakti pada dan juga
bapaknya – ayah dan juga bundanya’ href=’ibu dan juga bapaknya’>ibu dan juga bapaknya
bapaknya’>ibu dan juga bapaknya , hingga sebetulnya ia merupakan orang yang merugi dan juga
hina.

tidak tercantum dalam umat nabi muhammad saw


seseorang anak yang durhaka kepada ibuya, hingga ia tidaklah tercantum kedalam kalangan nabi
muhammad saw. karna rasulullah telah memerintahkan kita buat taat dan juga tidak durhaka kepada
orangtua.

salah satu kunci sukses dunia akhirat bagi islam untuk orang muslim merupakan doa dan juga restu
orangtua. islam menyuruh kita buat berbakti kepada orangtua supaya kita memperoleh ridha allah
dan juga keutamaan – keutamaan berbakti kepada orangtua bagi islam.

sekian, mudah – mudahan berguna (:


api Nabi Nuh tak putus asa. Ia memikul semua penderitaan itu dan kejahatan orang-
orang yang merintanginya. Bertahun-tahun Nabi Nuh berdakwah, memang tidaklah
lebih dari seratus orang yang mengikutinya. Meski demikian, Nabi Nuh tetap sabar dan
berdo’a, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam
maka seruanku itu hanya membuat mereka lari (dari kebenaran).” (QS. Nuh 71: 5-6)

Allah lalu memerintahkan kepada Nabi Nuh untuk membuat bahtera. Suatu hari istri
Nabi Nuh melihat suaminya mendatangkan kayu-kayu dan menyuruh kepada
pengikutnya untuk meletakkan kayu-kayu itu di tengah kota. Padahal, kota itu jauh
dari laut dan sungai. Takayal istri Nabi Nuh bertanya heran, “Apa yang akan engkau
perbuat dengan kayu-kayu itu, wahai Nuh?”
“Aku akan membuat sebuah bahtera,” jawab Nuh.

Mendengar jawaban Nabi Nuh, istrinya mencibir, “Mengapa engkau membuat bahtera
sedang disini tidak ada lautan atau sungai yang dapat melayarkannya?
Nabi Nuh menjawab, “Bahtera ini akan berlayar ketika datang perintah Allah.”
“Bagaimanakah orang-orang yang berakal akan menyanggahnya bahwa hal ini bisa
terjadi?” Tanya istrinya
“Nanti kamu akan melihat bahwa hal ini akan terjadi.” Jawab Nabi Nuh
Seraya melangkah, Istri Nuh berucap sinis, “Akankah bahtera ini nanti berlayar di atas
pasir?”
“Bukan, Sebab air bah akan menenggelamkan bumi dan orang-orang yang menentang
kami. Sedang orang-orang yang mengikutiku akan selamat di atas behtera…” jawab
Nabi Nuh

Kabar akan pembuatan bahtera itu cepat tersiar. Segera kaumnya datang ke tengah
kota, mengolok-oloknya.
Seorang berkomentar, “Apa ini wahai Nuh, nyata sekali bahwa kamu ini akan datang
dengan membawa bahtera kepada kami disini., sehingga kami bisa naik bahtera yang
kamu buat di atas padang paasir yang tandus.”
Yang lain dengan sengit mengolok-olok, “Nuh, apakah kamu akan menyuruh
pengikutmu untuk datang kepadamu dengan membawa timba-timba yang penuh
dengan air untuk kemudian dituangkan kebawah bahtera ini sehingga engkau dapat
membuat kolam yang di atasnya bahretamu akan berlayar?”

Suara tawa mereka segera menggema, dan disusul yang lain., “Hal itu tentu saja akan
memakan waktu bertahun-tahun, tahukah kamu akan semua itu Nuh?”
“Dan air itu tentu akan diserap oleh pasir sebelum bahteramu berlayar…” ledek yang
lain lagi.

Tawa mereka kembali membuncah. Nabi Nuh tidak membalas olokan mereka., kecuali
hanya berucap, “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) akan
mengejek kamu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). Maka kelak kamu akan
mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan dan yang akan
ditimpa oleh azab kelak (QS. Hud 11 : 38-39)

Bulan berganti, tahun pun berlalu. Nabi Nuh dan pengikutnya, akhirnya menyelesaikan
pembuatan bahtera itu. Namun ejekan yang datang dari kaumnya tak henti-henti
melayang kepadanya. Apalagi, istri Nuh selalu memberi tahu mereka akan penderitaan
yang ditanggung Nabi Nuh. Akibatnya, mereka kian senang dan bertambah gembira.

Suatu hari, istri Nabi Nuh tiba-tiba terbangun oleh suatu yang menggelisahkan hati. Ia
segera bangkit dan menjumpai Nabi Nuh yang sedang mengumpulkan setiap dari jenis
hewan dan burung., masing-masing sepasang. “Apa yang kamu lakukan dan akan
kamu bawa kemana hewan-hewan dan burung-burung itu? Akankah pengikutmu akan
memakan hewan dan burung-burung itu sementara kami tak akan memakan apa-apa?
Tanya istrinya.

“Ini bukan untuk pengikutku. Tuhanku telah memerintahkan kepadaku untuk membawa
hewan-hewan dan burung-burung itu di bahtera!” jawab Nabi Nuh.
Dengan panik, istri Nuh bertanya lagi, “Bagaimanakah Tuhanmu memerintahkan semua
ini?’
“Kelak akan kubawa setiap pasang binatang dan semua pengikutku di dalam bahtera,
tentunya dengan kebenaran yang diperintahkan oleh Allah kepadaku..” Jawab Nabi Nuh

Istri Nabi Nuh tidak juga diam, “Apakah yang akan kamu lakukan dengan bahtera itu?
Apakah kalian akan meninggalkan rumah dan hidup bersama hewan-hewan dan
burung-burung itu?”
“Kelak air bah akan datang, kemudian menenggelamkan segala sesuatu dan tidak akan
ada yang selamat kecuali siapa yang naik dalam bahteraku untuk kemudian memulai
kehidupan di dunia baru yang muncul dengan fajar keimanan.” Jawab Nabi Nuh

Istri Nuh tiba-tiba merasa ketakutan. Ucapan Nabi Nuh bahkan membuatnya tak
berkutik untuk membantah. Namun, jiwanya tetap tertutup, keras seperti batu. Dia
tetap menekan perasaan takut itu, lalu pergi memberi tahu kepada kaumnya tentang
rencana Nabi Nuh itu. Maka, bertambah keraslah ejekan mereka kepada Nabi Nuh. Apa
yang diperintahkan oleh Allah kepada Nabinya adalah satu kebenaran yang harus
dipercaya. Karena itu, janji Allah yang disampaikan kepada Nabi Nuh itu tidaklah
bohong dan janji itu akhirnya terjadi.

Air bah (banjir) datang. Maka terperanjatlah mereka. Pintu-pintu langit terbuka dan
mencurahkan air hujan ke bumi sehingga membuat mereka semua pontang-panting.
Kelabakan. Sementara itu, bahtera Nabi Nuh berlayar di atas air, tanpa istri Nabi Nuh
dan putranya Kan’an. Sebab keduanya telah menolak ketika Nabi Nuh memerintahkan
agar ikut naik kedalam bahteranya. Nabi Nuh memanggil anaknya, sedang dia berada
di tempat terpencil, “Hai anakku, naiklah bersama kami dan janganlah bersama orang-
orang yang kafir.”
Dengan sombong, dia menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang
dapat menyelamatkanku dari air bah”
Nabi Nuh berkata “Tidak ada Pelindung pada hari ini dari ketetapan Allah selain siapa
yang dirahmati.”

Air bah itu sangat besar, gunung pun tenggelam. Maka, tenggelamlah Kan’an dan istri
Nuh digulung gelombang air bah yang dahsyat.