Vous êtes sur la page 1sur 14

EVALUASI KESESUAIAN PERESEPAN DOKTER PADA PASIEN

RAWAT JALAN DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT


MARTHA FRISKA

PROPOSAL

Oleh:

ALVADINA HILSIA THEORISKI ZAMILI


1501196007

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


FAKULTAS FARMASI
INSTITUT KESEHATAN HELVETIA
MEDAN
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kesehatan adalah keadaan yang meliputi fisik , mental dan sosial yang tidak

hanya berarti suatu keadaan yang bebas dari penyakit dan kecacatan. Kesehatan

juga merupakan keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun social

yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara social dan

ekonomis. Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal diselenggarakan

berbagai upaya kesehatan salah satu diantaranya adalah pengaman terhadap

makanan dan minuman.( jurnal 1) hp

Kesehatan tidak hanya menurut konsep sehat yang memandang dari sisi fisik

ataupun fisiologis saja. Pengertian kesehatan juga tidak berdasarkan semata-mata

tidak terjadi penyakit. Menurut World Health Organization (WHO) kesehatan

adalah keadaan fisik, mental kesejahteraan social dan bukan hanya tidak ada

penyakit atau kelemahan. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia

(Depkes RI), sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, sosial, yang

memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.( proposal skripsi hp)

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan

pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.( naskah publikasi)

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan No. 1197/MENKES//SK/X/2004

resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi dokter hewan kepada
apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai dengan

peraturan yang berlaku .

Faktor yang memmpengaruhi penulisan resep oleh dokter yaitu 2 faktor

medis yang berhubungan dengan kondisi kesehatan dan faktor non medis yang

terbagi dua lagi yaitu faktor kondisi peresepan dan faktor individu yaitu semua

yang berhubungan dengan individu dokter.(148627557)

Obat merupakan salah satu unsur penting pada pelayanan kesehatan

keberadaan obat merupakan kondisi pokok yang harus terjaga ketersediaannya

karena obat merupakan salah satu hal yang mempengaruhi pelayanan kesehatan.

Dengan demikian obat tidak hanya sebagai barang medis, tetapi juga merupakan

barang ekonomi strategis sehingga obat memiliki kedudukan yang penting di

rumah sakit. (14862757)

Ketidaksesuaian peresepan obat dapat berakibat pada menurunnya mutu

pelayanan rumah sakit dan biaya obat yang dipergunakan tidak efektivitas .

( naskah publikasi)

Prinsip dasar pelayanan obat adalah harus dilakukan secara bermutu

dengan biaya rasional. Untuk mencapai tujuan tersebut di tetapkan formularium.

Formularium atau daftar obat standar, yaitu daftar produk obat-obatan yang dapat

digunakan di rumah sakit. Disamping itu, obat-obatan tersebut telah terseleksi

serta terbukti memiliki tingkat keamanan berdasarkan hasil uji klinis.(14862757)

Formularium adalah dokumen kumpulan obat dan informasi

berkaitan,yang benar-benar dipertimbangkan staf professional, sebagai yang

paling berguna dalam perawatan penderita.


Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut apakah peresepan obat tersebut sudah mengunakan

sistem formulasi rumah sakit yang sudah di tetapkan ?

1.2. Hipotesis

Dari semua resep yang telah diberikan kepada pasien rawat jalan sudah

memenuhi formularium yang telah di tetapkan.

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah

untuk mengetahui apakah resep yang diberikan kepada pasien sudah memenuhi

standar formularium rumah sakit tersebut.

1.4. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian adalah

1. Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi peneliti dan

dapat dijadikan sebagi referensi untuk pengembangan penelitian

selanjutnya.

2. Bagi Rumah Sakit

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pengelola

rumah sakit MARTHA FRISKA tentang kesesuaian pengunaan obat

dengan formularium rumah sakit dan pola penggunaan obat, dengan


harapan dapat digunakan sebagai data pendukung terkait keputusan dalam

bidang farmasi terutama dalam penggunaan obat.

3. Bagi Pemerintah

Pnelitian iini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah

tentang profil kesesuaian pengunaan obat dengan formularium rumah

sakit, dengan harapan digunaakan sebagai data pendukung terkait

keputusan pemilihan obat-obatan yang masuk kedalam Formularium

Rumah Sakit.

4. Bagi peneliti selanjutnya di Institut Kesehatan Helvetia

Penelitian ini dapat membantu peneliti selanjutnya dalam mencari

referensi dan informasi mengenai formulariu rumah sakit, dan dapat

mengembangkan penelitian ini agar pihak rumah sakit semakin

memperketat formularium rumah sakit.

Kerangka Konsep
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan

rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. (kti)

Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan

kesehatan, bertujuan untuk meujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi

masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pemeliharaan,

peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (prefentif), penyembuhan

penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan

secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.

Menurut menurut UU No. 36 Tahun 2009, pasal 2 pembangunan kesehatan

diselenggarakan dengan beaksiikan perikemanuasiaan, keseimbangan, manfaat,

perlindungan, penghormatan, terhadap hak dan kewajiban, keadilan, gender, dan

nondiskriminatif dan norma-norma agama. Pembangunan kesehatan bertujuan

untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap

orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya, sebagai

investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial

dan ekonomis.

Sumber daya dibidang kesehatan adalah segala bentuk dana, tenaga,

pembekalan kesehatan, sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas

pelayanan kesehatan teknologi yang dimanfaaatkan untuk menyelanggarakan


upaya kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan

masyarakat.

2.1 TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT

2.1.1. Tugas Rumah Sakit

Rumah sakit mempunyai tugas menyediakan keperluan untuk pemeliharaan

keperluan untuk pemeliharaan dan pemulihan kesehatan secara paripurna, yaitu

sebagai berikut:

a. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan

kesehatan

b. Meningkatkan dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit.

c. Memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna.

2.1.2 Fungsi Rumah Sakit

Rumah sakit mempunyai tugas memberikan peayanan kesehatan perorangan

secara paripurna. Pelayanan kesehatan paripurna adalah pelayanan kesehatan

meliputi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative

Menurut UU No. 44 tahun 2009 Rumah sakit umum mempunyai fungsi yaitu:

a. Penyelengaraan pelayanan pengobatan dan pemilihan kesehatan sesuai

dengan standar pelayanan rumah sakit

b. Pemeliharan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan

kesehatan paripurna
c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia

dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan

kesehatan

d. Penyelengaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan

teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan

kesehatan dengan memperhatian etika ilmu pengetahuan bidang

kesehatan.

2.1.3 Klasifikasi Rumah Sakit

1. klasifikasi rumah sakit umum

Mnurut Permenkes RI No. 56 tahun 2014 klasifikasi rumah sakit adalah

sebagai berikut:

a. Klasifikasi Rumah Sakit Umum

1. Rumah sakit kelas A

Adalah ruamah sakit umum yang memiliki fasilitas dan

kemampuan pelayanan medic spesialitik luas dan subspesialitik

luas. Rumah sakit umum kelas A juga merupakan rumah sakit

pendidikan mempunyai kapasitas tempat tidur minimal 400

tempat tidur.

2. Rumah saki kelas B

Adalah rumah sakit umum yang memiliki fasilitas dan

kemampuan pelayanan medic sekurang-kurangnya speliastik

dan subspesialitik terbatas. Rumah sakit umum kelas B dibagi


menjadi Rumah Sakit Umum kelas B pendidikan nonpendidika.

Mempunyai tempat tidur minimal kapasitas tempat tidur

minimal 200 .

3. Rumah sakit kelas C

Rumah sakit umum yang memiliki fasilitas dan kemampuan

pelayanan medik spesialistik dasar yaitu bedah, pengobatan

anaka-anak, penyakit dalam dan pelayanan ibu melahirkan.

Mempunyai kapasitas tempat tidur minimal 100 tempat tidur.

4. Rumah sakit kelas D

Adalah rumah sakit umum yang bersifat transisi karena pada

suatu saat akan di tingkatkan menjadi rumah sakit umum kelas

C. rumah sakit kelas D hanya member pelayanan kedokteran

umum dan kedokteran gigi. Mempunyai kapasitas tempat tidur

minimal 50 tempat tidur.

b. Klasifikasi Rumah Sakit Khusus

1. Rumah sakit khusus kelas A

Rumah sakit khusus kelas A adalah rumah sakit umum yang

mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling

sedikit 4 ( empat) spesialis dasar, 5 (lima) spesialis penunjang

medik, 12 ( dua belas) spesialis lain dan 2 ( dua) sub speialis

dasar.

2. Rumah sakit khusus kelas B


Adalah rumah sakit umum yang mempunyai 4 (empat) spesilis

dasar, 4 (empat) spesialis penunjang medic, 8 (delapan)

spesialis lain dan 2 (dua) sub spesialis dasar.

3. Rumah sakit khusus kelas C

Adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan

kemampuan pelayanan medik paling sedikit 2 (dua) spesialis

dasar.

c. Klasifikasi secara umum

1. Berdasarkan kepemilikan

Berdasarkan kepemilikannya, Rumah sakit dikelompokkan

menjadi :

1) Rumah sakit pemerintahan, yaitu rumah sakit milik

pemerintah seperti rumah sakit yang di kelola oleh

pemerintah pusat, pemerintah Negara bagian dan

pemerintah kota praja, termasuk rumah sakit yang

dikelola oleh angkatan bersenjata, veteran, pelayanan

kesehatan masyarakat maupun Rumah sakit yang

dikelola oleh pemerintah daerah. Ruah sakit pemerintah

mendapatkan dana dari pemerintahan dan bertanggung

jawab terhadap dana tersebut.

2) Rumah sakit swasta yaitu rumah sakit yang dimiliki dan

diselenggarakan oleh yayasan, organisasi keagamaan

atau Badan Hukum lain dan dapat juga bekerja sama


dengan institusi pendidikan. Rumah sakit ini

bertanggungjawab penyantun dana dan umumnya tidak

memungut pajak kepada pelanggan mereka. Rumah

sakit ini dapat bersifat profit dan non profit.

Berdasarkan Keputusan Menteri Republik Indonesia

No.806b/Menkes/SK/XII1987, klasifikasi Rumah Sakit

Umum Swasta, yaitu:

1) Rumah sakit umum swasta pratama memberikan

pelayanan medis bersifat umum

2) Rumah sakit umum swasta Madya, memberikan

pelayanan medis bersifat umum dan spesialistik

4 dasar lengkap.

3) Rumah sakit umum swasta madya, memberikan

pelayanan medis bersifat umum, spesialistik dan

subspesialistik.

2. berdasarkan jenis pelayanan

Berdasarkan jenis pelayanannya, Rumah sakit terbagi menjadi :

a) Rumah Sakit Umum, yaitu Rumah Sakit yang memberikan

pelayanan pengobatan terhadap bermacam-macam penyakit,

seperti pelayanan medic dan perawatan serta pelayanan

penunjang, bedah, penyakit dalam anak-anak, dan lain-lain


b) Rumah Sakit Khusus, yaitu Rumah Sakit yang membatasi

pelayanan pengobatan terhadap penyakit tertentu misalnya

kanker, anak, kejiwaan dan sebagainya.

3. Berdasarkan lama perawatan penderita

Berdasarkan lamanya perawatan, rumah sakit dapat

dikelompokan menjadi:

a) Rumah sakit perawatan jangka pendek untuk penyakit

akut, lamanya perawatan adalah kurang dari 30 hari

b) Rumah sakit perawatan jangka panjang. Lamanya

perawatan adalah 30 hari atau lebih. Rumah sakit ini

memberikan perawatan bagi penderita dengan penyakit

kronik seperti perawatan psikiartik atau penyakit

kejiwaan.

4. Berdarkan fungsi pendidikan

Berdasarkan fugsi pendidikan, Rumah sakit dapat di golongkan

dalam:

a) Rumah sakit pendidikan, yaitu rumah sakit yang

melaksanakan program pelatihan bagi residen dibidang

kedokteran, bedah spesialis dibawah pengawasan staf

medik rumah sakit.

b) Rumah sakit aflilisasi pendidikan, yaitu rumah sakit

yang tidak melaksanakan program pelatihan residen

tersendiri. Tetapi melaksanakan program pelatihan


residen tersendiri. Tetapi menyediakan sarana untuk

pelatihan mahasiswa dan residensi.

c) Rumah sakit non pendidikan, yaitu rumah sakit yang

tidak melaksanakan program pelatihan bagi residensi

dan tidak mempunyai aflisiasi dengan perguruan tinggi

2.2 TUGAS DAN PERAN DOKTER DALAM PEMBUATAN RESEP

2.2.1 Tugas Dokter