Vous êtes sur la page 1sur 3

MATERI KULIAH KEPERAWATAN MATERNITAS

ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL


DENGAN DIABETES MELITUS
Oleh : Ns. Wahyuni Aziza, S.Kep

1. DEFINISI
DIABETES MELITUS GESTASIONAL, adalah : suatu intoleransi
Karbohidrat baik ringan maupun berat yang terjadi atau pertama kali diketahui
pada saat kehamilan berlangsung (Adam, 1996)

2. KLASIFIKASI
 NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus), yaitu : DM yang
tidak tergantung insulin.
 IDDM (Insulin Dependent Diabetes Melitus), yaitu : DM yang tergantung
insulin

Klasifikasi Menurut White (1965)


o Kelas A, yaitu : Diabetes Kimiawi, DM Laten, Subklinis atau DM
Kehamilan
Tes toleransi Glukosa tidak normal
Penderita tidak memerlukan insulin, penatalaksanaan cukup dengan diet
saja. Prognosis ibu dan anak baik
o Kelas B, disebut juga Diabetes Dewasa
Diketahui secara klinis setelah umur 19 tahun dan berlangsung kurang
dari 10 tahun, tidak disertai kelainan pembuluh darah.
o Kelas C
Diabetes yang diderita antara 10-19 tahun, tanpa kelainan pembuluh
darah.
o Kelas D
Diabetes yang telah diderita lama, 20 tahun atau lebih dan disertai
kelainan pembuluh darah.
o Kelas E
Daibetes yang disertai perkapuran pada pembuluh darah
o Kelas F
Diabetes dengan Nefropati, termasuk Glomerulonefritis dan
Pielonefritis.

Modifikasi :
 Kelas R, yaitu : DM dengan komplikasi Retinitis
 Kelas H, yaitu : DM dengan komplikasi jantung koroner
 Kelas T, yaitu : DM dengan komplikasi transplantasi ginjal

Diabetes Juvenilis, yaitu : Diabetes yang sudah diderita pada masa anak-
anak, digolongkan juga IDDM
Pre Diabetes, yaitu : DM dimana penderita tidak menunjukkan gejala
walaupun mempunyai kelainan anatomi. Gejala muncul apabila ada keadaan
yang memberatkan, seperti : kehamilan, infeksi, obesitas.

3. PATOFISIOLOGI
Pada kehamilan Trimester I terjadi peningkatan kadar hormon estrogen dan
progesteron yang akan menstimulus sel-sel Betha pulau Langerhans untuk
memproduksi insulin, dengan demikian cendrung terjadi hipoglikemia.
Keadaan ini akan diperberat oleh kondisi hiperemesis yang sering terjadi pada
kehamilan trimester I.
Pada kehamilan tri mester II dan III plasensenta berkembang yang akan
menghasilkan hormon insulinase yang memusnahkan sebagian insulin
sedangkan hormon estrogen, progesteron dan kortisol menyebabkan afinitas
insulin menurun dan toleransi glukosa juga menurun, kondisi ini akan
menyebabkan penigkatan kadar glukosa darah ibu (Diabetes). Selanjutnya
glukosa darah ibu akan berdifusi kejanin melalui plasenta sehingga
menybabkan meningkatnya simpanan glikogen janin, hal ini menyebabkan
Makrosomia

4. DETEKSI KASUS
Sebaiknya dilakukan setelah usia kehamilan 7 minggu
a. Klien diberi tes glukosa oral 50 mg dan 1 jam kemudian diperiks kadar
gula darahnya. Bila nilai glukosa lebih dari 150 mg/dl, maka dilakukan
Tes Toleransi Glukosa 3 jam
b. Tes Toleransi Glukosa
Klien diberi beban glukosa oral 100 gr, kemudian diperiksa kadar gula
darah dengan kriteria sebagai berikut :
Kadar gula darah pada orang normal :
 Puasa : < 90 mg/dl
 Post Parandial 1 jam : < 165 mg/dl
 Post Parandial 2 jam : < 145 mg/dl
 Post Parandial 3 jam : < 125 mg/dl
Bila ditemukan 2 nilai abnormal, maka klien tersebut dapa didiagnosa
DM. Tes ini dilakukan pada awal kehamilan dan kemudian diulang pada
usia kehamilan 34 minggu

5. KOMPLIKASI
a. Hipertensi (Eklampsia/Pre Eklampsia)
b. Infeksi pada ibu (Vaginitis, Pielonefritis)
c. Polihidrmnion
d. Edema sistemik
e. Makrosomia
f. Perdarahan Post Partum
g. Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT)
h. Kematian Janin
i. Kelainan Bawaan
j. Prematur
k. Gangguan metabolik bayi (Hipoglikemia, Hipokalsemia)
l. Gangguan pernapasan bayi

6. PENGARUH KEHAMILAN PADA DIABETES


Kondisi hamil dapat memperberat Diabetes karena ada beberapa faktor yang
mempengaruhi, yaitu :
a. Hiperemesis dapat mengubah metabolisme karbohidrat
b. Pemakaian glikogen meningkat untuk pertumbuhan janin dan jaringan
lain
c. Meningkatnya metabolisme basal dengan pertukaran zat yang lebih cepat
dalam hepar ibu, hal ini akan mengurangi cadangan glikogen
d. Sebagian insulin dimusnahkan oleh insulinase
e. Afinitas insulin menurun

7. PENGARUH DIABETES PADA KEHAMILAN


a. Hiperglikemia
b. Polihidramnion
c. Ketosis
d. Infeksi
e. Pre Eklampsia
8. PENGARUH DIABETES PADA JANIN
a. Kematian janin akan menyebabkan abortus
b. Cacat kongenital
c. Dismaturitas
d. Makrosomia
e. Kematian Neonatal

9. PENATALAKSANAAN
a. Diet
b. Latihan
c. Insulin

10. ASUHAN KEPERAWATAN


a. Pengkajian
 Identitas
 Riwayat penyakit Diabetes
 Status emosi
 Support sistem
 Faktor sosial ekonomi
 Pemeriksaan fisik
 Pemeriksaan penunjang :
Tes Toleransi Glukosa, Urine 24 jam, USG
 Pemeriksaan janin

b. Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Muncul :


(1) Kurang pengetahuan tentang kehamilan dengan DM, penanganan,
insulin dan dampaknya, diet dll
(2) Risiko koping individu/keluarga tidak efektirf berhubungan dengan
tanggung jawab dalam perawatan DM
(3) Cemas berhubungan dengan dampak diabetes pada ibu dan janin
(4) Gangguan nutrisi kurang/lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan ketidakmampuan memilih diet
(5) Risiko injuri pada fetus berhubungan dengan hiperglikemia