Vous êtes sur la page 1sur 4

Mesin wankel

Mesin wankel atau disebut juga mesin rotary adalah mesin pembakaran dalam yang
digerakkan oleh tekanan yang dihasilkan oleh pembakaran diubah menjadi gerakan berputar
pada rotor yang menggerakkan sumbu.

Mesin ini dikembangkan oleh insinyur Jerman Felix Wankel. Dia memulai penelitiannya
pada awal tahun 1950an di NSU Motorenwerke AG (NSU) dan prototypenya yang bisa
bekerja pada tahun 1957. NSU selanjutnya melisensikan konsepnya kepada beberapa
perusahaan lain di seantero dunia untuk memperbaiki konsepnya.

Karena mesin wankel sangat kompak, ringan, mesin ini banyak digunakan pada berbagai
kendaraan dan peralatan seperti pada mobil balap, pesawat terbang, go-kart, speed boat.

Cara kerja mesin wankel

Mesin Wankel di Deutsches Museum Munich, Jerman

Tanda "A" merupakan salah satu ujung dari rotor. Tanda "B" menunjukkan sumbu eccentric
yang menggerakkan poros mesin. Sumbu poros mesin berputar tiga kali untuk setiap putaran
rotor mengelilingi poros eccentric.

Mobil dengan mesin wankel


 Mazda RX-7 adalah mobil sport yang diproduksi oleh perusahaan Jepang, Mazda.
Diproduksi tahun 1978 sampai 2002.
 Mazda RX-8 adalah mobil sport yang diproduksi oleh perusahaan Jepang, Mazda.
Diproduksi tahun 2001 sampai 2011.
Rekayasa Mesin Rotary Mazda

Sejarah permobilan mencatat bahwa salah satu penemuan terbaik di sektor pembangkit daya
adalah mesin rotary yang dibuat oleh Felix Wankel. Mesin ini terbilang unik, karena
pistonnya merangkap sebagai ruang bakar dan memiliki gerak berputar (berotasi), bukan
seperti mesin lainnya yang lazim bergerak vertikal ataupun horisontal. Awalnya, mesin rotary
dipasang pada pesawat tempur Jerman di era ‘50-an. Baru kemudian, teknologi ini dilirik
produsen otomotif, seperti GM, Mercedes-Benz, Rolls-Royce, dan Mazda.

Namun, di antara para manufaktur tersebut, di tangan Mazda-lah lompatan terbesar teknologi
mesin rotary terjadi. Melalui Mazda Cosmo Concept, di ajang Tokyo Motor Show 1963,
mesin ini menyihir publik karena meski berkapasitas kecil, tenaga dan torsinya cukup besar.
Tradisi itu berlanjut hingga kini, di mana mesin rotary adalah jantung pacu wajib untuk
mobil sport Mazda RX-series.

Seiring rumor akan hadirnya RX-7 anyar dan RX-8 terbaru di 2010, Mazda terlebih dahulu
menggulirkan sumber tenaganya. Mesin ini merupakan generasi anyar jantung pacu berkode
16X, yang diklaim lebih bertenaga dan lebih irit, berkat adanya perubahan desain dan
penyematan teknologi baru.

Tahun 2009 ini pun selubung misteri RENESIS (akronim darai Rotary Engine GENESIS)
terbaru mulai tersingkap. Ubahan pertama dapat dilihat dari disematkannya teknologi khas
Mazda, DISI (Direct Injection Spark Ignition). Pada dasarnya, sistem injeksi ini akan
mencampur terlebih dahulu udara dan bensin, sebelum disuntikkan ke ruang bakar.
Tujuannya, agar torsi tetap terjaga di segala putaran. Walhasil, karena torsi yang dihasilkan
konstan, mobil pun akan berakselerasi lebih cepat.

Ubahan berlanjut dengan penggunaan dua busi tiap silinder. Selain itu, jarak antar busi dan
jarak busi ke ruang bakar juga diubah. Cara ini dilakukan agar pembakaran stabil.
Sebagaimana diketahui, piston pada mesin rotary juga berfungsi sebagai ruang bakar. Kondisi
ini mengakibatkan besar kemungkinan terjadi ketidaksempurnaan pembakaran saat putaran
tinggi, karena piston bergerak terlalu cepat dan waktu percikan api busi tidak tepat. Lalu,
untuk mengeliminasi overlap (bentroknya arus masuk BBM dengan aliran keluar sisa
pembakaran), dimensi piston dan cangkangnya diperbesar.

Isyu tentang mesin rotary yang boros oli mesin juga dapat diatasi dengan mengubah dan
memperbesar jalur pelumasan. Penggunaan oli lebih efisien karena dapat menjangkau area
yang lebih luas ketimbang cara lama, di mana oli mesin berkumpul di satu dua titik
pelumasan. Dari perubahan yang ada, bisa dipastikan terjadi kenaikan kapasitas mesin.
Diperkirakan, mesin baru ini hadir dalam konfigurasi twin rotor, 800 cc x 2 (sebelumnya 654
cc x 2), dengan bahan bakar lebih hemat 20% dan menghembuskan tenaga hingga 270 hp
(dari sebelumnya 260 hp).
Bayu Arya

Wankel Engine

Mesin Wangkel atau disebut mesin rotary adalah mesin pembakaran dalam yang digerakan oleh
tekanan yang dihasilkan oleh pembakaran diubah menjadi gerakan berputar pada rotor yang
menggerakan sumbu. Sejarah mesin rotary berawal pada tahun 1919, seorang pemuda Jerman
bernama Felix Wangkel. Ia memimimpikam sebuah tipe mesin baru yang setengah turbin dan
setengahnya lagi engine reciprocated. Mesin wangkel disebut mesin tanpa piston karena memakai
rotor sebagai penggantinya. Rotor ini berputar dengan prinsip yang sama dengan piston sehingga
mampu menghasilkan tenaga.

Prinsip kerja mesin rotary dan mesin 4 langkah piston tidak jauh berbeda, karena terdiri dari empat
proses yaitu langkah hisap (intake), kompresi (compresion), pembakaran (combustion), dan
pembuangan (exhaust). Yang berbeda adalah komponen penggeraknya, yaitu rotor berbentuk oval.
Rotor ini membagi ruangan silinder menjadi 3 bagian.

Konstruksi mesin rotary lebih sederhana dibanding mesin piston. Komponen utama mesin rotary
adalah roda gila, rotor belakang, rotor depan, bobot penyeimbang, dan poros eksentris. Antara
ujung rotor dengan dinding silinder dilapisi dengan sil khusus yang disebut apex. Komponen inilah
yang menjadi pembatas antara satu ruang silinder dengan yang lainnya. Bandingkan dengan model
mesin 4 langkah piston yang memiliki banyak komponen seperti piston, ring piston, timing chain, gigi
sproket, poros kem, katup, pelatuk katup, per katup dan lainnya. Itulah mengapa mesin rotary
disebut mesin kompak dan bersuara halus.
Proses kerjanya secara sederhana adalah rotor segitiga bekerja memutari bagian rumah silinder.
Rotor berputar dan menggerakan poros yang disebut poros eksentris. Semua komponen diletakan
dengan pola yang sejajar. Berbeda dengan piston yang vertikal dan horisontal dalam menggerakan
engkolnya.

Diawali dari langkah hisap yang memasukan bahan bakar ke dalam ruang silinder. Seiring dengan
pergerakan rotor melewati intake port, volume dalam ruangan bertambah besar sehingga menarik
masuk campuran udara dan bahan bakar. Setelah melewati intake port, ruangan tersebut ditutup
oleh seal rotor (apex) dan langkah kompresi pun dimulai.

Rotor berputar 90 derajad melakukan kompresi, kemudian masuk ke masa pengapian busi, untuk
melakukan proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar. Dalam proses pembakaran, mesin
rotary memakai 2 busi yang menyala secara berurutan. Ketika busi membakar campuran udara dan
bahan bakar, maka terjadi tekanan besar yang mendorong rotor untuk terus bergerak.

Tekanan ini bergerak 90 derajad yang membuat ruangan pembakaran menjadi besar. Pembakaran
terus berlangsung hingga mendorong rotor menuju ruangan pembuangan dan menciptakan tenaga.
Puncaknya adalah rotor meninggalkan port exhaust atau lubang pembuangan. Karena rotor
berbentuk segitiga maka dalam satu putaran rotor akan tercipta 3 kali prosedur pembakaran.
Dampaknya tenaga mesin rotary lebih besar dibandingkan mesin piston 4 langkah. Sedangkan mesin
piston 4 langkah dalam satu siklus kerjanya hanya menghasilkan satu tenaga.

Tentunya sebagai penemuan tekhnologi, mesin rotary memiliki beberapa kelemahan. Karena
konstruksinya yang sederhana maka mesin rotary mengeluarkan banyak hidrokarbon yang tidak
terbakar. Ini menyebabkan emisi gas buang mesin rotary cukup tinggi. Dan juga mesin ini boros
bahan bakar.

Karena alasan itulah rata-rata pabrikan otomotif meninggalkan mesin ini. Satu-satunya pabrikan
yang setia memakai tekhnologi rotary adalah Mazda. Mobil masal bermesin rotary pertama di dunia
diluncurkan pada tahun 1967, dengan memakai 2 rotor penggerak, cosmo sport. Dengan volume
ruang bakar 491 cc, mobil ini memiliki daya sebesar 110 hp. Tenaga ini setara dengan mesin piston 4
langkah berkapasitas 1.500 cc.

Untuk mengurangi emisi gas buang, Mazda mengembangkan tekhnologi REAPS (Rotary Engine Anti-
Polution System) pada tahun 1973. Hingga tahun 2006, Mazda adalah satu-satunya pabrikan mobil
yang memproduksi mesin rotary (contoh Mazda RX 8). Masalah emisi dan borosnya bahan bakar,
diatasi dengan tekhnologi sistem injeksi bahan bakar yang dikendalikan elektronik. Tekhnologi DISC
(Direct Injection Stratified Charge) menginjeksikan bahan bakar secara langsung ke lubang hisapnya.
Model mesin terbaru adalah tekhnologi RENESIS (Rotary Engine Genesis) berkapasitas 1.300 cc yang
menghasilkan tenaga 280 hp, dan mampu menghasilkan putaran yang tinggi mencapai 10.000 rpm
dengan rasio kompresi 10:1. Hasilnya adalah mesin yang tidak kalah dengan dapur pacu mesin piston
4 langkah berkapasitas 3.000 cc.

Mesin rotary banyak digunakan pada berbagai kendaraan karena kompak dan bersuara halus.
Misalnya Pesawat terbang, mobil barat, go kart, speed boat dll.