Vous êtes sur la page 1sur 3

Name : Ayomni Nastiti

NIM : 20140320076
Departement : Nursing Of Student
Management Stress

Assalamualaikum Wr. Wb.


Good afternoon ladies and gentelmen
Thank you very much for having me here today. I'am ayomni nastiti as the speaker.
And I feel so glad to standing in front of you. I will talk you about management stress. Do
you know stress and management stress ?
Stress for many people becomes the main enemy in life. Stress is a stimulus of any kind and
from wherever that may affect one's thought processes and actions. Stress with high frequency
and amount will cause imbalance either physical or psychic in individual. Basically that stress
must be managed, managed, and controlled in stress management so that it does not cause
psychological aberrations. According to wikipedia stress management is the ability of the use
of resources (human) effectively to overcome the disorders or mental and emotional disorders
that arise because of the response (response). The goal of stress management itself is to improve
the quality of life for the individual to be better. Stress has a negative impact on everyone.
According to sociologists, the impact of stress is divided into 3 categories, physiological
impact, psychological impact and behavioral impact. This is due to the 3 categories. In coping
with stress there are many techniques that can be used for stress reduction that occurs. The
management helps everyone cope with stress, such as:
• Physical Strategy
The fastest way to deal with stress is to calm down and reduce the physical stimulation of the
body through meditation or relaxation. According to Scheufele, progressive relaxation is
learning to alternately suppress and make the muscles relax, also lower blood pressure and
stress hormones (Wade and Tavris, 2007: 302).
• Emotional Strategy
Strategies that focus on emotions arising from problems encountered, either anger, anxiety, or
grief (in Wade and Tavris, 2007: 303). Emotion focused coping is a stress coping strategy that
places more emphasis on efforts to reduce negative emotions that are felt when faced with
problems or stresses, diverting attention from problems (in Tanti, 2007).
• Cognitive Strategies
can be done is to reassess a problem with positive (positive reappraisal problem). Positive
reappraisal strategy is a cognitive effort to analyze and restructure the problem in a positive
way while continuing to accept the reality of the situation (in Solichatun, 2011). In addition,
other techniques that can be used to alter cognition are positive affirmations. Affirmations are
a number of positive sentences that are either limited to thoughts, or poured into writing, spoken
in a repetitive manner (Nazmy, 2012)
• Social Strategy
reduce stress by finding support groups. The support group is very helpful, because the group
has experienced the same thing and understands what is felt. They can help someone assess a
problem and plan things that can be done to overcome them.
So the conclusion of the above information there are 4 stress management that is social strategy,
cognitive, physical, emotional.
I think thats all. Thank you for your attention.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Stres bagi banyak orang menjadi musuh utama dalam menjalani kehidupan. Stres adalah
rangsangan dalam bentuk apapun dan dari manapun yang dapat mempengaruhi proses pikir
dan tindakan seseorang. Stres dengan frekuensi dan jumlah yang tinggi akan menimbulkan
ketidakseimbangan baik fisik ataupun psikis pada individu. Pada dasarnya bahwa stres itu
harus di kelola, diatur, dan dikendalikan dalam manajemen stres sehingga, tidak menimbulkan
penyimpangan psikologis. Menurut wikipedia manajemen stres adalah kemampuan
penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan
mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres
itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik. Stres
memiliki dampak negatif bagi setiap orang. Menurut sosiolog, dampak stress dibedakan dalam
3 kategori, dampak Fisiologik, dampak psikologik dan dampak perilaku. Ini disebabkan oleh 3
kategori tersebut. Dalam mengatasi stres terdapat banyak teknik yang dapat dipergunakan
untuk pengurangan stress yang terjadi. Manajemen tersebut membantu setiap orang mengatasi
stress, seperti :
 Strategi Fisik
Cara yang paling cepat untuk mengatasi dari stres adalah dengan menenangkan diri dan
mengurangi rangsangan fisik tubuh melalui meditasi atau relaksasi. Menurut Scheufele,
relaksasi progresif adalah belajar untuk secara bergantian menekan dan membuat otot-
otot menjadi santai, juga menurunkan tekanan darah dan hormon stres (Wade dan
Tavris, 2007:302).
 Strategi Emosional
Strategi yang berfokus pada emosi yang muncul akibat masalah yang dihadapi, baik
marah, cemas, atau duka cita (dalam Wade dan Tavris, 2007: 303). Emotion focused
coping adalah sebuah strategi koping stres yang lebih menekankan pada usaha untuk
menurunkan emosi negatif yang dirasakan ketika menghadapi masalah atau tekanan,
mengalihkan perhatian dari masalah (dalam Tanti, 2007).
 Strategi Kognitif
dapat dilakukan adalah menilai kembali suatu masalah dengan positif (positive
reappraisal problem). Strategi positive reappraisal yaitu merupakan usaha kognitif
untuk menganalisa dan merestrukturisasi masalah dalam sebuah cara yang positif
sambil terus melakukan penerimaan terhadap realitas situasi (dalam Solichatun, 2011).
Selain itu teknik lain yang dapat digunakan untuk mengubah kognitif adalah affirmasi
positif. Afirmasi adalah sejumlah kalimat yang positif disusun baik itu hanya sebatas
pikiran, atau dituangkan kedalam tulisan, diucapkan dengan cara berulang-ulang
(Nazmy, 2012)
 Strategi Sosial
menurunkan stres dengan mencari kelompok dukungan. Kelompok dukugan (support
group) sangat membantu, karena kelompok pernah mengalami hal yang sama dan
memahami apa yang dirasakan. Mereka dapat membantu seseorang menilai suatu
masalah dan merencanakan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
Jadi kesimpulan dari informasi diatas terdapat 4 manajemen stres yaitu strategi sosial, kognitif,
fisik, emosional.