Vous êtes sur la page 1sur 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENGATURAN DIIT PADA Tn.B


DENGAN RESIKO DIABETES MILITUS

Oleh:
Rr. Retno Jayanti H.
P1337420614029

PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES SEMARANG
2017

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok bahasan : Nutrisi Diet Diabetes Melitus
Sub pokok bahasan : Diet Tn.B Diabetes Melitus

Sasaran : Tn. B
Target : Tn.B
Hari/tanggal : Jumat, 21 April 2017
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang Keluarga Tn.B

I. Latar Belakang
Diabetes melitus adalah sindroma yang ditandai oleh kadar glukosa darah
yang tinggi (hiperglisemia) menahun karena gangguan produksi, sekresi insulin
maupun resistensi insulin. Saat ini diduga secara global jumlah penderita DM
adalah 200 juta orang. Di Amerika Serika, kurang lebih 650.000 kasus diabetes
mellitus baru didiagnosis setiap tahunnya (Healthy People 2000, 1990).
Setengah dari jumlah kasus Diabetes Mellitus (DM) tidak terdiagnosa karena
pada umumnya diabetes mellitus tidak disertai gejala sampai terjadinya
komplikasi. Prevalensi penyakit diabetes mellitus meningkat karena terjadi
perubahan gaya hidup, kenaikan jumlah kalori yang dimakan, kurangnya
aktifitas fisik dan meningkatnya jumlah populasi manusia usia lanjut.
Diabetes mellitus terutama prevalen diantara kaum lanjut usia. Diantara
individu yang berusia lebih dari 65 tahun, 8,6 % menderita diabetes mellitus
tipe II. Di Amerika Serikat, diabetes mellitus merupakan penyebab utama
kebutaan diantara penduduk berusia 25 tahun hingga 74 tahun akibat retinopati
diabetik dan juga menjadi penyebab utama amputasi diluar trauma kecelakaan.
Pada usia yang sama, penderita diabetes mellitus paling sedikit 2,5 kali lebih
sering terkena serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak
menderita diabetes mellitus.
75% penderita diabetes mellitus akhirnya meninggal karena penyakit
vascular. Serangan jantung, gagal ginjal, stroke dan gangrene adalah komplikasi
yang paling utama. Selain itu, kematian janin intrauterine pada ibu-ibu yang
menderita diabetes mellitus tidak terkontrol juga meningkat. Sedangkan di
Indonesia sendiri jumlah penderita DM sekitar 1,5% dari jumlah penduduk
(Marwani Bratasaputra, 2000).
Melihat pola pertambahan penduduk saat ini diperkirakan pada tahun 2020
nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia di atas 20 tahun dan dengan
asumsi prevalensi Diabetes Mellitus sebesar 2 %, akan didapatkan 3,56 juta
pasien Diabetes Mellitus, suatu jumlah yang besar untuk dapat ditanggani
sendiri oleh para ahli DM. Oleh karena itu antisipasi untuk mencegah dan
menanggulangi timbulnya ledakan pasien DM ini harus sudah dimulai dari
sekarang. Untuk itu perlu dilakukan penanganan serius terpadu agar tidak
menjadi masalah kesehatan nasional di kemudian hari. Ada 5 komponen dalam
penatalaksanaan diabetes mellitus yaitu diet, latihan, pemantauan, terapi (jika
diperlukan), dan pendidikan. Diet dan pengendalian berat badan merupakan
dasar dari penatalaksanaan diabetes mellitus. Begitu pula dengan latihan sangat
penting untuk menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi faktor risiko
kardiovaskuler.
Penanganan pertama yang harus dilakukan agar klien mampu melakukan
kelima komponen tersebut dengan baik adalah dengan memberikan health
education mengenai pengontrolan gula darah agar mencegah terjadinya
komplikasi pada penderita DM dan pencegahan DM pada orang yang belum
terdiagnosis diabetes melitus serta orang beresiko tinggi menderita DM.
Penyuluhan merupakan dasar utama untuk pengobatan diabetes mellitus bagi
pasien dan juga pencegahan diabetes bagi keluarga pasien serta masyarakat.
Diet bagi pasien DM merupakan komponen yang sangat penting dalam
mengontrol gula darah agar tetap dalam batas normal dan stabil. Untuk itu,
penting untuk dilakukan edukasi kepada penderita beserta keluarganya akan
pentingnya pendidikan akan nutrisi makanan dan cara menerapkan resep-resep
masakan yang sehat di dalam keluarga dengan memperhatikan jumlah kalori
yang dibutuhkan, jadwal, dan jenis makanan yang baik dikonsumsi, untuk
menanamkan pola makan sehat kepada penderita diabetes beserta anggota
keluarga.

II. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 40 menit diharapkan peserta
dapat mengetahui diet pada pasien Diabetes Melitus.

III. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit, diharapkan
peserta dapat:
1. Menjelaskan pengertian diet
2. Menyebutkan 3 dari 5 tujuan diet pada pasien Diabetes Melitus
3. Menyebutkan komposisi makanan yang dianjurkan untuk pasien Diabetes
Melitus

IV. Strategi Pelaksanaan


1. Metode : Ceramah, Tanya Jawab
2. Media : Lembar Balik dan Leaflet
3. Alat : Meja, kursi.
4. Sumber : Media dan alat yang digunakan bersumber dari milik team
penyuluh dan pinjaman dari keluarga Bp. KS.
5. Garis besar materi (penjelasan terlampir)
1. Pengertian Diet
2. Tujuan Diet pada Pasien Diabetes Melitus
3. Komposisi Makanan yang Dianjurkan untuk Pasien Diabetes Melitus

V. SASARAN
Tn. B beserta keluarga
VI. WAKTU
Hari : Jumat
Tanggal : 21 April 2017
Jam : 18.30 WIB
Tempat : Ruang Keluarga Tn.B

VII. Proses Penatalaksanaan

No Kegiatan Penyuluh Peserta Waktu Ket


1 Pendahuluan  Salam pembuka  Menjawab salam 10 menit
 Perkenalan  Mendengarkan
 Menyampaikan  Menyimak
tujuan penyuluh
penyuluhan
 Mengingatkan  Mendengarkan
kontrak yang
telah disepakati
sebelumnya
 Apersepsi  Mendengarkan,
menjawab
pertanyaan
2 Kerja  Penyampaian  Mendengarkan 30 menit
garis besar materi dengan penuh
Diabetes Millitus: perhatian
1. Pengertian diet
2. Tujuan Diet
untuk Tn.B
yang beresiko
DM
3. Komposisi
Makanan yang
Dianjurkan

 Memberi  Menanyakan hal-


kesempatan hal yang belum
peserta untuk jelas
bertanya
 Menjawab  Mendengarkan
pertanyaan dan
memperhatikan
jawaban dari
penyuluh
 Evaluasi  Menjawab
pertanyaan
penyuluh
3 Penutup  Menyimpulkan  Mendengarkan 5 menit
 Salam penutup  Menjawab salam
TOTAL WAKTU 45 menit

VIII. Setting Tempat


Keterangan :
= peserta penyuluhan

= penyuluh

IX. Pengorganisasian
a. Penyuluh : Rr. Retno Jayanti H.
b. Pembimbing : Ibu Fajar S.

LAMPIRAN MATERI

DIET UNTUK DIABETES MELITUS


1. Pengertian Diet
Diet adalah pengaturan makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang
secara rutin untuk menjaga kesehatan. Diet lebih mengarah pada pengaturan
pola makan yang baik untuk mencapai kondisi sehat.

2. Tujuan Diet pada Pasien Diabetes Melitus


Tujuan Umum
Membantu penderitan diabetes mellitus (diabetetisi) memperbaiki kebiasaan
hidup dan olah raga untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik.
Tujuan khusus
a. Mempertahankan kadar Glukosa darah mendekati normal dengan
keseimbangan asupan makanan dengan insulin (endogen atau eksogen)
atau obat hipoglikemik oral dan tingkat aktifitas.
b. Mencapai kadar serum lipid yang optimal.
c. Memberikan energi yang cukup untuk mencapai atau mempertahankan
berat badan yang memadai orang dewasa, mencapai pertumbuhan dan
perkembangan yang normal pada anak dan remaja, untuk meningkatkan
kebutuhan metabolik selama kehamilan dan laktasi penyembuhan dari
penyakit katabolik. Berat badan memadai diartikan sebagai berat badan
yang dianggap dapat dicapai dan dipertahankan baik jangka pendek
maupun jangka panjang oleh orang dengan diabetes itu sendiri maupun
oleh petugas kesehatan.
d. Menghindari dan menangani komplikasi akut orang dengan diabetes yang
menggunakan insulin seperti hipoglikemia, penyakit-penyakit jangka
pendek, masalah yang berhubungan dengan kelainan jasmani dan
komplikasi kronik diabetes seperti: penyakit ginjal, neuropati automik,
hipertensi dan penyakit jantung.
e. Meningkatkan kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal.
(Pramono, 2012)
3. Komposisi Makanan yang Dianjurkan untuk Pasien Diabetes Melitus
Penanganan
Penanganan untuk menjegah terjadinya Dm adalah:
1. Kontrol kadar gula darah yang teratur
2. Olah raga yang teratur/ latihan gerak
3. Minum obat secara teratur
4. Makanan sesuai diit

Diit Pada Diabetes Melitus


Pemberian diit pada DM dengan memperhatikan prinsip 3 J yaitu:
1. Jenis bahan Makanan
2. Jadual makanan
3. Jumlah makanan
Diit pada Dm adalah:
Tinggi karbohidrat, tinggi serat, rendah lemak, rendah protein
Tujuan Pemberian Diit pada DM:
1. Mempertahankan kadar gula agar normal
2. Mempertahankan BB yang seimbang
3. Mencegah Komplikasi akut dan kronik

Makanan yang harus dihindari


1. Gula
2. Susu
3. Madu

Makanan yang mengandung karbohidrat yang boleh dimakan


1.Nasi
2. Kentang
3. Roti
4. Singkong
Bahan makanan yang mengandung protein hewani yang boleh dimakan,
seperti:
1. Ikan segar
2. Ayam
3. Telur Ayam
4. Udang
Bahan makanan yang mengandung protein nabati yang boleh dimakan,
seperti:
1. Tahu
2. Tempe
3. Kacang tanah
4. Kacang hijau
5. Kacang merah
Sayuran yang bebas dimakan
1. Kangkung
2. Tomat
3. Terong
4. Ketimun
5. Kol
6. Sawi
7. Gambas

Sayuran yang boleh dimakan tapi dibatasi:


1. Buncis
2. Daun singkong
3. Kacang panjang
4. Kembang Kol
5. Bayam
Buah yang bebas dimakan tanpa dibatasi
1. Jambu air
2. Jambu biji
3. Pepaya
Buah yang boleh dimakan tapi dibatasi
1. Pisang, kecuali pisang ambon dan pisang hijau
2. Jeruk
3. Mangga
4. Nanas
Buah yang tidak boleh dimakan, seperti;
1. Nangka
2. Durian
3. Sawo
4. Lecy
5. Apel merah

Prinsip pengaturan makan pada diabetisi hampir sama dengan anjuran makan
untuk orang sehat masyarakat umum, yaitu makanan yang beragam bergizi
dan berimbang atau lebih dikenal dengan gizi seimbang maksudnya adalah
sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Hal
yang sangat penting ditekankan adalah pola makan yang disiplin dalam hal
Jadwal makan, Jenis dan Jumlah makanan atau terkenal dengan istilah 3 J.
Pengaturan porsi makanan sedemikian rupa sehingga asupan zat gizi tersebar
sepanjang hari. Penurunan berat badan ringan atau sedang (5-10kg) sudah
terbukti dapat meningkatkan kontrol diabetes, walaupun berat badan idaman
tidak dicapai. Penurunan berat badan dapat diusahakan dicapai dengan baik
dengan penurunan asupan energi yang moderat dan peningkatan pengeluaran
energi. Dianjurkan pembatasan kalori sedang yaitu 250-500 kkal lebih rendah
dari asupan rata-rata sehari.
Komposisi makanan yang dianjurkan meliputi:

Karbohidrat
Rekomendari ADA tahun 1994 lebih memfokuskan pada jumlah total
karbohidrat daripada jenisnya. Rekomendasi untuk sukrosa lebih liberal. Buah
dan susu sudah terbukti mempunyai respon glikemik yang lebih rendah dari
pada sebagian besar tepung-tepungan. Walaupun berbagai tepung-tepungan
mempunyai respon glikemik yang berbeda, prioritas hendaknya lebih pada
jumlah total karbohidrat yang dikonsumsi daripada sumber karbohidrat.
Anjuran konsumsi karbohidrat untuk diabetesi di Indonesia:
a. 45-65% total asupan energi.
b. Pembatasan karbohidrat tidak dianjurkan < 130 g/hari.
c. Makanan harus mengandung lebih banyak karbohidrat terutama berserat
tinggi.
d. Sukrosa tidak boleh lebih dari 5% sehari ( 3-4 sdm)
e. Makan 3 kali sehari untuk mendistribusikan asupan karbohidrat dalam
sehari.

Serat
Rekomendasi asupan serat untuk orang dengan diabetes sama dengan untuk
orang yang tidak diabetes yaitu dianjurkan mengkonsumsi 20-35 gr serat
makanan dari berbagai sumber bahan makanan. Di Indonesia anjurannya
adalah kira-kira 25 gr/1000 kalori/ hari dengan mengutamakan serat larut air.
Protein
Menurut konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia tahun 2006 kebutuhan
protein untuk diabetisi 15%-20% energi. Perlu penurunan asupan protein
menjadi 0,8 g/kg berat badan perhari atau 10% dari kebutuhan energi dengan
timbulnya nefropati pada orang dewasa dan 65% hendaknya bernilai biologic
tinggi.
Sumber protein yang baik adalah ikan, seafood, daging tanpa lemak, ayam
tanpa kulit, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan dan tahu-tempe.

Total lemak
Anjuran asupan lemak di Indonesia adalah 20-25% energi. lemak jenuh < 7%
kebutuhan energi dan lemak tidak jenuh ganda <10% kebutuhan energi,
sedangkan selebihnya dari lemak tidak jenuh tunggal. Asupan kolesterol
makanan hendaknya dibatasi tidak lebih dari 300 mg perhari.
Apabila peningkatan LDL merupakan masalah utama, dapat diikuti anjuran
diet disiplin diet dislipidemia. Tujuan utama pengurangan konsumsi lemak
jenuh dan kolesterol adalah untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Garam
Anjuran asupan untuk orang dengan diabetes sama dengan penduduk biasa
yaitu tidak lebih dari 3000 mgr atau sama dengan 6-7 g (1 sdt) garam dapur,
sedangkan bagi yang menderita hipertensi ringan sampai sedang, dianjurkan
2400 mgr natrium perhari atau sama dengan 6 gr/hari garam dapur. Sumber
natrium antara lain adalah garam dapur, vetsin dan soda.

Kebutuhan kalori
Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mempertahankan berat badan
ideal. Komposisi energy adalah 45-65% dari karbohidrat, 10-20% dari protein
dan 20-25% dari lemak. Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori
yang dibutuhkan orang dengan diabetes. Di antaranya adalah dengan
memperhitungkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 25-30 kalori/kg BB
ideal, ditambah dan dikurangi bergantung pada beberapa faktor yaitu jenis
kelamin, umur, aktivitas, kehamilan/laktasi, adanya komplikasi dan berat
badan.
Perhitungan berat badan ideal (BBI) dengan rumus Brocca yang dimodifikasi:
 BBI = 90% x (TB dalam cm-100) x 1 kg
 Bagi pria dengan TB di bawah 160 cm dan wanita di bawah 150 cm,
rumus modifikasi menjadi: BBI = (TB dalam cm – 100) x 1 kg
 BB Normal : bila BB ideal ± 10%
 Kurus : < BBI - 10%
 Gemuk : > BBI + 10%
Faktor-faktor penentu kebutuhan energy yaitu:
 Jenis kelamin
Kebutuhan kalori wanita sebesar 25 kkal/kg BB ideal dan pria 30
kkal/kg BB ideal
 Umur
Pasien usia > 40 tahun , kebutuhan kalori :
- 40-59 tahun dikurangi 5% dari energi basal
- 60-69 tahun dikurangi 10 % dari energi basal
- > 70 tahun dikurangi 20% dari energi basal
Pada bayi dan anak-anak kebutuhan kalori adalah jauh lebih tinggi
daripada orang dewasa, dalam tahun pertama bisa mencapai 112 kal/kg
BB.
Umur 1 tahun membutuhkan lebih kurang 1000 kalori dan selanjutnya
pada anak-anak lebih daripada 1 tahun mendapat tambahan 100 kalori
untuk tiap tahunnya.
 Aktifitas fisik atau pekerjaan
Kebutuhan kalori ditambah sesuai dengan intensitas aktifitas fisik
Penambahan kalori dari aktifitas fisik:
- Keadaan istirahat : ditambah 10% dari kebutuhan basal
- Keadaan aktifitas ringan: ditambahkan 20% dari kebutuhan basal
- Keadaan aktifitas sedang: ditambahkan 30% dari kebutuhan basal
- Keadaan aktifitas berat dan sangat berat: ditambahkan 40 & 50%
dari kebutuhan basal
Jenis aktifitas dikelompokkan sebagai berikut :
- Keadaan istirahat : berbaring di tempat tidur.
- Ringan : pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu
rumah tangga dan lain-lain
- Sedang : pegawai di industri ringan, mahasiswa, militer yang
sedang tidak perang, .
- Berat : petani, buruh, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit.
- Sangat berat : tukang becak, tukang gali, pandai besi.
 Berat badan
- Bila gemuk: dikurangi 20-30% tergantung dari tingkat kegemukan
- Bila kurus: ditambah 20-30% tergantung dari tingkat kekurusan
untuk menambah berat badan.
Untuk tujuan penurunan berat badan jumlah kalori yang diberikan
paling sedikit 1000-1200 kalori perhari untuk wanita dan 1200-1600
kalori perhari untuk pria.

Pembagian makanan sejumlah kalori terhitung dibagi dalam 3 porsi besar


makan pagi (20%), siang (30%) dan sore (25%) serta 2-3 porsi makanan
ringan (10-15%). Untuk meningkatkan kepatuhan pasien, sejauh mungkin
perubahan dilakukan secara bertahap dan harus disesuaikan dengan kebiasaan
makan.
DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2008. Terapi Gizi Untuk Diabetes Melitus. (online)


http://www.gizi.net/makalah/Makalah%20Pekan%20DM.PDF diakses pada tanggal
20 Maret 2011

Anonym. 2009. Penatalaksanaan diet Pada Diabetes Melitus. (online) www.wrm-


indonesia.org diakses pada tanggal 22 Maret 2011

Hiswani. 2007. Penyuluhan Kesehatan Pada Penderita Diabetes Mellitus. (online)


http://www.fkm-hiswani3.pdf diakses pada tanggal 21 Maret 2011

Mansjoer, Arif. 1999. Kapita Selekta Kedokteran Ed.3 Jilid I. Jakarta: Media
Aesculapius

Price, A. Silvia. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Volume 2.


Jakarta: EGC

Smeltzer, C. Suzanne. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Ed. 8 Volume 2.
Jakarta: EGC