Vous êtes sur la page 1sur 4

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BLUD RUMAH SAKIT UMUM PALABUHANRATU


Jalan Jendral Ahmad Yani No. 2 Palabuhanratu Telpon/Fax. (0266)
432081, 432082
E-mail : rsudpalabuhanratu@y7mail.com
Palabuhanratu – Sukabumi Kode Pos 43364

KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD PALABUHANRATU


KABUPATEN SUKABUMI
NOMOR : 445/01/SK-DIR/I/2016

TENTANG
KEBIJAKAN PEMBERLAKUKAN ASESMEN PASIEN (AP)
DI RSUD Palabuhanratu

DIREKTUR

Menimbang : a. bahwa pasien harus segera dilakukan perencanaan asuhan dan


pengobatan sesuai kebutuhan dan respon pasien.
b. bahwa untuk memenuhi tercapainya proses assesment pasien, maka
perlu mengumpulkan informasi pasien mulai data kondisi
fisik,psikologis, social, riwayat kesehatan,hasil laboratorium dan
imajing diagnostik;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a dan b perlu ditetapkan oleh keputusan direktur blud rsud
palabuhanratu

Mengingat :
1. Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran;
2. Undang-Undang RI Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan;
3. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/MENKES/SK/XII/1999
tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit;
4. Keputusan Direktur RSUD Palabuhanratu No.800/1.091/RSUD/SK-
DIR/IX/2015 Tanggal 18 September 2015 Tentang Pelayanan
Rumah Sakit Umum Daerah Palabuhanratu.
M EMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD PALABUHANRATU TENTANG


PEMBERLAKUAN ASESMEN PASIEN DI RSUD
PALABUHANRATU.

KESATU : Mengesahkan Pemberlakuan Asesmen pasien yang tertera dalam lampiran


surat keputusan ini
iii
KEDUA :
Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan
akan diubah bila dalam Surat Keputusan ini terdapat
kekeliruan

DITETAPKAN DI : Palabuhanratu
PADA TANGGAL : 01Januari 2016

DIREKTUR
RSUD Palabuhanratu

dr. H.Asep Rustandi


NIP. 196106261989031006

Lampiran 1 : Surat Keputusan Direktur RSUD Palabuhanratu


Nomor : 445/01/SK-DIR/I/2016
Tanggal : 01 Januari 2016

Kebijakan
Assesment Pasien (AP)
RSUD Palabuhanratu

a. Petugas profesi dokter dan atau perawat/bidan sebelum melakukan perencanaan


asuhan dan pengobatan di wajibkan melakukan pengumpulan data pasien yang
iv
terdiri dari keadaan fisik, psikologis, social, riwayat kesehatan, melakukan
pemeriksaan laboratorium dan imajing diagnostic.
b. Petugas yang melakukan assesmen untuk perencanaan pengobatan dilakukan oleh
dokter yang memiliki STR
c. Petugas yang melakukan assesmen untuk perencanaan asuhan dilakukan oleh perawat
dan bidan yang memiliki STR
d. Assesmen di rawat inap diharuskan lengkap dalam 24 jam pertama
e. Assesmen medis dan keperawatan yang dilakukan sebelum pasien masuk rawat inap
atau rawat jalan di rumah sakit tidak berlangsung lebih dari 30 hari
f. Jika pada saat penerimaan sebagai pasien rawat jalan, assesmen medis dan
keperawatan awal sudah lebih dari 30 hari, maka dokter dan perawat harus mereview
pengkajian awal terdahulu dan memutuskan apakah perlu pengkajian awal diulangi
secara lengkap atau hanya mencatat perubahan yang terjadi menyangkut keluhan dan
pemeriksaan fisik dibuat dalam lembar terintegrasi
g. Penilaian awal pasien dokter di rawat inap harus dilakukan dalam kerangka waktu 24
jam
h. Assemen lanjutan dapat dilakukan oleh profesi lainnya seperti nutrionis, farmasi dan
profesi lain yang berkaitan dengan penyakitnya
i. Assesmen ulang dilakukan bila terjadi perubahan kondisi/respon pasien
j. Tindakan assesmen ini harus dilakukan disemua unit/ruangan rawat inap serta harus
terintergrasi dengan profesi lainnya sebagai tim yang tidak terpisahkan
k. Rumah sakit secara bertahap untuk memenuhi pelayanan laboratorium dan imajing
diagnostic sesuai standar nasional
l. Laboratorium dan imajing diagnostic pelayanannya dilaakukan 24 jam sehinngga
pasien gawat dapat terpenuhi
m. Bila sub pelayanan laboratorium dan imajing diagnostic belum tersedia, rumah sakit
melakukan MOU dengan laboratorium di luar rumah sakit dengan memiliki reputasi
dengan hasil yang akurat dan terstandarisasi
n. Alat –alat laboratorium dan imajing diagnostic untuk menjaga keakuratannya harus
dilakukan pemeliharaan secara berkala
o. Barang berbahaya dan zat kimia berbahaya harus dilakukan pembuangan sesuai
prosedur sampai ketempat sementara pembuangan yang dimiliki oleh pihak ke 3 yang
sudah bekerjasama dengan pihak rumah sakit
p. Staf laboratorium dan imajing diagnostic harus mendapatkan pelatihan bila terdapat
barang baru dan menggunakan bahan berbahaya baru.
q. Staf dan supervisor laboratorium dan imajing diagnostic harus memiliki sertifikasi dari
profesi

DITETAPKAN DI : Palabuhanratu
PADA TANGGAL : 01 Januari 2016

DIREKTUR
RSUD Palabuhanratu

dr. H.Asep Rustandi


NIP. 196106261989031006
vi