Vous êtes sur la page 1sur 6

Analisis Mengenai Program Kerja Jokowi - Jusuf Kalla Tahun

2014-2019 dan Keterkaitannya dengan UNDANG-UNDANG


REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17 TAHUN 2007

Disusun oleh :

Putriana Endah M. / E1A017128

Kelas B

Fakultas Hukum

Mata Kuliah : Jati Diri UNSOED

Dosen : Sukirman, SH, M.Hum

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Jl. Hr Boenyamin 708, Grendeng, Purwokerto Utara, Grendeng, Purwokerto


Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122, Indonesia
Program Kerja Joko Widodo – Jusuf Kalla

Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla merancang sembilan agenda prioritas ji8ka


terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Sembilan program itu disebut Nawa
Cita. Program ini digagas untuk menunjukan prioritas jalan perubahan menuju
Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan
berkepribadian dalam kebudayaan.

Berikut inti dari sembilan program tersebut :

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan


memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar
negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan
pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional
dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola
pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan
memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada
institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi
melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah
dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan
penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan
kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”,
serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia
Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorong land reform dan
program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung
deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk
rakyat di tahun 2019.
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional
sehingga bengsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa
Asia lainnya.
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor
strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali
kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan
kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek
pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai
patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di
dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia
melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan
ruang-ruang dialog antarwarga.

 Keterkaitan TRISAKTI dengan NAWACITA


Isi trisakti :
1. Berdaulat dalam bidang politik
2. Berdikari dalam bidang ekonomi
3. Berdikari dalam bidang kebudayaan

Nawacita sesungguhnya secara substansial merupakan turunan dari ide Trisakti.


Dalam Nawacita Jokowi mempunyai sembilan program yang ingin memperkuat
kemandirian ekonomi dengan cara menggerakan ekonomi rakyat yang strategis
dan memberikan perhatian kepada produk-produk Indonesia serta mendorong
land-reform. Dalam bidang politik, Nawacita menginginkan terciptanya negara
kuat dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum, memperkuat
pertahanan maritim serta negara tidak abai dalam membangun tata pemerintahan
yang demokratis dan melindungi seluruh rakyat Indonesia. Dalam strategi
kebudayaan, Nawacita secara jenius menyadari bahwa Indonesia dibentuk dari
kolektivitas kebudayaan yang dibangun dari daerah-daerah, desa-desa kemudian
menjadi Indonesia. Berkepribadian dalam kebudayaan dapat dicari dari khazanah
kebudayaan Indonesia yang begitu luas bukan dari luar.

Selain inti yang sudah dipaparkan mengenai program presiden yang diberinama
dengan Nawa Cita Presiden Jokowi juga menekan instruksi Presiden Nomor 12
Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental. Inpres tersebut
dikhususkan untuk diperbaiki serta membangun karakter bangsa Indonesia dalam
melaksanakan revolusi mental.

Inpres tersebut mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong
untuk membangun budaya yang bermartabat, modern, maju, berkarakter, dan
sejahtera berdasarkan pancasila.

Inpres yang dilakukan juga ditujukan kepada pada pejabat Negara dengan
Presiden mengintruksikanuntuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan
sesuai dengan tugas, fungsi kewenangan masing-masing untuk melaksanakan
Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Menurut Inpres tersebut, ada lima program

1. Program Gerakan Indonesia Melayani,


2. Program Gerakan Indonesia Bersih,
3. Program Gerakan Indonesia Tertib,
4. Program Gerakan Indonesia Mandiri,
5. Program Gerakan Indonesia Bersatu.

Dengan adanya inpres tersebut diharapkan, program yang dicetuskan oleh


Presiden Jokowi dapat dilaksanakan sebagaimana mestinnya oleh aparatur
Negara. Dengan kerjasama yang baik niscaya program dapat diwujudkan dengan
maksimal dan berkala.
Analisis Keterkaitan Antara Program Kerja Jokowi-Jusuf Kalla dengan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17 TAHUN 2007
Tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Tahun 2005 – 2025

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025 yang


lebih dikenal dengan RPJ P Nasional adalah dokumen perencanaan pembangunan
nasional untuk periode 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tahun 2005 sampai
dengan tahun 2025.
Dalam kurun waktu tersebut, setiap lima tahun sekali akan terjadi
pergantian kekuasaan pemerintahan. Sesuai dengan pasal 1 ayat 3 UURI Nomor
17 Tahun 2007 maka diadakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional, yang selanjutnya disebut dengan RPJ M Nasional yang merupakan
dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 5 (lima)
tahunan,yaitu RPJ M Nasional I tahun 2005-2009, RPJ M Nasional II tahun 2010-
2014, RPJ M Nasional III tahun 2015-2019, RPJ M Nasional IV tahun 2020-2025.
Saat ini pemerintahan Jokowi-JK berada pada RPJ M Nasional III tahun
2015-2019. Jokowi-JK mencanangkan program yang diberi nama “NAWA CITA”
yang berisi 9(sembilan) program. Program tersebut menjadi visi dan misi Presiden
selama memerintah yang dalam pemerintahannya harus diusahakan untuk
diwujudkan.
Selama pemerintahan Jokowi-JK terdapat banyak kontofersial dari
kalangan rakyat yang menuntut terlaksanakannya program-program yang sudah
menjadi RPJM dari Jokowi-JK. Pemerintahan beliau baru berjalan sekitar dua
tahun dimana perubahan yang dibawa mungkin belum sempurna dan dirasakan
oleh bangsa Indonesia tapi kita perlu menghargainya bukan? Karena perubahan
perlu proses dan kita merupakan bagian dari proses tersebut. Jangan terlalu
banyak menuntut jika diri sendiri belum menjadi warga Negara yang baik dan
bermatabat.