Vous êtes sur la page 1sur 13

"nyunagil"

Sebuah blog sederhana, semoga bermanfaat.


RSS
 About
ASUHAN KEBIDASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS 24 JAM POST SEKSIO CESAREA
ATAS INDIKASI PREEKLAMSIA BERAT DI RUANG CEMPAKA RSUD ULIN
BANJARMASINANAN PADA IBU NIFAS 24 JAM POST SEKSIO CESAREA ATAS INDIKASI
PREEKLAMSIA BERAT DI RUANG CEMPAKA RSUD ULIN BANJARMASIN
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU NIFAS 24 JAM POST SEKSIO CESAREA
ATAS INDIKASI PREEKLAMSIA BERAT
DI RUANG CEMPAKA RSUD ULIN BANJARMASIN

Pembimbing : Sri Nurcahyaningsih, Amd. Keb

Di susun oleh Yunita Mai


ASUHAN KEBIDANAN
PADA NY.S DENGAN POST SEKSIO CESAREA
ATAS INDIKASI PREEKLAMSIA RINGAN
DI RUANG NIFAS RSUD ARIFIN NU’MANG

I. PENGKAJIAN DATA
Hari / Tanggal : Senin /04 februari 2019
Jam : 10.00 Wita
No. RMK : 024527
Tanggal MRS : jumat / 01 februari 2019

1. Data Subjektif
2. Identitas
Istri Suami
Nama : Ny. D Tn. F
Umur : 23 Tahun 33 Tahun
Suku / Bangsa: Bugis / Indonesia Bugis / Indonesia
Agama : Islam Islam
Pendidikan : SMP SMP
Pekerjaan : IRT Swasta
Alamat : Jl.JB wenas

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan perutnya masih terasa sakit, luka bekas operasi masih terasa nyeri, dan kaki
tidak bengkak.

3. Riwayat Haid
Menarche : 12 tahun
Siklus : + 28 hari
Lamanya : 5-6 hari
Banyaknya : 2-3 x sehari ganti pembalut
Dismenorhoea : Tidak ada

4. Riwayat Kehamilan Sekarang


Kehamilan ke : 2 (dua)
HPHT : 04-05-2018
Tafsiran Persalinan : 11-02-2019
Umur kehamilan : 40 Minggu
Mulai merasakan gerakan janin : Sejak usia kehamilan 6 bulan
ANC
1. Trimester I
Pemeriksa : Bidan
Tempat : Puskesmas
Frekuensi : 1x
Keluhan : Terlambat haid, mual, pusing
Terapi : – B6 (2×1), untuk mengatasi mual dan muntah
– B Compleks (3×1), untuk menambah nafsu makan
Penyuluhan : – Ibu dianjurkan untuk banyak beristirahat, serta makan-makanan yang bergizi
dan banyak mengandung zat besi seperti sayuran hijau, kacang-kacangan.
– Ibu dianjurkan untuk makan dengan porsi sedikit tapi sering, untuk menghindari mual.
– Ibu dianjurkan untuk meminum obat-obatan yang diberikan, yaitu: vitamin B6 (2×1), B
Compleks (3×1) secara teratur.
– Ibu dianjurkan untuk memeriksakan kehamilannya 1 bulan lagi atau jika ada keluhan ibu bisa
datang lebih cepat.
1. Trimester II
Pemeriksa : Bidan
Tempat : Puskesmas
Frekuensi : 1x
Keluhan : Tidak ada keluhan
Terapi : – SF (1×1), untuk mencegah anemia
– Kalk (1×1), untuk menambah kalsium serta pertumbuhan tulang dan gigi janin.
– Vit C (3×1), untuk daya tahan tubuh.
Imunisasi : TT1
Penyuluhan : – Ibu dianjurkan untuk tetap banyak beristirahat dan mengurangi pekerjaan
berat seperti : mengangkat benda berat, mengepel.
– Ibu diberitahu untuk menggunakan baju yang longar agar sirkulasi darah ke janin berjalan
lancar, karena baju yang ketat bisa menghambat sirkulasi darah.
– Ibu dianjurkan untuk tetap meminum obat-obatan yang diberikan yaitu : SF (1×1), Kalk
(1×1) dan Vitamin C (3×1) secara teratur.
– Ibu dianjurkan untuk datang lagi ke puskesmas 1 bulan kemudian, atau jika ada keluhan ibu
bisa datang lebih cepat.
1. Trimester III
Pemeriksa : Bidan
Tempat : Puskesmas
Frekuensi : 2x
Keluhan : Pusing, sukar tidur, berat pada tengkuk
Terapi : – SF (1×1), untuk mencegah anemia
– Vit C (3×1), untuk daya tahan tubuh.
– Vit B Compleks (3×1), untuk menambah nafsu makan.
– Nefidipin (1×1), untuk menurunkan tekanan darah.
Imunisasi : TT2
Penyuluhan : – Ibu dianjurkan mengurangi mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti
sayuran hijau, hati, ikan, buah-buahan dan susu.
– Ibu diberitahu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan seperti : muka dan kaki bengkak,
penglihatan kabur, sakit kepala yang hebat, pergerakan janin yang kurang, keluar darah
pervaginam, sakit perut bagian bawah yang hebat.
– Ibu diberitahukan tentang tanda-tanda persalinan seperti : keluar lendir bercampur darah,
sakit perut menjalar ke pinggang semakin lama semakin sakit.
– Ibu dianjurkan untuk tetap meminum obat-obatan yang diberikan yaitu : SF (1×1), Vitamin C
(3×1), Vitamin B Compleks (3×1), Nefidipin (1×1).
– ibu dianjurkan untuk melahirkan di rumah sakit.

7. Riwayat Persalinan Sekarang


1. Jenis Persalinan : Sectio Caesarea a/i Preeklamsia ringan
2. Ditolong Oleh : dr. Sp.OG
3. Keadaan Persalinan :
Pada tanggal 02 februari 2019 jam 09.30 wita dilakukan operasi.
Laporan operasi :
1) KIE informed consent, terpasang infus, kateter, antibiotik profilaksis.
2) Pasien posisi telentang dalam pengaruh anastesi SAB.
3) Desinfeksi lap. operasi dengan povidone iodine 10% dipersempit dengan duk steril.
4) Insisi kulit mediana ± 10 cm diperdalam lapis demi lapis sampai dengan cavum abdomen
terbuka.
5) Pada eksplorasi didapatkan: uterus = gravida aterm.
6) Dibuat bladder flap, yaitu dengan menggunting peitonium kandung kemih ke arah bawah
dan dilindungi dengan spekulum.
7) Dilakukan insisi pada SBR ± 2 cm, diperlebar secara tumpul ke lateral.
8) Selaput ketuban dipecahkan, cairan ketuban berwarna jernih.
9) Bayi dilahirkan dengan menelusuri kepala
10) Bayi lahir pukul 09.50 wita, JK : perempuan, BB : 3080 gram, PB : 47 cm, A.S : 7/ 9
anus(+)
11) Placenta dilahirkan spontan.
12) Segmen Bawah Rahim (SBR) dijahit 2 lapis dengan jelujur feston.
13) Dilakukan reperitonealisasi.
14) Cuci cavum abdomen dengan NaCl ± 1500 cc.
15) Luka operasi ditutup lapis demi lapis.
16) Perdarahan ± 200 cc.
17) Operasi selesai.

8. Riwayat Kesehatan Ibu


Ibu tidak pernah menderita penyakit keturunan seperti asma, jantung, diabetes melitus dan ibu
tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, dan lain-lain.
9. Riwayat Kesehatan Keluarga
Dari pihak keluarga tidak ada yang menderita penyakit keturunan seperti asma, jantung, diabetes
melitus dan keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, dan
lain-lain.

10. Riwayat Kontrasepsi


Metode : Pil
Lama : 6 bulan
Masalah : Tidak ada

1. Data Biologis
2. Pola Nutrisi
1) Saat Hamil
Jenis : Nasi, lauk-pauk dan sayuran
Porsi : 1 porsi (1 piring nasi, 1 potong ikan, 1 mangkok kecil sayur)
Frekuensi : 3 x sehari
Pantangan : Tidak ada
Masalah : Tidak ada
2) Sesudah Melahirkan
Setelah SC ibu dianjurkan puasa, tetapi setelah 8 jam kemudian ibu diperbolehkan minum 1
sendok tiap satu jam, namun belum diperbolehkan makan.

1. Pola Aktivitas
1) Saat Hamil
Ibu mengerjakan pekerjaan rumah yang tidak terlalu berat seperti, memasak, menyapu dan
mencuci pakaian.
2) Sesudah Melahirkan
Ibu tidak melakukan aktivitas apa-apa karena masih terbaring lemah bekas operasi, ibu hanya
melakukan mobilisasi dini dengan miring kanan dan miring kiri.

1. Pola Eliminasi
1) BAB (Buang Air Besar)
 Saat Hamil
Frekuensi : 2 x sehari
Warna : Kuning
Konsistensi : Lembek
Masalah : Tidak ada
 Sesudah Melahirkan
Ibu belum ada BAB
2) BAK (Buang Air Kecil)
 Saat Hamil
Frekuensi : 3-5 x sehari
Warna : Kuning, agak keruh
Bau : Amoniak
Masalah : Tidak ada

 Sesudah Melahirkan
Ibu menggunakan kateter, urin berwarna kuning agak keruh, volume ± 200 cc.

1. Pola tidur dan Istirahat


1) Saat Hamil
Tidur siang : ± 1 jam sehari (pukul 14.00-15.00 wita)
Tidur Malam : ± 6 jam sehari (pukul 23.00-05.00 wita)
2) Sesudah Melahirkan
Ibu merasa terganggu dengan tidurnya karena masih merasakan nyeri bekas operasi cesarea.

1. Personal Hygiene
1) Saat Hamil
Frekuensi mandi : 2-3 x sehari
Frekuensi gosok gigi : 2 x sehari
Frekuensi ganti pakaian : 2 x sehari setiap selesai mandi
Kebersihan vulva : Ibu mencuci kemaluannya setiap selesai BAB dan BAK dengan cara
membasuhnya dari arah depan ke belakang untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh kuman
dan bakteri.
2) Sesudah Melahirkan
Ibu belum bisa menjaga kebersihan dirinya sendiri karena masih lemah setelah operasi, ibu
dibantu oleh petugas kesehatan menyeka tubuhnya dan vulva hygiene.

1. Pola Seksual
1) Saat Hamil
Frekuensi : 2 x seminggu
Masalah : Tidak ada
2) Sesudah Melahirkan
Frekuensi : –
Masalah : Ibu masih dalam masa nifas

1. Data Psikologis
2. Respon Ibu Terhadap Kelahiran
Ibu merasa bahagia dan senang karena bayinya lahir dalam keadaan selamat, tetapi ibu merasa
sedikit cemas dengan keadaan dirinya karena luka bekas operasinya masih terasa sedikit nyeri.
1. Respon Suami Terhadap Kelahiran
Suami menerima kelahiran anaknya dengan perasaan senang dan bahagia.
1. Dukungan Keluarga
Keluarga juga turut senang dan bahagia atas kelahiran bayi.
1. Pengambil Keputusan
Pengambil keputusan berada di tangan suami.

2. Data Spritual
Ibu belum dapat melaksanakan shalat karena masih dalam masa nifas.

3. Data Sosial-Budaya
Keluarga akan mengadakan acara tasmiyahan setelah bayi berumur 40 hari.

1. Data Objektif
2. Pemeriksaan Umum
3. Keadaan umum
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
1. Tanda-tanda vital
Tekanan Darah : 130 /90 mmHg
Suhu : 36, 7oC
Nadi : 86 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
1. Pemeriksaan Antropometri
Berat Badan
– Sebelum hamil : 68 kg
– Saat hamil : 81 kg
Tinggi Badan : 156 cm
LILA : 26 cm

2. Pemeriksaan Fisik
3. Inspeksi
– Kepala : Rambut terlihat keriting, hitam, bersih dan tidak rontok.
– Muka : Tidak terlihat ada oedem, tidak pucat dan tidak ada cloasma
gravidarum.
– Mata : Terlihat simetris, skelera tidak ikterik dan konjungtiva tidak anemis.
– Telinga : Terlihat simetris, bersih, tidak ada serumen dan peradangan.
– Hidung : Terlihat bersih, tidak ada polip dan tidak ada cairan yang abnormal.
– Mulut : Bibir terlihat tidak pecah-pecah, tidak ada stomatitis dan lidah terlihat
bersih.
– Leher : Tidak terlihat ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar limfe,
tidak ada pelebaran vena jugularis.
– Mammae : Payudara terlihat simetris, papila menonjol, areola berwarna
kehitaman, tidak ada benjolan yang abnormal.
– Abdomen : Terdapat ada luka bekas operasi ditutupi kasa dan plester.
– Genetalia
 Pengeluaran pervaginam
Lochea : Rubra (merah)
Banyaknya : 2 x ganti pembalut
Bau : Amis
 Perineum dan anus
Oedem : Tidak ada
Luka jahit : Tidak ada
– Ektrimitas : Terdapat odema pada kaki, tidak ada varises dan kuku jari tidak
sianosis.

1. Palpasi
– Leher : Tidak teraba adanya pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar limfe,
tidak teraba pembesaran vena jugularis.
– Mammae : Tidak teraba benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan, kolostrum
belum keluar.
– Abdomen
 TFU : 2 jari dibawah pusat
 Kontraksi : Baik
– Ektrimitas : Teraba oedem pada kaki, tidak ada varises.

c.. Auskultasi
Tidak dilakukan

1. Perkusi
Tidak dilakukan

3. Pemeriksaan Penunjang
Hb : 12 gr %
Protein urin : 3+

1. ASSESMENT
P2A0 post partum sectio caesarea hari ke-3 atas indikasi preeklamsia ringan
1. PLANNING
No Planning Rasionalisasi Evaluasi

S : Ibu
mengatakan
keadaannya sudah
Ibu P2A0 Post Seksio Cesarea hari cukup baik, ibu
Rabu /04
ke-3 atas indikasi preeklamsia sudah bisa berdiri
1
februari 2019 ringan dibantu oleh
keluarganya.
O : Keadaan
umum : Baik
Kesadaran
: Compos
mentis
Tanda-tanda
vital
 TD :
140/90 mmHg
 Nadi : 89
x/menit
 Respirasi :
24 x/menit
 Suhu :
36,7 oC
TFU : 2 jari di
bawah pusat
Kontraksi uterus :
Baik
Lochea :
Rubra (merah)
DC :
(-) aff
A : P3A2 Post
Seksio Cesarea
hari ke-2 atas
indikasi
preeklamsia berat .
P :
– Membina
hubungan baik
antara bidan
dengan klien.
Antara bidan dan
klien sudah terbina
hubungan baik
– Melakukan
pengawasan post
partum dan
observasi TTV.
Pengawasan post
partum dan
observasi TTV
telah dilakukan.
– Menjelaskan
kepada ibu bahwa
hari ke-3 ibu
sudah boleh
makan seperti
biasanya terutama
mengandung
karbohidrat dan
protein yang tinggi
agar mempercepat
penyembuhan luka
operasi seksio
caesaria. Ibu sudah
memahami dan
berjanji akan
mengkonsumsi
makanan yang
bergizi.
– Menganjurkan
ibu untuk
malakukan
mobilisasi lebih
sering dengan cara
6 jam sudah bisa
miring kanan,
miring kiri, 24 jam
sudah bisa duduk
ditempat tidur dan
berjalan. Ibu
berjanji
melakukan
mobilisasi
– Menganjurkan
ibu untuk menjaga
personal hygiene
dengan cara
menyeka tubuh ibu
dengan dibantu
keluarga dan
sering mengganti
pampers atau
pembalut jika
sudah kotor
(karena ibu
menggunakan
kateter). Ibu
mengerti dan
berjanji
melakukan anjuran
yang diberikan.

Memberitahukan
ibu untuk menjaga
luka bekas
operasinya agar
tetap kering.
– Menganjurkan
ibu untuk
menyusukan
bayinya setiap kali
bayi ingin
menyusu (on
demand).
– Melepas
kateter dan
menganjurkan ibu
BAB dan BAK
spontan setelah
pelepasan kateter.

Mendokumentasik
an semua tindakan
kedalam asuhan
kebidanan.