Vous êtes sur la page 1sur 2

Asset Allocation and the Individual Investor

Investor perseorangan harus menghadapi alokasi aset yang diterbitkan jika ingin
sukses dalam waktu yang lama. Investor tidak cukup hanya dengan membuat variasi
portofolio pada saham saja. Di lingkungan yang serba dinamis saat ini seharusnya semua
investor melakukan diversifikasi atau variasi pada aset nya seperti contohnya saham dan
obligasi. Obligasi dapat dikatakan pasangan yang cukup tepat pada diversifikasi aset investor
dengan saham berhubung saham menjadi investasi yang paling berisiko karena obligasi
merupakan salah satu investasi risiko terendah dengan return yang rendah juga.

Dapat dilihat dari gambar Table 8-2 diatas dimana kombinasi antara obligasi dan saham yang
berbeda - beda menghasilkan return dan standar deviasi atau risiko yang berbeda - beda.
Sebagai investor perseorangan harus waspada pada keuntungan alokasi aset yang
dapat tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya yang berarti investor harus mencari
korelasi yang tetap bukan yang hanya sesaat pada periode tertentu saja. Alokasi aset juga
bukan jaminan investor tidak dapat kehilangan uang investasinya.
Investor dapat membuat portofolio dengan index mutual funds atau ETFs. Alokasi
aset dengan saham dan obligasi seharusnya cocok dengan banyak investor. Menambahkan
jenis lain aset tambahan dapat meningkatkan value investasi namun dapat juga meningkatkan
tingkat risiko portofolio.
Alokasi aset investor secara tradisional akan fokus pada dimana tingkat siklus hidup
mereka. Contohnya investor muda berusia 30 tahunan yang sedang dalam masa produktifnya
akan berinvestasi pada aset - aset yang berisiko tinggi seperti saham namun investor yang
berusia mendekati pensiun akan lebih berinvestasi pada portofolio aman seperti obligasi.
Investor yang bertujuan mengantisipasi masa pensiunnya kelak dapat membeli sebuah life-
cycle fund ( atau target-date fund ) yang dimana alokasi aset secara otomatis menyesuaikan
dengan menjadi lebih konservatif pada tanggal pensiun investor. Contoh aplikasi pendekatan
ini yaitu awal investor bergabung portofolio banyak menggunakan saham namun ketika
investor sudah dekat dengan tahun pensiunnya, portofolio akan lebih banyak beralih pada
obligasi.
Keputusan terbaik untuk alokasi aset tidak dapat dikatakan bahwa portofolio saham
dan obligasi akan pasti menghasilkan return yang maksimum. Banyak cara yang dapat
dilakukan untuk mengoptimalkan risiko dan return yang dihadapi dan didapatkan investor
bergantung pada kondisi dan situasi yang terjadi.