Vous êtes sur la page 1sur 17

LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT LANGIT GOLDEN MEDIKA

SAROLANGUN
NOMOR : 070 / SK/ RS.LGM/ IX/2018
TANGGAL : 12 SEPTEMBER 2018
TENTANG PANDUAN ASSESMENT RESIKO PASIEN JATUH DI RUMAH SAKIT
LANGIT GOLDEN MEDIKA SAROLANGUN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Rumah Sakit merupakan salah satu serana pelayanan kesehatan yang
bertujuan untuk pemulihan dan pemiliharaan kesehatan yang lebih
baik.Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit merupakan pemenuhan
kebutuhan dan tututan dari pemakai jasa pelayan yang berkualitas dan
penyediaan pelayanan yang nyaman dan aman.
Era global seperti saat ini tuntutan pelayan kesehatan termasuk
pelayan keperawatan yang profesional dengan standar internasional sudah
di depan mata. Pelayanan tidak lagi hanya berfokus pada kepuasan pasien,
lebih penting lagi adalah keselamatan pasien (patient safety).Harapan
pelayan professional yang bermutu tinggi dan berfokus pada keselamatan
(safety) dan kepuasan pasien dapat terlaksana.
Depertemen kesehatan R.I telah mencanankan Gerakan Keselamatan
Pasien RS ditahun 2005.Peerhimpunan Rumah Sakit Indonesia atau PERSI
menjadi pemprakarsa utama dengan membentuk Komite Keselamatan
Pasien RS.Keselamatan pasien (Patient safety) rumah sakit adalah suatu
sistim dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih lama.Sistim
tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya cedera yang disebabkan
oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan
tindakan yang seharusnya dilakukan.Meningkatkannya keselamatan pasien
rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat
terhadap pelayanan rumah sakit.
Rumah sakit yang memperoleh suatu akreditasi internasional, harus
menerapkan beberapa syarat yang ditetapkan untuk keselamatan pasien
yaitu Six Goal Patient safety atau Enam Sasaran Keselamatan Pasien,
meliputketepatan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi yang efektif,
peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai, kepastian tepat lokasi,
tepat prosedur, tepat pasien post operasi, pengurangi risiko infeksi, dan
pengurangan risiko pasien jatuh.
Keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan
dirumah sakit dan hal itu terkait dengan usu mutu dan citra rumah sakit.
Rumah Sakit menuju pengakuan internasional harus melalui proses
akreditasi dilakukan oleh lembaga independen yang memiliki kewenangan
untuk memberi penilaian tentang kualitas pelayanan di institusi pelayanan
kesehatan.
Sehubungan dengan akan dilaksanakannya proses penilaian
(akreditasi) rumah sakit, serta untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah
sakit dan demi tercapainya tingkat keselamatan dan kepuasan pasien yang
lebih baik, Rumah Sakit Langit Golden Medika Sarolangun Kab. Sarolangun
membuat suatu panduan untuk mengurangi risiko cedera pasien akibat jatuh
1.2. DEFINISI
1.2.1 Cidera atau luka
Cidera atau luka adalah suatu kerusakan pada sruktur atau fungsi
tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun
kimiawi,.Luka juga dapat merujuk pada luka batin atau perasaan.
- Macam – macam cidera (luka)
●Luka bakar adalah cidera yang diakibatkan oleh suatu yang panas.
● Patah tulang atau fraktur, cedera pada tulang.
● Luka pada kulit yang dapat menakibatkan pendarahan atau hanya lecet
● Memar adalah pendarahan di dalam tubuh, dikulit terlihat warna
kebiruan.
● Luka batin

1.2.2 Jatuh
Jatuh memiliki beberapa definisi, Yaitu :
- Jatuh merupakan suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau seksi
mata yang melihat kejadian menakibatkan seseorang mendadak
terbaring atau terduduk dilantai / tempat yang rendah dengan atau tampa
kehilangan kesadaran atau luka (Darmojo, 2004).
- Jatuh merupakan suatu kejadian yang menyebabkan subyek yang sadar
menjadi berada di permukaan tanah tanpa disengaja dan tidak termasuk
jatuh akibat pukulan keras, kehilangan kesadaran, atau kejang. Kejadian
jatuh tersebut adalah darimpenyebab spesifik yang jenis dan
konsekuensinya berbeda dari mereka yang dalam keadaan sadar
mengalami jatuh. (Stanley, 2006)
- Jatuh merupakan pengalaman pasien yang tidak direncanakan untuk
terjadinya jatuh, suatu kejadian yang tidak di sengaja pada seseorang
pada istirahat yang dapat dilihat/dirasakan atau kejadian jatuh yang tidak
dapat dilihat karena suatu kondisi adanya penyakit seperti stroke,
pingsan, dan lainnya.
Kejadian jatuh dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
- Kejadian jatuh tak disengaja : kejadian jatuh yang terjadi secara tidak
sengaja (misalnya terpeleset, tersandung). Pasien yang beresiko
mengalami kejadian ini tidak dapat diidentifikasi sebelum mengalami
jatuh dan umumnya tidak dikategorikan dalam resiko jatuh. Kejadian
jatuh jenis ini dapat dicegah dengan menyediakan lingkungan yang
aman.
- Kejadian jatuh yang tidak diantisipasi : kejadian jatuh yang terjadi ketika
penyebab fisik tidak dapat diidentifikasi.
- Kejadian jatuh yang dapat diantisipasi (diperkirakan): kejadian jatuh yang
terjadi pada pasien yang memang beresiko mengalami jatuh
(berdasarkan skor asasmen resiko jatuh)
-
1.2.3 Risiko Jatuh

Risiko jatuh adalah suatu risiko untuk terjadinya suatu peristiwa di


mana seseorang mengalami jatuh dengan atau tanpa disaksikan oleh orang
lain, tidak disengaja/tidak direncakan, dengan arah jatuh kelantai, dengan
atau tanpa mencederai dirinya. Risiko jatuh umumnya disebabkan oleh
factor lingkungan dan factor fisiologis.

1.3 TUJUAN

-Tujuan Umum :

*Terciptanya budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Langit Golden


Medika Sarolangun Kab. Sarolangun

*Terlaksananya program pencegahan sehingga tidak akan terjadi


pengulangan kejadian yang tidak diharapkan (KTD) di Rumah Sakit Langit
Golden Medika Sarolangun Kab. Sarolangun

-Tujuan Khusus :

*Mengidentifikasi pasien yang memiliki risiko tinggi jatuh dengan


menggunakan “Assesmen Risiko Jatuh”

*Melakukan assesmen ulang pada semua pasien (setiap hari).

*Melakukan assesmen yang berkesinambungan terhadap pasien yang


beresiko jatuh dengan menggunakan “Assesmen Risiko Jatuh Harian”.

*Menetapkan stanfdar pencegahan dan penanganan risiko jatuh secara


kompregensif.

1.4 FAKTOR RISIKO

Secara umum, factor risiko jatuh dapat dikelompokkan Menjadi 2 kategori


yaitu :

- Faktor instriksik
Faktor instriksik adalah variable-variabel yang menentukan mengapa
seseorang dapat jatuh pada waktu tertentu dan orang lain dalam kondisi
yang sama mungkin tidak jatuh (Stanley, 2006)
- Faktor ekstrinsik
Faktor ekstrinsik merupakan factor dari luar (Lingkungan sekitarnya).
(Nugroho, 2000)
Selain itu, factor risiko juga dapat dikelompokkan nebjadi kategori dapat
diperkirakan (anticipated) dan tidak dapat di perkirakan (unanticipated).
Faktor risiko yang dapat diperkirakan merupakan hal-hal yang
diperkirakan dapat terjadi sebelum pasien jatuh.
Faktor yang dapat meingkatkan risiko jatuh :
- Perasaan takut jatuh
- Serangan Iskemik Sementara (Transient ischaemic Attack-TIA)
- Penyakit Parkinson
- Riwayat patah tulanh/Fraktur
- Deformitas muskuloskletal atau miopati
- Inkontinensi uri/alvi atau sering kekamar mandi.
- Gangguan pendengaran
- Dehidrasi
- Riwayat jayuh sebelumnnya.
- Penggunaan alat penahan diri/pengekang (Restrain)
- Kesulitan dalam memahami instruksi.
- Aritmia jantung
- Stroke
- Aritmia jantung
- Depresi
- Gangguam gaya berjalan atau mobilitas
- Gangguan penghihatan.
- Vertigo/pusing
- Hipoglemia
- Konsumsi obat-obatan nunipel
- Mengonsumsi laksaif dan atau diuretic
- Ketervatasan bahasa
Faktor Risiko Instriksi (Berhubungan Ekstrinsik (Berhubungan
Jatuh dengan kondisi pasien) dengan lingkungan

Dapat  Riwayat jatuh sebelumnya  Lantai basah/silau, ruang


diperkirakan  Inkontinensia berantakan, pencahayaan
 Gangguan kurang, kabel,
kognitif/psikologis longgar/lepas.
 Gangguan  Alas kaki tidak pas.
keseimbangan/mobikitas  Duduklah toilet yang
 Usia>65 Tahun rendah.
 Osteoporosis  Kursi atau tempat tidur
 Status kesehatan beroda.
 Rawat inap
berkepanjangan.
 Peralatan yang tidak aman.
 Peralatan rusak
 Tempat tidur ditinggalkan
dalam posisi tinggi
Tidak dapat  Kejang  Reaksi individu terhadap
diperkirakan  Aritmia jantung obat-obatan
 Stroke atau Serangan
Iskemik Sementara
(Transient Ischaemic
Attack-TIA)
 Pingsan
 Serangan jatuh’ (Drop
Attack)

1.5 AKIBAT JATUH


Jatuh dapat mengakibatkan berbagai jenis cedera kerusakan fisik dan
psikologis.Kerusakan fisik yang paling ditakuti dari kejadian jatuh adalah
patah tulang panggul. Jenis fraktur lain yang sering terjadi akibat jatuh
adalah fraktur pergelangan tangan, lengan atas pelvis serta kerusakan
jaringan lunak. Dampak psikoligis walaupun cedera fisik terjadi adlah syok
setelah jatuh dan rasa takut akan jatuh lagi, dapat memiliki banyak
konsekuensi termasuk ansietas, hilangnya rasa percaya diri, pembatasan
dalam aktivitas sehari-hari, falafobia atau fobia jatuh (Stanley, 2006).
1.6 KOMPLIKASI
Menurut kane (1996) yang dikutip oleh Darmojo (2004), komplikasi jatuh
adalah :
- Perlukaan (injury)
Perlukaan (injury) mengakibatakan rusaknya jaringan lunak yang terasa
sangat sakit berupa robek atau tertariknya otot, robeknya arteri/vena,
patah tulang atau fraktur misalnya fraktur pelvis, femur, humerus, lengan
bawah, tungkai atas.
- Disabilitas
Disabilitas mengakibatkan penurunan mobilitas yang berhubungan
dengan perlukaan fisik dan penurunan mobilitas akibat jatuh, seperti
hilangnya rasa kepercayaan diri dan pembatasan gerak.
- Kematian
BAB II
RUANG LINGKUP

Risiko pasien jatuh terutama dapat terjadi pada pasien yang dorawat dirungan
- Rawat inap
- Rawat jalan

Semua petugas yang bekerja di Rumah Sakit Langit Golden Medika


Sarolangun Kab. Sarolangun harus memahami bahwa semua pasien yang
dirawat inap memiliki risiko untuk jatuh, dan semua petugas tersebut memiliki
peran untuk mencegah pasien jatuh, antara lain :

Pasien dengan penurunan kesadaran, kelemahan anggota gerak, kejang,


riwayat pengguna alkohol, riwayat pengguna obat psikotropika.
BAB III
TATA LAKSANA PASIEN RISIKO JATUH

3.1 PETUGASPENANGGUNG JAWAB


* Dokter dan perawat penanggung jawab pekayanan yang telah mendapat
sosialisasi tata laksana risiko pasien jatuh.

3.2 PERANGKAT KERJA


* Status rekam medis pasien
* tanda risiko pasien jatuh (gelang dengan kancing kuning, sticker risiko
jatuh)
* Formulir assesmen risiko pasien jatuh
* Formulir catatan kegiatan perawat tentang assesmen dan intervensi risiko

3.3 TATA LAKSANA


a. Assesmen awal / skrining
 Perawat yang telah mendapatkan sosialisasi tentang tata laksana
risiko pasien jatuh akan dilakukan penelitian dengan Assesmen
risiko jatuh Morse untuk pasien dewasa, Humpty Dumpty untuk
pasien anak dan sidney scoring untuk pasien geriatri, sejak pasien
masuk RS.
 Rencana intervensi akan segera disusun, diimplementasikan dan
dicatat dalam rencana keperawatan interdisiplin dalam waktu 2 jam
setelah skrining
 Skrining farmasi dan atau fisioterapi dilakukan jikan terdapat adanya
risiko jatuh pada pasien
 Pasien di unit rawat jalan akan dinilai dengan cara Get Up And Go
Test. Yang memiliki risiko jatuh akan diberikan tanda berupa kalung
risiko jatuh selama pengobatan hingga pasien pulang.
b. Assesmen ulang
 Setiap pasien akan dilakukan assesmen ulang risiko jatuh setiap tiga
kali dalam sehari (setiap Shift ) saat transfer ke unit lain, adanya
perubahan kondisi pasien, adanya kejadian jatuh pada pasien.
 Penilaian menggunakan asesmen risiko jatuh dan rencana
keperawatan interdisiplin akan dipengaruhi akan dipengaruhi sesuai
dengan hasil asesmen.
 Setiap kepala ruangan dari masing – masing unit perawatan
menunjuk ketua tim pada tiap shift untuk mengisi daftar monitoring
pemberian asesmen pada pasien risiko jatuh.
 Untuk mengubah kategori dari risiko tinggi ke risiko rendah
diperlukan skor ˂25.
 Dan berikut ini formulir asesmen resiko ulang jatuh

ASSESMENT RISIKO JATUH MORSE (ULANG)


(Khusus Pasien Dewasa)

Tanggal
Faktor risiko Skala Nilai PAGI SIANG MALAM
Skor Skor Skor
Riwayat jatuh Ya 25
Tidak 0
Diagnosis Ya 15
sekunder (≥ 2
diagnosis Tidak 0
medis)
Alat bantu Berpegangan pada perabot 30
Tongkat/alat penopang 15
Tidak ada/kursi roda/perawat/tirah 0
baring
Terpasang Ya 20
infus Tidak 0
Gaya berjalan Terganggu 20
Lemah 10
Normal/tirah baring/imobilisasi 0
Status mental Sering lupa akan keterbatasan yang 15
dimiliki
Sadar akan kemampuan diri sendiri 0
Jumlah

Kategori (pilih salah satu) :


a. Tidak berisiko 0 – 24
b. Risiko rendah 25 – 44
c. Risiko tinggi ≥ 45
ASESMEN RISIKO JATUH HUMPTY – DUMPTY (ULANG)
(Khusus Anak-Anak)

Tanggal
Nama Pasien
Parameter : _____________________
Kriteria Tanggal :______________________
Nilai PAGI SIANG MALAM
No RM : _____________________ Pukul : ______________________
Skor Skor Skor
Usia  < 3 tahun 4
 3 – 7 tahun 3
 7 – 13 tahun 2
 ≥ 13 tahun 1
Jenis kelamin  Laki-laki 2
 Perempuan 1
Diagnosis  Diagnosis neurologi 4
 Perubahan oksigenasi (diagnosis 3
respiratorik, dehidrasi, anemia, anoreksia,
sinkop, pusing, dsb.) 2
 Gangguan perilaku / psikiatri 1
 Diagnosis lainnya
Gangguan kognitif  Tidak menyadari keterbatasan dirinya 3
 Lupa akan adanya keterbatasan 2
 Orientasi baik terhadap diri sendiri 1
Faktor lingkungan  Riwayat jatuh / bayi diletakkan di tempat 4
tidur dewasa
 Pasien menggunakan alat bantu / bayi 3
diletakkan dalam tempat tidur bayi /
perabot rumah
 Pasien diletakkan di tempat tidur 2
 Area di luar rumah sakit 1
Respons terhadap:
1. Pembedahan/  Dalam 24 jam 3
Skor
sedasi asesmen risiko
/ anestesi jatuh:
 Dalam 48 jam
(skor minimum 7, skor maksimum
2 23)
 > 48 jam atau tidak menjalani 1
2. Penggunaan Skor 7-11: risiko
pembedahan/sedasi/anestesi
rendah
medikamentosa
 Skor ≥ 12:
 risiko tinggi multipel: sedatif, obat
Penggunaan
hipnosis, barbiturat, fenotiazin, 3
antidepresan, pencahar, diuretik, narkose
 Penggunaan salah satu obat di atas
 Penggunaan medikasi lainnya / tidak ada 2
medikasi 1

JUMLAH

Kategori (pilih salah satu) :


Skor asesmen risiko jatuh: (skor minimum 7, skor maksimum 23).
 Skor 7-11: risiko rendah
 Skor ≥ 12: risiko tinggi
SKALA RISIKO JATUH ONTARIO MODIFIED STRATIFY - SYDNEY SCORING

Parameter Skrining Jawaban Keterangan Nilai Skor


apakah pasien datang ke rumah sakit Ya / tidak
Riwayat Salah satu
karena jatuh?
jatuh jawaban ya = 6
jika tidak, apakah pasien mengalami Ya/ tidak
jatuh dalam 2 bulan terakhir ini?
apakah pasien delirium? (tidak dapat Ya/ tidak
membuat keputusan, pola pikir tidak
Status terorganisir, gangguan daya ingat) Salah satu
mental apakah pasien disorientasi? (salah Ya/ tidak jawaban ya = 14
menyebutkan waktu, tempat, atau
orang)
apakah pasien mengalami agitasi? Ya/ tidak
(ketakutan, gelisah, dan cemas)
apakah pasien memakai kacamata? Ya/ tidak
Salah satu
Penglihatan apakah pasien mengeluh adanya Ya/ tidak jawaban ya = 1
penglihatan buram?
apakah pasien mempunyai glaukoma, Ya/ tidak
katarak, atau degenerasi makula?
apakah terdapat perubahan perilaku Ya/ tidak
Kebiasaan
berkemih? (frekuensi, urgensi, ya = 2
berkemih
inkontinensia, nokturia)
mandiri (boleh menggunakan alat 0 jumlahkan nilai
Transfer
bantu jalan) transfer dan
(dari tempat
memerlukan sedikit bantuan (1 orang) 1 mobilitas. Jika
tidur ke
/ dalam pengawasan nilai total 0-3,
kursi dan
memerlukan bantuan yang nyata (2 2 maka skor = 0.
kembali ke
orang) jika nilai total 4-
tempat
tidak dapat duduk dengan seimbang, 3 6, maka skor = 7
tidur)
perlu bantuan total
mandiri (boleh menggunakan alat 0
Mobilitas bantu jalan)
berjalan dengan bantuan 1 orang 1
(verbal / fisik)
menggunakan kursi roda 2
Imobilisasi 3
Total skor
Keterangan skor:
0-5 = risiko rendah
6-16 = risiko sedang
17-30 = risiko tinggi

c. Perawat penanggung jawab yang bertugas akan mengidentifikasi dan


menerapkan “prosedur pencegahan jatuh” berdasarkan pada :
● Kategori risiko jatuh (rendah, sedang, tinggi)
● Kebutuhan dan keterbatasan per pasien
● Riwayat jatuh sebelumnya dan penggunaan alat pengaman
● Asesmen klinis harian
d. Presedur pencegahan jatuh pada pasien yang beriko rendah, sedang ,
tinggi harus diimplementasikan dan penggunaan peralatan yang sesuai
secara optimal.
e. Intervensi pencegahan jatuh
1. Tidakan pencegahan umum ( untuk semua katagori) :
▪ Lakukan orientasikamar rawat inap kepada pasien
▪ Posisikan tempat tidur serendah mungkin, roda terkunci, kedua sisi
pegangan tempat tidur terpasang dengan baik.
▪ Ruangan rapi
▪ Benda-benda pribadi berada dalam jangkawan (hp,air minun,
kacamata, tombol pemanggil).
▪ Pencahayaan yang adekuat
▪ Alat bantu berada dalam jangkauan (tongkat, alat penopang)
▪ Pantau epek obat –obatan
▪ Sediakan dukungan emosional dan psikologis
▪ Beri edukasi mengenai pencegahan jatuh pada pasien dan
keluarga.

2. Kategori risiko tinggi : Lakukan tindakan pencegahan umum dan hal-


hal berikut :
▪ Beri tulisan atau tempelkan stiker risiko jatuh pada pintu kamar dan
disisi tempat tidur pasien yang memiliki risiko jatuh
▪ Beri penanda berupa gelang dengan kancing berwarna kuning yang
dipakaikan dipergelangan pasien
▪ Sandal anti licin
▪ Tawarkan bantuan kekamar mandi / penggunakan pispot setiap 2
jam ( saat pasien bangun) dan secara priodik (malam Hari)
▪ Kunjungi dan amati setiap 2 jam
▪ Nilai kebutuhan akan:
- Fisioterapi dan terapi okupasi
- Alarm tempat tidur
- Usahakan lokasi kamar tidur berdekatan dengan center perawat

3.4. STRATEGI RENCANA KEPERAWATAN


a. Strategi umum untuk pasien jatuh, yaitu :
 Tawarkan bantuan ke kamar mandi setiap 2 jam (saat pasien bangun)
 Gunakan 2-3 sisi pegangan tempat tidur
 Lampu panggilan berada dalam jangkauan, perintahakan pasien untuk
mendemontrasikan penggunaan bel pasien
 Jangan ragu untuk meminta bantuan
 Barang – barang pribadi pasien berada dalam jangkauan
 Anjurkan pasien menggunakan sisi tubuh yang kuat saat hendak turun
dari tempat tidur
b. Strategi untuk mengurangi/ mengantisipasi kejadian jatuh fisiologis, yaitu :
 Berikan orientasi kamar tidur kepada pasien
 Pantau ketat efek obat-obatan
 Kurangi suara berisik
 Lakukan asesmen ulang
 Sediakan dukungan emosional dan psikologis
c. Strategi pada factor lingkungan untuk mengirangi resiko jatuh, yaitu:
 Bel pasien berada dalam jangkauan
 Posisi tempat tidur rendah
 Lantai tidak silau/memantul dan tidak licin
 Pencahayaan yang adekuat
 Ruangan rapi
 Sarana toilet dekat dengan pasien
d. Managemen kejadian setelah jatuh
 Nilai apakah terdapat cedera akibat jatuh (abrasi, kontusio, hematoma,
frraktur, cedera kepala)
 Nilai tanda vital
 Nilai adanya keterbatasan gerak
 Pantau pasien dengan ketat
 Catat dalam RM
e. Edukasi pasien / keluarga
Pasien dan keluarga harus diinformasikan mengenai factor resiko jatuh
dan setuju mengikuti strategi pencegahan jatuh yang telah ditetapkan.
Pasien dan keluarga harus diberikan edukasi mengenai factor resiko
jatuh dilingkungan rumah sakit dan melanjutkan keikutsertaannya
sepanjang keperawatan pasien.
- Informasikan pasien dan keluarga dalam semua aktifitas sebelum
memulai alat bantu
- Ajari pasien untuk menggunakan pegangan dinding
- Informasikan pasien mengenai dosis dan frekuensi obat-obatan, efek
samping, serta interaksinya dengan makanan dan obat-obatan lain.
BAB IV
DOKUMENTASI

Dokumentasikan semau kegiatan pencegahan risiko pasien jatuh pada


catatan keperawantan. Beberapa dokumentasi yang tersedia dalam
panduan resiko pasien jatuh adalah sebagai berikut :
- SPO pengelolaan pasien risiko jatuh
- SPO pengkajian pasien risiko jatuh
- SPO pemasangan kancing risiko jatuh
- SPO pelepasan kancing risiko jatuh
- SPO pemasangan sticker risiko jatuh
- Asesmen risiko jatuh Morse
- Petunjuk penggunaan asesmen risiko pasien jatuh Morse
- Asesmen risiko jatuh Humpty dumpty
- Algoritma asesmen risiko pasien jatuh saat masuk rumah sakit
- Foto gelang identitas pasien dengan risiko jatuh
- Foto sosialisasi risiko pasien jatuh pada staff di Rumah Sakit Langit
Golden Medika Sarolangun Kab. Sarolangun
- Foto pemasangan stiker risiko jatuh pada pasien rawat jalan
- Foto pemasangan stiker risiko jatuh pada bed pasien dengan risiko jatuh
- Foto pemasangan stiker risiko jatuh pada pintu kamar pasien dengan
risiko jatuh
BAB V
PENUTUP

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan dirumah


sakit dan hal itu terkait dengan isu mutu serta cita rumah sakit. Sehubungan
dengan akan dilaksanakannya proses penilaian (Akreditasi) rumah sakit,
serta untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan demi tercapainya
tingkat keselamatan dan kepuasan pasien yang lebih baik, Rumah Sakit
Langit Golden Medika Sarolangun Kab. Sarolangun membuat suatu panduan
dan asasment untuk mengurangi risiko cedera pasien akibat jatuh, sehingga
akan tercipta budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Langit Golden
Medika Sarolangun Kab. Sarolangun, dan terlaksananya program
pencegahan sehingga tidak akan terjadi pengulangan kejadian yang tidak
diharapkan (KTD) Rumah Sakit Langit Golden Medika Sarolangun Kab.
Sarolangun.
LAMPIRAN

1. SPO pengkajian pasien risiko jatuh


2. SPO pemasangan kancing risiko jatuh
3. SPO pelepasan kancing risiko jatuh
4. SPO pemasangan sticker risiko jatuh
5. Asesmen risiko jatuh Morse
6. Petunjuk penggunaan asesmen risiko pasien jatuh Morse
7. Asesmen risiko jatuh Humpty dumpty
8. Algoritma asesmen risiko pasien jatuh saat masuk rumah sakit
9. Foto gelang identitas pasien dengan risiko jatuh
10. Foto sosialisasi risiko pasien jatuh pada staff di RS LGM.
11. Foto pemasangan stiker risiko jatuh pada pasien rawat jalan
12. Foto pemasangan stiker risiko jatuh pada bed pasien dengan risiko jatuh
13. Foto pemasangan stiker risiko jatuh pada pintu kamar pasien dengan
risiko jatuh