Vous êtes sur la page 1sur 6

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Pengujian Agregat Halus

Pengujian agregat halus ini menggunakan pasir tanjung raja,yang dilakukan untuk
melihat besaran atau jumlah butiran agregat halus tersebut.Dari hasil pengujian ini bertujuan
untuk mengetahui besaran atau jumlah pasir pada perbandingan campuran beton berdasarkan
kehalusnya serta dapat mengetahui apakah butir agregat halus yang diuji termasuk butir
halus,sedang atau kasar.

4.1 Tabel Pengujian Agregat Halus Pasir Tanjung Raja

No Pengujian Agregat Halus Hasil Pemeriksaan SNI Keterangan

1 Kadar Lumpur 1,042 % Max 5% Memenuhi

2 Kadar Organik Kuning Kecoklatan Kuning Memenuhi

3 Kadar Air 2603 gram - -

(Sumber:Hasil Pengujian)

Dari tabel 4.1 pengujian Agregat Halus menunjukkan hasil pengujian kadar lumpur,kadar
organik,dan kadar air yang diperoleh melalui tahap pengujian berdasarkan SNI.Hasil
pengujian kadar lumpur di dapat nilai sebesar 1,0425 yang memenuhi syarat dari standar SNI
yang maksimalnya adalah 5%,Apabila kadar lumpur melebihi 5% maka pasir harus dicuci
sedangkan kadar organik didapatkan hasil warna kuing kecoklatan dan menurut standar
berwarna kunin dan memenuhu syarat ,Standar warna no.3 adalah batas yang menentukan
apakah kadar bahan organik pada pasir kurang dari yang disyaratkan dan kadar air sebesar
2603 gram dari hasil yang didapat semuanya memenuhi syarat SNI.

4.2 Hasil Pengujian Slump Flow

Slump Flow dapat diguankan untuk menentukan kondisi wirkability test beton berdasarkan
kemampuan penyebaran beton segar.Kebutuhan Nilai Slump flow untuk pengecoran
konstruksi bidang ertikal berbeda dengan bidang horizontal.Peralatan terdiri dari sebuah
lingkaran berdiameter 500 m yang digambar pada sbeuah tatakan datar.Alat uji kerucut slump
diisi dengan adukan kemudian diangkat kertas.Sehingga campuran mortar akan turun
mengalir membentuk lingkaran.Saat cempuran berhenti mengalir ukur diameter akhirnya
kemudian catat hasilnya.

Gambar 4.1 Proses peralatan Slump Flow

Dari gambar diatas Gambar 4.1 proses perataan Slump Flow menjelaskan mortar yang
sudah jadi dimasukkankedalam cetakan abram kemudian isi cetakan abram sampai penuh
kemudian ratakan atasnya laluperlahan-lahan angkat cetakan abram tersebut ke aas dan
terlihatlah diameter D1 dan D2 pada Gambar 4.2 dan Gambar 4.3 Ukuran Diameter Slump
Flow,kemudian ukur panjang diameter D1 dan D2 lalu jumlahkan untuk mengetahui Drata-
rata Seperti Tabel 4.2 Tabel pengujian Slump Flow.

Gambar 4.2 Ukuran Diameter (D1) Slump Flow

Gambar 4.3 Ukuran Diameter (D2) Slump Flow

4.2 Tabel Pengujian Slump Flow

No Benda Uji D1(cm) D2(cm) D rata-rata


(cm)
1 FCFA 0% 50 53.2 51.6

2 FCFA 10% 52.4 54.7 53.55

3 FCFA 20% 54.5 55.3 54.90

(Sumber:Hasil Pengujian)

Dari tabel.4.2 Tabel Pengujian Slump Flow dapat diuraikan bahwa benda uji FCFA
0% didapat rata-rata diameternya sebesar 51.6 cm, dengan penambahan Fly Ash sebesar 10%
diameternya sebesar 53.55 cm, dan dengan penambahan Fly Ash sebesar 20% di dapat rata-
rata diameter benda uji FCFA 20% sebesar 54.90 cm. Dengan perbandingan benda ui FCFA
10% dan FCFA 20% Dapat disimpulakan bahwa dengan penambahan Fly Ash sebesar 20%
didapat diameternya sebesar 54.90 cm, maka benda uji FCFA 20% akan semakin cair
sehingga permukaanya akan semakin melebar dan kuat tekannya bertambah.Sedangkan
benda uji FCFA 0% dan FCFA 10% tidak terlalu cair dan tidak lebar permukaan diameternya
sehingga kuat tekannnya stabil.
4.3 Hasil Pengujian Berat Jenis

Penguian berat jenis dilakukan pada saat akan melakukan pengujian kuat tekan .Pemeriksaan
berat jenis beton dilakukan pada saat beton berumur 7 dan 2 hari.Pengujian berat jenis benda
dapat dicari dengan rumus dibawah ini rumus untuk mencari volume lingkaran benda uji:

Rumus : 𝐯 = 𝛑𝐫 𝟐 . 𝐭

Dimana:

r = 5 cm, t = 20 cm

Dimana:

v = Volume lingkaran benda uji

r = Jari-jari lingkaran

t = Tinggi lingkaran

Sedangkan dibawah ini dalah rumus untuk mencari berat jenis.

𝑤
Rumus : 𝑠 =
𝑣

Dimana : s = Berat jenis

w = Berat benda uji

v = Volume lingkaran

4.3 Tabel Pengujian Berat Jenis Beton Rata-Rata

No Kode Benda Uji Berat (kg) Berat Jenis (kg/𝒎𝟑 )


7 Hari 28 Hari 7 Hari 28 Hari
1. FCFA 0% 2.25 2.21 1433.1 1407.64
2.22 2.10 1414.01 138.1
2.20 2.05 1401.27 1375.7

Rata-rata 2.22 2.12 1416.12 1388.4


No Kode Benda Uji Berat (kg) Berat Jenis (kg/𝒎𝟑 )
7 Hari 28 Hari 7 Hari 28 Hari
2 FCFA 10% 2.35 2.24 1496.8 1526.7
2.27 2.18 14445.8 1388.5
2.19 2.13 1394.9 1356.6
Rata-Rata 2.27 2.18 1445.8 1390.6
3 FCFA 20% 2.55 2.45 1642.2 1561.1
2,42 2.35 1541.4 1496.8
2,29 2.18 1458.5 1388.5
Rata-Rata 2.42 2.32 1541.3 1482.5
(Sumber: Hasil Pengujian)

Dari Tabel 4.3 Pengujian berat jenis beton rata-rata dapat diuraikan bahwa jika Fly
Ash nya dikurangi maka benda uji tersebut akan lebih ringan dan semakin banyak
penambahan Fy Ash pada campuran beton benda uji tersebut akan semakin ringan dan
padat.Setelah dilakukannya penimbangan berat benda uji dan penghitungan berat jenis benda
maka selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan, pengujian benda uji tersebut dilakukan
diaboratorium Universitas PGRI Palembang.

4.4 Hasil Pngujian Kuat Tekan

Pengujian ini dilakuakan menggunakan alat Compression Testing Machine dan Data
Logger Untuk mendapatkan nilai kuat tekan benda uji. Pengujian dilakukan pda saat mortar
foam mencapai umur 7 hari dan 28 hari. Sebelum benda uji dites, terlebih dahulu bend uji
ditimbang beratnya.kemudiandilakukan pembebanan sampai maksimum padabenda uji yang
doitandi dengankehancuran benda uji dan pembacaan skala data logger yang tidak
mengalami kenaikan lagi.Sehinggapada tabel 4.4 hasil perhitungan kuat tekan beton umur 7
hari kuat rata-rata yang didiamkan didalam ruangan dengan sushu 27° sampai dengan 28°
mengalami peningkatan berat dan ringan selama 7 hari ataupun 28 hari. Kemudian dari hasil
perhitungan kuat tekan beton rata-rata mendapatkan nilai yang bisa dilihat dari Tabel 4.4
hasil perhitungan kua tekan beton umur 7 hari dibawah ini:
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan kuat Tekan Beton

N Kadar Kode Berat Umur P A 𝑝 S


𝜎=
(kn) 𝑎
o Foaming Benda benda Rencana (mm Standar
(𝑘𝑔/𝑐𝑚2 )
Agregat Uji uji Benda ) Deviasi
Uji
7 Hari 7 Hari
1 2.25 1.66 227.25 2.89
50 % FCFA 2.22 1.91 224.22 78.5 2.85
0% 2.20 1.82 222.2 2.83
Rata-Rata 2.22 1.79 224.55 78.5 2.85 2.79

2 2.35 1.91 237.35 3.02


50% FCFA 2.27 1.78 229.27 78.5 2.92
10% 2.29 1.89 221.19 2.81

Rata -Rata 2.27 1.86 229.27 2.91 2.85


3 2.55 1.92 189.97 3.28 2.83
50% FCFA 2.42 2.04 179.76 3.11
20% 2.29 2.18 180.55 2.94
Rata-Rata 2.42 2.32 183.42 3.11 2.83

(Sumber: Hasil Pengujian)

Dari tabel 4.4 hasil Perhitungan Kuat Tekan beton umur 7 hari menunjukkan bahwa
juat tekan tekan rata-rata beton dengan penambahan Foaming Agent sebesar 50% pada umu
rencana benda uji 7 dan 28 mengalami kenaikan jumlah rata-ratanya. Dengan penambahan
Fly Ash 20 % mengalami peningkatan rata- rata beton optimum di umur 7 hari sebesar 3,11
kg/cm2 . Sehingga Fly Ash dengan campuran 0% dan campuran 10% Fly Ash sebesar 2,85
kg/cm2 dan 2.91 kg/𝑐𝑚2 .

Pda grafik 4.1 Kuat Tekan Rata-Rata Benda Uji pada umur 7 hari dibawah ini dengan
tambahan Fly Ash 20% mengalami peningkatan sebesar 3.11 kg/cm2 .dibandingkan dengan
variasi campuran 10% dengan selisi 0.2 kg/cm2 dan variasi campuran 0% selisih 0.26
kg/cm2 ,sehingga dapat disimpulkan Fly Ash dengan campuran 20 % lebih baik dibandingkan
dengan campuran Fly Ash 0% dan 10%,sehingga beton dengan campuran Fly Ash 20%
ringan dan kuat dengan umur 7 hari.