Vous êtes sur la page 1sur 2

Nama : Irma Kurnia Sari

Nim : 122017001

Contoh Perhitungan

1). Pembakuan Na2S2O3O2


Pipet 10,0 ml KIO30,01 N masukkan dalam Erlenmeyer tambah larutan 1 ml larutan KI 10% dan
1 ml H2SO4 10%. Titrasi dengan Na2S2O3 O,O1N sampai warna kuning muda, tambahkan larutan
amilum 1%. Lanjutkan titrasi sampai warna biru hilang. Ternyata Na 2S2O3 yang diperlukan 10,50
ml. Hitung N Na2S2O3 ?

Diketahui : N1 = 0,01
V1 = 10
V2 = 10,50
Ditanya : N2...?
Jawab : N1 . V1 = N2 . V2
0,01 . 10 = N2 . 10,50
N2 = 0,01 . 10
10,50
N2 = 0,0095 N
2). Pembakuan larutan I2 0,01N degan Na2S2O3 hasil standarisasi pada soal no.1. Pipet 10,0 ml
larutan I2 masukkan dalam erlenmeyer. Titrasi dengan Na2S2O3 hasil standarisasi pada soal no. 1
sampai warna kuning muda. Tambahkan larutan aluminium 1%. Lanjutkan titrasi sampai warna
biru hilang. ternyata Na2S2O3 yang diperlukan 9,10 ml. hitung N I2 ?

Diketahui : N1 = 0,0095
V1 = 9,10
V2 = 10
Ditanya : = N2...?
Jawab: N1 . V1 = N2 . V2
0,0095 . 9,10 = N2 . 10
N2 = 0,0095 . 9,10
10
N2 = 0,0086 N
3). Untuk menentukan kadar air brom dalam suatu larutan, ke dalam 50 mL larutan tersebut
ditambahkan larutan KI berlebih. Iodium yang terjadi tepat dapat di titer dengan 40 mL larutan
Na2S2O3 0,125 N. Berapa gram brom yang terdapat dalam tiap liter air brom tersebut?

Diketahui : V1 = 50 ml

V2 = 40 ml

N2 = 0,125 N

Ditanya : gr.... ?

Jawab : V1 . N1 = V2 . N2

50 . N1 = 40 . 0,125

N1 = 40 . 0,125

50

= 0,1 N

Gr = Bm x N x V = 79 x 0,1 x 50 = 0,395 gr

1000 1000