Vous êtes sur la page 1sur 12

Perhitungan Beban Gempa Statik

Ekivalen SNI 1726:2012

MIZANUDDIN SITOMPUL, ST, MT


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

APRIL 2017
Perhitungan Beban Gempa Statik Ekivalen SNI 1726:2012

Diketahui rencana bangunan rumah sakit 10 lantai dengan denah lantai dan potongan
tergambar, merupakan struktur beton bertulang. Bangunan terletak di kota Palembang, dan
berdiri di atas tanah sedang. Ukuran semua kolom (40x40) dan ( 35x 5 ) cm, balok induk
(25x50) cm, balok anak (20x40) dan tebal plat 15 cm. Bangunan direncanakan sebagai
Struktur Beton Pemikul Momen
Tentukan, dengan metoda Beban Statik Ekivalen :
a. Gaya Gempa pada masing-masing lantai
Penyelesaian:

Lokasi bangunan termasuk kelas situs Sd (kondisi tanah sedang).


Bangunan berfungsi sebagai rumah sakit dengan kategori risiko IV (Tabel 1) dengan
Faktor Keutamaan Gempa ( Ie ) = 1,50. (Tabel 2)

Untuk Kota palembang, diperoleh parameter respons spektral percepatan gempa untuk
perioda pendek Ss = 0,2 g ,dan parameter respons spektral percepatan gempa untuk
perioda 1 detik S1 = 0,2 g, Sehingga:
 Faktor amplifikasi getaran terkait percepatan pada getaran perioda pendek (Fa) = 1,6
(Tabel 4)
 Faktor amplifikasi terkait percepatan yang mewakili getaran perioda 1 detik (Fv) = 2,0
(Tabel 5)
 Parameter spektrum respons percepatan pada perioda pendek (SMS) = Fa x Ss = 1,6 x
0,2 g = 0,32 g
 Parameter spektrum respons percepatan pada perioda 1 detik (SM1) = Fv x S1 = 2,0 x
0,2 g =0,4 g
 Parameter percepatan spektral desain untuk perioda pendek, SDS =2/3 SMS = 0,213 g
 Parameter percepatan spektral desain untuk perioda 1 detik, SD1 =2/3 SM1= 0,267 g

Kategori desain seismik berdasarkan parameter respons percepatan pada perioda pendek (SDS)
adalah KDS D (Tabel 6). Kategori desain seismik berdasarkan parameter respons percepatan
pada perioda 1 detik (SD1) adalah KDS D (Tabel 7). Sehingga kategori desain seismik
berdasarkan nilai SDS dan SD1 termasuk dalam KDS D.

Struktur beton bertulang dan sistem penahan-gaya seismik yang digunakan adalah sistem
rangka pemikul momen khusus. Untuk rangka beton bertulang pemikul momen khusus
(SRPMK)(arah ortogonal sama) digunakan koefisien modifikasi respons (R), RX= RY = 8,0.
(Tabel 9)
Perhitungan Berat Seismik efektif (WT)
BERAT LANTAI 10
/ATAP:

Beban mati
DIMENSI BJ BERAT
NO JENIS
p (m) B (m) H(m) kg/m3 kg
1 Pelat 24 18 0.13 2400 134784.00
2 Balok induk 186 0.25 0.5 2400 55800.00
3 Balok anak 144 0.2 0.4 2400 27648.00
4 kolom 70 0.35 0.35 2400 20580.00
5 Dinding bata 234 - 3 250 175500.00
6 spesie+lap.kedap air 24 18 - 21 9072.00
7 plafon 24 18 - 50 21600.00
Wd 444984.00

Beban hidup
qh Atap 100 kg/m2
Koefisien reduksi = 0.30
WL = R*p*L*qh = 12960 kg
W10 = Wd+Wl = 457944.00 kg
BERAT LANTAI 7-8-9

Beban mati
DIMENSI BJ BERAT
NO JENIS
p (m) B (m) H(m) kg/m3 kg
1 Pelat 24 18 0.15 2400 155520.00
2 Balok induk 186 0.25 0.5 2400 55800.00
3 Balok anak 144 0.2 0.4 2400 27648.00
4 kolom 70 0.35 0.35 2400 20580.00
5 Dinding bata 234 - 3 250 175500.00
6 spesie+lap.kedap air 24 18 - 21 9072.00
7 plafon 24 18 - 50 21600.00
Wd 465720.00

Beban hidup
qh Atap 250 kg/m2
Koefisien reduksi = 0.75
WL = R*p*L*qh = 81000 kg
W7=W8=W9 = Wd+Wl = 546720.00 kg
BERAT LANTAI 2-3-4-5-6

Beban mati
DIMENSI BJ BERAT
NO JENIS
p (m) B (m) H(m) kg/m3 kg
1 Pelat 24 18 0.15 2400 155520.00
2 Balok induk 186 0.25 0.5 2400 55800.00
3 Balok anak 144 0.2 0.4 2400 27648.00
4 kolom 80 0.35 0.35 2400 23520.00
5 Dinding bata 234 - 3.5 250 204750.00
6 spesie+lap.kedap air 24 18 - 21 9072.00
7 plafon 24 18 - 50 21600.00
Wd 497910.00

Beban hidup
qh Atap 250 kg/m2
Koefisien reduksi = 0.75
WL = R*p*L*qh = 81000 kg
W2=W3=W4=W5=W6
=
= Wd+Wl 578910.00 kg

BERAT LANTAI 1

Beban mati
DIMENSI BJ BERAT
NO JENIS
p (m) B (m) H(m) kg/m3 kg
1 Pelat 24 18 0.15 2400 155520.00
2 Balok induk 186 0.25 0.5 2400 55800.00
3 Balok anak 144 0.2 0.4 2400 27648.00
4 kolom 120 0.4 0.4 2400 46080.00
5 Dinding bata 234 - 3.5 250 204750.00
6 spesie+lap.kedap air 24 18 - 21 9072.00
7 plafon 24 18 - 50 21600.00
Wd 520470.00

Beban hidup
qh Atap 250 kg/m2
Koefisien reduksi = 0.75
WL = R*p*L*qh = 81000 kg
W1 = Wd+Wl = 601470.00 kg

Batasan Perioda Fundamental Struktur (T)

Perioda fundamental struktur (T) , tidak boleh melebihi hasil koefisien untuk batasan atas pada
perioda yang dihitung (CU) dari Tabel 14 dan perioda fundamental pendekatan, (Ta). Sebagai
alternatif pada pelaksanaan analisis untuk menentukan perioda fundamental struktur, (T), diijinkan
secara langsung menggunakan perioda bangunan pendekatan, (Ta). Perioda fundamental pendekatan
(Ta), dalam detik, harus ditentukan dari persamaan berikut:
Dengan hn adalah ketinggian struktur, dalam (m), di atas dasar sampai tingkat tertinggi struktur (40
m), dan koefisien Ct = 0,0466 dan x = 0,9 ditentukan dari Tabel 15.
Ta = C Mx = 0, 0466x40
t n
0,9 = 1,289 detik

SD1 = 0,267 g Cu = 1,467 (Tabel 14), Tmaks = CUTa = 1, 467 x 1,289 = 1,891 detik

Perioda fundamental struktur (T) yang digunakan :


Jika Tc > Cu Ta, gunakan T = Cu Ta
Jika Ta < Tc < Cu Ta, gunakan T = Tc
Jika Tc < Ta, gunakan T = Ta
Dengan Tc = Perioda fundamental struktur yang diperoleh dari program analisis struktur.

ambil dari nilai T = Ta di atas. TX = TY = 1,891 detik


Sebagai alternatif, diijinkan untuk menentukan perioda fundamental pendekatan Ta,
dalam detik, dari persamaan berikut untuk struktur dengan ketinggian tidak melebihi 12
tingkat di mana sistem penahan gaya gempa terdiri dari rangka penahan momen beton atau
baja secara keseluruhan dan tinggi tingkat paling sedikit 3 m.

dengan N = jumlah tingkat


Ta = 0,1 x 10 =1,0 detik,

Perhitungan Geser dasar seismik

Geser dasar seismik, V , dalam arah yang ditetapkan harus ditentukan sesuai dengan
persamaan berikut:
dengan,
Cs = koefisien
respons seismik W =
berat seismik efektif

Koefisien respons seismik, Cs, harus ditentukan sesuai dengan,


dengan,
SDS = parameter percepatan spektrum respons desain dalam rentang perioda pendek (0,601
R = faktor modifikasi respons (RX= RY = 8,0)
Ie = faktor keutamaan gempa (Ie = 1,50)

𝑆𝐷𝑆 𝑆𝐷𝑆
(Cs = 0,044.SDS. Ie ≤0,01)<(Cs = 𝑅/𝐼𝑒 )< (Cs = 𝑅 )
𝑇( )
𝐼𝑒

Cs min= 0,044.SDS. Ie ≤0,01=0,044.0,213.1,5=0,014


𝑆𝐷1 0,267
Csmax = 𝑅 )= 8,0 = 0,05
𝑇( ) 1,0( )
𝐼𝑒 1,5

𝑆𝐷𝑆 0,213
Cs = 𝑅/𝐼𝑒= =0,0399
8/1,5

Csmin = 0,014 < Cs = 0,0399 < Csmax = 0,05


Sehingga,
V = Cs W = 0,0399 x 5594,124 = 223,206 ton = 2189,646 kN

Distribusi Vertikal Gaya Gempa

Gaya gempa lateral (Fx) (kN) yang timbul di semua tingkat harus ditentukan dari persamaan
berikut:

Dan

dimana,
Cvx = faktor distribusi vertikal,
V = gaya lateral disain total atau geser di dasar struktur (kN)
wi dan wx = bagian berat seismik efektif total struktur (W) yang ditempatkan atau dikenakan
pada tingkat i atau x;
hi dan hx = tinggi (m) dari dasar sampai tingkat i atau x
k = eksponen yang terkait dengan perioda struktur sebagai berikut:
 untuk struktur yang mempunyai perioda sebesar 0,5 detik atau kurang, k = 1
 untuk struktur yang mempunyai perioda sebesar 2,5 detik atau lebih, k = 2
 untuk struktur yang mempunyai perioda antara 0,5 dan 2,5 detik, k harus sebesar2 atau
harus ditentukan dengan interpolasi linier antara 1 dan 2
1,0–0,5 k–1
dengan T = 1,0 detik = k= 1,25
2,5–0,5 2–1

UNTUK TIAP
hi k k PORTAL
hi wi (kn) hi x wi CVX FI
LANTAI (m)
1/4 FI-X 1/5 FI-Y
a b=ak c d=b*c e=d/∑d f=e*v g=f/n g=f/n
10 40 100.59467 457944.00 46066728 0.158523 347.11 86.78 69.42
9 36.5 89.715211 546720.00 49049100 0.168786 369.58 92.40 73.92
8 33 79.093797 546720.00 43242161 0.148803 325.83 81.46 65.17
7 29.5 68.750763 546720.00 37587417 0.129344 283.22 70.80 56.64
6 26 58.710622 578910.00 33988166 0.116959 256.10 64.02 51.22
5 22 47.646209 578910.00 27582867 0.094917 207.83 51.96 41.57
4 18 37.075809 578910.00 21463556 0.073859 161.73 40.43 32.35
3 14 27.08071 578910.00 15677294 0.053948 118.13 29.53 23.63
2 10 17.782794 578910.00 10294637 0.035425 77.57 19.39 15.51
1 6 9.3905075 601470.00 5648108.5 0.019436 42.56 10.64 8.51
∑ 5594124 290600034