Vous êtes sur la page 1sur 10

AKUNTANSI MANAJEMEN

AKUNTANSI KONVENSIONAL DAN KONTEMPORER

NAMA:

Feni Dwi Feriant ( 170302027 )

Syauqi Maulana ( 170302154 )

Dio Firman Maghriza ( 170302003 )

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah pencipta alam semesta, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya,
meminta ampunan dari-Nya dan meminta perlindungan kepada-Nya dari kejahatan diri kita serta
keburukan amal perbuatan kita. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW.
Karena hidayah-Nya pula, Alhamdulillah, penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagai tugas
dari mata kuliah Akuntansi menejemen tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini saya ucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang berperan sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Akhirnya penulis mohon kritik dan saran untuk lebih sempurnanya makalah ini. Selanjutnya
penulis berharap makalah yang sederhana ini bermanfaat, terutama bagi yang membutuhkannya.

Gresik, 08 maret 2019

Penulis

II
DAFTAR ISI

Kata pengantar……………………………………………………………………………………………………………………….……ii

Daftar isi…………………………………………………………………………………………………………………………..………….iii

1.1. Sistem Akuntansi Manajemen Konvensional dan Kontemporer..............................................1

1.2. Sistem Akuntansi Manajemen Konvensional..........................................................................2

1.3. Sistem Akuntansi Manajemen kontemporer..........................................................................4

1.4. Perbandingan Manajemen Konvensional dan Kontemporer..................................................6


Daftar pustaka……………………………………………………………………………………………………………………………..7

III
1.1. Sistem Akuntansi Manajemen Konvensional dan Kontemporer

Sistem akuntansi manajemen dapat diklasifikasikan menjadi sistem akuntansi manajemen


konvensional atau tradisional dan kontemporer atau modern.Sistemakuntansi manajemen konvensional
saat ini lebih banyak digunakan daripada sistem akuntansi manajemen kontemporer.Namun akhir-akhir
ini penggunaan sistem akuntansi manajemen kontemporer juga meningkat.Peningkatan penggunaan
sistem akuntansi manajemen kontemporer ini disebabkan oleh banyak faktor,beberapa faktor yang
mendorong berkembangnya sistem kontemporer adalah diversitas produk,kompleksitas produk,siklus
hidup produk yang semakin singkat,tuntutan kualitas,dan intensitas persaingan.

Manajemen tradisional adalah manajemen yang pada mulanya berkembang secara alamiah yang
berorientasi fisik, siapa yang berkuasa dialah yang menjadi pemimpin atau manajer, dan manajemen ini
berprinsip pada garis keturunan.Ahli lain mendefinisikan Manajemen konvensional/ Tradisional adalah
suatu manajemen yang dimiliki para pekerja yang dari merupakan warisan dari nenek moyang yang
disebarkan melalui mulut ke mulut dan selalu di wariskan kepada generasi selanjutnya, dan berkembang
karena gagasan-gagasan yang pernah ada.Lalu dalam suatu manajemen konvensional tidak pernah di
temukan suatu prinsip oleh karna itu manajemen konvensional sering di sebut pengetahuan yang
tradisional.

Kehadiran teknologi komputer, membuat prosedur Operation Research lebih diformasikan menjadi
aliran IImu Manajemen Modern dan pengembangan model-model dalam memecahkan masalah-
masalah manajemen yang kompleks. Adanya bantuan komputer, dapat memberi pemecahan masalah
yang lebih berdasar rasional bagi para manajer dalam membuat keputusannya. Teknik-teknik ilmu
manajemen ini membantu para manajer organisasi dalam berbagai kegiatan penting, seperti dalam hal
penganggaran modal, manajemen cash flow, penjadwalan produksi, strategi pengembangan produksi,
perencanaan sumber daya manusia dan sebagainya. Meski dengan berkembangnya ilmu ini juga
memiliki sisi kelemahan.

1
1.2. Sistem Akuntansi Manajemen Konvensional

Sistem Akuntansi Manajemen Konvensional adalah sistem akuntansi manajemen yang


memfokuskan perhatian pada pengukuran output berdasarkan volume produksi.Sistem ini dibangun
dengan asumsi bahwa semua biaya dapat diklasifikasikan menjadi biaya tetap atau variabel dalam
kaitanya dengan volume produksi.Pemicu biaya berbasis volume atau unit digunakan sebagai dasar
untuk membebankan biaya ke produk.Oleh karena sebagaian ada sebagian biaya tidak dipicu oleh
unit,maka biaya tersebut dibebankan dengan menggunakan alokasi.Oleh karena itu sistem akuntansi
manajemen konvensional sangat menekankan pada pembebanan biaya berdasarkan alokasi.

Alokasi biaya produk dalam sistem akuntansi manajemen konvensional adalah penjumlahan biaya
bahan baku,biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.Pembebanan biaya utama(biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung)ke produk tidak memiliki kesulitan.Hal ini terjadi karena
kedua jenis biaya tersebut relatif dapat ditelusur ke produk.Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung dapat dibebankan ke produk dengan menggunakan penelusuran langsung atau penelusuran
pemicu yang realtif alkurat.Sebaliknya,biaya overhead pabrik memiliki masalah dalam pembebanan
biaya ke produk.Tidak ada hubungan sebab akibat yang jelas antara biaya overhead pabrik dengan
produk dikarenakan hubungan sebab akibat sulit diamati secara fisik,maka biaya overhead pabrik sering
kali dibebabnkan ke produk melalui alokasi,isu tentang ketidakauratan alokasi merupakan kelemahan
mendasar sistem akuntansi manajemen konvensional.

Dalam akuntansi sistem biaya konvensional,pembebanan biaya ke produk menggunakan pemicu


tingkat unit (unit level driver).Alasan penggunaan pemicu tingkat unit karena hal ini merupakan faktor
yang menyebabkan perubahan biaya sebagai akibat perubahan unit produksi.Berikut contoh pemicu
tingkat unit yang secara umum dignakan untuk membebankan biaya overhead pabrik:

1. Unit yang diproduksi


2. Jam tenaga kerja langsung
3. Tenaga kerja langsung
4. Jam mesin
5. Beban langsung

Sistem penentuan biaya konvensional memiliki kelemahan mendasar.Kelemahan tersebut terletak


pada pembebanan biaya overhead pabrik.Tarif overhead pabrik tunggal dan tarif overhead pabrik
departemental digunakan untuk membebankan biaya overhead pabrik ke pabrik.Penggunaan jenis tarif
ini menimbulkan distorsi.Distorsi terjadi karena pembebanan seperti ini menghasilakn biaya produk yang
kurang akurat.

Kurang akuratnya pembebanan biaya disebabkan oleh variasi produk dan adanya pemciu
nonunit,produk bervariasi dari sisi nilai,kualitas,dan spesifikasi fisik.Apabila biaya dialokasi ke produk
yang memiliki variasi berbeda maka muncul kemungkinan produk tidak memperoleh alokasi yang
akurat.Selain itu pemicu nonunit merupakan faktor yang diabaikan dalam penentuan biaya konvensional.

2
Pemicu kelompok produksi seperti frekuensi pengesetan tidak dijadikan faktor penyebab besaran
konsumsi biaya,pengabaian pemicu nonunit menyebabkan pembebanan biaya kurang akurat.Secara
ringkas berikut merupakan ciri khas sistem akuntansi manajemen konvensional:

1. Menggunakan pemicu berbasis unit


2. Banyak menggunakan alokasi dalam pembebanan biaya
3. Penentuan baya produk terlalu sempit dan kaku
4. Fokus pada manajemen biaya bukan aktivitas
5. Sedikit menggunakan informasi aktivitas

3
1.3. Sistem Akuntansi Manajemen kontemporer
Sistem akuntansi manajemen kontomporer berovolusi dengan perubahan dalam lingkungan bisnis.
Tujuan utama akuntansi manajamen kontemporer adalah untuk memperbaiki kualitas, konten, relavansi,
dan ketepatan wakt informasi. Dibandingkan dengan sistem akuntansi konvensional, lebih banyak tujuan
manajerial yang terpenuhi melalaui sistem akuntansi manajemen kontemporer.

Sistem akuntansi manajemen kontemporer lebih menekankan pada penelusuran daripada alokasi
biaya. Peran penelusuran pemicu penting dalam sistem akuntansi kontrmporer. Pemicu yang digunakan
pembebanan biaya tidak hanya pemicu bebasis unit melainkan juga pemicu berbasis nonunit. Pemicu
berbass nonunit meliputi pemicu tingkat kelompok dan tingkat produk . Penggunaan pemicu , baik
berbasis unit maupun nonunit dapat meningkatkan akurasi pembebanan biaya deerta kualitas dan
relavansi informasi biaya . pemindahan produk dalam proses dari satu tempat ketempat lain dalam
pabrik lebihmenggunakan frekuensi pemindahan barang sebagai pemicu daripada jumlah unit yang
diproduksi. Jumlah unit yang diproduksi tidak secara langsung mempengaruhi frekuensi pemindahan
barang dalam proses.

Manajemen berbasis aktivitas yang dikenal dengan istilah ABM , merupakan inti dari sistem akuntansi
manajemen kontemporer.

Dimensi biaya

Sumber Daya

Dimensi proses

Analisis pemicu Aktivitas Analisis Kerja

Mengapa ? Apa ? Seberapa baik ?

Objek

Biaya

4
Berbasis aktivitas adalah sistem yang memfokuskan perhatian manajemen terhadap aktivitas
untuk meningkatkan nilai bagi pelanggan dalam rangka meningkatkan laba perusahaan. Seperti
tampak pada peragaf diatas, manajemen berbasis aktivitas memiliki 2 dimensi, yaitu ;

1. Dimensi biaya
2. Dimensi proses

Dimensi biaya menekankan pada penelusuran biaya ke objek biaya melalui penelusuran
biaya sumber daya ke aktivitas dan kemudian ke objek biaya. Pada dimensi ini dianalisis apa
aktivitas yang dilakukan, seberapa besar sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas, dan apa
objek biayanya. Dimensi biaya ini dikenal dengan ABC (activity based costing) . ABC merupakan
metode untuk menentukan biaya produk berdasarkan aktivitas. Melalui ABC diharapkan dapat
diketahui biaya produk yang akurat sehingga proses pembuatan keputusan yang terkait dengan
produk menjadi lebi tepat pula.

Dimensi proses menekankan pada analisis pemicu, aktivitas yang dilakukan, dan penilaian
kinerja aktivitas. Pada dimensi ini dilakukan analisis terhadap aktivitas untuk mencari jawaban
mengenai pertanyaan: apa aktivitas yang dilakukan, mengapa aktivitas dilakukan , dan seberapa
baik aktivitas dilakukan. Dimensi proses dikenal sebagaiPVA (process value analysis). PVA
merupakan analisis terhadap aktivitas untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan, mencari
alasan mengapa aktivitas tersebut dilakukan , dan menilai seberapa berhsil aktivitas dilakukan ,
dan menilai seberapa baik aktivitas dilaksanakan. Secara singkat, ciri khas akuntansi manjemen
kontomporer adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan pemicu berbasis unit dan monunit.

2. Menggunakan banyak penulusuran dalam pembebanan biaya.

5
1.4. Perbandingan Manajemen Konvensional dan Kontemporer

Perbedaan Organisasi

TRADISIONAL KONTEMPORER

Stabil Dinamis

Tidak fleksibel Fleksibel

fokus pada pekerjaan fokus padakeahlian

pekerjaan didefinisikan berdasarkan posisi pekerjaan didefinisikan berdasarkan tugas yang


kerja
harus diselesaikan

orientasi secara individu orientasi secara tim

Pekerjaan tetap Pekerjaan temporer

orientasi pada perintah orientasi pada keterlibatan

manajer selalu mengambil keputusan karyawan turut serta dalam pengambilan

keputusan

orientasi pada peraturan orientasi pada pelanggan

tenaga kerja relative homogeny tenaga kerja relative bervariasi

hari kerja berkisar 9 ke5 hari kerja tidak dibatasi

relasi yang hirarkis relasi yang lateral dan jaringan

bekerja dengan fasilitas organisasi selamajam bekerja di mana saja, kapansaja

tertentu

DAFTAR PUSTAKA

6
 Mohrman, S. A. “Designing Team-Based Organizations”. San Fransisco: Jossey Bass, 1995.
 Robbins, Stephen dan Mary coulter. 2007. “Management, 8th Edition”. NJ: Prentice Hall.
 Fayol, Henry. 1949. Administration, industrielle et generale.
 Mulyadi. 2001. “Akuntansi Manajemen Konsep Manfaat & Rekayasa”. Yogyakarta : Salemba
Empat
 Hopwood, A.G.1989. “Behavioral Accounting Restrospect and Prospect. ‘’Behavioral
Research in Accounting 1: 1-21
 Jensen, M. 2001. “Corporate Budgeting is Bad- Let’s Fix It”. Havart Business Review: 94-101