Vous êtes sur la page 1sur 2

 Mengejar Kesempurnaan

Waktu penyetelan nol, tingkat kecacatan nol, persediaan nol, tingkat buangan nol,
produksi berdasar permintaan, peningkatan tarik produksi sel, minimalisasi biaya, dan
memaksimalkan nilai pelanggan adalah berbagai hasil ideal yang dicari dari lean manufacturing.
Tujuannya adalah menghasilkan produk berkualitas tinggi dan berbiaya rendah dengan jumlah
waktu paling minimum. Untuk mencapai tujuan ini, produsen lean harus mengidentifikasi dan
meniadakan berbagai bentuk buangan.
 Bentuk dan Sumber Buangan
Buangan adalah segala sesuatu yang tidak memiliki nilai bagi pelanggan. Berikut delapan
sumber yang umumnya dianggap sebagai bentuk dan sumber buangan.
 Produk cacat
 Produksi berlebih barang yang tidak dibutuhkan
 Persediaan barang yang menungu diproses atau digunakan
 Pemrosesan yang tidak dibutuhkan
 Perpindahan karyawan yang tidak perlu
 Transportasi barang yang tidak perlu
 Waktu tunggu
 Desain barang dan jasa yang tidak memenuhi kebutuhan pelanggan.

 Pemberdayaan Karyawan
Keterlibatan karyawan sangatlah penting untuk mengidentifikasi dan meniadakan semua
bentuk buangan. Perbedaan prosedural utama antara lingkungan tradisional dan lean adalah
tingkat partisipasi para pekerja dalam manajemen perusahaan. Para manajer di lingkungan lean
bertindak sebagai fasilitator daripada supervisor. Peran mereka adalah mengembangkan sumber
daya manusia dan keahlian pekerja sehingga dapat memberikan kontribusi yang bernilai tambah.
 Pengendalian Kualitas Total
Produksi lean tidak dapat diimplementasikan tanpa komitmen atas pengendalian kualitas
total (Total Quality Control-TQC). Pada dasarnya, TQC adalah usaha tidak berkesudahan untuk
menyempurnakan kualitas: keinginan keras untuk mencapai proses desain dan produksi produk
bebas cacat.
 Persediaan
Persediaan dapat diturunkan melalui produksi sel, waktu penyetelan yang singkat,
pembelian di JIT, dan sistem permintaan pull.
 Manajemen Berdasarkan Aktivitas
Analisis nilai proses adalah metodologi untuk mengidentifkasi dan meniadakan berbagai
aktivitas tidak bernilai tambah. Aktivitas tidak bernilai tambah adalah aktivitas yang tidak
dibutuhkan, termasuk menunggu. Jadi, banyak buangan dalam sistem lean dikurangi melalui
analisis nilai proses.
 Akuntansi Lean
Banyaknya perubahan dalam berbagai aktivitas struktural dan prosedural yang telah
dijelaskan pada perusahaan lean juga mengubah praktik manajemen biaya tradisional. Sistem
manajemen biaya tradisional juga tidak bekerja dengan baik dalam lingkungan lean. Bahkan,
pendekatan perhitungan biaya tradisional dan pengendalian operasional mungkin tidak akan
benar-benar berjalan dalam lingkungan lean. Variansi perhitungan biaya standar dan variansi
anggaran departemen cenderung mendorong produksi berlebih dan tidak sesuai dengan sistem
permintaan pull yang dibutuhkan dalam lean manufacturing. Untuk menghindari berbagai
hambatan atau tanda yang menyesatkan, perubahan dalam pendekatan perhitungan biaya produk
dan pengendalian operasional akan dibutuhkan ketika berpindah ke sistem lean manufacturing
berdasarkan arus nilai.