Vous êtes sur la page 1sur 5

I.

Asuhan keperawatan
1. Pengkajian fokus
a. Demografi
Meliputi : nama, umur, jenis kelamin dan pekerjaan.
b. Keluhan utama
Saat dikaji biasanya penderita mengeluh sesak nafas, disertai batuk ada sekret yang
tidak bisa keluar.
c. Riwayat penyakit sekarang
Penyakit bronkhitis mulai dirasakan pada saat penderita mengalami batuk menetap
dengan produksi sputum setiap hari terutama pada saat bangun pagi selama minimal
3 bulan berturut - turut setiap tahun sedikitnya 2 tahun produksi sputum (hijau, putih
atau kuning) dan banyak sekali. Penderita biasanya menggunakan otot bantu
pernafasan , dada terlihat hipernflasi dengan peninggian diameter AP, bunyi nafas
krakels , warna kulit pucat dengan sianosis bibir dan kuku.
d. Riwayat penyakit dahulu
Biasanya penderita mempunyai riwayat penyakit yang sama tetapi mereka
mempunyai riwayat penyakit yang dapat memicu terjadinya bronkopneumonia yaitu
merokok, terpaan polusi kimia jangka panjang seperti debu atau asap.
e. Riwayat penyakit keluarga
Biasanya penyakit ini dalam keluarga bukan merupakan faktor keturunan, tetapi
kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat seperti merokok.
f. Pola pengkajian
1) Pernafasan
Gejala : nafas pendek,(timbulnya bersembunyi dengan batuk menetap dengan
produksi stutum setiap hari atau terutama pada saat bangun selama minimal 3
bulan berturut - turut) setiap tahun sedikitnya 2 tahun.
Produksi sputum (hijau, putih atau kuning)ndan banyak sekali. Riwayat
pneumonia berulang, biasanya terpajan pada polusi kimia atau iritasi pernafasan
dalam jangka panjang (misalnya rokok, debu, atau asap (misalnya : abses debu,
batubara, serbuk gergaji, dan lain sebagainya)).
Penggunaan O2 malam hari atau terus - menerus.
Tanda : lebih memilih posisi tiga titik (tripot untuk bernafas , penggunaan otot
bantu pernafasan (misalnya : meninggikan bahu, retraksi supra klafikula,
melebarkan hidung).
Dada : dapat terlihat hiperinflasi dengan peninggian diameter AP (bentuk barel),
gerakan diagfragma minimal. Bunyi nafasnya yaitu krekels, lembab, kasar.
Warna : pucat dengan sianosis bibir dan kuku abu – abu keseluruhan.
2) Sirkulasi
Gejala : pembengkakan ekstremitas bawah.
Tanda : peningkatan tekanan darah , peningkatan frekuensi jantung,atau takikardi
berat, distritmia, distensi vena leher,(penyakit berat) , edema dependen, tidak
berhubungan dengan penyakit jantung. Bunyi jantung redup (yang berhubungan
denan peningkatan diameter AP dada).
3) Makanan atau cairan
Gejala : mual, muntah, nafsu makan buruk atau anoreksia (emfisema)
ketidakmampuan untuk makan karena distensi pernafasan.
Tanda : turgor kulit buruk, berkeringat, palpitasi abdominal yang dapat
menyebabkan hepatomegali.
4) Aktivitas atau istirahat
Gejala : keletihan, malaise, ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari - hari
karena sulit bernafas, ketidakmampuan tidur , dispnea pada saat istirahat atau
respon terhadap aktivitas atau istirahat.
Tanda : keletihan , gelisah, insomnia, kelemahan umum atau kehilangan masa
otot.
5) Integritas ego
Gejala : peningkatan faktor resiko
Tanda : perubahan pola hidup, atau ansietas , ketakutan, peka rangsang.
6) Hygiene
Gejala : penurunan kemampuan atau peningkatan kebutuhan melakukan aktivitas
sehari - hari.
Tanda : kebersihan buruk, bau badan.
II. Diagnosa Keperawatan
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan inflamasi dan obstruksi jalan
nafas
2. Ketidakefektifan pola nafas
3. Kekurangan volume cairan berhubungan dngan intake oral yang tidak adekuat ,
takipnea, demam
4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan isolasi respiratory
III. Intervensi keperawatan
Diagnosa keperawatan Tujuan dan kriteria hasil(NOC) intervensi (NIC)
Bersihan jalan nafas setelah dilakukan tindakan 1. Kaji tanda – tanda vital
tidak efektif keperawatan selama 3X24 jam 2. Auskultasi suara nafas
berhubungan dengan diharapkan bersihan jalan nafas sebelum dan sesudah
inflamasi dan obstruksi kembali efekti dengan kriteria suctionary
jalan nafas hasil : 3. Berikan bronkodilator
1. Tidak ada sianosis dan bila perlu
dypsneu 4. Lakukan suction
2. Menunjukkan jalan nafas 5. Hentikan suction dan
yang paten (irama nafas, berikan oksigenasi bila
frekuensi nafas dalam rentan pasien menunjukkan
normal, tidak ada suara nafas brakikardi
abnormal) 6. Monitor status O2 pasien
ketidakefektifan pola setelah dilakukan tindakan 1. Kaji tanda vital
nafas keperawatan selama 3X24 jam 2. Buka jalan nafas
diharapkan pola nafas dapat menggunakan teknik
kembali efektif dengan kriteria chinlift atau jaw thrust
hasil : bila perlu
1. Tanda vital dalam batas 3. Posisikan pasien untuk
normal memaksimalkan ventilasi
2. Tidak ada sianosis, dyspneu 4. Auskultasi suara nafas,
3. Irama nafas dan frekuensi catat adanya suara
pernafasan normal tambahan
5. Monitor pemberian O2
6. Monitor frekuensi dan
irama pernafasan
7. Monitor suhu, warna dan
turgor kulit
8. Monitor tanda - tanda
vital
kekurangan volume setelah dilakukan tindakan 1. Kaji tanda – tanda vital
cairan berhubungan keperawatan selama 3X24 jam 2. Monitor status hidrasi
dengan intake oral yang diharapkan kebutuhan cairan (kelembapan membran
tidak adekuat, takipnea, seimbang dengan kriteria hasil : mukosa)
demam 1. Tanda - tanda vital dalam 3. Monitor intake dan output
batas normal cairan
2. Intake dan output seimbang 4. Kolaborasi pemberian
3. Elastisitas turgor kulit baik, cairan intravena
membran mukosa lembab,
tidak ada rasa haus yang
berlebihan
intoleransi aktivitas setelah dilakukan tindakan 1. Kaji tanda - tanda vital
berhubungan dengan keperawatan selama 3X24 jam 2. Bantu pasien
isolasi respiratory diharapkan pasien dapat mengidentifikasi aktivitas
melakukan aktivitas dengan yang dilakukan
kriteria hasil : 3. Bantu pasien untuk
1. Tanda - tanda vital dalam memilih aktivitas yang
batas normal sesuai dengan
2. Berpartisipasi dalam aktivitas kemampuan fisik,
fisik tanpa disertai psikologi, dan sosial
peningkatan tekanan darah , 4. Monitor respon fisik,
nadi, dan pernafasan emosi, sosial, dan
3. Status respiratory : pertukaran spiritual
gas dan ventilasi adekuat
DAFTAR PUSTAKA

Bennete. 2013. Pediatric Pneumonia. Diakses Pada Tanggal 2 Januari 2018 Pukul 07.00
WIB.
Hidayat, Aziz Alimul. 2012. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan
Kebidanan. Jakarta : Salemba.
Huda Nurarif, Amin dan Hardhi Kusuma. 2016. Asuhan Keperawatan Praktis
Berdasarkan Penerapan Diagnosa Nanda, Nic, Noc Dalam Berbagai Kasus.
Yogyakarta : Mediaction.