Vous êtes sur la page 1sur 5

ASKEB KEGAWATDARURATAN

“BALITA DENGAN GIGITAN SERANGGA (TAWON)”

I. DATA SUBJEKTIF (ANAMNESA)


Pada tanggal 19 Februari 2019 pukul 08.00 wib.
1. Biodata/Identitas
a. Anak
Nama : Putri Ayu, An
Anak ke : I Jenis Kelamin : Perempuan
Lahir : Normal Tgl lahir/jam : 10 Februari 2017
b. Orang tua
Nama Ibu : Nagita, Ny Nama Ayah : Rahmat Hidayat, Tn
Umur : 20 tahun Umur : 23 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
Alamat : Jl Sei Raya Dalam

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan anaknya baru saja digigit tawon pada saat menemaninya menyiram
bunga di belakang rumah. Wajah anaknya bengkak dan anaknya tampak kesakitan
memegang dan menggaruk bagian wajahnya yang bengkak.

3. Riwayat Antenatal
- Penyakit : tidak ada
- Obat-obatan : tidak ada
- Lain-lain : tidak ada

4. Riwayat Natal
- Umur kehamilan : cukup bulan (aterm)
- Berat/panjang : 2800 gram/47 cm
- Lama Proses Kelahiran
Kala I : 9 jam
Kala II : 20 menit
- Cara kelahiran : Normal
- Ditolong oleh : Bidan
- Obat-obatan : tidak ada
- Keadaan saat lahir : sehat
- Resusitasi : tidak ada
- Pernapasan spontan : ada
- Tangisan pertama : ada

1
- Lain-lain : tidak ada

5. Riwayat Neonatal
- Apgar score : 8/9
- Kejang : tidak ada
- Gangguan Eliminasi : tidak ada
- Lumpuh : tidak ada
- Perdarahan : tidak ada
- Lain-lain : tidak ada

6. Penyakit yang pernah diderita


- Jenis penyakit : demam
- Umur saat sakit : 9 bulan setelah imunisasi campak
- Lain-lain : batuk pilek

7. Imunisasi

Tanggal Pemberian Keterangan


Vaksin
I II III IV
BCG 1/5/2017
DPT 15/4/2017 15/6/2017 15/8/2017
Polio 1/3/2017 1/4/2017 1/5/2017 1/6/2017
Campak 15/11/2017
Hepatitis B 15/2/2017 15/4/2017 15/6/2017 15/8/2017
DT
TT

8. Tumbuh Kembang
- Mengangkat kepala : 4 bulan
- Telungkup : 3 bulan
- Duduk sendiri : 8 bulan
- Merangkak : 10 bulan
- Jalan sendiri :12 bulan
- Berbicara :18 bulan

9. Keadaan Gizi
- ASI : iya, lamanya sampai sekarang, frekuensi on demand
- PASI : iya, lamanya sampai sekarang, frekuensi on demand
- Jenis : Susu Formula
- Vitamin : tidak ada
- Makanan : nasi, lauk dan sayur
- Nafsu makan : baik
- Lain-lain : tidak ada

2
10. Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada

11. Kepribadian
- Hubungan dengan teman : baik
- Hobby : belum ada
- Nilai sekolah : belum sekolah

12. Latar Belakang Sosial Budaya : tidak ada kepercayaan yang diyakini.

II. DATA OBJEKTIF


1. Tanda-tanda Vital dan Keadaan Fisik Umum
- Kesadaran : compos mentis
- Berat badan : 12 kg
- Tinggi badan : 75 cm
- Suhu : 37 oC
- Tekanan darah : 100/60 mmHg
- Nadi : 100 x/menit
- Pernapasan : 24 x/menit
2. Pemeriksan Fisik
a. Kepala : lingkar kepala 43 cm
b. Mata : sklera tidak ikterik, conjungtiva tidak anemis
c. Wajah : pada wajah sebelah kiri tampak bengkak kemerahan
d. Telinga : tidak ada pengeluaran cairan
e. Mulut : lidah bersih, tidak ada benjolan ditenggorokan, gigi ada karies
f. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar mandibula dan submandibula
g. Ketiak : tidak ada pembesaran kelenjar aksila
h. Turgor Kulit : baik
i. Thoraks : normal
j. Abdomen : supel
k. Ekstermitas Atas : gerak aktif
l. Ekstermitas Bawah : gerak aktif
m. Kelenjar di selangkangan : tidak ada
n. Tungkai : jari tangan dan kaki lengkap, bentuk kaki normal
o. Bentuk Punggung : normal
p. Genetalia/Anus : terdapat labia mayora dan minora, terdapat lubang vagina
q. Data Penunjang :
Pemeriksaan Laboratorium
- Darah : Hb : gr%, Golongan : tidak dilakukan pemeriksaan
- Urine :
- Feses :

III.ANALISA DATA
Balita umur 2 tahun dengan gigitan serangga (tawon).

IV. PENATALAKSANAAN
3
1. Menjelaskan kepada ibu penyebab bengkak pada wajah anak yang digigit tawon adalah
karena reaksi alergi.
2. Memberikan support kepada anak agar tidak merasa takut saat diperiksa.
3. Mencuci bagian yang terkena sengatan dengan sabun dan air untuk mengeluarkan racun.
4. Melakukan kompres dingin bagian yang tersengat untuk mengurangi nyeri dan
pembengkakan.
5. Menjaga luka tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi.
6. Memberikan krim antihistamin (hidrokortison) pada bagian yang gatal dan bengkak.
7. Memberikan obat penghilang rasa sakit berupa parasetamol 3x 1/2cth, dihentikan bila
keluhan berkurang.
8. Menjelaskan kepada ibu perawatan bekas gigitan pada wajah dan cara pemberian obat
pada wajah anak yang bengkak serta obat minum untuk menghilangkan rasa sakit.
9. Menganjurkan ibu untuk membawa anaknya control ulang bila dalam 3 hari tidak ada
perubahan.

SOAP
S :
Ibu mengatakan anaknya baru saja digigit tawon pada saat menemaninya menyiram bunga di
belakang rumah. Wajah anaknya bengkak dan anaknya tampak kesakitan memegang dan
menggaruk bagian wajahnya yang bengkak.

O :
- Kesadaran : compos mentis
- Berat badan : 12 kg
- Tinggi badan : 75 cm
- Suhu : 37 oC
- Tekanan darah : 100/60 mmHg
- Nadi : 100 x/menit
- Pernapasan : 24 x/menit
- Kepala : lingkar kepala 43 cm
- Mata : sklera tidak ikterik, conjungtiva tidak anemis
- Wajah : pada wajah sebelah kiri tampak bengkak kemerahan
- Telinga : tidak ada pengeluaran cairan
- Mulut : lidah bersih, tidak ada benjolan ditenggorokan, gigi ada karies
- Leher : tidak ada pembesaran kelenjar mandibula dan submandibula
- Ketiak : tidak ada pembesaran kelenjar aksila
- Turgor Kulit : baik
- Thoraks : normal
- Abdomen : supel
- Ekstermitas Atas : gerak aktif
- Ekstermitas Bawah : gerak aktif
4
- Kelenjar di selangkangan : tidak ada
- Tungkai : jari tangan dan kaki lengkap, bentuk kaki normal
- Bentuk Punggung : normal
- Genetalia/Anus : terdapat labia mayora dan minora, terdapat lubang vagina
A :
Balita umur 2 tahun dengan gigitan serangga (tawon).

P :
1. Menjelaskan kepada ibu penyebab bengkak pada wajah anak yang digigit tawon adalah
karena reaksi alergi. Evaluasi : ibu sudah mengerti.
2. Memberikan support kepada anak agar tidak merasa takut saat diperiksa. Evaluasi : anak
awalnya menangis tetapi setelah mendapatkan support dari bidan dan orang tua, anak
menjadi lebih tenang dan mau diperiksa.
3. Mencuci bagian yang terkena sengatan dengan sabun dan air untuk mengeluarkan racun.
Evaluasi : sudah dilakukan.
4. Melakukan kompres dingin bagian yang tersengat untuk mengurangi nyeri dan
pembengkakan. Evaluasi : sudah dikompres dingin.
5. Menjaga luka tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi. Evaluasi : setelah
dikompres dingin, luka dijaga agar tetap bersih dan kering.
6. Memberikan krim antihistamin (hidrokortison) pada bagian yang gatal dan bengkak.
Evaluasi : sudah dilakukan setelah kompres dingin.
7. Memberikan obat penghilang rasa sakit berupa parasetamol syrup 3x 1/2cth, dihentikan
bila keluhan berkurang. Evaluasi : sudah diberikan dan anak mau minum obat.
8. Menjelaskan kepada ibu perawatan bekas gigitan pada wajah dan cara pemberian obat
pada wajah anak yang bengkak serta obat minum untuk menghilangkan rasa sakit.
Evaluasi : ibu sudah mengerti dan mau melakukan anjuran yang diberikan.
9. Menganjurkan ibu untuk membawa anaknya kontrol ulang bila dalam 3 hari tidak ada
perubahan. Evaluasi : ibu bersedia megikuti anjuran yang diberikan.