Vous êtes sur la page 1sur 14

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

S DENGAN POST SC
PLASENTA PREVIA DI RUANG BAITUNNISA 2
RSI SULTAN AGUNG SEMARANG

DISUSUN OLEH :
ARIEF SETIYO PAMBUDI
NIM : 3090 1401 962

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2015
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN POST SC PLASENTA
PREVIA RUANG BAITUNNISA 2 RSI SULTAN AGUNG SEMARANG

A. Pengkajian
1. Identitas
Nama pasien : Ny. K
Umur : 25 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Sayung RT.03 RW.04 Demak
Tgl. Pengkajian : 10 September 2015
Tgl. Operasi : 9 September 2015, Jam 11.30-12.30

Penanggung Jawab
Nama : Tn. M
Umur : 29 tahun
Alamat : Sayung RT.03 RW.04 Demak
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta
Hub. dengan pasien : Suami

2. Keluhan Utama
Pasien mengatakan nyeri pada luka jahitan post SC pada abdomen (antara
pusat dan simfisis).

3. Riwayat Keperawatan Sekarang


Pasien mengatakan bahwa kemarin siang tanggal 9 September 2015, pasien
melahirkan seorang bayi laki-laki dengan cara Sectio Caesarea (SC).
Sekarang pasien mengatakan nyeri pada luka post SC. Pasien tampak gelisah,
lemah, meringis menahan sakit dan memegang perutnya. TD : 110/70mmHg,
N : 84x/menit, RR 20x/menit, S : 36,2ºC
P : Nyeri pada luka post SC bertambah saat bergerak.
Q : Nyeri seperti ditusuk-tusuk.
R : Di bagian abdomen (antara pusat dan simfisis).
S : Dari 1-10 Skala nyeri pasien 7
T : hilang timbul

4. Riwayat Keperawatan Dahulu


Pasien mengatakan sebelumnya tidak memiliki riwayat hipertensi ataupun
penyakit keturunan lain, pasien mengatakan ini persalinan yang pertama dan
sebelumnya pasien tidak pernah mengalami keguguran (G1P1A0). Pasien
menikah sejak 1 tahun yang lalu dan baru pertama kali hamil. Pasien tidak
pernah mengalami keguguran sebelumnya.

5. Riwayat Keperawatan Keluarga


Pasien mengatakan ini persalinan yang pertama. Pasien menikah sejak 1
tahun yang lalu dan baru pertama kali hamil.

6. Riwayat Haid
Pasien mengatakan siklus menstruasi 30 hari, lamanya kurang lebih 6-7 hari,
dan sering mengalami nyeri pinggang pada hari kedua dan ketiga menstruasi.

7. Riwayat Kehamilan
Kehamilan Primipara (G1 P1 A0).
Pasien mengatakan ini kehamilan yang pertama. Klien memeriksakan
kehamilannya pada bidan desa setiap 3 bulan, klien mengatakan sebelumnya
tidak memakai KB.

8. Riwayat Persalinan
Klien dilakukan SC pada tanggal 9 September 2015, lama operasi 60 menit.
Janin hidup tunggal intra uteri, presentasi kepala. Tipe persalinan Sectio
Caesarea indikasi placenta letak rendah, anastesi yang digunakan yaitu spinal
anestesi.
9. Riwayat KB
Klien mengatakan belum pernah menggunakan KB apapun, klien
mengatakan ingin menggunakan alat kontrasepsi KB suntik 1bulan setelah
selesai masa nifas.

10. Data infant


Jenis kelamin laki-laki, BBL 2750 gram, panjang badan 48 cm, lingkar
kepala 33 cm, lingkar lengan 10 cm, lingkar dada 34 cm
Nilai apgar skor
1 menit 5 menit 10 menit

Jantung 2 2 2

Pernafasan 1 2 2

Tonus otot 2 2 2

Rangsangan 2 2 2

Warna 2 2 2

Jumlah 9 10 10

11. Pengkajian Pola Fungsional


a. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Pasien menganggap kesehatan itu penting dan selalu periksa ke
puskesmas atau dokter terdekat apabila ada anggota keluarga yang sakit,
pasien mengetahui keadaan sakitnya sekarang karena post SC akibat
placenta menutupi jalan lahir (placenta letak rendah).
b. Pola Nutrisi
Pasien makan 3x sehari dengan porsi banyak selama kehamilan, dengan
gizi yang seimbang. Setelah melahirkan pasien makan 3x sehari dan
selalu menghabiskan porsi makan yang diberikan oleh rumah sakit.
Sebelum dan sesudah melahirkan pasien tidak menghindari makanan
tertentu. Pasien minum 6 –8 gelas sehari.
c. Pola Eliminasi
Pasien BAB 1x sehari dengan konsistensi lunak dan tidak ada keluhan.
Selama hamil BAK 4 – 6 x sehari.
Setelah melahirkan sampai sekarang pasien sudah BAB 1 kali.
BAK lancar, pasien terpasang selang kateter, jumlah urin setelah operasi
sampai dilakukan pengkajian sebanyak 1500cc.
d. Pola latihan dan aktifitas
Selama hamil dan sebelum melahirkan pasien masih bisa melakukan
aktifitas secara mandiri.
Setelah melahirkan dan post SC pasien mengalami gangguan dalam
beraktifitas dan memerlukan bantuan dari suami dan keluarga, untuk
miring kanan dan miring kiri, belajar duduk dan berjalan.
e. Pola persepsi dan kognitif
Pasien tidak mengalami gangguan pola persepsi kognitif. Fungsi
penglihatan, pendengaran, perasa, dan pembau masih normal. Daya
ingat pasien masih normal, orientasi terhadap waktu, tempat dan benda
masih bagus.
f. Pola istirahat dan tidur
Selama hamil dan sebelum melahirkan pasien tidur selama 7 – 8 jam
sehari, Setelah melahirkan dan post SC pasien hanya tidur 4-5 jam sehari.
g. Konsep diri dan persepsi diri
Pasien tidak mengalami gangguan konsep diri. Pasien sangat senang
dengan kelahiran bayinya, setelah memiliki anak pasien merasa menjadi
wanita sempurna.
h. Pola peran dan hubungan
Hubungan pasien dengan suami dan keluarga baik. Hubungan dengan
lingkungan sekitar juga baik.
i. Pola reproduksi
Klien mengatakan tidak ada gangguan pada alat reproduksinya. Pola
menstruasi juga lancar dan normal. Pasien mengatakan ASInya keluar
tetapi baru sedikit dan pasien belum mengetahui tentang ASI esklusif.
j. Pola pertahanan diri
Bila ada masalah pasien terbiasa memecahkan masalah dengan
berdiskusi dengan keluarga, dan setelah pasien menikah untuk
memecahkan masalah pasien berdiskusi dengan suami. Orang yang
paling dekat dengan pasien adalah suami.
k. Pola keyakinan
Pasien merupakan pemeluk agama islam yang taat menjalankan ibadah.
Pasien selalu berdoa untuk kemudahan persalinannya dan diberikan
kesehatan agar cepat pulang dan tidak masuk rumah sakit lagi.

12. Pemeriksaan Fisik


a. Kesadaran : composmentis
b. Tanda-tanda vital
- TD : 110/80 mmHg nilai normal 120/80-130/90 mmHg
- N : 84x/menit nilai normal 60-100x/menit
- RR : 20x/m nilai normal 18-24x/menit
- Suhu : 36,2°C nilai normal 36-37ºC
c. Rambut: bersih, warna hitam, tidak rontok, tidak ada ketombe, panjang
sebahu.
d. Muka : tidak ada oedema, tidak ada luka.
e. Mata : konjungtiva merah dan lembab, tidak ada perdarahan kapiler
pada sklera, tidak ikterik
f. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan pembesaran kelenjar
tiroid.
g. Mamae: masih teraba lunak, menonjol, areola hiperpigmentasi,
kolostrom sudah keluar, ASI keluar tetapi sedikit hanya 1 tetes.
h. Abdomen : ada striae, ada linea ligra, ada luka post SC ± 12 cm sebanyak
10 jahitan.
i. Uterus : TFU 2 jari dibawah pusat, letak senter, kontraksi baik.
j. Perineum : tidak ada ruptur, tidak ada tanda-tanda REEDA.
k. Lochea : rubra, jumlah ± 85 cc, bau khas darah darah, ada bekuan
sedikit-sedikit.
l. Rektum : tidak ada hemoroid.
m. Ekstremitas : tidak ada edema pada ekstermitas bawah atau atas.
n. Genetalia : bersih, tidak ada kelainan pada alat genetalia.
13. Data penunjang
Hasil pemeriksaan laboratorium
Hematologi Hasil Satuan Normal

Darah Rutin

Leokosit 15,5 10^3/ul 3.6-11,0

Trombosit 190 Ribu/ul 150-440

Hemoglobin 10,1 g/dl 11.7-15.5

Hematokrit 30,4 % 33-45

HBSAG Nonreaktif (-)

14. Terapi

Oral Injeksi
Cefadroxil 3x500 mg RL 20 tpm
Metilergometrin 3x1 Cefotaxime 2x1
SF 1x1 Metargin 1x1
Kaltrofen supp 2x1

15. Analisa Data


Data fokus Masalah Etiologi

Ds :klien mengatakan nyeri pada bagian Nyeri Akut terputusnya


perut yang dioperasi kontinuitas
P : Nyeri pada luka post SC jaringan sekunder
bertambah saat bergerak. akibat tindakan
Q : Nyeri seperti ditusuk-tusuk. SC.
R : Di abdomen (antara pusat
dan simfisis).
S : Skala nyeri 7 dari 1-10
T : hilang timbul
Do :
- Klien tampak meringis
kesakitan apabila bergerak
menahan nyeri
- TD : 110/80 mmhg
- N : 84 x/menit
- RR : 20x/menit
- Suhu : 36,2ºc
- Klien merasa kurang nyaman
- Klien terlihat lemah

Ds : Klien mengatakan badannya masih Intoleransi aktifitas Mobilisasi yang


terasa lemas mau miring kiri dan bertahap
kanan tetapi jaitan terasa nyeri
Do :
- Klien tampak lemah
- Aktivitas klien tampak dibantu
oleh suaminya
- Miring kanan kiri dibantu
Ds :- klien mengatakan ASInya sudah Kurangnya tingkat Kurang terpapar
keluar tetapi sedikit pengetahuan tentang informasi terkait
-Klien mengatakan belum ASI esklusif pemberian ASI
mengetahui tentang pentingnya esklusif
ASI esklusif
Do :-Asi keluar sedikit 1 tetes
-Klien tampak ingin tahu tentang
ASI klien
-primipara (melahirkan pertama)

16. Diagnosa Keperawatan


a. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan
sekunder akibat tindakan SC
b. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan mobilisasi yang bertahap
c. Kurangnya tingkat pengetahuan tentang ASI esklusif berhubungan
dengan kurang terpapar informasi terkait pemberian ASI esklusif

17. Intervensi Keperawatan


Hari Diagnosa Tujuan/ kriteria hasil Intervensi Ttd
tanggal
Kamis, 10 Dx1 Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji skala nyeri pasien Arip
September keperawatan selama 1x5 2. Monitor tanda-tanda vital
jam diharapkan nyeri klien 3. Ajarkan teknik relaksasi
2015
terkontrol dengan KH : dan distraksi
Klien dapat mengontrol
nyeri.
Kamis, 10 Dx 2 Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji kebutuhan akan Arip
keperawatan selama 1x24 bantuan pelayanan
September
jam klien dapat memahami kesehatan kepada pasien
2015 keterbatasan aktifitas yg
2. Ajarkan dan bantu kepada
boleh dan tidak untuk
dilakukan. pasien untuk latihan miring
kanan kiri
3. Monitor tanda-tanda vital
Kamis, 10 Dx 3 Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji pengetahuan klien Arip
keperawatan selama 1x30 tentang laktasi
September
menit diharapkan klien 2. Beri penyuluhan kesehatan
2015 dapat memahami tentang
tentang pentingnya ASI
pentingnya ASI esklusif
bagi bayi esklusif bagi bayi
3. Berikan pengetahuan
tentang makanan yang
harus dikonsumsi

18. Implementasi Hari Pertama


Hari Diagnosa Implementasi Respon Pasien Ttd
tanggal
Kamis, 10 Dx1 1. Mengkaji skala nyeri Ds : klien mengatakan nyeri Arip
pada bagian perut yang
September pasien
dioperasi
2015 P : Nyeri pada luka post
SC dan bertambah
saat bergerak.
Q : Nyeri seperti ditusuk-
tusuk.
R : bagian abdomen
(antara pusat dan
simfisis).
S : Skala nyeri 7 dari 1-
10
T : hilang timbul

Do : Klien tampak meringis


kesakitan
Klien tampak tidak
nyaman dan lemah

Ds :-
2. Memonitor tanda-tanda Do : - Td : 110/80 mmhg
- N : 84x/m
vital
- S : 36,2°C
- RR : 20x/menit

Ds : klien mengatakan lebih


rileks
3. Mengajarkan teknik Do : klien tampak lebih nyaman
relaksasi dan distraksi
Kamis, 10 Dx2 1. Mengkaji kebutuhan Ds : klien mengatakan Arip
September akan bantuan pelayanan aktifitasnya dibantu oleh
2015 kesehatan kepada suami karena masih nyeri
pasien bila digerakan
Do : aktifitas klien tampak
dibantu

2. Mengajarkan dan
Ds: klien kooperatif
membantu pasien untuk
Do : klien mulai berlatih miring
miring kanan kiri
kanan kiri

3. Memonitor tanda-tanda
Ds : klien kooperatif
vital
Do : Td : 110/80 mmhg
- N : 84x/m
- S : 36,2ºC
- RR : 20x/menit

Kamis, 10 Dx3 1. Mengkaji pengetahuan Ds : klien mengatakan belum Arip


September klien tentang laktasi mengetahui mengenai
2015 pentingnya ASI esklusif
untuk bayi
Do : klien tampak ingin tau

2. Memberikan
Ds: klien mengatakan sudah
penyuluhan kesehatan
mengerti tentang
tentang pentingnya ASI
pentingnya ASI esklusif
esklusif untuk bayi
Do : klien kooperatif

Ds : klien mengatakan mau


3. Memberikan
makan sayur, minum susu
pengetahuan tentang
dan banyak minum air
makanan yang harus
Do : klien kooperatif
dikonsumsi
Implementasi Hari Kedua
Hari Diagnosa Implementasi Respon Pasien Ttd
tanggal
Jumat, 11 Dx1 1. Mengkaji skala nyeri Ds : klien mengatakan maih Arip
merasakan nyeri pada
September pasien
bagian perut yang
2015 dioperasi
P : Nyeri pada luka
post SC dan makin
bertambah saat
bergerak.
Q : Nyeri seperti ditusuk-
tusuk.
R : bagian abdomen
(antara pusat dan
simfisis).
S : Skala nyeri 6 dari
1-10.
T : hilang timbul

Do : Klien tampak gelisah dan


meringis dan selalu
memegang perutnya

2. Memonitor tanda-tanda Ds :klien mengatakan bersedia


Do : - Td : 120/80 mmhg
vital - N : 80x/m
- S : 36,5°C
- RR : 20x/menit

3. Mengajarkan teknik Ds : klien mengatakan lebih


relaksasi dan distraksi rileks
Do : klien tampak lebih
nyaman

Jumat, 11 Dx2 1. Mengkaji kebutuhan Ds : klien mengatakan Arip


September akan bantuan pelayanan aktifitasnya masih
2015 kesehatan kepada pasien dibantu oleh suaminya
karna masih terasa nyeri
saat digerakan
Do : aktivitas klien tampak
dibantu suaminya
2. Mengajarkan dan Ds: klien kooperatif
membantu pasien untuk Do : klien mulai berlatih
belajar duduk duduk dengan cara miring
terlebih dahulu

Ds : klien kooperatif
3. Memonitor tanda-tanda
Do : Td : 120/80 mmhg
vital - N : 80x/m
- S : 36,5°C
- RR : 20x/menit
Jumat, 11 Dx3 1. Mengkaji pengetahuan Ds : klien mengatakan sudah Arip
September klien tentang laktasi mengetahui tentang
2015 pentingnya ASI esklusif
untuk bayi
Do : klien kooperatif

2. Memberikan
Ds: klien mengatakan sudah
penyuluhan kesehatan
mengerti tentang
tentang pentingnya ASI
pentingnya ASI esklusif
esklusif untuk bayi
Do : klien kooperatif

3. Memberikan
Ds : klien mengatakan mau
pengetahuan tentang
makan sayur, minum susu
makanan yang harus
dan minum air yang
dikonsumsi
banyak
Do : klien kooperatif
Evaluasi Hari Pertama
Hari Diagnosa Evaluasi Ttd
Tanggal
Kamis, 10 Dx1 S : klien mengatakan nyeri pada bagian perut yang Arip
dioperasi
September
P : Nyeri pada luka post SC makin bertambah
2015 saat bergerak.
Q : Nyeri seperti ditusuk-tusuk.
R : bagian abdomen (antara pusat dan
simfisis).
S : Skala nyeri 7 dari 1-10
T : hilang timbul

O:
- Klien tampak meringis kesakitan
- Klien tampak tidak nyaman
- Td : 110/70 mmHg
- N : 84x/m
- S : 36,2ºC
- RR : 20x/m
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

Kamis, 10 Dx2 S : -Klien mengatakan aktifitasnya dibantu oleh suami Arip


September karena masih nyeri bila digerakan
O : aktivitas klien tampak dibantu suaminya
2015
Klien mulai berlatih miring kanan kiri
Td 110/70 mmHg, N 84x/menit, S 36,2ºC
RR 20x/menit
A : masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan
Kamis, 15 Dx3 S: Arip
September Klien mengatakan belum mengetahui mengenai
pentingnya ASI esklusif bagi bayi.
2015
Klien mengatakan mau makan sayur, minum susu
dan minum air putih yang banyak
D : - klien tampak kooperatif
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
Evaluasi Hari Kedua
Hari Diagnosa Evaluasi Ttd
Tanggal
Jumat, 11 Dx1 S : klien mengatakan nyeri pada bagian perut yang Arip
dioperasi berkurang
September
P : Nyeri pada luka post SC makin bertambah
2015 saat bergerak.
Q : Nyeri seperti ditusuk-tusuk.
R : Di abdomen (antara pusat dan simfisis).
S : Skala nyeri 6 dari 1-10
T : hilang timbul

O : klien tampak meringis kesakitan


- Td : 120/80 mmhg
- N : 80x/m
- S : 36,5ºC
- RR : 20x/m
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
Jumat, 11 Dx2 S : Klien mengatakan aktivitasnya masih dibantu Arip
September keluarga dan suaminya
O : klien mulai berlatih duduk
2015
TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, S 36,5ºC, RR
20x/menit
A : masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan
Jumat, 11 Dx3 S: Arip
September Klien mengatakan sudah mengetahui tentang
pentingnya ASI esklusif bagi bayi
2015
Klien mengatakan mau makan sayur, minum susu
dan minum air yang banyak

O : klien kooperatif

A : Masalah teratasi sebagian

P : Intervensi dilanjutkan