Vous êtes sur la page 1sur 2

Penganut Teori Behavioristik atau behavioris percaya pada tiga premis dasar:

1. Belajar dimanifestasikan oleh perubahan perilaku.


2. Lingkungan membentuk perilaku.
3. Prinsip-prinsip kedekatan (seberapa dekat waktunya dua peristiwa harus dibentuk untuk ikatan) dan penguatan (segala cara untuk meningkatkan kemungkinan suatu
peristiwa akan berulang) sangat penting untuk menjelaskan proses pembelajaran.

Adapun penerapan teori belajar Behavioristik dalam pembelajaran berdasarkan teorinya adalah sebagai berikut;

1. Menentukan tujuan dan indikator pembelajaran.


2. Menganalisis lingkungan belajar dan mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik.
3. Menentukan materi pembelajaran.
4. Menguraikan materi pembelajaran menjadi bagian-bagian, meliputi topik, pokok bahasan, sub-pokok bahasan dan seterusnya.
5. Menyajikan pembelajaran.
6. Memberi stimulus kepada peseta didik.
7. Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan peserta didik.
8. Memberikan penguatan baik yang positif maupun negatif.
9. Memberi stimulasi ulang.
10. Mengamati dan mengkaji respons dari peserta didik.
11. Memberi penguatan.
12. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik.

Model-Model Pembelajaran yang berlandasakan teori kontruktivisme diantaranya adalah :

1. Model Pembelajaran Reasoning dan Problem Solving


2. Model Pembelajaran Problem-Based instruction
3. Model Pembelajaran Perubahan Konseptual
4. Model Pembelajaran Grup Investigation
5. Model Pembelajaran Inquiri