Vous êtes sur la page 1sur 7

ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN

JOHN F. KENNEDY BERBASIS PADA MBTI DAN

PRESIDENTIAL CHARACTER

Diajukan sebagai persyaratan untuk memenuhi Tugas

Mata Kuliah Psikologi Politik dan Propaganda Semester Ganjil 2014/2015

oleh

CORNELIA LAKSMI DEWI SUPAMA 2012330153

Program S-1

Jurusan Hubungan Internasional

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

BANDUNG

2014
PENDAHULUAN

Perpaduan antara ilmu psikologi dan ilmu politik memunculkan ilmu baru yang dikenal
dengan psikologi politik. Dalam hal ini, dapat dipahami sejauh mana tipe kepemimpinan
seseorang dapat mempengaruhi proses pengambilan kebijakan politik yang dilakukannya.
Seorang pemimpin tak akan terlepas dari gaya kepemimpinan yang dibawanya. Tak jarang juga
banyak pemimpin dunia yang memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Pemimpin
adalah sosok yang bertugas untuk memandu, mengkomandokan, dan membimbing anggotanya
demi mencapai tujuan bersama. Paper ini akan menjelaskan bagaimana sosok John Fitzgerald
Kennedy (yang untuk selanjutnya akan disebut sebagai JFK) memimpin rakyat Amerika
Serikat pada era Perang Dingin, sebuah momen penting dalam dunia internasional yang sangat
menentukan nasib Amerika Serikat dan seluruh dunia. Fenomena internasional ini melibatkan
dua negara adidaya yang memberikan pengaruh signifikan terhadap negara-negara lain. Selama
masa jabatannya, JFK banyak mengambil alih peristiwa-peristiwa penting seperti invasi Teluk
Babi yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Kuba, krisis misil Kuba yang berbenturan
dengan Fidel Castro, dan juga perang Vietnam. Banyak sekali kesimpulan yang dapat ditarik
untuk menganalisa gaya kepemimpinan Presiden Amerika Serikat ke 35 ini dari kebijakan-
kebijakan yang diterapkannya selama era tersebut.

SELAYANG PANDANG MASA KEPEMIMPINAN JFK

John F. Kennedy mulai menjabat dari tahun 1961 hingga tahun 1963. Beliau bertekad
untuk mengembalikan kehormatan dan kekuasaan Amerika Serikat yang sempat terkikis
selama pemerintahan Dwight Eisenhower pada periode sebelumnya dan juga untuk
menghentikan ekspansi Uni Soviet. Kebanyakan dari kebijakan JFK bertujuan untuk menarik
“sekutu” baru dari negara-negara non-blok, namun seringkali hal tersebut justru membuat
posisi Amerika Serikat sering terlibat konflik intens dengan Uni Soviet yang sempat berujung
kearah perang nuklir. Pelaksanaan kebijakan luar negeri JFK tidak cukup hidup sampai dengan
retorika inagurasinya yang berbunyi:
“Let every nation know, whether it wishes us well or ill, that we shall pay any price, bear any
burden, meet any hardship, support any friend, oppose any foe, in order to assure the survival
and the success of liberty.”1

Dalam kurun waktu jabatan yang singkat tersebut, beliau sudah membuat banyak sekali
kebijakan luar negeri yang berurusan dengan peristiwa-peristiwa besar yang ada dalam sejarah
dunia. Peristiwa pertama yang mengawali karir JFK sebagai Presiden Amerika Serikat ke 35
adalah invasi Teluk Babi yang berfokus di Pantai Play Giron yang terletak di daerah Kuba
Selatan.2 Proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh JFK terkait dengan kasus ini
sangat hati-hati. Beliau benar-benar memikirkan secara detail dalam rapat kerjanya untuk
menentukan arah invasi ini apakah akan dilakukan atau dibatalkan. Proses panjang nan rumit
pun telah dilakukan oleh JFK dan para penasehatnya, termasuk diantaranya adalah Menteri
Luar Negeri, Direktur CIA, Menteri Pertahanan, dan sekian pejabat negara lainnya, namun
pada akhirnya hasil yang didapat adalah unanimity dimana semu aktor yang ikut berperan
dalam pengambilan keputusan tersebut mencapai hasil seragam untuk menginvasi Teluk Babi.
Kegagalan dari invasi inipun menorehkan sejarah hitam dalam masa kepemimpinan JFK.

Hal yang kedua yang menjadi salah satu akibat dari Perang Dingin dengan Uni Soviet
adalah peluncuran manusia pertama ke bulan. Hal ini terkait dengan persaingan ideologi dan
terutama teknologi dengan Uni Soviet. Pada awalnya, JFK hendak mengusung kerjasama
dengan Uni Soviet terkait misi ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan akan sangat besar
sehingga partisipasi Uni Soviet akan sangat membantu keberhasilan proyek ini. Kennedy
sendiri mengakui bahwa meskipun di daratan (bumi), kondisi Amerika Serikat dan Uni Soviet
sedang bersitegang, maka angkasa luar akan menjadi ruang yang terbuka untuk kedua negara
supaya bisa memulai kerjasama.3 Walaupun pada akhirnya Uni Soviet juga berhasil
meluncurkan misinya untuk mendaratkan seorang manusia di bulan, pencapaian Amerika
Serikat ini merupakan sebuah manifestasi yang berhasil dari cita-cita JFK yang sempat tidak
dilakukan oleh pendahulunya, Eisenhower, untuk mendaratkan manusia di bulan dan

1
“Kennedy’s Foriegn Policy”, US Department of State : Office of the Historian,
https://history.state.gov/departmenthistory/short-history/jfk-foreignpolicy terakhir diakses pada
tanggal 6 September 2014 pukul 22:52
2
“The Bay of Pigs”, John F. Kennedy Presidential Library and Museum,
http://www.jfklibrary.org/JFK/JFK-in-History/The-Bay-of-Pigs.aspx terakhir diakses pada tanggal 6
September 2014 pukul 22:20
3
“Kennedy Proposed Joint Mission to the Moon”, THE HISTORY, http://www.history.com/this-day-
in-history/kennedy-proposes-joint-mission-to-the-moon terakhir diakses pada tanggal 6 September
2014 pukul 23:40
mengembalikannya dengan selamat ke Bumi. Mampu mewujudkan sesuatu yang ada dalam
pikiran menjadi sebuah karya nyata, misi Amerika Serikat ke Bulan ini menjadi sebuah cara
untuk menerobos keterbatasan, seperti mewujudkan ide yang mustahil menjadi nyata.

Peristiwa penting berikutnya yang menjadi tonggak pemerintahan John F. Kennedy


adalah permasalahan krisis misil Kuba dengan Nikita Khruschev dari Uni Soviet. Peristiwa ini
berakhir dengan perjanjian damai setelah interaksi sengit antara Amerika Serikat dengan Uni
Soviet yang menaruh misil balistiknya di tanah Kuba. Meskipun sempat adu pendapat, JFK
berhasil untuk mengambil keputusan yang tepat sehingga tidak merugikan keduabelah pihak,
bahkan beliau sampai berbohong kepada publik mengenai penyakit flu nya. Pada akhirnya,
Nikita Khruschev setuju untuk menarik misil balistiknya yang sempat dikatakan sebagai misil
pertahanan yang ada di Kuba. Semua permasalahan ini membuahkan hasil bagi kedua negara.
Pada tahun 1963, kedua pihak dari Amerika Serikat dan juga Uni Soviet menandatangani
perjanjian The Limited Nuclear Test Ban di Moskow dimana dari pihak Amerika Serikat
ditandatangani oleh Dean Rusk selaku Menteri Luar Negeri dan dari pihak Uni Soviet oleh
Andrei Gromyko.4 Pada akhirnya, hal inipun menandai selesainya masa-masa penting yang
dipegang oleh JFK selama masa jabatannya dikarenakan pada tahun yang sama, beliau
ditembak ketika sedang melakukan kunjungan ke Dallas untuk kampanye re-eleksi presiden
menggunakan mobil terbuka.

ANALISIS MBTI DAN PRESIDENTIAL CHARACTER

Menurut Myers-Briggs Type Indicator atau biasa disingkat MBTI, ada 4 tipe psikologi
yang mampu mempengaruhi seseorang tentang bagaimana pandangannya terhadap dunia dan
bagaimana mereka membuat keputusan. John F. Kennedy tergolong dalam kategori INTJ yang
berarti Introverted, Intuitive, Thinking, dan Judging. Keempat aspek tersebut dapat dijabarkan
sebagai berikut; aspek pertama yang dikategorikan menjadi introverted dan extroverted
merupakan aspek yang menunjukkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan sesamanya,
dalam hal ini, JFK tergolong dalam kategori introverted. Mungkin memang sekilas beliau
tampak seperti orang yang berkepribadian terbuka, namun ditunjukkan dalam diskusi
penyelesaian kasus krisis misil Kuba, ketika beliau dihadapkan dengan bencana yang akan

4
“Nuclear Test Ban Treaty”, John F. Kennedy Presidential Library and Museum,
http://www.jfklibrary.org/JFK/JFK-in-History/Nuclear-Test-Ban-Treaty.aspx?p=3 terakhir diakses
pada tanggal 6 September 2014 pukul 23:45
datang dan kemungkinan akan terjadinya perang nuklir, JFK menempatkan kepercayaan yang
besar kepada penasihat khusus Kelly O’Donnell dan saudaranya, Bobby, bukan mendikte jalan
yang harus diambilnya dalam kurun waktu beberapa hari kemudian, meskipun pada akhirnya
yang mengambil keputusan adalah beliau sendiri dan memang kemampuan JFK untuk
mengeksplorasi peluang tidak dapat diragukan, namun beliau membiarkan sekian orang masuk
untuk membantu beliau dalam mengambil keputusan bersama. Di depan publik, JFK banyak
sekali menunjukkan sifat-sifat keterbukaannya, misalkan ketika beliau memberikan pidato di
Universitas Rice untuk memberikan motivasi kepada masyarakat Amerika bahwa AS tidak
akan kalah dalam perlombaan luar angkasanya dengan Uni Soviet mengenai pendaratan
manusia ke bulan.

Aspek yang kedua dalam pengkategorian MBTI ini adalah intuitive dan observant atau
sensing and intuition. Aspek ini berfokus kepada bagaimana seseorang yang bersangkutan
memandang dunia. Dalam konteks ini, JFK adalah seseorang yang lebih condong ke intuitive
karena beliau melihat segala prospek dan kemungkinan yang akan terjadi ketimbang meneliti
segala sesuatunya dari detail dahulu. Hal ini dibuktikan dengan peristiwa peluncuran misi ke
bulan yang dinamai program Apollo. Sebelumnya JFK berdiskusi dulu dengan Webb, Wiesner,
dan penasehat-penasehat lain terkait misi ini. Beliau sangat kokoh menyatakan bahwa AS
seharusnya menaruh perhatian paling utama dalam misi ini karena tidak peduli Uni Soviet
mendahului pendaratan ke bulan tersebut selama beberapat detik saja, AS akan selalu menjadi
nomor dua dalam peristiwa bersejarah ini nantinya, hal ini dibeberkan dalam rekaman suara
tanggal 21 November 1962 di White House.5 JFK ketika itu tidak peduli akan berapa banyak
pengeluaran yang bisa dikeluarkan karena misi ini sebab misi ke bulan ini merupakan misi
yang akan dikerjakan oleh AS ‘sampai mati’ sejak zaman pendahulunya, Eisenhower.

Aspek ketiga berdasarkan MBTI yaitu feeling and thinking berdasarkan kepada
bagaimana seseorang mengambil keputusan dan bagaimana mengatasi emosi. JFK merupakan
sosok yang pemikir/thinker. Karena ciri-ciri dari aspek think ini diantaranya adalah mengikuti
pikirannya sendiri, fokus akan objektivitas dan juga rasionalitas, serta tidak sensitif. Masih
menggunakan kasus yang sama mengenai misi pendaratan ke bulan. Ketika berdiskusi hebat
dengan James Webb, Robert Seamans, Hugh Dryden, dan Jerome Wiesner, JFK
menanggapinya dengan santai dan tidak cepat emosi ketika James Webb mengatakan bahwa

5
“Fly Me to The Moon”, MILLER CENTER, http://millercenter.org/presidentialclassroom/exhibits/fly-
me-to-the-moon terakhir diakses pada tanggal 7 September 2014 pukul 19:22
tindakan peluncuran misi ini akan mengundang kemunduran dukungan dari kaum akademisi
di laboratorium dan ahli ilmu alam.6 JFK juga menggunakan pendekatan rasional dalam
menyelesaikan kasus krisis misil Kuba, seperti yang telah penulis jabarkan pada bagian masa
kepemimpinan JFK.

Aspek yang terakhir menunjukkan pendekatan seseorang terkait dengan pengambilan


keputusan dan strategi yang akan digunakan serta perencanaannya, yaitu judging and
prospecting/perception. JFK termasuk dalam kategori judging karena beliau kurang bisa
berimprovisasi mengenai pilihan-pilihan yang sedang dibuatnya, dan juga mempunyai tenggat
waktu yang jelas dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah, ketika krisis misil Kuba,
beliau membentuk ExComm (Executive Committe) yang merupakan sebuah badan khusus
yang mengatur permasalahan ini. Beliau juga menentukan saat yang tepat untuk memberikan
foto bukti misil balistik yang ada di Kuba dan dalam kondisi aktif untuk diperlihatkan kepada
Andrei Grymko saat sedang sidang bersama anggota-anggota PBB.

Selain analisis menggunakan prinsip MBTI, James Barber juga menyuguhkan beberapa
analisis untuk memahami presidential character seseorang. JFK dalam kategori ini termasuk
kedalam golongan yang aktif-positif karena ciri-ciri dari golongan ini adalah menyenangi
pekerjaannya dan akan selalu mencari hasil. Seperti yang kita tahu, JFK sangat berambisi untuk
memajukan hak-hak sipil dimana intinya adalah untuk menyetarakan hal kaum Afrika-Amerika
yang tinggal di AS, dan pada akhirnya terbentuklah Civil Rights Act yang belum sempat
ditandatangani oleh beliau karena insiden penembakan dirinya di Dallas.

PENUTUP

Berdasarkan analisis MBTI, John F. Kennedy termasuk kedalam tipe INTJ. Hal ini
dikarenakan beliau adalah sosok yang meskipun didepan publik bersikap terbuka dan pandai
bergaul, namun beliau sendiri mengakui bahwa dirinya adalah introvert dan alasan-alasan
beliau sudah dikemukakan oleh penulis sebelumnya. Beliau juga merupakan tipe orang yang
melihat segala sesuatu as a whole system terlebih dahulu ketimbang melihat secara detail.
Selanjutnya, JFK juga merupakan sosok yang pemikir dan tidak mudah sensitif. Jelas saja,
beliau hidup diantara era 2 perang dunia, lalu beliau menjabat sebagai presiden ketika situasi
dunia sedang genting dan tidak stabil karena Perang Dingin dengan Uni Soviet. Beliau
melakukan tugasnya dengan baik, bahkan beliau memanifestasikan ambisi besar Amerika

6
Ibid. terakhir diakses tanggal 7 September 2014 pukul 19:50
Serikat untuk meluncurkan misi pendaratan manusia ke bulan sebelum Uni Soviet, sehingga
Neil Amstrong yang menjadi manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan. Beliau pun
merupakan seseorang yang membuat keputusan dengan strict dan terikat tenggat. Hal ini
mungkin dikarenakan oleh faktor lingkungan yang mendesak beliau untuk melakukan dan
membuat segala keputusan dengan teroganisir dan tepat. Adapun berdasarkan analisis
presidential character oleh James Barber, JFK tergolong kedalam seorang presiden yang aktif-
positif. Hal ini yang menyebabkan kadangkala JFK tersandung akan keputusan yang tidak
rasional, maka dari itu beliau membutuhkan orang-orang terpercaya yang selalu ada
disampingnya untuk memandu beliau dan mendukungnya membuat sebuah kebijakan yang
rasional seperti contohnya ketika krisis misil Kuba, adapun kebijakan yang tidak rasional
sempat diambilnya ketika insiden Teluk Babi.

BIBLIOGRAFI

“Kennedy’s Foriegn Policy”, US Department of State : Office of the Historian,


https://history.state.gov/departmenthistory/short-history/jfk-foreignpolicy terakhir diakses
pada tanggal 6 September 2014 pukul 22:52
“The Bay of Pigs”, John F. Kennedy Presidential Library and Museum,
http://www.jfklibrary.org/JFK/JFK-in-History/The-Bay-of-Pigs.aspx terakhir diakses pada
tanggal 6 September 2014 pukul 22:20
“Kennedy Proposed Joint Mission to the Moon”, THE HISTORY,
http://www.history.com/this-day-in-history/kennedy-proposes-joint-mission-to-the-moon
terakhir diakses pada tanggal 6 September 2014 pukul 23:40
“Nuclear Test Ban Treaty”, John F. Kennedy Presidential Library and Museum,
http://www.jfklibrary.org/JFK/JFK-in-History/Nuclear-Test-Ban-Treaty.aspx?p=3 terakhir
diakses pada tanggal 6 September 2014 pukul 23:45
“Fly Me to The Moon”, MILLER CENTER,
http://millercenter.org/presidentialclassroom/exhibits/fly-me-to-the-moon terakhir diakses
pada tanggal 7 September 2014 pukul 19:22