Vous êtes sur la page 1sur 1
BAB 1 PENDAHULUAN A. Pendahuluan Malaria merupakan penyakit parasit tropis yang penting di dunia, dan masih menjadi masalah kesehatan utama. Diperkirakan 41% penduduk dunia bermukim di daerah berisiko tinggi terinfeksi penyakit malaria terutama di negara tropis dan subtropis. Angka kejadian malaria 350 - 500 juta kasus setiap tahun, dengan kematian lebih dari 1,1 juta, mayoritas kematian terjadi pada ibu hamil dan anak usia kurang dari 5 tahun. Malaria merupakan penyebab kematian nomor 4 di dunia setelah infeksi saluran pernapasan, HIV/ AIDS dan diare. Diperkirakan 35 % penduduk Indonesia tinggal di daerah yang berisiko tertular malaria. Di Indonesia terdapat 15 juta kasus malaria setiap tahun dan 30.000 diantaranya meninggal dunia. Dari 293 kabupaten / kota di Indonesia, 167 kabupaten / kota merupakan wilayah endemis malaria. Daerah dengan kasus klinis tinggi dilaporkan dari wilayah timur Indonesia, seperti Propinsi Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara. Kawasan lain di Indonesia yang angka malaria dilaporkan juga masih cukup tinggi adalah Propinsi Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bengkuludan Riau Sejumlah penelitian yang telah dilakukan menunjukkan perubahan iklim global seperti siklus EL Nino yang terjadi pada tahun 1997-1998 berpengaruh terhadap perubahan resiko penularan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti malaria, dengue dan penyakit-penyakit arbovirus lainnya. Penularan malaria sangat sensitif terhadap variasi perubahan iklim. Di daerah-daerah non endemis atau unstable malaria, masyarakatnya tidak atau kurang mempunyai immunitas sebagai proteksi terhadap penularan penyakit, sehingga kejadian lwar biasa atau epidemi mungkin terjadi apabila keadaan iklim mendukung proses 18-02-19