Vous êtes sur la page 1sur 8

Blue print skala loneliness (UCLA LS)

ASPEK INDIKATOR Favorable Unfavorable

Trait loneliness Tidak memiliki minat terhadap

sesuatu, pemalu, merasa tidak

memiliki teman, pendiam dan tidak

bersahabat

1, 7, 9, 11 4, 13, 15, 18

Social

desirability

loneliness

Tidak bisa dekat dengan orang lain,

tidak memiliki sahabat, merasa

bukan bagian dari kelompok dan


tidak memiliki pendapat yang sama

dengan orang lain

5, 20 2, 10, 14, 16

Depression

loneliness

Merasa dikucilkan, kesepian,

perasaan ditinggalkan oleh temanteman dan tidak memiliki hubungan

yang berarti dengan orang lain

3, 6, 8, 12,

17

19

TOTAL 20
2.3.2 Aspek-aspek loneliness

Menurut Russell dalam UCLA Loneliness Scale (1996), loneliness didasari pada

tiga aspek yaitu:

1. Trait loneliness yaitu adanya pola yang lebih stabil dari perasaan kesepian

yang terkadang berubah dalam situasi tertentu, atau individu yang

mengalami kesepian karena disebabkan kepribadian mereka. Kepribadian

yang dimaksud adalah seseorang yang memiliki kepercayaan yang kurang

dan ketakutan akan orang asing.

2. Social desirability loneliness yaitu kesepian yang terjadi karena individu

tidak mendapatkan kehidupan sosial yang diinginkan pada kehidupan

dilingkungannya.

3. Depression loneliness yaitu kesepian yang terjadi merupakan salah satu

gangguan alam perasaan seperti perasaan sedih, murung, tidak bersemangat,


merasa tidak berharga dan berpusat pada kegagalan yang dialami oleh

individu.

2.3. Loneliness

2.3.1 Pengertian loneliness

Loneliness menurut Perlman dan Peplau (1982) merupakan pengalaman tidak

menyenangkan yang terjadi ketika jaringan seseorang hubungan sosial

kekurangan dalam beberapa cara penting, baik secara kuantitatif maupun kualitatif; dan meskipun
kesepian terkadang mencapai proporsi patologis, kita

kebanyakan peduli dengan rentang kesepian "normal" di kalangan masyarakat

umum. Dalam definisi ini ada tiga poin umum untuk diperhatikan, yang juga

dimiliki oleh definisi lain yang telah ditawarkan: pertama, hasil kesepian dari

kekurangan dalam hubungan sosial orang tersebut; kedua, kesepian merupakan


fenomena subjektif (itu tidak selalu identik dengan isolasi obyektif, sehingga

orang bisa sendirian tanpa kesepian); ketiga, kesepian merupakan perasaan tidak

menyenangkan dan menyedihkan.

Loneliness menurut de Jong-Gierveld (dalam Peplau & Perlman 1982)

merupakan pengalaman kegagalan antara kenyataan dan keinginan hubungan

interpersonal sebagai pengalaman tidak menyenangkan atau tidak dapat diterima,

terutama ketika seseorang merasakan ketidakmampuan pribadi untuk

mewujudkan hubungan interpersonal yang diinginkan dalam jangka waktu yang

wajar.

Cacioppo, Hawkley dan Berntson (2003) mendefinisikan loneliness sebagai

pengalaman menyedihkan yang terjadi ketika hubungan sosial seseorang yang

dianggap kurang dalam kuantitas, terutama dalam kualitas, dari yang diinginkan.

Loneliness dikaitkan dengan gejala depresi, dukungan sosial yang buruk,


neurotisisme, dan introversi.

Russell dan Pearlman (dalam Anderson, 2004) mendefinisikan Loneliness

sebagai pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi ketika jaringan seseorang

hubungan sosial kekurangan dalam beberapa cara penting, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Kesepian bisa ringan dan cepat berlalu tetapi juga dapat

menjadi bertahan, pengalaman yang menyedihkan. Russell (1996) menggambarkan loneliness sebagai
adanya pola yang lebih

stabil dari perasaan kesepian yang terkadang berubah dalam situasi tertentu, atau

individu yang mengalami kesepian karena disebabkan kepribadian mereka;

kesepian yang terjadi karena individu tidak mendapatkan kehidupan sosial yang

diinginkan pada kehidupan dilingkungannya; dan kesepian yang terjadi

merupakan salah satu gangguan alam perasaan seperti perasaan sedih, murung,

tidak bersemangat, merasa tidak berharga dan berpusat pada kegagalan yang

dialami oleh individu.


Peplau, Sears dan Freedman (1994) mendefinisikan Loneliness sebagai

kegelisahan subjektif yang kita rasakan pada saat hubungan sosial kita kehilangan

ciri-ciri pentingnya. Hilangnya ciri-ciri tersebut bisa bersifat kuantitatif seperti

kehilangan teman atau sesuatu yang tidak kita inginkan.

Berdasarkan pengertian yang telah dijabarkan diatas, peneliti menggunakan

pengertian Russell (1996) menggambarkan loneliness sebagai adanya pola yang

lebih stabil dari perasaan kesepian yang terkadang berubah dalam situasi tertentu,

atau individu yang mengalami kesepian karena disebabkan kepribadian mereka;

kesepian yang terjadi karena individu tidak mendapatkan kehidupan sosial yang

diinginkan pada kehidupan dilingkungannya; dan kesepian yang terjadi

merupakan salah satu gangguan alam perasaan seperti perasaan sedih, murung,

tidak bersemangat, merasa tidak berharga dan berpusat pada kegagalan yang
dialami oleh individu.