Vous êtes sur la page 1sur 4

Analisis Sosial, Sebuah Pisau Bedah i

Oleh

Adi Hardianto Nugroho ii

ANALISIS SOSIAL (ansos) merupakan alat dasar dan alat bantu kita untuk menempatkan sekaligus
memahami suatu masalah. Cakupan ansos meliputi rentang waktu (historis), struktur (kondisi sosial),
dan kaitan nilai di lingkungan sosial.

Ilmu analisis sosial tidak dipelajari secara linier. Berbagai masalah sosial bisa ditafsirkan
dengan menghubungkan dengan struktur sosial, aktor, relasi dan kepentingan yang berdekatan
dengan apa yang kita alami sehari-hari. Masalah sosial yang akan ditangani dan diselesaikan:
mensyaratkan pemahaman atas masalah secara utuh.

Kenapa Ansos ?

Ansos berfungsi untuk menangkap sekaligus mengintrepretasikan persoalan penting (kunci)


yang terjadi di masyarakat. Ansos juga dapat digunakan untuk mencermati struktur di masyarakat
dengan melihat kelompok mana yang dirugikan dan diuntungkan dalam tata sistem tersebut. Ansos
juga bisa digunakan untuk mengukur keterkaitan sistem dan mekanisme yang berjalan dalam
masyarakat.

Ansos tidak akan menjelaskan realita secara pasti dan menyeluruh. Kita perlu memahami
dengan tepat dan mendalam terhadap ansos. Dalam menganalisis sebisa mungkin diupayakan untuk
memperhatikan analisis aktor dan faktor sebagai kerangka berpikir. Aktor dan faktor ini sebagai
berikut: siapa aktornya dan apa kepentingannya.

Di dalam masyarakat secara umum terdapat kelas yang terbentuk berdasarkan kekuasaan
dan keuntungan yang diperoleh. Secara umum terbagi atas dua kelompok besar yakni Kelompok
Penguasa dan Kelompok Yang Dikuasai. Dalam kelompok itu terdapat konflik kepentingan yang
tampak dan tersembunyi. Kelompok Penguasa membuat aturan sedemikian rupa untuk membatasi
gerak terutama kelompok yang dikenai kebijakan. Demikianlah terjadi ketidakadilan. Situasi
ketidakadilan ini sudah berlangsung lama karena kelompok Yang Dikuasai ini dibuat tidak sadar.

Selain memahami poin-poin diatas, analisis sosial secara sederhana bisa dilihat seperti
diagram berikut:

Kondisi Kondisi
Sosial
Sosial Yang
Sesuai
Ideal Atau Terjadi
Tidak

?
Diagram diatas menggambarkan bagaimana analisis sosial secara sederhana digambarkan.
Analisis Sosial dapat digunakan untuk memetakan kondisi sosial bertitik tolak pada gap antara
kondisi sosial yang ideal dan terbaik yang seharusnya terjadi (ideal) dibenturkan dengan kondisi
sesungguhnya (realita) di lapangan.

Analisis Sosial juga harus dilandasi atas dasar nilai dan keberpihakan pada nilai tertentu.
Analisis sosial juga harus berbasis pada pemikiran kritis dalam menilai dan memahami realitas sosial
yang terjadi. Paham kritis dan nilai yang dianut dalam hal ini memahami bahwa ada “ketimpangan
atau ketidakadilan” dalam struktur sosial masyarakat.

Dalam melakukan analisis sosial sebisa mungkin untuk memadukan antara analisis isu dan
aktor dalam analisa yang dilakukan. Siapa aktor dalam masalah yang sedang kita petakan. Kita juga
harus jeli memetakan kepentingan aktor-aktor yang berkaitan dengan relasi kekuasaan. Selain itu,
penting juga membuka sebanyak mungkin sudut pandang guna memperkaya dan memperdalam
analisis. Alangkah baiknya pula kita lebih mementingkan untuk menemukan akar masalah. Konsep
ini dapat dilihat lebih sederhana pada tabel berikut:

Dampak Masalah

Aktor Masalah Pemicu

Akar Masalah

Darimana Sumber Analis Sosial kita?

1. Bacaan Yang Kita Miliki


Buku dan sumber informasi lainnya seringkali mempengaruhi pola pikir. Ini juga
berpengaruh dalam melakukan ansos (biasanya latarbelakang keilmuan).
2. Informasi Yang Kita Peroleh
Serapan informasi menjadi bahan seseorang dalam menilai sesuatu.
3. Pengalaman
Apa yang pernah dialami seseorang kerap kali menjadi preferensi seseorang dalam
bertindak. Tiap pengalaman seringkali mempunya interpretasi yang beragam.

Langkah-langkah membedah masalah dalam Analisis Sosial

1. Rumuskan sebuah masalah dalam bentuk pertanyaan

Contoh: Mengapa minat baca mahasiswa rendah? Temukan sebab-sebabnya.


Identifikasi juga alasan dan fakta-fakta penunjang sebagai latar belakang masalah.

2. Identifikasi sebab-sebab negatif yang berkaitan langsung dari masalah.

3. Terhadap sebab-sebab yang muncul ajukan pertanyaan “benarkah?”

Untuk hal ini perlu dilakukan pengkajian dengan cara studi pustaka maupun
penggalian data melalui wawancara.

Contoh:

Masalah Sosial

Apa Sebab, Dimana Terjadi Masalah Sosial, Siapa yang berkaitan dengan Masalah Sosial yang
sedang di Analisa dsb (bisa menggunakan analisa 5W+1H)

Benarkah?

Studi Pustaka, Kajian Historis, Logis dan Empiris

Verifikasi dan klarifikasi temuan kajian melalui wawancara pihak terkait


Penutup

Metode Ansos tidak mutlak dan terbatas dengan metode seperti penjelasan diatas. Namun,
penulis berusaha berbagi langkah dan cara yang paling sederhana. Jangan menganggap metode
diatas sebagai satu-satunya cara membedah kondisi sosial yang ada. Seperti dalam judul (Analisis
Sosial, Sebuah Pisau Bedah), ini hanya salah satunya. Rajinlah membaca, perkaya wawasan, amati
lingkungan dan kembangkan analisis kawan-kawan sekalian. Mari diskusi, pikirkan dan gunakan (jika
itu perlu).

Tabik!

i
Digunakan sebagai TOR (Term Of Refrence) dalam Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) LPME ECPOSE
tahun 2019.
ii
Penulis merupakan Pimpinan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPME ECPOSE 2013 - 2014