Vous êtes sur la page 1sur 4

8.

Pencegahan Diabetes militus

Olahraga

Olahraga adalah salah satu upaya agar tubuh menjadi lebih bugar. Keluarnya keringat

membantu tubuh untuk lebih meningkatkan metabolismenya. Para penderita diabetes biasanya

memiliki metabolisme yang rendah yang dibawa dari kebiasaan sebelumnya, jadi untuk

menghindari itu perlu dibiasakan berolahraga.Olahraga yang paling aman, ringan, murah dan

paling mudah adalah berlari-lari (jogging). Walaupun hanya murah dan mudah, jogging

memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah membakar lemak dan membakar gula tubuh

yang akan mnghasilkan energi dan menurunkan gula darah. Selain itu, jogging juga memacu

jantung untuk bekerja lebih keras lagi dari biasanya.

http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/11519/2/I09dfe.pdf

Konsumsi Antioksidan

Selain berolahraga secara teratur, pola makan adalah hal yang paling utama dalam semua

pengendalian penyakit. Pola makan yang sehat, akan berdampak pada tubuh yang sehat. Salah

satu penyebab diabetes adalah karena di dalam darah terlalu banyak glukosa yang tidak bisa di

ubah lagi oleh insulin. Oleh karena itu, makanan yang baik untuk mencegah terjangkitnya

diabetes yaitu yang rendah glukosa, bukan yang bergula tinggi seperti karbohidrat. Seperti nasi,

nasi adalah makanan yang mengandung karbohidrat dengan jumlah yang sanga banyak. Dan

selain itu penduduk Indonesia sering mengonsumsi permen, dodol, gula-gula sebagai

camilannya. Itu perlu dihindari.


Konsumsi karbihidrat dan semacamnya sebenarnya diperbolehkan asal seimbang dengan

makan lain misalnya vitamin, protein dan mineral. Vitamin sangat diperlukan untuk membantu

mempercepat dan memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Vitamin banyak terdapat pada buah

dan sayuran, tetapi tidak semua buah atau sayur efektif untuk mencegah diabetes. Buah atau

sayur yang sangat berguna untuk mencegah diabetes adalah yang banyak mengandung

antioksidan.

Kondisi para penderita diabetes sebagian besar memiliki kadar antioksidan yang rendah.

Antioksidan adalah zat yang mampu menangkal radikal bebas yang dapat mengganggu sistem

metabolisme maupun mengganggu fungsi dan susunan sel di dalam tubuh. Selain itu kadar

radikal bebas di dalam tubuh yang sangat tinggi dapat memicu stres yang juga akan berdampak

pada psikologi penderita yang berakibat sangat buruk bagi metabolisme tubuh.

Buah-buahan yang banyak mengandung antioksidan diantaranya adalah jeruk, apel, nanas,

pepaya, pisang, kiwi, anggur dan buah- buahan yang berwarna menarik. Selain buah, daun-

daunan juga banyak yang kaya antioksidan misal daun kiurat, daun sambiloto, daun kumis

kucing, daun salam, daun jambu biji, batang brotowali, buah lada, dan rimpang jahe.Teh dan

kopi juga mengandung banyak antioksidan, malah lebih banyak daripada makanan dan buah-

buahan. Orang yang suka mengonsumsi teh dan kopi, lebih terjaga dan terhindar dari diabetes.

http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/8556/4/2006b26_djb.pdf

http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/6537/1/2004dor_dorly.pdf
Pencegahan Hipertiroidisme dan Tirotoksikosis

Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan adalah :

a. Memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal merubah pola perilaku makan dan

memasyarakatkan pemakaian garam yodium

b. Mengkonsumsi makanan yang merupakan sumber yodium seperti ikan laut

c. Mengkonsumsi yodium dengan cara memberikan garam beryodium setelah dimasak, tidak

dianjurkan memberikan garam sebelum memasak untuk menghindari hilangnya yodium dari

makanan

d. Iodisai air minum untuk wilayah tertentu dengan resiko tinggi. Iodisasi dilakukan dengan

yodida diberikan dalam saluran air dalam pipa, yodida yang diberikan dalam air yang mengalir,

dan penambahan yodida dalam sediaan air minum.

e. Memberikan kapsul minyak beryodium (lipiodol) pada penduduk di daerah endemik berat

dan endemik sedang. Sasaran pemberiannya adalah semua pria berusia 0-20 tahun dan wanita

0-35 tahun, termasuk wanita hamil dan menyusui yang tinggal di daerah endemis berat dan

endemis sedang. Dosis pemberiannya bervariasi sesuai umur dan kelamin.

f. Memberikan suntikan yodium dalam minyak (lipiodol 40%) diberikan 3 tahun sekali dengan

dosis untuk dewasa dan anak-anak di atas 6 tahun 1 cc dan untuk anak kurang dari 6 tahun 0,2-

0,8 cc

Darmayanti NLA, Setiawan IGB, Maliawan S. ENDEMIK GOITER. Bagian/SMF Ilmu Bedah

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.2013