Vous êtes sur la page 1sur 30

FASILITAS-FASILITAS PENUMPANG DI TERMINAL PURABAYA DAN

TERMINAL TIRTONADI
1
2
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas
Makalah Rekayasa Terminal tepat pada waktunya.
Shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang
telah membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam yang penuh dengan
ilmu pengetahuan seperti saat sekarang ini.
Dalam penyelesaian Tugas Makalah Rekayasa Terminal ini, penulis telah
banyak memperoleh petunjuk, bimbingan, bantuan, dan motivasi dari berbagai
pihak terutama dari pembimbing. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima
kasih kepada Ibu GUSTINA FITRI ST, MT. selaku dosen pembimbing yang
telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan ilmu untuk membimbing penulis
dalam menyelesaikan tugas perencanaan ini. Tidak lupa juga kepada teman-teman
yang telah banyak memberikan kritikan dan saran-saran, bantuan, motivasi, serta
doa kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Untuk itu, dengan segala kerendahan hati penulis mohon maaf jika terdapat
kekurangan ataupun kekeliruan dalam laporan ini. Penulis sangat mengharapkan
saran-saran dari berbagai pihak untuk kemajuan di masa yang akan datang.
Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, pembaca, serta
mahasiswa/i lainnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Transportasi merupakan suatu kegiatan untuk memindahkan orang dan
atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dan termasuk didalamnya sarana
dan prasarana yang digunakan untuk memindahkannya, Kebutuhan manusia
untuk dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain merupakan faktor utama
yang menyebabkan pergerakan transportasi tersebut. Terminal penumpang
merupakan prasarana yang menjadi komponen penting dalam suatu sistem
transportasi. Terminal didefinisikan sebagai titik dimana penumpang dan
barang masuk dan keluar dari sistem transportasi, Terminal juga dapat menjadi
tempat pergantian moda atau route.

Berdasarkan KM No.31 Th.1995, kondisi ideal sebuah terminal angkutan


umum harus dilengkapi dengan fasilitas didalamnya baik itu fasilitas utama atau
fasilitas penunjang, agar supaya kendaraan yang masuk ke area terminal bisa
lebih tertib dan mematuhi rambu-rambu yang telah di sediakan. Sehingga bisa
mengurangi kepadatan dan kemacetan kendaraan di luar area terminal khususnya
angkutan kota yang banyak melanggar tata tertib yang ada. Fasilitas utama dalam
sebuah terminal yaitu, jalur pemberangkatan kendaraan umum, jalur kedatangan
kendaraan umum, tempat parkir kendaraan umum, bangunan kantor terminal,
tempat tunggu penumpang, menara pengawas, loket penjualan karcis, rambu-
rambu dan papan informasi, dan pelataran parkir untuk kendaraan jenis
taksi.

Sedangkan fasilitas penunjang yaitu, kamar kecil/toilet, musholla, kantin,


ruang pengobatan, ruang informasi, telepon umum, tempat penitipan barang,
taman. Semua hal tersebut agar angkutan umum yang berada di dalam terminal
bisa lebih nyaman dalam menggunakan terminal, dengan adanya fasilitas yang
disediakan sesuai kualitas yang pemerintah tentukan.

4
Terminal Purabaya terletak di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur,
letaknya berbatasan langsung dengan Kota Sidoarjo. Terminal ini lebih popular
disebut dengan Terminal Bungurasih. Terminal ini merupakan Terminal
tersibuk di Indonesia dengan jumlah pengunjung terminal 120.000
pengunjung perhari. Terminal Purabaya merupakan Terminal tipe A dan
merupakan Terminal terbesar di Asia Tenggara.
Selain itu juga terdapat Terminal tipe A lainnya yaitu Terminal Tirtonadi
yaitu Terminal bus terbesar di Kota Surakarta. Terminal ini terletak di
kecamatan Banjarsari. Terminal ini beroperasi 24 jam karena merupakan jalur
antara yang menghubungkan angkutan bus dari Jawa Timur dan Jawa Barat.
Fasilitas-fasilitas terminal penumpang tersebut sangat penting dalam
menunjang kegiatan operasional sebuah terminal. Apabila salah satu fasilitas
penumpang tersebut tidak ada ataupun mengalami masalah maka selain
mempengaruhi kinerja dari terminal tersebut juga akan menurunkan nilai serta
kualitas dari sebuah terminal apalagi Indonesia adalah negara yang sedang
berkembang sehingga butuh daya saing dengan negara-negara berkembang
lainnya.
Sehingga, dalam makalah ini akan dibahas beberapa fasilitas-fasilitas
utama dan fasilitas-fasilitas penunjang di Terminal Purabaya dan Terminal
Tirtonadi.

1.2 Perumusan Masalah


Sesuai dengan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan bagaimana
gambaran umum beberapa fasilitas-fasilitas penumpang baik fasilitas umum
ataupun fasilitas penunjang.

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan makalah ini adalah :
 Untuk lebih memahami lebih jauh mengenai beberapa fasilitas
Terminal penumpang sehingga dapat menambah wawasan
tentang konsep sebuah Terminal ;

5
 Dapat membedakan fasilitas-fasilitas penumpang antara Terminal
Purabaya dan Terminal Tirtonadi yang sama-sama adalah Terminal
tipe A.

1.4 Batasan Masalah


Pada makalah ini hanya dibahas mengenai fasilitas-fasilitas penumpang di
Terminal Purabaya dan Terminal Tirtonadi secara garis besar.

6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tentang Terminal Bus


2.1.1 Pengertian Terminal Bus

a) Terminal bus adalah prasarana untuk angkutan jalan raya guna untuk
mengatur kedatangan pemberangkatan pangkalannya kendaraan umum
serta memuat atau menurunkan penumpang atau barang.

b) Terminal adalah tempat pengangkutan dapat berhenti dan


memuat/membongkar barang-barang.
Berdasarkan Juknis LLAJ, 1995, Terminal Transportasi adalah:

1. Merupakan simpul tempat terjadinya putus arus yang merupakan


prasarana angkutan, tempat kendaraan umum menaikan dan menurunkan
penumpang.

2. Tempat pengendalian pengawasan pengaturan dan pengoperasian sistem


arus angkutan penumpang.

3. Prasarana angkutan dan merupakan bagian dari sistem transportasi untuk


melancarkan arus angkutan penumpang.

4. Unsur tata ruang yang mempunyai peranan penting bagi efisiensi


kehidupan kota dan lingkungan.

2.1.2 Perundangan Yang Mengatur Terminal Bus

a) Surat Keputusan Bersama Menhub, Mendagri tentang pedoman


umum pembinaan terminal angkutan jalan raya tahun 1980.

b) Surat Keputusan Bersama Menhub dan Mendagri tanggal 4 Maret


1980 No. 271 tahun 1977 KM.26/HK.205/Phb.77 Tentang
Terminal dan retribusi terminal.

c)

7
2.1.3 Fungsi Terminal Bus

Dari beberapa ahli “ Edward K Morlok, 2005 dan Suwardjoko P. Warpani,


2002” dapat disimpulkan bahwa terminal bus mempunyai fungsi sebagai:
a) Terminal bagi penumpang adalah untuk kenyamanan menunggu,
kenyamanan perpindahan dari satu moda atau kendaraan lain, tempat
fasilitas-fasilitas informasi dan fasilitas kendaraan pribadi.
b) Terminal bagi pemerintah adalah segi perencanaan dan manajemen lalu
lintas untuk menata lalu lintas dan angkutan serta menghindari
kemacetan, sumber pemungutan retribusi dan sebagai pengendali
kendaraan umum.
c) Terminal bagi operator adalah untuk mengatur operasi bus, penyadiaan
fasilitas istirahat dan informasi bagi awak bus dan sebagai fasilitas
pangkalan.
d) Terminal bagi pengguna umum adalah untuk fasilitas yang mendukung
dalam suatu terminal antara lain mushola, toilet, loker tiket,
pembelanjaan, dll.

2.1.4 Jenis Terminal Bus

Berdasarkan jenis angkutan terminal bus dibedakan menjadi:

a) Terminal penumpang, adalah prasarana transportasi jalan untuk


keperluan menaikkan dan menurunkan penumpang, perpindahan intra
dan antar moda transportasi serta pengaturan kedatangan dan
pemberangkatan kendaraan umum.

b) Terminal barang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan


membongkar dan memuat barang serta perpindahan intra dan antar moda
transportasi.

8
2.1.5 Klasifikasi Terminal Bus

A. Berdasarkan peranannya di bagi menjadi:

 Terminal Primer, untuk pelayanan arus barang dan penumpang (jasa


angkutan) yang terjangkau regional (antar kota, provinsi atau antar
Negara).

 Terminal Sekunder, untuk pelayanan arus penumpang (jasa angkutan


yang bersifat lokal dan atau melengkapi kegiatan terminal primer dalam
kota).

B. Berdasarkan muatannya adalah:

 Fasilitas utama yang tersedia adalah ruang untuk penumpang dan ruang
area kendaraan.

 Kendaraan yang terlibat biasanya bus antar kota, bus antar provinsi, bus
kota, angkutan umum, taksi, dan lain sebagainya.

C. Menurut trayek jangkauan operasional moda angkutan:

 Terminal angkutan kota adalah merupakan titik temu dan titik sebar
perjalanan dalam kota.

 Terminal angkutan antar kota adalah merupakan titik temu dan titik
sebar perjalanan antar kota yang satu dengan kota yang lain.

 Terminal gabungan adalah merupakan terminal yang melayani


perpindahan perjalanan dalam kota ke perjalanan antar kota dan
sebaliknya

D. Indikator Terminal Penumpang:

a) Keamanan

Kriteria ini akan menilai sistem keamanan dari fasilitas transportasi di suatu
terminal penumpang dan meningkatkan pelayanan transportasi penumpang.

9
b) Pemeliharaan

Kriteria ini akan menilai pemeliharaan pihak terkait dalam mempertahankan


infrastruktur dan pelayanan di terminal penumpang.

c) Manajemen

Kriteria ini akan menilai bagaimana manajemen operasional terminal


penumpang dapat mendorong manajemen yang lebih baik, sehingga sistem
operasional terminal penumpang dapat lebih baik.

d) Aksesibilitas

Kriteria ini menilai bagaimana suatu terminal penumpang dapat


meningkatkan akses pelayanan bagi penumpang.
a. Sistem keterhubungan

Kriteria ini akan menilai bagaimana terminal penumpang memiliki


keterhubungan dengan terminal penumpang lainnya.
b. Realibility

Kriteria ini menilai bagaimana pemaduan transportasi terminal penumpang


dapat meningkatkan waktu tiap moda dan atau mengurangi waktu tempuh
perjalanan. Fungsi terminal penumpang menurut Morlok, 2005 adalah:
1. Memuat penumpang ke atas kendaraan transportasi dan menurunkannya.
2. Memindahkan dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya.

3. Menampung penumpang dari waktu tiba dan sampai waktu berangkat, seperti
menyediakan kenyamanan penumpang.
4. Menyimpan kendaraan dan komponen lainnya, memelihara dan menentukan
tugas selanjutnya.

5. Mengumpulkan penumpang di dalam ukuran ekonomis untuk dapat diangkut


dan menurunkannya sesudah tiba di tempat tujuan.
B. Berdasarkan fungsi terminal angkutan penumpang dibagi menjadi 3 tipe yaitu:
a. Terminal penumpang tipe A

10
Merupakan terminal penumpang yang berfungsi melayani kendaraan umum
untuk angkutan antar kota antar provinsi atau angkutan lalu lintas batas negara,
angkutan kota dan angkutan pedesaan.
b. Terminal penumpang tipe B

Merupakan terminal penumpang yang berfungsi melayani kendaraan umum


untuk angkutan antar kota dalam provinsi, angkutan kota dan angkutan
pedesaan.
c. Terminal penumpang tipe C

Merupakan terminal penumpang yang


berfungsi melayani kendaraan umum untuk
angkutan pedesaan.
C. Berdasarkan jenis angkutan

Terminal penumpang yaitu terminal untuk


menaikkan dan menurunkan penumpang. Faktor-
faktor yang perlu diperhatikan adalah:
1. Jumlah kendaraan per satuan unit.

2. Berapa lama masing-maasing kendaraan boleh


berada dalam terminal.
3. Fasilitas pelayanan yang perlu (peralatan,
papan informasi, toko, toilet, mushola, dll.)

11
2.1.6 Analisa dan Proses di Terminal Bus

Satu cara penting untuk menerangkan dan mengerti


akan terminal adalah melalui pemakaian bagan alir
proses. Bagan ini memperlihatkan kegiatan-kegiatan yang
dialami oleh penumpang, kendaraan, atau satuan lalu
lintas pada saat diproses melalui terminal. Bagian tersebut
memperlihatkan urutan kegiatan, urutan alternatif lain
yang mungkin apabila ada, dan dapat dipakai untuk
menentukan waktu yang dibutuhkan dalam proses
tersebut. Waktu yang dibutuhkan untuk memproses
penumpang dan barang yang berasal atau berhenti pada
terminal adalah perbedaan antara waktu kedatangan dan
waktu keberangkatan.

Kendaraan Kendaraan
Terminal
Penumpang atau Penumpang atau
Barang Barang

Masukan Alat Proses


Keluaran
Gambar 2.1 Alur Proses Dari Suatu
Terminal
Transportasi Sumber: Morlok, 2005

2.1.7 Perparkiran

Luas pelataran parkir terminal bus ditentukan berdasarkan


kebutuhan pada jam puncak berdasarkan:
a. Frekuensi keluar masuk kendaraan

b. Kecepatan waktu naik/turun penumpang

12
c. Kecepatan waktu bongkar/muat barang

d. Banyaknya jurusan yang perlu di tampung dalam


sistem jalur
Sistem parkir kendaraan di dalam terminal harus
ditata sedemikian rupa sehingga aman, mudah dicapai,
lancar dan tertib. Ada beberapa jenis sistem tipe dasar
pengaturan platform, teluk dan parkir adalah:
a. Membujur, dengan platform yang membujur bus
memasuki teluk pada ujung yang satu dan
berangkat pada ujung yang lain. Ada tiga jenis
yang dapat digunakan dalam pengaturan
membujur yaitu satu jalur, dua jalur, dan shallow
saw tooth.
b. Tegak lurus, teluk tegak lurus bus-bus diparkir
dengan muka menghadap ke platform, maju
memasuki teluk dan berbalik keluar. Ada beberapa
jenis teluk tegak lurus ini yaitu tegak lurus
terhadap platform dan membentuk sudut dengan
platform.
Faktor-faktor yang berpengaruh pada tempat serta cara
parkir perlu diketahui dengan baik, yaitu:
a. Luas tempat parkir serta ukuran-ukurannya.

b. Sudut parkir

c. Arah arus lalu lintas

d. Tipe parkir

e. Lebar tempat parkir

f. Drainase area parkir

g. Jarak capai jalan kaki maksimum dari tempat parker

13
h. Pemisahan antara tempat parkir kendaraan umum
(untuk menaikkan dan menurunkan penumpang,
mudah keluar masuk agar dapat menepati jadwal
perjalanan) dan kendaraan pribadi.

2.1.8 Fasilitas Terminal Penumpang Bus

Guna memperlancar kinerja ter- minal, maka di


dalam terminal bus terdapat fasilitas-fasilitas yang
disediakan bagi kepentingan pihak pengusaha moda
transportasi ( operator ), pengguna jasa ( penumpang,
pengantar, penjemput ), dan pihak pengelola (pemerintah).
Sesuai pasal 2 Bab II Keputusan Menteri Perhubungan
Republik Indonesia Nomor31 tahun 1995 tentang
Terminal Transportasi Jalan, fasilitas terminal terdiri dari
fasilitas Utama dan fasilitas Penunjang.

2.1.8.1 Fasilitas Utama


Fasilitas utama merupakan fasilitas yang
mutlak harus ada dalam terminal yaitu :

a. Area keberangkatan, adalah pelataran


atau daerah yang disediakan bagi kendaraan
angkutan penumpang umum untuk
menaikkan penumpang (loading) dan
untuk memulai perjalanan.
b. Area kedatangan, adalah pelataran atau
daerah yang disediakan bagi kendaraan
angkutan penumpang umum untuk
menurunkan penumpang ( unloading )
yang dapat pula merupakan akhir

14
perjalanan.
c. Area menunggu, adalah daerah atau
pelataran yang disediakan bagi kendaraan
angkutan penumpang umum untuk
beristirahat dan siap untuk menuju jalur
pemberangkatan.
d. Area lintas, adalah daerah atau pelataran
yang disediakan bagi kendaraan angkutan
penumpang umum untuk beristirahat
sementara dan untuk menaikkan atau
menurunkan penumpang.
e. Area tunggu, adalah daerah atau pelataran
tempat menunggu yang disediakan bagi
orang yang akan melakukan perjalanan
dengan kendaraan angkutan penumpang
umum.
f. Bangunan kantor terminal, adalah
bangunan yang biasanya berada di dalam
wilayah terminal, biasanya digabung
dengan menara pengawas yang berfungsi
sebagai tempat untuk memantau pergerakan
kenda- raan atau penumpang dari atas
menara.
g. Pos pemeriksaan KPS (Kartu
Pengawasan Setempat), ada- lah pos yang
biasanya berlokasi di pintu masuk terminal
yang berfugsi memeriksa terhadap masing-
masing angkutan umum yang memasuki
terminal.
h. Loket penjualan tiket, adalah ruangan
yang dipergukan oleh masing-masing

15
perusahaan untuk keperluan penjualan tiket
bus yang melayani perjalanan dari terminal
yang bersangkutan.
i. Rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk
informasi yang berupa petunjuk jurusan,
tarif dan jadwal perjalanan, fasilitas ini
harus tersedia karena sangat penting untuk
memberikan informasi bagi penumpang
baik yang akan meninggalkan maupun
yang baru tiba di terminal yang
bersangkutan.

2.1.8.2 Fasilitas Penunjang


Fasilitas penunjang merupakan
pelengkap dari fasilitas utama yaitu :
a. Ruang informasi dan pengaduan ;
b. Ruang pengobatan, berfungsi memberikan
pertolongan pertama pada kecelakaan ;
c. Musholla ;
d. Kamar mandi atau WC ;
e. Kios atau kantin ;
f. Telepon umum ;
g. Taman dan lain-lain.

2.1.9 Kegiatan Dalam Terminal Bus (Morlok,2005)

A. Kegiatan manusia

a. Kegiatan penumpang

1. Datang, untuk melakukan perjalanan keluar


kota atau ke dalam kota.
2. Datang dari luar kota, untuk meneruskan

16
perjalanan keluar kota atau ke dalam kota/desa.
3. Datang dari dalam kota, untuk meneruskan
perjalanan keluar kota lainnya.
4. Kegiatan sampingan: membeli tiket, makan,
minum, sholat, ke toilet, membeli
koran/majalah, dll.

B. Kegiatan pengantar atau penjemput

a. Penumpang yang dari atau melakukan perjalanan


baik luar/dalam kota, biasanya disertai
pengantar/penjemput.
b. Datang (dengan penumpang bus atau dengan mobil
pribadi – parkir – menunggu - pulang).

C. Kegiatan pengelola

a. DIPENDA

Mempunyai tugas: pemungutan TPR,


pemungutan pajak dalam terminal, untuk
keperawatan bangunan terminal.
b. DLLAJ

Mengatur perpakiran bus, mengatur jadwal


pemberangkatan, pengontrolan kelayakan
kendaraan, pemeriksaan surat-surat kendaraan,
memberikan informasi pada penumpang dan
pemantauan kendaraan penumpang.
c. Petugas keamanan

Membantu menjaga keamanan, demi


kelancaran dan ketertiban penumpang, kendaraan
dan pemakaian terminal di dalam terminal
maupun sekelilingnya.

17
d. Kegiatan pedagang

Pedagang di dalam terminal antara lain


pengusaha rumah makan, kafetaria, kios makanan,
biro perjalanan dan sebagainya.
e. Penjual jasa

Penitipan kendaraan, penitipan barang, pekerja


pengangkut barang milik penumpang.

D. Kegiatan kendaraan

a. Kendaraan angkutan umum

Datang – menurunkan penumpang – antri


(istirahat) – menaikkan penumpang – berangkat.
b. Kendaraan pribadi Datang – parkir – pulang.

E. Kegiatan perpindahan

a. Perpindahan antar moda

Kegiatan perpindahan penumpang dari luar


kota masuk ke terminal, pindah jalur ke luar
kota/ke dalam kota atau sebaliknya, perpindahan
penumpang dari dalam kota menuju ke luar kota.
b. Perpindahan inter moda

Kegiatan perpindahan penumpang dari dan ke


dalam kota/perpindahan penumpang dengan
kendaraan umum dalam lingkup skala kota.

18
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Terminal Purabaya


Terminal Purabaya terletak di Kota Surabaya, Provinsi
Jawa Timur, letaknya berbatasan langsung dengan Kota
Sidoarjo. Terminal ini memiliki luas ± 12 Ha. Terminal Purbaya
berlokasi dengan akses yang sangat baik dan strategis sebagai
pintu masuk ke kota Surabaya serta berada pada jalur keluar kota
Surabaya arah timur selatan dan barat. Terminal ini lebih popular
disebut dengan Terminal Bungurasih dan merupakan Terminal
tersibuk di Indonesia dengan jumlah pengunjung terminal
120.000 pengunjung perhari. Terminal Purabaya merupakan
Terminal tipe A dan merupakan Terminal terbesar di Asia
Tenggara.
Terminal Purabaya di operasikan oleh Pemkot Surabaya
pada tahun 1991 di Desa Bungurasih. Terminal Purabaya ini
dibangun oleh Pemkot Surabaya sebagai Terminal dengan tipe A
yang artinya berfungsi untuk melayani kendaraan umum sebagai
Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Antar Kota Luar
Propinsi (AKLP), selain itu Terminal Purabaya juga melayani
angkutan kota serta Lyn.
Terminal Purabaya ini memiliki fasilitas-fasilitas utama
antara lain :
1. Jalur pemberangkatan kendaraan umum ;
2. Jalur kedatangan kendaraan umum ;
3. Tempat parkir kendaraan umum selama menunggu
keberangkatan
4. Bangunan kantor terminal ;
5. Tempat menunggu penumpang dan / tempat pengantar ;

19
6. Menara pengawas ;
7. Pos pemeriksaan KPS ( Kartu Pengawasan Setempat ) ;
8. Loket penjualan tiket ;
9. Rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk informasi yang
berupa petunjuk jurusan, tarif dan jadwal perjalanan ;
10. Ruang tunggu keberangkatan di lantai 2 , hall, Lobby
yang luas.

Berikut beberapa fasilitas-fasilitas penunjang yang dimiliki oleh


Terminal Purabaya, anatara lain :
1. Ruang Satuan Pengamanan Terminal dan ruang fasiltas
keselamatan penumpang ;
2. Art building (Bangunan seni), stand commersial,ruang
souvenir;
3. Panggung Hiburan (Stage) ;
4. Eskalator/travellator ;
5. Rest room (Ruang istirahat) baik utnuk awak terminal
maupun untuk penumpang ;
6. Mushalla ;
7. Locker (Tempat penitipan barang) ;
8. Medical care (Ruang kesehatan)
9. Digital Guide signage or Terminal Information Display
& Board (Papan digital informasi yang memeberikan
informasi seperti jurusan bus, nama pengusaha oto bus
(PO), waktu berangkat, dan tarif batas bawah (TBB) dan
tarif batas atas (TBA)) ;
10. Trolley ;
11. Toilet ;
12. Book store (Toko buku) ;
13. Play ground (Tempat bermain) ;
14. Ruang Laktasi (Ruang untuk menyusui) ;

20
15. Smoking Area (Area merokok) ;
16. ATM ;
17. Warpostel (Warung pos dan telepon ) ;
18. Book store (Toko buku) ;
19. Wifi area ;
20. Ruang monitor ;
21. Asrama untuk awak bus/angkutan umum ;
22. Kantin ;

Terminal Purabaya ini memiliki ruang tunggu yang


terdiri dari 2 lantai ya n g dilengkapi dengan hall, escalator, dan
lobby yang luas. Saat ini, Terminal Purabaya sedikitnya telah
menyiapkan 5 titik Posko Area Merokok yang tersebar hampir
di setiap sudut wilayah terminal. Selain fasilitas tersebut, di
Terminal Bungurasih/Purabaya ini tersedianya Shelter Bus
Bandara Juanda, dimana bus memiliki full AC ini akan
mengantarkan para penumpang yang hendak menuju Bandara
Juanda.
Terminal Purabaya menyediakan fasilitas bagi mereka
yang berkebutuhan khusus seperti tuna netra, sehingga menjadi
tidak bergantung pada orang lain saat berpindah dari titik
kedatangan ke jalur keberangkatan. Fasilitas ubin Braille di
Terminal Purabaya dipasang memanjang bergaris mengikuti trotoar
dalam menuju terminal dan memang diperuntukkan khusus bagi
penyandang disabilitas, tunanetra. Ubin Braille itu dipasang mulai
kedatangan bus kota, membelah jalan lorong di shelter kedatangan
menembus hingga akses ke gedung baru.

3.2 Terminal Tirtonadi

21
Terminal Tirtonadi adalah terminal bus terbesar di Kota
Surakarta. Terminal ini terletak di kecamatan Banjarsari dengan
luas seluruhnya yaitu 5 Ha dan bisa menampung 140 kendaraan.
Terminal Tirtonadi adalah satu-satunya terminal yang fasilitas-
fasilitasnya itu hampir menyerupai fasilitas-fasilitas yang terdapat
di bandara oleh karena itu Terminal Tirtonadi merupakan terminal
dengan dengan tipe A yang artinya berfungsi untuk melayani
kendaraan umum sebagai Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP)
dan Antar Kota Luar Propinsi (AKLP). Terminal ini beroperasi 24
jam karena merupakan jalur antara yang menghubungkan angkutan
bus dari Jawa Timur (terutama Surabaya dan Banyuwangi) dan
Jawa Barat (Bandung). Terminal Tirtonadi ini di kelola oleh
Pemerintah Daerah Solo, tetapi kepemilikan aset diserahkan
kepada Kementerian Perhubungan.
Terminal Tirtonadi ini memiliki fasilitas-fasilitas utama
antara lain:
1. Jalur pemberangkatan kendaraan umum ;
2. Jalur kedatangan kendaraan umum ;
3. Tempat parkir kendaraan umum selama menunggu
keberangkatan ;
4. Bangunan kantor terminal ;
5. Tempat menunggu penumpang dan / tempat
pengantar;
6. Menara pengawas ;
7. Pos pemeriksaan KPS (Kartu Pengawasan Setempat);
8. Loket penjualan tiket ;
9. Rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk informasi yang
berupa petunjuk jurusan, tarif dan jadwal perjalanan ;
10. Ruang tunggu keberangkatan.

22
Berikut beberapa fasilitas-fasilitas penunjang yang dimiliki
oleh Terminal Purabaya, anatara lain :
1. Ruang Satuan Pengamanan Terminal dan ruang
fasiltas keselamatan penumpang ;
2. Art building (Bangunan seni), stand commercial ;
3. T o k o souvenir khas solo;
4. Eskalator/travellator ;
5. Rest room (Ruang istirahat) baik utnuk awak
terminal maupun untuk penumpang ;
6. Mushalla ;
7. Taman ;
8. Locker (Tempat penitipan barang) ;
9. Medical care (Ruang kesehatan) ;
10. Digital Guide signage or Terminal Information
Display & Board (Papan digital informasi yang
memeberikan informasi seperti jurusan bus, nama
pengusaha oto bus (PO), waktu berangkat, dan tarif
batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA)) ;
11. Trolley ;
12. Toilet ;
13. Book store (Toko buku) ;
14. Play ground (Tempat bermain) ;
15. Ruang Laktasi (Ruang untuk menyusui) ;
16. Smoking Area (Area merokok) ;
17. ATM ;
18. Warpostel (Warung pos dan telepon ) ;
19. Book store (Toko buku) ;
20. Wifi area ;
21. Ruang monitor ;
22. Asrama untuk awak bus/angkutan umum ;
23. Kantin ;

23
24. Bridge Connection (Penghubung antara Ruang
Tunggu dan Jalur Pemberangkatan Bus) .

Terminal Tirtonadi mempunyai fasilitas yang lengkap


dibandingkan terminal lainnya. Ditambah lagi, fasilitas Ruang
tunggu keberangkatan sudah disediakan dengan berbagai fasilitas
penunjang mulai pendingin ruangan (AC) hingga televisi layar
datar.

Pembangunan terminal ini menitikberatkan pada konsep


pelayanan penumpang yang terbagi atas zona-zona. Di terminal ini
terdapat beberapa zona antara lain, sebagai zona perpindahan
penumpang serta zona 4 sebagai zona pengendapan kendaraan.

Terminal yang memiliki luas sekitar 5 Ha ini memiliki


fasilitas yang ramah kepada penumpang berkebutuhan khusus
(disable/difable) yaitu fasilitas dua bus dengan desain bagi
masyarakat berkebutuhan khusus, kursi roda bahkan kamar mandi
khusus. Terminal ini dilengkapi dengan jalur khusus bagi penderita
tunanetra yaitu jalurn yang berupa garis berwarna kuning menyala
selebar petak lantai 40 cm, membentang di bagian tengah seluruh
lantai utama bangunan Terminal Tirtonadi yang berwarna abu-abu
muda. Lantai taktil dari karet tebal ini membentuk pola lurus yang
menuntun ke jalur ruangan pokok terminal.

Terminal Tirtonadi ini akan menjadi terminal bus


percontohan yang menggunakan sistem tiket elektronik atau E-
Ticketing (electronic ticketing). E-Ticketing ini adalah tiket online
bagi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Dengan adanya E-
Ticketing (electronic ticketing) diharapkan bisa menjadi peluang
untuk meminimalkan biaya dan mengoptimalkan keamanan dan

24
kenyamanan penumpang serta memberikan kemudahan kepada
konsumen atau penumpang dalam memperoleh tiket bus sehingga
penumpang dapat memilih operator bus yang hendak digunakan,
jadwal pemberangkatan, hingga posisi tempat duduk di dalam bus.

Terminal Titnoadi juga menyediakan fasilitas jembatan


penghubung (skybridge) sepanjang 438 m yang menghubungkan
Terminal Tirtonadi ke Stasiun Kereta Api Solo Balapan. Sehingga
memudahkan penumpang untuk menghemat uang tanpa harus
menaiki kendaraan umum untuk sampai ke Stasiun Kereta Api Solo
Balapan.

25
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Kesimpulan
Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa sesuai dengan makalah “ Fasilitas-fasilitas
Penumpang di Terminal Purabaya dan Terminal Tirtonadi “ penulis
menyimpulkan bahwa perbedaan fasilitas-fasilitas penumpang
antara Terminal Purabaya dan Terminal Tirtonadi antara lain :

Terminal Purabaya Terminal Tirtonadi


Tidak memiliki taman walaupun Memiliki taman yang luas dan
memiliki luas tanah yang sangat bersih sehingga tidak membuat
luas penumpang cepat bosan terlbeih
penumpang yang membawa anak-
anak
Memiliki panggung hiburan Tidak memiliki panggung hiburan
(Stage) (Stage)
Tidak memiliki fasilitas sistem Memiliki fasilitas sistem tiket
tiket elektronik atau E-Ticketing elektronik atau E-Ticketing
(electronic ticketing) (electronic ticketing)
Tidak memiliki fasilitas jembatan Memiliki fasilitas jembatan
penghubung (Skybridge) penghubung (Skybridge) yang
menghubungkan Terminal
Tirtonadi ke Stasiun Kereta Api
Solo Balapan
Ruang tunggu penumpang yang
sudah full AC

1
Dapat disimpulkan bahwa, standar fasilitas penumpang
yang tersedia di Terminal Tirtonadi lebih baik dari pada Terminal
Purabaya dan juga kondisi fasilitas penumpang di Terminal
Tirtonadi juga masih sangat bagus dan baru dibandingkan dengan
Terminal Purabaya.

4.1 Saran
Terminal merupakan salah satu prasarana transportasi
yang digunakan sebagai kontrol kendaraan umum dan awak
angkutan yang menjamin tersedianya sarana transportasi umum
seperti BUS AKAP, AKDP, dll yang aman dan nyaman, maka dari
itu sebaiknya semua terminal terutama terminal yang bertipe A
yang ada di Indonesia wajib melaksanakan dan menyediakan
standar fasilitas-fasilitas penumpang agar timbulnya kenyamanan
bagi penumpang terminal, sehingga semakin banyaknya
masyarakat yang ingin menggunakan angkutan umum.

2
DAFTAR PUSTAKA

1. Liputan6.com., 2016, Tirtonadi, Terminal Bus Terbaik di RI yang


Kalahkan Bandara, [online] , https://www.msn.com/id-
id/berita/other/tirtonadi-terminal-bus-terbaik-di-ri-yang-kalahkan-
bandara/ar-BBxBnfd .

2. Sindo,Koran., 2016, Terminal Tirtonadi Berubah Mirip Bandara, [online],


http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=35&date=2016-12-28.

3. AntaraJateng.com., 2015, Terminal Tirtonadi Solo Bakal Senyaman


Bandara, [online], http://jateng.antaranews.com/detail/terminal-tirtonadi-
solo-bakal-senyaman-bandara-.html.

4. Viva., 2016, Skybridge, Fasilitas Mewah di Terminal Tirtonadi Solo,


[online],http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/863835-skybridge-
fasilitas-mewah-di-terminal-tirtonadi-solo-berita.

5. Septian,Andri., 2016, Sekilas Terminal Tirtonadi Solo,


[online],https://asedino.wordpress.com/2016/12/24/sekilas-terminal-
tirtonadi-solo/.

6. Jitunews.com., 2016, Memiliki Fasilitas Terminal Tipe A, Terminal


Tirtonadi Solo Dijadikan Percontohan Nasional, [online],
http://www.jitunews.com/read/50012/memiliki-fasilitas-terminal-tipe-a-
terminal-tirtonadi-solo-dijadikan-percontohan-nasional.

7. http://ejournal.utp.ac.id/index.php/JTSA/article/download/365/359.

8. http://fstpt.unila.ac.id/wp-content/uploads/2015/08/T047.docx.

3
9. http://e-journal.uajy.ac.id/6044/3/TA213255.pdf
10. http://ejournal.utp.ac.id/index.php/JTSA/article/view/357.

11. http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/494/jbptunikompp-gdl-logitofani-
24689-6-isilapo-1.pdf.