Vous êtes sur la page 1sur 7

Dede Agung

Kurniawan
335
Kasus

Seorang anak Z berumur 2 tahun datang di ruang anak dibawa oleh ibunya. Ibu
mengatakan bahwa anaknya mengeluarkan suara merintih saat mengeluarkan nafas. Setelah
dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil berupa bahwa setelah dilakukan pemeriksaan
didapatkan hasil berupa terdapat pernafasan cuping hidung, perubahan warna biru yang
terjadi di bibir dan kuku, terdapat retraksi dinding dada berlebihan, N:72, RR: 95x/menit, dan
suhu 38,0C

Askep

Pengkajian

1. Keadaan umum klien: N: 22 RR: 95x/menit S: 38,0C

2. Kepala dan Muka: - Bentuk kepala mesosepal, rambut berwarna hitam, penyebaran rambut
merata, bentuk muka simetris

3. Mata: bentuk mata simetris, sklera berwarna putih, konjungtiva kepucatan

4. Hidung: terdapat pernafasan cuping hidung

5. Mulut: berbentu simetris, bibir berwarna kebiruan, terdengar suara merintih saat ekpirasi

6. Telinga: bentuk telinga simetris

7. leher: letak trakea simetris

8. Thorak: terlihat retraksi dada berlebihan

9. Abdomen: bising usus 20x/menit, terdengar pekak pada kuadran 1, 3 dan terdengar sonor
2, 4, tidak terdapat nyeri tekan

10. kuku dan kulit: pada kuku terlihat kebiruan, turgor kulit buruk
Analisa data

NO Etiologi Problem
1 DS: Tidak terkaji imaturitas paru Pola Nafas tidak efektif
DO: dan
 RR: 95x/menit neuromuskular,
 Terdapat sianosis defisiensi
pada kuku dan mulut surfaktan dan
 Terdapat sumbatan ketidakstabilan
pada jalan nafas alveolar

2 DS:
- Keluarga pasien hilangnya fungsi Bersihan jalan Nafas Tidak
mengatakan mendengar jalan nafas, Efektif
suara seperti merintih peningkatan
saat bernafas sekret pulmonal,
peningkatan
DO: resistensi jalan
- Terdengar suara nafas
ronchi
- Terdapat sumbatan
berupa sekret di
saluran nafas
Diagnosa

1. Pola Nafas tidak efektif berhuungan dengan imaturitas paru dan neuromuskular, defisiensi
surfaktan dan ketidakstabilan alveolar

2. Bersihan jalan Nafas Tidak Efektif beruhubungan dengan hilangnya fungsi jalan nafas,
peningkatan sekret pulmonal, peningkatan resistensi jalan nafas

Renpra

No Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional


DX
1 Setelah dilakukan tindakan 1. Posisikan untuk 1.untuk mencegah adanya
pertukaran udara yang
keperawatan selama 3x24 penyempitan jalan nafas.
optimal; tempatkan pada
jam diharapkan pola nafas posisi telentang dengan
leher sedikit ekstensi dan
efektif.
hidung menghadap
KH: keatap dalam posisi
’mengendus’ 2. Dapat mengurangi
1. Jalan nafas bersih
diameter trakea
2. Frekuensi jantung 100- 2. Hindari hiperekstensi
3. memastikan posisi
140 x/mnit leher
sesuai dengan yang
3. Pernapasan 40-60x/menit
diinginkan dan mencegah
4. Takipneu atau apneu tidak 3.Observasi adanya
terjadinya distres
ada penyimpangan dari fungsi
pernafasan.
5. Sianosis tidak ada yang diinginkan , kenali
tanda-tanda distres
misalnya: mengorok,
pernafasan cuping
4. menghilangkan mukus
hidung, apnea.
yang terakumulasi dari
nasofaring, trakea, dan
4. Lakukan Penghisapan
selang endotrakeal.
5. menilai fungsi
pemberian surfaktan

5. Observasi peningkatan
pengembangan dada
6. mencegahhipoksemia
setelah pemberian
dan distensiparu yang
surfaktan berlebihan

6. Turunkan pengaturan,
ventilator, khususnya
tekanan inspirasi puncak
dan oksigen

2 Setelah dilakukan tindakan 1. Catat perubahan dalam 1. Penggunaan otot-otot


keperawatan selama 3x24
bernafas dan pola interkostal/abdominal/leher
jam diharapkan jalan nafas
efektif nafasnya dapat meningkatkan usaha
Dengan kriteria hasil:
dalam bernafas
 Pasien dapat
mempertahankan
2. Observasi dari 2. Pengembangan dada
jalan nafas dengan
penurunan dapat menjadi batas dari
bunyi nafas yang
pengembangan dada dan akumulasi cairan dan
jernih dan ronchi (-)
peningkatan fremitus adanya cairan dapat
 Pasien bebas dari
meningkatkan fremitus
dispneu
 Mengeluarkan sekret
3. Catat karakteristik dari 3. Suara nafas terjadi
tanpa kesulitan
suara nafas karena adanya aliran udara
 Memperlihatkan
melewati batang tracheo
tingkah laku
branchial dan juga karena
mempertahankan
adanya cairan, mukus atau
jalan nafas
sumbatan lain dari saluran
nafas

4. Pertahankan posisi 4. Pemeliharaan jalan nafas


tubuh/posisi kepala dan bagian nafas dengan paten
gunakan jalan nafas
tambahan bila perlu

5. Berikan oksigen, cairan


5. Mengeluarkan sekret dan
IV ; tempatkan di kamar meningkatkan transport
oksigen
humidifier sesuai indikasi

6. Berikan bronchodilator
6. Diberikan untuk
misalnya : aminofilin,
mengurangi
albuteal dan mukolitik
bronchospasme,
menurunkan viskositas
sekret dan meningkatkan
ventilasi

(Donna L, 1996)
Daftar pustaka

Donna L, W. (1996). Wong And Whaley’s Clinical Manual Of Pediatric Nursing. (S.
Kurniasih, Ed.) (1st ed.). Jakarta: EGC.