Vous êtes sur la page 1sur 26

MAKALAH

TERAPI MASSASE DENGAN TEKNIK EFFLURAGE


UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH
(HIPERTENSI)

Dosen Pengampu :
Nurul Hidayah, S.Kep.Ns., M.Gizi.
Kelas 2C
Kelompok 4

Anggota :
1. Cindy Fatma A. (015.19.17.333)
2. Dede Agung K. (015.19.17.335)
3. Fauzi Mufidah (015.19.17.350)
4. Jili Setiani (015.19.17.358)
5. Kristina Wijayanti (015.19.17.363)
6. Siti Markanah (015.19.17.411)
7. Surya Rendra D. (015.19.17.413)
8. Winny Lelyana (015.19.17.418)

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI


Jl. Dr. Wahiddin 49 tlp (0351) 749569, 744895 Ngawi
2018/ 2019
Kata Pengantar
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
limpaham rahmat dan hidayah Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
Penggunaa Terapi Masase Pada Penderita Hipertensi. Sholawat serta salam tidak
henti-hentinya kami limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan penuh
perjuangan mempertahankan Islam seperti yang kita rasakan seperti sekarang ini.
Pada kesempatan ini kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Nurul
Hidayah, S.Kep.Ns., M.Gizi selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Keperawatan
Komplementer yang telah banyak memberikan bimbingan kepada kami, serta
semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari kalau pada penulisan makalah ini masih terdapat
kesalahandan kekhilafan dikarenakan keterbatasan kami, oleh karena itu kami
menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya kami mengharapkan semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat kepada kita semua.

Ngawi, 29 Maret 2019

Tim Penyusun

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 1


DAFTAR ISI

Kata Pengantar....................................................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii
BAB IPENDAHULUAN..........................................................................................................1
A. Pendahuluan..............................................................................................................1
C. Tujuan Penulisan........................................................................................................2
BAB IIKAJIAN TEORI............................................................................................................3
2.1. Definisi Hipertensi...................................................................................................3
2.2. Etiologi Hipertensi...................................................................................................3
2.3. Terapi Hipertensi Non-Farmakologis........................................................................4
2.4. Pengaruh Massase Refleksi Terhadap Penurunan Hipertensi..................................5
2.5. Macam-Macam Teknik dalam Masase.....................................................................7
2.6.Penelitian Terapi Masase Teknik Efflurage untuk Menurunkan Hipertensi...............9
2.7.Penerapan terapi massase.....................................................................................11
BAB III APLIKASI TINDAKAN MASASE TEKNIK EFFLURAGE DI KELAS 2C............................12
3.1. Prosedur Tindakan Terapi Masase.........................................................................12
3.2. Respon Pasien.......................................................................................................19
BAB IV..............................................................................................................................21
KESIMPULAN DAN SARAN................................................................................................21
KESIMPULAN................................................................................................................21
SARAN..........................................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................22

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 2


BAB I
PENDAHULUAN
A. Pendahuluan
Dekade akhir ini terdapat tren pengobatan alternatif yang marak berada di
sekitar kita hal ini terjadi dikarenakan kejenuhan masyarakat terhadap fenomena
medis modern. Masyarakat lebih memilih pengobatan alternatif dikarenakan
tergiur oleh tawaran kesembuhan secara instan, namun terdapat keraguan
kebenaran praktek terssebut dimata medis. Untuk itu lahirlah sebuah tren
komplementer yang menggabungkan sebuah praktek alternatif namun berdasarkan
teori ilmiah yang sudah dibuktikan dengan penelitian. Hal ini terjadi juga pada
penderita hipertensi, mereka lebih memilih pengobatan komplementer untuk
mengatasi keluhan keluhan yang muncul.
Penyakit hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak
dilakukan penanganan yang tepat. Penyakit hipertensi merupakan masalah
kesehatan umum didunia. Diperkirakan sekitar 7,1 juta orang mengalaminya pada
usia lebih muda dan sekitar 64 juta orang mengalami disability adjusted life year
karena hipertensi. Di Indonesia setiap tahunnya terjadi 175.000 kematian akibat
hipertensi dan terdapat 450.000 kasus penyakit hipertensi. Dari kasus hipertensi
tersebut diketahui bahwa 337.500 kasus (75%) merupakan usia produktif (15-50
tahun) yang didominasi oleh laki-laki, sisanya 112.500 kasus (25%) tidak
terdiagnosis dan baru sebagian yang tercakup dalam program penaggulangan
penyakit hipertensi sesuai dengan rekomendasi WHO. (Sari, Renityas, &
Wibisono, 2017)
Penanganan hipertensi yang sedang tren didalam fenomena komplementer
adalah refleksi pijat, sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sari Dkk dengan
judul Pengaruh Terapi Pijat Refleksi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada
Lanjut Usia Dengan Hipertensi didapatkan hasil berupa 20 responden mengalami
penurunan tekanan darah secara signifikan. Menurut penelitian dari Djuniarto I,
dkk yang berjudul Pengaruh Sport Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah
Pada Lansia Penderita Pra-Hipertensi Dan Hipertensi Derajat 1 Di Panti Sosial
Tresna Werdha Yogyakarta Unit Abiyoso dihasilkan berupa terdapat penurunan
sebesar 20%. Metode penelitian tersebut ialah tehnik sport massage dengan

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 1


manipulasi effleurage dilakukan dengan cara menggunakan seluruh permukaan
telapak tangan dan jari-jari untuk mengggosok daerah-daerah tubuh yang lebar
dan tebal. Efek massage ini dapat memperlancar sirkulasi darah, sehingga tubuh
mendapatkan zat nutrisi, oksigen dan memperlancar pembuangan sisa
metabolisme. (Djuniarto, Kusumarini, & Anida, 2014; Sari et al., 2017)
hipertensi dapat dibedakan menjadi yang tidak dapat dikontrol seperti
riwayat keluarga, jenis kelamin, dan usia, serta faktor yang dapat dikontrol seperti
pola konsumsi makanan yang mengandung natrium, lemak, perilaku merokok,
obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Salah satu faktor risiko hipertensi yang
lain adalah letak geografis suatu daerah. Masyarakat yang bertempat tinggal di
daerah pantai memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi
dibandingkan dengan masyarakat yang berada di daerah pegunungan. Penyakit
hipertensi jika tidak ditangani dengan tepat dapat mengakibatkan mortalitas dan
menimbulkan komplikasi ke beberapa organ vital seperti jantung (infark miokard,
jantung koroner, gagal jantung kongestif), otak (stroke, enselopati hipertensif),
ginjal (gagal ginjal kronis), mata (retinopati hipertensif) (Kartikasari, 2012)
Adanya tren baru di dalam komplementer berupa massase dengan
penggunaan tehnik effluarage yang dilakukan di punggung dan ekstremitas atas
mampu mengurangi kenaikan penyakit hipertensi tentunya dengan dilakukan
secara tepat.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana keefektivitasan sebuah massase untuk penyakit hipertensi?
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
a. Untuk mengetahui keefektivitasan massase untuk penyakit hipertensi.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui pengertian hipertensi.
b. Untuk mengetahui terapi hipertensi secara farmakologi ataupun non
farmakologi
c. Untuk mengetahui pengaruh massase refleksi
d. Untuk mengetahui cara massase dengan benar

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 2


BAB II
KAJIAN TEORI
2.1. Definisi Hipertensi
Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer’’ (siluman pembunuh),
karena seringkali penderita hipertensi bertahun tahun tanpa merasakan sesuatu
gangguan atau gejala(Triyanto, 2014).Definisihipertensi atau tekanan darah tinggi
menurut (Depkes RI, 2006)adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari
140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali
pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup
istirahat/tenang.Menurut WHO (World Health Organizatiom), Batas tekanan
darah yang dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Bila tekanan
darah sudah lebih dari 140/90 mmHg dinyatakan hipertensi (batas tersebut untuk
orang dewasa di atas 18 tahun).
Tekanan darah sistolik adalah puncak dari tekanan maksimum saat ejeksi
terjadi, sedangkan tekanan diastolic adalah tekanan minimal yang mendesak
dinding arteri setiap waktu. Tekanan darah biasanya digambarkan sebagai rasio
tekanan sistolik terhadap tekanan diastolic, dengan nilai dewasa normalnya
berkisar dari 100/60 sampai 140/90. Tekanan darah merupakan salah satu
parameter hemodinamik yang sederhana dan mudah dilakukan pengukurannya.
Tekanan darah menggambarkan situasi hemodinamik seseorang saat itu.
Hemodinamik adalah suatu keadaan dimana tekanan dan aliran darah dapat
mempertahankan perfusi atau pertukaran zat di jaringan tubuh (Muttaqin, 2009)
Hipertensi sering terjadi pada lansia, sedangkan lansia (lanjut usia) adalah
seseorang yang memasuki masa lanjut usia ketika berusia 60 atau 65 tahun.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa lansia merupakan seseorang yang telah
berusia 60 tahun keatas yang disertai dengan menurunnya kemampuan akal dan
fisik(Stanley, 2006).

2.2. Etiologi Hipertensi


A. Hipertensi essensial
Hipertensi essensial atau idiopatik adalah hipertensi tanpa kelainan
dasar patologis yang jelas. Lebih dari 90% kasus merupakan hipertensi

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 3


essensial. Penyebab hipertensi meliputi faktor genetik dan lingkungan.
Faktor genetik mempengaruhi kepekaan terhadap natrium, kepekaan
terhadap stress, reaktivitas pembuluh darah terhadap vasokontriktor,
resistensi insulin dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk faktor
lingkungan antara lain diet, kebiasaan merokok, stress emosi, obesitas dan
lain-lain (Nafrialdi, 2008)
Pada sebagian besar pasien, kenaikan berat badan yang berlebihan
dan gaya hidup tampaknya memiliki peran yang utama dalam
menyebabkan hipertensi. Kebanyakan pasien hipertensi memiliki berat
badan yang berlebih dan penelitian pada berbagai populasi menunjukkan
bahwa kenaikan berat badan yang berlebih (obesitas) memberikan risiko
65-70 % untuk terkena hipertensi primer (Guyton, A. C., Hall, 2008)
B. Hipertensi sekunder
Meliputi 5-10% kasus hipertensi merupakan hipertensi sekunder
dari penyakit komorbid atau obat-obat tertentu yang dapat meningkatkan
tekanan darah. Pada kebanyakan kasus, disfungsi renal akibat penyakit
ginjal kronis atau penyakit renovaskular adalah penyebab sekunder yang
paling sering. Obat-obat tertentu, baik secara langsung ataupun tidak,
dapat menyebabkan 11 hipertensi atau memperberat hipertensi dengan
menaikkan tekanan darah. Hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui,
sering berhubungan dengan beberapa penyakit misalnya ginjal, jantung
koroner, diabetes dan kelainan sistem saraf pusat (Oparil, 2003).

2.3. Terapi Hipertensi Non-Farmakologis


Terapi hipertensi dapat dikelompokkan dalam terapi nonfarmakologi dan
farmakologis. Terapi farmakologis menggunakan obat atau senyawa yang dalam
kerjanya mempengaruhi tekanan darah. Pengobatan farmakologis yang digunakan
untuk mengontrol hipertensi adalah ACE inhibitor, Beta-bloker, Calcium Chanel
Bloker, Direct renin inhibitor, Dieuretik, Vasodilator (Triyanto, 2014). Terapi
nonfarmakologis merupakan terapi tanpa menggunakan agen obat dalam proses
terapinya yang memberikan manfaat relaksasi kepada tubuh. Salah satu tindakan
non farmakologis yang di harapkan dapat menurunkan tekanan darah adalah
dengan terapi alternatif komplementer.

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 4


Terapi alternatif komplementer merupakan sebuah kelompok dari
bermacam-macam sistem pengobatan dan perawatan kesehatan atau praktek dan
produk yang secara umum tidak menjadi bagian dari pengobatan konvensional.
Salah satu terapi alternatif komplementer yaitu massase refleksi(Udani, 2018).
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa pengobatan non-
farmakologi merupakan intervensi wajib yang harus dilakukan pada setiap
pengobatan hipertensi. Terapi masase (pijat) merupakan salah satu terapi non-
farmakologis yang dapat menurunkan hipertensi. Teknik pemijatan pada titik
tertentu dapat menghilangkan sumbatan dalam darah sehingga aliran darah dan
energi di dalam tubuh kembali lancar(Widowati, et.al, 2014).
Masase fleksi adalah pijat dengan melakukan penekanan pada titik syaraf
di kaki, tangan atau bagian tubuh lainnya untuk memberikan rangsangan bio-
elektrik pada organ tubuh tertentu yang dapat memberikan perasaan rileks dan
segar karena aliran darah dalam tubuh menjadi lebih lancer(Udani, 2018).

2.4. Pengaruh Massase Refleksi Terhadap Penurunan Hipertensi


Massase dapat berpngaruh pada tekanan darah sistolik dan diastolik, hal
tersebut terjadi diperkirakan karena memberikan efek relaksasi dari massase
refleksi pada tangan dan kaki ekstermitas yang diberikan selama 15 menit pada
penderita hipertensi di UPTD panti tresna wedha, durasi pemberian massase
dianggap terlalu singkat sehingga diteukanya pengaruh yang kurang pada
penelitian. hal ini dikarenankan frekuensi peberian interfensi hanya 1 kali
sehingga dianggap terlalu singkat.dimana efek dari relaksasi yang di timbulkan
dari tindakan massase perlu ada modifikasi terapi yang lain sehingga dapat
memberikan perbedaan sebelum dan setelah pemberian masssase dengan obat
hipertensi dapat terlihat scara signifikan.
Perbedaan penurunan tekanan darah yang terjadi akibat pengaruh massase
dikarenakan adanya efek relaksasi dari massase refleksi pada sebagian lansia, hal
ini sejalan dengan hasil penelitian (Sari, 2017)yang mengemukakkan bahwa ada
efeknya atau pengaruh pada tekanan darah yang telah diberikan massase pada
ekstermitas dengan aroma lavender yang dibuktikan dengan adanya tekanan darah
sebelum dan sesudah di massase.

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 5


Hal ini sesuai penelitian (Udani, 2018)yang menyatakan bahwa terapi
musik, massase dan aromatik memberikan pengaruh terhadap MAP (Mean
Arterial Presssure) pada pasien paska stroke yang berarti terdapat pengaruh pada
pembuluh datrah dalam menurunkan tekanan darah. Hal tersebut juga sejalan
dengan hasil penelitian (Triyanto, 2014)menyatakan bahwa pijat refleksi kaki dan
hipnoterapi dapat menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada
penderita hipertensi.
Menurut pendapat (Triyanto, 2014)yang mengemukakan bahwa manfaat
tekanan pijat refleksi akan mengirim sinyal yang menyeimbangkan sitem saraf
atau pelepasan bahan kimia seperti endhorpin untuk mengurangi rasa sakit dan
stress sehingga menimbulkan dan endorong rasa relaksasi serta melancarkan
sirkulasi darh.
Demikian pula pendapat (Muttaqin, 2009) mengemukakan bahwa salah
satu terapi non farakologi untuk menurunkan tekanan darah yaitu terapi pijat
massase, apabila terapi tersebut dilakukan scara teratur bisa menurunkan tekanan
darah, menurunkan kadar horon kortisol dan menurunkan kecemasan, sehingga
akan berdampak pada penurunan tekanan darah dan perbaikan fungsi tubuh,
dengan terapi pijat massase daya tahan tubuh meningkat serta stamina tubuh pun
juga meningkat.
Berdasarkan pendapat (Muttaqin, 2009) mengemukakan bahwa tubuh
memiliki mekanisme regulasi terhadap tekanan darah, regulasi jantung berfungsi
mengatur suplai darah scara aktif ke jaringan , pengaturan suplai darah di
pewngaruhi oleh bebebrapa faktor yaitu :
1. Curah jantung
2. Tekanan pembuluh darah periver
3. Volume aliran darah
Sehingga dapat diartikan bahwa penekanan massase mempengaruhi scara
spontan regulasi jantung terutama tekanan pembuluh darah perifer untuk
merangsang pengeluaran hormon endhorpin yang menimbulkan efek relaksasi
dalam menurunkan tekanan darah.
Massase pada otot kaki dapat memperlancar sirkulasi darah getah bening
serta membanru mencegah farises. Pada otot otot yang dilakukan massase pada

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 6


otot kaki maka tekanan otot secara perlahan akan mengendurkan ketegangan
sehingga membantu memperlancar aliran darah ke jantung dan tekaknan darh
menjadi turun.
Masasse di kaki diakhiri dengan massase pada telapak kaki yang akan
merangsang dan menyadarkan menyegarkann kembali bagian kaki sehingga
memulihkan setyap sistem keseimbangan dan membantu relaksasi.

2.5. Macam-Macam Teknik dalam Masase


a. Teknik Effleurage
Manipulasi effleurage dilakukan dengan menggunakan seluruh
permukaan telapak tangan dan jari-jari untuk menggosok bagian tubuh
yang lebar dan tebal seperti paha dan daerah pinggang. Untuk daerah yang
sempit seperti sela-sela tulang rusuk dan daerah jari-jari kadang hanya
menggunakan tapak tangan bahkan jari-jari dan ujung-ujungnya. Tujuan
manipulasi effleurage adalah memperlancar peredaran darah, cairan getah
bening dan apabila dilakukan dengan tekanan yang lembut akan
memberikan efek penenangan(Graha, 2012).
b. Teknik Petrissage
Petrissage adalah prosedur massase yang dilakukan dengan teknik
perasan, tekanan dan pencomotan otot dari jaringan dalam. Patrissage
dapat dilakukan dengan satu tangan atau kedua tangan dengan gerakan
bergelombang, berirama, tidak terputus-putus dan terikat satu sama lain.
Gerakan diulang-ulang beberapa kali pada tempat yang sama, kemudian
tangan dipindah-pindahkan sedikit demi sedikit sepanjang kumpulan otot.
Gerakan ini akan mendorong atau mempercepat aliran darah disamping
mendorong keluar sisa-sisa pembakaran dari tempat persembunyiannya
(Ananto, 2017).
c. Teknik Percusif
Teknik Percusif atau yang sering dikenal tapotement merupakan
gerakan pukulan ringan berirama yang diberikan pada bagian berdaging.
Tujuannya adalah mendorong atau mempercepat aliran darah dan
mendorong keluar sisa-sisa pembakaran dari tempat persembunyiannya.

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 7


Teknik Tapotement akan merangsang serabut saraf tepi dan merangsang
organ-organ tubuh bagian dalam. Caranya dengan kepalan tangan, jari
lurus, setrengah lurus atau dengan telapak tangan yang mencekung dengan
dupukulkan ke bagian otot-otot besar seperti otot punggung (Arovah,
2009).
d. Teknik Mengangkat Otot
Teknik mengangkat otot juga dapat disebut dengn teknik skin-
rolling (melipat kulit). Manipulasi ini dimaksudkan untuk melepaskan
kulit dari jaringan ikat, dan melebarkan pembuluh kapiler (rambut) di
bawah kulit. Bertujuan untuk mempetinggi tonus dan memperbaiki
pertukaran zat serta peredaran darah dibawah kulit (Malingga, 2018)
Graha tahun 2012 menyatakan bahwa cara melakukan skin-rolling
yaitu dengan menjepit kulit dengan ibu jari disatu pihak serta tiga atau
empat jadi pihak yang lain, satu tangan atau dua tangan bersama-sama.
Kemudian jepitan digerakkan dengan berjalan ke depan, dan empat jari
berjalan ke mukanya.
e. Teknik stroking
Graha 2012 menyatakan bahwa manipulasi stroking dengan
menggunakan ujung-ujung jari, terutama tiga jari tengah, atau hanya ibu
jari tergantung dari daerah yang akan di massage. Manipulasi stroking
sangat mirip sengan manipulasi effleurage, hanya dibedakan mengenai
arah gerakan yang dilakukan serta tujuan yang hendak di capai.
f. Teknik Walken
Manipulasi walken merupakan variasi dari manipilasi Effleurage.
Manipulasi ini hanya digunakan untuk daerahdaerah tertentu, misalnya
daerah pinggang dan punggung, dengan tujuan untuk lebih
menyempurnakan pengambilan sisa-sisa pembakaran oleh darah dan dapat
segera di bawa ke jantung. Gerakan walken merupakan gosokan dengan
menggunakan seluruh tapak tangan dan jari-jari, bergerak maju mundur
bergantian antara tangan kanan dan kiri. Untuk mendapatkan hasil yang
lebih baik maka, tekanan gosokan harus cukuo kuat, otot-otot betul-betul
tertekan dan terperas. Manipulasi walken diberiakan sesudah friction,

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 8


dimana banyak sisapembakaran yang terdorong keluar sesudah terjadinya
gerakan gerusan(Graha, 2012)

2.6. Penelitian Terapi Masase Teknik Efflurage untuk Menurunkan


Hipertensi
a. Jurnal 1
Judul : Pengaruh Massage Teknik Effleurage Terhadap Tekanan
Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Kalirejo
Kabupaten Purworejo
Oleh : Dwi Prasetyo Ananto
Tahun : 2017
Kesimpulan :
Di dalam penelitiannya (Ananto, 2017), menerapkan teknik masase
Effleurage untuk melakukan terapi penurunan tekanan darah yang
dilakukan pada bagian punggung dan ekstremitas atas. Manipulasi Masase
efleurage bertujuan untuk memperlancar peredaran darah dan cairan getah
bening (cairan limpha), yaitu membantu mengalirkan darah di pembuluh
darah balik atau vena agar cepat kembali ke jantung. Masase teknik
Effleurage dilakukan selama 3 kali dalam satu minggu kepada penderita
hipertensi fase 1 sebanyak 15 orang. Dari hasil penelitian didapatkan
teknik Effleurage dapat menurunkan tekanan darah sistolik dari 156,60
mmHg menjadi 141,33 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 87,60
mmHg menjadi 81 mmHg.
b. Jurnal 2
Judul :Pengaruh Sport Massage Terhadap Penurunan Tekanan
Darah Pada Lansia Penderita Pra-Hipertensi Dan Hipertensi
Derajat 1 Di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit
Abiyos
Oleh : Ignatius Djuniarto, Putu Kusumarini, Aninda
Tahun : 2014
Kesimpulan :

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 9


Menurut penelitian dari (Djuniarto 2011), dihasilkan berupa
terdapat penurunan sebesar 20%. Metode penelitian tersebut ialah tehnik
sport massage dengan manipulasi effleurage dilakukan dengan cara
menggunakan seluruh permukaan telapak tangan dan jari-jari untuk
mengggosok daerah-daerah tubuh yang lebar dan tebal. Efek massage ini
dapat memperlancar sirkulasi darah, sehingga tubuh mendapatkan zat
nutrisi, oksigen dan memperlancar pembuangan sisa metabolisme.
Massage dilakukan kepada 23 orang penderita hipertensi derajat 1 dan 7
orang penderita pra-hipertensi. Penerapan masase dilakukan 3 kali dalam
seminggu, dengan lama waktu pemijatan 10-15 menit sebanyak 10 kali
pemijatan. Didapatkan rata-rata TDS pada saat pretest adalah sebesar
149,10 mmHg dan rata-rata TDS pada saat posttest turun menjadi
140,53mmHg. Dan rata-rata TDD pada saat pretes adalah sebesar 90,40
mmHg dan rata-rata TDD pada saat posttest turun menjadi 87,47 mmHg.
c. Jurnal 3
Judul : Pengaruh Masase Kaki Dengan Minyak Esensial
Lavender Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita
Hipertensi Primer Usia 45-59 Tahun Di Kelurahan
Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan
Ilir
Oleh : Herliawati, Rizkika Ramadhani
Tahun : 2010
Kesimpulan :
Herliawati dan Rizkika Ramadhani (2010) dalam penelitiannya
mengkombinasikan masase kaki teknik Effleurage dengan menggunakan
minyak esensial lavender untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian
dilakukan kepada 9 orang penderita hipertensi primer usia 45-59 tahun
selama 15-20 menit dengan frekuensi 7 kali selama 7 hari. Dari hasil
penelitian, masase kaki dapat memperlancar aliran darah balik dari kaki
menuju ke jantung. Efek relaksasi yang ditimbulkan diperkuat dengan
pengguanaan minyak esensiallavender. Minyak esensial lavender dapat
menstimulasi sistem saraf parasimpatis dan mengurangi ketegangan otot

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 10


sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Didapatkan perbedaan tekanan
darah sebelum dan sesudah pemberian masase pada kaki dengan minyak
esensial lavender yaitu sebelum intervensi rentangnya sistolik 135-190
mmHg dan diastolik 89-119 mmHg. Sementara tekanan darah setelah
dilakukan intervensi didapatkan sistolik 125-180 mmHg dan diastolik 80-
115 mmHg.
d. Jurnal 4
Judul : Pengaruh Pemberian Masase Punggung Dan Relaksasi
Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada
Lansia Hipertensi Di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU)
Mandalika Provinsi NTB
Oleh : Sukardin, Ni Made Sumartyawati, I Made Eka Santosa,
Fahril Rahman
Tahun : 2018
Kesimpulan :
Sukardin dkk, 2010 mengatakan pemberian masase punggung dan
relaksasi nafas dalam dapat berpengaruh terhadap penurunan tekanan
darah. Penelitian dilakukan kepada lansia 60-70 tahun yang mengalami
hipertensi berjumlah 20 orang yang trbagi menjadi koresponden perlakuan
dan kontrol. Masase pada punggung bermanfaat melancarkan peredaran
darah dan dapat merangsang pengeluaran endorphin. Teknik nafas dalam
dapat memberikan peregangan kardiopulmonari. Pemberian masase
dilakukan selama 3-5 menit. Rata-rata perubahan pada pasien hipertensi
sebanyak 20 mmHg setelah dilakulan teknik masase punggung dan
relaksasi nafas dalam.
2.7. Penerapan terapi massase
Berdasarkan perbandingan berbagai jurnal yang telah dilakukan penelitian
didapatkan kesimpulan penerapan teknik masase Effleurage dapat membantu
menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi secara non-farmakologis.
Penerapan teknik terapi masase Effleurage dapat diterapkan pada bagian
punggung dan ekstremias atas ataupun ektremitas bawah dengan bantuan minyak
gosok untuk membantu penerapan teknik masase yang benar.

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 11


BAB III
APLIKASI TINDAKAN MASASE TEKNIK EFFLURAGE DI KELAS 2C
Masase teknik efflurage dilakukan kepada mahasiswa kelas 2 C.
Mahasiswa dipilih secara acak. Teknik efflurage dilakukan berdasarkan jurnal
penelitian (Ananto, 2017). Teknik efflurage selain untuk menurunkan hipertensi
juga akan memberikan efek relaksasi kepada pasien, peredaran darah lancar.
3.1.Prosedur Tindakan Terapi Masase
a. Persiapan alat
1. Matras atau alas tidur
2. Minyak gososk
3. Bantal
4. Selimut/handuk bersih
b. Cara melakukan terapi massase
1. Cuci tangan
2. Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan
3. Persiapan alat yang diperlukan (letakkan di dekat pasien)
4. Berian lingkungan yang nyaman
5. Meminta klien membuka pakaian sesuai tingkat kenyamanan
6. Atur posisi klien (minta klien untuk berbaring telungkup)
7. Tuangkan minyak pijat ke telapak tangan lalu ratakan
8. Teknik Pijat Effleurage bagian Punggung

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 12


a. Teknik Effleurage 1

Keterangan :
Gosokan dengan menggunakan ujung-ujung ketiga jari tengah
kanan dan kiri. Star dari sudut antara os illium dan
vertebralumbalis. Gosokan dilakukan di kiri dan kanan columna
vertebralismenuju keatas. Sampai diruas dada ke-1 (vertebra
thoracalis) kedua tangan belok kesamping kiri dan kanan, ujung
jari menggosok keras pada lekukan diatas balung tulang belikat
(fossasupraspinata) hingga didekat ujung bahu (aeromium).
Kemudiangosokan menggunakan seluruh permukaan tapak
tangan menuju kebawah lewat samping ketiak. Seterusnya
gosokan menuju kesamping bawah dan diakhiri dengan satu
angkatan lunak pada perut dan kemudian kembali keposisi
semula.
Waktu/ repetisi: 7 kali pengulangan.

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 13


b. Teknik Effleurage 2

Keterangan :
Gosokan menggunakan punggung ruas kedua jari-jari tangan
kanan dan kiri. Star sama seperti effleurage 1 bergerak keatas
lewat kiri dan kanan columna vertebralis, kemudian kembali
kebawah dengan jari-jari mengembang dan membuat
gosokan yang cukup keras kebawah menuju ke posisi semula.
Waktu/ repetisi: 7 kali pengulangan

c. Teknik Effleurage 3

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 14


Keterangan :
Gosokan dilakukan dengan satu tangan,tangan yang lain
membantu memperkuat tekanan dan memperlancar gerakan.
Arah gerakan berbentuk empat persegi panjang yang meliputi
seluruh daerah pinggang dan punggung.
Waktu/ repetisi: 7 kali pengulangan.

d. Selanjutnya ulangi teknik effleurage 1 dan effleurage 2

9. Minta klien untuk duduk bersila


10. Teknik Pijat Effleurage bagian tengkuk dan bahu
a. Teknik Effleurage 4

Keterangan:
Gerakan gesekan dengan dua tangan besama-sama,
menggunakan seluruh permukanaan tapak tangan dan jari-
jari. Star dari dekat ujung bahu (scromion) menggosok otot-
otot bahu dan tengkuk hingga dibawah telinga.
Waktu/ repetisi: 7 kali pengulangan.

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 15


b. Teknik Effleurage 5

Keterangan :
Gerakan gosokan dengan menggunakan dua ibu jari secara
bersama-sama. Empat jari yang lain memegang otot bahu
(pundak) dengan pegangan, sehingga ibu jari dapat bergerak
leluasa dan dengan kekuatan yang cukup. Gosokan diberikan
pada sepanjang otot bahu, ibu jari bergerak dan bergeser
kesamping, kemudian kembali ketengah dan begitu
seterusnya.
Waktu/ repetisi: 7 kali pengulangan.

11. Teknik Pijat Effleurage bagian lengan atas dan lengan bawah.
a. Teknik Effleurage 6
1) Lengan kanan

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 16


Keterangan:
Satu tangan memegang di bagian punggung tapak
tangan, yang lainya menggosok dengan ibu jari berada
di bagian muka lengan bawah. Sesudah lewat lekuk
siku tangan berputar keatas menggosok otot lengan
(biceps brachii) dan berhenti di pangkal lengan.
Waktu/ repetisi: 7 kali pengulangan.
2) Lengan Kiri
Keterangan :
Lakukan cara yang sama seperti lengan kanan.

b. Teknik Effleurage 7

Keterangan:

Gosokan dilakukan dengan dua ibu jari secara


bersama-sama, keempat jari lainya masing-masing
melekat di punggung tapak tangan sebagai pegangan.
Gosokan dilakukan dengan cukup kuat diseluruh
permukaan tapak tangan.

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 17


c. Teknik Effleurage 8

Keterangan:
Jari-jari memegang pada tapal tangan, gosokan dilakukan
dengan dua ibu jari secara bersama-sama. Gerakan
gosokan dimulai dari pangkal jari-jari menuju
keatas hingga ke dekat pergelangan tangan meliputi
seluruh punggung tapal tanga
Gosokandilakukan dengan cukup kuat dengan tekanan
pada saat mendorong ke depan.
Waktu/ repetisi: 7 kali pengulangan.

d. Teknik Effleurage 9

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 18


Keterangan:
Jari-jari digosok satu per satu terutama di bagian samping
kiri dan kanan. Satu tangan memegang ujung jari sedangkan
tangan yang lain menggosok dengan menggunakan
ibu jari dan telunjuk.Waktu/ repetisi: 7 kali
pengulangan disetiap jari.
12. Setelah selesai melakukan message tutup kembali bagian tubuh
klien yang di massase.
13. Evaluasi respon klien dengan menanyakan bagaimana rasanya
setelah di massase.

3.2.Respon Pasien
Setelah dilakukan masase teknik efflurage kurang lebih 20 menit. Pasien
merasa lebih bugar dan rileks. Efek minyak gosok yang digunakan juga memberi
rasa hangat pada tubuh. Saat dilakukan pemijatan pasien/ mahasiswa sedang tidak
mengalami tekanan darah tinggi tapi mahasiswa merasakan efek lain dari
penerapan teknik efflurage pada tubuh seperti tubuh menjadi lebih bugar dan
merasa lebih rileks setelah dilakukan pemijatan.

3.3. Pembahasan Terhadap Jurnal


Setelah dilakukan pemijatan dengan teknik efflurage mahasiswa
merasakan badan menjadi lebih bugar dan rileks. Hal tersebut sesuai dengan
penelitian yang dilakukan oleh (Ananto, 2017) dan juga 2 jurnal lainnya, bahwa
teknik pemijatan atau masase teknik efflurage dapat menurunkan tekanan darah
atau hipertensi pada pasien, selain itu masase teknik efflurage yang dilakukan
secara rutin sangat baik untuk tubuh supaya menjaga aliran darah pada tubuh tetap
lancar dan tubuh juga akan merasa rileks saat setelah dilakukan pemijatan.
Apabila massase dilakukan degan waktu atau durasi yang maksimal misal
15 menit dapat memberikan efek relaksasi dari massase pada tangan dan kaki
(ekstremitas).Sangat berpengaruh bagi penurunan tekanan darah yang segnifikan
Membantu pengelolaan stres, menenangkan ketegangan syaraf,dan meningkatkan
reklaksasi tubuh. Massase dapat merangsang gelombang syaraf sehingga mampu

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 19


melancarkan aliran darah, meralaksasikan spasme dan menurunkan tekanan
darah.Hampir tidak ada kekurangan dalam massase apabila tidak ada kesalan
dalam tindakan, apabila melakukan dengan teknik yang benar, waktu dan pada
titik akupreasure yag benar maka terapi alternatif berhasil

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 20


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian dan pembahasan mengenai messase pada penderita
Hipertensi, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Tren pengobatan pada penyakit ipertensi pada zaman ini dapat
dilakukannya refleksi pijat pada penderita hipertensi yang sesuai dengan
penelitian, teknik relaksasi pijat sendiri dapat membuat penurunan tekanan
darah secara signifikan. Penyakit hipertensi sendiri sering terjadi pada
orang yang sudah lanjut usia (lansia).
2. Penggunaan masase dengan Teknik Efflurage dapat membantu untuk
menurunkan tekanan darah pada pasien. Selain digunakan untuk
menurunkan tekanan darah pasien teknik ini dapat digunakan sebagai
pelancar peredaaran darah dan relaksasi, pengunaan teknik ini harus sesuai
dengan teknik dan waktu durasi yang sesuai agar dapat membantu
menurunkan tekanan darah.

SARAN
Diharapkan penderita hipertensi melakukan pijat refleksi pada area kaki
selain mengkonsumsi obat-obatan karena selain dapat menurunkan tekanan darag
sistole juga membuat merasa rileks dan nyaman. Kemudian dapat dilakukan
promosi kesehatan tentang pijat refleksi, pada kaki baik untuk penderita maupun
keluarga agar dapat mengetahui dan maupu melakukan pijat refleksi.

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 21


DAFTAR PUSTAKA
Ananto, D. P. (2017). Pengaruh Massage Teknik Effleurage Terhadap Tekanan
Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Kalirejo Kabupaten Purworejo.
Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas
Negeri Yogyakarta.
Arovah, N. I. (2009). Masase Dan Prestasi Atlet. Jurnal Artikel. Yogyakarta: Fik
Uny.
Depkes Ri. (2006). Pharmaceutical Care Untuk Hipertensi. Jakarta: Departemen
Kesehatan Ri: Hankey.
Djuniarto, I., Kusumarini, P., & Anida. (2014). Pengaruh Sport Massage Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Pra-Hipertensi Dan
Hipertensi Derajat 1 Di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit
Abiyoso, 2(1).
Graha, Ali Satria, B. P. (2012). Terapi Masase Friage. Yogyakarta. Yogyakarta:
Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.
Guyton, A. C., Hall, J. E. (2008). Metabolisme Karbohidrat Dan Pembentukan
Adenosin Tripospat Dalam Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Egc.
Ignatius Djuniarto, Putu Kusumarini, A. (2011). Pengaruh Sport Massage
Terhadap Penurunan Tekanan Darah The Influence Of Sport Massage To
Decrease Blood Pressure At.
Kartikasari, A. N. (2012). Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Di Desa
Kabongan Kidul, Kabupaten Rembang. Universitas Diponegoro.
Malingga, F. U. (2018). Pengaruh Manipulasi Sport Massage Sebelum Dan
Sesudah Latihan Terhadap Kenyamanan Tubuh Pada Unit Kegiatan
Mahasiswa Pencak Silat Universitas Negeri Yogyakarta. Artikel.
Muttaqin, A. (2009). Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskular. Jakarta: Egc.
Nafrialdi. (2008). Antihipertensi Dalam Farmakologi Dan Terapi (5th Ed.).
Jakarta: Balai Penerbit Fk Ui.
Oparil, S. (2003). Pathogenesis Of Hypertension. Ann Intern Med.
Sari, L. T., Renityas, N. N., & Wibisono, W. (2017). The Effectiveness Of
Reflexology Massage In Lowering The Blood Pressure In Elderly With

Penggunaan Terapi Massase dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi) | 22


Hypertension. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal Of Ners And Midwifery),
1(3), 200–204. Https://Doi.Org/10.26699/Jnk.V1i3.Art.P200-204
Stanley, M Danbeare, P. G. (2006). Buku Ajar Keperawatan Gerontik (2nd Ed.).
Jakarta: Egc.
Sukardin, N. M. Sumartyawati, I, F. Rahman, (2018). Pengaruh Pemberian
Masase Punggung Dan Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan
Darah Pada Lansia Hipertensi Di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU)
Mandalika Provinsi NTB. Mataram. Jurnal Vol. 4 No. 2. hal. 57-65
Triyanto, E. (2014). Pelayanan Keperawatan Bagi Penderita Hipertensi Secara
Terpadu. Yogyakarta: Grahaimu.
Udani, G. (2018). Pengaruh Massase Pada Penderita Hipertensi Di Uptd Panti
Tresna Werdha Lampung Selatan. Jurnal Kesehatan, 7(3), 503.
Https://Doi.Org/10.26630/Jk.V7i3.236
Widowati, I., Harnany, A. S., Amirudin, Z., Pekalongan, P. K., & Semarang, P. K.
(2014). Pengaruh Masase Kaki Dengan Minyak Sereh Wangi Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Hipertensi Lansia Di Kota Pekalongan.

Penggunaan Teknik Massase Efflurage dalam Penurunan Tekanan Darah (Hipertensi)| 23

Vous aimerez peut-être aussi