Vous êtes sur la page 1sur 12

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan

menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian analitik bertujuan untuk

mengindentifikasi hubungan (kegemukan) overweight dengan hipertensi pada

anak. Rancangan penelitian cross sectional dilakukan untuk menilai perbedaan

tekanan darah pada anak yang overweight dan yang normal dengan pengukuran

langsung dalam satu waktu tertentu.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar IT Nur Hidayah pada bulan

April 2018.

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

3.3.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti

tersebut (Notoatmojo, 2010). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anak

laki-laki dan perempuan usia 10-12 tahun di Sekolah Dasar IT Nur Hidayah.
3.3.2 Sample

A. Sampel Penelitian

Sampel adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi ini

(Notoatmojo, 2010). Sampel dalam penelitian akan diambil dengan cara simple

random sampling. Sampel dalam penelitian adalah anak laki-laki dan perempuan

usia 10-12 tahun di Sekolah Dasar IT Nur Hidayah yang memenuhi kriteria

inklusi dan kriteria eksklusi.

B. Cara Pengambilan Sampel

Sampel pada penelitian ini adalah anak laki-laki dan perempuan usia 10-12

tahun di Sekolah Dasar IT Nur Hidayah dengan menggunakan uji hipotesis

analitik komparatif numerik tidak berpasangan dua kelompok, karena terdapat dua

sampel atau dua populasi yang berbeda dari suatu peristiwa.

Besar sampel yang digunakan diambil menggunakan perhitungan rumus uji

hipotesis analitik komparatif numerik tidak berpasangan dua kelompok, sebagai

berikut :

(𝑍𝛼+Ζβ)𝑆
𝑛 = [ (𝑥1−𝑥2) ]²

Keterangan:

n = Besar sampel minimal

Ζα = Derivat baku normal untuk α sebesar 1,96 (α = 0,05)

Ζβ = Derivat baku normal untuk β sebesar 0,84 (β = 0,2)

x1-x2 = Selisih minimal rerata yang dianggap bermakna (4)

S = Simpangan baku dari selisih nilai antar kelompok (5) (Sundaram, 2009)

Dengan hasil perhitungan sebagai berikut:


(1,96 +0,84)5
n= [ ]²
4

n= 25 orang dibulat kan menjadi 30 orang.

Jadi, dalam 1 kelompok sampel dibutuhkan sebanyak 25 orang, dengan total

2 kelompok sampel, dan totalnya menjadi sebanyak 50 orang, kemudian untuk

menjaga apabila ada kesalahan atau tidak lengkap data pada saat penelitian, dan

sebagai cadangan maka peneliti menambahkan perkiraan sampel sebanyak 20%

dari jumlah sampel minimal.

Jadi, jumlah sampel keseluruhan responden yang diambil untuk keperluan

penelitian ini adalah 60 responden dengan 30 responden anak laki laki atau

perempuan usia 10-12 tahun dengan IMT normal dan 30 responden anak laki laki

atau perempuan usia 10-12 tahun dengan IMT overweight.

3.3.3 Teknik Sampling

Cara pengambilan sampel dengan teknik Simple random sampling.

Pengambilan sampel secara acak sederhana ini dibedakan menjadi dua cara, yaitu

dengan mengundi anggota populasi (lottery technique) dan dengan menggunakan

tabel bilangan angka acak (random number), teknik yang digunakan dalam

penelitian ini adalah lottery technique (Sastroasmoro et al. 2008).

3.3.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi

A. Kriteria Inklusi

Semua anak laki-laki dan perempuan usia 10-12 tahun di Sekolah Dasar IT

Nur Hidayah.
B. Kriteria Eksklusi

1) Anak yang tidak mendapat izin orang tua atau wali

2) Anak overweight usia >12 tahun

3) Overweight disertai penyakit lain

3.4 Alat Ukur Penelitian

1) Alat ukur berat badan dan tinggi badan

2) Alat tensi darah atau sfigmomanometer

3) Stetoskop

4) Kriteria indeks massa tubuh (IMT) menurut CDC

3.5 Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian dari

suatu penelitian (Arikunto, 2006).

1) Variabel Bebas (Independen) : Overweight

2) Variabel Terikat (Dependen) : Hipertensi pada anak

3) Variabel Perancu : Penyakit herediter atau kongenital dari lahir, aktivitas

dan keaktifan anak.


3.6 Definisi Operasional

Tabel 3. Definisi Operasional variabel bebas dan variabel terikat.

Variabel Definisi Cara ukur Hasil ukur Skala


Operasional

Indeks Nilai yang  BB diukur dengan 1. IMT normal Nominal


Massa diambil dari timbangan berat badan adalah subyek
Tubuh perhitungan analog merk Camry dengan IMT
antara berat dengan kapasitas 120 persentil ke 5-<85
badan (BB) dan kilogram dan ketelitian (Normal)
tinggi badan 500 gram yang telah 2. IMT overweight
(TB) ditera oleh Badan adalah subyek
Meteorologi dan dengan IMT
Geofisika cabang Kota persentil ke 85-<95
Surakarta. (overweight) dan
 TB diukur dengan IMT persentil ke-
Microtoise Staturmeter 95 (obesitas).
dengan kapasitas ukur 2
meter dan ketelitian 0,1
centimeter yang telah
ditera oleh Badan
Meteorologi dan
Geofisika cabang Kota
Surakarta.
 Indeks Massa Tubuh
(IMT) di ukur dengan
menggunakan rumus
IMT standart baku dari
WHO yaitu : Rumus
IMT = Berat Badan (kg)
Tinggi Badan (m2)

Tekanan Tekanan darah akan Tekanan darah Rasio


Darah diukur dengan alat tensi akan dihitung
air raksa merk ABN reratanya lalu
mercurial dibandingkan
sphygmomanometer desk antara anak dengan
mode tipe MS-131. IMT normal dan
anak dengan IMT
overweight.
3.7 Cara Pengukuran

3.7.1 Pengukuran Barat Badan (BB) dengan menggunakan...........

1. Responden (usahakan dengan pakaian yang minimal). Responden tidak

menggunakan alas kaki.

2. Dipastikan timbangan berada pada penunjukan skala dengan angka 0,0.

3. Responden diminta naik ke alat timbang dengan berat badan tersebar merata

pada kedua kaki dan posisi kaki tepat di tengah alat timbang tetapi tidak

menutupi jendela baca.

4. Diperhatikan posisi kaki responden tepat di tengah alat timbang, usahakan

agar responden tetap tenang dan kepala tidak menunduk (memandang lurus

kedepan).

5. Angka di kaca jendela alat timbang akan muncul, dan ditunggu sampai

angka tidak berubah (statis).

6. Dibaca dan dicatat berat badan pada tampilan dengan skala 0.1 terdekat.

7. Responden diminta turun dari alat timbang.

3.7.2 Pengukuran Tinggi Badan (TB) dengan menggunakan...........

1. Responden tidak mengenakan alas kaki (sandal/sepatu), topi (penutup

kepala). Posisikan responden tepat di bawah microtoice.

2. Reponden diminta berdiri tegak, persis di bawah alat geser.

3. Posisi kepala dan bahu bagian belakang, lengan, pantat dan tumit menempel

pada dinding tempat microtoise di pasang.

4. Pandangan lurus ke depan, dan tangan dalam posisi tergantung bebas dan
menghadap paha.

5. Responden diminta menarik nafas panjang untuk membantu menegakkan

tulang rusuk. Usahakan badan tetap santai.

6. Gerakan alat geser sampai menyentuh bagian atas kepala responden.

Pastikan alat geser berada tepat di tengah kepala responden. Dalam keadaan

ini bagian belakang alat geser harus tetap menempel pada dinding.

7. Dibaca angka tinggi badan pada jendela baca ke arah angka yang lebih besar

(ke bawah). Pembacaan dilakukan tepat di depan angka (skala) pada garis

merah, sejajar dengan mata petugas.

8. Apabila pengukur lebih rendah dari yang diukur, pengukur harus berdiri di

atas bangku agar hasil pembacaannya benar. Catat tinggi badan pada skala

0,1 cm terdekat.

3.8 Metode Pengumpulan Data

3.8.1 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang digunakan untuk pengumpulan

data (Notoatmodjo, 2002). Untuk memperoleh informasi dari responden, peneliti

menggunakan alat ukur atau instrumen. Pada penelitian ini instrumen yang

digunakan adalah sebagai berikut:

 Timbangan berat badan analog merk Camry dengan kapasitas 120 kilogram dan

ketelitian 500 gram yang telah ditera atau dikalibrasi oleh Badan Meteorologi dan

Geofisika cabang Kota Surakarta.


 TB diukur dengan Microtoise Staturmeter dengan kapasitas ukur 2 meter dan ketelitian

0,1 centimeter yang telah ditera atau dikalibrasi oleh Badan Meteorologi dan Geofisika

cabang Kota Surakarta.

 Tensi anak air raksa merk ABN mercurial sphygmomanometer desk mode tipe MS-

131.

 Stetoskop

 Kriteria indeks massa tubuh (IMT) menurut CDC.

3.8.2 Langkah-Langkah Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar

melalui beberapa tahap yaitu:

a. Menyelesaikan kelengkapan administrasi seperti surat izin penelitian.

b. Melakukan pendataan kepada calon responden dengan menjelaskan tujuan

dan manfaat penelitian.

c. Dilakukan pengelompokkan anak dengan IMT normal dan IMT overweight

d. Selanjutnya dilakukan simple random sampling (lottery technique) dipilih

sampel sebanyak 30 anak IMT normal dan 30 anak IMT overweight.

e. Dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan serta pengukuran

tekanan darah

f. Dokumentasi pada saat pengumpulan data

g. Kemudian orang tua/wali murid diberi surat pemberitahuan bahwa anak

tersebut telah digunakan sebagai reponden penelitian.


3.9 Pengolahan dan Analisis Data

3.9.1 Teknik Pengolahan Data

Pada penelitian ini tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah jenis

data primer, yaitu dengan cara mengukur langsung berat badan, tinggi badan dan

tekanan darah. Dalam melakukan analisis, data terlebih dahulu harus diolah

dengan tujuan data menjadi informasi. Dalam statistik, informasi yang diperoleh

dipergunakan untuk proses pengambilan keputusan, terutama dalam pengujian

hipotesis. Dalam pengolahan data terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh,

diantaranya :

1. Editing

Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang

diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap

pengumpulan data atau setelah data terkumpul.

2. Coding

Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data

yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat penting bila

pengolahan dan analisis data menggunakan komputer.

3. Entri data

Data entri adalah kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan ke

dalam master tabel atau database komputer, kemudian membuat distribusi

frekuensi sederhana atau bisa juga dengan membuat tabel kontingensi.

4. Cleaning data

Cleaning yaitu data yang telah dimasukkan di cek kembali untuk


memastikan bahwa data tersebut telah bersih dari kesalahan dalam

pengkodean maupun kesalahan dalam membaca kode, sehingga data dapat

di analisis.

5. Processing data

Proses pengolahan data dilakukan dengan cara memindahkan data dari

kuesioner ke paket program computer pengolahan data statistik.

3.9.2 Analisis Data


Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat. Analisis bivariabel untuk

mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.

Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t independent 2 kelompok, apabila

distribusi data peneliti tidak normal (nilai P < 0,05) maka peneliti menggunakan

uji alternatif yaitu uji Mann whitney. Uji-t independent 2 kelompok yaitu uji yang

digunakan untuk menganalisis data dengan variabel bebas nominal (2 nilai)

dengan variabel tergantung yang berskala numerik dengan distribusi data normal

(nilai P>0,05) (Arief, 2004).

3.10 Etika Penelitian

Masalah etika yang harus diperhatikan dalam penelitian adalah sebagai

berikut:

1. Informed Consent (lembar persetujuan)

Informed Consent merupakan bentuk persetujuan yang telah disepakati

antara peneliti dengan responden melalui penandatanganan surat pernyataan

persetujuan menjadi responden (informed consent). Informed consent tersebut


diajukan kepada responden sebelum penelitian dilakukan, dimana pihak

responden mempunyai hak mendapatkan penjelasan sejelas–jelasnya tentang

maksud dan tujuan diadakannya penelitian tersebut. Setelah mengetahui semua

yang tertulis dalam surat persediaan, maka responden diberi kebebasan untuk

memutuskan apakah bersedia atau menolak untuk menjadi responden. Apabila

responden menolak, maka peneliti harus menghormati keputusan responden.

2. Anonymity (tanpa nama)

Masalah etika merupakan masalah yang sensitif dalam setiap penelitian,

salah satunya adalah berhubungan dengan identitas. Untuk menjaga kerahasiaan

identitas responden, peneliti tidak akan mencantumkan nama responden pada

lembar pengumpulan data yang diisi melainkan hanya memberikan kode-kode

tertentu.

3. Confidentiality (kerahasiaan)

Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan

kerahasiaan hasil penelitian. Kerahasiaan informasi responden dijamin peneliti,

hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian.
3.11 Alur Penelitian

Alur dalam penelitian ini adalah:

Siswa SD IT Nur
usia 10-12 tahun

Pengukuran BB dan
TB

Berat Badan Normal Kegemukan (IMT


(IMT persentil ke 5 - persentil 85 - < 95)
< 85) dan > 95

Pengukuran Pengukuran
Tekanan Darah Tekanan Darah

Pengolahan data

Analisis data

Gambar 15. Alur Penelitian