Vous êtes sur la page 1sur 2

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

No Organoleptis Hasil

1 Warna Agak kekuningan

2 Bau Bau Khas Yogurt

3 Rasa Asam

4.2 Pembahasan

Yoghurt merupakan minuman fermentasi yang terbentuk karena adanya


bakteri streptococcus salivarius subsp, thermophilus dan lactobacillus delbrueckii
subsp. Bulgaricus yang memecah gula pada susu yaitu laktosa menjadi asam
laktat. Asam laktat dapat bersifat mengawetkan bahan pangan, pH yang rendah
dapat menghambat mikroorganisme patogen, pembusuk, serta mikroorganisme
penghasil racun akan mati (Widagdha, 2015)

Berdasarkan hasil dari pengamatan diketahui sampel yang digunakan


dalam pembuatan yoghurt ialah susu, yang difermentasikan dengan bakteri yang
ada pada minuman yakult, yang diketahui minuman yakult mengandung bakteri
Lactobacillus, yang berperan penting dalam proses pencernaan. Setelah dilakukan
proses fermentasi + selama 12 jam dari hasil pengamatan didapatkan warna
yogurt yang dihasilkan berwarna kekuningan seperti yogurt yang ada dipasaran
lainnya, dari bau, bau yang dihasilkan ber’aroma khas yogurt dan rasa dari yogurt
yang dihasilkan ialah rasa asam. Sementara menurut legowo, (2002) dalam yogurt
yang baik memiliki tekstur yang lembut seperti bubur, tidak terlalu encer dan
tidak juga terlalu padat. Dan pada paraktikum pembuatan yogurt tekstur yogurt
yang didapatkan yaitu lembut dan tidak terlalu encer.
Dalam praktikum pembuatan yogurt wahyu widodo (2002) menjelaskan
beberapa sebab yang bisa menimbulkan adanya kegagalan yaitu,

1. jumlah bibit terlalu banyak atau terlalu sedikit.

2. susu yang digunakan sebagai sampel tidak memenuhi persyaratan susu yang
baik

3. yoghurt terlalu lemah karena terlalu lama disimpan

4. yoghurt terlalu lama difermentasi (lebih dari 12 jam)