Vous êtes sur la page 1sur 2

PARTISI EKSTRAK

PUSPA INDAH RAHMAWATI RIVAI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Partisi


Partisi adalah proses pemisahan untuk memperoleh komponen zat terlarut dari
campurannya dalam padatan dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Dapat juga
didefenisikan sebagai dispersi komponen kimia dari ekstrak yang telah dikeringkan
dalam suatu pelarut yang sesuai berdasarkan kelarutan dari komponen kimia dan zat-
zat yang tidak diinginkan seperti garam-garam tidak dapat larut. Operasi ekstraksi
ini dapat dilakukan dengan mengaduk suspensi padatan di dalam wadah dengan atau
tanpa pemanasan (Najib, 2013)
. Metode Partisi

a. Ekstraksi Cair

Cair
Ekstraksi cair-cair adalah proses pemisahan zat terlarut di dalam 2 macam zat
pelarut yang tidak saling bercampur atau dengan kata lain perbandingan konsentrasi
zat terlarut dalam pelarut organik, dan pelarut air. Hal tersebut memungkinkan
karena adanya sifat senyawa yang dapat larut air dan ada pula senyawa yang larut
dalam pelarut organik. Satu komponen dari

PARTISI EKSTRAK
PUSPA INDAH RAHMAWATI RIVAI

campuran akan memiliki kelarutan dalam kedua lapisan tersebut (biasanya disebut
fase) dan setelah beberapa waktu dicapai keseimbangan biasanya dipersingkat oleh
pencampuran kedua fase tersebut dalam corong pisah (Najib, 2008). Kerap kali
sebagai pelarut pertama adalah air sedangkan sebagai pelarut kedua adalah pelarut
organik yang tidak bercampur dengan air. Dengan demikian ion anorganik atau senyawa
organik polar sebagian besar terdapat dalam fase air, sedangkan senyawa organik non
polar sebagian besar akan terdapat dalam fase air, sedangkan senyawa organik non
polar sebagian besar akan terdapat dalam fase organik. Hal ini yang
dikatakan “ like dissolves like “, yang berarti bahwa senyawa
polar akan mudah larut dalam pelarut polar, dan sebaliknya (Dirjen POM, 1979). Jika
suatu cairan ditambahkan ke dalam ekstrak yang telah dilarutkan dalam cairan lain
yang tidak dapat bercampur dengan yang pertama, akan terbentuk dua lapisan. Satu
komponen dari campuran akan memiliki kelarutan dalam kedua lapisan tersebut
(biasanya disebut fase) dan setelah beberapa waktu dicapai kesetimbangan
konsentrasi dalam kedua lapisan. Waktu yang diperlukan untuk tercapainya
kesetimbangan

PARTISI EKSTRAK
PUSPA INDAH RAHMAWATI RIVAI

biasanya dipersingkat oleh pencampuran kedua fase tersebut dalam corong pisah
(Tobo, 2001). Kelarutan senyawa tidak bermuatan dalam satu fase pada suhu tertentu
bergantung pada kemiripan kepolarannya
dengan fase cair, menggunakan prinsip ”like disolves like”.
Molekul bermuatan yang memiliki afinitas tinggi terhadap cairan dengan sejumlah
besar ion bermuatan berlawanan dan juga
dalam kasus ini ”menarik yang berlawanan”, misalnya senyawa
asam akan lebih larut dalam fase air yang basa daripada yang netral atau asam.
Rasio konsentrasi senyawa dalam kedua fase disebut koefisien partis. Senyawa yang
berbeda akan mempunyai koefisien partisi yang berbeda, sehingga jika satu senyawa
sangat polar, koefisien partisi relatifnya ke fase polar lebih tinggi daripada
senyawa non-polar (Tobo, 2001). Fraksinasi selanjutnya yaitu suau senyawa hanya ada
dalam satu fase, hal ini dapat dicapai dengan ekstraksi fase awal berturut-turut
dengan fase yang berlawanan. Lebih baik menggunakan elusi berurytan dengan volume
relatif kecil dibandingkan dengan satu kali elusi keseluruh volume (Tobo, 2001).
b. Partisi Padat

Cair
Partisi padat cair adalah proses pemisahan untuk memperoleh komponen zat terlarut
dari campurannya dalam padatan dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Dapat juga
didefenisikan sebagai dispersi komponen kimia dari ekstrak yang telah dikeringkan
dalam suatu pelarut yang sesuai berdasarkan kelarutan dari komponen kimia dan zat-
zat yang tidak diinginkan seperti garam-garam tidak dapat larut. Operasi ekstraksi
ini dapat dilakukan dengan mengaduk suspensi padatan di dalam wadah dengan atau
tanpa pemanasan (Najib, 2014). Pelaksanaan ekstraksi padat cair terdiri dari 2
langkah, yaitu (Najib, 2014) : a. Kontak antara padatan dan pelarut untuk
mendapatkan perpindahan solute ke dalam pelarut. b. Pemisahan larutan yang
terbentuk dan padatan sisa. Berdasarkan metode ekstraksi padat cair dikenal 4
jenis, yaitu (Najib, 2014) : 1. Operasi dengan sistem bertahap tunggal. 2. Operasi
dengan sistem bertahap banyak dengan aliran sejajar atau aliran silang