Vous êtes sur la page 1sur 6

A .

Perbaikan pembelajaran
Mata pelajaran : IPA
KELAS :V
Jumlah siswa : 24

b . Waktu pelaksanaan
-Tanggal 13 Oktober 2018 pelaksanaan siklus 1
-Tanggal 19 Oktober 2018 pelaksanaan siklus II

C . Karakteristik siswa

-Kebiasaan siswa tidak masuk kelas karena kurangnya perhatian orang tua

- Siswa sering tidak mengerjakan PR karena kurangnya pantauan dari orang tua dalam hal kegiatan

Belajar siswa

- siswa banyak mengikuti kegiatan diluar jam sekolah pada sore , sehingga pada waktu belajar siswa

Sudah kecapekan

B . Prosedur pelaksanaan

a .prosedur penelitian

 Prosedur PTK
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan dalam proses berdaur yang terdiri dari 4 tahap yaitu
- Melakukan perencanaan ( planning )
- Melakukan tindakan ( akting )
- Mengamati ( obserfasi )
- Refleksi ( reflecting )
Hasil refleksi yang dilakukan penulis dijadikan pedoman untuk melakukan perbaikan
selanjutnya, jika tindakan yang dilakukan dianggap belum berhasil ,perbaikan dapat
dilaksanakan beberapakali sampai pembelajaran tercapai dengan baik dan hasil nilainya
meningkatkan serta memuaskan
 Informasi tentang observer
Prosedur pelaksanaan PTK dilaksanakan dalam 3 siklus perbaikan dalam pelaksanaannya
Peneliti di bantu oleh :
NAMA : Mardiati , S pd
Guru : kelas

- Mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, merumuskan masalah, dan merumuskan


hipotesa.
- Merumuskan cara pemecahan atau tindakan perbaikan.
- Merancang scenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana Perbaikan
Pembelajaran (RPP).
c. Prosedur Khusus Untuk Pembelajaran.
Pra Siklus

Mata Pelajaran : IPA


Materi Pokok : Alat Pernapasan Pada Manusia
Metode : Ceramah
Hari/ Tgl : Sabtu/ 24 September 2016
Pengamat : Mukaromah

1. Skenario Pelaksanaan
Perencanaan Kegiatan
Berdasarkan rumusan hipotesis yang telah disusun, peneliti menyiapkan rencana
pembelajaran yang dilengkapi dengan skenario tindakan. Skenario tindakan ini berisi
langkah-langkah yang harus ditempuh guru dan siswa.

Pelaksanaan Kegiatan
a) Pra Kegiatan
Guru membuat RPP, LKS, dan soal evaluasi
b) Kegiatan Awal
Guru mengadakan apersepsi untuk mengarahkan perhatian siswa pada materi pelajaran dengan
Tanya jawab.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
c) Kegiatan Inti
Eksplorasi, guru :
- Menjelaskan peta konsep tentang alat pernapasan manusia.
- Menjelaskan bagian tubuh yang berperan sebagai alat pernapasan.
- Menjelaskan proses pernapasan dada dan perut.
Elaborasi, siswa :
- Menyebutkan alat pernapasan manusia.
- Menjelaskan proses pernapasan.
- Menjelaskan pernapasan dada dan perut.
Konfirmasi :
- Guru memberikan penguatan materi.
- Guru menyimpulkan materi.
d) Kegiatan Akhir
Guru memberikan tes akhir.
Guru memberikan perbaikan dan pengayaan.
Guru memberikan pekerjaan rumah.
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru menggunakan metode ceramah .
Pada akhir pembelajaran guru mengadakan tes formatif secara tertulis untuk mengetahui
tingkat pemahaman anak terhadap materi yang disampaikan tadi. Ternyata ketuntasan belajar
baru mencapai 25,9 %.

Pengamatan Kegiatan
Pengamatan kegiatan dilakukan oleh guru dan dibantu oleh teman sejawat. Ternyata dengan
hanya menggunakan metode ceramah tidak dapat memotivasi siswa, banyak siswa yang
kurang aktif dan merasa bosan.

Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan di atas, guru seharusnya melakukan refleksi diri. Pada waktu
guru memberikan pelajaran dengan metode ceramah, banyak siswa yang kurang aktif untuk
mengikutinya, ada yang diam saja, ada yang tidak berpendapat, bahkan ada yang mengantuk.
Setelah melihat hasil tes formatif yang nilainya rendah, guru akan mengubah strategi
pembelajaran dengan menggunakan media gambar dan diskusi, dengan harapan keaktifan dan
pemahaman anak menjadi meningkat.

2. Rencana perbaikan untuk siklus berikutnya :


Guru akan menggunakan media gambar untuk memotivasi siswa agar pemahaman siswa
meningkat.

PERBAIKAN SIKLUS I

Mata Pelajaran : IPA


Materi Pokok : Alat Pernapasan Pada Manusia
Metode : Ceramah dan Diskusi
Media : Gambar alat pernapasan manusia
Hari/ Tgl : Sabtu / 13 Oktober 2018
Pengamat :

1. Skenario Pelaksanaan
Perencanaan Kegiatan
Berdasarkan rumusan hipotesis yang telah disusun, peneliti menyiapkan rencana
pembelajaran yang dilengkapi dengan scenario tindakan. Skenario tindakan ini berisi
langkah-langkah yang harus ditempuh guru dan siswa.

Pelaksanaan Kegiatan
a) Pra Kegiatan
Guru membuat RPP, LKS, dan soal evaluasi
b) Kegiatan Awal
Guru mengadakan apersepsi untuk mengarahkan perhatian siswa pada materi pelajaran dengan
Tanya jawab.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
c) Kegiatan Inti
Eksplorasi, guru :
- Menjelaskan peta konsep tentang alat pernapasan manusia dengan menggunakan media
gambar.
- Menjelaskan bagian tubuh yang berperan sebagai alat pernapasan.
- Menjelaskan proses pernapasan dada dan perut.
Elaborasi, siswa :
- Menyebutkan alat pernapasan manusia melalui media gambar
- Menjelaskan proses pernapasan melalui media gambar
- Menjelaskan pernapasan dada dan perut.
Konfirmasi :
- Guru memberikan penguatan materi.
- Guru menyimpulkan materi.
d) Kegiatan Akhir
Guru memberikan tes akhir.
Guru memberikan perbaikan dan pengayaan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan media gambar alat pernapasan manusia
dan diskusi. Dalam kegiatan diskusi anak dibagi menjadi 4 kelompok dan diberi LKS .
Dalam diskusi kelompok, guru memberikan bimbingan secara kelompok atau perorangan,
sehingga setiap siswa dapat ikut berpartisipasi dalam mengerjakan LKS. Ternyata keaktifan
siswa meningkat, soal-soal LKS banyak yang dapat dijawab.

Observasi Kegiatan
Pada pembelajaran siklus I (satu) ini, terdapat peningkatan keaktifan siswa yang semula 25,9
% menjadi 59,25 %. Hal ini dikarenakan dalam diskusi kelompok dalam pengerjaan LKS,
siswa diharuskan untuk menjawab soal dengan pemahaman yang dimilikinya. Dalam hal ini
guru dapat mengetahui pemahaman siswa terhadap materi.

Refleksi
Berdasarkan pengamatan dalam proses pembelajaran pada akhir siklus I (satu) ini, guru
melakukan refleksi diri. Ternyata dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan
menggunakan media gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa.
Namun demikian guru belum puas dengan hasil pada siklus pertama ini. Guru perlu
memperbaiki proses pembelajaran.

2. Adapun rencana perbaikan selanjutnya adalah


Guru akan memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif dalam berdiskusi.
Guru akan memberikan LKS kepada kelompok yang lebih menantang untuk didiskusikan.
Guru akan menggunakan metode demonstrasi dan menggunakan media gambar.
Guru akan memberikan penguatan terhadap keberhasilan siswa .
Perbaikan Siklus II

Mata Pelajaran : IPA


Materi Pokok : Alat Pernapasan Pada Manusia
Metode : Ceramah dan Demonstrasi dan Diskusi
Media : Gambar alat pernapasan manusia
Hari/ Tgl : Senin/ 19 Oktober 2018
Pengamat : Rusmi, S.Pd

3. Skenario Pelaksanaan
Perencanaan Kegiatan
Berdasarkan rumusan hipotesis yang telah disusun, peneliti menyiapkan rencana
pembelajaran yang dilengkapi dengan skenario tindakan. Skenario tindakan ini berisi
langkah-langkah yang harus ditempuh guru dan siswa.

Pelaksanaan Kegiatan
e) Pra Kegiatan
Guru membuat RPP, LKS, dan soal evaluasi
f) Kegiatan Awal
Guru mengadakan apersepsi untuk mengarahkan perhatian siswa pada materi pelajaran dengan
Tanya jawab.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
g) Kegiatan Inti
 Eksplorasi, guru :
- Menjelaskan peta konsep tentang alat pernapasan manusia dengan menggunakan media
gambar.
- Melakukan demonstrasi dengan menggunakan pipa kecil bercabang tiga (PKBT), sedotan
dan toples.
- Menjelaskan bagian tubuh yang berperan sebagai alat pernapasan.
- Menjelaskan proses pernapasan dada dan perut.
Elaborasi, siswa :
- Menyebutkan alat pernapasan manusia.
- Menjelaskan proses pernapasan.
- Menjelaskan pernapasan dada dan perut.
Konfirmasi :
- Guru memberikan penguatan materi.
- Guru menyimpulkan materi.
h) Kegiatan Akhir
 Guru memberikan tes akhir.
 Guru memberikan perbaikan dan pengayaan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan media gambar alat pernapasan manusia
dan demonstrasi dan diskusi. Dalam kegiatan diskusi anak diberi LKS .
Dalam diskusi kelompok, guru memberikan bimbingan secara kelompok atau perorangan,
sehingga setiap siswa dapat ikut berpartisipasi dalam mengerjakan LKS. Ternyata keaktifan
siswa meningkat, soal-soal LKS banyak yang dapat dijawab.

Observasi Kegiatan
Pada pembelajaran siklus II (dua) ini, terdapat peningkatan keaktifan siswa yang semula
59,25 % menjadi 96,26 %. Hal ini dikarenakan dalam demonstrasi guru dapat menjelaskan
cara manusia bernapas. Dalam diskusi kelompok dalam pengerjaan LKS, siswa diharuskan
untuk menjawab soal dengan pemahaman yang dimilikinya, kemudian kegiatan dalam
diskusi ditambah satu kegiatan yaitu setiap kelompok dengan perwakilan kelompoknya
menunjukkan bagian-bagian alat pernapasan dengan menggunakan tubuhnya. Dalam hal ini
guru dapat mengetahui pemahaman siswa terhadap materi, jadi dapat dikatakan perbaikan
pembelajaran siklus II berhasil.

Refleksi
Berdasarkan pengamatan dalam proses pembelajaran pada akhir siklus II (dua) ini, guru
melakukan refleksi diri. Ternyata dengan menggunakan metode ceramah disertai
demonstrasi dan diskusi dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan
pemahaman siswa.
Penggunanan metode yang tepat, penggunaan media gambar dapat membantu guru dalam
melaksanakan pembelajaran dan pemahaman siswa dapat meningkat.
-