Vous êtes sur la page 1sur 14

PENERAPAN METODE PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO

DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Bagus Mahardika
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Jl. Laksda Adisucipto, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta 55281
E-mail: bagus.mahardika72@gmail.com

Abstract
Assessment is one of the important stages in the learning process of Indonesia because through
the assessment of teachers to know the extent to which the learning objectives have been
achieved. Assessment can be done through measurement (quantitative description) and / or
through non-measurement (qualitative description). When teachers collect information on
students’ level of understanding through questions, observations, and assignments the teacher
actually has conducted a non-measurement evaluation. The activity of the teacher is very
useful in determining the level of mastery of students and in assessing the effectiveness of the
learning process. Accurate information about student learning outcomes, interests and needs
can only be obtained through effective assessment and assessment. The current assessment is a
portfolio assessment that has many benefits for both teachers and students. Portfolio assessment
is broader than assessment through tests, as with portfolios, teachers can follow cognitive
development, attitudes, interests and student activities related to math. Thus, teachers can
utilize the portfolio in improving the quality of learning which in turn will improve the quality
of student learning  outcomes.
Keywords: Method, Portfolio Assessment, Bahasa Indonesia.

Abstrak
Penilaian merupakan salah satu tahapan yang penting dalam proses pembelajaran Bahasa
Indonesiakarena melalui penilaian guru dapat mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran
telah tercapai. Penilaian dapat dilakukan melalui pengukuran (deskripsi kuantitatif) dan/
atau melalui non-pengukuran (deskripsi kualitatif). Ketika guru mengumpulkan informasi
mengenai tingkat pemahaman siswa melalui pertanyaan, observasi, dan pemberian tugas
sebenarnya guru telah melakukan evaluasi non-pengukuran. Kegiatan guru tersebut sangat
bermanfaat dalam menentukan tingkat penguasaan siswa dan dalam menilai keefektifan proses
pembelajaran. Informasi yang akurat tentang hasil belajar, minat dan kebutuhan siswa hanya
dapat diperoleh melalui asesmen dan penilaian yang efektif. Asesmen yang sedang berkembang
saat ini adalah penilaian portofolio yang disinyalir memiliki banyak manfaat baik bagi guru
maupun bagi siswa. Penilaian portofolio lebih luas dibandingkan penilaian melalui tes, karena
dengan portofolio, guru dapat mengikuti perkembangan kognitif, sikap, minat dan berbagai
kegiatan siswa berkaitan dengan matematika. Dengan demikian guru dapat memanfaatkan
portofolio dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan
mutu hasil belajar siswa.
Kata kunci: Metode, Penilaian Portofolio, Bahasa Indonesia.

-33-
34| Elementary Vol. 4 Edisi Januari-Juni 2018

Pendahuluan satu keterampilan yang harus dimiliki


Penilaian merupakan bagaian yang seorang guru adalah keterampilan untuk
terpenting dari proses belajar mengajar. mengevaluasi dan assesmen (penilaian)
Penilain merupakan suatu proses untuk terhadap peserta didiknya termasuk
menentukan nilai segala sesuatu. Penilaian penilaian portofolio. Portofolio dapat
berbeda dengan pengukuran (measurement), diartikan sebagai kumpulan hasil belajar
karena pengukuran lebih bersifat atau karya peserta didik yang menunjukkan
kuantitatif. Bahkan pengukuran merupakan usaha, perkembangan, prestasi belajar peserta
instrumen untuk melakukan penilaian. didik dari waktu ke waktu dan dari satu
Dengan penilaian, guru akan mengetahui mata pelajaran ke pelajaran yang lain. Dalam
perkembangan proses belajar, inteligensi, sebuah penelitian, Grenchik, O’Connor, dan
bakat khusus, minat, hubungan sosial, Postelli (1999) menekankan bahwamengatur
sikap, dan kepribadian peserta didik.1 Tidak lingkungan atau kegiatan untuk memenuhi
ada proses belajar mengajar yang bebas dari kebutuhan siswa belajar membantu siswa
penilaian dan juga tidak ada guru ataupun untukmeningkatkan tingkat motivasi mereka
siswa yang dapat menghindar darinya. Sejak terhadap belajar.Dalam studi mereka,
mulai karier sampai pensiun guru terus portofolio digunakan sebagai salah satualat
saja berurusan dengan penilain.2 Penilaian untuk menyediakan lingkungan belajar
bertujuan untuk mengetahui efektifitas yang memadai bagi siswa dan untuk menilai
kegiatan pembelajaran.3 Jadi penilaian siswatanggung jawab dan motivasi untuk
memang tidak terelakan kehadirannya. belajar. Portofolio dapat dilihat sebagai salah
satu cara mengaturlingkungan belajar yang
Dalam proses belajar mengajar yang
cocok untuksiswa. Bagaimana penilaian
dinilai adalah siswa atau murid. Oleh karena
portofolio mampu memberikan efek kepada
sekolah mempunyai tugas untuk mendidik
siswa dalam mengutarakan pertanyaan
anak sebagai pribadi yang untuh, maka
yang signifikan. Biggs (1999) menunjukkan
penilain tidak hanya terbatas pada status
bahwa portofolio, sebagai bentuk penilaian,
akademiknya saja, namun dalam tataran
mampumeningkatkan belajar siswa.5
aplikasi dilapangan, guru secara langsung
lebih banyak terlibat dalam mengukur Portofolio berfungsi untuk mengetahui
dan menilai hasil belajar siswa khususnya perkembangan pengetahuan peserta didik
prestasi akademiknya.4 dan kemampuan dalam mata pelajaran
tertentu, serta pertumbuhan kemampuan
Pendidikan dewasa ini semakin
peserta didik. Dalam prakteknya, portofolio
berkembang sehingga menuntut seorang
dilandasi 4 pilar pendidikan, yaitu
guru harus memiliki berbagai kompetensi
learning to do, learning to know, learning to
profesionalisme dan keterampilan sebagai
be, learning to live together. Learning to do,
seorang pengajar dan pendidik. Salah
agar peserta didik mampu berbuat untuk
1
Abdul Rachman Shaleh, Pendidikan Agama &
memperkaya pengalaman belajarnya dengan
Pembangunan Watak Bangsa (Jakarta: PT Raja Grafindo meningkatkan interaksi dengan lingkungan,
Persada, 2010), 208–209. sosial maupun budaya.
2
Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi
Kependidikan Perangkat Sistem Pengajaran Modul
Learning to know, agar peserta didik
(Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2012), 45. dapat membangun pemahaman dan
3
Dedi Irwansyah, Meaningful Assessment
for Writing at Islamic Universities, Pedagogy: Journal of 5
Mentap Cakan dan Gulcan Mihladiz dkk,
English Language Teaching, 1, No 1 (Juni, 2013): 1 “How Portfolio Use Affects Students’ Learning and
4
Nana Sujana, Penilaian Hasil Proses Belajar Their Attitudes Toward 6 Th Grade Science Lesson,”
Mengajar (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1989), 2. Journal of Educational Sciences 2, no. 2 (2010).
PENERAPAN METODE PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO.... |35

pengetahuannya terhadap dunia sekitarnya. Pengertian Portofolio secara etimologi,


Learning to be, agar peserta didik mampu berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan
membangun pengetahuan dan kepercayaan dari report) yang berarti laporan dan folio
dirinya. Learning to live together, agar peserta yang berarti penuh atau lengkap. Secara
didik dapat berinteraksi dan membentuk terminologi, Portofolio adalah kumpulan
kepribadiannya, memahami kemajemukkan karya siswa yang disusun secara sistematis
dan melahirkan sikap-sikap positif dan dan terorganisir sebagai hasil dari usaha
toleran terhadap keanekaragaman dan pembelajaran yang telah dilakukannya dalam
perbedaan hidup. Kita dapat mengetahui kurun waktu tertentu. Penilaian portofolio
berdasarkan pemaparan di atas bahwa merupakan suatu konsep penilaian yang
penilaian portofolio penting untuk diketahui tidak asing lagi.
oleh seorang guru. Dengan demikian dari Portofolio berasal dari koleksi ‘karya
pemaparan permasalah diatas maka penulis artis’, mereka yang telah lama menggunakan
tertarik melakukan penulisan Jurnaldengan penilaian ini untuk menunjukkan
judul “Penerapan Metode Penilaian kompetensi. Dalam menanggapi perlu untuk
Berbasis Portofolio Dalam Meningkatkan praktek penilaian alternatif dan lebih otentik,
Pembelajaran Bahasa Indonesia” portofolio telah menjadi alternatif metode
Dari permasalahan di atas, penulis penilaian tradisional.7 Ide menggunakan
merumuskan ke dalam dua pertanyaan portofolio sebagai instrumen dalam penilaian
penelitian, yaitu 1) Bagaimana penerapan berbasis kinerja bukanlah hal baru. Dari
penilaian berbasis portofolio dalam masa lalu untuk hadir, terutama pelukis,
meningkatkan pembelajaran bahasa seniman,penulis, model dan fotografer telah
Indonesia pada siswa? 2) Bagaiman dipamerkan keterampilan kejuruan dan
pelaksanaan penilaian portofolio agar dapat diperoleh melalui portofolio.8
meningkatkan prestasi belajar siswa pada Penilaian portofolio disekolah dapat
mata pelajaran bahasa Indonesia? diperoleh melalui hasil karya siswa, guru dapat
melihat perkembangan kemampuan siswa
Pembahasan
baik dalam aspek pengetahuan (kognitif),
1. Penilain Portofolio sikap (afektif) maupun keterampilan
Portofolio telah muncul sebagai alat (psikomotorik) sebagai bahan penilaian.
penilaian yang layak sejak tahun 1990-an, Hasil karya yang dihasilkan bisa hasil karya
Portofolio menilai koleksi karya terbaik yang dikerjakan di dalam kelas atau bisa juga
seorang pelajar, tidak hanya dokumen hasil kerja siswa yang dilakukan di luar kelas.
pembelajar kemajuan dari waktu ke waktu, Hasil karya siswa itu kemudian dinamakan
tetapijuga mendorong siswa untuk menjadi evidence, melalui evidence inilah siswa dapat
lebih mandiridiarahkan, mengambil inisiatif mendemonstrasikan unjuk kerja kepada
untuk learning, membuat penilaian, dan orang lain baik tentang pengetahuan, sikap
berpartisipasi dalam evaluasi /pekerjaannya maupun keterampilan sesuai dengan tujuan
sendiri dan memecahkan masalah
yang  muncul.6
7
Ahmad Sharifi dan Jaleh Hassaskhah dkk,
“The Role of Portfolio Assessment and Reflection
on Process Writing,” Journal Of Educational Sciences
6
Salameh F. Obeiah dan Ruba Fahmi University of Guilan 3, no. 6 (2012).
Bataineh, “The Effect of Portfolio -Based Assessment 8
Jeff J S Huang dan Stephen J H Yang,
on Jordanian EFL Learner’s Writing Performance,” “Building an E-Portfolio Learning Model: Goal
Bellaterra Journal of Teaching & Learning Language & Orientation and Metacognitive Strategies,” Management
Literature 9, no. 1 (Maret 2016). & E-Learning: An International Journal 4, no. 1 (2015).
36| Elementary Vol. 4 Edisi Januari-Juni 2018

pembelajaran.9 Dewasa ini, model penilaian suatu pendekatan penilaian yang bertujuan
yang telah diterapkan secara nasional adalah mengukur sejauhmana kemampuan
Penilaian Berbasis Kelas/PBK (classroom-based peserta didik dalam mengkonstruksi dan
assessment). Salah satu teknik pendekatannya merefleksi suatu pekerjaan/tugas atau karya
yaitu dengan menggunakan portofolio. melalui pengumpulan (collection) bahan-
Teknik ini menjadi bagian integral dalam bahan yang relevan dengan tujuan dan
PBK daripada cara-cara tes tertulis (paper keinginan yang dikonstruksi oleh peserta
andpencil test) yang biasa dilakukan oleh guru. didik, sehingga hasil konstruksi tersebut
Secara praktik, penilaian berbasis portofolio dapat dinilai dan dikomentari oleh guru
tidak banyak membandingkan kemampuan dalam periode tertentu. Jadi, penilaian
hasil belajar seorang peserta didik dengan portofolio merupakan suatu pendekatan
kemampuan hasil belajar teman-temannya, dalam penilaian kinerja peserta didik atau
melainkan hal itu dibandingkan dengan digunakan untuk menilai  kinerja.
kemampuan  sebelumnya.10 Kelebihan pendekatan portofolio
Menurut para Ahli, portofolio adalah memberikan kesempatan kepada
memiliki beberapa pengertian. Ada yang peserta didik untuk lebih banyak terlibat,
memandang sebagai benda, dan ada pula dan siswa sendiri dapat dengan mudah
yang memandang sebagai metode/teknik/ mengontrol sejauhmana perkembangan
cara. Portofolio sebagai suatu wujud benda kemampuan yang telah diperolehnya. Jadi,
fisik, atau kumpulan suatu hasil (bukti) peserta didik akan mampu melakukan
dari suatu kegiatan, atau bundelan, yakni self-assessment. Keterampilan menemukan
kumpulan dokumentasi atau hasil pekerjaan kelebihan dan kekurangannya sendiri, serta
seseorang (peserta didik) yang disimpan kemampuan untuk menggunakan kelebihan
dalam suatu bundel. Misalnya, bundelan tersebut dalam mengatasi kelemahannya
hasil kerja siswa mulai dari tes awal, tugas- merupakan modal dasar penting dalam
tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, proses pembelajaran.
keterangan melaksanakan tugas terstruktur, Penilaian portofolio merupakan
sampai kepada tes akhir. Portofolio ini proses yang berkelanjutan (yaitu, penilaian
merupakan kumpulan karya terpilih dari berkelanjutan), charting kemajuan siswa
seorang siswa atau sekelompok siswa. ke arah standar yang diharapkan di setiap
Istilah karya terpilih menunjukkan bahwa keluar hasil belajar. Untuk masing-masing
tidak semua karya siswa dapat dimasukkan kandidat dalam mendapatkan keuntungan
ke dalam portofolio tersebut. Karya yang dari penilaian berkelanjutan, portofolio
diambil adalah karya terbaik, karya yang supervisor keharusan memiliki sesi review
paling penting dari pekerjaan siswa, yang berkala untuk membahas penilaian dengan
bermakna bagi siswa, sesuai dengan tujuan siswa dan memantau kemajuan siswa ke
pembelajaran atau kompetensi yang telah arah hasil belajar kurikulum. Davis, M.H dan
dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Ponnamperuma, G.G. portofolio Penilaian’(P
Penilaian portofolio berbeda 280. JVME 2005).11 Dalam sistem penilaian
dengan pendekatan penilaian yang lain. portofolio, guru membuat fileuntuk masing-
Pendekatan penilaian portofolio adalah masing peserta didik, berisi kumpulan
sistematis atas hasil prestasi belajar mereka
9
Ahmad Munib, Pengantar Ilmu Pendidikan,
(Semarang: UPT MKK UNNES, 2004), 29.
Lahmer Mokhtaria, “The Use of Portfolio as
11
10
M. Uzer Usman dan Lilis Setiawan, Upaya
an Assessment Tool,” International Journal Of Scientific
Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar (Bandung: PT
&LorraineTechnology Research 4, no. 7 (2015).
Remaja Rosdakarya, 1993), 120.
PENERAPAN METODE PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO.... |37

selama mengikuti proses pendidikan. Di belajar peserta didik serta perkembangan


dalam file portofolio, guru mengumpulkan kepribadiannya.13
bukti fisik dan catatan prestasi siswa, seperti Selain dapat dipergunakan untuk
hasil ulangan, hasil tugas mandiri, serta hasil memantau perkembangan peserta didik
praktikum. Selain prestasi akademik, isi file serta mendiagnosa kesulitan belajar,
juga dapat dielaborasi dengan lembar catatan penilaian portofolio juga sangat bermanfaat
prestasi non akademik, yakni rekaman bagi guru untuk menilai kebutuhan (need),
profilepeserta didik yang meliputi aspek minat (interest), kemampuan akademik
kerajinan, kerapihan, ketertiban, kejujuran, (abilities), dan karakteristik peserta didik
kemampuan kerjasama, sikap, solidaritas, secara perorangan. Hal tersebut penting,
toleransi, kedisiplinan, prestasi olah raga, karena seharusnya dalam suatu sistem
kesenian, kepramukaan, dan lain-lain.12 penilaian, eksistensi peserta didik secara
Data yang terkumpul dari waktu ke perorangan tidak boleh dieliminasikan
waktu ini kemudian digunakan oleh guru sebagaimana yang sering terjadi dalam tes
untuk menilai dan melihat perkembangan standar seperti  Ebtanas.
kemampuan serta prestasi akademik siswa Portofolio menyangkut usaha-usaha
dalam periode tersebut. File portofolio yang dilakukan peserta didik, kemajuan dan
sekaligus akan memberikan umpan balik prestasi yang dicapainya untuk suatu bidang
(feed back), baik kepada guru maupun studi/tema/topik tertentu dalam jangka
kepada peserta didik. Bagi guru, file yang waktu tertentu. Koleksi bahan menunjukkan
berisi prestasi siswa ini akan memberikan cakupan dan tingkat partisipasi (keaktifan
masukan (input) untuk penilaian proses, belajar). Adanya bahan-bahan yang benar-
terutama dalam memperbaiki strategi, benar bermanfaat (meaningful) merupakan
metode dan manajemen pembelajaran bukti refleksi bahwa peserta didik
di kelas. Melalui analisa file portofolio, bertangungjawab atas kegiatan belajarnya,
guru dapat mengetahui potensi, karakter, sekaligus terpupuk kesadarannya. Untuk
kelebihan, dan kekurangan siswa. Bagi siswa, melakukan perbaikan dan penyempurnaan
fileini dapat menjadi dasar pijakan mampu atas cara-cara/kegiatan belajar yang
mengoreksi dan memperbaiki kelemahan ditempuhnya.14
serta kekurangannya dalam proses
Penilaian portofolio pada dasarnya
pembelajaran maupun penguasaannya
adalah menilai karya-karya peserta didik
tentang suatu pokok bahasan atau materi
berkaitan dengan mata pelajaran tertentu.
pelajaran tertentu.
Semua tugas yang dikerjakan peserta didik
Proses terjadinya umpan balik dikumpulkan, dan diakhir satu unit program
sangat dimungkinkan, karena dalam sistem pembelajaran diberikan penilaian. Dalam
penilaian portofolio, data yang terekam menilai dilakukan diskusi antara peserta
dalam file tidak hanya dikumpulkan saja didik dan guru menentukan skornya.15
kemudian selesai, namun akan dianalisis Martini Jamaris mengungkapkan bahwa
secara kolaboratif dengan melibatkan guru,
peserta didik dan orang tua. Penilaian data
13
Arifin, 199.
14
Meng Kay Ling, “The Use of Academic
melalui pembicaraan secara periodik dengan Portfolio in the Learning and Assessment of Physics
orang tua peserta didik merupakan progress Students,” Journal of Educational Sciences 3, no.
reportyang akurat tentang kemajuan prestasi 2  (2016).
15
Nazarudin, Manajemen Pembelajaran
Implementasi Konsep, Karakteristik Dan Metodologi
Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran (Bandung:
12
Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum (Yogyakarta:
PT Remaja Rosdakarya, 2009), 198. Teras, 2007), 186.
38| Elementary Vol. 4 Edisi Januari-Juni 2018

asesmen (penilaian) portofolio merupakan siswa untuk memberi laporan kepada


alat penilaian yang cocok untuk anak usia orang tua atau tujuan lain di sekolah.
dini karena dapat menilai hasil belajar Jika digabungkan dengan penilaian yang
dari waktu ke waktu.Portofolio berbentuk diharuskan dan digunakan bersama rubik
berbagai sajian-sajian dan unjuk kerja atau yang konsisten serta bersifat umum,
bukti nyata dari hasil belajar anak.16 portofolio yang memperlihatkan perbaikan
Penilaian portofolio berbeda dengan dari waktu ke waktu dapat memberi bukti
jenis penilaian lainnya. Penilaian portofolio perubahan yang sangat kuat kepada orang
adalah suatu pendekatan atau model tua dan siswa sendiri.
penilaian yang bertujuan untuk mengukur Penilaian portofolio bertujuan sebagai
kemampuan peserta didik dalam membangun alat formatifmaupun sumatif. Portofolio
dan merefleksi suatu tugas melalui sebagai alat formatif digunakan untuk
pengumpulan bahan-bahan yang relevan memantau kemajuan peserta didik dari hari
dengan tujuan dan keinginan yang dibangun ke hari dan untuk mendorong peserta didik
oleh peserta didik, sehingga hasil pekerjaan dalam merefleksi pembelajaran mereka
tersebut dapat dinailai dan dikomentari oleh sendiri. Portofolio seperti ini difokuskan
guru dalam periode tertentu. Jadi, penilaian pada proses perkembangan peserta didik
portofolio merupakan suatu pendekatan dan digunakan untuk tujuan formatif dan
dalam penilaian kinerja peserta didik. diagnostik. Penilaian portofolio ditujukan
Penilaian portofolio salah satu bentuk juga untuk penilaian sumatif pada akhir
populer penilaian alternatif disebut penilaian semester atau akhir tahun pelajaran. Hasil
portofolio(portfolio assessment) dapat diartikan penilaian portofolio sebagai alat sumatif ini
sebagai suatu kegiatan pengumpulan dan dapat digunakan untuk mengisi angka rapor
pengevaluasian sampel karya siswa dalam peserta didik, yang menunjukkan prestasi
kurun waktu yang panjang.17 Guru dapat peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.
mengumpulkan karangan, proyek, dan Portofolio jugadapat berperan dalam
bukti lain tentang fungsi siswa yang lebih menilai efektivitaskursus, kurikulum, dan
tinggi dan menggunakan bukti ini untuk lembaga bahkan Portfolio juga digunakan
mengevaluasi kemajuan siswa dari waktu ke untuk mendukung dan mendokumentasikan
waktu. Misalnya, banyak guru meminta siswa pengembangan pribadi, profesional, dan
menyimpan portofolio tulisan mereka yang intelektual siswa.18 Fungsi dari penilian
memperlihatkan perkembangan karangan portofolio lainnya ialah Portofolio digital
dari penulisan pertama hingga hasil akhir, elektronik Platform yang menyimpan konten
seperti hasil belajar membuat catatan harian, visual dan auditori (termasuk teks, images,
laporan buku,karya seni, cetakan komputer, video, dan suara) untuk menunjukkan
atau makalah yang memperlihatkan kompetensi dan refleksi dalam bidang
perkembangan penyelesaian. pengetahuan untuk guru,kolega, profesional,
Portofolio makin banyak disimpan ke atau komunitas. Platform ini tidak hanya
dalam komputer untuk melengkapi berkas. sarana belajar untukmendukung berbagai
Penilaian portofolio mempunyai kegunaan proses pedagogis dan penilaian purpos,
penting ketika guru ingin mengevaluasi tetapi juga menyangkut ruang virtual di

16
Depdiknas, Kurikulum Berbasis Kelas(Penilaian 18
Catherine A Buyarski dan Cynthia M Landis,
Kelas) (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbangdiknas, “Using an EPortfolio to Assess the Outcomes of a
2002), 5. First-Year Seminar: Student Narrative and Authentic
17
Robert. E Salvin, Educational Psychology Assessment,” International Journal Of Indiana University
(Pearson Education.Inc, 2006), 208. Bloomington 4, no. 1 (2004): 12.
PENERAPAN METODE PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO.... |39

webberdasarkan lingkungan. Banyak peneliti Fungsi Penilaian Portofolio


telah menggambarkan “Portofolio.19 a. Portofolio sebagai sumber informasi bagi
Pada hakikatnya, tujuan penilaian guru dan orang tua untuk mengetahui
portofolio adalah untuk memberikan pertumbuhan dan perkembangan
informasi kepada orang tua tentang kemampuan peserta didik, tanggung
perkembangan peserta didik secara lengkap jawab dalam belajar, perluasan dimensi
dengan dukungan data dan dokumen yang belajar, dan pembaharuan proses
akurat. Rapor merupakan bentuk laporan pembelajaran.
prestasi peserta didik dalam belajar dalam b. Portofolio sebagai alat pengajaran
kurun waktu tertentu. Portofolio merupakan merupakan komponen kurikulum, karena
lampiran dari rapor, dengan demikian potofolio mengharuskan peserta didik
rapor tetap harus dibuat. Tujuan portofolio untuk mengoleksi dan menunjukkan
ditetapkan oleh apa yang harus dikerjakan hasil kerja mereka.
dan siapa yang akan menggunakan penilaian c. Portofolio sebagai alat penilaian otentik
portofolio tersebut. Fakta yang paling penting (authentic assessment).
dalam portofolio adalah digunakannya d. Portofolio sebagai sumber informasi bagi
penilaian tertulis (paper and pencil assessment), siswa untuk melakukan self-assessment.
project, produck, dan catatan kemampuan
Penilaian Portofolio
(records of performance). Penilaian portofolio
dapat digunakan untuk mencapai beberapa Direktorat PLP-Ditjen Dikdasmen-
tujuan, antara lain : Depdiknas mengemukakan bahwa
pendekatan penilaian portofolio dapat
a. Menghargai perkembangan yang dialami
peserta didik. digunakan untuk:
b. Mendokumentasikan proses pembe- a. Memperlihatkan perkembangan pemi-
lajaran yang berlangsung. kiran atau pemahaman siswa pada
c. Memberi perhatian pada prestasi kerja periode waktu tertentu. Misal, mulai dari
peserta didik yang terbaik. kegiatan pencatatan (pembuatan catatan),
d. Merefleksikan kesanggupan mengambil mengkopi bahan, membuat kerangka
resiko dan melakukan eksperimentasi. awal, draft kasar, kritik terstruktur, dan
e. Meningkatkan efektifitas proses
finalisasi paper.
pengajaran.
b. Menunjukkan suatu pemahaman dari
f. Bertukar informasi dengan orang tua/
beberapa konsep, topik, dan isu yang
wali peserta didik dan guru lain.
diberikan.
g. Membina dan mempercepat
pertumbuhan konsep diri positif pada c. Mendemonstrasikan perbedaan bakat.
peserta didik. Misalnya, melihat kemampuan menulis,
h. Meningkatkan kemampuan melakukan perbedaan kemampuan mendengarkan,
refleksi diri. mengungkapkan secara lisan, dan lain-
i. Membantu peserta didik dalam lain.
merumuskan tujuan.20 d. Mendemonstrasikan kemampuan untuk
memproduksi atau mengkreasi suatu
19
Uluslararası Sosyal dan Ara tırmalar Dergisi, pekerjaan baru secara orisinal.
“The Effects of Portfolio Assessment on Reading, a. Mendokumentasikan kegiatan selama
Listening And Writing Skills of Secondary School periode waktu tertentu.
Prep Class Students,” The Journal of International Social b. Mendemonstrasikan kemampuan
Research 2, no. 9 (2009). menampilkan suatu karya seni.
20
Sumarna Surapranata dan M. Hatta, Penialain c. Mendemonstrasikan kemampuan
Portofolio implementasi Kurikulum (Bandung: PT Remaja mengintegrasikan teori dan praktek.
Rosdakarya, 2004), 76.
40| Elementary Vol. 4 Edisi Januari-Juni 2018

d. Merefleksikan nilai-nilai individual semua pihak, baik guru maupun siswa,


atau pandangan dunia secara lebih karena dokumen tersebut merupakan
luas.21
bukti karya terbaik peserta didik sebagai
Prinsip-prinsip Penilaian Portofolio hasil pembinaan guru.
Dalam penilaian portofolio harus
e. Relevance (kesesuaian), artinya
dokumen yang ada harus sesuai
terjadi interaksi multi arah, yaitu dari guru
dengan kompetensi yang diharapkan.
ke siswa, dari siswa ke guru, dan dari siswa
Di samping prinsip-prinsip tersebut
ke siswa. Depdiknas mengemukakan bahwa
di atas, Sumarna Surapranata dan
“pelaksanaan penilaian portofolio hendaknya
Muhammad Hatta menambahkan tiga
memperhatikan prinsip-prinsip mutual trust,
prinsip, yaitu “penciptaan budaya
confidentiality, joint ownership, satisfaction,
mengajar, refleksi bersama, serta proses
and relevance”.22 Antara lain pembahasannya
dan hasil”. Penilaian portofolio hanya
sebagai berikut:
dapat dilakukan jika pengajarannyapun
a. Mutual trust (saling mempercayai),
menggunakan pendekatan portofolio.
artinya jangan ada saling mencurigai
Penilaian portofolio akan efektif jika
antara guru dengan siswa maupun siswa
pengajarannya menuntut peserta didik
dengan siswa. Mereka harus sama-sama
untuk menunjukkan kemampuan
saling percaya, saling membutuhkan,
yang nyata dan menggammbarkan
saling membantu, terbuka, jujur, dan adil,
pengembangan aspek pengetahuan,
sehingga dapat membangun suasana
keterampilan, sikap dan nilai pada taraf
penilaian yang kondusif.
yang lebih tinggi.23
b. Confidentiality (kerahasiaan bersama),
f. Prinsip Penilaian portofolio yang lain
artinya semua hasil pekerjaan peserta
adalah memberikan kesempatan kepada
didik dan dokumen yang ada, baik
peserta didik untuk melakukan refleksi
perorangan maupun kelompok, harus
bersama-sama, dimana peserta didik
dijaga kerahasiaannya, tidak boleh
dapat merefleksikan tentang proses
diberikan atau diperlihatkan kepada
berpikir mereka sendiri, kemampuan
siapapun sebelum diadakan pameran.
pemahaman mereka sendiri, pemecahan
Hal ini dimaksudkan agar peserta didik
masalah, dan pengambilan keputusan.
yang mempunyai kelemahan tidak
Tidak hanya itu Penilaian portofolio
merasa dipermalukan.
harus menilai proses belajar peserta
c. Joint Ownership (milik bersama), artinya
didik, seperti: catatan perilaku harian,
semua hasil pekerjaan peserta didik
sikap belajar, antusias tidaknya dalam
dan dokumen yang ada harus menjadi
mengikuti pelajaran, dan sebagainya.
milik bersama antara guru dan peserta
Penilaian portofolio juga harus menilai
didik, karena itu harus dijaga bersama,
hasil akhir suatu tugas yang diberikan
baik penyimpanannya maupun
oleh guru.
penempatannya.
d. Satisfaction (kepuasan), artinya semua Karakteristik penilaian protofolio
dokumen dalam rangka pencapaian Menurut Barton dan Collins dalam
standar kompetensi, kompetensi dasar S.Surapranata dan M.Hatta (2004) terdapat
dan indikator harus dapat memuaskan beberapa karakteristik esensial penilaian
portofolio, yaitu multisumber, autentik,
21
Direktorat PLP-Ditjen Dikdasmen- dinamis, eksplisit, integrasi, kepemilikan,
Depdiknas.op.cit 123
22
Depdiknas.op.cit 124 23
Arifin, Evaluasi Pembelajaran, 204.
PENERAPAN METODE PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO.... |41

dan beragam tujuan.24 orang tua, guru, komite sekolah, dan


masyarakat lainnya dalam melihat
Kelebihan dan Kelemahan Penilaian pencapaian kemampuan peserta didik.
Portofolio h. Memungkinkan peserta didik melakukan
Setiap konsep atau model penilaian penilaian diri (self-assesment) refleksi, dan
tentu ada kelebihan dan kekurangannya. mengembangkan kemampuan berpikir
Begitu juga dengan model penilaian kritis. ( critical thinking)
portofolio. Kelebihan model penilaian i. Memungkinkan guru melakukan
portofolio, antara lain sebagai berikut: penialain secara fleksibel, tetapi tetap
a. Dapat melihat pertumbuhandan mengacu pada kompetensi dasar dan
perkembangan kemampuan peserta indikator terhadap hasil belajaryang
didik dari waktu kewaktu berdasarkan ditentukan.
feedback dan refleksi diri. j. Guru dan peserta didik sama-sama
b. Membantu guru melakukan penilaian bertanggung jawab untuk merancang
secara aktif, objektif, transparan dan dan menilai kemampuan belajar.
dapat dipertanggung jawabkan tanpa Adapun kelemahan penilaian
mengurangi kreatifitas peserta didik portofolio adalah sebagai berikut:
dikelas. a. Memerlukan waktu dan kerja ekstra.
c. Mengajak peserta didik untuk belajar b. Penilaian portofolio dianggap kurang
bertanggung jawab terhadap apa yang reliable dibandingkan dengan bentuk
telah mereka kerjakan, baik dikelas penilaian yang lain.
maupun diluar kelas dalam rangka c. Ada kecenderungan guru hanya
implementasi program pembelajaran. memperhatikan pencapain akhir
d. Meningkatkan peran peserta didik secara sehingga proses penilaian kurang
aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mendapat perhatian.
penilaian serta pendekatan penilaian d. Jika guru melaksanakan proses
yang memungkinkan guru dan siswa pembelajaran yang bersifat teacher-
untuk berinteraksi dalam mengajar/ oriented, kemungkinan besar inisiatif dan
belajarproses. Salah satu keuntungan kreativitas peserta didik akan terbelenggu
menggunakan kinerja dan penilaian sehingga penilaian portofolio tidak dapat
portofolio dengan bahasasiswa minoritas dilaksanakan dengan baik.
adalah bahwa penilaian dapat dilakukan e. Orang tua peserta didik sering berfikir
dalam bahasa keseharian siswa ketika skeptic karna laporan hasil belajar
menggunakan bahasa sebagai sarana anaknya tidak berbentuk angka.
berkomunikasi.25 f. Penialain portofolio masih relative baru
e. Memberi kesempatan kepada peserta sehingga banyak guru orang tua dan
didik untuk meningkatkan kemampuan peserta didik yang belum mengetahui
mereka. dan memahaminya.
f. Membantu guru mengklarifikasi dan g. Tidak tersedianya kriteria penilaian yang
mengidentifikasi program pembelajaran. jelas.
g. Terlibatnya berbagai pihak, seperti h. Analisis terhadap penilaian portofolio
agak sulit dilakukan sebagai akibat
24
Arifin, 204. dikuranginya penggunaan angka.
25
Lorraine Valdez Pierce dan J Michael i. Sulit dilakukan terutama menghadapi
O’Malley, “Performance And Portfolio Assessment ujian dalam skala nasional.
For Language Minority Students,” Journal Of NCBE
Program Information Guide Series, no. 9 (1992).
j. Dapat menjebak peserta didik jika
42| Elementary Vol. 4 Edisi Januari-Juni 2018

terlalu sering menggunakan format yang kerja, merefleksi dari pencapaiannya, dan
lengkap dan detail.26 menetapkan tujuan dan arahan. Informasi
ini dapat digunakan untuk diskusi antara
Jenis Penilaian Portofolio
peserta didik dengan guru. Melalui
Apabila dilihat dari jumlah peserta portofolio kerja ini, guru dapat membantu
didik, maka penilaian portofolio dapat peserta didik mengidentifikasi kekuatan dan
dibagi menjadi dua jenis, yaitu portofolio kelemahan masing-masing.
perorangan dan portofolio kelompok.
Informasi ini dapat digunakan
Menurut Cole, Ryan, and Kick (1995)
untuk memperbaiki cara belajar siswa.
portofolio dapat dibagi dua jenis, yaitu
Keberhasilan portofolio kerja bergantung
“portofolio produk dan portofolio proses”.
kepada kemampuan untuk merefleksikan
a. Portofolio Proses dan mendokumentasikan kemajuan proses
Jenis portofolio proses menunjukkan pembelajaran. Dalam portofolio kerja yang
tahapan belajar dan menyajikan catatan dinilai adalah cara kerja (pengorganisasian)
perkembangan peserta didik dari waktu dan hasil kerja. Adapun kriterianya antara
ke waktu. Portofolio proses menunjukkan lain :
kegiatan pembelajaran untuk mencapai 1) Adakah pembagian kerja diantara
standar kompetensi, kompetensi dasar, anggota kelompok ?
dan sekumpulan indikator yang dituntut 2) Apakah masing-masing anggota
oleh kurikulum, serta menunjukkan semua bekerja telah sesuai dengan
hasil dari awal sampai dengan akhir dalam tugasnya?
kurun waktu tertentu. Guru menggunakan 3) Berapa besar kontribusi kerja para
portofolio proses untuk menolong peserta anggota kelompok terhadap hasil
didik mengidentifikasi tujuan pembelajaran, yang dicapai kelompok ?
perkembangan hasil belajar dari waktu ke 4) Adakah bukti tanggung jawab
waktu, dan menunjukkan pencapaian hasil bersama ?
belajar. Pendekatan ini lebih menekankan 5) Apakah kelengkapan data yang
pada bagaimana peserta didik belajar, diperoleh telah sesuai dengan tugas
berkreasi, termasuk mulai dari draft awal, anggota kelompok masing-masing?
bagaimana proses awal itu terjadi, dan 6) Apakah informasi yang diperoleh
tentunya sepanjang peserta didik dinilai. akurat ?
Salah satu bentuk portofolio proses adalah 7) Apakah portofolio telah disusun
portofolio kerja(working portfolio)yaitu bentuk dengan baik ?
yang digunakan untuk memantau kemajuan b. Portofolio produk
dan menilai peserta didik dalam mengelola
Jenis penilaian portofolio ini hanya
kegiatan belajar mereka sendiri. Peserta
menekankan pada penguasaan (materi)
didik mengumpulkan semua hasil kerja
dari tugas yang dituntut dalam standar
termasuk coretan-coretan (sketsa), buram,
kompetensi, kompetensi dasar, dan
catatan, kumpulan untuk rangsangan,
sekumpulan indikator pencapaian hasil
buram setengah jadi, dan pekerjaan yang
belajar, serta hanya menunjukkan evidence
sudah selesai.
yang paling baik, tanpa memperhatikan
Portofolio kerja bermanfaat untuk bagaimana dan kapan evidence tersebut
memberikan informasi bagaimana peserta diperoleh. Contoh portofolio produk
didik mengorganisasikan dan mengelola adalah portofolio tampilan (show portfolio)
dan portofolio dokumentasi (documentary
26
Arifin, Evaluasi Pembelajaran, 206.
PENERAPAN METODE PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO.... |43

portfolio).27 Dalam penilaian protofolio memberikan respon): seberapa besar


produk atau dapat juga disebut penilaian tingkat kesesuaian antara respon
kinerja ini dapat dikembangkan dan yang diberikan dengan pertanyaan?
diaplikasikan misalnya dalam memberikan 5) Kerjasama kelompok: apakah anggota
muatan ketrampilan pada siswa, maka kelompok turut berpartisipasi
siswa dalam mengaplikasikannya dengan dalam penyajian? Adakah bukti
beragam praktik kinerja seperti keterampilan yang menunjukkan tanggung jawab
memanen sayuran, merawat tanaman, dan bersama? Apakah para penyaji
mengemas/mengolah menjadi produk yang menghargai pendapat orang lain?
layak jual.28 Adakah kekompakan kerja diantara
para anggota kelompok?
c. Portofolio Tampilan
d. Portofolio Dokumen
Portofolio bentuk ini merupakan
sekumpulan hasil karya peserta didik atau Portofolio dokumen menyediakan
dokumen terseleksi yang dipersiapkan informasi baik proses maupun produk
untuk ditampilkan kepada umum. yang dihasilkan oleh peserta didik. Model
Misalnya, mempertanggungjawabkan portofolio ini sangat bermanfaat bagi peserta
suatu proyek, menyelenggarakan pameran, didik dan orang tua untuk mengetahui
atau mempertahankan suatu konsep. kemajuan hasil belajar, kelebihan dan
Bentukinibiasanya digunakan untuk tujuan kekurangan dalam belajar secara perorangan.
pertanggungjawaban (accountability). Aspek Berdasarkan dokumen ini, baik peserta didik
yang dinilai dalam bentuk ini adalah: maupun guru dapat melihat:
1) Signifikansi materi: apakah materi 1) Proses apa yang telah diikuti?
yang dipilih benar-benar merupakan 2) Kerja apa yang telah dilakukan?
materi yang penting dan bermakna 3) Dokumen apa yang telah dihasilkan?
untuk diketahui dan dipecahkan? atau 4) Apakah hal-hal pokok telah
seberapa besar tingkat kebermaknaan terdokumentasikan?
informasi yang dipilih berkaitan 5) Apakah dokumen disusun
dengan topik yang dibahasnya? berdasarkan sumber-sumber data
2) Pemahaman: seberapa baik tingkat masing-masing?
pemahaman siswa terhadap hakikat 6) Apakah dokumen berkaitan dengan
dan lingkup masalah, kebijakan, atau yang akan disajikan?
langkah-langkah yang dirumuskan? 7) Standar atau kompetensi mana yang
3) Argumentasi: apakah siswa telah dicapai sampai pada pekerjaan
atau kelompok siswa dalam terakhir?
mempertahankan argumentasinya Indikator untuk penilaian dokumen
sudah cukup memadai? itu antara lain: kelengkapan, kejelasan,
4) Responsifness (kemampuan akurasi informasi yang didapat, dukungan
data, kebermaknaan data grafis, dan
27
Cakan dan Mihladiz, “How Portfolio Use
kualifikasi dokumen.
Affects Students’ Learning and Their Attitudes Toward
6 Th Grade Science Lesson.”
28
Wendy Kicken, Saskia Brand-Gruwel, Kesimpulan
dan Jeroen J. G, dkk, “Design and Evaluation of a Dari pembahasan diatas dapat
Development Portfolio: How to Improve Students’
diambil kesimpulan bahwa Penilaian
Self-Directed Learning Skills,” International Journal Of
Educational Technology Expertise Centre and Netherl ands Portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan
Laboratory for Lifelong Learning Open University of the karya siswa yang di susun secara sistematis
Netherlands 4, no. 2 (2010).
44| Elementary Vol. 4 Edisi Januari-Juni 2018

secara terorganisir sebagai hasil dari usaha “Building an E-Portfolio Learning


pembelajaran yang telah dilakukanya dalam Model: Goal Orientation and
kurun waktu tertentu.Penilaian portofolio Metacognitive Strategies.”
bertujuan sebagai alat formatif maupun Management & E-Learning: An
sumatif. Portofolio sebagai alat formatif International Journal 4, no. 1  (2015).
digunakan untuk memantau kemajuan Irwansyah, Dedi. “Meaningful Assessment
peserta didik dari hari kehari dan untuk for Writing at Islamic Universities”.
mendorong peserta didik dalam merefleksi Pedagogy: Journal of English Language
pembelajaran mereka sendiri. Teaching, 1, no 1 (2013)
Portofolio digunakan sebagai alat Ling, Meng Kay. “The Use of Academic
pengajaran dan juga sebagai alat penilaian. Portfolio in the Learning and
Penilaian portofolio mengharuskan peserta Assessment of Physics Students.”
didik untuk mengkoleksi dan menunjukkan Journal of Educational Sciences 3, no. 2
hasil kerja mereka. Dalam hal ini penilaian (2016).
portofolio dapat dianggap sebagai salah satu
Makmun, Abin Syamsuddin. Psikologi
alat pengajaran yang merupakan komponen
Kependidikan Perangkat Sistem
kurikulum. Portofolio memiliki kelebihan
Pengajaran Modul. Bandung: PT
dalam beberapa hal, terutama lebih objektif
Remaja Rosda Karya, 2012.
dilihat dari prestasi hasil kerja peserta didik
Mokhtaria, Lahmer. “The Use of
yang sesungguhnya, lebih terbuka dimana
Portfolio as an Assessment Tool.”
peserta didik ikut serta menilai pekerjaan
International Journal Of Scientific
yang dilakukannya, dan secara langsung
&LorraineTechnology Research 4, no.
berhubungan dengan proses kegiatan
7  (2015).
pembelajaran.
Munib, Ahmad. Pengantar Ilmu Pendidikan,.
Daftar Pustaka Semarang: UPT MKK UNNES, 2004.
Nazarudin. Manajemen Pembelajaran
Arifin, Zainal. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Implementasi Konsep, Karakteristik
PT Remaja Rosdakarya,  2009. Dan Metodologi Pendidikan Agama
Buyarski, Catherine A, dan Cynthia M Islam Di Sekolah Umum. Yogyakarta:
Landis. “Using an EPortfolio to Assess Teras,  2007.
the Outcomes of a First-Year Seminar: Obeiah, Salameh F., dan Ruba Fahmi
Student Narrative and Authentic Bataineh. “The Effect of Portfolio
Assessment.” International Journal Of -Based Assessment on Jordanian
Indiana University Bloomington 4, no. 1 EFL Learner’s Writing Performance.”
(2004): 12. Bellaterra Journal of Teaching &
Cakan, Mentap, dan Gulcan Mihladiz dkk. Learning Language & Literature 9, no. 1
“How Portfolio Use Affects Students’ (Maret  2016).
Learning and Their Attitudes Toward Pierce, Lorraine Valdez, dan J Michael
6 Th Grade Science Lesson.” Journal of O’Malley. “Performance And Portfolio
Educational Sciences 2, no. 2 (2010). Assessment For Language Minority
Depdiknas. Kurikulum Berbasis Kelas(Penilaian Students.” Journal Of NCBE Program
Kelas). Jakarta: Pusat Kurikulum Information Guide Series, no. 9 (1992).
Balitbangdiknas, 2002. Salvin, Robert. E. Educational Psychology.
Huang, Jeff J S, dan Stephen J H Yang.
PENERAPAN METODE PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO.... |45

Pearson Education.Inc, 2006.


Shaleh, Abdul Rachman. Pendidikan Agama &
Pembangunan Watak Bangsa. Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada, 2010.
Sharifi, Ahmad dan Jaleh Hassaskhah dkk.
“The Role of Portfolio Assessment
and Reflection on Process Writing.”
Journal Of Educational Sciences
University of Guilan 3, no. 6 (2012).
Sosyal, Uluslararası, dan Ara tırmalar Dergisi.
“The Effects of Portfolio Assessment
on Reading, Listening And Writing
Skills of Secondary School Prep Class
Students.” The Journal of International
Social Research 2, no. 9 (2009).
Sujana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar
Mengajar. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 1989.
Surapranata, Sumarna, dan M. Hatta.
Penialain Portofolio implementasi
Kurikulum. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2004.
Usman, M. Uzer, dan Lilis Setiawan.
Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar
Mengajar. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya,  1993.
Wendy Kicken, Saskia Brand-Gruwel,
dan Jeroen J. G, dkk. “Design
and Evaluation of a Development
Portfolio: How to Improve Students’
Self-Directed Learning Skills.”
International Journal Of Educational
Technology Expertise Centre and Netherl
ands Laboratory for Lifelong Learning
Open University of the Netherlands 4,
no. 2 (2010).
46| Elementary Vol. 4 Edisi Januari-Juni 2018

halaman ini bukan sengaja untuk dikosongkan