Vous êtes sur la page 1sur 11

Evektivitas Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Terhadap

Penguasaan Konsep Siswa Kampung Jawa

Arini Dwi Lestari*, Berti Yolida, Rini Rita T. Marpaung


Pendidikan Biologi, FKIP Univeritas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri
Brodjonegoro No. 1 Bandarlampung
*e-mail: arinidwilestarie@gmail.com, Telp.: +6289689882552

Received: September 1 , 2018 Accepted:September 27, 2018 Online Published: September 28, 2018

Abstract: The Effectivity Of Teaching Material Based On Local Wisdom


Towards Student’s Concept Mastery in Kampung Jawa. This research aims were
to describe the use of teaching material based on local wisdom to increase
student’s learning activity and the mastery of student’s concept through scientific
approach. The design that used in this research was one group pretest postest.
The subjects of this research was 33 students of grade IV in SDN Kampung Jawa.
The material in this reserach was care for the living creatures. The effectiveness
was proven by n-Gain the value and supported by students’s learning activity and
student’s response survey. The result of this research showed that the mastery
concept of studentst (n-Gain) in learning was high criteria, students’s learning
activity was good criteria and students’s response to the learning material was
very high criteria. Based on the result of this research, it can be concluded that
the teaching material based on local wisdom was effective to increase students’s
learning activity and mastery of concept in SDN Kampung Jawa.

Keywords: activity, concept mastery, local wisdom

Abstrak: Efektivitas Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal terhadap


Penguasaan Konsep Siswa Kampung Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal untuk
meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan konsep siswa. Desain yang
digunakan adalah one group pretest postest. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa
kelas IV di SDN Kampung Jawa dengan teknik sampling jenuh. Materi dalam
penelitian adalah peduli terhadap makhluk hidup. Keefektivan dibuktikan melalui
nilai n-Gain serta didukung oleh aktivitas belajar dan angket tanggapan siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep siswa (n-Gain) dengan
kriteria tinggi, aktivitas belajar siswa berkriteria baik, serta tanggapan siswa
terhadap bahan ajar memiliki kriteria sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian
tersebut disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal efektif untuk
meningkatkan penguasaan konsep dan aktivitas belajar siswa di SDN Kampung
Jawa.

Kata kunci: aktivitas, kearifan lokal, penguasaan konsep


PENDAHULUAN Isi bahan ajar yang digunakan
lebih baik jika bersumber dari ling-
Pendidikan adalah serangkaian kungan sekitar. Pemilihan isi dise-
proses pemberian informasi yang suaikan dengan kebutuhan, pema-
diberikan kepada siswa, dan haman konsep serta gaya belajar
seringkali diartikan dan dimaknai siswa (Ameyaw, 2011: 11). Hal ini
orang secara beragam, bergantung berhubungan erat dengan kearifan
pada sudut pandang dan teori yang lokal yang dapat disisipkan dalam
dipegangnya. Pendidikan adalah bahan ajar. Pemanfaatan kearifan lo-
proses dimana masyarakat melalui kal dalam pembelajaran dapat me-
lembaga lembaga pendidikan (se- numbuhkan semangat siswa dalam
kolah, perpendidikan tinggi, atau mengeksplorasi alam (Clayton, 2009:
lembaga-lembaga lain) dengan 131).
senga- ja mentransformasikan Kearifan lokal di Kabupaten
warisan budayanya yaitu penge- Pesisir Barat yang cocok disisipkan
tahuan, nilai-nilai, dan keterampilan- dalam bahan ajar IPA tema 3 adalah
keterampilan (Siswoyo, 2007: 18). repong damar. Disebut repong damar
Hal ini senada dengan pendapat karena pohon damar merupakan
Hasbullah (2008: 1) yang meng- tegakan yang dominan jumlahnya
artikan secara sederhana bahwa pada setiap bidang repong (Lubis,
pendidikan diartikan sebagai usaha 1997: 5). Kearifan lokal lain adalah
manusia untuk membina ke- sakai sambaiyan, artinya adalah
pribadiannya sesuai dengan nilai- menunjukkan rasa partisipasi dan
nilai di dalam masyarakat dan solidaritas yang tinggi para warga
kebudayaan. masyarakat terhadap sesuatu ke-
Pembelajaran berbasis kearifan giatan atau kewajiban yang harus
lokal merupakan strategi penciptaan dilakukan (Maha, 2016: 45). Kebia-
lingkungan belajar dan perancangan saan ini antara lain pada saat
pengalaman belajar yang mengin- membangun rumah, pernikahan, ke-
tegrasikan budaya sebagai bagian matian, bahkan sampai menanam
dari proses pembelajaran. Banyak atau panen padi (Yolida dan
sumber dan objek yang ada dalam Marpaung, 2017: 46).
lingkungan relevan untuk dijadikan Keterbatasan sumber belajar
contoh kongkrit sebagai solusi menjadi penyebab kemampuan pe-
konsep yang rumit dan abstrak dalam nguasaan konsep yang rendah serta
pembelajaran IPA (Sardjiyo dan aktivitas belajar yang belum mak-
Pannen, 2005: 84). simal. Buku teks IPA yang tersedia
Bahan ajar merupakan bahan di perpustakaan sekolah hanya
minimal yang harus dikuasai oleh terdapat satu sumber buku yaitu
siswa untuk dapat mencapai kom- Erlangga dengan jumlah yang ter-
petensi dasar yang telah dirumuskan. batas. Guru jarang menggunakan
Oleh sebab itu, bahan ajar terlebih buku tersebut karena sebgaian besar
dahulu harus dapat menarik perhatian siswa hanya mencoret-coret buku.
siswa untuk membacanya. Minat sis- Bahan ajar berupa buku online sulit
wa akan bangkit bila suatu bahan untuk diakses guru. Beberapa guru
diajarkan sesuai dengan kebutuhan yang sudah mempunyai buku online
siswa (Djamarah dan Zain, 2006: masih dalam bentuk soft copy. Faktor
44). biaya juga menjadi kendala untuk
memperbanyak buku online. Guru METODE
mengaku kesulitan dalam memahami
isi buku teks yang digunakan dalam Penelitian ini dilaksanakan pada
pembelajaran. Contoh dan ilustrasi Juli 2018 Tahun Pelajaran
pada buku akan lebih mudah 2018/2019. Sampel penelitian adalah
dipahami bila menggambarkan ling- seluruh peserta didik kelas IV SDN
kungan di Pesisir Barat. Artinya, Kampung Jawa sebanyak 33 siswa.
guru merasa penting menyisipkan Sampel dicuplik dengan meng-
kearifan lokal dalam bahan ajar. gunakan teknik sampling total.
Bahan ajar berbasis kearifan Desain yang digunakan dalam
lokal sangat penting sangat di- penelitian ini adalah one group
perlukan dalam dunia pendidikan. pretest postest.
Dengan menggunakan bahan ajar Prosedur penelitian ini dilakukan
berbasis kearifan lokal pembelajaran dalam tiga tahapan, yaitu: tahapan
akan lebih kontekstual karena ke- prapenelitian, pelaksanaan penelitian
arifan lokal yang ada berada disekitar dan pasca penelitian. Kegiatan yang
siswa. Dengan demikian mengguna- dilaksanakan pada prapenelitian
kan bahan ajar berbasis kearifan adalah observasi dan wawancara ke
lokal pembelajaran akan berjalan sekolah tempat penelitian untuk
dengan efektif dan siswa mengikuti mendapatkan informasi tentang
pembelajaran dengan senang. jumlah siswa kelas IV, selanjutnya
Efektivitas bahan ajar berbasis membuat perangkat pembelajaran
kearifan lokal ditunjukkan dalam yang terdiri dari silabus, Rencana
hasil penelitian Penelitian lain yang Pelaksanaan Pem- belajaran (RPP),
dilakukan oleh Cristian, dkk., (2017: Lembar Kerja Peserta didik (LKPD),
122-123) menunjukkan bahwa bahan dan bahan ajar berbasis kearifan
ajar berbasis kearifan lokal layak lokal. Membuat instrumen penelitian
digunakan pada proses pembelajaran. (pretes-postes) lembar observasi
Keefektifan bahan ajar terlihat dari aktivitas siswa serta membuat angket
jumlah siswa yang mencapai nilai tanggapan siswa terhadap peng-
ketuntasan lebih dari 70%. Uji gunaan bahan ajar berbasis kearifan
banding dua sampel tes menunjukkan lokal.
kelas eksperimen memperoleh rataan Tahapan yang dilakukan dalam
hasil belajar lebih baik daripada penelitian ini, meliputi: memberikan
kelas kontrol. soal pretes, melakukan pembelajaran
Berdasarkan seluruh uraian dengan bahan ajar berbasis kearifan
diatas, maka perlu dilakukannya lokal, observasi aktivitas siswa,
penelitian yang bertujuan untuk men- memberikan postes serta angket
deskripsikan bahan ajar berbasis tanggapan siswa di akhir pembelajar-
kearifan lokal efektif terhadap peng- an.
uasaan konsep dan aktivitas belajar Tahapan yang dilakukan dalam
siswa serta mengetahui tanggapan pasca penelitian ini, meliputi:
siswa SDN Kampung Jawa terhadap analisis data yang diperoleh dari
bahan ajar berbasis kearifan lokal. hasil pretes postes, lembar observasi
dan angket tanggapan siswa lalu
membuat kesimpulan.
Teknik pengambilan data dalam diukur melalui nilai n-Gain (selisih
penelitian ini, yaitu melalui lembar antara nilai postes dan pretes) de-
observasi aktivitas, nilai pretes pos- ngan rumus sebagai berikut:
tes, dan angket. Lembar observasi,
nilai pretes postes dilakukan kepada % − %
=
siswa untuk memperoleh data pri- 100 − %
mer. Angket yang digunakan dalam
penelitian ini adalah angket tertutup. Keefektivan bahan ajar berbasis
Angket tertutup tanggapan siswa kearifan lokal ditentukan dari keter-
menggunakan pilihan jawaban me- capaian siswa dalam mening-katkan
ngacu pada skala Guttman. penguasaan konsep yang diukur
Teknik analisis data yang melalui nilai n-Gain (selisih antara
digunakan pada penelitian ini ada nilai postes dan pretes) de-ngan
dua jenis yaitu kuantitatif dianalisis rumus sebagai berikut:
dengan uji statistik sedangkan data
% − %
kualitatif dianalisis secara deskriptif. =
100 − %
Data kuantitatif pada penelitian ini
adalah nilai pretes, postes dan n-
Keefektivan bahan ajar berbasis
Gain. Analisis data dilakukan meng-
kearifan lokal didukung oleh akti-
gunakan statistik untuk menganalisis
vitas belajar dan tanggapan siswa.
hasil pretes dan postes siswa dengan
Aktivitas belajar diukur dengan
menghitung skor n-Gain yang di-
menggunakan lembar observer yang
normalisasi. Data aktivitas siswa
diisi oleh dua orang observer selama
selama proses pembelajaran di-
pembelajaran ber-langsung dengan
peroleh melalui observasi. Data
rumus:
dianalisis menggunakan teknik des-

kriptif persentase. = 100%
Berdasarkan hasil uji reliabilitas
menghasilkan nilai Al-pha Cronbach
sebesar 0,947 yang berarti bahwa Analisis data angket tertutup
instrumen yang digunakan memiliki antara lain 1) Mengkuantitatifkan
tingkat reliabilitas sangat tinggi; hasil jawaban pada angket tertutup dengan
uji daya pembeda, didapatkan 17 soal memberikan tingkat-tingkat skor
yang dengan kriteria “sangat baik” untuk masing-masing jawaban. 2)
dan 38 soal dengan kriteria“baik”, uji menghitung skor yang diperoleh ke
tingkat kesukaran menghasilkan 29 dalam bentuk teknik analisis
soal yang termasuk kriteria “sedang” deskriptif persentase. 3) menghitung
dan 25 soal termasuk kriteria persentase rata-rata untuk setiap
“mudah”. Berdasarkan hasil tersebut, aspek. 4) menginterpretasikan hasil
dapat disimpulkan bahwa seluruh perhitungan dalam bentuk persentase
soal pretes-postes dinyatakan valid ke dalam kriteria deskriptif per-
dan reliabel sehingga layak untuk sentase lalu menafsirkannya meng-
dipakai sebagai ins-trumen gunakan kalimat yang bersifat kua-
litatif. 5) membuat tabulasi hasil
penelitian.
angket terhadap bahan ajar berbasis
Keefektivan bahan ajar berba-sis
kearifan lokal.
kearifan lokal ditentukan dari
ketercapaian siswa dalam mening-
katkan penguasaan konsep yang
HASIL DAN PEMBAHASAN n-Gain yaitu 0,71 yang termasuk
dalam kriteria tinggi. Pendidikan
Berdasarkan penelitian yang berbasis kearifan lokal adalah
telah dilakukan di SD Negeri pendidikan yang mengajarkan
Kampung Jawa diperoleh hasil peserta didik untuk selalu dekat
sebagai berikut: dengan situasi konkrit yang mereka
Tabel 1. Rata-rata n-Gain Berdasar hadapi sehari-hari. Pendidikan
kan Subtema berbasis kearifan lokal hampir sama
Subtema n-Gain Kriteria dengan pembelajaran kontekstual.
Hewan dan 0,70 Tinggi Karena dengan pembelajaran
tumbuhan di
lingkungan
berbasis kearifan lokal siswa akan
rumahku berhadapan langsung dengan
Keberagaman 0,71 Tinggi lingkungan tempat siswa belajar
makhluk (Johnson, 2007: 67). Dalam
hidup di pembelajaran kontekstual, siswa
lingkungan dituntut untuk mengetahui hubungan
rumahku
Ayo cintai 0,71 Tinggi antara pengalaman belajar di sekolah
lingkungan dengan kehidupan nyata. Kegiatan
Makhluk 0,83 Tinggi pembelajaran dengan memadukan
hidup di pengetahuan sains asli masyarakat
sekitarku dan sains ilmiah mampu mening-
n-Gain total 0,73 Tinggi
katkan pemahaman siswa terhadap
konsep-konsep sains ilmiah dan
Berdasarkan Tabel 1 pengu- menjadikan pembelajaran lebih
asaan konsep peserta didik paling bermakna (Suastra, 2010: 9).
tinggi pada subtema 4 (0,83) dengan Hasil rata-rata nilai n-Gain
kriteria tinggi, sedangkan peng- setiap subtema mengalami pening-
uasaan konsep paling rendah pada katan dengan kriteria “tinggi”.
subtema 1 (0,70) dengan kriteria Artinya, siswa dapat menguasai ma-
tinggi. Hal ini karena pada subtema 4 teri yang dipelajarinya. Siwa yang
siswa belajar dengan cara melakukan menguasai suatu materi, maka besar
pengamatan di lingkungan sekitar kemungkinan siswa dapat dengan
sekolah, sehingga pembelajaran mudah memecahkan masalah yang
menjadi lebih menarik. Dapat berkaitan dengan ilmu yang dipe-
dikatakan bahwa pengusaan konsep lajarinya (Slameto, 2003: 174).
siswa sejalan dengan aktivitas belajar
siswa. Menurut Sardiman (2003:
100), mengemukakan bahwa
semakin banyak aktivitas siswa
dalam pembelajaran akan meng-
hasilkan proses pembelajaran yang
lebih baik pula. Sehingga peng-
uasaan konsep siswa menjadi lebih
baik.
Pembelajaran menggunakan
bahan ajar berbasis kearifan lokal
dapat meningkatkan penguasaan
konsep siswa, yang dilihat dari nilai
Tabel 2. Data Hasil Obsevasi Aktivitas Belajar Siswa
Persentase Aktivitas Belajar Siswa
Rata-
Indikator Aktivitas Subtema Kriteria
rata
1 2 3 4
Memperhatikan penjelasan guru saat Sangat
92 93 91 90 91,5
proses pembelajaran Baik
Bekerjasama dengan teman dalam Sangat
84 81 83 83 83
menyelesaikan tugas kelompok Baik
Siswa mengajukan pertanyaan saat proses
65 75 71 72 71 Baik
pembelajaran
Siswa memberikan tanggapan pada
48 52 53 60 53,2 Baik
kelompok lain saat diskusi
Siswa mempertahankan pendapatnya saat Cukup
50 50 52 55 52
diskusi Baik
Rata-rata 67,8 70,2 70 72 70
Kriteria Baik Baik Baik Baik Baik

Persentase rata-rata pada ngalami peningkatan. Kondisi kelas


subtema 1 memiliki rata-rata te- pada pembelajaran menggunakan ba-
rendah, hal ini dikarenakan siswa han ajar berbasis kearifan lokal se-
makin kondusif. Tingkat aktivitas
ribut dan bermain di kelas sehingga
dan interaksi selama pembelajaran
mengganggu kegiatan pembelajaran. berlangsung baik, siswa menjadi
Kondisi pembelajaran yang tidak lebih aktif untuk memenuhi rasa
kondusif menyebabkan materi tidak ingin tahunya. Siswa memperhatikan
tersampaikan secara maksimal dan penjelasan guru, kerjasama antar
pembelajaran tidak bermakna bagi anggota kelompok juga terlihat,
siswa. Aktivitas belajar siswa yang siswa yang berkemampuan pintar
akan membantu teman sekelompok
rendah menyebabkan pemahaman
yang mengalami kesulitan.
dan penguasaan materi pem- Aktivitas belajar adalah unsur
belajaran menjadi berkurang (Taufik, dasar yang penting bagi keberhasilan
2014: 8). proses pembelajaran. Melalui akti-
Aktivitas yang rendah dise- vitas, siswa akan dapat memahami
babkan karena sebagian siswa tidak pelajaran dari pengalamannya se-
memperhatikan penjelasan guru. Se- hingga akan mempertinggi hasil
lain itu, siswa sudah terbiasa belajar belajarnya (Wahyuningsih dan
dengan metode ceramah oleh guru. Murwani, 2015: 68). Peningkatan
Siswa lebih banyak diam dan penguasaan konsep siswa juga
pasif tanpa bertanya apabila terdapat dipengaruhi oleh penggunaan bahan
materiyang kurang dipahami, oleh ajar kearifan lokal yang membantu
sebab itu stimulus guru sangat siswa memahami materi pelajaran.
diperlukan agar siswa aktif dalam Data kualitatif diperoleh dari
proses pembelajaran. Motivasi be- angket tanggapan siswa yang di-
lajar akan mendorong semangat lakukan oleh guru berupa angket
belajar siswa dan sebaliknya ku- tertutup untuk mengetahui tanggapan
rangnya motivasi belajar akan mele- siswa terhadap bahan ajar berbasis
mahkan semangat belajar yang juga kearifan lokal. Data hasil angket
mempengaruhi hasil belajar (Nur- tanggapan siswa kemudian diper-
mala, 2014: 748). sentasekan dalam bentuk persentase
Persentase rata-rata pada pem- angka dan disajikan dalam Tabel 3
belajaran sub Tema 2, 3 , dan 4 me- berikut ini
Tabel 3. Persentase Angket Tanggapan Siswa terhadap Bahan Ajar
Berbasis Kearifan Lokal
Aspek Indikator Persentase Kategori
Kejelasan teks 94 Sangat Tinggi
Tampilan Penyajian gambar 83 Sangat Tinggi
Kemenarikan desain 90 Sangat Tinggi
Rata-rata 89 Sangat Tinggi
Berkaitan dengan kehidupan
83 Sangat Tinggi
sehari-hari
Pemaparan materi 99 Sangat Tinggi
Penyajian
Kejelasan kalimat 83 Sangat Tinggi
Materi
Penggunaan bahasa 100 Sangat Tinggi
Kejelasan istilah 100 Sangat Tinggi
Kesesuaian soal 100 Sangat Tinggi
Rata-rata 94 Sangat Tinggi
Meningkatkan minat belajar 83 Sangat Tinggi
Memahami kearifan lokal 88 Sangat Tinggi
Manfaat
Perubahan perilaku 87 Sangat Tinggi
Mencintai kearifan lokal 82 Sangat Tinggi
Rata-rata 85 Sangat Tinggi

Berdasarkan perolehan data kungan sekitar sekolah, materi yang


hasil penelitian yang telah disajikan lebih mudah, tidak terlalu
didapatkan, maka dideskripsikan padat, dan isi materi merupakan
efektivitas penerapan bahan ajar evaluasi dari materi pada subtema
berbasis kearifan lokal untuk sebelumnya. Sedangkan pada sub-
meningkatkan aktivitas belajar dan tema 1 sampai dengan subtema 3 isi
penguasaan konsep tema 3 Peduli materi terlalu padat, materi lebih
terhadap Makhluk hidup. Efektivitas kompleks dan siswa diminta banyak
pembelajaran berbasis kearifan lokal mengerjakan soal sehingga siswa
diukur berdasarkan ketercapaian merasa jenuh dan bosan saat pem-
dalam meningkatkan aktivitas belajar belajaran.
dan hasil belajar siswa yang dapat Berdasarkan rata-rata n-Gain
dilihat dari hasil pretes dan postes. yang tertinggi terdapat pada subtema
Pengukuran peningkatan hasil belajar 4 dengan n-Gain 0,83 pada kategori
peserta didik dilihat melalui nilai n- tinggi. Hal ini dikarenakan pada
Gain dan aktivitas belajar yang subtema 4 banyak membahas tentang
diukur dari hasil observasi yang kegiatan siswa diluar kelas, yang
dilakukan oleh peneliti, serta analisis menyebabkan siswa makin aktif
angket tanggapan peserta didik ketika berada diluar kelas karena
terhadap bahan ajar berbasis kearifan siswa bisa mengamati hewan dan
lokal. tumbuhan yang ada disekitar
Hasil observasi dan analisis sekolah, siswa makin memperhatikan
data yang dilihat dari subtema 1 penjelasan dari guru ketika pem-
sampai dengan subtema 4, rata-rata belajaran berlangsung, rasa keingin-
aktivitas siswa yang tertinggi adalah tahuan makin tinggi sehingga siswa
pada subtema 4, yaitu sebesar 72, banyak yang bertanya bertanya ke-
sedangkan rata-rata aktivitas siswa tika subtema ini dipelajari. Per-
paling rendah pada subtema 1, 2 dan sentase aktivitas pada subtema 4
3. Hal ini dikarenakan pada subtema sejalan dengan hasil belajar siswa
4 siswa belajar dengan melakukan yang tinggi pula. Dengan melakukan
pengamatan secara langsung di ling- banyak aktivitas yang sesuai dengan
pembelajaran, maka siswa mampu Efektivitas bahan ajar berbasis
mengalami, memahami, mengingat kearifan lokal pada pembelajaran
dan mengapikasikan materi yang menyebabkan peningkatan aktivitas
telah diajarkan (Hamalik, 2004: 12). siswa dan penguasaan konsep yang
Berdasarkan rata-rata n-Gain dapat dilihat dari data nilai pretes,
yang terendah terdapat pada subtema postes dan n-Gain. Berdasarkan hasil
1 dengan n-Gain 0,70 dengan analisis data tersebut yang telah
kategori tinggi. Hal ini dikarenakan dikemukakan sebelumnya, menun-
subtema 1 siswa belum begitu jukkan bahwa rata-rata nilai pretes
tertarik dengan bahan ajar yang tiap subtema memiliki nilai kisaran
diberikan, sehingga tidak terlalu 50. Selain itu, terjadi peningkatan
banyak siswa yang aktif bertanya aktivitas belajar dan penguasaan
ketika pembelajaran sedang ber- konsep siswa setelah dilakukan pem-
langsung, siswa hanya memper- belajaran dengan menggunakan bah-
hatikan penjelasan dari guru. Namun an ajar berbasis kearifan lokal.
jika dilihat pada seluruh aspek Setelah diterapkannya bahan ajar
aktivitas maupun seluruh subtema berbasis kearifan lokal n-Gain yang
kategorinya tinggi. Hal ini me- diperoleh lebih besar dibandingkan
nunjukkan bahwa pembelajaran dengan sebelum diterapkannya bahan
berbasis kearifan lokal dapat ajar berbasis kearifan lokal.
meningkatkan aktivitas siswa. Hasil Peningkatan penguasaan kon-
penelitian sesuai dengan Laksana dan sep siswa dipengaruhi oleh peng-
Wawe (2015) yang menunjukkan gunaan bahan ajar berbasis kearifan
bahwa aktivitas belajar siswa lokal yang membantu siswa me-
meningkat yang disertai penguatan mahami materi pelajaran. Gambar
pemahaman konsep IPA setelah yang disajikan dalam bahan ajar
dilaksanakan pembelajaran dengan membantu siswa dalam memahami
bantuan media berbasis budaya lokal. materi dibandingkan hanya meng-
Penguasaan konsep siswa gunakan verbal. Hal ini sesuai
tertinggi yaitu pada sub tema 4 dengan tanggapan siswa yang
dengan kategori tinggi, sedangkan mengungkapkan 89% bahwa aspek
yang terendah yaitu pada subtema 2 tampilan bahan ajar berbasis kearifan
dengan kategori sedang. Hal ini lokal menarik perhatian sehingga
dikarenakan pada subtema 4 siswa meningkatkan minat baca siswa.
belajar dengan melakukan penga- Saat pembelajaran berlangsung,
matan secara langsung di lingkungan siswa sangat antusias memper-
sekolah, sehingga pembelajaran men- hatikan apa yang dijelaskan oleh
jadi lebih menarik dan siswa lebih guru. Siswa sangat tertarik dengan
antusias dalam mengikuti pem- materi yang disampaikan, karena
belajaran. Dengan demikian, pengua- hampir semua contoh dan ilustrasi
saan konsep siswa sejalan dengan pada bahan ajar merupakan
aktivitas belajar siswa. Semakin permasalahan yang pernah mereka
banyak aktivitas siswa dalam pem- hadapi. Hal ini sesuai dengan
belajaran akan menghasilkan proses tanggapan siswa sebanyak 94%
pembelajaran yang lebih baik pula. menyatakan bahwa materi dalam
Sehingga pengusaan konsep siswa bahan ajar berbasis kearifan lokal
menjadi lebih baik (Sardiman, 2003: menggunakan ilustrasi yang ber-
100). kaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Bahan ajar yang menarik dapat mampu meningkatkan aktivitas dan
meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa
penguasaan konsep siswa. Sejalan Berdasarkan hasil penelitian
dengan hasil penelitian yang yang telah diuraikan, diketahui
dilakukan oleh Zinnurain dan bahwa pembelajaran dengan
Muzanni (2018: 66) bahwa bahan menggunakan bahan ajar berbasis ke-
ajar yang menarik dari segi tampilan arifan lokal dapat meningkatkan
dan keserasian ilustrasi meningkat- aktivitas dan penguasaan konsep,
kan minat baca siswa. Sehingga karena pembelajaran menjadi lebih
bahan ajar berbasis kearifan lokal kontekstual, dimana dalam setiap
dapat dijadikan sebagai bacaan pembelajarannya sangat erat kaitan-
alternatif dalam pembelajaran IPA. nya dengan kehidupan sehari-hari
Secara keseluruhan, seluruh siswa.
aspek memiliki kategori tinggi. Hal Dalam pembelajaran konteks-
tersebut mengungkapkan bahwa tual, siswa dituntut untuk mengetahui
siswa memiliki tanggapan yang baik hubungan antara pengalaman belajar
terhadap bahan ajar berbasis kearifan di sekolah dengan kehidupan nyata
lokal. Artinya siswa menyukai be- (Suastra, 2010: 9). Pembelajaran
lajar dengan menggunakan bahan kontekstual membantu siswa dalam
ajar berbasis kearifan lokal. Bahan membuat sebuah keterkaitan sebuah
ajar yang baik dapat meningkatkan materi dengan konteks kehidupan
aktivitas dan penguasaan konsep sehari-hari mereka. Hal ini sangat
siswa. penting sebab dengan dapat meng-
Bahasa, istilah, kalimat pada kolerasikan materi yang ditemukan
bahan ajar dipaparkan dengan jelas. dengan kehidupan nyata, bukan saja
Bahan ajar mudah dibaca karena materi itu akan berfungsi secara
materi pelajaran disusun secara sis- fungsional, akan tetapi materi yang
tematis sehingga mudah dipahami. dipelajari akan tertanam erat dalam
Rata-rata penguasaan konsep dan ak- memori siswa, sehingga tidak mudah
tivitas belajar persubtema menga- dilupakan oleh siswa. Kegiatan
lami peningkatan. Dibuktikan dari pembelajaran dengan memadukan
rata-rata keseluruhan aktivitas siswa pengetahuan sains asli masyarakat
berkriteria “baik” dan rata-rata n- dan sains ilmiah mampu
Gain berkriteria tinggi. Faktanya meningkatkan pemahaman siswa
penggunaan bahan ajar berbasis kea- terhadap konsep-konsep sains ilmiah
rifan lokal dapat menciptakan dan menjadikan pembelajaran lebih
suasana lingkungan belajar yang bermakna.
menarik perhatian siswa. Siswa akan
lebih tertarik memperhatikan pen- SIMPULAN
jelasan dari guru sehingga pema-
haman terhadap materi menjadi lebih Simpulan dalam penelitian ini
berkesan dan mudah diingat. Sejalan sebagai berikut: Bahan ajar berbasis
dengan pendapat Kumala dan kearifan lokal efektif untuk
Prihatin (2014: 10-11) bahwa bahan meningkatkan penguasaan konsep
ajar berbasis kearifan lokal menya- tema 3 peduli terhadap makhluk
jikan pengetahuan yang bersifat ke- hidup yang menunjukkan bahwa
lokalan serta nilai-nilai yang ter- penguasaan konsep siswa berada
kandung didalamnya, sehingga dalam kriteria “tinggi”; Bahan ajar
berbasis kearifan lokal efektif untuk Johnson, E, B. 2007. Contextual
meningkatkan aktivitas belajar siswa. Teaching & Learning
Persentase aktivitas siswa secara Menjadikan Kegiatan Belajar
keseluruhan berkriteria “baik”; Hasil Mengajar Mengasyikan dan
analisis persentase rata-rata angket Bermkna. MLC. Bandung.
ditinjau dari aspek tampilan,
penyajian dan manfaat bahan ajar Laksana, D. N. L., & Wawe, F. 2015.
berbasis kearifan lokal berada dalam Penggunaan Media Berbasis
kriteria “sangat baik”. Budaya Lokal dalam
Pembelajaran IPA untuk
DAFTAR RUJUKAN Meningkatkan Aktivitas Be-
lajar dan Pemahaman Kon-
Ameyaw, Y. 2011. Environmental sep IPA Siswa Sekolah
Pedagogies that Promote Dasar. Jurnal Ilmiah Pendi-
Students Understanding of dikan Citra Bakti, 2 (1), 27-
37.
Integrated Science (Bio-
logy Aspect). Journal of Lubis, Z. 1997. Repong Damar:
Education. 1 (1): 10-15. Kajian Tentang Pengam-
bilan Keputusan dalam
Clayton, S., dan Myers, G. 2009. Pengelolaan Lahan Hutan
Psikologi Konservasi (Ter- di Pesisir Krui, Lampung
jemahan). Yogyakarta: Barat. Bogor: CIFOR.
Pustaka Pelajar.
Kumala, N. K., dan Prihatin, S. 2014.
Cristian, D., Ani R., dan Suharto L. Pengembangan Bahan Ajar
2017. Pengembangan Mo- IPA Berbasis Kearifan
del Pembelajaran IPA Lokal. Malang: Universitas
Terintegrasi Etnosains un- Kanjuruhan Malang.
tuk Meningkatkan Hasil Maha, E,. 2016. Pengembangan LKS
Belajar dan Kemampuan Menulis Pidato Bertema
Berpikir Kreatif. Journal of Nilai-Nilai Kearifan Lokal
Innovative Science Edu- Lampung untuk Siswa Kelas
cation. 6 (1): 1-13. X SMA/MA. Tesis tidak
diterbitkan. Bandar Lam-
Djamarah, S.B., dan A. Zain. 2006. pung: Universitas Lampung.
Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Rineka Cipta. Nurmala, D. A., Tripalupi, L. E. dan
Suharsono, N. 2014.
Hamalik, O. 2004. Pendidikan Guru Pengaruh Motivasi Belajar
Berdasarkan Pendekatan Kom- dan Aktivitas Belajar
petensi. Jakarta: Bumi Aksara. terhadap Hasil Belajar
Akuntansi. Jurnal Pendi-
Hasbullah. 2008. Dasar-dasar Ilmu dikan Ekonomi Undiksha.
Pendidikan. Jakarta: PT. Raja 4(1): 746-751.
Grafindo Persada.
Sardiman. 2003. Interaksi dan Moti- Kearifan Lokal Tingkat SD
vasi Belajar Mengajar. PT Kelas IV. Prosiding Seminar
Raja Grafindo Persada. Nasional Pendidikan MIPA
Jakarta. FKIP. Bandar Lampung: Uni-
versitas Lampung.
Sardjiyo, dan Pannen, P. 2005.
Pembelajaran Berbasis Buda- Zinnurain & Ahmad M. 2018.
ya: Model Inovasi Pem- Pengembangan Buku Ajar
belajaran dan Implementasi Berbasis Kearifan Lokal pada
Kurikulum Berbasis Kompe- Siswa Kelas V Sekolah Dasar.
tensi. e-Jurnal Jurnal Pendi- Jurnal IKIP Mataram. 4 (2)
dikan, 6 (2). 83–91. 63-69.

Siswoyo, D,. 2007. Ilmu Pendidikan.


UNY Press. Yogyakarta.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-
faktor yang Mempengaruhi.
Jakarta: Rineka Cipta.
Suastra I. W., Tika, & Kariska. 2010.
Efektivitas Model Pembelajar-
an Sains Berbasis Budaya
Lokal untuk Mengembangkan
Kompetensi Dasar Sains dan
Nilai Kearifan Lokal di SMP.
e-Jurnal Universitas Pendi-
dikan Ganesha. 1 (2): 1-10
Taufik, M. 2014. Pengaruh Aktivitas
Siswa dalam Pembelajaran
Geografi terhadap Prestasi
Belajar Siswa Kelas IX IPS
SMA Negeri 1 Dondo. E-
Journal Geografi. 2(4): 1-14.
Wahyuningsih, D., dan Muwarni, S.
2015. Peningkatan Aktivitas
dan Hasil Belajar Siswa pada
Pembelajaran Biologi melalui
Implementasi Model Num-
bered Head Together pada
Siswa kelas XI SMA N 2
Yogyakarta. Jurnal Pendidikan
Matematika dan Sains. 1 (4):
65-71.
Yolida, B. dan Marpaung, R., R.
2017. Pengembangan Buku
Guru dan RPP IPA Berbasis