Vous êtes sur la page 1sur 18

AL-ISLAM DAN KEMUHAMADIYAHAN VI

Kehidupan Dalam Melestarikan


Lingkungan,Mengembangkan IPTE, Kehidupan Seni
Dan Budaya

Disusun Oleh :

 Ayu Sriwahyuni 12.2017.027


 Laskar Jihad 12.2017.044

Kelas : IVA

Dosen Pembimbing : S.Q. Fardinan S.AG,M.Si

Fakultas Teknik

Prodi Teknik Kimia

Universitas Muhammadiyah Palembang

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur tercurah kepada Allah SWT atas taufik, hidayah, berkat dan
rahmat-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan
kita Rasulullah SAW, keluarganya, sahabatnya serta para pengikutnya hingga
akhir zaman.

AL ISLAM dan KEMUHAMADIYAHAN VI ini adalah mata kuliah


dengan bobot 2 SKS yang terdapat pada mata kuliah Teknik Kimia Fakultas
Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terimakasih kepada :

1. Dosen pembimbing

2. Semua pihak

Palembang,10 April 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

3
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan, budaya bangsa merupakan tiga
unsur yang sangat erat hubungannya dalam peradaban manusia yang tinggal di
planet bumi. Kondisi adaptasi terhadap lingkungan bagi pijakan manusia telah
melahirkan pengetahuan dan cara atau teknologi yang tepat guna untuk
kesinambungan kehidupan dimuka bumi. Lingkungan tempat seluruh kehidupan
makhluk hidup dimuka planet bumi merupakan kondisi awal yang kemudian akan
memberi tantangan bagi para penghuni untuk beradaptasi yang kemudian
berlanjut dengan perkembangan perilakunya.
Adaptasi yang telah berlangsung sejak manusia pertama ada dan berlanjut
secara turun temurun dengan kenaikan jumlah penghuni yang makin lama makin
menyebar, makin pula memberi peluang munculnya pemikiran adaptasi dalam
kelangsungan hidup. Kondisi adaptasi terhadap lingkungan bagi pijakan manusia
telah melahirkan pengetahuan dan cara atau teknologi yang tepat guna untuk
kesinambungan kehidupan di muka bumi.Konsep dasar pemikiran munculnya
pengetahuan dan teknologi ini, berdasarkan pada kenyataan bahwa kondisi
lingkungan menjadikan dasar bagi munculnya iptek dan budaya/perilaku dalam
adaptasi dan kehidupan sehari-hari..

Seperti yang telah terjadi di sekitar kita akhir-akhir ini mengenai


lingkungan, telah menjadi isu yang hangat diperbincangkan oleh Pemerintah
Daerah dan masyarakat. Persoalan ini mengingatkan manusia agar sering menjaga
lingkungannya supaya masalah-masalah global yang membahayakan lapisan bumi
dan kehidupan makhluk hidup nantinya.
Al-Qur’an telah menyatakan bahwa segala jenis kerusakan yang terjadi di
permukaan bumi merupakan akibat dari ulah tangan manusia dalam berinteraksi
terhadap lingkungan hidupnya. Seperti yang terlihat kerusakan telah terjadi di
darat dan di laut karena perbuatan manusia itu sendiri, kerusakan-kerusakan
tersebut merupakan teguran yang diberikan oleh Allah kepada manusia agar

4
mereka sadar bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah perlu dijaga
kelestariaanya

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 . Pengertian Lingkungan Hidup,IPTEK,Seni dan Budaya.

 Lingkungan hidup

Lingkungan atau sering disebut dengan lingkungan hidup adalah jumlah


semua benda yang hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada dalam ruang
yang kita tempati. Adapun berdasarkan UU No. 32 tahun 2009, lingkungan hidup
adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk
hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu
sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lain. Dalam persoalan lingkungan hidup, manusia
mempunyai peranan yang sangat penting. Karena pengelolaan lingkungan
hidup itu sendiri pada akhirnya ditujukan buat keberlangsungan manusia di
bumi ini.
Menurut Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1982 tentang ketentuan-
ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup, Undang-Undang Nomor 10
Tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga
sejahtera, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan
lingkungan hidup, menyatakan bahwa lingkungan hidup merupakan kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia
dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.[1]
Kerusakan lingkungan hidup terjadi karena adanya tindakan yang
menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung sifat fisik dan atau
hayati sehingga lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang
pembangunan berkelanjutan. Kerusakan lingkungan hidup terjadi di darat,
udara, maupun di air.

6
 Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan
teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi
ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang terjadi pada
akhir-akhir ini disebabkan oleh keinginan manusia untuk terus melakukan
pembaharuan melalui penelitian dan pengembangan teknologi modern yang
sangat berbeda dengan zaman dahulu. Pada zaman dahulu manusia belum
mengenal pesawat, pada zaman dahulu manusia belum mengenal mobil, apalagi
smartphone. Namun semua alat modern yang kita gunakan saat ini berawal dari
teori dasar yang sudah ada pada peradaban terdahulu. Manusia saat ini hanya
melakukan pengembangan saja. Banyak ayat-ayat Al-Quran yang menjelskan
tentang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), bahkan sebagian ilmuan
terinspirasi dari ayat-ayat Al-Quran dalam mengembangakan ilmu pengetahuan.

 Seni dan Budaya


Seni adalah keindahan. Ia merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia
yang mengandung dan mengungkapkan keindahan. Ia lahir dari sisi terdalam
manusia didorong oleh kecenderungan seniman kepada yang indah, apa pun
jenis keindahan itu.Dorongan tersebut merupakan naluri manusia, atau
fitrah yang dianugerahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Seni sebagai media untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama dan prinsip-
prinsip fitrawi manusia serta membuat manusia tetap menaruh perhatian terhadap
kehidupan akhirat.Kemampuan berseni merupakan salah satu perbedaan
manusia dengan makhluk lain. Jika demikian.Islam yasti mendukung kesenian
selama penampilan lahirnya mendukung fitrah manusiayang suci itu, dan
karena itu pula Islam bertemu dengan seni dalam jiwa manusia, sebagaimana
seni ditemukan oleh jiwa manusia di dalam Islam.
Seni memiliki makna yang luas. Meski seni dalam pemaknaannya
memberikan keunggulan dan keisitemewaan kepada seniman, namun sejauh ini
belum ada yang menunjukkan sebuah definisi yang definitif tentang seni.

7
Mengingat bahwa seni adalah salah satu sisi kehidupan duniawi manusia, maka
dapat disimpulkan bahwa al-Quran mendukung seni (yang merupakan salah satu
bagian dari kehidupan duniawi manusia). seni tidak boleh menyalahi dan
menyimpang aturan-aturan yang telah digariskan oleh agama

2.2 Dalil Tentang Melestarikan Lingkungan Hidup,Iptek,Seni Dan Budaya


 Dalil Tentang Melestarikan Lingkungan Hidup
Surat Al-A’raf ayat 56

ٌ‫َّللاِ قَ ِريب‬ َ ‫عوهُ خ َْوفًا َو‬


َّ َ‫ط َمعًا ۚ ِإ َّن َرحْ َمت‬ ُ ‫ص ََل ِح َها َوا ْد‬ ِ ‫َو ََل ت ُ ْف ِسدُوا فِي ْاْل َ ْر‬
ْ ‫ض َب ْع َد ِإ‬
َ‫ِمنَ ْال ُمحْ ِسنِين‬

Artinya:
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan
diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat
dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS: Al-A'raf Ayat: 56)

Dalam ayat ini Allah melarang manusia agar tidak membuat kerusakan di
permukaan bumi. Kerusakan ini mencakup:
1. Kerusakan jiwa, dengan cara membunuh dan memotonga anggota tubuh.
2. Kerusakan harta, dengan cara ghoshob dan mencuri.
3. Kerusakan agama dan kafir, dengan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan.
4. Kerusakan nasab, dengan melakukan zina.
5. Kerusakan akal, dengan meminum-minuman yang memabukkan.
Kesimpulannya, bahwa kerusakan itu mencakup kerusakan terhadap akal,
akidah, tata kesopanan, pribadi, maupun sosial, sarana-sarana penghidupan, dan
hal-hal yang bermanfaat untuk umum, seperti lahan-lahan pertanian, perindustrian,
perdagangan dan sarana-sarana kerjasama untuk sesama manusia.
Salah satu bentuk perbaikan yang dilakukan Allah adalah dengan mengutus
para Nabi untuk meluruskan dan memperbaiki kehidupan yang kacau dalam
masyarakat. Siapa yang tidak menyambut kedatangan Rasul, atau menghambat misi
mereka, dia telah melakukan salah satu bentuk perusakan di bumi.

8
Surat Ar-Rum ayat 41-42

َ‫ع ِملُ ْوا لَعَلَّ ُه ْم يَ ْر ِجعُ ْون‬ ْ ‫ض الَّذ‬


َ ‫ِي‬ َ ‫ت ا َ ْيدِى النَّا ِس ِليُ ِذ ْيقَ ُه ْم بَ ْع‬ َ ‫سادُ فِى ْالبِ ِر َو ْالبَحْ ِر بِ َما َك‬
ْ َ‫سب‬ َ َ‫ظ َه َر ْالف‬
َ
Artinya:
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan
tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS: Ar-Rum
Ayat: 41)

َ‫عاقِبَةُ الَّ ِذ ْينَ ِم ْن قَ ْب ُل قلى َكانَ أ َ ْكث ُ ُر ُه ْم ُّم ْش ِر ِك ْين‬


َ َ‫ْف َكان‬ ِ ‫قُ ْل ِسي ُْر ْوا فِى ْاْل َ ْر‬
ُ ‫ض فَا ْن‬
َ ‫ظ ُر ْوا َكي‬
Artinya:
“Katakanlah, ‘Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah
bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu.’ Kebanyakan mereka itu adalah
orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS: Ar-Rum Ayat: 42)
Telah muncul berbagai kerusakan di dunia ini sebagai akibat dari
peperangan dan penyerbuan pasukan-pasukan, pesawat-pesawat terbang, kapal-
kapal perang, dan kapal-kapal selam. Hal itu tiada lain karena akibat dari apa yang
dilakukan oleh umat manusia berupa kezaliman, banyaknya lenyapnya perasaan
dari pengawasan Yang Maha Pencipta. Dan mereka melupakan sama sekali akan
hari hisab, hawa nafsu terlepas bebas dari kalangan sehingga menimbulkan
berbagai macam kerusakan di muka bumi. Karena tidak ada lagi kesadaran yang
timbul dari dalam diri mereka, dan agama tidak dapat berfungsi lagi untuk
mengekang kebinalan hawa nafsunya serta mencegah keliarannya. Akhirnya Allah
SWT merasakan kepada mereka balasan dari sebagian apa yang telah mereka
kerjakan berupa kemaksiatan dan perbuatan-perbuatan lalu yang berdosa.
Barangkali mereka mau kembali dari kesesatannya lalu bertaubat dan kembali
kepada jalan petunjuk. Dan mereka kembali ingat bahwa setelah kehidupan ini
ada hari yang pada hari itu semua manusia akan menjalani penghisaban amal
perbuatannya.
Sesudah Allah menjelaskan bahwa timbulnya kerusakan sebagai akibat dari
perbuatan tangan manusia sendiri. Lalu Dia memberikan petunjuk kepada mereka,
bahwa orang-orang sebelum mereka telah melakukan hal yang sama seperti apa
yang telah dilakukan oleh mereka. Akhirnya mereka tertimpa azab dari sisi-Nya,

9
sehingga mereka dijadikan pelajaran buat orang-orang sesudah mereka dan
sebagai perumpamaan-perumpamaan bagi generasi selanjutnya

 Dalil Tentang Ilmu pengetahuan dan teknologi


Surat Al-Mulk ayat 3-4

ِ‫ت ۖ فَا ْر ِجع‬ ُ َ‫الرحْ ٰ َم ِن ِم ْن تَف‬


ٍ ‫او‬ َّ ‫ق‬ِ ‫ت ِط َباقًا ۖ َما ت ََر ٰى ِفي خ َْل‬ٍ ‫س َم َاوا‬ َ َ‫الَّذِي َخلَق‬
َ ‫س ْب َع‬
‫ور‬
ٍ ‫ط‬ َ َ‫ْالب‬
ُ ُ‫ص َر ه َْل ت ََر ٰى ِم ْن ف‬
Artinya:
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak
melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang.Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak
seimbang?” (QS: Al-Mulk Ayat: 3)
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT telah menciptakan tujuh langit
berlapis-lapis yang tidak ada satu makhlukpun dapat melakukannya. Tiap-tiap
benda alam itu seakan-akan terapung kokoh ditengah-tengah jagat raya, tanpa ada
tiang-tiang yang menyangga dan tanpa tali-temali yang mengikatnya. Tiap-tiap
langit itu menempati ruangan yang telah ditentukan baginya di tengah-tengah
jagat raya dan masing-masing lapisan itu terdiri atas begitu banyak planet yang
tidak terhitung jumlahnya. Makanya benar bahwa Allah SWT berfirman hanya
Allah SWT yang Maha Agung dan Maha Tinggi.

Al Qur’an Surat Yunus (101)


َّ ‫ونَ ُُيُؤْ من َل قَ ْوم َع ْن َوالنُّذ ُ ُر ْاليَاتُ ت ُ ْغني َو َما ۚ َو ْاْل َ ْرض ال‬
ُ ‫س َم َاوات في َماذَا ا ْن‬
. ‫ظ ُروا قُل‬
Artinya : Katakanlah, “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!”
Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi
peringatan bagi orang yang tidak beriman.” (QS. Yunus : 101).
Kandungan Ayat. Allah SWT menyuruh kepada manusia untuk
memperhatikan fenomena alam yang ada di langit dan di bumi yang merupakan
tanda-tanda kebesaran Allah:1. Fenomena itu tidak hanya dilihat dengan mata
kepala akan tetapi dikaji, diteliti, dipelajari dan dicermati untuk dikembangkan
menjadi IPTEK. 2. Umat manusia hendaknya mengambil manfaat dari tanda-
tanda kebesaran Allah dan mengambil peringatan (tazkir) yang disampaikan para

10
rasul. Bagi orang yang beriman hal itu akan menambah cintanya kepada Allah
SWT, sebaliknya bagi orang kafir peringatan Rasul itu tidak ada manfaat baginya.
Penjelasan Ayat. Qur’an surat Yunus adalah surat yang ke 10 terdiri atas
109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah terkecuali ayat 40,94,95 yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika berada di Madinah. Surat ini
dinamakan “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi
Yunus A.S. dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.
Pada ayat yang ke 101 dalam surat Yunus, Allah swt memerintahkan kita
untuk memperhatikan fenomina alam yang terjadi di langit dan di bumi. Fenomina
alam itu akan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah swt. Jika kita telah
memperlakukan hal yang demikian, akan dapat mempertebal keimanan kita
kepada Allah swt. Tapi sebaliknya tanda-tanda kebesaran Allah itu tidak ada
manfaatnya bagi orang-orang yang ingkar atau kafir. Allah menurunkan undang-
undangnya berupa wahyu yang terangkum dalam ayat-ayat Al Qur’an ( ayat
Qouliyah ), namun juga menurunkan undang-undangnya yang terdapat di alam
raya (ayat Kauniyah).
Al-Qur’an bukanlah buku yang berisi tentang ilmu pengetahuan yang
berasal dari hasil penelitian manusia, dan bukan merupakan kumpulan teori-teori
alam dan teknologi, tetapi Al-Qur’an adalah kumpulan wahyu-wahyu Allah
sebagai pedoman hidup bagi manusia. Al Qur’an bukan IPTEK akan tetapi segala
apa yang ditulis di dalamnya dapat dikaji kebenarannya setelah manusia
membuktikan secara ilmiah. Seperti ayat Al Qur’an surat Arrahman : 55 : 33
yang artinya : "Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (
melintasi ) langit dan bumi lintasilah. Kamu tidak akan dapat menembusnya
melainkan dengan ilmu pengetahuan”.
Pada abad ke 21 ini IPTEK telah berkembang dengan cepat, manusia dapat
melihat kejadian dibelahan bumi dimana saja, seakan menjadi desa dunia yang
tanpa batas dengan kecanggihan alat teknologi informatika. Begitu pula dalam
bidang-bidang lainnya banyak pula yang berkembang dengan cepat, sebanding
dengan kecepatan kemajuan teknologi. Al Qur’an Surat Al Baqarah 164.

11
 Dalil Tentang Kehidupan Dalam Seni dan Budaya

2.3 Kehidupan dalam Melestarikan lingkungan hidup,IPTEK,Seni dan Budaya.


 Kehidupan Dalam Melestarikan Lingkungan

1. Lingkungan hidup sebagai alam sekitar dengan segala isi yang


terkandung di dalamnya merupakan ciptaan dan anugerah Allah
yang harus diolah/dimakmurkan, dipelihara, dan tidak boleh
dirusak103.
2. Setiap muslim khususnya warga Muhammadiyah berkewajiban
untuk melakukan konservasi sumberdaya alam dan ekosistemnya
sehingga terpelihara proses ekologis yang menjadi penyangga
kelangsungan hidup, terpeliharanya keanekaragaman sumber
genetik dan berbagai tipe ekosistemnya, dan terkendalinya cara-
cara pengelolaan sumberdaya alam sehingga terpelihara
kelangsungan dan kelestariannya demi keselamatan, kebahagiaan,
kesejahteraan, dan kelangsungan hidup manusia dan keseimbangan
sistem kehidupan di alam raya ini.
3. Setiap muslim khususnya warga Muhammadiyah dilarang
melakukan usahausaha dan tindakan-tindakan yang menyebabkan
kerusakan lingkungan alam termasuk kehidupan hayati seperti
binatang, pepohonan, maupun lingkungan fisik dan biotik termasuk
air laut, udara, sungai, dan sebagainya yang menyebabkan
hilangnya keseimbangan ekosistem dan timbulnya bencana dalam
kehidupan.
4. Memasyarakatkan dan mempraktikkan budaya bersih, sehat, dan
indah lingkungan disertai kebersihan fisik dan jasmani yang
menunjukkan keimanan dan kesalihan.
5. Melakukan tindakan-tindakan amar ma'ruf dan nahi munkar dalam
menghadapi kezaliman, keserakahan, dan rekayasa serta kebijakan-

12
kebijakan yang mengarah, mempengaruhi, dan menyebabkan
kerusakan lingkungan dan tereksploitasinya sumber-sumber daya
alam yang menimbulkan kehancuran, kerusakan, dan ketidakadilan
dalam kehidupan.
6. Melakukan kerjasama-kerjasama dan aksi-aksi praksis dengan
berbagai pihak baik perseorangan maupun kolektif untuk
terpeliharanya keseimbangan, kelestarian, dan keselamatan
lingkungan hidup serta terhindarnya kerusakankerusakan lingkungan
hidup sebagai wujud dari sikap pengabdian dan kekhalifahan dalam
mengemban misi kehidupan di muka bumi ini untuk keselamatan
hidup di dunia dan akhiat.

 Mengembangkan Imu Pengetahuan dan Teknologi


1. Warga Muhammadiyah wajib untuk menguasai dan memiliki keunggulan
dalam kemampuan IPTEK.
2. Warga Muhammadiyah harus memiliki sifat ilmuwan (kritis, terbuka
menerima kebenaran dan menggunakan daya nalar).
3. Kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi merupakn bagian
tak terpisahkan dng iman dan amal shalih.
4. Dengan ilmunya, warga Muhammadiyah wajib mengajarkan, memberi
peringatan, mencerahkan & memanfaatkan u/ kemaslahatan sbg wujud
ibadah, jihad dan dakwah.
5. Menggairahkan & menggembirakan gerakan mencari ilmu pengetahuan dan
penguasaan teknologi.

 Kehidupan dalam Seni dan Budaya


1. Islam adalah agama fitrah. Tidak bertentangan dng fitrah manusia, tetapi
menyalurkan, mengatur dan mengarahkan fitrah tsb untukkemuliaan manusia.
2. Rasa seni mrpkn salah satu fitrah yg dianugerahkan oleh Allah SWT.

13
3. Berdasarkan Kep. Munas Tarjih ke-22 Th. 1995, Hukum Karya seni adalah
mubah (boleh), slm tidak mengarah atau mengakibatkan fasad (rusak) , dlarar
(bahaya), isyyan (durhaka) & ba’id ‘anillah (jauh dari Allah).
4. Seni rupa dg obyek makhluk bernyawa hukumnya Mubah jika digunakan u/
kepentingan sarana pengajaran. Dan menjadi Haram bila mengandung unsur
isyyan dan kemusyrikan.
5. Seni suara (vokal, instrumen, sastra dan pertunjukkan) pada dasarnya Mubah,
serta menjadi Haram bila menjurus pada pelanggaran norma-norma agama.
6. Seni budaya dapat menumbuhkan perasaan halus dan keindahan juga sbg
sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sbg sarana dakwah.
7. Menghidupkan sastra Islam sebagai bagian dari strategi membangun
peradaban dan kebudayaan muslim.

seni memiliki keluasan dan berdasarkan hal itu setiap manusia yang memiliki
ilmu pengetahuan, bakat dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan tertentu
daripada orang lain, maka ia disebut seniman entah bakat dan kemampuan ini
dalam bidang positif maupun negatif bahkan meskipun tanpa tujuan.
Demikian juga, bahwa apabila kita menghendaki definisi yang telah kami
paparkan tentang seni berdasarkan penelitian kita sendiri, maka sebagian besar
manusia dalam satu hal tertentu merupakan seorang seniman, namun meskipun
demikian, pada masa sekarang, dalam pandangan umum, kata-kata seperti
seniman hanya disematkan kepada sebagian profesi tertentu dari anggota
masyarakat yang sibuk dalam bidang-bidang tertentu seperti bioskop, teater,
pembuatan patung, melukis dan lainnya.
Orang-orang lain, meskipun ia memiliki kemampuan nilai seni yang tinggi,
tidak disebut sebagai seorang seniman. Sebagai contoh, seorang petani ulung tidak
akan pernah disebut sebagai seniman.penjelasan ini dengan dalil bahwa kita
mengetahui pengertian umum dan khusus dan keduanya juga memiliki jawaban
yang cocok, maksudnya dalam seni khusus Anda pada awalnya harus menentukan
jenis seni dengan segala kedetailannya kemudian mencari pandangan Al-Quran

14
terkait dengan hal itu, seperti pertanyaan 3338 tentang pandangan Islam terhadap
kerajinan membuat patung dan melukis.
Namun, untuk memperoleh pendapat al-Quran terkait dengan seni, dalam
makna umum dan global, pada awalnya kita harus mengenal standar-standar
umum Islam kemudian meneliti setiap akar seni dengan memperhatikan prinsip-
prinsip dan timbangan-timbangan umum dan kemudian meneliti apakah seni itu
sesuai dengan nilai-nilai Islam ataukah tidak?
Terkait dengan pandangan umum Al-Quran tentang seni harus dikatakan
bahwa: Meskipun tidak ada ayat dan surah sehubungan dengan seni yang
diturunkan, namun dari sisi bahwa seni merupakan bagian dari kehidupan duniawi
manusia, maka dapat disimpulkan bahwa al-Quran mendukung seni (yang
merupakan salah satu bagian dari kehidupan duniawi manusia).
Di antara dua tindakan di atas, terdapat pula tindakan yang tidak memiliki
tujuan tertentu dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama namun tidak juga
dapat dinilai bahwa hal itu bertentangan dengan nilai-nilai agama secara jelas.
Tindakan ini disebut dengan tindakan yang tidak memiliki nilai yang pada
akhirnya karena hilangnya kesempatan secara perlahan-lahan bagi manusia untuk
melakukan tindakan yang bernilai, mungkin saja akan berubah menjadi tindakan
yang berlawanan dengan nilai-nilai.
Tindakan seni juga tidak akan keluar dari patokan-patokan ini dan salah satu
dari tiga batasan diatas. Yang lebih penting adalah menggunakan setiap bentuk
seni sesuai dengan ketentuan dan pandangan Al-Quran.
Dalam al-Quran, Allah Swt mencela sebagian pendongeng karena memiliki
tujuan buruk.[1] Namun dalam surah Yusuf, al-Quran memberikan penghargaan
terhadap seni; yaitu seni dalam hal cerita.[2] Mengingat bahwa dunia ini dinilai
sebagai dagangan yang tidak ada nilainya dan sekejap[3] maka manusia diajak
untuk lebih teliti dalam menciptakan seni.[4] Manusia menggunakan sisi industri
untuk digunakan dalam sisi positif seperti membuat kapal,[5] bertani[6] dan
lainnya. Tindakan seni seperti ini dinilai sebagai seni yang baik dan menunjukkan
kekuasaan Ilahi karena pencipta seni yaitu manusia adalah makhluk Tuhan
sedangkan jika manusia menggunakan industri dan seni yang digunakan untuk

15
menjauhkan diri dari Tuhan, maka mereka harus menerima balasan kemusnahan
dan api jahanam.[7] sebagaimana yang Anda perhatikan, dalam berbagai seni, seni
itu sendiri tidak dapat diterima atau juga ditolak oleh Al-Quran, namun hanya
motivasi seniman yang dapat menentukan bahwa suatu seni itu menurut Al-Quran
adalah sebagai seni yang positif ataukah negatif. Sebagai contoh, kita akan
meneliti sebuah kesenian menurut pandangan Al-Quran: Al-Quran, seni
konstruksi tidak dengan sendirinya diterima atau ditolak oleh Al-Quran, namun
apabila tujuan pelaksanaan seni ini adalah tujuan yang diterima oleh Tuhan, maka
hal itu akan diterima oleh Al-Quran seperti membangun masjid untuk
beribadah[8] atau membangun rumah yang digunakan untuk tempat sebagai
tempat penampungan bagi masyarakat[9] atau bahkan bangunan istana dengan
karpet kristal yang nampak seperti kolam renang biru[10] yang dibuat bukan
untuk menyembah dunia namun untuk menunjukkan budaya manusia atau agama
maka hal itu tidak bertentangan dengan Al-Quran.
Namun apabila tujuannya adalah untuk hal-hal yang bertentangan dengan
Tuhan, maka seni engineering itu juga akan menjadi hal-hal yang berlawanan
dengan nilai-nilai Al-Quran seperti istana yang dibangun oleh Haman atas
perintah Firaun dan digunakan untuk melawan Tuhan.[11] Bahkan apabila dalam
karya seninya memang tidak ada maksud untuk melawan Tuhan dan hanya untuk
berfoya-foya, bersenang-senang dan berlaku sombong, maka tindakan seperti itu
tetap ditentang oleh Al-Quran secara keras.[12] Yang menarik, bahwa Al-Quran
bahkan jika membangun masjid dengan maksud untuk selain agama maka hal itu
akan dipertanyakan.[13]
Dari sisi lain, Tuhan akan mengazab dan membinasakan dalam waktu dekat
bagi orang-orang yang membangun bangunan-bangunan yang sangat mencolok
atau sangat mentereng[14] sehingga tidak akan ada anggapan bahwa dengan
menggunakan seni untuk memperkuat bangunan, maka hala itu akan membuatnya
aman dari kemarahan Tuhan.[15]

16
BAB III
PENUTUP

17
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/sorry/index?continue=https://www.google.co.id/sear
ch%3Fix%3Dseb%26sourceid%3Dchrome%26ie%3DUTF-
8%26q%3Ddalail%2Btentang%

http://zuniaervin.blogspot.com/2014/11/ayat-ayat-al-quran-yang-
menjelaskan.html

https://www.bacaanmadani.com/2017/01/ayat-ayat-al-quran-tentang-
pengembangan.html

http://alhassanain.org/m/indonesian/?com=content&id=1965

18