Vous êtes sur la page 1sur 5

Nama kelompok 2:

1. Lolita Safitri (122017046)


2. Wilda Ardanella (122017024)
3. Arif Kusnandar (122017010)
4. Budiyanto (122017062)

MASALAH 1.48
Dinding bagian dalam ruang bakar motor roket menerima 160 (Kw) / m2 oleh radiasi
dari gas pada 2760 ° C. Koefisien perpindahan panas konvektif antara gas dan
dinding adalah 110 W / (m2 K). Jika dinding bagian dalam ruang pembakaran
berada pada suhu 540 ° C, tentukan resistansi termal total dari unit area dinding
dalam (m2 K) / W dan fluks panas. Juga menggambar sirkuit termal.

DIBERIKAN
Dinding ruang bakar motor roket
Radiasi ke permukaan bagian dalam (qr / A) = 160 (Kw) / m2
Suhu gas dalam ruang (Tg) = 2760 ° C
Koefisien perpindahan panas konvektif pada dinding bagian dalam (hc) = 110 W / (m2 K)
Suhu dinding bagian dalam (Tw) = 540 ° C

MENEMUKAN

(a)Gambarlah sirkuit termal


(b)Resistansi termal total unit area (A Rtotal) dalam (m2 K) / W

ASUMSI

Perpindahan panas satu dimensi melalui dinding ruang bakar


Aliran panas keadaan stabil

SKETSA

Tg = 2760 °C

qr Tw = 540 °C

SOLUSI
(a) Sirkuit termal untuk dinding bilik ditunjukkan di bawah ini

R
r

T
g Tw

Rc

(b) Total resistansi termal dapat dihitung dari total laju perpindahan panas dari pipa
T

qtotal = R
Total
T
∴ A Rtotal =  qtotal 
 
 A 
Total laju perpindahan panas adalah jumlah dari perpindahan panas radiasi
dan konvektif

qtotal = qr + qc = qr + hc A T
q
∴ total = qr + h T
C
A A
q
total 2 2 2

A = 160000 W/m2 + 110 W/(m2K) (2760–540)K = 404,200 W/m2

Oleh karena itu ketahanan termal unit area adalah


(2760 – 540)K

A Rtotal = 404,200 W/m2 = 0.0055 (m2K)/ W

Metode alternatif penyelesaian bagian (b) adalah menghitung resistensi radiasi dan
konvektif secara terpisah dan kemudian menggabungkannya secara paralel seperti yang
diilustrasikan di bawah ini.
Resistensi konvektif adalah

Rc = 1 =
1  1  1 0.0091(m2K)/W
2o  =

hc A A 110 W/(m2K)  A
Resistensi radiasi adalah

T T 1 (2760 – 540) K 1

Rr = qr = A (qr / A) = A 160000 W/m2 = A 0.014 (m2K)


Menggabungkan dua resistensi ini secara paralel
menghasilkan resistensi total

Rr Rc
Rtotal = R + R
r C
(0.0091)(0.014)
∴ A Rtotal = (m2K)/W = 0.0055 (m2K)/W
(0.0091+0.014)

MASALAH 1.49
Atap datar rumah menyerap fluks radiasi matahari 600 W / m2. Bagian belakang
atap terisolasi dengan baik, sedangkan bagian luar kehilangan panas oleh radiasi
dan konveksi ke udara sekitar pada 20 ° C. Jika daya pancar atap adalah 0,80 dan
koefisien perpindahan panas konvektif antara atap dan udara adalah 12 W / (m2
K), hitung: (a) suhu permukaan kesetimbangan atap, dan (b) rasio konvektif untuk
kehilangan panas radiasi. Bisakah salah satu dari ini diabaikan? Jelaskan
jawabanmu.

DIBERIKAN
Atap datar sebuah rumah
Fluks surya yang diserap (qsol / A) = 600 W / m2
Bagian belakang atap terisolasi dengan baik
Suhu udara sekitar (T∞) = 20 ° C = 293 K
Emittance of the roof (ε) = 0,80
Koefisien perpindahan panas konvektif ( hc ) = 12 W / (m2 K)

MENEMUKAN

(a) Suhu permukaan kesetimbangan (Ts)


(b) Rasio hilangnya panas konvektif terhadap radiasi

ASUMSI

Perpindahan panas dari permukaan belakang atap dapat diabaikan


Aliran panas keadaan stabil

SKETSA
T• = 293 K
q
sol
qr qc
Ts

Roof

SIFAT DAN KONSTAN

Dari Lampiran 1, Tabel 5, konstanta Stefan-Boltzmann (σ) = 5.67 × 10–8 W/(m2 K4)

SOLUSI
Untuk keadaan mantap jumlah kehilangan panas konvektif, dari Persamaan (1.10), dan
kehilangan panas radiatif, dari Persamaan (1.15), harus sama dengan gain matahari
q q
sol qc r 4
= + =h (Ts – T∞) + ε σ Ts
C
A A A
2 2
600 W/m = 12 W/(m K) (Ts – 293K) + (0.8) 5.67 ×10  −8 2 4
W/(m K ) Ts  4

–8 4
4.535 × 10 Ts + 12 Ts – 4116 = 0
Dengan Coba-Coba
Ts = 309 K = 36°C

(b) Rasio konvektif terhadap kerugian radiasi adalah


2
12 W/(m K)  309 K − 293K
qc h c (T s − T ∞ )  

qr = ε σ Ts
4

=(0.8) 5.67 ×10
−8 2 4

W/(m K )  309 K
4
= 0.46

KOMENTAR
Karena istilah radiatif dan konvektif memiliki urutan yang sama besarnya, tidak ada yang dapat
diabaikan tanpa menimbulkan kesalahan yang signifikan.

MASALAH 1.50
Tentukan kebutuhan daya besi solder yang ujungnya dipertahankan pada 400 ° C.
Ujungnya adalah silinder berdiameter 3 mm dan panjang 10 mm. Temperatur
udara sekitar 20 ° C dan koefisien perpindahan panas konvektif rata-rata di atas
tip adalah 20 W / (m2 K). Awalnya, ujungnya sangat halus sehingga memberikan
daya pancar yang sangat rendah.

DIBERIKAN
Ujung besi solder
 Diameter (D) = 3 mm = 0,003 m
 Panjang (D) = 10 mm = 0,01 m
Suhu ujung (Tt) = 400 ° C
Suhu udara di sekitarnya (T∞) = 20 ° C
Koefisien perpindahan panas konvektif rata-rata (hc) = 20 W / (m2 K)
Emitansi sangat rendah (ε = 0)
DITEMUKAN

Kebutuhan daya dari besi solder (q)


ASUMSI
Kondisi steady state ada
Semua daya yang digunakan oleh besi solder digunakan untuk memanaskan ujung
Perpindahan panas radiasi dari ujung diabaikan karena daya pancar yang rendah
Ujung ujungnya rata
Ujung berada pada suhu yang seragam

SKETSA
T• = 20°C
D = 0.003 m
Tt = 400°C

L = 0.01 m
Soldering
Iron

SOLUSI

Kebutuhan daya dari besi solder, q, sama dengan panas yang hilang dari ujung oleh konveksi
2
qc = hco A ΔT = hc (π D /4 + π D L) (Tt – T) = q
2  2 
q = 20 W/(m K)  π (0.003 m) + π (0.003 m) (0.01m) (400°C – 20°C)
 4 
q = 0.77 W