Vous êtes sur la page 1sur 39

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

NOMOR 11 TAHUN 2008 NUMBER 11 OF 2008


TENTANG CONCERNING
INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK ELECTRONIC INFORMATION AND
TRANSACTIONS

Daftar Isi / Table of Contents

Pasal / Article
Bab I: Ketentuan Umum 1–2 Chap. I: General Provisions
Bab II: Asas dan Tujuan 3–4 Chap. II: Principles and Objectives
Bab III: Informasi, Dokumen, dan Tanda Chap. III: Electronic Information, Records,
5 – 12
Tangan Elektronik and Signatures
Bab IV: Penyelenggaraan Sertifikasi Chap. IV: Provision of Electronic
13 – 16
Elektronik dan Sistem Elektronik Certification and Electronic Systems
Bab V: Transaksi Elektronik 17 – 22 Chap. V: Electronic Transactions
Bab VI: Nama Domain, Hak Kekayaan Chap. VI: Domain Names, Intellectual
Intelektual dan Perlindungan Hak Pribadi 23 – 26 Property Rights and Protection of Privacy
Rights
Bab VII: Perbuatan Yang Dilarang 27 – 37 Chap. VII: Prohibited Acts
Bab VIII: Penyelesaian Sengketa 38 – 39 Chap. VIII: Dispute Resolution
Bab IX: Peran Pemerintah dan Peran Chap. IX: Role of the Government and Role
40 – 41
Masyarakat of the Public
Bab X: Penyidikan 42 – 44 Chap. X: Investigation
Bab XI: Ketentuan Pidana 45 – 52 Chap. XI: Penal Provisions
Bab XII: Ketentuan Peralihan 53 Chap. XII: Transitional Provisions
Bab XIII: Ketentuan Penutup 54 Chap. XIII: Concluding Provisions

Please note that the format of this text differs from the official text. For example, in this version,
the elucidation of the law is placed right below the respective articles, which is, in the official
version, placed separately after the text of the law (or as a supplement). This version is
intended as a convenience for the readers and not a substitute for the official text.

Translated by Wishnu Basuki (ABNR)


wbasuki@abnrlaw.com

Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2008 NUMBER 11 OF 2008
TENTANG CONCERNING
INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK ELECTRONIC INFORMATION AND
TRANSACTIONS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF


INDONESIA,
Menimbang: Considering:
a. bahwa pembangunan nasional adalah suatu a. that the national development is a sustainable
proses yang berkelanjutan yang harus process that should at all times be responsive to
senantiasa tanggap terhadap berbagai dinamika the varying dynamics among the public;
yang terjadi di masyarakat;
b. bahwa globalisasi informasi telah b. that globalization of information has placed
menempatkan Indonesia sebagai bagian dari Indonesia as part of the world’s information
masyarakat informasi dunia sehingga community, therefore the making of regulation
mengharuskan dibentuknya pengaturan concerning organization of Electronic
mengenai pengelolaan informasi dan Transaksi Information and transactions at the national
Elektronik di tingkat nasional sehingga level is required in order that the development
pembangunan Teknologi Informasi dapat of Information Technology can be carried out
dilakukan secara optimal, merata, dan in an optimal, distributive, and widespread
menyebar ke seluruh lapisan masyarakat guna manner throughout all levels of society to
mencerdaskan kehidupan bangsa; advance the intellectual life of the people;
c. bahwa perkembangan dan kemajuan Teknologi c. that the very rapid development and advance of
Informasi yang demikian pesat telah Information Technology have contributed to
menyebabkan perubahan kegiatan kehidupan changes in the people’s life activities in the
manusia dalam berbagai bidang yang secara various fields that have had direct effect on the
langsung telah memengaruhi lahirnya bentuk- emergence of new forms of legal acts;
bentuk perbuatan hukum baru;
d. bahwa penggunaan dan pemanfaatan d. that the use and usage of Information
Teknologi Informasi harus terus dikembangkan Technology must continuously be developed to
untuk menjaga, memelihara, dan foster, maintain, and strengthen the national
memperkukuh persatuan dan kesatuan nasional union and unity under laws and regulations in
berdasarkan peraturan perundang-undangan the national interest;
demi kepentingan nasional;
e. bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi e. that usage of Information Technology has
berperan penting dalam perdagangan dan important role in national trade and economic
pertumbuhan perekonomian nasional untuk growth in order to achieve public prosperity;
mewujudkan kesejahteraan masyarakat;
f. bahwa Pemerintah perlu mendukung f. that the Government of necessity supports the
pengembangan Teknologi Informasi melalui development of Information Technology
infrastruktur hukum dan pengaturannya through infrastructure of law and its regulation

1
sehingga pemanfaatan Teknologi Informasi in order that the Information Technology usage
dilakukan secara aman untuk mencegah is carried out securely to prevent its misuse
penyalahgunaannya dengan memperhatikan with due regard to religious and social-cultural
nilai-nilai agama dan sosial budaya masyarakat values of the Indonesian society;
Indonesia;
g. bahwa berdasarkan pertimbangan- g. that based on consideration as intended by
pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam point a, point b, point c, point d, point e, and
huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, dan point f, it is necessary to make Law concerning
huruf f perlu membentuk Undang-undang Electronic Information and Transactions.
tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Mengingat: Bearing in Mind:
Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 Undang-Undang Article 5 section (1) and Article 20 of the 1945
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Constitution of the Republic of Indonesia;
Dengan Persetujuan Bersama With the Joint Consent of
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT THE HOUSE OF REPRESENTATIVES OF
REPUBLIK INDONESIA THE REPUBLIC OF INDONESIA
dan and
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF
INDONESIA
MEMUTUSKAN: HAS DECIDED:
Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG To enact: LAW CONCERNING ELECTRONIC
INFORMASI DAN TRANSAKSI INFORMATION AND TRANSACTIONS.
ELEKTRONIK.

PENJELASAN UMUM GENERAL ELUCIDATION


Pemanfaatan Teknologi Informasi, media, dan Usage of Information Technology, media, and
komunikasi telah mengubah baik perilaku communications has globally changed both public
masyarakat maupun peradaban manusia secara behavior and human civilization. The development
global. Perkembangan teknologi informasi dan of information technology and communications has
komunikasi telah pula menyebabkan hubungan also contributed to the borderlessness of world
dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan connection and has significantly made social,
menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan economic, and cultural changes rapidly. Today,
budaya secara signifikan berlangsung demikian Information Technology becomes a double-edged
cepat. Teknologi Informasi saat ini menjadi sword, that is, to give contributions to the
pedang bermata dua karena selain memberikan improvement of human welfare, advance, and
kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, civilization, and at the same time, becomes
kemajuan, dan peradaban manusia, sekaligus effective means for unlawful acts.
menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum.
Saat ini telah lahir suatu rezim hukum baru yang Today, a regime of a new law is born, known as
dikenal dengan hukum siber atau hukum hukum siber or telematics law. Hukum siber or
telematika. Hukum siber atau cyber law secara cyber law is internationally used as a legal term
internasional digunakan untuk istilah hukum yang concerning the usage of information technology
terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi and communications. Likewise, telematics law is
dan komunikasi. Demikian pula, hukum telematika the embodiment of the convergence of
yang merupakan perwujudan dari konvergensi telecommunications law, media law, and
hukum telekomunikasi, hukum media, dan hukum informatics law. Other terms also used are hukum
informatika. Istilah lain yang juga digunakan teknologi informasi (law of information
adalah hukum teknologi informasi (law of technology), hukum dunia maya (virtual world
information technology), hukum dunia maya law) and hukum mayantara. Such terms were

2
(virtual world law) dan hukum mayantara. Istilah- coined after activities carried out through
istilah tersebut lahir mengingat kegiatan yang computer system networks and communications
dilakukan melalui jaringan sistem komputer dan systems in the scope of both local and global
sistem komunikasi baik dalam lingkup lokal (Internet) by taking advantage of computer system-
maupun global (Internet) dengan memanfaatkan based information technology that constitutes
teknologi informasi berbasis sistem komputer yang virtually-visible electronic systems. Legal issues
merupakan sistem elektronik yang dapat dilihat frequently faced are when those involve the
secara virtual. Permasalahan hukum yang conveyance of information, communications,
seringkali dihadapi adalah ketika terkait dengan and/or transactions in an electronic manner,
penyampaian informasi, komunikasi, dan/atau especially a matter of proof and matters that
transaksi secara elektronik, khususnya dalam hal concern legal acts committed via electronic means.
pembuktian dan hal yang terkait dengan perbuatan
hukum yang dilaksanakan melalui sistem
elektronik.
Yang dimaksud dengan sistem elektronik adalah Electronic systems mean computer systems in a
sistem komputer dalam arti luas, yang tidak broad sense that include not only computer
hanya mencakup perangkat keras dan hardware and software, but also
perangkat lunak komputer, tetapi juga telecommunications networks and/or electronic
mencakup jaringan telekomunikasi dan/atau communications systems. Software or a
sistem komunikasi elektronik. Perangkat lunak computer program is a collection of instructions
atau program komputer adalah sekumpulan embodied in the form of language, code, scheme,
instruksi yang diwujudkan dalam bentuk or other forms when interfaced with computer-
bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, readable media is able to make computers work
yang apabila digabungkan dengan media yang to execute special functions or to deliver special
dapat dibaca dengan komputer akan mampu results, including preparation in writing such
membuat komputer bekerja untuk melakukan instructions.
fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang
khusus, termasuk persiapan dalam merancang
instruksi tersebut.
Sistem elektronik juga digunakan untuk Electronic systems are also used to explain the
menjelaskan keberadaan sistem informasi yang existence of information systems that constitute
merupakan penerapan teknologi informasi yang application of telecommunications network-
berbasis jaringan telekomunikasi dan media based information technology and electronic
elektronik, yang berfungsi merancang, media, functioning to write, process, analyze,
memproses, menganalisis, menampilkan, dan display, and send or distribute electronic
mengirimkan atau menyebarkan informasi information. Technically or in management
elektronik. Sistem informasi secara teknis dan respect, information systems are in effect the
manajemen sebenarnya adalah perwujudan embodiment of application of information
penerapan produk teknologi informasi ke dalam technology products in some form of
suatu bentuk organisasi dan manajemen sesuai organization and management fitting the typical
dengan karakteristik kebutuhan pada needs within such organization and conforming
organisasi tersebut dan sesuai dengan tujuan to the purpose of the functions. On the other
peruntukannya. Pada sisi yang lain, sistem hand, technically and functionally speaking,
informasi secara teknis dan fungsional adalah information systems are an integrated system
keterpaduan sistem antara manusia dan mesin between human and machines with hardware
yang mencakup komponen perangkat keras, components, software, procedures, human
perangkat lunak, prosedur, sumber daya resources, and substance of information that in
manusia, dan substansi informasi yang dalam their usage include functions of input, process,
pemanfaatannya mencakup fungsi input, output, storage, and communications.
process, output, storage, dan communication.

3
Sehubungan dengan itu, dunia hukum sebenarnya As aforesaid, it is true the world of law has long
sudah sejak lama memperluas penafsiran asas dan since broadened its interpretation of principles
normanya ketika menghadapi persoalan and values when facing intangible issues, for
kebendaan yang tidak berwujud, misalnya dalam example, the criminalization of electricity theft.
kasus pencurian listrik sebagai perbuatan pidana. Facts of cyber activities are no longer that simple
Dalam kenyataan kegiatan siber tidak lagi in that such activities can no longer be bordered
sederhana karena kegiatannya tidak lagi dibatasi by a state’s territory, the Access to which is easily
oleh teritori suatu negara, yang mudah diakses made at any time and from wherever. Loss may be
kapanpun dan dari manapun. Kerugian dapat sustained by both transacting actors and other
terjadi baik pada pelaku transaksi maupun pada persons who never enter transactions, for example,
orang lain yang tidak pernah melakukan transaksi, credit card frauds by internet shopping. In
misalnya pencurian dana kartu kredit melalui addition, proof is a crucial factor since not only
pembelanjaan di Internet. Di samping itu, has electronic information been unaccommodated
pembuktian merupakan faktor yang sangat comprehensively by the Indonesian law of civil
penting, mengingat informasi elektronik bukan procedure, but in fact, also vulnerable to
saja belum terakomodasi dalam sistem hukum alteration, interception, forge and transmission to
acara Indonesia secara komprehensif, melainkan various places worldwide in second. So, the
juga ternyata sangat rentan untuk diubah, disadap, impacts as consequence may be very complex and
dipalsukan dan dikirim ke berbagai penjuru dunia complicated.
dalam waktu hitungan detik. Dengan demikian,
dampak yang diakibatkannyapun bisa demikian
kompleks dan rumit.
Permasalahan yang lebih luas terjadi pada bidang Broader issues also appear in the private sphere in
keperdataan karena transaksi elektronik untuk which electronic transactions for trade via
kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik electronic systems (electronic commerce) have
(electronic commerce) telah menjadi bagian dari made a part of national and international trade.
perniagaan nasional dan internasional. This fact shows that the convergence in the field of
Kenyataan ini menunjukkan bahwa konvergensi di information technology, media, and informatics
bidang teknologi informasi, media, dan (telematics), inevitably, keeps developing in line
informatika (telematika) berkembang terus tanpa with the invention in the field of information
dapat dibendung, seiring dengan ditemukannya technology, media, and communications.
perkembangan baru di bidang teknologi informasi,
media, dan komunikasi.
Kegiatan melalui media sistem elektronik, yang Activities via electronic media systems also called
disebut juga ruang siber (cyber space), meskipun cyber (cyberspace), despite being virtual, can be
bersifat virtual dapat dikategorikan sebagai categorized as actual legal acts and actions.
tindakan atau perbuatan hukum yang nyata. Speaking judicially, activities in cyberspace cannot
Secara yuridis kegiatan pada ruang siber tidak be approached by parameters and qualifications of
dapat didekati dengan ukuran dan kualifikasi conventional law only, and if adopted such
hukum konvensional saja sebab jika cara ini yang conventional method, it is too complicated and
ditempuh akan terlalu banyak kesulitan dan hal many would evade the law. Activities in
yang lolos dari pemberlakuan hukum. Kegiatan cyberspace are virtual activities that have actual
dalam ruang siber adalah kegiatan virtual yang impacts even if the means of proof is electronic in
berdampak sangat nyata meskipun alat buktinya nature.
bersifat elektronik.
Dengan demikian, subjek pelakunya harus Therefore, the subject actor must be qualified as
dikualifikasikan pula sebagai Orang yang telah a Person who has committed an actual legal act.
melakukan perbuatan hukum secara nyata. Dalam In e-commerce activities, there are such things
kegiatan e-commerce antara lain dikenal adanya known as, inter alia, electronic records, the
dokumen elektronik yang kedudukannya position of which is held equivalent to documents

4
disetarakan dengan dokumen yang dibuat di atas made on paper.
kertas.
Berkaitan dengan hal itu, perlu diperhatikan sisi In connection therewith, attention to security and
keamanan dan kepastian hukum dalam legal certainy in the usage of information
pemanfaatan teknologi informasi, media, dan technology, media, and communications is
komunikasi agar dapat berkembang secara necessary to be paid in order to develop in an
optimal. Oleh karena itu, terdapat tiga optimal manner. There are accordingly three
pendekatan untuk menjaga keamanan di cyber approaches to maintain cyberspace security, i.e.,
space, yaitu pendekatan aspek hukum, aspek approaches of legal aspect, technological aspect,
teknologi, aspek sosial, budaya, dan etika. Untuk and social, cultural, and ethics aspect. To address
mengatasi gangguan keamanan dalam security threats in the provision of electronic
penyelenggaraan sistem secara elektronik, systems, a legal approach is absolute since without
pendekatan hukum bersifat mutlak karena tanpa legal certainty the problems of the usage of
kepastian hukum, persoalan pemanfaatan information technology cannot be addressed
teknologi informasi menjadi tidak optimal. optimally.

BAB I CHAPTER I
KETENTUAN UMUM GENERAL PROVISIONS
Pasal 1 Article 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud In this Law:
dengan:
1. “Informasi Elektronik” adalah satu atau 1. “Electronic Information” means one cluster or
sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi clusters of electronic data, including but not
tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, limited to writings, sounds, images, maps,
peta, rancangan, foto, electronic data drafts, photographs, electronic data interchange
interchange (EDI) surat elektronik (EDI), electronic mails, telegrams, telex,
(electronic mail), telegram, teleks, telecopy telecopy or the like, letters, signs, figures,
atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Access Codes, symbols or perforations that
Akses, simbol, atau perforasi yang telah have been processed for meaning or
diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami understandable to persons qualified to
oleh orang yang mampu memahaminya.. understand them.
2. “Transaksi Elektronik” adalah perbuatan 2. “Electronic Transaction” means a legal act that
hukum yang dilakukan dengan menggunakan is committed by the use of Computers,
Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media Computer networks, and/or other electronic
elektronik lainnya. media.
3. “Teknologi Informasi” adalah suatu teknik 3. “Information Technology” means a technique
untuk mengumpulkan, menyiapkan, to collect, prepare, store, process, announce,
menyimpan, memproses, mengumumkan, analyze, and/or disseminate information.
menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.
4. “Dokumen Elektronik” adalah setiap Informasi 4. “Electronic Record” means any Electronic
Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, Information that is created, forwarded, sent,
diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, received, or stored in analog, digital,
digital, elektromagnetik, optikal, atau electromagnetic, optical form, or the like,
sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan visible, displayable and/or audible via
dan/atau didengar melalui Komputer atau Computers or Electronic Systems, including
Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak but not limited to writings, sounds, images,
terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, maps, drafts, photographs or the like, letters,
rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, signs, figures, Access Codes, symbols or
angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang perforations having certain meaning or

5
memiliki makna atau arti atau dapat dipahami definition or understandable to persons
oleh orang yang mampu memahaminya. qualified to understand them.
5. “Sistem Elektronik” adalah serangkaian 5. “Electronic System” means a set of electronic
perangkat dan prosedur elektronik yang devices and procedures that functions to
berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, prepare, collect, process, analyze, store,
mengolah, menganalisis, menyimpan, display, announce, send, and/or disseminate
menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, Electronic Information.
dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.
6. “Penyelenggaraan Sistem Elektronik” adalah 6. “Provision of Electronic System” means an
pemanfaatan Sistem Elektronik oleh Electronic System usage by the state
penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, administrators, Persons, Business Entities,
dan/atau masyarakat. and/or the public.
7. “Jaringan Sistem Elektronik” adalah 7. “Electronic System Network” means a closed
terhubungnya dua Sistem Elektronik atau lebih, or open connection of two Electronic Systems
yang bersifat tertutup ataupun terbuka. or more.
8. “Agen Elektronik” adalah perangkat dari suatu 8. “Electronic Agent” means an automated
Sistem Elektronik yang dibuat untuk electronic means that is used to initiate an
melakukan suatu tindakan terhadap suatu action to certain Electronic Information, which
Informasi Elektronik tertentu secara otomatis is operated by Persons.
yang diselenggarakan oleh Orang.
9. “Sertifikat Elektronik” adalah sertifikat yang 9. “Electronic Certificate” means a certificate in
bersifat elektronik yang memuat Tanda Tangan electronic nature that bears an Electronic
Elektronik dan identitas yang menunjukan Signature and identity, demonstrating a status
status subyek hukum para pihak dalam of a legal subject of parties to an Electronic
Transaksi Elektronik yang dikeluarkan oleh Transaction issued by Certification Service
Penyelenggara Sertifikasi Elektronik. Providers.
10. “Penyelenggara Sertifikasi Elektronik” adalah 10. “Electronic Certification Service Provider”
badan hukum yang berfungsi sebagai pihak means a legal entity that acts as a reliable
yang layak dipercaya, yang memberikan dan party, issues and audits Electronic Certificates.
mengaudit Sertifikat Elektronik.
11. “Lembaga Sertifikasi Keandalan” adalah 11. “Trustworthiness Certification Body” means an
lembaga independen yang dibentuk oleh independent institution that is formed by
profesional yang diakui, disahkan, dan diawasi professionals acknowledged, certified, and
oleh Pemerintah dengan kewenangan supervised by the Government, whose
mengaudit dan mengeluarkan sertifikat authority is to audit and issue trustworthiness
keandalan dalam Transaksi Elektronik. certificates for Electronic Transactions.
12. “Tanda Tangan Elektronik” adalah tanda 12. “Electronic Signature” means a signature that
tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik contains Electronic Information that is attached
yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan to, associated or linked with other Electronic
Informasi Elektronik lainnya yang digunakan Information that is used for means of
sebagai alat verifikasi dan autentikasi. verification and authentication.
13. “Penanda Tangan” adalah subyek hukum yang 13. “Signatory/Signer” means a legal subject
terasosiasikan atau terkait dengan Tanda associated or linked with an Electronic
Tangan Elektronik. Signature.
14. “Komputer” adalah alat untuk memproses data 14. “Computer” means an electronic, magnetic,
elektronik, magnetik, optikal, atau sistem yang optical data processing device, or a system that
melaksanakan fungsi logika, aritmatika, dan performs logic, arithmetic, and storage
6
penyimpanan. functions.
15. “Akses” adalah kegiatan melakukan interaksi 15. “Access” means an activity to make interaction
dengan Sistem Elektronik yang berdiri sendiri with independent or network Electronic
atau dalam jaringan. Systems.
16. “Kode Akses” adalah angka, huruf, simbol, 16. “Access Code” means a figure, letter, symbol,
karakter lainnya atau kombinasi di antaranya other character or a combination thereof, which
yang merupakan kunci untuk dapat mengakses is a key to enable Access to Computers and/or
Komputer dan/atau Sistem Elektronik lainnya. other Electronic Systems.
17. “Kontrak Elektronik” adalah perjanjian para 17. “Electronic Contract” means an agreement of
pihak yang dibuat melalui Sistem Elektronik. parties entered into by means of Electronic
Systems.
18. “Pengirim” adalah subyek hukum yang 18. “Sender/Originator” means a legal subject that
mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau sends Electronic Information and/or Electronic
Dokumen Elektronik. Records.
19. “Penerima“ adalah subyek hukum yang 19. “Recipient/Addressee” means a legal subject
menerima Informasi Elektronik dan/atau that receives Electronic Information and/or
Dokumen Elektronik dari Pengirim. Electronic Records from Senders/Originators.
20. “Nama Domain” adalah alamat internet 20. “Domain Name” means an internet address of a
penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, state administrator, Person, Business Entity,
dan/atau masyarakat, yang dapat digunakan and/or the public that can be used for
dalam berkomunikasi melalui internet, yang communication over the internet, in the form of
berupa kode atau susunan karakter yang unique character code or set to identify a
bersifat unik untuk menunjukkan lokasi certain location on the internet.
tertentu dalam internet.
21. “Orang” adalah orang perseorangan, baik 21. “Person” means an individual, whether an
warga negara Indonesia, warga negara asing Indonesian citizen, foreign citizen, or legal
maupun badan hukum. entity.
22. “Badan Usaha” adalah perusahaan 22. “Business Entity” means a sole proprietorship
perseorangan atau perusahaan persekutuan, or partnership of both legal entity and nonlegal
baik yang berbadan hukum maupun yang tidak entity.
berbadan hukum.
23. “Pemerintah” adalah Menteri atau pejabat 23. “Government” means a Minister(s) or other
lainnya yang ditunjuk oleh Presiden. official(s) the President designates.
Penjelasan Pasal 1: Cukup jelas Elucidation of Article 1: Sufficiently clear

Pasal 2 Article 2
Undang-Undang ini berlaku untuk setiap Orang This Law shall apply to any Person who commits
yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana legal acts as governed by this Law, both within
diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada jurisdiction of Indonesia and outside jurisdiction of
di wilayah hukum Indonesia maupun di luar Indonesia, having legal effect within jurisdiction of
wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat Indonesia and/or outside jurisdiction of Indonesia
hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di and detrimental to the interest of Indonesia.
luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan
kepentingan Indonesia.
Penjelasan Pasal 2: Elucidation of Article 2:
Undang-Undang ini memiliki jangkauan Since Information Technology usage for
7
yurisdiksi tidak semata-mata untuk perbuatan Electronic Information and Electronic
hukum yang berlaku di Indonesia dan/atau Transactions is cross-territorial or universal in
dilakukan oleh warga negara Indonesia, tetapi nature, this law shall have jurisdiction over
juga berlaku untuk perbuatan hukum yang legal acts applicable not only in Indonesia
dilakukan di luar wilayah hukum (yurisdiksi) and/or committed by Indonesian citizens, but
Indonesia baik oleh warga negara Indonesia also applicable to legal acts committed outside
maupun oleh warga negara asing atau badan jurisdiction of Indonesia by both Indonesian
hukum Indonesia maupun badan hukum asing citizens and foreign citizens or Indonesian
yang memiliki akibat hukum di Indonesia, legal entities and foreign legal entities having
mengingat pemanfaatan Teknologi Informasi legal effect in Indonesia.
untuk Informasi Elektronik dan Transaksi
Elektronik dapat bersifat lintas teritorial atau
universal.
Yang dimaksud dengan "merugikan “Detrimental to the interest of Indonesia”
kepentingan Indonesia" adalah meliputi shall include but not limited to detrimental
tetapi tidak terbatas pada merugikan to the interests of national economy,
kepentingan ekonomi nasional, perlindungan strategic data protection, nation’s dignity
data strategis, harkat dan martabat bangsa, and degree, state defense and security,
pertahanan dan keamanan negara, kedaulatan sovereignty, citizens as well as Indonesian
negara, warga negara, serta badan hukum legal entities.
Indonesia.

BAB II CHAPTER II
ASAS DAN TUJUAN PRINCIPLES AND OBJECTIVES
Pasal 3 Article 3
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Information Technology and Electronic
Elektronik dilaksanakan berdasarkan asas Transaction usage shall be implemented under the
kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian, iktikad principles of legal certainty, benefit, prudence,
baik, dan kebebasan memilih teknologi atau netral good faith, and freedom to choose technology or
teknologi. technology neutrality.
Penjelasan Pasal 3: Elucidation of Article 3:
“Asas kepastian hukum” berarti landasan “Principle of legal certainty” means a legal
hukum bagi pemanfaatan Teknologi Informasi foundation on which Information Technology
dan Transaksi Elektronik serta segala sesuatu and Electronic Transaction usage as well as
yang mendukung penyelenggaraannya yang anything that supports its application shall be
mendapatkan pengakuan hukum di dalam dan legally recognized inside and outside the court.
di luar pengadilan.
“Asas manfaat” berarti asas bagi “Principle of benefit” means a principle that
pemanfaatan Teknologi Informasi dan Information Technology and Electronic
Transaksi Elektronik diupayakan untuk Transaction usage shall be attempted to
mendukung proses berinformasi sehingga support the process of using information in
dapat meningkatkan kesejahteraan order to enable improvement of public welfare.
masyarakat.
“Asas kehati-hatian” berarti landasan bagi “Principle of prudence” means a foundation
pihak yang bersangkutan harus on which the parties concerned must address
memperhatikan segenap aspek yang berpotensi themselves to any aspect with potential for
mendatangkan kerugian, baik bagi dirinya causing damage to both himself/herself and
maupun pihak lain dalam pemanfaatan other party in the usage of Information
Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik. Technology and Electronic Transactions.

8
“Asas iktikad baik” berarti asas yang “Principle of good faith” means a principle
digunakan para pihak dalam melakukan that parties to an Electronic Transaction shall
Transaksi Elektronik tidak bertujuan untuk not aim at knowingly, without authority or
secara sengaja dan tanpa hak atau melawan unlawfully causing damage to other parties
hukum mengakibatkan kerugian bagi pihak without the other parties’ knowledge.
lain tanpa sepengetahuan pihak lain tersebut.
“Asas kebebasan memilih teknologi atau netral “Principle of freedom to choose technology or
teknologi” berarti asas pemanfaatan Teknologi technology neutrality” means a principle that
Informasi dan Transaksi Elektronik tidak the usage of Information Technology and
terfokus pada penggunaan teknologi tertentu Electronic Transactions shall not focus on the
sehingga dapat mengikuti perkembangan pada use of certain technology in order to follow the
masa yang akan datang. development of future technology.

Pasal 4 Article 4
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Information Technology and Electronic
Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk: Transaction usage shall be implemented with the
objectives to:
a. mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai a. advance the intellectual life of the people as
bagian dari masyarakat informasi dunia; part of the world information community;
b. mengembangkan perdagangan dan b. develop the national trade and economy in
perekonomian nasional dalam rangka order to improve public welfare;
meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
c. meningkatkan efektifitas dan efisiensi c. improve the effectiveness and efficiency of
pelayanan publik; public services;
d. membuka kesempatan seluas-luasnya kepada d. give as wide opportunities as possible to any
setiap Orang untuk memajukan pemikiran dan Person to cultivate his/her insight and
kemampuan di bidang penggunaan dan capability in the optimal and responsible use
pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal and usage of Information Technology; and
mungkin dan bertanggung jawab; dan
e. memberikan rasa aman, keadilan, dan d. give senses of security, justice, and legal
kepastian hukum bagi pengguna dan certainty for Information Technology users and
penyelenggara Teknologi Informasi. providers.
Penjelasan Pasal 4: Cukup jelas Elucidation of Article 4: Sufficiently clear

BAB III CHAPTER III


INFORMASI, DOKUMEN, DAN TANDA ELECTRONIC INFORMATION, RECORDS,
TANGAN ELEKTRONIK AND SIGNATURES
Pasal 5 Article 5
(1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen (1) Electronic Information and/or Electronic
Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan Records and/or the printouts thereof shall be
alat bukti hukum yang sah. lawful means of proof.
Penjelasan Pasal 5 Ayat (1): Elucidation of Article 5 Section (1):
Cukup jelas Sufficiently clear
(2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen (2) Electronic Information and/or Electronic
Elektronik dan/atau hasil cetaknya Records and/or the printouts thereof as
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) intended by section (1) shall be the expansion

9
merupakan perluasan dari alat bukti yang sah of lawful means of proof in accordance with
sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di the Law of Procedure applicable in Indonesia.
Indonesia.
Penjelasan Pasal 5 Ayat (2): Elucidation of Article 5 Section (2):
Cukup jelas Sufficiently clear
(3) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen (3) Electronic Information and/or Electronic
Elektronik dinyatakan sah apabila Records shall be declared to be lawful if using
menggunakan Sistem Elektronik sesuai dengan Electronic Systems in accordance with
ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang provisions as governed by this Law.
ini.
Penjelasan Pasal 5 Ayat (3): Elucidation of Article 5 Section (3):
Cukup jelas Sufficiently clear
(4) Ketentuan mengenai Informasi Elektronik (4) Provisions on Electronic Information and/or
dan/atau Dokumen Elektronik sebagaimana Electronic Records as intended by section (1)
dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku untuk: shall not apply to:
a. surat yang menurut Undang-Undang harus a. certificates that under Laws must be made
dibuat dalam bentuk tertulis; dan in writing form; and
Penjelasan Pasal 5 Ayat (4) Huruf a: Elucidation of Article 5 Section (4) Point a:
Surat yang menurut undang-undang harus Certificates that under laws must be made in
dibuat tertulis meliputi tetapi tidak terbatas writing form shall include but not limited to
pada surat berharga, surat yang berharga, negotiable instruments, valuable documents,
dan surat yang digunakan dalam proses and documents used in the process of law
penegakan hukum acara perdata, pidana, dan enforcement of civil procedure, criminal
administrasi negara. procedure, and state administration.
b. surat beserta dokumennya yang menurut b. certificates together with their papers that
Undang-Undang harus dibuat dalam under Laws must be made in notarial deed
bentuk akta notaril atau akta yang dibuat or deed made by land conveyancers.
oleh pejabat pembuat akta.
Penjelasan Pasal 5 Ayat (4) Huruf b: Elucidation of Article 5 Section (4) Point b:
Cukup jelas Sufficiently clear

Pasal 6 Article 6
Dalam hal terdapat ketentuan lain selain yang Where other provisions are in place other than
diatur dalam Pasal 5 ayat (4) yang mensyaratkan those regulated in Article 5 section (4) requiring
bahwa suatu informasi harus berbentuk tertulis that information must be in writing or original
atau asli, Informasi Elektronik dan/atau Dokumen form, Electronic Information and/or Electronic
Elektronik dianggap sah sepanjang informasi yang Records shall be deemed to be lawful to the extent
tercantum di dalamnya dapat diakses, ditampilkan, information contained therein is accessible,
dijamin keutuhannya, dan dapat displayable, assured as to its integrity, and
dipertanggungjawabkan sehingga menerangkan accountable in order to be explanatory.
suatu keadaan.
Penjelasan Pasal 6: Elucidation of Article 6:
Selama ini bentuk tertulis identik dengan Until the present, a writing form is identical to
informasi dan/atau dokumen yang tertuang di information and/or records contained on paper
atas kertas semata, padahal pada hakikatnya only; in effect, information and/or records can
informasi dan/atau dokumen dapat dituangkan essentialy be inscribed on any medium,
ke dalam media apa saja, termasuk media including electronic media. Within the context
10
elektronik. Dalam lingkup Sistem Elektronik, of Electronic Systems, it is no longer relevant
informasi yang asli dengan salinannya tidak to distinguish the original information from its
relevan lagi untuk dibedakan sebab Sistem copies in that Electronic Systems can typically
Elektronik pada dasarnya beroperasi dengan generate copies that make the original
cara penggandaan yang mengakibatkan information can no longer be distinguished
informasi yang asli tidak dapat dibedakan lagi from them.
dari salinannya.

Pasal 7 Article 7
Setiap Orang yang menyatakan hak, memperkuat Any Person who asserts rights, affirms existing
hak yang telah ada, atau menolak hak Orang lain rights, or denies other Persons’ rights with respect
berdasarkan adanya Informasi Elektronik dan/atau to the existence of Electronic Information and/or
Dokumen Elektronik harus memastikan bahwa Electronic Records must ensure that Electronic
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Information and/or Electronic Records with
Elektronik yang ada padanya berasal dari Sistem him/her originate in Electronic Systems eligible
Elektronik yang memenuhi syarat berdasarkan under Laws and Regulations.
Peraturan Perundang-undangan.
Penjelasan Pasal 7: Elucidation of Article 7:
Ketentuan ini dimaksudkan bahwa suatu This provision is intended that Electronic
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Information and/or Electronic Records may be
Elektronik dapat digunakan sebagai alasan used as grounds from which rights accrue.
timbulnya suatu hak.

Pasal 8 Article 8
(1) Kecuali diperjanjikan lain, waktu pengiriman (1) Unless agreed otherwise, time of sending of
suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Electronic Information and/or Electronic
Elektronik ditentukan pada saat Informasi Records shall be determined at the time the
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik telah Electronic Information and/or Electronic
dikirim dengan alamat yang benar oleh Records have been sent to the proper address
Pengirim ke suatu Sistem Elektronik yang by the Senders/Originators to Electronic
ditunjuk atau dipergunakan Penerima dan telah Systems the Recipients/Addressees designate
memasuki Sistem Elektronik yang berada di or use, and have entered Electronic Systems
luar kendali Pengirim. outside the control of the Senders/Originators.
(2) Kecuali diperjanjikan lain, waktu penerimaan (2) Unless agreed otherwise, the time of receipt of
suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Electronic Information and/or Electronic
Elektronik ditentukan pada saat Informasi Records shall be determined at the time the
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik Electronic Information and/or Electronic
memasuki Sistem Elektronik di bawah kendali Records enter Electronic Systems under the
Penerima yang berhak. control of the authorized Recipients/
Addressees.
(3) Dalam hal Penerima telah menunjuk suatu (3) Where Recipients/Addressees have designated
Sistem Elektronik tertentu untuk menerima certain Electronic Systems to receive
Informasi Elektronik, penerimaan terjadi pada Electronic Information, reception shall occur at
saat Informasi Elektronik dan/atau Dokumen the time Electronic Information and/or
Elektronik memasuki Sistem Elektronik yang Electronic Records enter designated Electronic
ditunjuk. Systems.
(4) Dalam hal terdapat dua atau lebih sistem (4) Where there are two or more information
informasi yang digunakan dalam pengiriman systems used in the sending or reception of
atau penerimaan Informasi Elektronik dan/atau Electronic Information and/or Electronic

11
Dokumen Elektronik, maka: Records, then:
a. waktu pengiriman adalah ketika Informasi a. the time of sending shall be the time when
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik Electronic Information and/or Electronic
memasuki sistem informasi pertama yang Records enter a first information system
berada di luar kendali Pengirim. outside the control of the Senders/
Originators.
b. waktu penerimaan adalah ketika Informasi b. the time of receipt shall be the time when
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik Electronic Information and/or Electronic
memasuki sistem informasi terakhir yang Records enter a last information system
berada di bawah kendali Penerima. under the control of the
Recipients/Addressees.
Penjelasan Pasal 8: Cukup jelas Elucidation of Article 8: Sufficiently clear

Pasal 9 Article 9
Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui Business actors that offer products through
Sistem Elektronik harus menyediakan informasi Electronic Systems must make available full and
yang lengkap dan benar berkaitan dengan syarat true information about contractual conditions,
kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan. producers, and offered products.
Penjelasan Pasal 9: Elucidation of Article 9:
Yang dimaksud dengan "informasi yang “Full and true information” includes:
lengkap dan benar" meliputi:
a. Informasi yang memuat identitas serta a. Information that contains the identity as
status subjek hukum dan kompetensinya, well as the status of legal subject and its
baik sebagai produsen, pemasok, competency, whether as producers,
penyelenggara maupun perantara; suppliers, providers or intermediaries;
b. Informasi lain yang menjelaskan hal a. Other information that explains certain
tertentu yang menjadi syarat sahnya matters of requirements for validity of
perjanjian serta menjelaskan barang agreements, as well as explains offered
dan/atau jasa yang ditawarkan, seperti goods and/or services, such as names,
nama, alamat, dan deskripsi barang/jasa. addresses, and descriptions of
goods/services;

Pasal 10 Article 10
(1) Setiap pelaku usaha yang menyelenggarakan (1) Any business actor who conducts Electronic
Transaksi Elektronik dapat disertifikasi oleh Transactions may be certified by
Lembaga Sertifikasi Keandalan. Trustworthniness Certification Bodies.
Penjelasan Pasal 10 Ayat (1): Elucidation of Article 10 section (1):
Sertifikasi Keandalan dimaksudkan sebagai Trustworthiness Certification is intended as
bukti bahwa pelaku usaha yang melakukan proof that business actors conducting trade
perdagangan secara elektronik layak berusaha electronically are eligible to do business upon
setelah melalui penilaian dan audit dari badan assessment and audits by authorized bodies.
yang berwenang. Bukti telah dilakukan Proof that Trustworthiness Certification has
Sertifikasi Keandalan ditunjukkan dengan been made shall be demonstrated by a
adanya logo sertifikasi berupa trust mark pada trustmark certification logo on the homepage
laman (home page) pelaku usaha tersebut. of the business actor.
(2) Ketentuan mengenai pembentukan Lembaga (2) Provisions on formation of Trustworthiness
Sertifikasi Keandalan sebagaimana dimaksud Certification Bodies as intended by section (1)
12
dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan shall be regulated by Government Regulation.
Pemerintah.
Penjelasan Pasal 10 Ayat (2): Elucidation of Article 10 section (2):
Cukup jelas Sufficiently clear

Pasal 11 Article 11
(1) Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan (1) Electronic Signatures shall have lawful legal
hukum dan akibat hukum yang sah selama force and legal effect to the extent satisfying
memenuhi persyaratan sebagai berikut: the following requirements:
a. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik a. Electronic Signature-creation data shall be
terkait hanya kepada Penanda Tangan; associated only with the Signatories/
Signers;
b. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik b. Electronic Signature-creation data at the
pada saat proses penandatanganan time the electronic signing process shall be
elektronik hanya berada dalam kuasa only in the power of the Signatories/
Penanda Tangan; Signers;
c. Segala perubahan terhadap Tanda Tangan c. Any alteration in Electronic Signatures that
Elektronik yang terjadi setelah waktu occur after the signing time is knowable;
penandatanganan dapat diketahui;
d. Segala perubahan terhadap Informasi d. Any alteration in Electronic Information
Elektronik yang terkait dengan Tanda associated with the Electronic Signatures
Tangan Elektronik tersebut setelah waktu after the signing time is knowable;
penandatanganan dapat diketahui;
e. Terdapat cara tertentu yang dipakai untuk e. There are certain methods adopted to
mengidentifikasi siapa Penandatangannya; identify the identity of the Signatories/
dan Signers; and
f. Terdapat cara tertentu untuk menunjukkan f. There are certain methods to demonstrate
bahwa Penanda Tangan telah memberikan that the Signatories/Signers have given
persetujuan terhadap Informasi Elektronik consent to the associated Electronic
yang terkait. Information;
Penjelasan Pasal 11 Ayat (1): Elucidation of Article 11 Section (1):
Undang-Undang ini memberikan pengakuan This Law grants recognition definitely that
secara tegas bahwa meskipun hanya despite codes, Electronic Signatures have an
merupakan suatu kode, Tanda Tangan equal position to manual signatures in general,
Elektronik memiliki kedudukan yang sama with legal force and legal effect.
dengan tanda tangan manual pada umumnya
yang memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum.
Persyaratan sebagaimana dimaksud dalam The requirements as intended by this Article
Pasal ini merupakan persyaratan minimum shall be the requirements that minimally any
yang harus dipenuhi dalam setiap Tanda Electronic Signature must satisfy. This
Tangan Elektronik. Ketentuan ini membuka provision gives as wide opportunities as
kesempatan seluas-luasnya kepada siapapun possible to anyone to develop methods,
untuk mengembangkan metode, teknik, atau techniques, or process for creating Electronic
proses pembuatan Tanda Tangan Elektronik. Signatures.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanda Tangan (2) Further provisions on Electronic Signatures as
Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat intended by section (1) shall be regulated by
13
(1) diatur dengan Peraturan Pemerintah. Government Regulation.
Penjelasan Pasal 11 Ayat (2): Elucidation of Article 11 Section (2):
Peraturan Pemerintah dimaksud, antara lain, The Government Regulation concerned shall
mengatur tentang teknik, metode, sarana, dan govern, inter alia, techniques, methods, means
proses pembuatan Tanda Tangan Elektronik. or process for creating Electronic Signatures.

Pasal 12 Article 12
(1) Setiap Orang yang terlibat dalam Tanda (1) Any Person involved in electronic signing is
Tangan Elektronik berkewajiban memberikan required to provide security of Electronic
pengamanan atas Tanda Tangan Elektronik Signatures he/she uses;
yang digunakannya;
(2) Pengamanan Tanda Tangan Elektronik (2) Security of Electronic Signatures as intended
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang- by section (1) shall include at least:
kurangnya meliputi:
a. sistem tidak dapat diakses oleh Orang lain a. the systems are not accessible to
yang tidak berhak; unauthorized Persons;
b. Penanda Tangan harus menerapkan prinsip b. the Signatories/Signers must apply the
kehati-hatian untuk menghindari principle of prudence to avoid unauthorized
penggunaan secara tidak sah terhadap data uses of Electronic Signature-creation data;
terkait pembuatan Tanda Tangan
Elektronik;
c. Penanda Tangan harus tanpa menunda- c. the Signatories/Signers must without delay
nunda, menggunakan cara yang dianjurkan adopt methods recommended by Electronic
oleh penyelenggara Tanda Tangan Signature providers, or other appropriate
Elektronik ataupun cara lain yang layak methods and should promptly notify
dan sepatutnya harus segera Persons whom the Signatories/Signers
memberitahukan kepada seseorang yang consider to be relying on the Electronic
oleh Penanda Tangan dianggap Signatures or notify parties that support
memercayai Tanda Tangan Elektronik atau Electronic Signature services if:
kepada pihak pendukung layanan Tanda
Tangan Elektronik jika:
1. Penanda Tangan mengetahui bahwa 1. the Signatories/Signers know that the
data pembuatan Tanda Tangan Electronic Signature-creation data has
Elektronik telah dibobol; atau been compromised; or
2. keadaan yang diketahui oleh Penanda 2. circumstances known to the
Tangan dapat menimbulkan risiko yang Signatories/Signers may pose
berarti, kemungkinan akibat bobolnya considerable risks due likely to the
data pembuatan Tanda Tangan compromised Electronic Signature-
Elektronik; dan creation data; and
d. dalam hal Sertifikat Elektronik digunakan d. where Electronic Certificates are used to
untuk mendukung Tanda Tangan support Electronic Signatures, the
Elektronik, Penanda Tangan harus Signatories/Signers must confirm the truth
memastikan kebenaran dan keutuhan and integrity of all information in
semua informasi yang terkait dengan connection with the Electronic Certificates.
Sertifikat Elektronik tersebut.
(3) Setiap Orang yang melakukan pelanggaran (3) Any Person in violation of the provisions as
ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat intended by section (1) shall be responsible for
14
(1), bertanggung jawab atas segala kerugian any damage and legal consequence incurred.
dan konsekuensi hukum yang timbul.
Penjelasan Pasal 12: Cukup jelas Elucidation of Article 12: Sufficiently clear

BAB IV CHAPTER IV
PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI PROVISION OF ELECTRONIC
ELEKTRONIK DAN SISTEM CERTIFICATION AND ELECTRONIC
ELEKTRONIK SYSTEMS
Bagian Kesatu Part One
Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik Provision of Electronic Certification
Pasal 13 Article 13
(1) Setiap Orang berhak menggunakan jasa (1) Any Person shall be entitled to engage the
Penyelenggara Sertifikasi Elektronik untuk service of Electronic Certification Service
pembuatan Tanda Tangan Elektronik. Providers for creating Electronic Signatures.
(2) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik harus (2) Electronic Certification Service Providers must
memastikan keterkaitan suatu Tanda Tangan confirm the attribution of an Electronic
Elektronik dengan pemiliknya. Signature to the owner.
(3) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik terdiri (3) Electronic Certification Service Providers shall
atas: include:
a. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik a. Indonesian Electronic Certification Service
Indonesia; dan Providers; and
b. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik asing. b. foreign Electronic Certification Service
Providers.
(4) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Indonesia (4) Indonesian Electronic Certification Service
berbadan hukum Indonesia dan berdomisili di Providers shall be an Indonesian legal entity
Indonesia. and domiciled in Indonesia.
(5) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik asing (5) Foreign Electronic Certification Service
yang beroperasi di Indonesia harus terdaftar di Providers that operate in Indonesia must be
Indonesia. registered in Indonesia.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai (6) Further provisions on Electronic Certification
Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Service Providers as intended by section (3)
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur shall be regulated by Government Regulation.
dengan Peraturan Pemerintah.
Penjelasan Pasal 13: Cukup jelas Elucidation of Article 13: Sufficiently clear

Pasal 14 Article 14
Penyelenggara Sertifikasi Elektronik sebagaimana Electronic Certification Service Providers as
dimaksud pada Pasal 13 ayat (1) sampai dengan intended by Article 13 section (1) through section
ayat (5) harus menyediakan informasi yang akurat, (5) must make available to any service user
jelas, dan pasti kepada setiap pengguna jasa, yang accurate, clear, and definite information that
meliputi: includes:
a. metode yang digunakan untuk mengidentifikasi a. methods that are adopted to identify the
Penanda Tangan; Signatories/Signers;
b. hal yang dapat digunakan untuk mengetahui b. things that can be used to recognize Electronic
data diri pembuatan Tanda Tangan Elektronik; Signature-creation personal data;
15
c. hal yang dapat menunjukkan keberlakuan dan c. things that can demonstrate the validity and
keamanan Tanda Tangan Elektronik; security of Electronic Signatures;
Penjelasan Pasal 14: Elucidation of Article 14:
Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal Information as intended by this Article shall be
ini adalah informasi yang minimum harus the information that minimally any Electronic
dipenuhi oleh setiap penyelenggara Tanda Signature service provider must satisfy.
Tangan Elektronik.

Bagian Kedua Part Two


Penyelenggaraan Sistem Elektronik Provision of Electronic Systems
Pasal 15 Article 15
(1) Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus (1) Any Electronic System Provider must provide
menyelenggarakan Sistem Elektronik secara Electronic Systems in reliable and secure
andal dan aman serta bertanggung jawab manner and shall be responsible for the proper
terhadap beroperasinya Sistem Elektronik operation of the Electronic Systems.
sebagaimana mestinya.
Penjelasan Pasal 15 Ayat (1): Elucidation of Article 15 Section (1):
“Andal” artinya Sistem Elektronik memiliki “Reliable” means the Electronic Systems shall
kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan have capabilities that match the needs of the
penggunaannya. users.
“Aman“ artinya Sistem Elektronik terlindungi “Secure” means the Electronic Systems shall
secara fisik dan nonfisik. be protected in a physical and nonphysical
manner.
“Beroperasi sebagaimana mestinya“ artinya “Proper operation” means the Electronic
Sistem Elektronik memiliki kemampuan sesuai Systems shall have capabilities that match their
dengan spesifikasinya. specifications.
(2) Penyelenggara Sistem Elektronik bertanggung (2) Electronic System providers shall be
jawab terhadap Penyelenggaraan Sistem responsible for their Provision of Electronic
Elektroniknya. Systems.
Penjelasan Pasal 15 Ayat (2): Elucidation of Article 15 Section (2):
“Bertanggung jawab” artinya ada subjek “Responsible” means there shall be legal
hukum yang bertanggung jawab secara hukum subjects that are legally responsible for such
terhadap Penyelenggaraan Sistem Elektronik Provision of Electronic Systems.
tersebut.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) The provision as intended by section (2) shall
(2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan not apply where it is verifiable that there occur
terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, compelling circumstances, fault, and/or
dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem negligence on the part of the Electronic System
Elektronik. users.
Penjelasan Pasal 15 Ayat (3): Elucidation of Article 15 Section (3):
Cukup jelas Sufficiently clear

Pasal 16 Article 16
(1) Sepanjang tidak ditentukan lain oleh undang- (1) To the extent not provided otherwise by
undang tersendiri, setiap Penyelenggara Sistem separate laws, any Electronic System Provider
Elektronik wajib mengoperasikan Sistem is required to operate Electronic Systems in
Elektronik yang memenuhi persyaratan compliance with the following minimal
minimum sebagai berikut: requirements:
16
a. dapat menampilkan kembali Informasi a. can redisplay Electronic Information and/or
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik Electronic Records in their entirety in
secara utuh sesuai dengan masa retensi accordance with the retention period as
yang ditetapkan dengan Peraturan provided for by Laws and Regulations;
Perundang-undangan;
b. dapat melindungi ketersediaan, keutuhan, b. can protect the availability, entirety,
keotentikan, kerahasiaan, dan keteraksesan, authenticity, confidentiality, and
Informasi Elektronik dalam accessibility of Electronic Information in
Penyelenggaraan Sistem Elektronik the Provision of Electronic Systems;
tersebut;
c. dapat beroperasi sesuai dengan prosedur c. can operate in compliance with procedures
atau petunjuk dalam Penyelenggaraan or guidelines for the Provision of
Sistem Elektronik tersebut; Electronic Systems;
d. dilengkapi dengan prosedur atau petunjuk d. are furnished with procedures or guidelines
yang diumumkan dengan bahasa, that are announced with languages,
informasi, atau simbol yang dapat dipahami information, or symbols that are
oleh pihak yang bersangkutan dengan understandable to parties attributed to the
Penyelenggaraan Sistem Elektronik Provision of Electronic Systems; and
tersebut; dan
e. memiliki mekanisme yang berkelanjutan e. adopt sustainable mechanism in order to
untuk menjaga kebaruan, kejelasan, dan maintain updates, clarity, and
kebertanggungjawaban prosedur atau accountability for the procedures or
petunjuk; guidelines;
(2) Ketentuan lebih lanjut tentang (2) Further provisions on Provision of Electronic
Penyelenggaraan Sistem Elektronik Systems as intended by section (1) shall be
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur regulated by Government Regulation.
dengan Peraturan Pemerintah.
Penjelasan Pasal 16: Cukup jelas Elucidation of Article 16: Sufficiently clear

BAB V CHAPTER V
TRANSAKSI ELEKTRONIK ELECTRONIC TRANSACTIONS
Pasal 17 Article 17
(1) Penyelenggaraan Transaksi Elektronik dapat (1) Provision of Electronic Transactions may be
dilakukan dalam lingkup publik atau privat. carried out within a public or private scope.
Penjelasan Pasal 17 Ayat (1): Elucidation of Article 17 Section (1):
Undang-Undang ini memberikan peluang This Law allows opportunities of Information
terhadap pemanfaatan Teknologi Informasi Technology usage to state administrators,
oleh penyelenggara negara, Orang, Badan Persons, Business Entities, and/or the public.
Usaha, dan/atau masyarakat.
Pemanfaatan Teknologi Informasi harus Information Technology usage must be
dilakukan secara baik, bijaksana, bertanggung implemented in a proper, responsible, effective,
jawab, efektif, dan efisien agar dapat diperoleh and efficient manner in order that the public
manfaat yang sebesar-besarnya bagi can reap as much benefits as possible.
masyarakat.
(2) Para pihak yang melakukan Transaksi (2) Parties that conduct Electronic Transactions
Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat as intended by section (1) must be in good
(1) wajib beriktikad baik dalam melakukan faith in making interaction and/or exchange

17
interaksi dan/atau pertukaran Informasi of Electronic Information and/or Electronic
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik Records during the transactions.
selama transaksi berlangsung.
Penjelasan Pasal 17 Ayat (2): Elucidation of Article 17 Section (2):
Cukup jelas Sufficiently clear
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai (3) Further provisions on provision of Electronic
penyelenggaraan Transaksi Elektronik Transactions as intended by section (1) shall be
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur regulated by Government Regulation.
dengan Peraturan Pemerintah.
Penjelasan Pasal 17 Ayat (3): Elucidation of Article 17 Section (3):
Cukup jelas Sufficiently clear

Pasal 18 Article 18
(1) Transaksi Elektronik yang dituangkan ke (1) Electronic Transactions that are stated in
dalam Kontrak Elektronik mengikat para Electronic Contracts shall bind on parties.
pihak.
Penjelasan Pasal 18 Ayat (1) Elucidation of Article 18 Section (1)
Cukup jelas Sufficiently clear
(2) Para pihak memiliki kewenangan untuk (2) Parties shall have the power to choose law
memilih hukum yang berlaku bagi Transaksi applicable to international Electronic
Elektronik internasional yang dibuatnya. Transactions they enter.
Penjelasan Pasal 18 Ayat (2): Elucidation of Article 18 Section (2):
Pilihan hukum yang dilakukan oleh para pihak Pilihan hukum made by parties in the
dalam kontrak internasional termasuk yang international contracts, including
dilakukan secara elektronik dikenal dengan electronically-made contracts, is known as
choice of law. Hukum ini mengikat sebagai choice of law. This law shall bind as law
hukum yang berlaku bagi kontrak tersebut. applicable to such contracts.
Pilihan hukum dalam Transaksi Elektronik Choice of law in Electronic Transactions may
hanya dapat dilakukan jika dalam kontraknya be made only if the contracts contain foreign
terdapat unsur asing dan penerapannya harus elements and their applicability must be in
sejalan dengan prinsip-prinsip hukum perdata harmony with the principles of the Private
internasional (HPI). International Law.
(3) Jika para pihak tidak melakukan pilihan hukum (3) If parties do not make choice of law in
dalam Transaksi Elektronik internasional, international Electronic Transactions, the
hukum yang berlaku didasarkan pada asas applicable law shall be under the principles of
Hukum Perdata Internasional. the Private International Law.
Penjelasan Pasal 18 Ayat (3): Elucidation of Article 18 Section (3):
Dalam hal tidak ada pilihan hukum, penetapan Where there is no choice of law, the law
hukum yang berlaku berdasarkan prinsip atau determined applicable to the contracts shall be
asas hukum perdata internasional yang akan under the principles or tenets of the private
ditetapkan sebagai hukum yang berlaku pada international law.
kontrak tersebut.
(4) Para pihak memiliki kewenangan untuk (4) Parties shall have the powers to determine
menetapkan forum pengadilan, arbitrase, atau forums of court, arbitration, or other alternative
lembaga penyelesaian sengketa alternatif dispute resolution institutions with jurisdiction
lainnya yang berwenang menangani sengketa to handle disputes that may arise from
yang mungkin timbul dari Transaksi Elektronik international Electronic Transactions they
18
internasional yang dibuatnya. enter.
Penjelasan Pasal 18 Ayat (4): Elucidation of Article 18 Section (4):
Forum yang berwenang mengadili sengketa Forums with jurisdiction to adjudicate
kontrak internasional, termasuk yang international contract disputes, including
dilakukan secara elektronik, adalah forum electronically-made contracts, shall be forums
yang dipilih oleh para pihak. Forum tersebut chosen by parties. Such forums may be in the
dapat berbentuk pengadilan, arbitrase, atau form of court, arbitration, or other alternative
lembaga penyelesaian sengketa alternatif dispute resolution institution.
lainnya.
(5) Jika para pihak tidak melakukan pilihan forum (5) If parties do not make choice of forum as
sebagaimana dimaksud pada ayat (4), intended by section (4), the jurisdiction of
penetapan kewenangan pengadilan, arbitrase, court, arbitration, or other alternative dispute
atau lembaga penyelesaian sengketa alternatif resolution institution with jurisdiction to handle
lainnya yang berwenang menangani sengketa disputes that may arise from such transactions
yang mungkin timbul dari transaksi tersebut, shall be determined under the principles of the
didasarkan pada asas Hukum Perdata Private International Law.
Internasional.
Penjelasan Pasal 18 Ayat (5): Elucidation of Article 18 Section (5):
Dalam hal para pihak tidak melakukan pilihan Where parties do not make choice of forum,
forum, kewenangan forum berlaku jurisdiction of forum under the principles of the
berdasarkan prinsip atau asas hukum perdata Private International Law shall apply. Such
internasional. Asas tersebut dikenal dengan principles are known as the principle of the
asas tempat tinggal tergugat (the basis of residence of the defendants (the basis of
presence) dan efektivitas yang menekankan presence) and the principle of effectiveness
pada tempat harta harta tergugat berada that emphasizes the place of assets of the
(principle of effectiveness). defendants (principle of effectiveness).

Pasal 19 Article 19
Para pihak yang melakukan Transaksi Elektronik Parties that conduct Electronic Transactions must
harus menggunakan Sistem Elektronik yang adopt agreed-on Electronic Systems.
disepakati.
Penjelasan Pasal 19: Elucidation of Article 19:
Yang dimaksud dengan “disepakati” dalam “Agreed-on” in this article shall also include
pasal ini juga mencakup disepakatinya agreements with respect to procedures
prosedur yang terdapat dalam Sistem contained in such Electronic Systems.
Elektronik yang bersangkutan.

Pasal 20 Article 20
(1) Kecuali ditentukan lain oleh para pihak, (1) Unless provided otherwise by parties,
Transaksi Elektronik terjadi pada saat Electronic Transactions shall occur at the time
penawaran transaksi yang dikirim Pengirim the transaction offers sent by
telah diterima dan disetujui Penerima. Senders/Originators have been received and
accepted by Recipients/Addressees.
Penjelasan Pasal 20 Ayat (1): Elucidation of Article 20 Section (1):
Transaksi Elektronik terjadi pada saat Electronic Transactions shall occur at the time
kesepakatan antara para pihak yang dapat of the agreements between parties, which can
berupa, antara lain pengecekan data, identitas, be in the form of, inter alia, verification of
nomor identifikasi pribadi (personal data, identity, personal identification

19
identification number/PIN) atau sandi lewat number/PIN or password.
(password).
(2) Persetujuan atas penawaran Transaksi (2) Acceptance on the Electronic Transaction
Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat offers as intended by section (1) must be made
(1) harus dilakukan dengan pernyataan with an electronic acknowledgement of receipt.
penerimaan secara elektronik.
Penjelasan Pasal 20 Ayat (2): Elucidation of Article 20 Section (2):
Cukup jelas Sufficiently clear

Pasal 21 Article 21
(1) Pengirim atau Penerima dapat melakukan (1) Senders/Originators or Recipients/Addressees
Transaksi Elektronik sendiri, melalui pihak may conduct Electronic Transactions in person,
yang dikuasakan olehnya, atau melalui Agen or by his/her proxy, or by Electronic Agents.
Elektronik.
Penjelasan Pasal 21 Ayat (1): Elucidation of Article 21 Section (1):
Yang dimaksud dengan “dikuasakan” dalam It is advisable to authorize “proxy” by virtue
ketentuan ini sebaiknya dinyatakan dalam of a power of attorney.
surat kuasa.
(2) Pihak yang bertanggung jawab atas segala (2) Parties responsible for any legal effect in the
akibat hukum dalam pelaksanaan Transaksi conduct of Electronic Transactions as intended
Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat by section (1) shall be regulated as follows:
(1) diatur sebagai berikut:
a. jika dilakukan sendiri, segala akibat hukum a. if conducted in person, any legal effect in
dalam pelaksanaan Transaksi Elektronik the conduct of Electronic Transactions shall
menjadi tanggung jawab para pihak yang become the responsibility of parties to a
bertransaksi; transaction;
b. jika dilakukan melalui pemberian kuasa, b. if conducted by proxy, any legal effect in
segala akibat hukum dalam pelaksanaan the conduct of Electronic Transactions shall
Transaksi Elektronik menjadi tanggung become the responsibility of the grantors of
jawab pemberi kuasa; atau the proxy; or
c. jika dilakukan melalui Agen Elektronik, c. if conducted by Electronic Agents, any
segala akibat hukum dalam pelaksanaan legal effect in the conduct of Electronic
Transaksi Elektronik menjadi tanggung Transactions shall become the
jawab penyelenggara Agen Elektronik. responsibility of Electronic Agent
providers.
Penjelasan Pasal 21 Ayat (2): Elucidation of Article 21 Section (2):
Cukup jelas Sufficiently clear
(3) Jika kerugian Transaksi Elektronik (3) If damage of Electronic Transactions is
disebabkan gagal beroperasinya Agen occasioned by failure of the operation of
Elektronik akibat tindakan pihak ketiga Electronic Agents due to third parties’ direct
secara langsung terhadap Sistem Elektronik, measures against Electronic Systems, any
segala akibat hukum menjadi tanggung jawab legal effect shall become the responsibility of
penyelenggara Agen Elektronik. Electronic Agents.
Penjelasan Pasal 21 Ayat (3): Elucidation of Article 21 Section (3):
Cukup jelas Sufficiently clear
(4) Jika kerugian Transaksi Elektronik (4) If damage of Electronic Transactions is
20
disebabkan gagal beroperasinya Agen occasioned by failure of the operation of
Elektronik akibat kelalaian pihak pengguna Electronic Agents due to negligence of service
jasa layanan, segala akibat hukum menjadi users, any legal effect shall become the
tanggung jawab pengguna jasa layanan. responsibility of the service users.
Penjelasan Pasal 21 Ayat (4): Elucidation of Article 21 Section (4):
Cukup jelas Sufficiently clear
(5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) The provision as intended by section (2) shall
(2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan not apply if provable that there occur
terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, compelling circumstances, fault and/or
dan/atau kelalaian pihak pengguna Sistem negligence on the part of the Electronic System
Elektronik. users.
Penjelasan Pasal 21 Ayat (5): Elucidation of Article 21 Section (5):
Cukup jelas Sufficiently clear

Pasal 22 Article 22
(1) Penyelenggara Agen Elektronik tertentu harus (1) Certain Electronic Agent Providers must
menyediakan fitur pada Agen Elektronik yang provide features to Electronic Agents they
dioperasikannya yang memungkinkan operate to enable their users to alter
penggunanya melakukan perubahan informasi information still in the process of transaction.
yang masih dalam proses transaksi.
Penjelasan Pasal Pasal 22 Ayat (1): Elucidation of Article 22 Section (1):
Yang dimaksud dengan “fitur” adalah fasilitas “Features” means facilities that are provided
yang memberikan kesempatan kepada for Electronic Agent users to alter information
pengguna Agen Elektronik untuk melakukan conveyed to them, for example, facilities:
perubahan atas informasi yang cancel, edit, and confirm.
disampaikannya, misalnya fasilitas pembatalan
(cancel), edit, dan konfirmasi ulang.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai (2) Further provisions on certain Electronic Agent
penyelenggara Agen Elektronik tertentu providers as intended by section (1) shall be
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur regulated by Government Regulation.
dengan Peraturan Pemerintah.
Penjelasan Pasal 22 Ayat (2): Elucidation of Article 22 Section (2):
Cukup jelas Sufficiently clear

BAB VI CHAPTER VI
NAMA DOMAIN, HAK KEKAYAAN DOMAIN NAMES, INTELLECTUAL
INTELEKTUAL, DAN PERLINDUNGAN HAK PROPERTY RIGHTS AND PROTECTION OF
PRIBADI PRIVACY RIGHTS
Pasal 23 Article 23
(1) Setiap penyelenggara negara, Orang, Badan (1) Any state administrator, Person, Business
Usaha, dan/atau masyarakat berhak memiliki Entity, and/or the public shall be entitled to
Nama Domain berdasarkan prinsip pendaftar hold Domain Names on a first applicant
pertama. principle basis.
Penjelasan Pasal 23 Ayat (1): Elucidation of Article 23 Section (1):
Nama Domain berupa alamat atau jati diri Domain Names shall be addresses or identity
penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, of state administrators, Persons, Business
dan/atau masyarakat, yang perolehannya Entities and/or the public obtained on a first

21
didasarkan pada prinsip pendaftar pertama applicant principle basis (first-come, first-
(first come first serve). served).
Prinsip pendaftar pertama berbeda antara The first applicant principle in Domain Name
ketentuan dalam Nama Domain dan dalam policy is different from one in the field of
bidang hak kekayaan intelektual karena tidak Intellectual Property Rights in that no
diperlukan pemeriksaan substantif, seperti substantive examination is required while it is
pemeriksaan dalam pendaftaran merek dan in the registration of trademarks and patents.
paten.
(2) Pemilikan dan penggunaan Nama Domain (2) Holding and use of Domain Names as intended
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus by section (1) must be on the basis of good
didasarkan pada iktikad baik, tidak melanggar faith, nonviolation of fair business competition,
prinsip persaingan usaha secara sehat, dan and noninfringement of the rights of other
tidak melanggar hak Orang lain. Persons.
Penjelasan Pasal 23 Ayat (2): Elucidation of Article 23 Section (2):
Yang dimaksud dengan “melanggar hak Orang “Infringement of the rights of other Persons”
lain”, misalnya melanggar merek terdaftar, means, for example, infringement of registered
nama badan hukum terdaftar, nama Orang trademarks, registered names of legal entities,
terkenal, dan sejenisnya yang pada intinya names of famous Persons, and the like, in sum,
merugikan Orang lain. detrimental to other Persons.
(3) Setiap penyelenggara negara, Orang, Badan (3) Any state administrator, Person, Business
Usaha, atau masyarakat yang dirugikan karena Entity, or the public damaged by other
penggunaan Nama Domain secara tanpa hak Persons’ unauthorized use of Domain Names
oleh Orang lain, berhak mengajukan gugatan shall be entitled to lodge a claim for canceling
pembatalan Nama Domain dimaksud. such Domain Names.
Penjelasan Pasal 23 Ayat (3): Elucidation of Article 23 Section (3):
Yang dimaksud dengan "penggunaan Nama “Unauthorized use of Domain Names” means
Domain secara tanpa hak" adalah registration and use of Domain Names only
pendaftaran dan penggunaan Nama Domain aimed at inhibiting or preventing other
yang semata-mata ditujukan untuk Persons to use a name which is intuitively their
menghalangi atau menghambat Orang lain proper name or product names, or cashing in
untuk menggunakan nama yang intuitif on the reputation of famous or well-known
dengan keberadaan nama dirinya atau nama Persons, or misleading consumers.
produknya, atau untuk mendompleng
reputasi Orang yang sudah terkenal atau
ternama, atau untuk menyesatkan konsumen.

Pasal 24 Article 24
(1) Pengelola Nama Domain adalah Pemerintah (1) Domain Name administrators shall be the
dan/atau masyarakat. Government and/or the public.
(2) Dalam hal terjadi perselisihan pengelolaan (2) Where a dispute on Domain Name
Nama Domain oleh masyarakat, Pemerintah administration by the public occurs, the
berhak mengambil alih sementara Government shall be entitled to take over
pengelolaan Nama Domain yang temporarily the Domain Name administration
diperselisihkan. in dispute.
(3) Pengelola Nama Domain yang berada di luar (3) Domain Name administrators residing outside
wilayah Indonesia dan Nama Domain yang the territory of Indonesia and Domain Names
diregistrasinya diakui keberadaannya they have registered shall be recognized as to
sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan its existence to the extent not against Laws and

22
Perundang-undangan. Regulations.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan (4) Further provisions on Domain Name
Nama Domain sebagaimana dimaksud pada administration as intended by section (1),
ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan section (2), and section (3) shall be regulated
Peraturan Pemerintah. by Government Regulation.
Penjelasan Pasal 24: Cukup jelas Elucidation of Article 24: Sufficiently clear

Pasal 25 Article 25
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Electronic Information and/or Electronic Records
Elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, that are created into intellectual works, internet
situs internet, dan karya intelektual yang ada di sites, and intellectual works contained therein shall
dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan be protected as Intellectual Property Rights under
Intelektual berdasarkan ketentuan Peraturan provisions of Laws and Regulations.
Perundang-undangan.
Penjelasan Pasal 25: Elucidation of Article 25:
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Electronic Information and/or Electronic
Elektronik yang disusun dan didaftarkan Records created into and registered as
sebagai karya intelektual, hak cipta, paten, intellectual works, copyrights, patents,
merek, rahasia dagang, desain industri, dan trademarks, trade secret, industrial designs,
sejenisnya wajib dilindungi oleh Undang- and the like must be protected by this Law
Undang ini dengan memperhatikan ketentuan with due regard to provisions of laws and
Peraturan Perundang-undangan. regulations.

Pasal 26 Article 26
(1) Kecuali ditentukan lain oleh Peraturan Unles provided otherwise by Laws and
Perundang-undangan, penggunaan setiap Regulations, use of any information through
informasi melalui media elektronik yang electronic media that involves personal data of a
menyangkut data pribadi seseorang harus Person must be made with the consent of the
dilakukan atas persetujuan Orang yang Person concerned.
bersangkutan.
Penjelasan Pasal 26 Ayat (1): Elucidation of Article 26 Section (1):
Dalam pemanfaatan Teknologi Informasi, In the usage of Information Technology,
perlindungan data pribadi merupakan salah personal data shall be a part of the privacy
satu bagian dari hak pribadi (privacy rights). rights to be protected. Privacy rights shall
Hak pribadi mengandung pengertian sebagai contain the following meaning:
berikut:
a. Hak pribadi merupakan hak untuk a. A privacy right shall be the right to enjoy
menikmati kehidupan pribadi dan bebas personal life and be free from any invasion.
dari segala macam gangguan.
b. Hak pribadi merupakan hak untuk dapat b. A privacy right shall be the right to
berkomunikasi dengan Orang lain tanpa communicate with other Persons without
tindakan memata-matai. surveillance.
c. Hak pribadi merupakan hak untuk c. A privacy right shall be the right to inspect
mengawasi akses informasi tentang access to information about personal life of
kehidupan pribadi dan data seseorang. and data on individuals.

(2) Setiap Orang yang dilanggar haknya (2) Any Person whose rights are infringed as
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat intended by section (1) may lodge a claim for

23
mengajukan gugatan atas kerugian yang damages incurred under this Law.
ditimbulkan berdasarkan Undang-Undang ini.
Penjelasan Pasal 26 Ayat (2): Elucidation of Article 26 Section (2):
Cukup jelas Suficiently clear

BAB VII CHAPTER VII


PERBUATAN YANG DILARANG PROHIBITED ACTS
Pasal 27 Article 27
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (1) Any Person who knowingly and without
mendistribusikan dan/atau mentransmisikan authority distributes and/or transmits and/or
dan/atau membuat dapat diaksesnya causes to be accessible Electronic Information
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen and/or Electronic Records with contents
Elektronik yang memiliki muatan yang against propriety.
melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (2) Any Person who knowingly and without
mendistribusikan dan/atau mentransmisikan authority distributes and/or transmits and/or
dan/atau membuat dapat diaksesnya causes to be accessible Electronic Information
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen and/or Electronic Records with contents of
Elektronik yang memiliki muatan perjudian. gambling.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (3) Any Person who knowingly and without
mendistribusikan dan/atau mentransmisikan authority distributes and/or transmits and/or
dan/atau membuat dapat diaksesnya causes to be accessible Electronic Information
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen and/or Electronic Records with contents of
Elektronik yang memiliki muatan penghinaan affronts and/or defamation.
dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (4) Any Person who knowingly and without
mendistribusikan dan/atau mentransmisikan authority distributes and/or transmits and/or
dan/atau membuat dapat diaksesnya causes to be accessible Electronic Information
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen and/or Electronic Records with contents of
Elektronik yang memiliki muatan pemerasan extortion and/or threats.
dan/atau pengancaman.
Penjelasan Pasal 27: Cukup jelas Elucidation of Article 27: Sufficiently clear

Pasal 28 Article 28
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (1) Any Person who knowingly and without
menyebarkan berita bohong dan menyesatkan authority disseminates false and misleading
yang mengakibatkan kerugian konsumen information resulting in consumer loss in
dalam Transaksi Elektronik. Electronic Transactions.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (2) Any Person who knowingly and without
menyebarkan informasi yang ditujukan untuk authority disseminates information aimed at
menimbulkan rasa kebencian atau inflicting hatred or dissension on individuals
permusuhan individu dan/atau kelompok and/or certain groups of community based on
masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ethnic groups, religions, races, and intergroups
agama, ras, dan antargolongan (SARA). (SARA).
Penjelasan Pasal 28: Cukup jelas Elucidation of Article 28: Sufficiently clear

Pasal 29 Article 29
24
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak Any Person who knowingly and without authority
mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau sends Electronic Information and/or Electronic
Dokumen Elektronik yang berisi ancaman Records that contain violence threats or scares
kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan aimed personally.
secara pribadi.
Penjelasan Pasal 29: Cukup jelas Elucidation of Article 29: Sufficiently clear

Pasal 30 Article 30
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (1) Any Person who knowingly and without
atau melawan hukum mengakses Komputer authority or unlawfully accesses Computers
dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain and/or Electronic Systems of other Persons in
dengan cara apapun. any manner whatsoever.
Penjelasan Pasal 30 Ayat (1): Elucidation of Article 30 Section (1):
Cukup jelas Sufficiently clear
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (2) Any Person who knowingly and without
atau melawan hukum mengakses Komputer authority or unlawfully accesses Computers
dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apapun and/or Electronic Systems in any manner
dengan tujuan untuk memperoleh Informasi whatsoever with the intent to obtain Electronic
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik. Information and/or Electronic Records.
Penjelasan Pasal 30 Ayat (2): Elucidation of Article 30 Section (2):
Secara teknis perbuatan yang dilarang Technically, such prohibited acts as intended
sebagaimana dimaksud pada ayat ini dapat by this section may be committed through, inter
dilakukan, antara lain dengan: alia:
a. melakukan komunikasi, mengirimkan, a. communicating, sending, transmitting or
memancarkan atau sengaja berusaha attempting such information to be received
mewujudkan hal-hal tersebut kepada by any Person whomsoever unauthorized to
siapapun yang tidak berhak untuk receive it; or
menerimanya; atau
b. sengaja menghalangi agar informasi b. knowingly inhibiting such information from
dimaksud tidak dapat diterima atau gagal being received or making it fail to be
diterima oleh yang berwenang received by the authorized to receive it
menerimanya di lingkungan pemerintah within the government and/or regional
dan/atau pemerintah daerah. governments.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (3) Any Person who knowingly and without
atau melawan hukum mengakses Komputer authority or unlawfully accesses Computers
dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apapun and/or Electronic Systems in any manner
dengan melanggar, menerobos, melampaui, whatsoever by breaching, hacking into,
atau menjebol sistem pengamanan. trespassing into, or breaking through security
systems.
Penjelasan Pasal 30 Ayat (3): Elucidation of Article 30 Section (3):
Sistem pengamanan adalah sistem yang Security systems are systems that restrict
membatasi akses komputer atau melarang access to computers or prohibit access to
akses ke dalam komputer dengan computers by category or classification of
berdasarkan kategorisasi atau klasifikasi users and specified levels of the authority.
pengguna beserta tingkatan kewenangan
yang ditentukan.

25
Pasal 31 Article 31
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (1) Any Person who knowingly and without
atau melawan hukum melakukan intersepsi authority or unlawfully carries out interception
atau penyadapan atas Informasi Elektronik or wiretapping of Electronic Information
dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu and/or Electronic Records in certain Computers
Komputer dan/atau Sistem Elektronik and/or Electronic Systems of other Persons.
tertentu milik Orang lain.
Penjelasan Pasal 31 Ayat (1): Elucidation of Article 31 Section (1):
Yang dimaksud dengan "intersepsi atau “Interception or wiretapping" means activities
penyadapan" adalah kegiatan untuk to listen, record, reroute, alter, block, and/or
mendengarkan, merekam, membelokkan, log transmission of nonpublic Electronic
mengubah, menghambat, dan/atau mencatat Information and/or Electronic Records,
transmisi Informasi Elektronik dan/atau whether communications cable networks or
Dokumen Elektronik yang tidak bersifat wireless networks, such as electromagnetic
publik, baik menggunakan jaringan kabel waves or frequency radio.
komunikasi maupun jaringan nirkabel,
seperti pancaran elektromagnetis atau radio
frekuensi.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (2) Any Person who knowingly and without
atau melawan hukum melakukan intersepsi authority or unlawfully carries out interception
atas transmisi Informasi Elektronik dan/atau of the transmission of nonpublic Electronic
Dokumen Elektronik yang tidak bersifat Information and/or Electronic Records from,
publik dari, ke, dan di dalam suatu Komputer to, and in certain Computers and/or Electronic
dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Systems of other Persons, whether or not
Orang lain, baik yang tidak menyebabkan causing alteration, deletion, and/or termination
perubahan apapun maupun yang of Electronic Information and/or Electronic
menyebabkan adanya perubahan, Records in transmission.
penghilangan, dan/atau penghentian
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang sedang ditransmisikan.
Penjelasan Pasal 31 Ayat (2): Elucidation of Article 31 Section (2):
Cukup jelas Sufficiently clear
(3) Kecuali intersepsi sebagaimana dimaksud (3) Interception excepted from one as intended
pada ayat (1) dan ayat (2), intersepsi yang by section (1) and section (2) shall be
dilakukan dalam rangka penegakan hukum interception carried out in the scope of law
atas permintaan kepolisian, kejaksaan, enforcement at the request of the police,
dan/atau institusi penegak hukum lainnya prosecutor’s office, and/or other law
yang ditetapkan berdasarkan undang- enforcement institutions as stated by laws.
undang.
Penjelasan Pasal 31 Ayat (3): Elucidation of Article 31 Section (3):
Cukup jelas Sufficiently clear
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (4) Further provisions on procedures for
intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat interception as intended by section (3) shall
(3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. be regulated by Government Regulation.
Penjelasan Pasal 31 Ayat (4): Elucidation of Article 31 Section (4):
Cukup jelas Sufficiently clear

26
Pasal 32 Article 32
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (1) Any Person who knowingly and without
atau melawan hukum dengan cara apapun authority or unlawfully in any manner
mengubah, menambah, mengurangi, whatsoever alters, adds, reduces, transmits,
melakukan transmisi, merusak, tampers with, deletes, moves, hides Electronic
menghilangkan, memindahkan, Information and/or Electronic Records of other
menyembunyikan suatu Informasi Persons or of the public.
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik
milik Orang lain atau milik publik.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (2) Any Person who knowingly and without
atau melawan hukum dengan cara apa pun authority or unlawfully in any manner
memindahkan atau mentransfer Informasi whatsoever, moves or transfers Electronic
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik Information and/or Electronic Records to
kepada Sistem Elektronik Orang lain yang Electronic Systems of unauthorized Persons.
tidak berhak.
(3) Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud (3) Acts as intended by section (1) shall be acts
pada ayat (1) yang mengakibatkan that result in any confidential Electronic
terbukanya suatu Informasi Elektronik Information and/or Electronic Record being
dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat compromised such that the data becomes
rahasia menjadi dapat diakses oleh publik accessible to the public in its entirety in an
dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana improper manner.
mestinya.
Penjelasan Pasal 32: Cukup jelas Elucidation of Article 32: Sufficiently clear

Pasal 33 Article 33
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau Any Person who knowingly and without authority
melawan hukum melakukan tindakan apapun or unlawfully commits any act resulting in faults
yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik on Electronic Systems and/or resulting in
dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik Electronic Systems working improperly.
menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Penjelasan Pasal 33: Cukup jelas Elucidation of Article 33: Sufficiently clear

Pasal 34 Article 34
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak (1) Any Person who knowingly and without
atau melawan hukum memproduksi, menjual, authority or unlawfully produces, sells, causes
mengadakan untuk digunakan, mengimpor, to be used, imports, distributes, provides, or
mendistribusikan, menyediakan, atau owns:
memiliki:
a. perangkat keras atau perangkat lunak a. Computer hardware or software that is
Komputer yang dirancang atau secara designed or specifically developed to
khusus dikembangkan untuk facilitate acts as intended by Article 27
memfasilitasi perbuatan sebagaimana through Article 33;
dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan
Pasal 33;
b. sandi lewat Komputer, Kode Akses, atau b. Computer passwords, Access Codes, or the
hal yang sejenis dengan itu yang like to make Electronic Systems accessible
ditujukan agar Sistem Elektronik menjadi with the intent to facilitate acts as intended
dapat diakses dengan tujuan memfasilitasi by Article 27 through Article 33;
27
perbuatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27 sampai dengan Pasal 33.
Penjelasan Pasal 34 Ayat (1): Elucidation of Article 34 Section (1):
Cukup jelas Sufficiently clear
(2) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Acts as intended by section (1) are not
(1) bukan tindak pidana jika ditujukan untuk criminal acts if aimed at carrying out
melakukan kegiatan penelitian, pengujian research activities, testing of Electronic
Sistem Elektronik, untuk perlindungan Systems, protection of Electronic Systems
Sistem Elektronik itu sendiri secara sah dan themselves in a legal and lawful manner.
tidak melawan hukum.
Penjelasan Pasal 34 Ayat (2): Elucidation of Article 34 Section (2):
Yang dimaksud dengan "kegiatan penelitian" "Research activities" shall be research that is
adalah penelitian yang dilaksanakan oleh conducted by authorized research institutions.
lembaga penelitian yang memiliki izin.

Pasal 35 Article 35
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau Any Person who knowingly and without authority
melawan hukum melakukan manipulasi, or unlawfully manipulates, creates, alters, deletes,
penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan tampers with Electronic Information and/or
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Electronic Records with the intent that such
Elektronik dengan tujuan agar Informasi Electronic Information and/or Electronic Records
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik would seem to be authentic data.
tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.
Penjelasan Pasal 35: Cukup jelas Elucidation of Article 35: Sufficiently clear

Pasal 36 Article 36
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau Any Person who knowingly and without authority
melawan hukum melakukan perbuatan or unlawfully commits acts as intended by Article
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai 27 through Article 34 to other Persons’ detriment.
dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian
bagi Orang lain.
Penjelasan Pasal 36: Cukup jelas Elucidation of Article 36: Sufficiently clear

Pasal 37 Article 37
Setiap Orang dengan sengaja melakukan Any Person who knowingly commits prohibited
perbuatan yang dilarang sebagaimana dimaksud acts as intended by Article 27 through Article 36
dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 36 di luar outside the territory of Indonesia towards
wilayah Indonesia terhadap Sistem Elektronik Electronic Systems residing within jurisdiction of
yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia. Indonesia.
Penjelasan Pasal 37: Cukup jelas Elucidation of Article 37: Sufficiently clear

BAB VIII CHAPTER VIII


PENYELESAIAN SENGKETA DISPUTE RESOLUTION
Pasal 38 Article 38
(1) Setiap Orang dapat mengajukan gugatan (1) Any Person may institute actions against
terhadap pihak yang menyelenggarakan Sistem parties that provide Electronic Systems and/or
Elektronik dan/atau menggunakan Teknologi using Information Technology to his/her
28
Informasi yang menimbulkan kerugian. detriment.
(2) Masyarakat dapat mengajukan gugatan (2) The public in accordance with provisions of
secara perwakilan terhadap pihak yang laws and regulations may bring class action
menyelenggarakan Sistem Elektronik dan/atau lawsuits against parties that provide Electronic
menggunakan Teknologi Informasi yang Systems and/or using Information Technology
berakibat merugikan masyarakat, sesuai to the public detriment.
dengan ketentuan Peraturan Perundang-
undangan.
Penjelasan Pasal 38: Cukup jelas Elucidation of Article 38: Sufficiently clear

Pasal 39 Article 39
(1) Gugatan perdata dilakukan sesuai dengan (1) Civil actions shall be instituted in accordance
ketentuan Peraturan Perundang-undangan. with provisions of laws and regulations.
(2) Selain penyelesaian gugatan perdata x (2) In addition to resolution by civil actions as
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), para intended by section (1) parties may resolve disputes
pihak dapat menyelesaikan sengketa melalui through arbitration or other alternative dispute
arbitrase, atau lembaga penyelesaian sengketa resolution institutions in accordance with
alternatif lainnya sesuai dengan ketentuan provisions of Laws and Regulations.
Peraturan Perundang-undangan.
Penjelasan Pasal 39: Cukup jelas Elucidation of Article 39: Sufficiently clear

BAB IX CHAPTER IX
PERAN PEMERINTAH DAN PERAN ROLE OF THE GOVERNMENT AND ROLE OF
MASYARAKAT THE PUBLIC
Pasal 40 Article 40
(1) Pemerintah memfasilitasi pemanfaatan (1) The Government shall facilitate the
Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik Information Technology and Electronic
sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang- Transaction usage in accordance with
undangan. provisions of prevailing laws and regulations.
(2) Pemerintah melindungi kepentingan umum (2) The Government shall protect the public
dari segala jenis gangguan sebagai akibat interest from any type of threat as a result of
penyalahgunaan Informasi Elektronik dan misusing Electronic Information and Electronic
Transaksi Elektronik yang mengganggu Transactions that offends public order, in
ketertiban umum, sesuai dengan ketentuan accordance with provisions of Laws and
Peraturan Perundang-undangan. Regulations.
(3) Pemerintah menetapkan instansi atau institusi (3) The Government shall specify agencies or
yang memiliki data elektronik strategis yang institutions holding strategic electronic data
wajib dilindungi. that must be protected.
(4) Instansi atau institusi sebagaimana dimaksud (4) Agencies or institutions as intended by section
pada ayat (3) harus membuat Dokumen (3) must create Electronic Records and the
Elektronik dan rekam cadang elektroniknya electronic backups thereof, and connect them
serta menghubungkannya ke pusat data tertentu with specified data centers in the interest of
untuk kepentingan pengamanan data. data security.
(5) Instansi atau institusi lain selain diatur pada (5) Other agencies or institutions other than those
ayat (3) membuat Dokumen Elektronik dan regulated by section (3) shall create Electronic
rekam cadang elektroniknya sesuai dengan Records and their electronic backups as
keperluan perlindungan data yang dimilikinya. necessary to protect data they hold.
29
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai peran (6) Further provisions on role of the Government
Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat as intended by section (1), section (2), and
(1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan section (3) shall be regulated by Regulation of
Peraturan Pemerintah. the Government.
Penjelasan Pasal 40: Cukup jelas Elucidation of Article 40: Sufficiently clear

Pasal 41 Article 41
(1) Masyarakat dapat berperan meningkatkan (1) The public may play role in the improvement
pemanfaatan Teknologi Informasi melalui of the Information Technology usage through
penggunaan dan Penyelenggaraan Sistem the use and Provision of Electronic Systems
Elektronik dan Transaksi Elektronik sesuai and Electronic Transactions in accordance with
dengan ketentuan Undang-Undang ini the provisions of this Law.
Penjelasan Pasal 41 Ayat (1): Elucidation of Article 41 Section (1):
Cukup jelas Sufficiently clear
(2) Peran masyarakat sebagaimana dimaksud pada (2) Role of the public as intended by section (1)
ayat (1) dapat diselenggarakan melalui may be played via institutions the public forms.
lembaga yang dibentuk oleh masyarakat.
Penjelasan Pasal 41 Ayat (2): Elucidation of Article 41 Section (2):
Yang dimaksud dengan “lembaga yang “Institutions the public forms” shall be
dibentuk oleh masyarakat” merupakan institutions engaged in the field of information
lembaga yang bergerak di bidang teknologi technology and electronic transactions.
informasi dan transaksi elektronik.
(3) Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) (3) Institutions as intended by section (2) may
dapat memiliki fungsi konsultasi dan mediasi. have the functions of consultation and
mediation.
Penjelasan Pasal 41 Ayat (3): Elucidation of Article 41 Section (3):
Cukup jelas Sufficiently clear

BAB X CHAPTER X
PENYIDIKAN INVESTIGATION
Pasal 42 Article 42
Penyidikan terhadap tindak pidana sebagaimana Investigation of criminal acts as intended by this
dimaksud dalam Undang-Undang ini, dilakukan Law shall be made under the provisions of the Law
berdasarkan ketentuan dalam Hukum Acara Pidana of Criminal Procedure and the provisions of this
dan ketentuan dalam Undang-Undang ini. Law.
Penjelasan Pasal 42: Cukup jelas Elucidation of Article 42: Sufficiently clear

Pasal 43 Article 43
(1) Selain Penyidik Pejabat Polisi Negara (1) In addition to Investigators of the State Police
Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri of the Republic of Indonesia, certain Civil
Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah yang Service Officials within the Government whose
lingkup tugas dan tanggung jawabnya di scope of duties and responsibilities is in the
bidang Teknologi Informasi dan Transaksi field of Information Technology and Electronic
Elektronik diberi wewenang khusus sebagai Transactions shall be granted special authority
penyidik sebagaimana dimaksud dalam as investigators as intended by the Law of
Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana Criminal Procedure to make investigation of
untuk melakukan penyidikan tindak pidana di criminal acts of Information Technology and
30
bidang Teknologi Informasi dan Transaksi Electronic Transactions.
Elektronik.
Penjelasan Pasal 43 Ayat (1): Elucidation of Article 43 Section (1):
Cukup jelas Sufficiently clear
(2) Penyidikan di bidang Teknologi Informasi (2) Investigation of Information Technology and
dan Transaksi Elektronik sebagaimana Electronic Transactions as intended by section
dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan (1) shall be made with due regard to privacy
memperhatikan perlindungan terhadap privasi, protection, secrecy, smooth public services,
kerahasiaan, kelancaran layanan publik, data integrity, or data entirety in accordance
integritas data, atau keutuhan data sesuai with provisions of laws and regulations.
dengan ketentuan Peraturan Perundang-
undangan.
Penjelasan Pasal 43 Ayat (2): Elucidation of Article 43 Section (2):
Cukup jelas Sufficiently clear
(3) Penggeledahan dan/atau penyitaan terhadap (3) Searches and/or seizures of electronic systems
sistem elektronik yang terkait dengan dugaan suspiciously involved in criminal acts must be
tindak pidana harus dilakukan atas izin ketua carried out with the permission of the local
pengadilan negeri setempat. chief justice of the district court.
Penjelasan Pasal 43 Ayat (3): Elucidation of Article 43 Section (3):
Cukup jelas Sufficiently clear
(4) Dalam melakukan penggeledahan dan/atau (4) In carrying out searches and/or seizures as
penyitaan sebagaimana dimaksud pada ayat intended by section (3), investigators are
(3), penyidik wajib menjaga terpeliharanya required to maintain the public service
kepentingan pelayanan umum. interests.
Penjelasan Pasal 43 Ayat (4): Elucidation of Article 43 Section (4):
Cukup jelas Sufficiently clear
(5) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana (5) Civil Service Investigators as intended by
dimaksud pada ayat (1) berwenang: section (1) shall have the authority:
a. menerima laporan atau pengaduan dari a. to receive reports or complaints from
seseorang tentang adanya tindak pidana Persons of the occurrence of criminal acts
berdasarkan ketentuan Undang-Undang ini; under the provisions of this Law;
Penjelasan Pasal 43 Ayat (5) Huruf a: Elucidation of Article 43 Section (5) Point a:
Cukup jelas Sufficiently clear
b. memanggil setiap Orang atau pihak lainnya b. to summons any Person or other party for
untuk didengar dan/atau diperiksa sebagai hearing and/or examination as suspects or
tersangka atau saksi sehubungan dengan witnesses in connection with suspected
adanya dugaan tindak pidana di bidang criminal acts in the field related to the
terkait dengan ketentuan Undang-Undang provisions of this Law;
ini;
Penjelasan Pasal 43 Ayat (5) Huruf b: Elucidation of Article 43 Section (5) Point b:
Cukup jelas Sufficiently clear
c. melakukan pemeriksaan atas kebenaran c. to make examination of the truth of reports
laporan atau keterangan berkenaan dengan or inquiries into criminal acts under the
tindak pidana berdasarkan ketentuan provisions of this Law;
Undang-Undang ini;

31
Penjelasan Pasal 43 Ayat (5) Huruf c: Elucidation of Article 43 Section (5) Point c:
Cukup jelas Sufficiently clear
d. melakukan pemeriksaan terhadap Orang d. to make examination of Persons and/or
dan/atau Badan Usaha yang patut diduga Business Entities that should be suspected
melakukan tindak pidana berdasarkan of having committed criminal acts under
Undang-Undang ini; this Law;
Penjelasan Pasal 43 Ayat (5) Huruf d: Elucidation of Article 43 Section (5) Pont d:
Cukup jelas Sufficiently clear
e. melakukan pemeriksaan terhadap alat e. to make inspection of equipment and/or
dan/atau sarana yang berkaitan dengan facilities in connection with the activities of
kegiatan Teknologi Informasi yang diduga Information Technology suspected of
digunakan untuk melakukan tindak pidana having been used to commit criminal acts
berdasarkan Undang-Undang ini; under this Law;
Penjelasan Pasal 43 Ayat (5) Huruf e: Elucidation of Article 43 Section (5) Point e:
Cukup jelas Sufficiently clear
f. melakukan penggeledahan terhadap tempat f. to search certain places suspected of having
tertentu yang diduga digunakan sebagai been used as the place to commit criminal
tempat untuk melakukan tindak pidana acts under the provisions of this Law;
berdasarkan ketentuan Undang-Undang ini;
Penjelasan Pasal 43 Ayat (5) Huruf f: Elucidation of Article 43 Section (5) Point f:
Cukup jelas Sufficiently clear
g. melakukan penyegelan dan penyitaan g. to seal and seize equipment and/or facilities
terhadap alat dan/atau sarana kegiatan of Information Technology activities
Teknologi Informasi yang diduga suspected of having been used in a manner
digunakan secara menyimpang dari departing from provisions of Laws and
ketentuan Peraturan Perundang-undangan; Regulations;
Penjelasan Pasal 43 Ayat (5) Huruf g: Elucidation of Article 43 Section (5) Point g:
Cukup jelas Sufficiently clear
h. meminta bantuan ahli yang diperlukan h. to solicit assistance of experts necessary for
dalam penyidikan terhadap tindak pidana investigation of criminal acts under this
berdasarkan Undang-Undang ini; dan/atau Law; and/or
Penjelasan Pasal 43 Ayat (5) Huruf h: Elucidation of Article 43 Section (5) Point h:
Yang dimaksud "ahli" adalah seseorang yang “Expert” means a Person who has special
memiliki keahlian khusus di bidang Teknologi expertise in the field of Information
Informasi yang dapat dipertanggungjawabkan Technology, and whose knowledge thereof is
secara akademis maupun praktis mengenai reliable, whether academically or practically.
pengetahuannya tersebut.
i. mengadakan penghentian penyidikan i. to cease investigation of criminal acts
tindak pidana berdasarkan Undang-Undang under this Law in accordance with the
ini sesuai dengan ketentuan hukum acara provisions of the prevailing law of criminal
pidana yang berlaku. procedure.
Penjelasan Pasal 43 Ayat (5) Huruf i: Elucidation of Article 43 Section (5) Point i:
Cukup jelas Sufficiently clear
(6) Dalam hal melakukan penangkapan dan (6) To make arrest and detention, investigators
penahanan, penyidik melalui penuntut umum through public prosecutors are required to seek

32
wajib meminta penetapan ketua pengadilan order of the local chief justice of the district
negeri setempat dalam waktu satu kali dua court within a period of twenty-four hours.
puluh empat jam.
Penjelasan Pasal 43 Ayat (6): Elucidation of Article 43 Section (6):
Cukup jelas Sufficiently clear
(7) Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana (7) Civil Service Investigators as intended by
dimaksud pada ayat (1) berkoordinasi dengan section (1) shall coordinate with Investigators
Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik of the State Police of the Republic of Indonesia
Indonesia memberitahukan dimulainya to notify the commencement of investigation
penyidikan dan menyampaikan hasilnya and deliver the results thereof to public
kepada penuntut umum. prosecutors.
Penjelasan Pasal 43 Ayat (7): Elucidation of Article 43 Section (7):
Cukup jelas Sufficiently clear
(8) Dalam rangka mengungkap tindak pidana (8) To uncover criminal acts of Electronic
Informasi Elektronik dan Transaksi Information and Electronic Transactions,
Elektronik, penyidik dapat bekerja sama investigators may cooperate with
dengan penyidik negara lain untuk berbagi investigators of other countries to share
informasi dan alat bukti. information and means of proof.
Penjelasan Pasal 43 Ayat (8): Elucidation of Article 43 Section (8):
Cukup jelas Sufficiently clear

Pasal 44 Article 44
Alat bukti penyidikan, penuntutan dan Means of proof on the investigation, prosecution
pemeriksaan di sidang pengadilan menurut and examination at court under the provisions of
ketentuan Undang-Undang ini adalah sebagai this Law shall be as follows:
berikut:
a. alat bukti sebagaimana dimaksud dalam a. means of proof as intended by provisions of
ketentuan Perundang-undangan; dan laws and regulations; and
b. alat bukti lain berupa Informasi Elektronik b. other means of proof in the form of Electronic
dan/atau Dokumen Elektronik sebagaimana Information and/or Electronic Records as
dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 dan angka 4 intended by Article 1 point 1 and point 4 as
serta Pasal 5 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3). well as Article 5 section (1), section (2), and
section (3).
Penjelasan Pasal 44: Cukup jelas Elucidation of Article 44: Sufficiently clear

BAB XI CHAPTER XI
KETENTUAN PIDANA PENAL PROVISIONS
Pasal 45 Article 45
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur (1) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat intended by Article 27 section (1), section (2),
(1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana section (3), or section (4) shall be sentenced to
dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) imprisonment not exceeding 6 (six) years
tahun dan/atau denda paling banyak and/or a fine not exceeding Rp1,000,000,000
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (one billion rupiah).
(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur (2) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat intended by Article 28 section (1) or section (2)

33
(1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana shall be sentenced to imprisonment not
penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau exceeding 6 (six) years and/or a fine not
denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 exceeding Rp1,000,000,000,- (one billion
(satu miliar rupiah). rupiah).
(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur (3) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 intended by Article 29 shall be sentenced to
dipidana dengan pidana penjara paling lama imprisonment not exceeding 12 (twelve) years
12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling and/or a fine not exceeding Rp2,000,000,000
banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar (two billion rupiah).
rupiah).
Penjelasan Pasal 45: Cukup jelas Elucidation of Article 45: Sufficiently clear

Pasal 46 Article 46
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur (1) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat intended by Article 30 section (1) shall be
(1) dipidana dengan pidana penjara paling sentenced to imprisonment not exceeding 6
lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling (six) years and/or a fine not exceeding
banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta Rp600,000,000 (six hundred million rupiah).
rupiah).
(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur (2) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat intended by Article 30 section (2) shall be
(2) dipidana dengan pidana penjara paling sentenced to imprisonment not exceeding 7
lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling (seven) years and/or a fine not exceeding
banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta Rp700,000,000 (seven hundred million rupiah).
rupiah).
(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur (3) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat intended by Article 30 section (3) shall be
(3) dipidana dengan pidana penjara paling sentenced to imprisonment not exceeding 8
lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling (eight) years and/or a fine not exceeding
banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta Rp800,000,000 (eight hundred million rupiah).
rupiah).
Penjelasan Pasal 46: Cukup jelas Elucidation of Article 46: Sufficiently clear

Pasal 47 Article 47
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana Any Person who satisfies the elements as intended
dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) atau ayat (2) by Article 31 section (1) or section (2) shall be
dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 sentenced to imprisonment not exceeding 10 (ten)
(sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak years and/or a fine not exceeding Rp800,000,000
Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah). (eight hundred million rupiah).
Penjelasan Pasal 47: Cukup jelas Elucidation of Article 47: Sufficiently clear

Pasal 48 Article 48
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur (1) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat intended by Article 32 section (1) shall be
(1) dipidana dengan pidana penjara paling sentenced to imprisonment not exceeding 8
lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling (eight) years and/or a fine not exceeding
banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar Rp2,000,000,000 (two billion rupiah).

34
rupiah).
(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur (2) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat intended by Article 32 section (2) shall be
(2) dipidana dengan pidana penjara paling lama sentenced to imprisonment not exceeding 9
9 (sembilan) tahun dan/atau denda paling (nine) years and/or a fine not exceeding
banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar Rp3,000,000,000 (three billion rupiah).
rupiah).
(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur (3) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat intended by Article 32 section (3) shall be
(3) dipidana dengan pidana penjara paling sentenced to imprisonment not exceeding 10
lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda (ten) years and/or a fine not exceeding
paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima Rp5,000,000,000 (five billion rupiah).
miliar rupiah).
Penjelasan Pasal 48: Cukup jelas Elucidation of Article 48: Sufficiently clear

Pasal 49 Article 49
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana Any Person who satisfies the elements as intended
dimaksud dalam Pasal 33, dipidana dengan by Article 33 shall be sentenced to imprisonment
pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) not exceeding 10 (ten) years and/or a fine not
tahun dan/atau denda paling banyak exceeding Rp10,000,000,000 (ten billion rupiah).
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
Penjelasan Pasal 49: Cukup jelas Elucidation of Article 49: Sufficiently clear

Pasal 50 Article 50
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana Any Person who satisfies the elements as intended
dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dipidana dengan by Article 34 section (1) shall be sentenced to
pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun imprisonment not exceeding 10 (ten) years and/or
dan/atau denda paling banyak a fine not exceeding Rp10,000,000,000 (ten billion
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). rupiah).
Penjelasan Pasal 50: Cukup jelas Elucidation of Article 50: Sufficiently clear

Pasal 51 Article 51
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur (1) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 intended by Article 35 shall be sentenced to
dipidana dengan pidana penjara paling lama imprisonment not exceeding 12 (twelve) years
12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling and/or a fine not exceeding Rp12,000,000,000
banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar (twelve billion rupiah).
rupiah).
(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur (2) Any Person who satisfies the elements as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 intended by Article 36 shall be sentenced to
dipidana dengan pidana penjara paling lama imprisonment not exceeding 12 (twelve) years
12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling and/or a fine not exceeding Rp12,000,000,000
banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar (twelve billion rupiah).
rupiah).
Penjelasan Pasal 51: Cukup jelas Elucidation of Article 51: Sufficiently clear

35
Pasal 52 Article 52
(1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana (1) Criminal acts as intended by Article 27
dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) section (1) involving propriety or sexual
menyangkut kesusilaan atau eksploitasi exploitation of children shall be subject to an
seksual terhadap anak dikenakan pemberatan increase in the sentence by one third of the
sepertiga dari pidana pokok. basic sentence.
Penjelasan Pasal 52 Ayat (1): Elucidation of Article 52 Section (1):
Cukup jelas Sufficiently clear
(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud (2) Criminal acts as intended by Article 30
dalam Pasal 30 sampai dengan Pasal 37 through Article 37 aimed at Computers
ditujukan terhadap Komputer dan/atau Sistem and/or Electronic Systems as well as
Elektronik serta Informasi Elektronik dan/atau Electronic Information and/or Electronic
Dokumen Elektronik milik Pemerintah Records of the Government and/or used for
dan/atau yang digunakan untuk layanan public services shall be sentenced to the basic
publik dipidana dengan pidana pokok sentence plus one third.
ditambah sepertiga.
Penjelasan Pasal 52 Ayat (2): Elucidation of Article 52 Section (2):
Cukup jelas Sufficiently clear
(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud (3) Criminal acts as intended by Article 30
dalam Pasal 30 sampai dengan Pasal 37 through Article 37 aimed at Computers
ditujukan terhadap Komputer dan/atau Sistem and/or Electronic Systems as well as
Elektronik serta Informasi Elektronik dan/atau Electronic Information and/or Electronic
Dokumen Elektronik milik Pemerintah Records of the Government and/or strategic
dan/atau badan strategis termasuk dan tidak bodies including and not limited to defense
terbatas pada lembaga pertahanan, bank institutions, the central bank, banking,
sentral, perbankan, keuangan, lembaga finance, international institutions, aviation
internasional, otoritas penerbangan diancam authority shall be subject to a sentence of
dengan pidana maksimal ancaman pidana maximally the basic sentence for the
pokok masing-masing Pasal ditambah dua respective Articles plus two-thirds.
pertiga.
Penjelasan Pasal 52 Ayat (3): Elucidation of Article 52 Section (3):
Cukup jelas Sufficiently clear
(4) Dalam hal tindak pidana sebagaimana (4) Criminal acts as intended by Article 27
dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal through Article 37 committed by
37 dilakukan oleh korporasi dipidana dengan corporations shall be sentenced to the basic
pidana pokok ditambah dua pertiga. sentence plus two-thirds.
Penjelasan Pasal 52 Ayat (4): Elucidation of Article 52 Section (4):
Ketentuan ini dimaksudkan untuk menghukum This provision is intended to sentence any
setiap perbuatan melawan hukum yang unlawful act that satisfies the elements as
memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam intended by Article 27 through Article 37
Pasal 27 sampai dengan Pasal 37 yang committed by corporations (corporate crimes)
dilakukan oleh korporasi (corporate crime) and/or by the management and/or staff with
dan/atau oleh pengurus dan/atau staf yang capacity to:
memiliki kapasitas untuk:
a. mewakili korporasi; a. represent the corporations;
b. mengambil keputusan dalam korporasi; b. make decisions for the corporations;
c. melakukan pengawasan dan pengendalian c. make supervision and control over the
dalam korporasi; corporations;

36
d. melakukan kegiatan demi keuntungan d. carry out activities for the benefit of the
korporasi. corporations.

BAB XII CHAPTER XII


KETENTUAN PERALIHAN TRANSITIONAL PROVISIONS
Pasal 53 Article 53
Pada saat berlakunya Undang-Undang ini, semua Upon effectiveness of this Law, all Laws and
Peraturan Perundang-undangan dan kelembagaan Regulations and institutions in connection with
yang berhubungan dengan pemanfaatan Teknologi Information Technology usage that are not against
Informasi yang tidak bertentangan dengan this Law are declared to remain valid.
Undang-Undang ini dinyatakan tetap berlaku.
Penjelasan Pasal 53: Cukup jelas Elucidation of Article 53: Sufficiently clear

BAB XIII CHAPTER XIII


KETENTUAN PENUTUP CONCLUDING PROVISIONS
Pasal 54 Article 54
(1) Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal (1) This law shall take effect from the date it is
diundangkan. promulgated.
(2) Peraturan Pemerintah harus sudah ditetapkan (2) Government Regulations must have been
paling lama 2 (dua) tahun setelah enacted not longer than 2 (two) years upon
diundangkannya Undang-Undang ini. promulgation of this Law.
Agar setiap orang mengetahuinya, In order that any person may know of it, the
memerintahkan pengundangan Undang- promulgation of this Law is ordered by
Undang ini dengan penempatannya dalam placement in the State Gazette of the Republic
Lembaran Negara Republik Indonesia. of Indonesia.
Penjelasan Pasal 54: Cukup jelas Elucidation of Article 54: Sufficiently clear

Disahkan di Jakarta Ratified in Jakarta


pada tanggal 21 April 2008 on April 21, 2008
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF
INDONESIA
ttd. sgd.
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Diundangkan di Jakarta Promulgated in Jakarta


Pada tanggal 21 April 2008 on April 21, 2008
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA MINISTER OF LAW AND HUMAN RIGHTS OF
REPUBLIK INDONESIA, THE REPUBLIC OF INDONESIA,
ttd sgd
ANDI MATTALATTA ANDI MATTALATTA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA STATE GAZETTE OF THE REPUBLIC OF


TAHUN 2008 NOMOR 58 INDONESIA NUMBER 58 OF 2008

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK SUPPLEMENT TO STATE GAZETTE OF THE


INDONESIA NOMOR 4843 REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 4843

37
***

38