Vous êtes sur la page 1sur 11

1

KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL


PROBLEM BASED LEARNING SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PANTI
KABUPATEN PASAMAN

Sri Melia Arly, Rahayu Fitri, Putri Dian Afrinda


Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat
Meliaarly1504@gmail.com

ABSTRACT

This research aims to describe writing expository text ability used problem
based learning model of student’s X Class at Senior High School No. 1 Panti,
Pasanan Regency. Based on result of analyze data known ability of student’s X
Class at Senior High School No. 1 Panti, Pasaman Regency on writing
expository text, who teached with problem based learning model totality has
good qualified with average as 80. Result of tes shown; first, ability of student’s X
Class at Senior High School No. 1 Panti, Pasaman Regency on writing
expository text, who teached with problem based learning model on title indicator
has perfect qualified with average as 97,14. Second, ability of student’s X Class at
Senior High School No. 1 Panti, Pasaman Regency on writing expository text, who
teached with problem based learning model on thesis indicator has very good
qualified with average as 91,43. Third, ability of student’s X Class at Senior High
School No. 1 Panti, Pasaman Regency on writing expository text, who teached with
problem based learning model on argument indicator has sufficient qualified with
average as 68,57. Fourth, , ability of student’s X Class at Senior High School No. 1
Panti, Pasaman Regency on writing expository text, who teached with problem
based learning model on conclusion indicator has sufficient qualified with
average as 62,86.

Keywords : Writing Ability, Expository Text, Problem Based Learning Model

PENDAHULUAN
melalui mendengarkan, berbicara,
Kegiatan berbahasa adalah
membaca, dan menulis. Keempat
kegiatan berkomunikasi dengan
keterampilan tersebut sangat penting
menggunakan bahasa. Kegiatan
dan saling berhubungan. Hal tersebut
berbahasa bertujuan untuk
sesuai dengan salah satu tujuan mata
mengembangkan keterampilan
pelajaran bahasa Indonesia yaitu agar
berbahasa. Keterampilan berbahasa
siswa mampu berkomunikasi secara
adalah keterampilan
berkomunikasi
2

efektif dan efisien sesuai dengan etika ide, gagasan, dan perasaannya sehingga
yang berlaku, baik secara lisan maupun terbentuklah sebuah tulisan yang
tulisan. bermakna. Lewat tulisan itulah
Menulis adalah salah satu pemikiran dan gagasan seseorang dapat
keterampilan berbahasa yang harus dituangkan dalam bentuk bahasa tulis.
dipelajari oleh siswa. Menulis adalah Oleh karena itu, keterampilan menulis
mengolah pikiran dan membutuhkan pengetahuan yang lebih
mengkomunikasikan hasil pemikiran dan memiliki tingkat kesulitan yang
dalam bentuk tulisan atau karangan. lebih jika dibandingkan dengan
Menulis merupakan kegiatan keterampilan yang lainya. Selain itu,
mengungkapkan atau melahirkan untuk melatih keterampilan menulis,
pikiran dan perasaan melalui tulisan. seorang siswa harus menguasai ketiga
Menulis adalah salah satu bentuk keterampilan yang lain.
manifestasi paling akhir dalam aspek Berdasarkan kenyataan di atas,
keterampilan berbahasa. Menurut maka dalam pembelajaran bahasa
Tarigan (2008:3) menjelaskan bahwa Indonesia, keterampilan menulis adalah
menulis merupakan keterampilan keterampilan yang dianggap sulit oleh
berbahasa untuk berkomunikasi secara siswa. Hal ini disebabkan karena
tidak langsung dan tidak bertatap muka keterampilan menulis membutuhkan
dengan orang lain. Komunikasi ini perhatian, pemahaman, dan keseriusan
berlangsung dengan cara penulis siswa untuk menggali potensi yang ada
mengungkapkan ide atau gagasan dalam dirinya. Siswa harus memiliki
melalui tulisan dan pembaca hanya modal dan pengetahuan yang luas agar
dapat berintegrasai dengan penulis mampu menghasilkan tulisan yang
melalui tulisan tersebut. Muttaqin baik.
(2012:4) mengatakan bahwa menulis Pada pembelajaran menulis
merupakan salah satu keahlian bahasa siswa dituntut untuk mengungkapkan
yang digunakan oleh orang sebagai gagasan secara tertulis berdasarkan
media komunikasi untuk pengetahuan dan pengalaman yang
menyampaikan pesan. Pada kegiatan dimiliki. Aktivitas tersebut memerlukan
menulis, penulis dapat mengungkapkan kesungguhan dan keseriusan untuk
3

mengolah, menata, dan serta bertindak secara efektif dan


mempertimbangkan secara kritis kreatif, dan mampu menggunakan
gagasan yang akan dituangkan dalam metode sesuai kaidah keilmuan”. (KD)
bentuktulisan. Tata cara menulis adalah 4.2 yaitu “memproduksi teks eksposisi
aspek keterampilan, kualitas isi tulisan yang koheren sesuai dengan
menggambarkan aspek pengetahuan karakteristik teks yang akan dibuat baik
dan dalam menulis juga dapat dilihat secara lisan maupun tulisan”.
aspek sikap siswa seperti percaya diri, Diturunkan ke dalam indikator menulis
tanggung jawab dan sebagainya. Untuk yaitu: menulis teks eksposisi. Teks
memenuhi hal tersebut, siswa harus eksposisi adalah teks yang hanya
dilatih untuk mengembangkan memberikan penjelasan tentang suatu
keterampilan menulisnya agar hal, kejadian atau peristiwa. Menurut
pengetahuan siswa pada bidang yang Mahsun (2014:31) teks eksposisi adalah
lainnya berkembang dengan sendirinya. teks tipe ini berisi paparan gagasan atau
Jika siswa bersungguh-sungguh ingin usulan yang bersifat pribadi. Itu
menghasilkan tulisan yang berkualitas, sebabnya sering juga disebut sebagai
maka siswa tersebut akan teks argumentasi satu sisi. Darmawati
mempersiapkan dan menambah (2014:55) memberitahukan,
pengetahuannya agar dapat dituangkan memaparkan, menguraikan, atau
di dalam tulisannya. menjelaskan. Eksposisi merupakan
Salah satu kompetensi dalam paparan yang berusaha memberi tahu
keterampilan menulis yang harus atau menerangkan sesuatu. Priyatni
dikuasai siswa jenjang SMA yang (2014:91) juga mengungkapkan teks
terdapat dalam Kurikulum 2013 pada yang digunakan untuk meyakinkan
kelas X SMA semester I adalah menulis pembaca terhadap opini yang
teks eksposisi. Seperti kompetensi inti dikemukakan dengan sejumlah
(KI) 4 yaitu “mengolah, menalar, argumen pendukung disebut dengan
menyaji, dan menciptakan dalam ranah teks eksposisi. Sebuat teks eksposisi
konkret dan ranah abstrak terkait terdiri dari beberapa struktur. Menurut
dengan pengembangan dari yang Mahsun (2014:32) Struktur teks
dipelajarinya di sekolah secara mandiri eksposisi yaitu: tesis/pernyataan
4

pendapat, alasan/argumentasi, dan kemampuan menulis siswa kelas X


pernyataan ulang pendapat. SMA Negeri 1 Panti Kabupaten
Selanjutnya, Priyatni (2014:91) Struktur Pasaman belum mampu menulis teks
teks eksposisi yaitu: judul, eksposisi dengan benar. Masih ada
tesis/opini/pendapat, argumen, dan siswa yang kurang minat terhadap
simpulan. Pertama, judul, judul teks kegiatan menulis sehingga mereka
sudah memunculkan isu, persoalan beranggapan kegiatan menulis
tentang topik tertentu. Kedua, merupakan hal yang sangat
Tesis/opini/Pendapat, berisi suatu membosankan. Oleh sebab itu,
pernyataan yang menunjukkan sudut pembelajaran terhadap keterampilan
pandang penulis terhadap persoalan menulis belum tercapai secara optimal.
atau isu tentang topik tertentu. Ketiga, Faktor yang melatar belakangi hal
Argumen, argumen berisi sejumlah tersebut diantaranya seperti berikut.
bukti atau alasan untuk mendukung Pertama, siswa kurang paham tentang
atau membuktikan kebenaran tesis. konsep teks eksposisi karena ini
Keempat, Simpulan, merangkum atau merupakan pembelajaran baru di
menegaskan kembali sudut pandang kurikulum 2013. Kedua, masih ada
penulis terhadap persoalan atau isu siswa yang kurang memahami struktur
tentang topik tertentu. Tujuan eksposisi teks eksposisi dengan benar. Ketiga,
adalah menjelaskan sesuatu, pengetahuan siswa dalam menuangkan
memberikan informasi dan menambah ide dan gagasannya kedalam bentuk
pengetahuan pembaca. Dalam teks teks eksposisi masih terbatas.
eksposisi, tidak ada kalimat yang Berdasarkan permasalahan yang
bersifat mengajak atau mempengaruhi telah dikemukakan di atas, maka perlu
pembaca. dilaksanakan pembelajaran yang dapat
Berdasarkan wawancara yang memberi kesempatan kepada siswa
dilakukan dengan salah seorang guru untuk terlibat secara aktif dalam
bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Panti pembelajaran. Hal ini perlu dilakukan
Kabupaten Pasaman, Ibu Aprina agar siswa dapat memahami materi
Zulfita, S.Pd. pada tanggal 2 Desember dengan baik. Selain itu, karena
2017 diperoleh informasi bahwa keterbatasan buku teks yang tersedia,
5

siswa juga sebaiknya belajar dalam besar kepada pelajar dalam membentuk
kelompok agar siswa dapat memahami dan menjalankan secara langsung
pembelajaran secara bersama-sama. proses belajar mereka sendiri, (5)
Salah satu model pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil, dan (6)
memberi kesempatan kepada siswa menuntut pebelajar untuk
untuk terlibat secara aktif dalam mendemonstrasikan apa yang telah
pembelajaran adalah Problem Based mereka pelajari dalam bentuk suatu
Learning (PBL). Pada model Problem produk atau kinerja.
Based Learning, siswa dilatih untuk Menurut Amir (2009:28)
menemukan sendiri materi Problem Based Learning berpeluang
pembelajaran dari masalah-masalah untuk membangun kecakapan hidup
yang disajikan. Menurut Ward (dalam (life skill) pelajar, pelajar terbiasa
Ngalimun, 2013:89), Problem Based mengatur dirinya sendiri (self directed),
Learning (PBL) adalah suatu model berpikir metakognitif (reflektif dengan
pembelajaran yang melibatkan siswa pikiran dan tindakan), berkomunikasi
untuk memecahkan masalah melalui dengan berbagai kecakapan terkait.
tahap- tahap model ilmiah sehingga Trianto (2009:96) menyatakan bahwa
siswa dapat mempelajari pengetahuan kelebihan Problem Based Learning
yang berhubungan dengan masalah dan (PBL) sebagai suatu model
sekaligus memiliki keterampilan untuk pembelajaran adalah: (1) relaistik
memecahkan masalah. dengan kehidupan siswa, (2) konsep
Menurut Ngalimun (2013:90) sesuai dengan kebutuhan siswa, (3)
Problem Based Learning (PBL) memupuk sifat inkuiri siswa, (4) retensi
memiliki karakteristik-karakteristik konsep jadi kuat, dan (5) memupuk
yaitut: (1) belajar dimulai dengan suatu kemampuan problem solving
masalah, (2) memastikan masalah yang (pemecahan masalah).
diberikan berhubungan dengan dunia Selain kelebihan tersebut, PBL
nyata siswa/mahasiswa, (3) juga memiliki kekurangan, yaitu (1)
mengorganisasikan pelajaran diseputar persiapan pembelajaran yang komplesk,
masalah, bukan diseputar disiplin ilmu, (2) sulitnya mencari problem yang
(4) memberikan tanggung jawab yang relevan, (3) sering terjadi miss-
6

konsepsi, dan (4) konsumsi mengenai keadaan saat ini dan melihat
waktu(Trianto, 2009:97). Selain itu kaitan antara variabel-variabel yang
siswa juga dilatih untuk ada. Penelitian ini akan
mengkomunikasikan ide-idenya melalui mendeskripsikan menyimak dongeng
diskusi dan presentasi dalam dengan menggunakan model Problem
pembelajaran, sehingga siswa dapat Based Learning siswa kelas X SMA
bertukar pikiran dan dapat berbagi Negeri 1 Panti Kabupaten Pasaman.
pemahamannya pada siswa yang lain. Teknik pengambilan sampel
Berdasarkan hal-hal di atas, perlu dalam penelitian ini adalah purposive
dilakukan penelitian ini untuk sampling. Pada penelitian ini ditetapkan
mengetahui kemampuan menulis teks sampel penelitian yaitu kelas X IPS 1
eksposisi dengan menggunakan model yang berjumlah 35 siswa. Pengambilan
Problem Based Learning pada siswa sampel didasarkan dari stardar deviasi
kelas X SMA Negeri 1 Panti Kabupaten terendah nilai kemampuan menulis
Pasaman. siswa.
Instrumen penelitian ini adalah
METODE PENELITIAN tes unjuk kerja tentang teks eksposisi.

Jenis penelitian ini adalah Data penelitian ini berupa skor hasil

kuantitatif dengan menggunakan belajar keterampilan menulis teks

metode deskriptif. Arikunto (2010:27,) eksposisi Siswa Kelas X SMA Negeri 1

menyatakan penelitian kuantitatif Panti Kabupaten Pasaman. Analisis

adalah penelitian yang menggunakan data yang digunakan adalah analisis

angka, dimulai dari pengumpulan data persentase.

kemudian menafsirkan data dan terakhir


ditampilkan hasilnya. Metode deskriptif HASIL DAN PEMBAHASAN

merupakan upaya mendeskrisikan, Berdasarkan hasil analisis


mencatat analisis dan diketahui bahwa;
menginterpretasikan kondisi-kondisi Rata-rata hitung kemampuan
sekarang ini terjadi atau ada. Dengan menulis teks eksposisi siswa kelas X
kata lain penelitian deskriptif bertujuan SMA Negeri 1 Panti Kabupaten
memperoleh informasi-informasi Pasaman dengan menggunakan model
7

problem based learning bernilai sebesar cukup sebanyak 3 orang atau sebesar
80 dan dikualifikasikan dengan baik. 8,57%.
Selanjutnya, kemampuan siswa Rata-rata hitung kemampuan
menulis teks eksposisi dengan siswa menulis teks eksposisi dengan
menggunakan model problem based menggunakan model problem based
learning dikulifikasikan menjadi 4 learning dari indikator tesis bernilai
kategori; Pertama, siswa yang sebesar 91,43 dan dikualifikasikan
memperoleh kualifikasi sempurna dengan baik sekali. Selanjutnya,
sebanyak 4 orang atau sebesar 11,43%. kemampuan siswa menulis teks
Kedua, siswa yang memperoleh eksposisi dari indikator tesis dapat
kualifikasi baik sekali sebanyak 3 orang dikelompokkan menjadi dua kualifikasi.
atau sebesar 8,57%. Ketiga, siswa yang Pertama, siswa yang memperoleh
memperoleh kualifikasi baik sebanyak kualifikasi sempurna sebanyak 26 orang
6 orang atau sebesar 17,14%. Keempat, atau sebesar 74,29%. Kedua, siswa
siswa yang memperoleh kualifikasi yang memperoleh kualifikasi lebih dari
lebih dari cukup sebanyak 22 orang cukup sebanyak 9 orang atau sebesar
atau sebesar 62,86%. 25,71%.
Rata-rata hitung kemampuan Rata-rata hitung kemampuan
siswa menulis teks eksposisi dengan siswa menulis teks eksposisi dengan
menggunakan model problem based menggunakan model problem based
learning dari indikator judul bernilai learning dari indikator argumen bernilai
sebesar 97,14 dan dikualifikasikan sebesar 68,57 dan dikualifikasikan
dengan sempurna. Selanjutnya, dengan lebih dari cukup. Selanjutnya,
kemampuan siswa menulis teks kemampuan siswa menulis teks
eksposisi dari indikator judul dapat eksposisi dari indikator argumen dapat
dikelompokkan menjadi dua kualifikasi. dikelompokkan menjadi dua kualifikasi.
Pertama, siswa yang memperoleh Pertama, siswa yang memperoleh
kualifikasi sempurna sebanyak 32 orang kualifikasi sempurna sebanyak 8 orang
atau sebesar 91,43%. Kedua, siswa atau sebesar 22,86%. Kedua, siswa
yang memperoleh kualifikasi lebih dari yang memperoleh kualifikasi lebih dari
cukup sebanyak 21 orang atau sebesar
8

60%. Ketiga, siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah


kualifikasi kurang sekali sebanyak 6 merupakan sebuah model pembelajaran
orang atau sebesar 17,14%. yang menyajikan masalah kontekstual
Rata-rata hitung kemampuan sehingga merangsang peserta didik
siswa menulis teks eksposisi dengan untuk belajar. Dalam kelas yang
menggunakan model problem based menerapkan pembelajaran berbasis
learning dari indikator simpulan masalah, peserta didik bekerja dalam
bernilai sebesar 62,86 dan tim untuk memecahkan masalah yang
dikualifikasikan dengan lebih dari di dunia nyata (real world). Model
cukup. Selanjutnya, kemampuan siswa pembelajaran berbasis masalah
menulis teks eksposisi dari indikator dilakukan dengan adanya pemberian
simpulan dapat dikelompokkan menjadi rangsangan berupa masalah-masalah
tiga kualifikasi. Pertama, siswa yang dan kemudian dilakukan pemecahan
memperoleh kualifikasi sempurna masalah oleh peserta didik yang
sebanyak 9 orang atau sebesar 25,71%. diharapkan dapat menambah
Kedua, siswa yang memperoleh keterampilan peserta didik dalam
kualifikasi lebih dari cukup sebanyak pencapaian materi pembelajaran.
13 orang atau sebesar 37,14%. Ketiga, Amir (2009:28) Problem Based
siswa yang memperoleh kualifikasi Learning berpeluang untuk membangun
kurang sekali sebanyak 13 orang atau kecakapan hidup (life skill) pelajar,
sebesar 37,14%. pelajar terbiasa mengatur dirinya
Kemampuan menulis teks sendiri (self directed), berpikir
eksposisi merupakan salah satu materi metakognitif (reflektif dengan pikiran
yang harus dikuasai oleh siswa SMA dan tindakan), berkomunikasi dengan
Kelas X. Demi membatu siswa berbagai kecakapan terkait.
meningkatkan kemampuan menulis Kemampuan siswa kelas X SMA
sebuah teks eksposisi banyak cara yang Negeri 1 Panti Kabupaten Pasaman
dapat dilakukan oleh guru, salah menulis teks eksposisi dengan
satunya dengan menerapkan model menggunakan model problem based
problem based learning. Kemendikbud learning dilihat dari 4 indikator, sebagai
(2013:46) menjelaskan bahwa berikut: (1) judul, (2) tesis, (3)
9

argumen, dan (4) simpulan. Pemberian masalah (Problem Based Learning)


skor pada masing-masing indikator dapat meningkatkan kemampuan
didasarkan kepada nilai hasil tes siswa menulis eksposisi dan berpikir kreatif
dalam menyelesaikan tugas yang siswa. Penelitian yang dilakukan Jusni.
diberikan. Z, Mahasiswa Program Studi
Berdasarkan hasil penelitian dan Pendidikan Bahasa dan Sastra
penjelasan di atas dapat diketahui Indonesia Universitas Negeri Padang
bahwa penerapan model problem based (2010) dengan judul “Kemampuan
learning yang mengaitkan materi Menulis Paragraf Eksposisi dengan
pembelajaran dengan masalah Teknik Media Pemodelan Pada Siswa
kontekstual sehingga merangsang Kelas VII 6 SMP Negeri Payakumbuh”.
peserta didik untuk belajar terbukti Dalam penelitian ini bahwa hasil yang
dapat meningkatkan kemampuan siswa diperoleh adalah kemampuan menulis
dalam menulis teks eksposisi. Hasil eksposisi tergolong baik, dengan rata-
penelitian ini sejalan dengan penelitian rata hitung 83,26%.
yang pernah dilakukan oleh Penelitian
yang dilaksanakan oleh Maulana (2014) KESIMPULAN
dengan judul “Menggunakan Metode Berdasarkan temuan penelitian
Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembahasan disimpulkan bahwa
(Problem Based Learning) untuk kemampuan menulis teks eksposisi
Meningkatkan Kemampuan Menulis siswa kelas X SMA Negeri 1 Panti
Eksposisi dan Berpikir Kritis”. Kabupaten Pasaman dengan
Penelitian ini mengangkat masalah menggunakan model problem based
kemampuan berpikir kritis siswa dalam learning termasuk dalam kualifikasi
menulis paragraf eksposisi. Metode baik sekali dengan rata-rata hitung
pembelajaran yang dicobakan adalah sebesar 86,67. Kabupaten Pasaman
pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan model problem
(Problem Based Learning). based learning dalam menulis teks
Berdasarkan penelitian eksperimen eksposisi dikualifikasikan menjadi 4
yang telah dilaksanakan, ditemukan kualifikasi. Pertama, siswa yang
bahwa metode pembelajaran berbasis memperoleh kualifikasi sempurna
10

sebanyak 9 orang atau sebesar 25,72%. Bagi peneliti yang akan meneliti pada
Kedua, siswa yang memperoleh tempat yang sama disarankan untuk
kualifikasi baik sekali sebanyak 6 orang menerapkan model pembelajaran lain
atau sebesar 17,14%. Ketiga, siswa yang dirasa dapat meningkatkan
yang memperoleh kualifikasi baik keterampilan menulis teks eksposisi.
sebanyak 10 orang atau sebesar
28,57%. Keempat, siswa yang DAFTAR PUSTAKA
memperoleh kualifikasi lebih dari
Amir, M. Taufik. 2009. Inovasi
cukup sebanyak 10 orang atau sebesar
Pendidikan Melalui Problem
28,57%. Based Learning. Jakarta:
Kencana.
Berdasarkan hasil penelitian dapat
diberikan beberapa saran sebagai Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur
Penelitian Pendekatan Praktik.
berikut Diharapkan guru guru mata Jakarta: Rineka Cipta.
pelajaran Bahasa Indonesia SMA
Jusni. Z. 2010. “Kemampuan Menulis
Negeri 1 Panti menggunakan model Paragraf Eksposisi dengan
problem based learning sebagai salah Teknik Media Pemodelan Pada
Siswa Kelas VII 6 SMP Negeri
satu model pembelajaran. Hal ini Payakumbuh”. (Skripsi). PBSS
dikarenakan pengunaan model problem UNP.

based learning terbukti dapat Kemendikbud. 2013. (Buku Guru).


meningkatkan kemampuan siswa Bahasa Indonesia Wahana
Pengetahuan. Jakarta:
menulis teks eksposisi. Siswa juga Kementrian Kependidikan dan
diharapkan lebih giat dalam menulis Kebudayaan.

tentang teks eksposisi agar memiliki Mahsun. 2014. Teks Dalam


kemampuan yang memberikan suatu Pembelajaran Bahasa Indonesia
Kurikulum 2013. Jakarta: Raja
informasi tentang persoalan, gagasan, Garumdo Persada.
dan pemikiran tentang peristiwa yang
Maulana, Nanang.2014. “Menggunaan
terjadi dilingkungan Metode Pembelajaran Berbasis
Diharapkan hasil penelitian ini Masalah (Problem Besed
Learning) untuk Meningkatkan
dapat menjadi referensi bagi peneliti Kemampuan Menulis Eksposisi
lain yang akan meneliti tentang dan Berpikir Kritis”. Tesis.
Bandung: UPI.
keterampilan menulis teks eksposisi.
11

Muttaqin, Ledi Muh. 2012.


Pembelajaran Menulis Karangan
Eksposisi dengan Menggunakan
Pendekatan Kontekstual Kelas
IX SMP Islam An-nisa Cilaku
Cianjur.
http://publikasi.stkipsiliwangi.ac
.id/files/2012/09/Ledi-Muh.-
Muttaqin - 08210419. pdf
Diunduh pada tanggal 14
Februari 2016.

Ngalimun. 2013. Strategi dan Model


Pembelajaran. Yogyakarta:
Aswaja Pressindo.

Priyatni, Enda Tri. 2014. Desain


Pembelajaran Bahasa Indonesia
Dalam Kurikulum 2013. Jakarta:
PT Bumi Aksara.

Tarigan, Hendri Guntur. 2008. Menulis


Sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Trianto. 2009. Mendesian Model


Pembelajaran Inovatif-
Progresif. Jakarta: Kencana
Persada Group.