Vous êtes sur la page 1sur 8

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/322892213

NILAI - NILAI CINTA TANAH AIR DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

Article · December 2017


DOI: 10.17977/um019v2i22017p108

CITATION READS

1 1,469

1 author:

M. Alifudin Ikhsan
State University of Malang
3 PUBLICATIONS   1 CITATION   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Social Research View project

All content following this page was uploaded by M. Alifudin Ikhsan on 21 July 2018.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


JIPPK, Volume 2, Nomor 2, Halaman 108-114
ISSN: 2528-0767 (p) dan 2527-8495 (e)
http://journal2.um.ac.id/index.php/jppk

NILAI - NILAI CINTA TANAH AIR DALAM PERSPEKTIF


AL-QUR’AN

M. Alifudin Ikhsan
Program Studi Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang No.5 Malang
email: um.alifudin93@gmail.com

Abstract: Nasionalism is a feeling of pride and participate in having a certain territory. This feeling is
manifested in a willingness to sacrifice to protect its territory from a variety of threats and threats.
The importance of the love of this homeland makes it a natural human nature that has been born.
However, the problematic nowadays is the specialization of the meaning of love the homeland in
everyday life. The dichotomy of the rejection of the Ashobiyah Islamist movement towards the
nation state is one of the proofs of narrowing the meaning of love of the homeland in society. The
study of this subject reveals the concept or idea related to love of the homeland in terms of religion
and nation. This is important to do in order to create a more contextual understanding of the phenom-
enon of understanding the problem of love homeland. This study is very important to do given the
lack of deep study of exploration of the content of the Qur’an in solving social problems that occur
today. His hope with the study of this topic can open the public insight about the concept of love
homeland in the Qur’an. This research reveals the values of love of the homeland in the perspective
of the Qur’an

Key Words : values, nasionalism, Qur’an

Abstrak: Cinta tanah air (hubb al wathan) merupakan perasaan bangga dan ikut memiliki sebuah
wilayah tertentu. Perasaan ini diwujudkan dalam sikap rela berkorban untuk melindungi wilayahnya
dari berbagai ganggungan dan ancaman. Pentingnya rasa cinta tanah air ini menjadikannya sebuah
tabiat alamiah manusia yang dimiliki sejak lahir. Namun, yang menjadi problematika saat ini adalah
spesialisasi makna cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. Dikotomi penolakan gerakan Islam
Ashobiyah terhadap paham negara bangsa (nation state) menjadi salah satu bukti penyempitan
makna cinta tanah air di masyarakat. Kajian terhadap pokok bahasan ini mengungkapkan konsep
atau gagasan terkait cinta tanah air yang ditinjau dari segi agama dan bangsa. Hal ini penting untuk
dilakukan agar tercipta pemahaman yang lebih kontekstual terhadap fenomena problematika paham
cinta tanah air. Penelitian ini sangat penting untuk dilakukan mengingat sedikitnya kajian yang
mendalam terhadap eksplorasi kandungan Alquran dalam memecahkan problematika sosial yang
terjadi saat ini.Harapannya dengan dikajinya topik ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang
konsep cinta tanah air dalam Alquran. Penelitian ini mengungkap nilai-nilai cinta tanah air dalam
perspektif Alquran.

Kata Kunci: nilai, cinta tanah air, Al-Qur’an

Nasionalisme adalah konsep modern yang muncul tersebut. Jamaluddin (2015:16) mengatakan
pada abad ke-17 bersamaan dengan lahirnya bahwa suatu bangsa terbentuk karena adanya
konsep negara bangsa. Di Eropa, nasionalisme unsur-unsur dan akar-akar sejarah yang
muncul sebagai salah satu perwujudan perlawanan membentuknya. Oleh karena itu, dibutuhkan
terhadap feodalisme (kekuasaan absolut yang pemikiran bahwa pengabdian tertinggi seorang
dimiliki oleh pemuka agama dan bangsawan). manusia untuk bangsa dan negara disebut dengan
Seiring munculnya negara bangsa, timbullah nasionalisme.
berbagai pemikiran tentang nasionalisme sebagai Setidaknya terdapat beberapa konsep
basis filosofis terbentuknya negara bangsa persatuan atau persaudaraan dalam Islam yang
108
M. Alifudin Ikhsan, Nilai - Nilai Cinta Tanah Air Dalam Perspektif Al-Qur’an 109

dikenal dengan istilah ukhuwah (persaudaraan) (ukhuwah wathaniyah) serta tuntunan untuk
yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat selalu menghormati dan menghargai sesama
Islam), ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan manusia. Alquran telah menerangkan bagaimana
bangsa) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sikap manusia terhadap negara. Namun,
umat manusia). Pada penelitian ini, penulis ingin problematika kontemporer di abad ke-21 ini adalah
menegaskan tentang pentingnya ukhuwah mengikisnya rasa cinta tanah air warga negara.
wathaniyah dan ukhuwah basyariyah. Penulis Diakui atau tidak, sikap penolakan terhadap adanya
berpandangan, ukhuwah wathaniyah (persauda- konsep negara bangsa masih sering terdengar di
raan bangsa) ini harus didahulukan dan diutamakan masyarakat. Penelitian ini menegaskan konsep
karena tanpa negara umat Islam tidak akan bisa atau gagasan cinta tanah air dalam Alquran yang
menjalankan kegiatan ibadahnya. Dalam dikuatkan dengan kajian sumber hukum Islam.
kaitannya dengan hal ini, nasionalisme atau cinta Lainnya. Harapannya, dikajinya topik ini dapat
tanah air dibangun berdasarkan nilai-nilai luhur membuka wawasan masyarakat tentang nilai-nilai
yang telah ada di dalam diri setiap manusia. cinta tanah air dalam Alquran. Oleh karena urgensi
Sebagai paham atau ajaran yang muncul dari tersebut, penulis ingin mengkaji “Nilai-Nilai Cinta
Barat (Eropa), nasionalisme dimaknai beragam Tanah Air (Hubb Al-Wathan) dalam Prespektif
oleh berbagai golongan Islam di tanah air. Konsep Al-Qur’an”.
cinta tanah air yang sejatinya berada pada tataran
ruh jasmaniyah setiap insan, harus diterjemahkan METODE
ke dalam berbagai pemikiran terkait hubungan
cinta tanah air dan Islam. Siroj (2015:6) Kajian ini menggunakan pendekatan
mengatakan bahwa Islam dan negara adalah hal kepustakaan (library research). Penelitian ini
yang tidak bisa dipisahkan. Pemaknaan berorientasi pada pengumpulan data-data yang
masyarakat tentang konsep negara dan agama terdapat dalam berbagai sumber baca yang
terus menjadi persoalan yang masif di kalangan ada.Berbagai bahan pustaka dan data informasi
akademisi, ulama’ dan pemimpin negara yang digunakan berasal dari berbagai buku, jurnal
(Jamaluddin, 2015:17). Salah satu pemaknaan yang ilmiah, media massa baik cetak maupun elektronik,
dilontarkan adalah apakah cinta tanah air data pemerintah, artikel dan sumber-sumber
diperintahkan dalam Alquran?. bacaan lainnya. Jenis penelitian ini juga merupakan
Melihat hal tersebut, masyarakat golongan salah satu penelitian yang berfokus pada
Ashobiyyah dengan tegas berpendapat bahwa pengembangan teori atau pencarian solusi atas
cinta tanah air hukumnya haram dilakukan oleh permasalahan yang bersifat gagasan.
umat Islam. Hal ini dikarenakan tidak ada satupun Menurut Zed (2014:4-5) setidaknya terdapat
nash Alquran dan hadis nabi yang memerintahkan empat ciri utama penelitian kepustakaan. Pertama
mencintai negaranya atau tanah airnya. Di sisi peneliti berhadapan langsung dengan teks (nash)
yang lain, umat Islam juga dihadapkan dengan atau data angka yang bukan berdasarkan
pendapat bahwa mencintai tanah air merupakan pengetahuan langsung di lapangan. Kedua, data
bagian dari bentuk syukur atas penciptaan makhluk pustakan bersifat tetap atau siap pakai. Ketiga,
Allah. Pada hakikatnya, golongan ini berpendapat kepustakaan adalah sumber atau data sekunder
bahwa mencintai tanah air adalah mencintai Al- dalam arti peneliti memperolehnya dari pihak
lah. Dari dikotomi perbedaan pandangan inilah, kedua. Keempat, kondisi data pustaka tidak
penelitian ini hadir untuk memberikan wawasan dibatasi oleh ruang dan waktu. Penelitian ini juga
baru dalam kaitannya dengan cinta tanah air dalam menggunakan telaah studi naskah. Yakni penelitian
perspektif Alquran. terhadap teks-teks Alquran yang membicarakan
Alquran sebagai kitab suci umat Islam tentang suatu masalah tertentu.
memang tidak menjelaskan secara langsung Teknik pengumpulan data yang digunakan
(tekstual) pentingnya rasa cinta tanah air (hubb dalam penelitian ini merupakan teknik penelitian
al-wathan), tetapi nilai-nilai yang terkandung di dengan menggunakan metode dokumentasi.
dalamnya mampu menjawab segala macam Metode dokumentasi ini merupakan salah satu
pertanyaan tentang pentingnya cinta tanah air kegiatan untuk mencari suatu data mengenai
(Wahid, 2015:20). Di antara nilai-nilai tersebut beberapa hal yang dapat berupa catatan, buku,
adalah semangat persatuan dan kesatuan artikel, media massa, dan beberapa sumber bacaan
110 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol. 2, Nomor 2, Desember 2017

lainnya yang dapat diterima kebenarannya tersebut mempunyai makna yaitu tempat tinggal.
berdasarkan kajian ilmiah yang ada. Berdasarkan Dalam kitab asas al-balaghah karya Az-
penggunaan acuan di atas, peneliti dapat Zamarkashi menyatakan bahwa cinta tanah air
menggunakan dua model penelaahan atau analisis yakni masing-masing orang mencitai tanah airnya,
terhadap kajian yang dilakukan. Analisis deduktif negeri asalnya dan tempat tinggalnya. (Imarah,
dilakukan berdasarkan teori-teori atau konsep- 1998:271).
konsep umum yang ada dan relevan serta analisis Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
induktif yang dilakukan berdasarkan sintesis (Depdikbud, 2002:778) cinta tanah air adalah
penelitian sebelumnya. Dari konteks inilah, perasaan yang timbul dari hati sanubari seorang
penelitian ini dikembangkan untuk mengkaji nilai- warga negara untuk mengabdi, memelihara,
nilai cinta tanah air dalam perspektif Alquran. membela, melindungi tanah airnya dari segala
ancaman dan gangguan. Cinta tanah air berarti
HASIL DAN PEMBAHASAN membela dari segala macam gangguan dan
ancaman yang datang dari manapun. Cinta tanah
Konsep Dasar Cinta Tanah Air air merupakan rasa kebanggaan, rasa memiliki,
rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas
Menurut Al-Buthy (2010:vii) “Cinta dapat yang tinggi yang dimiliki oleh setiap individu pada
diartikan ke dalam tiga karakteristik yaitu apresiatif negara tempat ia tinggal yang dapat tercermin dari
(ta’dzim), penuh perhatian (ihtimaman) dan cinta perilaku membela tanah airnya, menjaga dan
(mahabbah). Secara spesifik, bahasa Arab melindungi tanah airnya, rela berkorban untuk
menyebutnya dengan 60 istilah cinta seperti ‘isyqun kepentingan bangsa dan negaranya serta mencintai
(menjadi asyik), hilm, gharam (asmara), wajd, adat dan budaya yang dimiliki oleh bangsanya
syauq dan lahf. Namun Alquran hanya menyebut (Nurmantyo, 2016:9). Menurut Suyadi
6 terminologi ini”.Berdasarkan pandangan Al Buthy sebagaimana dikutip oleh Kemendikbud (2013:9)
di atas dapat penulis simpulkan bahwa cinta yang cinta tanah air adalah sikap dan perilaku yang
dimaksud disini adalah perasaan kasih, perhatian mencerminkan rasa bangga, setia, peduli dan
dan kepedulian yang ditujukan kepada seseorang penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, budaya,
untuk tanah airnya. Perasaan cinta tersebut dapat politik dan sebagainya sehingga tidak mudah
membangkitkan dirinya untuk rela mengorbankan menerima tawaran bangsa lain yang dapat
jiwa dan raganya dalam mengemban tugas negara merugikan bangsa sendiri.
dan untuk mempertahankan tanah airnya. Dalam Cinta tanah air hendaknya dipahami secara
ilmu Psikologi, perasaan cinta sebenarnya luas dan dimengerti maksud serta tujuannya. Cinta
mengandung unsur kasih dan sayang terhadap tanah air juga sering dikenal dengan istilah
sesuatu. Kemudian di dalam diri seseorang tersebut nasionalisme. Secara ringkas nasionalisme
akan tumbuh kemauan untuk merawat, melindungi merupakan paham kebangsaan yang merupakan
dan memeliharaya dari segala ancaman yang timbul kesetiaan tertinggi individu terhadap bangsa dan
(Kamilin, 2014:24). tanah airnya. Cinta tanah air pada hakikatnya
Ada beberapa istilah yang mempunyai makna merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam diri
tanah air diantaranya yaitu Al-Wathan, Al-Balad setiap manusia. Sebagaimana pengertian cinta tanah
dan Dar. Dalam kamus Mu’jam al-Wasith air di bagian sebelumnya, cinta tanah air identik
(2011:1085) disebutkan bahwa Al-Wathan berarti dengan sebutan nasionalisme. Nasionalisme
tempat tinggal seseorang, tempat dimana ia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti
bertumbuh dan tempat dimana ia dilahirkan.Al- suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan
Balad mempunyai arti tempat yang dibatasi yang tertinggi individu yang harus diserahkan kepada
dijadikan tempat tinggal oleh sekelompok orang , negara kebangsaan (Depdikbud, 2003).
atau dinamakan dengan tempat yang luas yang Faktor pembentuk identitas bersama menurut
ada di bumi ini. Ramlan Surbakti (1999:44-47): (1) Primordial,
yaitu ikatan kekerabatan dan kesamaan suku
bangsa, daerah, bahasa, dan adat istiadat untuk
membentuk suatu negara atau bangsa. Primor-
Sedangkan dar berarti tempat berkumpulnya dial ini tidak hanya menimbulkan pola perilaku yang
bangunan dan halaman, tempat tinggal. Ketiga kata sama tetapi juga melahirkan persepsi tentang
M. Alifudin Ikhsan, Nilai - Nilai Cinta Tanah Air Dalam Perspektif Al-Qur’an 111

negara yang dicita-citakan. (2) Sakral, yakni kepada masyarakat politik. Pada pihak lain, konsep
kesamaan agama yang dipeluk oleh suatu negara-bangsa mengacu atas kriteria etnisitas,
masyarakat. Faktor sakral ini ikut menyumbangkan kultur, bahasa dan wilayah serta mengabaikan unsur
terbentuknya sifat nasionalis dalam diri individu di religius. Sedangkan pada tataran institusional konsep
dalam suatu negara. (3) Tokoh, kepemimpinan negara-bangsa berbenturan dengan konsep khilafah
dalam suatu komunitas dapat menjadi salah satu atau panislamisme (Azra, 1996:12).
faktor yang membentuk suatu negara atau bangsa. Nasionalisme di dunia Islam dapat dipelajari
Sebab, pemimpin ini akan menjadi panutan dari sejarah negara-negara muslim yang ada di
masyarakat sebagai simbol persatuan dan kesatuan dunia yang bersentuhan secara langsung dengan
untuk membentuk komunitas baru yang lebih besar masyarakat dan negara-negara eropa. Turki adalah
(4) Sejarah, Persepsi yang sama tentang asal- salah satu negara muslim yang menerima secara
usul atau pengalaman masa lalu seperti kejayaan terbuka konsep nasionalisme sebagaimana yang
dan penderitaan juga dapat membentuk solidaritas ada di negara-negara barat. Disnasti Turki
yang tinggi (Surbakti, 1999:44—45). Utsmani kala itu menguasai hampir seluruh
Sejarah juga akan dapat menimbulkan tekad kawasan Timur Tengah. Negara-negara ini
dan tujuan yang kuat dalam suatu masyarakat. (5) mengakui dan mengagumi beberapa konsep politik
Bhinneka Tunggal Ika, prinsip bersatu dalam eropa diantaranya di bidang adminitrasi negara dan
perbedaan (unity in diversity) dapat menjadi militernya (Azra, 1996:46)
faktor pembentuk identitas bersama. Hal ini Pada dasarnya, kata cinta tanah air dalam
dikarenakan kesetiaan masyarakat terhadap suatu Alquran tidak disebutkan secara langsung. Namun
bangsa atau negara dipandang perlu meninggalkan nilai-nilai kandungan Alquran banyak ditemukan
unsur perbedaan diantara mereka. Hal ini akan dalam Alquran. Berbagai nilai cinta tanah air dalam
menimbulkan kesetiaan yang ganda dalam diri prespektif Alquran diantaranya sikap nasionalisme
masyarakat. (6) Perkembangan Ekonomi, dan rela berkorban. Cinta tanah air menjadi salah
Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan satu bagian dari nilai-nilai Alquran yang luhur.
melahirkan spesialisasi pekerjaan yang beraneka Sebagaimana telah dicontohkan oleh para nabi dan
ragam sesuai dengan kebutuhan masyarakat. rasul yang telah memberikan isyarat berbagai
Solidaritas yang ditimbulkan dari situasi ini disebut fenomena dan peristiwa yang terjadi sebagai
dengan solidaritas organis. (7) Kelembagaan, pelajaran berharga dalam menghadapi setiap
Faktor lain yang menjadi pembentuk solidaritas perubahan masa.
kebangsaan adalah terbentuknya kelembagaan
seperti lembaga-lembaga politik pemerintahan, Kajian Cinta Tanah Air dalam Q.S. Al Hujurat
birokrasi angkatan bersenjata dan berbagai Ayat 13
lembaga lainnya yang dapat membantu
mewujudkan suasana sejahtera dalam suatu Alquran merupakan kitab suci ummat Islam
negara (Surbakti, 1999:46—47). yang diimani dan dipercayai. Alquran tidak
menjelaskan secara pasti tentang pentingnya rasa
Cinta Tanah Air (Hubb Al Wathan) dalam cinta tanah air (hubb al-Wathan) tetapi nilai-nilai
Perspektif Al-Qur’an yang terkandung di dalamnya mampu menjawab
segala macam pertanyaan tentang pentingnya
Pada awalnya, Islam tidak mengenal istilah cinta tanah air. Diantara nilai-nilai tersebut adalah
nasionalisme. Adapun yang dikenal hanya dua semangat persatuan dan kesatuan (Ukhuwah
konsep teritorial-religious yakni wilayah damai Islamiyyah) serta tuntunan untuk selalu
(Darul Islam) dan wilayah perang (Darul Harb). menghormati dan menghargai sesama manusia.
Oleh karena itu, munculnya konsep negara bangsa Inilah salah satu nilai dari cinta tanah air yang ada
(nation state) telah melahirkan beberapa dalam Alquran, tentu saja nilai tersebut bukanlah
ketegangan historis dan konseptual dikalangan Is- satu-satunya nilai yang mencerminkan cinta tanah
lam. Meski demikian, di dalam Islam dikenal dua air melainkan masih banyak nilai-nilai yang
terminologi yang mendekati konsep negara-bangsa terkandung di dalam firman Allah ini.
yaitu kata millah dan ummah yang berarti Berikut merupakan kajian Alquran Surat Al-
masyarakat atau umat. Akan tetapi istilah tersebut Hujurat ayat 13 yang menjelaskan tentang konsep
lebih mengacu pada kelompok sosio-religius bukan cinta tanah air dalam prespektif Islam.
112 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol. 2, Nomor 2, Desember 2017

Artinya: Hai manusia, Sesungguhnya dzamir muttasil kum ( ) dalam kondisi nashab
Kami menciptakan kamu dari seorang karena menjadi maf’ul bih.
laki-laki dan seorang perempuan dan Kalimat dapat dimaknai sebagai
menjadikan kamu berbangsa -bangsa dan
sebagian laki-laki dan perempuan. Kata min
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-
adalah huruf jer dengan harakat tetap selamanya
mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah yakni sukun. Kata adalah isim majrur karena
ialah orang yang paling taqwa diantara ada huruf jer, selain itu kata tersebut juga
kamu. Sesungguhnya Allah Maha berkedudukan sebagai ma’tuf alaih. Sedangkan
mengetahui lagi Maha Mengenal kata mempunyai arti perempuan atau wanita
(Kemenag, 2016:447) yang menjadi isim dalam kondisi jer karena
Sebab turunnya ayat ini yaitu Ibnu Abi Hatim berposisi sebagai ma’tuf.Rangkaian kalimat
meriwayatkan dari Abi Malakah yang berkata, yang berarti sesungguhnya
“Setelah pembebasan kotaMekah, Bilal naik
benar-benar telah kami ciptakan kalian dari
ke atas ka’bah lalu mengumandangkan
golongan laki-laki dan perempuan merupakan
adzan” (al Naisabury, 2009:264). Melihat hal itu,
ma’tuf alaih. Kalimat mempunyai arti
sebagian orang lalu berkata, “Bagaimana
mungkin budak hitam iniyang justru telah menjadikan kalian. Kata kalian di sini
mengumandangkan adzan di atas ka’bah!” dimaksudkan pada kalimat yaitu laki-
sebagian yang lain berkata dengan nada mengejek, laki dan perempuan. Mereka dijadikan
“Apakah Allah akan murka kalau bukan dia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka
yang mengumandangkan adzan? Kemudian saling mengenal dan mengetahui satu sama
Allah menurunkan ayat ini (asy-Suyuthi, 2010:107). lainnya.
Ibnu Asakir meriwayatkan dalam kitab al- Dalam Tafsir Al-Misbah (Shihab, 2014:445)
Mubhamaat, ayat ini turun berkenaan dengan Abi mengatakan bahwa ayat di atas dapat dimaknai
Hindun, suatu ketika Rasulullah menyuruh Bani sebagai salah satu wujud penisbatan manusia
Bayadhah untuk menikahkan Abu Hindun ini terhadap tanah kelahirannya atau tanah air. Itu
dengan wanita dari suku mereka (Shaleh, artinya mereka telah memiliki rasa cinta terhadap
2003:457). Akan tetapi, mereka berkata, “wahai tanah tumpah darahnya sejak lahir dan hal itu
Rasulullah, bagaimana mungkin kami akan merupakan bentuk kodrati. Senada dengan hal
menikahkan anak wanita kami dengan tersebut, dalam kitab Ar-Risalah karya
seorang budak”. Kemudian turunlah ayat ini Hadratussyeckh Hasyim Asy’ari menerangkan
(asy-Suyuthi, 2011:530). Menurut Al Imam Abul bahwa membela negara yang sedang mengalami
Fida Isma’il (Ibnu, 2009:348) Q.S. Al Hujurat ayat penjajahan adalah hal yang wajib. Dari pendapat
13 ini menegaskan kesatuan asal-usul manusia inilah kemudian dikenal istilah Hubb Al-Wathan
dengan menunjukkan kesamaan derajat Minal Iman yang dipopulerkan oleh KH. Wahab
kemanusiaan. Hasbullah. Lebih lanjut dalam memaknai kajian
Apabila diperhatikan struktur bahasa ayat di Alquran surat Al-Hujurat di atas, di kalangan umat
atas memuat beberapa makna berikut, kata ( ) Islam Indonesia, nasionalisme dimasuki ruh-ruh
merupakan huruf nida’ yang berarti seruan atau nilai-nilai Islam. Masyarakat muslim yang
panggilan kepada manusia. Jika kata ( ) melaksanakan agamanya dengan benar akan
merupakan huruf nida’ maka kata ( ) memiliki rasa nasionalisme (Jamaluddin, 2015:18).
merupakan munada’ yang berarti manusia. Inna
( ) merupakan huruf taukid yang berfungsi Kajian Ijtihad Ulama’ “Hubb Al Wathan Minal
menashabkan isimnya dan merafa’kan Iman”
khabarnya. Dzamirmuttasil nahnu merupakan Para ulama’ Indonesia mengeluarkan
isim ( ) dalam kondisi nashab karena menjadi pendapat tentang cinta tanah air bagi seluruh
isimnya. Kalimat khalaqnakum ( ) pada warga negara. Dalam putusan Majelis Ulama’
ayat di atas berkedudukan sebagai rafa’ karena Indonesia (MUI), membela tanah air adalah wajib.
menjadi khabar ( ). Sedangkan kata khalaqa Ungkapan yang paling populer dikalangan bangsa
merupakan fiil madhi,dzamir muttasil na dalam Indonesia adalah pendapat ulama’ yang mengung-
kondisi rafa’ karena menjadi fail. Sedangkan kapkan kalimat: Cinta tanah air adalah bagian
M. Alifudin Ikhsan, Nilai - Nilai Cinta Tanah Air Dalam Perspektif Al-Qur’an 113

dari iman.Jika dilihat dari makna katanya, kalimat SIMPULAN


“Hubb” mempunyai arti cinta atau senang atau
rasa memiliki. “Al Wathan” dapat diartikan 1. Perasaan cinta tanah air dapat diwujudkan
sebagai tanah air atau tanah tumpah darah atau setidaknya dengan (1) menjaga nama baik
tanah kelahiran. “Min” merupakan huruf jer yang bangsa; (2) berjiwa dan berkpribadian; (3) bangga
dapat diartikan sebagai atau sebagian dari. Kata bertanah air dengan beragam suku budayanya;
“Al Iman” berarti kepercayaan atau ketauhidan, (4) tidak melakukan perbuatan dan tindakan yang
Iman juga berarti perasaan percaya tertinggi merugikan bangsa serta (5) setia dan taat pada
manusia kepada tuhannya. Sedangkan apabila aturan dan norma yang berlaku. Persamaan nasib
dilihat menjadi satu kesatuan kalimat, maka “Hubb dan kondisi serta letak geografis yang sama
Al Wathan Minal Iman” dapat berarti cinta tanah membuat masyarakat Indonesia memiliki ikatan
air adalah sebagian dari iman (Jamaluddin, persatuan yang kuat. Dari kondisi ini, dapat penulis
2015:16). simpulkan bahwa konsep cinta tanah air Indone-
Ijtihad ulama’ tersebut tidak terlepas dari sia dibangun berdasarkan sejarah panjang,
fatwa resolusi jihad NU yang dikeluarkan oleh KH. kesamaan nasib, letak geografis, kondisi psikologis
Hasyim Asy’ari pada tahun 1945. Makna resolusi dan tujuan serta cita-cita yang sama yang
jihad tersebut berarti kewajiban setiap umat Is- membuat masyarakat Indonesia memiliki rasa
lam untuk berjuang membela negara dan bangsa nasionalisme yang tingg
Indonesia dalam menghadapi penjajahan Belanda 2. Kata cinta tanah air secara implisit terdapat
dan Jepang. Resolusi jihad tersebut menjadi salah dalam Alquran. Nilai-nilai cinta tanah air dalam
satu penyulut semangat rakyat Indonesia dalam prespektif Alquran di antaranya sikap
perang 10 Nopember 1945 di Surabaya yang nasionalisme dan rela berkorban. Cinta tanah
merupakan perlawanan terbesar bangsa Indone- air menjadi salah satu bagian dari nilai-nilai
sia setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Alquran yang luhur. Sebagaimana telah
Indonesia. dicontohkan oleh para nabi dan rasul yang telah
Sebagai salah satu ulama’ yang berpengaruh memberikan isyarat berbagai fenomena dan
di Indonesia, KH. Hasyim Asy’ari menyerukan peristiwa yang terjadi sebagai pelajaran
perlawanan dan perjuangan terhadap penjajah. berharga dalam menghadapi setiap perubahan
Makna yang terkandung dalam bait “Hubb Al masa. Konsep cinta tanah air dalam Alquran,
Wathan” adalah sebuah penghambaan manusia hadis dan ijtihad para ulama’ merupakan uni-
terhadap tuhannya. Hal ini bukan berarti versal values dari cinta tanah air.
menjadikan tanah air sebagai tuhan atau 3. Beberapa nilai cinta tanah air yang
sesembahan, melainkan mewujudkan perasaan terdapatdalam Alquranadalah: (1) nilai persatuan
cinta kepada Allah. Cinta terhadap Tuhan adalah dan kesatuan, terdapat dalam Q.S. Al Anbiya’:92,
suatu kewajiban seorang manusia. penghambaan Q.S. Al Hujurat:13, Q.S. Ali Imron:103, dan
manusia kepada tuhannya dapat ditandai dengan Q.S.As Shaff:4 (2) nilai rela berkorban, terdapat
mencintai makhluk ciptaanNya. Salah satunya dalam Q.S. Al Anfal:60, Q.S. Qashsas:7, dan
dengan mencintai tanah airya sebagai ungkapan Q.S. An Nisa’:135 (3) nilai kesetiaan, terdapat
syukur atas karunia Tuhan yang telah memberikan dalam Q.S. An Nisa’:59, dan Q.S. Ali Imron:103
segala karunianya. Jika dicermati lebih dalam, (4) nilai taat terhadap peraturan perundang-
makna kalimat “Hubb Al Wathan” adalah cinta undangan, terdapat dalam Q.S. An Nisa’:59, dan
tanah air sebagai wujud syukur terhadap Q.S. An Nisa’:135 (5) nilai toleransi antarumat
melimpahnya karunia Tuhan terhadap tanah beragama terdapat dalam Q.S. Al
airnya. Hal ini juga sesuai dengan Maqasid Asy Mumtahanah:8, dan Q.S. Al An’am:108,.
Syari’ah diantaranya menjaga agama, nyawa, Beberapa nilai tersebut juga memiliki kaitan dan
harta benda, keturunan dan tanah airnya. dasar hukum dalam Alquran dan hadis.

DAFTAR RUJUKAN

Al Naisabury, A. H.., 2009. Asbab Al-Nuzul Al- Asy-Suyuthi, J. A. b. A. B., 2010. Ad-Durrul
Quran.Beirut: Dar Al-Fikr. Mantsur Fi At-Tafsiir Ma’tsur. Beirut:
As-Syiddiqie, H. M., 1971.Tafsir Al-Bayan. Dar Al-Kutb Al-Ilmiyah..
Bandung: Aksara.
114 Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol. 2, Nomor 2, Desember 2017

Dault, A., 2005. Islam dan Nasionalisme: Membangun Menuju Indonesia


Reposisi Wacana Universal dalam Emas.Jakarta: Litbang. Tentara Nasional
Konteks Nasional.Jakarta: Pustaka Al- Indonesia.
Kautsar. Shaleh, Q., 2003. Asbabun Nuzul Latar
Depdikbud, RI., 2002. Kamus Besar Bahasa Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat
Indonesia. Jakarta: Departemen Alquran.Bandung: Diponegoro Press.
Pendidikan dan Kebudayaan. Shihab, Q., 2014. Tafsir Al-Misbah: Pesan,
Jamaluddin, M., 2015. Nasionalisme Islam Kesan dan Keserasian Al-Quran.
Nusantara: Nasionalisme Santri. Jakarta: Jakarta: Lentera Hati.
Kompas Media Pustaka. Siroj, S. A., 2015. Nasionalisme Islam
Kamilin, A. D., 2014. Cinta dalam Pandangan Nusantara: Mendahulukan Cinta Tanah
Penghafal Alquran. Malang: Fakultas Surbakti, R. 1999. Memahami Ilmu Politik.
Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta: Grasindo.
Malang. Wahid, S., 2015. Nasionalisme Islam Nsantara:
Kemenag, RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Keindonesiaan dan Keislaman. Jakarta:
Jakarta: Kementerian Agama Republik In- Kompas Media.
donesia. Zed, M., 2014. Metode Penelitian Kepustakaan.
Nurmantyo, G., 2016. Memahami Ancaman, Jakarta: Yayasan Obor Pustaka Indonesia.
Menyadari Jati Diri sebagai Modal

View publication stats