Vous êtes sur la page 1sur 7

Hemoglobin 11.

1 10 - 14 gr/dL
Leukosit 16280* 4000-11000 Sel/μL
Eosinofil 5* 1 - 3 %
Basofil 0 0 - 1 %
Netrofil Batang 0* 3 - 6 %
Netrofi Segment 68 50 - 70 %
Limfosit 22 20 - 40 %
Monosit 5 2 - 6 %
LED 44* < 20 mm/Jam
Eriytrosit 4.14* 4.5-6.5 10^6/μL
Hematokrit 32 32 - 45 %
Trombosit 269 150-450 10^3/μL
Sallmonela Typhi H -/Negatif Negatif Sallmonela Typhi O -/Negatif Negatif
Sallmonela Paratyphi AH -/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi BH -
/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi CH -/Negatif Negatif
KETERANGAN
HEMATOLOGIHemoglobin 11.1 10 - 14 gr/dL
Leukosit 16280* 4000-11000 Sel/μL
Eosinofil 5* 1 - 3 %
Basofil 0 0 - 1 %
Netrofil Batang 0* 3 - 6 %
Netrofi Segment 68 50 - 70 %
Limfosit 22 20 - 40 %
Monosit 5 2 - 6 %
LED 44* < 20 mm/Jam
Eriytrosit 4.14* 4.5-6.5 10^6/μL
Hematokrit 32 32 - 45 %
Trombosit 269 150-450 10^3/μL
Sallmonela Typhi H -/Negatif Negatif Sallmonela Typhi O -/Negatif Negatif
Sallmonela Paratyphi AH -/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi BH -
/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi CH -/Negatif Negatif
KETERANGAN
HEMATOLOGIHemoglobin 11.1 10 - 14 gr/dL
Leukosit 16280* 4000-11000 Sel/μL
Eosinofil 5* 1 - 3 %
Basofil 0 0 - 1 %
Netrofil Batang 0* 3 - 6 %
Netrofi Segment 68 50 - 70 %
Limfosit 22 20 - 40 %
Monosit 5 2 - 6 %
LED 44* < 20 mm/Jam
Eriytrosit 4.14* 4.5-6.5 10^6/μL
Hematokrit 32 32 - 45 %
Trombosit 269 150-450 10^3/μL
Sallmonela Typhi H -/Negatif Negatif Sallmonela Typhi O -/Negatif Negatif
Sallmonela Paratyphi AH -/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi BH -
/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi CH -/Negatif Negatif
KETERANGAN
HEMATOLOGIHemoglobin 11.1 10 - 14 gr/dL
Leukosit 16280* 4000-11000 Sel/μL
Eosinofil 5* 1 - 3 %
Basofil 0 0 - 1 %
Netrofil Batang 0* 3 - 6 %
Netrofi Segment 68 50 - 70 %
Limfosit 22 20 - 40 %
Monosit 5 2 - 6 %
LED 44* < 20 mm/Jam
Eriytrosit 4.14* 4.5-6.5 10^6/μL
Hematokrit 32 32 - 45 %
Trombosit 269 150-450 10^3/μL
Sallmonela Typhi H -/Negatif Negatif Sallmonela Typhi O -/Negatif Negatif
Sallmonela Paratyphi AH -/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi BH -
/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi CH -/Negatif Negatif
KETERANGAN
HEMATOLOGIHemoglobin 11.1 10 - 14 gr/dL
Leukosit 16280* 4000-11000 Sel/μL
Eosinofil 5* 1 - 3 %
Basofil 0 0 - 1 %
Netrofil Batang 0* 3 - 6 %
Netrofi Segment 68 50 - 70 %
Limfosit 22 20 - 40 %
Monosit 5 2 - 6 %
LED 44* < 20 mm/Jam
Eriytrosit 4.14* 4.5-6.5 10^6/μL
Hematokrit 32 32 - 45 %
Trombosit 269 150-450 10^3/μL
Sallmonela Typhi H -/Negatif Negatif Sallmonela Typhi O -/Negatif Negatif
Sallmonela Paratyphi AH -/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi BH -
/Negatif Negatif Sallmonela Paratyphi CH -/Negatif Negatif
KETERANGAN
HEMATOLOGINOTULEN RAPAT POLIKLINIK RS ANNISA
TANGERANG
BULAN MARET 2019

NAMA RAPAT : Rapat bulanan poliklinik


HARI/TANGGAL : Jum’at / 24 Mei 2019
PUKUL :13.30-15.00 WIB
PEMIMPIN : dr. Rita Prameswari
JUMLAH PESERTA : 20

NO. MATERI KEPUTUSAN TINDAK LANJUT


1. Penambahan indikator  Indikator wajib ( mutu  PIC waktu tunggu pasien
Mutu RAJAL Nasional ) dr. Rita.
 Identifikasi pasien harus
100% ( pic teh Rika)
 kepatuhan cuci tangan
bagi perawat ( pic zr Cuse)

 angka kejadia IDO


 Indikator Mutu Klinis untuk poliBedah dan
poli obgyin jika ada
pasien dg Ido harus
terlapor.
 Penanganan pasien TB
yang tidak berhasil dengan
TB DOTS, harus
dievalusai kembali jika
ada data pasien yang
belum masuk ke data TB
DOTS

 data pasien cancel kurang


 Indikator Management dari 3 %, untuk data
pasien cancel harus
dlangkapi dengan
keterangan mengapa
pasien tidak jadi berobat
 angka keterlambatan
dokter kurang dari 10 %,
jadi perawat assisten poli
harus telpon dokter yang
bersangkutan setengah
jam sebelum jadwal dokter
praktek untuk
mengingatkan kedatangan
dokter tidak terlambat
 Kakejadian data EMR
tidak terisi, sudah
disiapkan form untuk
pengisian data pasien tidak
terinput ke EMR beserta
alasanya. Jika sudah terisi
disimpan di bukom dan
diserahkan ke dokter Rita

 penilaian bagi pasien ibu


dan anak yang terjadwal
untuk kontrol ke poli post
 Indikato Mutu Prioritas rawat inap , jika ada
pasien yang tidak datang
untuk berobat.

2 Pemberian obat Kronis  Untuk pasien dengan DM  Pada pasien dengan DM


( insulin ) tipe 1 tidak perlu dicek HB tipe 1 tiak perlu lagi dicek
A1C HB A1C, dan pada pasien
 Pada pasien yang yang sudah mendaptakan
sebelumnya sudah dapat terapi insulin sebelumnya.
terapi insulin , maka tidak
perlu dicek HB A1C lagi.
3. Pemberian obat  Khusus poli jantung harus  Karena yang banyak tidak
Atorvastatin dan terlampir hasil LDL ada data hasil pemeriksaan
Simvastatin LDL pada pasien dengan
pemberian obat
atorvastatin dan
simvastatin pada mpoli
jantung maka perawat
wajib mengingatkan DPJP
harus diperiksa LDL
terlebih dahulu.

 Tidak boleh di corat coret  Jika ada kesalahan pada


4. Lembar DPJP dan ceklis pada anjuran penulisan lembar DPJP
kontrol atau rujuk tidak maka sebaiknya diganti
boleh double yang baru untuk
menghindari
kesalahpahaman dari
pihak manapun
 Harus disatukan dengan RM
yang lama  Jika ada pasien rencana
5. Berkas RM baru pada operasi, apabila sudah
pasien rencana Operasi dibuatkan SIO dan
penandaan perawat harus
konfirmasi dahulu ke
pihak RM sebelum berkas
dinaikan ke casemix. Jika
pasien sebelumnya sudah
ada RM lama maka Sio
dan penandaan operasi
digabung dengan RM
lama. Dan apabila pasien
belum pernah berobat ke
An Nisa maka dibuatkan
RM baru
 nyalakan AC, lampu dan
komputer 15 menit sebelum  perawat harus menyiapkan
dokter praktek ruang prkatek dokjter dan
6. Tingkatkan efisiensi harus menjaga
pemakaian listrik keefisiensiaan rumah sakit
dengan tidak menyalakan
AC dam lampu sebelum
dokter praktek

7. Khusus perawat GIGI  Harus stay di NS sebelum  Perawat gigi jika sudah
dokter praktek menyiapkan peralatan ,
sebelum dokter datang
harus stay di NS bantu
timbang pasien pasien gigi
dan pasien yang lainya
 perawat poli Gigi harus
ikut operan pada saat
dines pagi dan sore

 Lembar edukasi pasien  untuk pasien rawat inap


8. Lembar edukasi pasien tertanda tangan DPJP saat lembar edukasi pasien
Rawat inap di poliklinik harus terisi dan ditanda
tangani oleh DPJP (
perawat ingatkan dokter
untuk TTD )

 Pemasangan harus di FKTP  jika ada pasien dengan


pemasangan kateter dan
9. Pasien dengan NGT dengan rutin arahkan
pemasangan rutin pasien kembali ke FKTP
kateter dan NGT dan dipasang di FKTP

Mengetahui, 22 Mei 2019


Notulen Rapat Ka. Instalasi Poliklinik

Ns. Rahma KN, S.Kep. dr. Rita Prameswari