Vous êtes sur la page 1sur 181

Luas (Cm2)

Lebar
Luas sampel Retak
No. Station Retak Retak Retak Retak
(Cm2) Memanjan
Buaya Acak Melintang (mm)
g

1 0+000 - 0+100 4,800,000 8,394 17,431 4


2 0+100 - 0+200 4,900,000 10,324 485 4
3 0+200 – 0+300 4,800,000 15,986 166,430 3
4 0+300 – 0+400 4,800,000 16,495 4,216 4
5 0+400 – 0+500 4,900,000 4,448 245 2
6 0+500 – 0+600 4,900,000 32,232 11,500 3
7 0+600 – 0+700 4,900,000 83,992 1
8 0+700 – 0+800 4,900,000 45,135 456 2
9 0+800 – 0+900 4,900,000 102,986 3
10 0+900 – 1+000 4,800,000 43,432 2
11 1+000 – 1+100 4,900,000
12 1+100 – 1+200 4,800,000 36,975 3
13 1+200 – 1+300 4,900,000 193,500 3
14 1+300 – 1+400 4,900,000 4,300 30,870 1
15 1+400 – 1+500 4,800,000 924,688 520,500 2
16 1+500 – 1+600 4,800,000 92,556 3
17 1+600 – 1+700 4,800,000 22,080 37,300 4
18 1+700 – 1+800 4,800,000 49,160 3
19 1+ 800 – 1+900 4,800,000 40,400 75,955 3
20 1+ 900 – 2+000 6,500,000 25,569 134,341 4
21 2+000 – 2+100 6,500,000 68,890 94,600 1
22 2+100 – 2+200 6,500,000 8,467 28,233 1
23 2+200 – 2+300 4,800,000 952 3
24 2+300 – 2+400 4,800,000 21,532 2
25 2+400 – 2+500 6,300,000 16,495 3,896 4
26 2+500 – 2+600 4,900,000 3,698 2
27 2+600 – 2+700 4,800,000 37,376 10,860 2
28 2+700 – 2+800 4,800,000 80,130 3
29 2+800 – 2+900 4,800,000 54,850 2
30 2+900 – 3+000 4,900,000 126,876 3
Total 1,961,847 418,373 376,460 552,556
Luas (Cm2) Jumlah
Amblas/10
Distress Disintegra Distress
Pelepasan Jumlah 0 m dan
Severity Kegemukan Tambalan Lubang si/ Severity
Butir Lubang kedalaman
Depression (cm)
H 78,970 4,760 36,312 65 262,978 0 M
H 8,851 5 65,959 8,260 M
H 4,940 35 110,003 76,260 H
H 351,000 8,670 2 9,416 0 M 2/ 4
M 20,617 8,910 53 235,119 30,107 L
H 2,714 1 5,332 25,960 M 3/ 3
L 178,900 3,915 3 10,904 104,710 L 1/ 5
M 700,000 14,675 6 34,944 M
H 1,172,370 6,160 2 7,668 65,250 M
M 49,500 11,754 1 2,280 11,760 L
127,500 38,500 170,207 L
H 868,540 26,700 H
H 45,288 M
L 8,962 4 8,605 59,306 L 1/ 6
M 3,685 L
H 12,348 71,848 M
H 2,898 M
H 8,874 2 4,160 102,939 H
H 13,512 45 59,700 H
H 65 103,084 12,505 H
L 29,920 L
L 79,419 5,265 40,107 74 243,400 L
H 8,851 34 64,900 8,260 M
M 35 110,003 76,312 L 3/ 3
H 322,500 9,720 3 8,796 M 6/ 3
M 20,419 8,250 97 230,860 29,302 L 1/4
M 2,714 3 6,340 25,960 L
H 171,500 3,915 5 10,904 102,500 M 3/ 4
M 700,000 14,675 12 34,010 L
H 1,186,870 6,160 4 7,848 65,250 M
6,103,313 57,399 242,698 556 1,637,213 1,073,396
Kedalaman Persentase Persentase
Alur Luas Tambalan
(mm) Kerusakan dan Lubang

8.5176 6.2352
22 1.9159 1.5267
7.7837 2.3946
8.1208 0.3768
6.1111 4.9802
14 1.5865 0.1642
7.8045 0.3024
16.2288 1.0126
27.6415 0.2822
2.4735 0.2924
6.8614 0.0000
19.4211 0.0000
7 4.8732 0.0000
2.2866 0.3585
30.1849 0.0768
3.6823 0.2573
4 1.2975 0.0604
3.4403 0.0867
3.9493 1.5253
4.2384 1.5859
2.9755 0.0000
6.2291 4.3616
23 1.7284 1.5365
13 4.3301 2.2917
5.7366 0.2939
5.9700 4.8798
1.7344 0.1886
10 7.6864 0.3087
16.7403 1.0143
28.4287 0.2859
93 249.9784 36.6792
INFORMASI RUAS JALAN - STUDI KASUS

Ruas Jalan Lingkar Soreang-Ciwidey-Bhayangkara-Rancabali terdiri dari 1 (satu) jalur 2 (dua) arah, dimana tiap jalur memiliki
lebar yang berbeda – beda dengan LHR sebesar 23.500 smp/ hari.

STUDI KASUS 2: Metoda Bina Marga


Pertanyaan :
1. Tentukan kelas lalu-lintas - (5)
2. Tentukan nilai kondisi jalan untuk setiap segmen - (18)
3. Tentukan urutan prioritas untuk setiap segmen dan program pemeliharaannya - (18)
4. Tentukan segmen dengan tingkat kerusakan terbesar dan terkecil (6)
5. Tentukan jenis kerusakan yang dominan pada seluruh segmen (8)
6. Gambarkan hubungan antara nomor segmen dengan nilai kondisi jalan, berikan penjelasan terhadap hubungan tersebut - (8)
7. Gambarkan hubungan antara nomor segmen dengan nilai urutan prioritas, berikan penjelasan terhadap hubungan tersebut - (8)
8. Jelaskan cara penanganannya untuk setiap jenis kerusakan - (12)
9. Berikan kesimpulan dari penjelasan diatas - (7)

Setiap Mahasiswa menjawab seluruh pertanyaan diatas pada sheet Jawaban, Microsoft Office excel, disertai dengan hasil
hitungannya dan laporan keseluruhan ditulis dalam Microsoft Word Office.

STUDI KASUS 3: Metoda Pavement Condition Indexs


Pertanyaan:
1. Hitung deduct value dan total deduct value
2. Hitung corrected deduct value
3. Tentukan nilai PCI untuk setiap sampel dan PCI ruas jalan
4. Gambarkan hubungan antara nomor sampel dengan nilai PCI, berikan penjelasan terhadap hubungan tersebut.
5. Tentukan jenis pemeliharaan setiap sampel
6. Berikan kesimpulan dari penjelasan diatas
7. Berikan penjelasan perbandingan antara kedua metoda tersebut, Bina Marga dan PCI.

Setiap Mahasiswa menjawab seluruh pertanyaan diatas pada sheet Jawaban, Microsoft Office excel, disertai dengan hasil
hitungannya dan laporan keseluruhan ditulis dalam Microsoft Word Office.

STUDI KASUS 4: Metoda Surface Distrees Indexs


Pertanyaan:
1. Hitung Surface Distress Index masing-masing station, nilai rata-rata dan kondisi jalan
2. Tentukan penanganan jalan untuk masing-masing station berdasarkan nilai SDI dan kondisi jalan
3. Berikan kesimpulan dari penjelasan diatas
4. Berikan penjelasan perbandingan antara ketiga metoda tersebut, Bina Marga, PCI dan SDI.
Setiap Mahasiswa menjawab seluruh pertanyaan diatas pada sheet Jawaban, Microsoft Office excel, disertai dengan hasil
hitungannya dan laporan keseluruhan ditulis dalam Microsoft Word Office.
1. Surface Distress Index masing-masing station, nilai rata-rata dan kondisi jalan

Jum
Luas Nilai lah
Segmen Luas Retak Lebar Retak SDI Lub
No Station (cm2) (%) Nilai SDI a (mm) b ang
1 0+000 - 0+100 5E+06 0.5380208 5 4 10 65

2 0+100 - 0+200 5E+06 0.2205918 5 4 10 5


3 0+200 – 0+300 5E+06 3.8003333 5 3 5 35
4 0+300 – 0+400 5E+06 0.4314792 5 4 10 2
5 0+400 – 0+500 5E+06 0.0957755 5 2 5 53
6 0+500 – 0+600 5E+06 0.8924898 5 3 5 1
7 0+600 – 0+700 5E+06 1.7141224 5 1 5 3

8 0+700 – 0+800 5E+06 0.9304286 5 2 5 6


9 0+800 – 0+900 5E+06 2.1017551 5 3 5 2
10 0+900 – 1+000 5E+06 0.9048333 5 2 5 1

11 1+000 – 1+100 5E+06 0 0 0 0 0


12 1+100 – 1+200 5E+06 0.7703125 5 3 5 0
13 1+200 – 1+300 5E+06 3.9489796 5 3 5 0

14 1+300 – 1+400 5E+06 0.7177551 5 1 5 4


15 1+400 – 1+500 5E+06 30.108083 40 2 40 0
16 1+500 – 1+600 5E+06 1.92825 5 3 5 0

17 1+600 – 1+700 5E+06 1.2370833 5 4 10 0


18 1+700 – 1+800 5E+06 1.0241667 5 3 5 2
19 1+ 800 – 1+900 5E+06 2.4240625 5 3 5 45
20 1+ 900 – 2+000 7E+06 2.4601538 5 4 10 65
21 2+000 – 2+100 7E+06 2.5152308 5 1 5 0
22 2+100 – 2+200 7E+06 0.5646154 5 1 5 74
23 2+200 – 2+300 5E+06 0.0198333 5 3 5 34

24 2+300 – 2+400 5E+06 0.4485833 5 2 5 35


25 2+400 – 2+500 6E+06 0.3236667 5 4 10 3
26 2+500 – 2+600 5E+06 0.0754694 5 2 5 97
27 2+600 – 2+700 5E+06 1.0049167 5 2 5 3
28 2+700 – 2+800 5E+06 1.669375 5 3 5 5
29 2+800 – 2+900 5E+06 1.1427083 5 2 5 12
30 2+900 – 3+000 5E+06 2.5893061 5 3 5 4
SDI rata rata
2. Penanganan jalan untuk masing-masing station berdasarkan nilai SDI dan kondisi jalan

No Station SDI d IRI (m/km) Kategori Kondisi JalanPemeliharaan


1 0+000 - 0+100 235 12 - 16 rusak berat peningkatan
2 0+100 - 0+200 35 12 - 16 rusak berat peningkatan
3 0+200 – 0+300 80 12 - 16 rusak berat peningkatan
50 8 - 12 rusak ringan pemel
4 0+300 – 0+400 berkala
5 0+400 – 0+500 230 12 - 16 rusak berat peningkatan
6 0+500 – 0+600 30 4-8 sedang pemel rutin
7 0+600 – 0+700 20 4-8 sedang pemel rutin
8 0+700 – 0+800 20 4-8 sedang pemel rutin
9 0+800 – 0+900 20 4-8 sedang pemel rutin
10 0+900 – 1+000 20 4-8 sedang pemel rutin
11 1+000 – 1+100 0 <4 baik pemel rutin
12 1+100 – 1+200 5 <4 baik pemel rutin
13 1+200 – 1+300 7.5 <4 baik pemel rutin
14 1+300 – 1+400 20 4-8 sedang pemel rutin
15 1+400 – 1+500 40 <4 baik pemel rutin
16 1+500 – 1+600 5 <4 baik pemel rutin
17 1+600 – 1+700 12.5 <4 baik pemel rutin
18 1+700 – 1+800 20 4-8 sedang pemel rutin
19 1+ 800 – 1+900 80 12 - 16 rusak berat peningkatan
20 1+ 900 – 2+000 235 12 - 16 rusak berat peningkatan
21 2+000 – 2+100 5 <4 baik pemel rutin
22 2+100 – 2+200 230 12 - 16 rusak berat peningkatan
23 2+200 – 2+300 90 12 - 16 rusak berat peningkatan
24 2+300 – 2+400 90 12 - 16 rusak berat peningkatan
25 8 - 12 rusak ringan pemel
25 2+400 – 2+500 berkala
26 2+500 – 2+600 230 12 - 16 rusak berat peningkatan
27 2+600 – 2+700 20 4-8 sedang pemel rutin
28 2+700 – 2+800 30 4-8 sedang pemel rutin
29 2+800 – 2+900 80 12 - 16 rusak berat peningkatan
30 2+900 – 3+000 20 4-8 sedang pemel rutin

3. Kesimpulannya, kategori kondisi jalan ditentukan oleh parameter IRI dan SDI (Surface Distress Index), semakin be
parameter IRI dan SDI (Surface Distress Index) juga menentukan pemeliharaan jalan yang akan dilakukan sesuai d

4. Matriks Perbandingan Metode Bina Marga, Metode PCI (Pavement Condition Index) dan Metode SDI (Su

Par
am Metode Bina Metode Metode
ete Marga PCI SDI
r
informa
si
kondisi
perkera
san Mendeskri
jalan psikan
dengan kendala
indeks dan
Menggabungka numeri penyimpan
n nilai yang k yang gan
didapat dari nilainya pemberlak
survei visual berkisar uan standar
yaitu jenis antara 0 mutu
kerusakan serta sampai perkerasan
Gar
survei LHR 100, dan
is
(Lalu Lintas nilai 0 pemelihara
Bes
Harian Rata- menunj an jalan
ar
Rata) yang ukan serta
selanjutnya perkera penyebab
didapat nilai san kerusakan
kodisi jalan dalam jalan. SDI
serta nilai kelas kondisi menunjukk
LHR. sangat an data
rusak bagian
dan 100 jalan yang
menunj berubah-
ukan ubah.
perkera
san
dalam
kondisi
r
crackin
g, · Setiap
bleedin jenis
g, block keretakan
crackin (craking)
g, bums yang
and luasnya
sags, dijumlahka
corruga n dan
tion, kemudian
depress dijadikan
ion, persenan
edge keretakan.
crackin
g, joint
reflecti
·
on,
Perubahan
lane/
bentuk
shoulde
yang
r drop
· Deformasi, mendomin
Jen off,
yang terdiri dari asinya
is longitu
bergelombang, adalah
ker dinal
alur, amblas, jumlah
usa and
sungkur, lubang
kan transve
mengembang, (potholes)
yan rse
benjol dan dan juga
g crackin
turun. kedalaman
me g,
rata-rata
nja patchin
dari bekas
di g and
roda
pe utility
(rutting).
mb cut
aha patchin
san g,
· Retak, yang polishe
terdiri dari d
memanjang, aggreg
melintang, ate,
diagonal, pothole
reflektif, blok, s,
kulit buaya dan railroa
bentuk bulan d
sabit. crossin
gs,
gs,
· Kerusakan rutting,
tekstur shoving
permukaan, ,
yang terdiri dari slippag
butiran lepas, e
kegemukan, crackin
agregat licin g,
dan stripping. swell,
weather
ing and
ravellin

Metode
PCI
menggu
nakan
grafik Menjumlah
sesuai kan seluruh
jenis nilai
Pen kerusak kerusakan
ent Dilakukan an perkerasan
uan dengan untuk yang
Nil menjumlahkan setiap terjadi
ai setiap angka segmen dengan
Ko dan nilai untuk nya bobot yang
ndi masing-masing kemudi sudah
si keadaan an ditentukan,
Jala kerusakan. mengkl dan
n asifikas kemudian
ikannya akan
berdasa didapat
rkan nilai SDI.
rating
kondisi
perkera
san.
·
Menghitun
·
g total area
Menghi
keretakan.
tung
Dalam hal
nilai
ini luas
kerapat
keretakan
· Menetapkan an
berbentuk
jenis jalan dan keruska
persenan
kelas jalan. n
yang
(density
didapat
) untuk
dari
setiap
pembagian
segmen
luas total
.
keseluruha
n segmen.

·
Meneta
pkan
deduct
value
untuk
·
masing-
Menetapka
· Mengitung masing
n nilai SDI
LHR dan tipe
pertama
menetapkan nili kerusak
(SDIa)
kelas jalan. an dan
dengan
Dalam hal ini kombin
meghubun
ruas jalan yang asi
gkannya
telah di analisis tingkat
dengan
termasuk ke keparah
tabel
dalam kelas 7. an
kategori
berdasa
luas retak.
rkan
kurva
penentu
an
deduct
value.
nilai
izin
dari
deduct
(m)
dengan ·
masing- Menetapka
masing n rata-rata
deduct lebar
value keretakan
dikuran yang
gkan hasilnya
terhada diperoleh
· Mentabelkan
p m dari tabel
hasil survei dan
(jika kategori
mengelompokk
jumlah lebar retak
an data sesuai
nilai sebagai
dengan jenis
hasil nilai SDI
kerusakan.
pengura kedua
Pro ngan (SDIb).
sed terdapat Hasil SDI
ur kedua
nilai
An yang berkaitan
alis lebih dengan
a hasil SDI
kecil
Dat dari m, pertama.
a maka
semua
nilai
deduct
value
·
· Menghitun
Menent g jumlah
ukan lubang
CDV yang ada
Maksi pada ruas
mum yang
(Correc ditinjau
ted dan
Deduct kemudian
· Menghitung Value) menghubu
parameter untuk dengan ngkannya
setiap jenis menggu dengan
kerusakan dan nakan tabel
melakukan kurva kategori
penilaian koreksi jumlah
terhadap setiap nilai lubang
jenis kerusakan. deduct sebagai
yang hasil dari
sebelu SDI ketiga
mnya (SDIc).
telah Hasil SDI
dilakuk ketiga ini
an berhubung
iterasi an dengan
(jika SDI
q>1). pertama
dan kedua.
·
Menetapka
n
kedalaman
alur atau
·
kedalaman
Menghi
bekas roda
tung
(rutting)
nilai
yang
PCI
besarannya
· Menghitung sebagai
dihubungk
nilai prioritas berdasa
an dengan
kondisi jalan. rkan
tabel
perhitu
kategori
ngan
bekas roda
CDV
sehingga
maksim
diperoleh
um.
niali SDI
yakni
jumlah SDI
keseluruha
n.
Berupa
Berupa kategori
tingkat kondisi
Has Berupa urutan
kerusak jalan serta
il prioritas
an bentuk
akh penanganan
perkera pemelihara
ir kerusakan jalan.
san an dan
jalan. penangana
nnya.
Ke
dal
am
an
Be
kas
Ro Nila
da i
Nilai (m SDI IRI Kategori
SDI c m) d (m/km) Kondisi Jalan
235 - 235 12 - 16 rusak berat
kategori luas
angka nilai SDI a
25 22 35 12 - 16 rusak berat retak
80 - 80 12 - 16 rusak berat 1 tidak ada -
50 - 50 8 - 12 rusak berat 2 <10% 5
230 - 230 12 - 16 rusak berat 3 10-30% 20
20 14 30 4 - 8 sedang 4 >30% 40
20 - 20 4 - 8 sedang
kategori lebar
angka nilai SDI b
20 - 20 4-8 sedang retak
20 - 20 4-8 sedang 1 tidak ada -
20 - 20 4-8 sedang 2 halus <1 mm -
sedang 1-3
3 -
0 - 0 <4 baik mm
5 - 5 <4 baik 4 lebar > 3mm SDI a*2
5 7 7.5 <4 baik
kategori
angka jumlah nilai SDI c
20 - 20 4-8 sedang lubang
40 - 40 <4 baik 1 tidak ada -
5 - 5 <4 baik 2 < 10/100 m SDI b+15
10 - 50/100
3 SDI b+75
10 4 12.5 < 4 baik m
20 - 20 4 - 8 sedang 4 >50/100 m SDI b+225
80 - 80 12 - 16 rusak berat
235 - 235 12 - 16 rusak berat
kategori
angka nilai X
5 - 5 <4 baik bekas roda
230 - 230 12 - 16 rusak berat 1 tidak ada -
80 23 90 12 - 16 rusak berat 2 <1 cm dalam 0.5
3 1-3 cm dalam 2
80 13 90 12 - 16 rusak berat
25 - 25 8 - 12 rusak berat 4 >3 cm dalam 4
230 - 230 12 - 16 rusak berat
20 - 20 4 - 8 sedang IRI (m/km) SDI
20 10 30 4 - 8 sedang <50 50-100
80 - 80 12 - 16 rusak berat <4 baik sedang
20 - 20 4 - 8 sedang
sedang
dan 4 s/d 8 sedang sedang
66 rusak berat 8 s/d 12 rusak ringan rusak ringan
>12 rusak berat rusak berat

IRI (m/km) SDI


<50 50-100
<4 pemel rutin pemel rutin
4 s/d 8 pemel rutin pemel rutin
pemel pemel
8 s/d 12
berkala berkala
>12 peningkatan peningkatan
ace Distress Index), semakin besar nilai IRI dan SDI maka semakin berat kategori kondisi jalan.
n yang akan dilakukan sesuai dengan kerusakan jalan tersebut.
nilai SDI d
-
SDI c+5*0.5
SDI c+5*2
SDI c+5*4

SDI
100-150 >150
sedang rusak ringan
rusak ringan rusak ringan
rusak berat rusak berat
rusak berat rusak berat

SDI
100-150 >150
pemel berkala peningkatan
pemel berkala peningkatan
pemel berkala peningkatan
peningkatan peningkatan
Volume
Angka Faktor Faktor Periode Pertumbuha Pertumbuha
Jenis Lalu
Ekivalen Dist Arah Dist Lajur Analisis n lalu lintas n Lalu
Kendaraan Lintas
(E) (Dd) (Dl) (n) g (%) Lintas (GF)
(LHR)
GF

Mobil
24,378 0.0004 14.1471
Penumpang
0.5 1 10 0.075
Bus 2,534 0.1593 14.1471 1
Truk 2 as 2,633 0.35 14.1471 2.075
Truk 3 as 1,923 1.0375 14.1471 3.231
4.473
5.808
7.244
8.787
10.45
12.23
14.15

c
e
Volume Lalu Lintas Harian
ESA Setiap Golongan Kendaraan
Setiap Golongan
(W18ai)
Kendaraan (LHR)
Tahun ESA CESA MES
Tahun
ke-n (W18a) (W18) A
Mobil
Mobil
Truk Truk 3 Penu
Penu Bus Bus Truk 2 as Truk 3 as
2 as as mpan
mpang
g

0 2017 24378 2534 2633 1923 3559 147338 336366 728216 607740 607740 0.6
1 2018 26206 2724 2830 2067 3826 158389 361593 782832 653320 1261060 1.3
2 2019 28172 2928 3043 2222 4113 170268 388713 841545 702319 1963379 2.0
3 2020 30285 3148 3271 2389 4422 183038 417866 904661 754993 2718372 2.7
4 2021 32556 3384 3516 2568 4753 196766 449206 972510 811617 3529989 3.5
5 2022 34998 3638 3780 2761 5110 211523 482897 1045448 872489 4402478 4.4
6 2023 37623 3911 4064 2968 5493 227387 519114 1123857 937925 5340403 5.3
7 2024 40444 4204 4368 3190 5905 244441 558047 1208146 1008270 6348673 6.3
8 2025 43478 4519 4696 3430 6348 262774 599901 1298757 1083890 7432563 7.4
9 2026 46738 4858 5048 3687 6824 282482 644893 1396164 1165182 8597745 8.6

SNC 2017
SN = a1 x D1 + a2 x D 2 + a3 x D3
SNC = SN + 3,51(log10.CBRs) - 0,85(log10.CBRs)2 – 1,43
m= 0.02
a1= 0.38
a2= 0.24
a3= 0.13
D1= 9 cm 3.543 inch 8 cm 3.14961 inch
D2= 14 cm 5.512 inch
D3= 21 cm 8.268 inch
CBR= 7 %
SN= 3.74
SNC= 4.67
IRIt = 1,04 eKgm.m.t(IRI0 + Kgp . 263. (1 + SNC)-5 . MESA)
IRI0 = 9,94*Ln [5/{4,24-1,43 e(-0,337 TEB)}]
awal overlay
IRIo (m/km)1.75 1.65
e 2.72
nilai structural number corrected (SNC) setelah mendapatkan pelapisan ulang
D overl 3.15 inchi
a overl 0.4
∆SN= 1.26
SN awa 3.74
SN over 5
SNC ove5.93
well poor Volume Lalu Linta
well poor
cond cond f Harian Setiap Golon
condition condition
ition ition Kendaraan (LHR)
IRIo Tahu
(m/k n Tahun
m) ke-n
Mobil
IRIt
kgm kgp kgm kgp Penum
(m/km)
pang

2.6 1.2 5.5 1.4 1.75 1.96 2.11 d 0 2017 24378


1.3 1.0 5.3 1.0 1.75 1.99 2.39 1 2018 26206
1.3 1.0 5.3 1.0 1.75 2.09 2.75 diperlukan peningkatan berupa pelapisan ulan 2 2019 28172
1.3 1.0 5.3 1.0 1.75 2.19 3.16 IRI >4 m/km 3 2020 30285
1.3 1.0 5.3 1.0 1.75 2.30 3.64 4 2021 32556
1.3 1.0 5.3 1.0 1.75 2.42 4.20 pada poor condition di tahun ke-6 (2022) 0 2022 24378
1.3 1.0 5.3 1.0 1.75 2.55 4.85 1 2023 26206
1.3 1.0 5.3 1.0 1.75 2.68 5.60 2 2024 28172
1.3 1.0 5.3 1.0 1.75 2.83 6.48 3 2025 30285
1.3 1.0 5.3 1.0 1.75 2.99 7.50 4 2026 32556

grafik hubungan antara tahun/ CESA dengan nilai IRI dan jelaskan.
kesimpulan : setiap tahun semakin besar CESA, nilai IRI mengalami kenaikan baik pada kondisi well condition maupun p

tahun vs nilai IRI


8.00
7.00
6.00
5.00 WELL CONDITION
POOR CONDITION
4.00
3.00
2.00
1.00
0.00
2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027

CESA vs nilai IRI


7.00
6.00
5.00
4.00
WELL CONDITION
3.00 POOR CONDITION
2.00
1.00
7.00
6.00
5.00
4.00
WELL CONDITION
3.00 POOR CONDITION
2.00
1.00
0.00

7 40 7 40 7 40 7 40 7 40 7 40 7 40 7 40
6 07 07 07 07 07 07 07 07
16 26 36 46 56 66 76
Volume Lalu Lintas well poor
ESA Setiap Golongan Kendaraan
Harian Setiap Golongan condi conditi
(W18ai)
Kendaraan (LHR) tion on
IRIo
ESA CESA MES
(m/km
(W18a) (W18) A
Mobi )
l
Truk Truk IRIt overlay
Bus Penu Bus Truk 2 as Truk 3 as
2 as 3 as (m/km)
mpan
g
2534 2633 1923 3559 147338 336366 728216 607740 607740 0.61 1.65 1.96 2.11
2724 2830 2067 3826 158389 361593 782832 653320 1261060 1.26 1.65 1.99 2.39
2928 3043 2222 4113 170268 388713 841545 702319 1963379 1.96 1.65 2.09 2.75
3148 3271 2389 4422 183038 417866 904661 754993 2718372 2.72 1.65 2.19 3.16
3384 3516 2568 4753 196766 449206 972510 811617 3529989 3.53 1.65 2.30 3.64
2534 2633 1923 3559 147338 336366 728216 607740 607740 0.61 1.65 2.42 1.95
2724 2830 2067 3826 158389 361593 782832 653320 1261060 5.34 1.65 2.55 2.04
2928 3043 2222 4113 170268 388713 841545 702319 1963379 6.35 1.65 2.68 2.06
3148 3271 2389 4422 183038 417866 904661 754993 2718372 7.43 1.65 2.83 2.08
3384 3516 2568 4753 196766 449206 972510 811617 3529989 8.60 1.65 2.99 2.10

isi well condition maupun poor condition namun pada poor condition kenaikan nilai IRI lebih drastis dibandingkan dengan pada well condi
n dengan pada well condition
1 Structural Number (SN asbuilt)

a1 0.4 D1 7 cm 2.7559 inchi


a2 0.28 D2 20 cm 7.8740 inchi m2 1.0000
a3 0.13 D3 30 cm 11.8110 inchi m3 1.0000
SN asbuilt 4.84252
2 Structural Number (SN required)

Sumber: Pd T-01-2002-B

Kualitas Drainase Baik


Persen Waktu Struktur
>25%
Perkerasan
Koefisien Drainase (m) 1

CBR

Jumlah Nilai
% Nilai
CBR yang
Nilai CBR Jumlah Data CBR
Sama atau
Kumulatif
Lebih Besar
4.5 1 10 100
4.9 2 9 90 Nila CBR tanah dasar yang
5 1 7 70 digunakan adalah
5.3 1 6 60
5.4 1 5 50
5.5 1 4 40
5.6 1 3 30
6 1 2 20
6.2 1 1 10

Modulus Elastisitas Tanah Dasar


Mr = 1500 x CBR (psi)
= 7350 psi

Reabilitas
Diambil nilai 95 (Arteri Perkotaan)
Sumber: Pd T-01-2002-B

Standard Normal Deviate (Zr)


R (%) = 95
Zr = -1.645

Overall Standard Deviation (So)


Kisaran standar deviasi (So) yang disarankan untuk perkerasan lentur adalah 0.35 - 0.45
Sumber: Modul Perencanaan Konstruksi Perkerasan Jalan -1 (Perencanaan Perkerasan Lentur)
Maka diambil nilai So = 0.45

Tingkat Pelayanan (Serviceability)


Nilai tingkat pelayanan awal (po) yang direkomendasikan oleh AASHTO Road Test
Po = 4.2
Nilai tingkat pelayanan akhir (pt) jika pertimbangan ekonomi menjadi faktor yang berpengaruh
Pt = 2.0
Pf = 1.5
Δ PSI = 2.2

Faktor Pertumbuhan (Growth Factor)


g = 6%
n = 10 Tahun

GF =

GF = 13.180794942

W18 (Kumulatif Beban Gandar Standar Selama Umur Perkerasan)

Jalan Arteri Sekunder 2 (dua) lajur dan 2 (dua) arah

DL diambil = 1
DD Kendaraan Ringan = 0.5
DD Kendaraan Berat = 0.5

Nilai DD (Distribusi Arah) biasanya ditentukan sebesar 0.5, selain itu pembuktian menunjukkan nilai DD dapat b
tergantung arah yang terisi beban.
Sumber: Modul Perencanaan Konstruksi Perkerasan Jalan -1 (Perencanaan Perkerasan Lentur)
Maka, diambil:
DD = 0.5
Lalu-Lintas
Harian Rata- Angka Faktor Faktor
Rata (Tahun Ekivalen Distribusi Distribusi
Jenis Kendaraan
2017) Arah Lajur
(DD) (DL)
V e
Mobil Penumpang 10657 0.00235 0.5 1
Bis 465 0.23623 0.5 1
Truk Ringan 324 0.59338 0.5 1
Truk Sedang 230 1.65888 0.5 1
Truk Berat 1514 1.01398 0.5 1
Truk Gandeng 323 3.55940 0.5 1
Trailer 125 3.52803 0.5 1
Nilai W18 Total (Tahun 2017)
Nilai W18 Total (Tahun 2027)

Structural Number Required

W18 9223976.931
log10 W18 6.9649
Zr -1.645
So 0.45
Zr x So -0.74025
Po 4.2
Pt 2
Pf 1.5
Δ PSI 2.2
Po-Pf 2.7
log10 (Po-Pt)/(Po-Pf) -0.088941083
Mr 7350
log10 Mr 3.8662873391
log10 W18 6.9649
SN +1 5.8466
log10 (SN +1) 0.7669033822
SN required 4.8466
R tanah dasar yang
4.9
rkerasan Lentur)
ng berpengaruh

n menunjukkan nilai DD dapat bervariasi antara 0.3 - 0.7

rkerasan Lentur)
W18

4570.5209 4,570.52
20047.0684 20,047.07
35086.5594 35,086.56
69631.4880 69,631.49
280167.7439 280,167.74
209817.7315 209,817.73
80483.1844 80,483.18
699,804.30 699,804.30
9223976.930975
9 Cummulative ESAL (ESALf)

Nilai W18 dari Tahun Perkerasan Dibangun Hingga Tahun Pelaspisan Ulang
g (Pertumbuhan Lalu Lintas) = 5%

Tahun Tahun Ke- Growth Factor CESA


2007 0 55,637.64
2008 1 1.0000 55,637.64
2009 2 2.0500 114,057.17
2010 3 3.1525 175,397.67
2011 4 4.3101 239,805.20
2012 5 5.5256 307,433.10
2013 6 6.8019 378,442.40
2014 7 8.1420 453,002.16
2015 8 9.5491 531,289.91
2016 9 11.0266 613,492.05
2017 10 12.5779 699,804.30 699,804.30

g (Pertumbuhan Lalu Lintas) = 6%

Tahun Tahun Ke- Growth Factor CESA


2018 1 1.0000 699,804.30
2019 2 2.0600 1,441,596.85
2020 3 3.1836 2,227,896.96
2021 4 4.3746 3,061,375.07
2022 5 5.6371 3,944,861.87
2023 6 6.9753 4,881,357.88

Nilai Kumulatif CESALf :

CESALf = W18 9167000


log10 W18 6.9622
Zr -1.645
So 0.45
Zr x So -0.74025
Po 4.2
Pt 2
Pf 1.5
Δ PSI 2.2
Po-Pf 2.7
log10 (Po-Pt)/(Po-Pf) -0.0889410833
Mr 7350
log10 Mr 3.8662873391
log10 W18 6.9622
SN +1 5.842519685
log10 (SN +1) 0.7666001843
SN asbuilt 4.842519685
Growth
Tahun Tahun Ke- CESA
Factor
2024 7 8.3938 5874043.6509
2025 8 9.8975 6926290.5663
2026 9 11.4913 8041672.2967
2027 10 13.1808 9223976.9310
3 Structural Number (SN effective)

Modulus Elastisitas

E (AC), Permukaan Aspal Beton = 220000 psi


E (BS), Lapisan Pondasi Atas = 90000 psi
E (SB), Lapisan Pondasi Bawah = 10000 psi

Koefisien Kekuatan Relatif

a1 (grafik) 0.32
a2 0.256606
a3 0.069

Tebal Struktur Perkerasan

d1 12 cm 4.724409 inchi
d2 20 cm 7.874016 inchi
d3 30 cm 11.81102 inchi

Koefisien Drainase

m2 1
m3 1
Sumber: Modul Sistem
Structural Number

SN1 1.511811
SN2 2.020523
SN3 0.814961
SN effective 4.347294
Sumber: Modul Sistem Manajemen Jalan
4 Structural Condition Index (SCI)

SCI = 0.896978

Structural Adequancy Index (SAI)

SAI = 0.897205
5 Tebal Lapis Ulang

SN required = 4.8466
SN effective = 4.34729437

Perhitungan Tebal Lapis Ulang


Rumus yang digunakan = Δ SN/a
Δ SN = SN future - SN eksisting
= SN required - SN effective
= 0.49931
a = Koefisien Kekuatan Relatif
= 0.4 (Karena tidak terdapat kerusakan apapun)
D lapis ulang = 1.24826 inchi
= 3.17059 cm
Maka D Lapis ulang yang dibutuhkan adalah 4 cm
Sumber: Pd T-01-2002-B
6 Analisis Ketika Dibangun, Survei dan Masa Depan

SN asbuilt = 4.84252
SN effective = 4.347294
SN required (SN future) = 4.8466

Analisis selengkapnya pada Ms. Word


7 Tahun Struktur Perkerasan Dibangun dan Tahun Dilakukan Pelapisan Ulang

Tahun Struktur Perkerasan Dibangun

Kehilangan Kekuatan Struktur Perkerasan = 0.054


SN effective = 4.347294
SN asbuilt = 4.84252
Tahun struktur perkerasan dibangun dapat dilakukan dengan cara berikut
Nilai selisih SN = SN asbuilt - SN effective
= 0.495225
Jumlah pengurangan tahun = Nilai Selisih SN /Nilai Kehilangan Struktur
= 9.170839 Tahun
= Nilai dibulatkan menjadi 10
= 2017 - 10
Tahun struktur perkerasan dibangun
= Tahun 2007

Tahun Dilakukan Pelapisan Ulang

Kehilangan Kekuatan Struktur Perkerasan = 0.054


SN effective = 4.3472944
SN required = 4.8466
Tahun pelapisan ulang dapat dicari dengan cara
Nilai Selisih = SN required - SN effective
= 0.4993056
Jumlah Penambahan Tahun = Nilai Selisih /Nilai Kehilangan Kekuatan Struktur
= 9.246401
Tahun pembulatan menjadi = 10
Tahun Awal = 2017
Tahun Pelapisan Ulang: = 2027
gan Struktur

tahun
8 Cummulative ESAL (CESALc)

W18 Total ESAL (CESAL) Tahun 2017

Lalu Lintas Faktor


Faktor
Harian Rata- Angka Distribusi
Jenis Kendaraan Rata (LHR) Distribusi Lajur W18 (ESAL)
Ekivalen Arah
V DL DD
Mobil Penumpang 10657 0.00235 1 0.5 4570.5209
Bis 465 0.23623 1 0.5 20047.0684
Truk Ringan 324 0.59338 1 0.5 35086.5594
Truk Sedang 230 1.65888 1 0.5 69631.4880
Truk Berat 1514 1.01398 1 0.5 280167.7439
Truk Gandeng 323 3.5594 1 0.5 209817.7315
Trailer 125 3.52803 1 0.5 80483.1844
Nilai Total W18 (CESAL) 699804.2964

Nilai CESALc

g (Faktor Pertumbuhan Lalu Lintas) = 5%

Growth
Tahun Tahun Ke- CESA
Factor
2017 0 699804.2964
2016 1 1.00000 699804.2964
2015 2 2.05000 341367.9495
2014 3 3.15250 221983.9164
2013 4 4.31013 162362.8773
2012 5 5.52563 126646.9413
2011 6 6.80191 102883.4558
2010 7 8.14201 85949.8366
2009 8 9.54911 73284.7751
2008 9 11.02656 63465.3076
2007 10 12.57789 55637.6431
CESALc 2,633,191.30
10 Rasio CESALc dan CESALf

CESALc = 2633191.2956
CESALf = 9167000.0000

Rasio = CESALc/CESALf
Rasio = 0.2872467869
SURVAI KONDISI JALAN TAHUN 2017

Luas (Cm2) Lebar Luas (Cm2)


Luas sampel Distress
No. Station Retak
(Cm2) Retak Retak Retak Retak Severity Pelepasan Jumlah
(mm) Kegemukan Tambalan Lubang
Buaya Memanjang Acak Melintang Butir Lubang
1 0+000 - 0+100 4,800,000 8,394 17,431 - - 4 H 78,970 4,760 36,312 65 262,978
2 0+100 - 0+200 4,900,000 - - 10,324 485 4 H - - 8,851 5 65,959
3 0+200 – 0+300 4,800,000 15,986 166,430 - - 3 H - - 4,940 35 110,003
4 0+300 – 0+400 4,800,000 16,495 4,216 - - 4 H 351,000 - 8,670 2 9,416
5 0+400 – 0+500 4,900,000 4,448 - - 245 2 M 20,617 - 8,910 53 235,119
6 0+500 – 0+600 4,900,000 32,232 11,500 - - 3 H - - 2,714 1 5,332
7 0+600 – 0+700 4,900,000 83,992 - - - 1 L 178,900 - 3,915 3 10,904
8 0+700 – 0+800 4,900,000 45,135 - - 456 2 M 700,000 - 14,675 6 34,944
9 0+800 – 0+900 4,900,000 102,986 - - - 3 H 1,172,370 - 6,160 2 7,668
10 0+900 – 1+000 4,800,000 - - 43,432 - 2 M 49,500 - 11,754 1 2,280
11 1+000 – 1+100 4,900,000 - - - - 127,500 38,500 - -
12 1+100 – 1+200 4,800,000 - - 36,975 - 3 H 868,540 - - -
13 1+200 – 1+300 4,900,000 193,500 - - - 3 H 45,288 - - -
14 1+300 – 1+400 4,900,000 - 4,300 - 30,870 1 L - - 8,962 4 8,605
15 1+400 – 1+500 4,800,000 924,688 - - 520,500 2 M - - 3,685 -
16 1+500 – 1+600 4,800,000 - - 92,556 - 3 H - - 12,348 -
17 1+600 – 1+700 4,800,000 22,080 - 37,300 - 4 H - - 2,898 -
18 1+700 – 1+800 4,800,000 49,160 - - - 3 H - 8,874 - 2 4,160
19 1+ 800 – 1+900 4,800,000 40,400 75,955 - - 3 H - - 13,512 45 59,700
20 1+ 900 – 2+000 6,500,000 25,569 - 134,341 - 4 H - - - 65 103,084
21 2+000 – 2+100 6,500,000 68,890 94,600 - - 1 L 29,920 - -
22 2+100 – 2+200 6,500,000 8,467 28,233 - - 1 L 79,419 5,265 40,107 74 243,400
23 2+200 – 2+300 4,800,000 - 952 - - 3 H - - 8,851 34 64,900
24 2+300 – 2+400 4,800,000 - - 21,532 - 2 M - - - 35 110,003
25 2+400 – 2+500 6,300,000 16,495 3,896 - - 4 H 322,500 - 9,720 3 8,796
26 2+500 – 2+600 4,900,000 3,698 - - - 2 M 20,419 - 8,250 97 230,860
27 2+600 – 2+700 4,800,000 37,376 10,860 - - 2 M - - 2,714 3 6,340
28 2+700 – 2+800 4,800,000 80,130 - - - 3 H 171,500 - 3,915 5 10,904
29 2+800 – 2+900 4,800,000 54,850 - - - 2 M 700,000 - 14,675 12 34,010
30 2+900 – 3+000 4,900,000 126,876 - - - 3 H 1,186,870 - 6,160 4 7,848

23
Jumlah
Distress Amblas/100 m Kedalaman
Disintegrasi/ Severity dan kedalaman Alur (mm)
Depression (cm)

- M - -
8,260 M - 22
76,260 H - -
- M 2/ 4 -
30,107 L - -
25,960 M 3/ 3 14
104,710 L 1/ 5 -
- M - -
65,250 M - -
11,760 L - -
170,207 L - -
26,700 H - -
- M - 7
59,306 L 1/ 6 -
- L - -
71,848 M - -
- M - 4
102,939 H - -
- H - -
12,505 H - -
- L - -
- L - -
8,260 M - 23
76,312 L 3/ 3 13
- M 6/ 3 -
29,302 L 1/4 -
25,960 L - -
102,500 M 3/ 4 10
- L - -
65,250 M - -

19
3
No.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

100

90

80

70
90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
0 5

SUMBU X
SUMBU Y
MASING-MASING SEGMEN MEMILIKI KONDISI YANG BERBEDA-BEDA
KONDISI SEGMEN TERBAIK PADA SEGMEN NOMOR 11 STA 1+000 - 1+100 DENGAN NILAI 91 (EXCEL
KONDISI SEGMEN TERBURUK PADA SEGMEN NOMOR 1 STA 0+000 - 0+100 DENGAN NILAI 11 (VERY

5
penjelasan terdapat pada word

7 Bina Marga
membutuhkan lhr, untuk mnentukan kelas jalan
angka kerusakan untuk setiap jenis kerusakan
total angka kerusakan menentukan nilai kndisi jalan
nilai kondisi jalan dan kelas lhr menentukan nilai prioritas
nilai prioritas menentukan tindakan yang diambil
Station

0+000 - 0+100
0+100 - 0+200
0+200 – 0+300
0+300 – 0+400
0+400 – 0+500
0+500 – 0+600
0+600 – 0+700
0+700 – 0+800
0+800 – 0+900
0+900 – 1+000
1+000 – 1+100
1+100 – 1+200
1+200 – 1+300
1+300 – 1+400
1+400 – 1+500
1+500 – 1+600
1+600 – 1+700
1+700 – 1+800
1+ 800 – 1+900
1+ 900 – 2+000
2+000 – 2+100
2+100 – 2+200
2+200 – 2+300
2+300 – 2+400
2+400 – 2+500
2+500 – 2+600
2+600 – 2+700
2+700 – 2+800
2+800 – 2+900
2+900 – 3+000
TOTAL

NOMOR SEGMEN VS NILAI PCI


5 10

NOMOR SEGMEN
PCI
G BERBEDA-BEDA
11 STA 1+000 - 1+100 DENGAN NILAI 91 (EXCELLENT)
OR 1 STA 0+000 - 0+100 DENGAN NILAI 11 (VERY POOR)

PCI
persentase kerusakan dan distress severity menentukan deduct value untuk setiap jenis kerusakan
deduct value terbesar dari satu segmen menentukan nilai ijin m
dilakukan iterasi hingga q = 1 dengan nilai deduct lebih besar dari 2 untuk menghasilkan total dedu
total deduct value dan nilai q menentukan corrected deduct value
corrected deduct value terbesar dari semua jenis kerusakan di satu segmen digunakan untuk menentukan n
Jawaban no 1 dan 2 terlampir pada sheet terpisah per segmen jalan

Luas sampel (Cm2)

4,800,000
4,900,000
4,800,000
4,800,000
4,900,000
4,900,000
4,900,000
4,900,000
4,900,000
4,800,000
4,900,000
4,800,000
4,900,000
4,900,000
4,800,000
4,800,000
4,800,000
4,800,000
4,800,000
6,500,000
6,500,000
6,500,000
4,800,000
4,800,000
6,300,000
4,900,000
4,800,000
4,800,000
4,800,000
4,900,000
151,700,000
PCI RUAS
15 20

kesimpulannya, semakin besar nilai PCI yang ditentukan oleh deduct value maximum maka semakin baik kondisi jalan tersebut dan se
PCI

11
60
24
70
48
60
79
55
48
67
91
42
48
68
37
83.79
78
53
38
34
84
13
61
67
75
49
89
34
45
28
1,640
25 30

alan tersebut dan semakin ringan penanganan terhadap kerusakannya


KATEGORI PCI*Luas sampel

VERY POOR 52800000


GEWD 294000000
VERY POOR 115200000
VERY GOOD 336000000
FAIR 235200000
GOOD 294000000
VERY GEWD 387100000
FAIR 269500000
FAIR 235200000
GEWD 321600000
EXCELLENT 445900000
FAIR 201600000
FAIR 235200000
GOOD 333200000
POOR 177600000
VERY GOOD 402192000
GOOD 374400000
FAIR 254400000
POOR 182400000
POOR 221000000
VERY GOOD 546000000
VERY POOR 84500000
GOOD 292800000
GEWD 321600000
VERY GOOD 472500000
FAIR 240100000
VERY GOOD 427200000
POOR 163200000
FAIR 216000000
POOR 137200000
8,269,592,000
54.5128015821 FAIR
NOMOR SEGMEN VS PCI

30 35
MOR SEGMEN VS PCI
No Station Luas segmen (cm2) jenis kerusakan
1 0+000 - 0+100 4,800,000 retak buaya
retak memanjang
retak acak
retak melintang
pelepasan butir
kegemukan
tambalan
lubang
disintegrasi

Iterasi
#1 15 10 0
#2 15 10 0
#3 15 2 0
#4 2 2 0
#5
distress severity total kerusakan (cm2) density (%) deduct value (DV)
H 8,394 0.174875 15
H 17,431 0.3631458333 10
0
0
M 78,970 1.6452083333 9
M 4,760 0.0991666667 0
M 36,312 0.7565 9
M 262,978 5.4787083333 70
0

DV
0 9 0 9
0 2 0 2
0 2 0 2
0 2 0 2
total deduct value Max deduct value m=1+((9/98)*(100-HDV)) DV-m
113 70 3.7551020408 11.244898
3.7551020408 6.244898
0
0
3.7551020408 5.244898
3.7551020408 -3.755102
3.7551020408 5.244898
3.7551020408 66.244898
0

Total DV q
70 0 113 5
70 0 99 3
70 0 91 2
70 0 78 1
(DV-m)<m?
NO
NO

NO
YES
NO
NO

CDV CDV MAX PCI=(100-CDVMAX)


58 89 11
54 11
65 11
89 11
11
CONCLUSION VERY POOR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
2 0+100 - 0+2004,900,000 retak buaya
retak memanjang
retak acak H 10,324 0.2106939 2
retak melintang H 485 0.009898 0
pelepasan butir
kegemukan
tambalan M 8,851 0.1806327 9
lubang M 65,959 1.346102 5
disintegrasi M 8,260 0.1685714 33

Iterasi DV
#1 0 0 2 0 0 0 9
#2 0 0 2 0 0 0 9
#3 0 0 2 0 0 0 2
#4
#5
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
49 33

7.1530612 -5.153061 YES


7.1530612 -7.153061 YES

7.1530612 1.8469388 YES


7.1530612 -2.153061 YES
7.1530612 25.846939 No

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
5 33 49 3 30 40 60
2 33 46 2 33 60
2 33 39 1 40 60
60
60
CONCLUSIONGEWD
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
3 0+200 – 0+3004,800,000 retak buaya H 15,986 0.3330417 18
retak memanjang H 166,430 3.4672917 19
retak acak 0
retak melintang 0
pelepasan butir 0
kegemukan 0
tambalan H 4,940 0.1029167 6
lubang H 110,003 2.2917292 68
disintegrasi H 76,260 1.58875 19

Iterasi DV
#1 18 19 0 0 0 0 6
#2 18 19 0 0 0 0 2
#3 2 19 0 0 0 0 2
#4 2 2 0 0 0 0 2
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
130 68 3.9387755 14.061224 NO
3.9387755 15.061224 NO
0
0
0
0
3.9387755 2.0612245 YES
3.9387755 64.061224 NO
3.9387755 15.061224 NO

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
68 19 130 5 68 76 24
68 19 126 4 72 24
68 19 110 3 69 24
68 2 76 1 76 24
0 0 0 0 0 24
CONCLUSION
VERY POOR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2) density (%)
4 0+300 – 0+4004,800,000 retak buaya H 16,495 0.3436458333
retak memanjang H 4,216 0.0878333333
retak acak
retak melintang
pelepasan butir M 351,000 7.3125
kegemukan
tambalan M 8,670 0.180625
lubang M 9,416 0.1961666667
disintegrasi M

Iterasi DV
#1 19 0 0 0 15 0
#2 19 0 0 0 15 0
#3 19 0 0 0 15 0
#4 19 0 0 0 2 0
#5
deduct valuetotal
(DV)deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
19 48 19 8.4387755102 10.561224 No
0 8.4387755102 -8.438776 YES

15 8.4387755102 6.5612245 YES

4 8.4387755102 -4.438776 YES


10 8.4387755102 1.5612245 YES

Total DV q CDV CDV MAX


4 10 0 48 4 27 30
2 10 0 46 3 29
2 2 0 38 2 30
2 2 0 25 1 25

CONCLUSION
PCI=(100-CDVMAX)
70
70
70
70
70
VERY GOOD
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
5 0+400 – 0+5004,900,000 retak buaya M 4,448 0.0907755 10
retak memanjang M 245 0.005 0
retak acak 0
retak melintang 0
pelepasan butir L 20,617 0.4207551 2
kegemukan 0
tambalan L 8,910 0.1818367 3
lubang L 235,119 4.7983469 43
disintegrasi L 30,107 0.6144286 5

Iterasi DV
#1 10 0 0 0 2 0 3
#2 10 0 0 0 2 0 2
#3 10 0 0 0 2 0 2
#4 2 0 0 0 2 0 2
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
63 43 6.2346939 3.7653061 YES
0
0
0
6.2346939 -4.234694 YES
0
6.2346939 -3.234694 YES
6.2346939 36.765306 NO
6.2346939 -1.234694 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
43 5 63 4 35 52 48
43 5 62 3 41 48
43 2 59 2 43 48
43 2 51 1 52 48
0 0 0 0 0 48
CONCLUSION FAIR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
6 0+500 – 0+6004,900,000 retak buaya H 32,232 0.6577959 25
retak memanjang H 11,500 0.2346939 2.5
retak acak 0
retak melintang 0
pelepasan butir 0
kegemukan 0
tambalan M 2,714 0.0553878 3.3
lubang M 5,332 0.1088163 11.5
disintegrasi M 25,960 0.5297959 8.5

Iterasi DV
#1 25 2.5 0 0 0 0 3.3
#2 25 2 0 0 0 0 3.3
#3 25 2 0 0 0 0 2
#4 25 2 0 0 0 0 2
#5 25 2 0 0 0 0 2
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
50.8 25 7.8877551 17.112245 NO
7.8877551 -5.387755 YES
0
0
0
0
7.8877551 -4.587755 YES
7.8877551 3.6122449 YES
7.8877551 0.6122449 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
11.5 8.5 50.8 5 24 40 60
11.5 8.5 50.3 4 27 60
11.5 8.5 49 3 30 60
2 8.5 39.5 2 40 60
2 2 33 1 33 60
CONCLUSIONGOOD
No Station Luas segmen (cm2)
7 0+600 – 0+700 4,900,000

Iterasi
#1 15
#2 15
#3 15
#4 15
#5
jenis kerusakan distress severity total kerusakan (cm2)
retak buaya L 83,992
retak memanjang
retak acak
retak melintang
pelepasan butir L 178,900
kegemukan
tambalan L 3,915
lubang L 10,904
disintegrasi L 104,710

DV
3
2
2
2
density (%) deduct value (DV)
1.714122449 15

3.6510204082 3

0.0798979592 0
0.2225306122 8
2.1369387755 5

DV
0
0
0
0
total deduct value Max deduct value m=1+((9/98)*(100-HDV))
31 15 8.806122449

8.806122449

8.806122449
8.806122449
8.806122449

Total DV
8 5 31
8 5 30
8 2 27
2 2 21
0
0
DV-m (DV-m)<m?
6.193877551 Yes

-5.806122449 Yes

-8.806122449 Yes
-0.806122449 Yes
-3.806122449 Yes

q CDV CDV MAX PCI=(100-CDVMAX)


4 13 21 79
3 16 79
2 18 79
1 21 79
79
CONCLUSION VERY GEWD
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
8 0+700 – 0+8004,900,000 retak buaya M 45,135 0.921122449 21
retak memanjang
retak acak
retak melintang M 456 0.009306122 0
pelepasan butir M 700,000 14.28571429 21
kegemukan
tambalan M 14,675 0.299489796 5
lubang M 34,944 0.713142857 26
disintegrasi

Iterasi DV
#1 21 0 21 5
#2 21 0 21 2
#3 2 0 2 2
#4
#5
total deductMax
valuededuct value
m=1+((9/98)*(100-HDV)) DV-m (DV-m)<m?
73 26 7.7959183673 13.204082 No

7.7959183673 -7.795918 Yes


7.7959183673 13.204082 No

7.7959183673 -2.795918 Yes


7.7959183673 18.204082 Yes

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
26 73 4 42 45 55
26 70 3 45 55
26 32 1 39 55
55
55
CONCLUSION FAIR
100-CDVMAX)
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
9 0+800 – 0+9004,900,000 retak buaya H 102,986 2.1017551 41
retak memanjang
retak acak
retak melintang
pelepasan butir M 1,172,370 23.925918 26
kegemukan
tambalan M 6,160 0.1257143 3
lubang M 7,668 0.1564898 6
disintegrasi M 65,250 1.3316327 9

Iterasi DV
#1 41 0 0 0 26 0 3
#2 41 0 0 0 26 0 2
#3 41 0 0 0 26 0 2
#4 41 0 0 0 26 0 2
#5 41 0 0 0 2 0 2
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
85 41 6.4183673 34.581633 No

6.4183673 19.581633 No

6.4183673 -3.418367 YES


6.4183673 -0.418367 YES
6.4183673 2.5816327 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
6 9 85 5 45 52 48
6 9 84 4 49 48
2 9 80 3 51 48
2 2 73 2 52 48
2 2 49 1 49 48
CONCLUSION FAIR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
10 0+900 – 1+0004,800,000 retak buaya
retak memanjang
retak acak M 43,432 0.9048333
retak melintang
pelepasan butir 49,500 1.03125
kegemukan
tambalan L 11,754 0.244875
lubang L 2,280 0.0475
disintegrasi L 11,760 0.245

Iterasi DV
#1 0 0 29 0 0 0
#2 0 0 29 0 0 0
#3 0 0 29 0 0 0
#4 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0
deduct value (DV)
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
37 29

29 7.5204082 21.479592 NO

0 7.5204082 -7.520408 YES

5 7.5204082 -2.520408 YES


3 7.5204082 -4.520408 YES
0 7.5204082 -7.520408 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
5 3 0 37 3 28 33 67
5 2 0 36 2 19 67
2 2 0 33 1 33 67
0 0 0 0 1 0 67
0 0 0 0 0 0 67
CONCLUSIONGEWD
100-CDVMAX)
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
11 1+000 – 1+1004,900,000 retak buaya 0
retak memanjang 0
retak acak 0
retak melintang 0
pelepasan butir L 127,500 2.6020408 3
kegemukan L 38,500 0.7857143 0
tambalan 0
lubang 0
disintegrasi L 170,207 3.4736122 8

Iterasi DV
#1 0 0 0 0 3 0 0
#2 0 0 0 0 2 0 0
#3 0 0 0 0 0 0 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
11 8 0
0
0
0
9.4489796 -6.44898 YES
9.4489796 -9.44898 YES
0
0
9.4489796 -1.44898 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
0 8 11 2 9 9 91
0 8 10 3 9 91
0 0 0 0 0 91
0 0 0 0 0 91
0 0 0 0 0 91
CONCLUSION
EXCELLENT
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
12 1+100 – 1+2004,800,000 retak buaya
retak memanjang
retak acak H 36,975 0.7703125 6
retak melintang
pelepasan butir H 868,540 18.094583 55
kegemukan
tambalan
lubang
disintegrasi H 26,700 0.55625 17

Iterasi DV
#1 0 0 6 0 55 0 0
#2 0 0 2 0 55 0 0
#3 0 0 2 0 55 0 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
78 55

5.1326531 0.8673469 YES

5.1326531 49.867347 NO

5.1326531 11.867347 NO

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
0 17 78 3 48 58 42
0 17 74 2 54 42
0 2 59 1 58 42
0 0 0 0 0 42
0 0 0 0 0 42
CONCLUSION FAIR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
13 1+200 – 1+3004,900,000 retak buaya H 193,500 3.9489796 50
retak memanjang 0
retak acak 0
retak melintang 0
pelepasan butir M 45,288 0.9242449 9
kegemukan 0
tambalan 0
lubang 0
disintegrasi 0

Iterasi DV
#1 50 0 0 0 9 0 0
#2 50 0 0 0 2 0 0
#3 0 0 0 0 0 0 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
59 50 5.5918367 44.408163 NO
0
0
0
5.5918367 3.4081633 YES
0
0
0
0

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
0 0 59 2 45 52 48
0 0 52 2 52 48
0 0 0 0 0 48
0 0 0 0 0 48
0 0 0 0 0 48
CONCLUSION FAIR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
14 1+300 – 1+4004,900,000 retak buaya 0
retak memanjang L 4,300 0.0877551 0
retak acak 0
retak melintang L 30,870 0.63 2
pelepasan butir 0
kegemukan 0
tambalan L 8,962 0.182898 0
lubang L 8,605 0.1756122 28
disintegrasi L 59,306 1.2103265 5

Iterasi DV
#1 0 0 0 2 0 0 0
#2 0 0 0 2 0 0 0
#3 0 0 0 0 0 0 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
35 28 7.6122449 -7.612245 YES
0
0
7.6122449 -5.612245 YES
0
0
7.6122449 -7.612245 YES
7.6122449 20.387755 NO
7.6122449 -2.612245 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
28 5 35 2 25 32 68
28 2 32 2 32 68
0 0 0 0 0 68
0 0 0 0 0 68
0 0 0 0 0 68
CONCLUSIONGOOD
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
15 1+400 – 1+5004,800,000 retak buaya M 924,688 19.264333 55
retak memanjang
retak acak
retak melintang M 520,500 10.84375 32
pelepasan butir
kegemukan
tambalan L 3,685 0.0767708 0
lubang
disintegrasi

Iterasi DV
#1 55 0 0 32 0 0 0
#2 55 0 0 2 0 0 0
#3 0 0 0 0 0 0 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
87 55 5.1326531 49.867347 NO

5.1326531 26.867347 NO

5.1326531 -5.132653 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
0 0 87 2 63 63 37
0 0 57 1 57 37
0 0 0 0 0 37
0 0 0 0 0 37
0 0 0 0 0 37
CONCLUSIONPOOR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
16 1+500 – 1+6004,800,000 retak buaya
retak memanjang
retak acak H 92,556 1.92825 11
retak melintang 0 0
pelepasan butir
kegemukan
tambalan M 12,348 0.25725 10
lubang 0 0
disintegrasi M 71,848 1.4968333 5

Iterasi DV
#1 0 0 11 0 0 0 10
#2 0 0 11 0 0 0 10
#3 0 0 11 0 0 0 2
#4
#5
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
26 11

9.1734694 1.8265306 YES


0

9.1734694 0.8265306 YES


0
9.1734694 -4.173469 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
0 5 26 3 10.86 16.21 83.79
0 2 23 2 16.21 83.79
0 2 15 1 15 83.79
83.79
83.79
CONCLUSION
VERY GOOD
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
17 1+600 – 1+7004,800,000 retak buaya H 22,080 0.46 20
retak memanjang 0
retak acak H 37,300 0.7770833 5
retak melintang 0
pelepasan butir 0
kegemukan 0
tambalan M 2,898 0.060375 0
lubang
disintegrasi

Iterasi DV
#1 20 0 5 0 0 0 0
#2 20 0 2 0 0 0 0
#3 0 0 0 0 0 0 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
25 20 8.3469388 11.653061 NO
0
8.3469388 -3.346939 YES
0
0
0
8.3469388 -8.346939 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
0 0 25 2 19 22 78
0 0 22 1 22 78
0 0 0 0 0 78
0 0 0 0 0 78
0 0 0 0 0 78
CONCLUSIONGOOD
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
18 1+700 – 1+8004,800,000 retak buaya H 49,160 1.0241667 30
retak memanjang 0
retak acak 0
retak melintang 0
pelepasan butir 0
kegemukan H 8,874 0.184875 3
tambalan 0 0
lubang H 4,160 0.0866667 21
disintegrasi H 102,939 2.1445625 21

Iterasi DV
#1 30 0 0 0 0 3 0
#2 30 0 0 0 0 2 0
#3 30 0 0 0 0 2 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
75 30 7.4285714 22.571429 NO
0
0
0
0
7.4285714 -4.428571 YES
0
7.4285714 13.571429 NO
7.4285714 13.571429 NO

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
21 21 75 4 43 47 53
21 21 74 3 47 53
2 2 36 1 36 53
0 0 0 1 0 53
0 0 0 0 0 53
CONCLUSION FAIR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
19 1+ 800 – 1+9004,800,000 retak buaya H 40,400 0.8416667 29
retak memanjang H 75,955 1.5823958 11
retak acak
retak melintang
pelepasan butir
kegemukan
tambalan H 13,512 0.2815 9
lubang H 59,700 1.24375 55
disintegrasi

Iterasi DV
#1 29 11 0 0 0 0 9
#2 29 11 0 0 0 0 2
#3 29 2 0 0 0 0 2
#4 2 2 0 0 0 0 2
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
104 55 5.1326531 23.867347 NO
5.1326531 5.8673469 NO

5.1326531 3.8673469 YES


5.1326531 49.867347 NO

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
55 0 104 4 60 62 38
55 0 97 3 61 38
55 0 88 2 62 38
55 0 61 1 61 38
0 0 0 0 0 38
CONCLUSIONPOOR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
20 1+ 900 – 2+0006,500,000 retak buaya H 25,569 0.3933692
retak memanjang
retak acak H 134,341 2.0667846
retak melintang
pelepasan butir
kegemukan
tambalan
lubang H 103,084 1.5859077
disintegrasi H 12,505 0.1923846

Iterasi DV
#1 24 0 12 0 0 0
#2 24 0 2 0 0 0
#3 24 0 2 0 0 0
#4 2 0 2 0 0 0
#5
deduct value (DV) total deduct value Max deduct value m=1+((9/98)*(100-HDV))
24 109 60 4.6734693878

12 4.6734693878

60 4.6734693878
13 4.6734693878

DV Total DV
0 60 13 109
0 60 13 99
0 60 2 88
0 60 2 66
DV-m (DV-m)<m?
19.326531 No

7.3265306 No

55.326531 No
8.3265306 No

q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
4 63 66 34
3 63 34
2 64 34
1 66 34
34
CONCLUSIONPOOR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
21 2+000 – 2+1006,500,000 retak buaya L 68,890 1.0598462 14
retak memanjang L 94,600 1.4553846 1.2
retak acak
retak melintang
pelepasan butir L 29,920 0.4603077 3.4
kegemukan
tambalan
lubang
disintegrasi

Iterasi DV
#1 14 0 0 0 3.4 0 0
#2 14 0 0 0 2 0 0
#3 0 0 0 0 0 0 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
18.6 14 8.8979591837 5.1020408163 YES
8.8979591837 -7.6979591837 YES

8.8979591837 -5.4979591837 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
0 0 17.4 2 11.6 16 84
0 0 16 1 16 84
0 0 0 0 0 84
0 0 0 0 0 84
0 0 0 0 0 84
CONCLUSION
VERY GOOD
100-CDVMAX)

ERY GOOD
No Station Luas segmen (cm2) jenis kerusakan
distress severity
22 2+100 – 2+200 6,500,000 retak buaya L
retak memanjang L
retak acak
retak melintang
pelepasan butir L
kegemukan L
tambalan L
lubang L
disintegrasi

Iterasi
#1 5 0
#2 5 0
#3 2 0
#4
#5
total kerusakan (cm2) density (%) deduct value (DV) total deduct value
8,467 0.1302615385 5 91
28,233 0.4343538462 0

79,419 1.2218307692 3
5,265 0.081 0
40,107 0.6170307692 2
243,400 3.7446153846 81

DV
3 0 2 81
2 0 2 81
2 0 2 81
Max deduct value m=1+((9/98)*(100-HDV)) DV-m (DV-m)<m?
81 2.7448979592 2.255102 Yes
2.7448979592 -2.744898 Yes

2.7448979592 0.255102 Yes


2.7448979592 -2.744898
2.7448979592 -0.744898 Yes
2.7448979592 78.255102 No

Total DV q CDV CDV MAX


91 3 59 87
90 2 64
87 1 87

CONCLUSION
PCI=(100-CDVMAX)
13
13
13
13
13
VERY POOR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
23 2+200 – 2+3004,800,000 retak buaya
retak memanjang H 952 0.0198333 0
retak acak 0
retak melintang 0
pelepasan butir 0
kegemukan 0
tambalan M 8,851 0.1843958 2
lubang M 64,900 1.3520833 35
disintegrasi M 8,260 0.1720833 8

Iterasi DV
#1 0 0 0 0 0 0 2
#2 0 0 0 0 0 0 2
#3 0 0 0 0 0 0 0
#4
#5
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
45 35
6.9693878 -6.969388 YES
0
0
0
0
6.9693878 -4.969388 YES
6.9693878 28.030612 NO
6.9693878 1.0306122 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
35 8 45 2 35 39 61
35 2 39 1 39 61
0 0 0 0 0 61
61
61
CONCLUSIONGOOD
No Station Luas segmen (cm2) jenis kerusakan
retak buaya
retak memanjang
retak acak
retak melintang
24 2+300 – 2+400 4,800,000 pelepasan butir
kegemukan
tambalan
lubang
disintegrasi

Iterasi
#1 0
#2 0
#3
#4
#5
distress severity total kerusakan (cm2) density (%) deduct value (DV)

M 21,532 0.4485833333 0

L 110,003 2.2917291667 31
L 76,312 1.5898333333 6

DV
total deduct value Max deduct value m=1+((9/98)*(100-HDV)) DV-m
37 31

7.3367346939 -7.336735

7.3367346939 23.663265
7.3367346939 -1.336735

Total CDV q
31 6 37 2
31 2 33 1
(DV-m)<m?

Yes

No
Yes

DV CDV MAX PCI=(100-CDVMAX)


28 67
33 33 67
67
67
67
CONCLUSION GEWD
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
25 2+400 – 2+5006,300,000 retak buaya H 16,495 0.2618254 18
retak memanjang H 3,896 0.0618413 0
retak acak
retak melintang
pelepasan butir M 322,500 5.1190476 13
kegemukan
tambalan M 9,720 0.1542857 3
lubang M 8,796 0.139619 5
disintegrasi

Iterasi DV
#1 18 0 0 0 13 0 3
#2 18 0 0 0 13 0 2
#3 18 0 0 0 13 0 2
#4 18 0 0 0 2 0 2
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
39 18 8.5306122 9.4693878 NO
8.5306122 -8.530612 YES

8.5306122 4.4693878 YES

8.5306122 -5.530612 YES


8.5306122 -3.530612 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
5 0 39 4 18 25 75
5 0 38 3 22 75
2 0 35 2 25 75
2 0 24 1 24 75
0 0 0 0 0 75
CONCLUSION
VERY GOOD
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
26 2+500 – 2+6004,900,000 retak buaya M 3,698 0.0754694 7
retak memanjang 0
retak acak 0
retak melintang 0
pelepasan butir L 20,419 0.4167143 4
kegemukan 0
tambalan L 8,250 0.1683673 2
lubang L 230,860 4.7114286 3
disintegrasi L 29,302 0.598 43

Iterasi DV
#1 7 0 0 0 4 0 2
#2 7 0 0 0 4 0 2
#3 7 0 0 0 2 0 2
#4 2 0 0 0 2 0 2
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
59 43 6.2346939 0.7653061 YES
0
0
0
6.2346939 -2.234694 YES
0
6.2346939 -4.234694 YES
6.2346939 -3.234694 YES
6.2346939 36.765306 NO

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
3 43 59 4 32 51 49
2 43 58 3 36 49
2 43 56 2 43 49
2 43 51 1 51 49
0 0 0 0 0 49
CONCLUSION FAIR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
27 2+600 – 2+7004,800,000 retak buaya M 37,376 0.7786667 8
retak memanjang M 10,860 0.22625 0
retak acak
retak melintang
pelepasan butir
kegemukan
tambalan L 2,714 0.0565417 0
lubang L 6,340 0.1320833 3
disintegrasi L 25,960 0.5408333 4

Iterasi DV
#1 8 0 0 0 0 0 0
#2 8 0 0 0 0 0 0
#3 8 0 0 0 0 0 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
15 8 9.4489796 -1.44898 YES
9.4489796 -9.44898 YES

9.4489796 -9.44898 YES


9.4489796 -6.44898 YES
9.4489796 -5.44898 YES

Total CDV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
3 4 15 3 7 11 89
2 4 14 2 10 89
2 2 12 2 11 89
0 0 0 0 0 89
0 0 0 0 0 89
CONCLUSION
VERY GOOD
No Station Luas segmen (cm2) jenis kerusakan
retak buaya
retak memanjang
retak acak
retak melintang
28 2+700 – 2+800 4,800,000 pelepasan butir
kegemukan
tambalan
lubang
disintegrasi

Iterasi DV
#1 37
#2 37
#3 37
#4 2
#5
distress severity total kerusakan (cm2) density (%) deduct value (DV) total deduct value
H 80,130 1.669375 37

M 171,500 3.572916667 11 112

M 3,915 0.0815625 3
M 10,904 0.227166667 50
M 102,500 2.135416667 11

DV
11 3 50
11 2 50
2 2 50
2 2 50
Max deduct value m=1+((9/98)*(100-HDV)) DV-m (DV-m)<m?
5.5918367347 31.4081632653 No

50 5.5918367347 5.4081632653 Yes

5.5918367347 -2.5918367347 Yes


5.5918367347 44.4081632653 NO
5.5918367347 5.4081632653 Yes

Total DV q CDV CDV MAX


11 112 5 59
11 111 4 63
2 93 2 66 66
2 58 1 58

CONCLUSION
PCI=(100-CDVMAX)
34
34
34
34
34
POOR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
29 2+800 – 2+9004,800,000 retak buaya M 54,850 1.1427083 22
retak memanjang
retak acak
retak melintang
pelepasan butir L 700,000 14.583333 6
kegemukan
tambalan L 14,675 0.3057292 0
lubang L 34,010 0.7085417 51
disintegrasi

Iterasi DV
#1 22 0 0 0 6 0 0
#2 22 0 0 0 2 0 0
#3 2 0 0 0 2 0 0
#4 0 0 0 0 0 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
79 51 5.5 16.5 NO

5.5 0.5 YES

5.5 -5.5 YES


5.5 45.5 NO
5.5 -5.5 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
51 0 79 3 50 55 45
51 0 75 2 55 45
51 0 55 1 55 45
0 0 0 1 0 45
0 0 0 0 0 45
CONCLUSION FAIR
No Station
Luas segmen jenis
(cm2)kerusakan
distress severity
total kerusakan (cm2)
density (%)
deduct value (DV)
30 2+900 – 3+0004,900,000 retak buaya H 126,876 2.5893061 45
retak memanjang
retak acak
retak melintang
pelepasan butir M 1,186,870 24.221837 57
kegemukan
tambalan M 6,160 0.1257143 0
lubang M 7,848 0.1601633 22
disintegrasi M 65,250 1.3316327 9

Iterasi DV
#1 45 0 0 0 57 0 0
#2 45 0 0 0 57 0 0
#3 45 0 0 0 57 0 0
#4 2 0 0 0 57 0 0
#5 0 0 0 0 0 0 0
total deductMax
valuededuct
m=1+((9/98)*(100-HDV))
value DV-m (DV-m)<m?
133 57 4.9489796 40.05102 NO

4.9489796 52.05102 NO

4.9489796 -4.94898 YES


4.9489796 17.05102 NO
4.9489796 4.0510204 YES

Total DV q CDV CDV MAX


PCI=(100-CDVMAX)
22 9 133 4 70 72 28
22 2 126 3 72 28
2 2 106 2 72 28
2 2 63 1 64 28
0 0 0 0 0 28
CONCLUSION POOR
1 LHR (smp/hari) Nilai kelas jalan
<20 0
20-50 1
50-200 2
200-500 3
500-2000 4
2000-5000 5
5000-20000 6
20000-50000 7
>50000 8

2
dihitung %luas
Luas (C

Luas sampel
No. Station Retak
(Cm2) Retak Memanjang
Buaya

1 0+000 - 0+100 4,800,000 8,394 17,431


Angka kondisi kerusakan 5 1
Luas (%) 0.175 0.363
Angka kondisi kerusakan 1 1
Total angka kerusakan
2 0+100 - 0+200 4,900,000 - -
Angka kondisi kerusakan
Luas (%)
Angka kondisi kerusakan
Total angka kerusakan
3 0+200 – 0+300 4,800,000 15,986 166,430
Angka kondisi kerusakan 5 1
Luas (%) 0.333 3.467
Angka kondisi kerusakan 1 1
Total angka kerusakan
4 0+300 – 0+400 4,800,000 16,495 4,216
Angka kondisi kerusakan 5 1
Luas (%) 0.344 0.088
Angka kondisi kerusakan 1 1
Total angka kerusakan
5 0+400 – 0+500 4,900,000 4,448 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 0.091
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
6 0+500 – 0+600 4,900,000 32,232 11,500
Angka kondisi kerusakan 5 1
Luas (%) 0.658 0.235
Angka kondisi kerusakan 1 1
Total angka kerusakan
7 0+600 – 0+700 4,900,000 83,992 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 1.714
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
8 0+700 – 0+800 4,900,000 45,135 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 0.921
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
9 0+800 – 0+900 4,900,000 102,986 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 2.102
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
10 0+900 – 1+000 4,800,000 - -
Angka kondisi kerusakan
Luas (%)
Angka kondisi kerusakan
Total angka kerusakan
11 1+000 – 1+100 4,900,000 - -
Angka kondisi kerusakan
Luas (%)
Angka kondisi kerusakan
Total angka kerusakan
12 1+100 – 1+200 4,800,000 - -
Angka kondisi kerusakan
Luas (%)
Angka kondisi kerusakan
Total angka kerusakan
13 1+200 – 1+300 4,900,000 193,500 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 3.949
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
14 1+300 – 1+400 4,900,000 - 4,300
Angka kondisi kerusakan 1
Luas (%) 0.088
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
15 1+400 – 1+500 4,800,000 924,688 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 19.264
Angka kondisi kerusakan 2
Total angka kerusakan
16 1+500 – 1+600 4,800,000 - -
Angka kondisi kerusakan
Luas (%)
Angka kondisi kerusakan
Total angka kerusakan
17 1+600 – 1+700 4,800,000 22,080 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 0.460
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
18 1+700 – 1+800 4,800,000 49,160 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 1.024
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
19 1+ 800 – 1+900 4,800,000 40,400 75,955
Angka kondisi kerusakan 5 1
Luas (%) 0.842 1.582
Angka kondisi kerusakan 1 1
Total angka kerusakan
20 1+ 900 – 2+000 6,500,000 25,569 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 0.393
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
21 2+000 – 2+100 6,500,000 68,890 94,600
Angka kondisi kerusakan 5 1
Luas (%) 1.060 1.455
Angka kondisi kerusakan 1 1
Total angka kerusakan
22 2+100 – 2+200 6,500,000 8,467 28,233
Angka kondisi kerusakan 5 1
Luas (%) 0.130 0.434
Angka kondisi kerusakan 1 1
Total angka kerusakan
23 2+200 – 2+300 4,800,000 - 952
Angka kondisi kerusakan 1
Luas (%) 0.020
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
24 2+300 – 2+400 4,800,000 - -
Angka kondisi kerusakan
Luas (%)
Angka kondisi kerusakan
Total angka kerusakan
25 2+400 – 2+500 6,300,000 16,495 3,896
Angka kondisi kerusakan 5 1
Luas (%) 0.262 0.062
Angka kondisi kerusakan 1 1
Total angka kerusakan
26 2+500 – 2+600 4,900,000 3,698 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 0.075
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
27 2+600 – 2+700 4,800,000 37,376 10,860
Angka kondisi kerusakan 5 1
Luas (%) 0.779 0.226
Angka kondisi kerusakan 1 1
Total angka kerusakan
28 2+700 – 2+800 4,800,000 80,130 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 1.669
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
29 2+800 – 2+900 4,800,000 54,850 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 1.143
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan
30 2+900 – 3+000 4,900,000 126,876 -
Angka kondisi kerusakan 5
Luas (%) 2.589
Angka kondisi kerusakan 1
Total angka kerusakan

retak-retak (cracking)
parameter tipe/besar angka
tipe buaya 5
acak 4
melintang 3
memanjang 1
tidak ada 1
lebar >2 mm 3
1-2 mm 2
<1 mm 1
tidak ada 0
luas >30% 3
10-30% 2
<10% 1
tidak ada 0

Jumlah amblas
>5/100 m 4
2-5/100 m 2
0-2/100 m 1
Tidak ada 0

kesimpulan
No. Station Nilai kondisi
1 0+000 - 0+100 4
2 0+100 - 0+200 7
3 0+200 – 0+300 5
4 0+300 – 0+400 5
5 0+400 – 0+500 4
6 0+500 – 0+600 7
7 0+600 – 0+700 5
8 0+700 – 0+800 4
9 0+800 – 0+900 5
10 0+900 – 1+000 4
11 1+000 – 1+100 2
12 1+100 – 1+200 4
13 1+200 – 1+300 5
14 1+300 – 1+400 4
15 1+400 – 1+500 3
16 1+500 – 1+600 4
17 1+600 – 1+700 4
18 1+700 – 1+800 5
19 1+ 800 – 1+900 3
20 1+ 900 – 2+000 5
21 2+000 – 2+100 4
22 2+100 – 2+200 4
23 2+200 – 2+300 6
24 2+300 – 2+400 6
25 2+400 – 2+500 6
26 2+500 – 2+600 5
27 2+600 – 2+700 4
28 2+700 – 2+800 5
29 2+800 – 2+900 4
30 2+900 – 3+000 5

3 Nilai Kondisi
Segmen Konstanta Kelas LHR
Jalan
1 17 7 4
2 17 7 7
3 17 7 5
4 17 7 5
5 17 7 4
6 17 7 7
7 17 7 5
8 17 7 4
9 17 7 5
10 17 7 4
11 17 7 2
12 17 7 4
13 17 7 5
14 17 7 4
15 17 7 3
16 17 7 4
17 17 7 4
18 17 7 5
19 17 7 3
20 17 7 5
21 17 7 4
22 17 7 4
23 17 7 6
24 17 7 6
25 17 7 6
26 17 7 5
27 17 7 4
28 17 7 5
29 17 7 4
30 17 7 5
total angka
4 Segmen Konstanta Kelas LHR
kerusakan
1 17 7 12
2 17 7 19
3 17 7 13
4 17 7 13
5 17 7 12
6 17 7 20
7 17 7 13
8 17 7 11
9 17 7 13
10 17 7 11
11 17 7 4
12 17 7 12
13 17 7 15
14 17 7 11
15 17 7 9
16 17 7 12
17 17 7 10
18 17 7 13
19 17 7 9
20 17 7 13
21 17 7 11
22 17 7 11
23 17 7 16
24 17 7 18
25 17 7 16
26 17 7 13
27 17 7 12
28 17 7 15
29 17 7 11
30 17 7 13

No. Station
Retak Buaya Retak Memanjang
5
1 0+000 - 0+100
2 0+100 - 0+200
3 0+200 – 0+300
4 0+300 – 0+400
5 0+400 – 0+500
6 0+500 – 0+600
7 0+600 – 0+700
8 0+700 – 0+800
9 0+800 – 0+900
10 0+900 – 1+000
11 1+000 – 1+100
12 1+100 – 1+200
13 1+200 – 1+300
14 1+300 – 1+400
15 1+400 – 1+500
16 1+500 – 1+600
17 1+600 – 1+700
18 1+700 – 1+800
19 1+ 800 – 1+900
20 1+ 900 – 2+000
21 2+000 – 2+100
22 2+100 – 2+200
23 2+200 – 2+300
24 2+300 – 2+400
25 2+400 – 2+500
26 2+500 – 2+600
27 2+600 – 2+700
28 2+700 – 2+800
29 2+800 – 2+900
30 2+900 – 3+000
total 22 10

6 No. Station Nilai kondisi


1 0+000 - 0+100 4
2 0+100 - 0+200 7
3 0+200 – 0+300 5
4 0+300 – 0+400 5
5 0+400 – 0+500 4
6 0+500 – 0+600 7 8
7 0+600 – 0+700 5
8 0+700 – 0+800 4
9 0+800 – 0+900 5 7
10 0+900 – 1+000 4
11 1+000 – 1+100 2
12 1+100 – 1+200 4 6
13 1+200 – 1+300 5
14 1+300 – 1+400 4
5
15 1+400 – 1+500 3
16 1+500 – 1+600 4
17 1+600 – 1+700 4
4
18 1+700 – 1+800 5
19 1+ 800 – 1+900 3
20 1+ 900 – 2+000 5 3
21 2+000 – 2+100 4

2
3

22 2+100 – 2+200 4
23 2+200 – 2+300 6 2
24 2+300 – 2+400 6
25 2+400 – 2+500 6
26 2+500 – 2+600 5 1
27 2+600 – 2+700 4
28 2+700 – 2+800 5
29 2+800 – 2+900 4 0
30 2+900 – 3+000 5 0

7 No. Station Urutan prioritas

1 0+000 - 0+100 6
2 0+100 - 0+200 3
3 0+200 – 0+300 5
4 0+300 – 0+400 5
5 0+400 – 0+500 6
6 0+500 – 0+600 3
7 0+600 – 0+700 5
8 0+700 – 0+800 6
9 0+800 – 0+900 5
10 0+900 – 1+000 6
11 1+000 – 1+100 8
12 1+100 – 1+200 6
13 1+200 – 1+300 5
14 1+300 – 1+400 6
15 1+400 – 1+500 7
16 1+500 – 1+600 6
17 1+600 – 1+700 6
18 1+700 – 1+800 5
19 1+ 800 – 1+900 7
20 1+ 900 – 2+000 5
21 2+000 – 2+100 6
22 2+100 – 2+200 6
23 2+200 – 2+300 4
24 2+300 – 2+400 4
25 2+400 – 2+500 4
26 2+500 – 2+600 5
27 2+600 – 2+700 6
28 2+700 – 2+800 5
29 2+800 – 2+900 6
30 2+900 – 3+000 5
8
Retak
Retak Buaya Retak Acak Retak Melintang
Memanjang

untuk celah
kecil kurang
dari 5mm
untuk celah maka
kecil kurang dilakukan
dari 5mm pengisian
maka celah dengan
dilakukan aspal.
pengisian celah Retakan untuk celah kecil
dengan aspal. dibersihkan kurang dari 5mm
Retakan dan ditutup maka dilakukan
dibersihkan untuk pengisian celah
dan ditutup mencegah dengan aspal.
melakukan lapisan untuk infiltrasi air Retakan
taburan aspal dua mencegah ke dalam dibersihkan dan
lapis. Jika celahnya infiltrasi air ke perkerasan. ditutup untuk
kurang dari 3 mm dalam Untuk celah mencegah
sebaiknya bagian perkerasan. yang lebih infiltrasi air ke
yang telah Untuk celah lebar .5 MM dalam
mengalami retak yang lebih MAKA perkerasan. Untuk
akibat air lebar .5 MM DILAKUKAN celah yang lebih
merembes masuk MAKA PEMBANGUN lebar .5 MM
ke lapisan fondasi DILAKUKAN AN KEMBALI MAKA
tanah dibongkar PEMBANGUNA PELAT DILAKUKAN
terlebih dahulu N KEMBALI SECARA PEMBANGUNAN
dan dibuang PELAT SECARA LOKAL KEMBALI PELAT
bagian yang basah, LOKAL PENAMBALA SECARA LOKAL
kemudian dilapisi PENAMBALAN N DI PENAMBALAN DI
lagi dengan bahan DI SELURUH SELURUH SELURUH
yang sesuai. KEDALAMAN. KEDALAMAN. KEDALAMAN.

9 semakin besar nilai kondisi jalan yang ditentukan oleh angka kerusakan pada tiap segmen
Luas (Cm2)

Lebar Retak (mm)


Retak Acak Retak Melintang

- - 4
3

9
10,324 485 4
4 3 3
0.211 0.010
1 1
8
- - 3
3

9
- - 4
3

9
- 245 2
3 2
0.005
1
8
- - 3
3

9
- - 1
2

8
- 456 2
3 2
0.009
1
8
- - 3
3

9
43,432 - 2
4 2
0.905
1
7
- -

36,975 - 3
4 3
0.770
1
8
- - 3
3

9
- 30,870 1
3 2
0.630
1
6
- 520,500 2
3 2
10.844
2
9
92,556 - 3
4 3
1.928
1
8
37,300 - 4
4 3
0.777
1
9
- - 3
3

9
- - 3
3

9
134,341 - 4
4 3
2.067
1
9
- - 1
2

8
- - 1
2

8
- - 3
3

5
21,532 - 2
4 2
0.449
1
7
- - 4
3

9
- - 2
2

8
- - 2
2

8
- - 3
3

9
- - 2
2

8
- - 3
3

alur
kedalaman >20 mm 7
11-20 mm 5
6-10 mm 3
0-5 mm 1
tidak ada 0
tambalan dan lubang
luas >30% 3
20-30% 2
10-20% 1
<10% 0
kekasaran permukaan
jenis disintegration 4
pelepasan butir 3
rough 2
fatty 1
close texture 0

total angka kerusakan nilai kondisi jalan


26-29 9
22-25 8
19-21 7
16-18 6
13-15 5
10-12 4
7-9 3
4-6 2
0-3 1
Urutan
Tindakan yang diambil
Prioritas
6 Program Pemeliharaan Berkala
3 Program Peningkatan
5 Program Pemeliharaan Berkala
5 Program Pemeliharaan Berkala
6 Program Pemeliharaan Berkala
3 Program Peningkatan
5 Program Pemeliharaan Berkala
6 Program Pemeliharaan Berkala
5 Program Pemeliharaan Berkala
6 Program Pemeliharaan Berkala
8 Program Pemeliharaan Rutin
6 Program Pemeliharaan Berkala
5 Program Pemeliharaan Berkala
6 Program Pemeliharaan Berkala
7 Program Pemeliharaan Rutin
6 Program Pemeliharaan Berkala
6 Program Pemeliharaan Berkala
5 Program Pemeliharaan Berkala
7 Program Pemeliharaan Rutin
5 Program Pemeliharaan Berkala
6 Program Pemeliharaan Berkala
6 Program Pemeliharaan Berkala
4 Program Pemeliharaan Berkala
4 Program Pemeliharaan Berkala
4 Program Pemeliharaan Berkala
5 Program Pemeliharaan Berkala
6 Program Pemeliharaan Berkala
5 Program Pemeliharaan Berkala
6 Program Pemeliharaan Berkala
5 Program Pemeliharaan Berkala
Nilai Kondisi Urutan Tindakan yang diambil
Jalan Prioritas
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
7 3 Program Peningkatan
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
7 3 Program Peningkatan
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
2 8 Program Pemeliharaan Rutin
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
3 7 Program Pemeliharaan Rutin
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
3 7 Program Pemeliharaan Rutin
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
6 4 Program Pemeliharaan Berkala
6 4 Program Pemeliharaan Berkala
6 4 Program Pemeliharaan Berkala
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
4 6 Program Pemeliharaan Berkala
5 5 Program Pemeliharaan Berkala
jenis kerusakan
Retak Acak Retak Melintang Pelepasan Butir
7 5 17

Tidak ada hubungannya nomor segmen dengan nilai kondisi jalan atau setiap segmen memiliki kondisi yang cenderung berbed

nomor segmen vs nila


8

2
3

0
0 5 10 15 20

sumbu X = nomor segmen


sumbu y = nilai kondisi

Tidak ada hubungannya nomor segmen dengan nilai prioritas jalan atau setiap segmen memiliki prioritas yang cenderung berb

nom
9

0
0 5 10 15
1

0
0 5 10 15

sumbu X = nomor segmen


sumbu y = nilai urutan prioritas
jenis kerusakan
Pelepasan Butir Kegemukan Disintegrasi/ Depression

dilakukan pembongkaran dan


pelapisan kembali atau dengan
pemberian lapisan tambahan penambahan lapisan diatas lapisan
di atas lapisan yang yang mengalami pelepasan
mengalami pelepasan butir penaburan agregat panas dan berbutir atau pengerukan,
setelah lapisan tersebut kemudian dipadatkan atau lapis aspal perataan, pemadatan dan
dibersihkan dan dikeringkan diangkat dan diberi lapisan penutup pelapisan dengan buras dsb.

gka kerusakan pada tiap segmennya, maka semakin kecil nilai prioritas artinya semakin buruk kondisi jalan, maka jalan tersebut semakin di
Luas (Cm2)

Distress Severity Disintegras


Pelepasan Butir Kegemukan i/
Depression

H 78,970 4,760 -
3 1

3
H - - 8,260
4

4
H - - 76,260
4

4
H 351,000 - -
3

3
M 20,617 - 30,107
3 4

4
H - - 25,960
4

4
L 178,900 - 104,710
3 4

4
M 700,000 - -
3

3
H 1,172,370 - 65,250
3 4

4
M 49,500 - 11,760
3 4

4
127,500 38,500 170,207
3 1 4

4
H 868,540 - 26,700
3 4

4
H 45,288 - -
3

3
L - - 59,306
4
4
M - - -

H - - 71,848
4

4
H - - -

H - 8,874 102,939
1 4

4
H - - -

H - - 12,505
4

4
L 29,920 - -
3

3
L 79,419 5,265 -
3 1

3
H - - 8,260
4

4
M - - 76,312
4

4
H 322,500 - -
3

3
M 20,419 - 29,302
3 4

4
M - - 25,960
4

4
H 171,500 - 102,500
3 4

4
M 700,000 - -
3

3
H 1,186,870 - 65,250
3 4

4
Urutan Prioritas (UP) tindakan yang diambil
0-3 program peningkatan
4-6 program pemeliharaan berkala
>7 program pemeliharaan rutin
tingkat kerusakan terbesar
tingkat kerusakan terkecil

jenis kerusakan
Kegemukan Disintegrasi/ Depression Tambalan Lubang
4 19 23 14

i kondisi yang cenderung berbeda

omor segmen vs nilai kondisi jalan

nomor segmen vs
15 20 25 30 35

iki prioritas yang cenderung berbeda

nomor segmen vs nilai urutan prioritas

15 20 25 30 35
15 20 25 30 35

Tambalan Lubang Amblas Alur

untuk amblas < 5cm


bagian yang amblas diisi
tambalan dibongkar dan lapis dengan bahan yang
pondasi bawah dipadatkan lagi sesuai lapen, lataston,
lalu ditambal, perbaikan laston untuk amblas
sementara dapat dilakukan yang > 5 cm bagian yang pemberian
dengan menambalkan amblas dibongkar dan lapisan
perkerasan yang rusak di dilakukan pembongkaran dan pelapisan dilapisi kembali dengan tambah
permukaan. kembali lapis yang sesuai yang sesuai

n, maka jalan tersebut semakin diprioritaskan untuk diambil program/tindakan yang sesuai berdasarkan jenis kerusakan dan tingkat keparah
Jumlah
Amblas/10 Kedalaman Total Nilai
Distress
Jumlah 0 m dan Alur Angka Konsdisi
Tambalan Lubang Severity
Lubang kedalaman (mm) Kerusakan Jalan
(cm)

36,312 262,978 65 M - -

0.757 5.479 12 4
0 0
0
8,851 65,959 5 M - 22
7
0.181 1.346 19 7
0 0
0 7
4,940 110,003 35 H - -

0.103 2.292 13 5
0 0
0
8,670 9,416 2 M 2/ 4 -
1
0.181 0.196 13 5
0 0
0 1
8,910 235,119 53 L - -
0.182 4.798
12 4
0 0
0
2,714 5,332 1 M 3/ 3 14
0.055 0.109 2 5
20 7
0 0
0 2 5
3,915 10,904 3 L 1/ 5 -
0.080 0.223 1
13 5
0 0
0 1
14,675 34,944 6 M - -
0.299 0.713
11 4
0 0
0
6,160 7,668 2 M - -
0.126 0.156
13 5
0 0
0
11,754 2,280 1 L - -
0.245 0.048
11 4
0 0
0
- - L - -

4 2

- - H - -

12 4

- - M - 7
3
15 5

3
8,962 8,605 4 L 1/ 6 -
0.183 0.176 1
11 4
11 4
0 0
0 1
3,685 - L - -
0.077
9 3
0
0
12,348 - M - -
0.257
12 4
0
0
2,898 - M - 4
0.060 1
10 4
0
0 1
- 4,160 2 H - -
0.087
13 5
0
0
13,512 59,700 45 H - -
0.282 1.244
9 3
0 0
0
- 103,084 65 H - -
1.586
13 5
0
0
- L - -

11 4

40,107 243,400 74 L - -
0.617 3.745
11 4
0 0
0
8,851 64,900 34 M - 23

16 6
0.184 1.352 7
16 6
0 0
0 7
- 110,003 35 L 3/ 3 13
2.292 2 5
18 6
0
0 2 5
9,720 8,796 3 M 6/ 3 -
0.154 0.140 4
16 6
0 0
0 4
8,250 230,860 97 L 1/4 -
0.168 4.711 1
13 5
0 0
0 1
2,714 6,340 3 L - -
0.057 0.132
12 4
0 0
0
3,915 10,904 5 M 3/ 4 10
0.082 0.227 2 3
15 5
0 0
0 2
14,675 34,010 12 L - -
0.306 0.709
11 4
0 0
0
6,160 7,848 4 M - -

0.126 0.160 13 5
0 0
0
Amblas Alur
8 7

nomor segmen vs nilai kondisi jalan


nomor segmen vs nilai urutan prioritas

35
35

sakan dan tingkat keparahannya.