Vous êtes sur la page 1sur 12

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP

KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT


Dr. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2017

Megawati
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Dosen Politeknik Kesehatan Jurusan Keperawatan
hj.Megawati1963@gmail..com.

ABSTRACT

The quality of health service at Dr. Pirngadi Hospital Medan is determined by the
human resources quality including the nurses. The nurses performance is affected by
internal and external factors. The objective of this research is to analyse the effect of
individual characteristics upon the nurses performance. The population is 96 nurses who
had been working for at least 2 years as Civil Servants in the patient wards. Their
qualification is Sekolah Perawat Kesehatan (Nursing School) and D3 Keperawatan
(Academy of Nursing). This cross-sectional-study uses chi-square tests and logistic-
regression.
It is found out that there is a significant proportional difference between the nurses
age and quantity of work; between the nurses sex and job quality; between the nurses sex
and quantity of work; between the nurses sex and cost effectiveness; between the nurses age,
sex and initiatives; between education and quality of work; between education and cost
efectiveness; between the length of work and quality of work; between the length of work
and quantity of work; between the length of work and cost effectiveness; between the length
of work and initiatives; between job placement and quantity of work.
The result of logistic regression shows that sex and education has the biggest effect
upon the nurses performance. The recruitment of female nurses with Akper qualification
may improve the performance. Sex and education is the most influential factors upon the
performance. It is worth to increase the nurses performance through education and training
which is supported by the hospital policy and management.

Key words: Individual Characteristics, Performance, Nurses

PENDAHULUAN pelayanan kesehatan untuk memberikan


Pembangunan kesehatan akses kepada semua orang, dengan
bertujuan untuk menciptakan kesadaran, mutu pelayanan yang lebih baik.
kemauan dan kemampuan setiap orang Kondisi ini pula yang kemudian
untuk hidup sehat, sehingga dapat dicanangkan dalam visi Indonesia sehat
mewujudkan derajat kesehatan yang 2010.
optimal dalam kehidupannya. Dalam visi Indonesia sehat
Untuk mencapai tujuan tersebut, 2010, disebutkan bahwa pelaksanaan
kebijaksanaan pembangunan kesehatan pembangunan di bidang kesehatan tidak
tetap diarahkan kepada upaya lagi dilakukan secara sentralisasi tetapi
pemerataan dan peningkatan mutu desentralisasi, kesehatan tidak hanya

Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017 | 1


untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kualitas dalam suatu organisasi. Kinerja
tetapi menjadi hak azasi manusia dan dapat merupakan penampilan individu
kesehatan tidak lagi menipakan atau kelompok kerja pegawai (Ilyas,
konsumsi tetapi investasi sumber daya 1997). Penampilan hasil karya tidak
manusia serta pembangunan kesehatan terbatas kepada personal yang
tidak lagi menduduki urutan terakhir memangku jabatan fungsional maupun
tetapi prioritas mama (Depkes RI, siruktural, tetapi juga kepada seluruh
2000). jajaran personel dalam organisasi.
Rumah sakit sebagai salah satu Untuk mengetahui faktor-faktor yang
institusi pelayanan kesehatan harus mempengaruhi (determinan) kinerja
merespon dan proaktif dalam memenuhi personel. Gibson (1987) mengadakan
kebutuhan pelayanan kesehatan yang peneltian dengan mendapatkan bahwa
dan terjangkau oleh masyarakat. Mutu ada tiga kelompok variabel yang
pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi mempengaruhi perilaku kerja dan
oleh kualitas sarana fisik, jenis tenaga kinerja, yaitu variabel karakteristik
yang tersedia, obat, alat-alat kesehatan, individu, karakteristik pekerjaan,
sarana penunjang lainnya, proses karakteristik lingkungan kerja.
pemberi pelayanan dengan kompensasi Dari ketiga kelompok variabel
yang diterima oleh perawat. Hal ini diatas karakteristik individu merupakan
merupakan tantangan yang harus yang sangat penting karena terkait
ditanggapi secara positif, salah satunya minat (interest), sikap (attitudes),
yaitu dengan meningkatkan kemampuan bcbotuhan (needs) (Muchlas (1998),
SDM kesehatan sebagai sehingga penulis tertarik untuk variabel
pengelola/pemberi pelayanan kesehatan. karakteristik individu yang
Sumber daya manusia rumah sakit yang mempengaruhi perilaku kerja yang pada
bermutu harus selalu mengikuti dan akhirnya akan berpengaruh terhadap
menguasai perkembangan ilmu kinerja personel. Perilaku kerja yang
pengetahuan dan teknologi serta berhubungan dengan kinerja adalah
menerapkan nilai-nilai moral dan etika yang berkaitan dengan tugas-tugas
(Depkes RI, 1999). pekerjaan yang harus diselesaikan untuk
Kinerja adalah penampilan hasil mencapai sasaran suatu jabatan atau
karya personel baik kuantitas maupun

2 Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017


tugas melalui uraian tugas personel karena itu kinerja perawat selalu dinilai
(Ilyas, 1997 : 56). oleh klien sebagai penerima asuhan
Selain itu tercapainya kepuasan keperawatan sebagai upaya
klien terhadap asuhan keperawatan mempertahankan dan atau memperbaiki
selama dalam perawatan yang ditandai pelayanan keperawatan yang diberikan.
dengan adanya laporan klien mengenai Menurut Bower, dkk (1994), faktor-
pelayanan yang bermutu (pernyataan faktor kepuasan klien dikategorikan atas
kepuasan) terhadap kenyamanan, enam unsur yaitu caring,
kecepatan pelayanan, keramahan dan komunikasi/hubungan, reliabilitas
perhatian (Krowinski, 1996). Semakin pelayanan, kemudahan (accesibility),
sempurna pemenuhan kepuasan mengenal konsumen dan keianggapan
tersebut, makin baik pula penilaian (responsiveness). Selain itu kepuasan
klien akan pelayanan yang yang mengacu pada penerapan kode
diselenggarakan. Namun suatu etik dan standar pelayanan meliputi
pelayanan sekalipun dinilai dapat ukuran terhadap hubungan pemberi dan
memuaskan klien, tetapi apabila penerima jasa pelayanan, kenyamanan
penyelenggaraannya tidak sesuai pelayanan taminities), kebebasan
dengan kode etik dan standar bukanlah melakukan pilihan (choice),
pelayanan yang bermutu (Azwar. pengetahuan dan kompetensi teknis,
1996:26). efektivitas pelayanan (effectiveness) dan
Klien sebagai individu dalam keamanan tadakan (safety). Dalam
bersikap terhadap stimulus (asuhan penerapannya, Nursing Division of
keperawatan) sangat dipengaruhi oleh Luther Hospital, tail Calire melihat
karakteristik individu, latar belakang kepuasan klien dari sisi perhatian
snsial/pengalaman, ekonomi, budaya perawat, komunikasi poawat, emosional
dan pendidikan (Azwar, 1996) yang support perawat dan confidentiality
akan memberikan ungkapan kepuasan perawat (Leeboy, 1991 : 43).
yang bersifat subyektif (Saifuddin,
1998:15), namun Lindal-Pelz PERUMUSAN MASALAH
mengungkapkan kepuasan tersebut Berdasarkan uraian di atas
merupakan evaluasi positif terhadap tentang variabel yang mempengaruhi
dimensi pelayanan keperawatan. Oleh kinerja maka perumusan masalah

Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017 | 3


penelitian adalah: Apakah ada pengaruh penyusunan kebijakan manajerial
faktor karakteristik individu terhadap rumah sakit, khususnya terkait
kinerja perawat di RSU. DR. Pirngadi dengan kinerja perawat.
Medan. 2. Bagi perawat
Sebagai bahan masukan agar
TUJUAN PENELITIAN perawat lebih mengetahui faktor-
Tujuan Umum faktor kinerja perawat untuk
Untuk menganalisis pengaruh meningkatkan mutu pekerjaan di
karakteristik individu terdadap kinerja rumah sakit sesuai dengan harapan
perawat di RSU Dr. Pirngadi Medan. yang diinginkan.
Tujuan Khusus 3. Bagi pemerintah daerah
1. Menganalisis karakteristik individu Menjadi bahan masukan bagi
(umur, jenis kelamin, pendidikan, pemerintah daerah kota Medan dan
lama kerja dan penempatan kerja) bahan pertimbangan bagi
perawat di RSU Dr Pirngadi Medan. kepentingan evaluasi kerja RSU Dr.
2. Menganalisis kinerja (mutu Pirngadi Medan maupun serta
pekerjaan, jumlah pekerjaan, menjadi pertimbangan rekruitmen
efektivitas biaya dan inisiatif) maupun pengembangan karir
perawat di RSU Dr Pirngadi Medan. perawat.
3. Menganalisis proporsi perawat 4. Manfaat Akademis
menurut karakteristik individu Hasil penelitian ini diharapkan
dan kinerja perawat di RSU Dr menambah wawasan bagi peneliti
Pirngadi Medan. lain guna pengembangan ilmu
4. Menganalisis pengaruh karakteristik tentang faktor kinerja perawat di
individu terhadap kinerja perawat di rumah sakit Pirngadi Medan.
RSU Dr Pirngadi Medan.
METODE PENELITIAN
MANFAAT PENELITIAN Rancangan penelitian ini
1. Bagi Direktur RSU Dr. Pirngadi dengan metode cross sectional yaitu
Medan hasil penelitian ini penelitian yang dilakukan sesaat
diharapkan menjadi masukan dan dalam menguji pengaruh variabel
informasi yang berguna bagi independen (karakteristik individu)

4 Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017


terhadap variabel dependen (kinerja) dengan menggunakan chi-square pada
pada waktu bersamaan. derajat kepercayaan 95%. Bila p < 0.05
Alat yang digunakan adalah berarti hasil perhitungan statistik
kuesioner dengan jawaban pertanyaan bermakna (signiflkan) dan bila nilai p >

menggunakan skala likert pada 0.05 berarti hitungan statistik tidak

variabel independen (karakteristik bermakna. Analisis bivariat juga

individu) dan variabel dependennya dilakukan untuk melihat pengaruh


variabel karakteristik terhadap variabel
(kinerja), juga didukung oleh
kinerja, dengan menggunakan uji
observasi langsung terhadap objek
regresi logistik (Logistic Regression)
penelitian pada saat melaksanakan
pada derajat kepercayaan 95%. Bila p <
pelayanan keperawatan.
0.05 berarti hasil perhitungan statistik
bermakna (signiflkan) dan bila nilai p >
ANALISA DATA
0.05 berarti hitungan statistik tidak
Analisis Univariat
bermakna.
Dilakukan untuk mengetahui
distribusi frekuensi dari masing-masing
Analisis Multivariat
variabel independen yaitu karakteristik
Analisa ini dilakukan untuk
individu (umur, jenis kelamin,
mengetahui variabel independen
pendidikan, lama kerja dan penempatan
(karakteristik individu) yang paling
kerja) dan kinerja perawat (mutu
besar pengaruhnya terhadap variabel
pekerjaan, jumlah pekerjaan, efektivitas
dependen (kinerja), uji yang digunakan
biaya dan inisiatif) di lingkungan kerja
adalah regresi logistik sebagai lanjutan
dengan variabel dependen yaitu kinerja
dari uji regresi logistik bivariat. Sebagai
perawat di RSU Dr. Pirngadi Medan.
syarat uji multivariat adalah: variabel
yang layak diuji secara multivariat
Analisis Bivariat
adalah variabel yang pada uji bivariat
Merupakan analisis melihat
mempunyai nilai dignifikan (p) < 0,025.
proporsi antara variabel independen
Apabila pada uji bivariat tidak ada
(karakteristik individu) dengan variabel
diperoleh variabel dengan nilai
dependen (kinerja) yang diduga berbeda
dignifikan (p) < 0,025 maka tidak perlu
untuk masing-masing variabel
dilakukan uji multivariat.
karakteristik dengan variabel kinerja,

Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017 | 5


HASIL PENELITIAN Tabel 1 Karakteristik Responden berdasarkan
Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan,
Pengambilan data ini dilakukan
Lama kerja dan Tempat Kerja
di RS. Pirngadi Medan yang
dilaksanakan pada tanggal 15 April
2016 s/d 30 April 2017.
Data primer menilai
karakteristik individu, umur, jenis
kelamin, pendidikan, lama kerja dan
penempatan kerja, dihubungkan dengan
kinerja perawat di ruangan rawat inap
RSU. dr. Pirngadi Medan.
Penilaian kinerja keperawatan
dilakukan langsung observasi terhadap
responden menggunakan daftar tilik
yang berisikan kenyataan pelayanan
pada saat perawat bertugas, sedangkan
Untuk mendapatkan gambaran
data primer pada karakteristik individu
distribusi umur responden dibagi
umur, jenis kelamin, pendidikan, lama
kedalam dua kelompok berdasarkan
kerja dan penempatan kerja dengan
kategori umur dapat diketahui sebaran
melakukan wawancara terhadap
kelompok umur 36 - 54 tahun
responden. Sampel penelitian ini
jumlahnya lebih banyak dibandingkan
sejumlah 96 responden, merupakan total
umur 20-35 tahun, hal ini kemungkinan
populasi dari perawat yang bertugas
bertambahnya usia seseorang semakin
lebih dari 2 (dua) tahun di ruangan
berkualitas kinerjanya dengan bertindak
rawat inap. Paru, Interna Pria, Interna
lebih hati-hati, memiliki rasa tanggung
Wanita, R. KBG Umum, RPI, Intensif,
jawab lebih tinggi dalam melaksanakan
R XY, R Terpadu, Polimata RSU Dr.
tugasnya. Jenis kelamin responden
Pirngadi Medan.
dalam penelitian ini lebih banyak

Distribusi Karakteristik Responden perempuan dibandingkan laki-laki, hal

Berikut ini hasil penelitian berdasarkan ini sesuai dengan sejarah awal profesi

karakteristik responden dapat dilihat keperawatan yang dimulai dari Florence

pada tabel berikut: nightingale yang mulanya sebagai

6 Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017


pekerjaan yang didasari kasih sayang Tabel 2 Distribusi Kinerja Responden
Menurut Mutu, Jumlah Pekerjaan,
seorang ibu atau perempuan. Untuk
Efektivitas Biaya dan Inisiatif di
melihat tingkat pendidikan Ruang Rawat Inap RSU Dr.
Pirngadi Medan Tahun 2017
dikategorikan kedalam dua kelompok,
yaitu jenjang pendidikan perawat
menengah (SPK) dan jenjang
pendidikan tinggi (D III/Akper). Hasil
yang diperoleh menunjukkan bahwa
lebih banyak responden dengan latar
belakang pendidikan Sekolah Perawat
Kesehatan (SPK) dan sisanya Akper / D
III keperawatan. Lama kerja responden
di bagi ke dalam dua kategori yaitu Dari tabel diatas diketahui
responden dengan lama kerja 1-15 gambaran kinerja perawat berdasarkan
tahun lebih banyak dari lebih dari 15 variabel mutu pekerjaan pada kategori
tahun kerja. Penempatan kerja tidak baik sebesar (51,2%), demikian
responden berdasarkan ruang kerja, juga dengan jumlah pekerjaan pada
tidak sesuai dan sesuai dapat diketahui kategori tidak sesuai (61,5%),
jumlah lebih banyak yang mengatakan efektifitas biaya pada kategori tidak
sesuai dibandingkan yang tidak sesuai. efektif (55,2%), serta inisiatif pada
kategori rendah (52,1%).
Kinerja Perawat
Untuk mengukur kinerja Tabel 3 Proporsi Responden menurut
Umur dan Mutu Pekerjaan
perawat di ruang rawat inap RSU. Perawat di Ruang Rawat Inap
Pirngadi Medan yang terdiri dari mutu RSU Dr. pirngadi Medan Tahun
2017
pekerjaan, jumlah pekerjaan, efektifitas
biaya dan inisiatif jumlah serta
persentase responden berdasarkan
kategori variabel kinerja dapat dilihat
pada tabel 2 berikut ini:

Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017 | 7


Tabel 4 Proporsi Responden menurut sebesar 50,72%. Dengan demikian
Umur dan Jumlah Pekerjaan
secara persentase dapat dikatakan
Perawat di Ruang Rawat Inap
RSU Dr. Pirngadi Medan bahwa perawat di ruang rawat inap di
Tahun 2017
rumah sakit umum Dr. Pirngadi Medan
mempunyai inisiatif yang tinggi lebih
besar pada umur 35-54 tahun
dibandingkan dengan umur 20-35
tahun.
Tabel 6 Proporsi Responden Menurut
Tabel 5 Proporsi Responden menurut Umur dan Inisiatif Perawat di
Umur dan Efektifitas Biaya di Ruang Rawat Inap RSU Dr.
Ruang Rawat Inap RSU Dr. Pirngadi Medan Tahun 2017
Pirngadi Medan Tahun 2017

Tabulasi silang antara umur Tabel 7 Proporsi Responden Menurut


Jenis Kelamin dan Mutu
perawat di ruang rawat inap di Rumah
Pekerjaan Perawat di Ruang
Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan Rawat Inap RSU Dr. Pirngadi
Medan Tahun 2017
dengan inisiatif, terdapat kecenderungan
perawat pada kelompok yaitu umur 20-
35 tahun mempunyai inisiatif yang lebih
rendah dibandingkan dengan perawat
pada kelompok umur 35-54 tahun. Pada
umur 20-35 tahun, dari 27 orang
perawat, sebanyak 11 orang perawat Tabulasi silang antara jenis
yang mempunyai inisiatif yang tinggi, kelamin perawat di ruang rawat inap di
dengan proporsi sebesar 40,74%. Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi
Sedangkan kelompok umur 35-54 Medan dengan jumlah pekerjaan,
tahun, dari 69 orang perawat, sebanyak terdapat kecenderungan perawat yang
39 orang perawat yang mempunyai perempuan mempunyai jumlah
inisiatif yang tinggi, dengan proporsi pekerjaan yang lebih sesuai

8 Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017


dibandingkan dengan perawat laki-laki. Tabel 9 Proporsi Responden menurut
Jenis Kelamin dan Efektivitas
Perawat yang perempuan sebanyak 74
Biaya di Ruang Rawat Inap
orang perawat, dari jumlah tersebut RSU Dr. Pirngadi Medan
Tahun 2017
sebanyak 51 orang yang mempunyai
jumlah pekerjaan pada kategori sesuai,
dengan proporsi sebesar 68,92%.
Sedangkan perawat yang laki-laki, dari
sebanyak 22 orang, hanya 8 orang yang
mempunyai jumlah pekerjaan kategori
sesuai, dengan proporsi sebesar 36,36%.
Tabulasi silang antara jenis
Dengan demikian secara persentase
kelamin perawat di ruang rawat inap di
dapat dikatakan bahwa perawat yang
Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi
mempunyai jumlah pekerjaan kategori
Medan dengan inisiatif, terdapat
sesuai lebih besar pada perawat dengan
kecenderungan perawat yang
jenis kelamin perempuan dibandingkan
perempuan mempunyai inisiatif yang
perawat yang laki-laki.
lebih tinggi dibandingkan dengan
Tabel 8 Proporsi Responden menurut
Jenis Kelamin dan Jumlah perawat laki-laki. Dari 74 orang perawat
Pekerjaan Perawat di Ruang
perempuan sebanyak 45 orang yang
Rawat Inap RSU Dr. pirngadi
Medan Tahun 2017 mempunyai inisiatif yang tinggi, dengan
proporsi sebesar 60,81%. Sedangkan
perawat yang laki-laki, dari sebanyak 22
orang, hanya 5 orang yang mempunyai
inisiatif yang tinggi, dengan proporsi
sebesar 22,73%.
Hasil uji statistik Chi-Square
dengan Continuity Correction Test
diperoleh nilai P = 0,004 (p < 0,05)
dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan
proporsi yang signifikan antara jenis
kelamin perawat dengan inisiatif
perawat di Ruang Rawat Inap RSU Dr.
Pirngadi Medan, karena persentase

Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017 | 9


perawat yang mempunyai inisiatif yang menunjukkan ada perbedaan proporsi
tinggi lebih besar pada perawat dengan yang bermakna (p = 0,000), hal ini
jenis kelamin perempuan dibandingkan didukung dengan adanya
perawat yang laki-laki (Tabel 10). kecenderungan bahwa perawat dengan
jenis kelamin perempuan lebih mampu
Tabel 10 Proporsi Responden menurut
melakukan pelayanan keperawat dengan
Jenis Kelamin dan Inisiatif
Perawat di Ruang Rawat Inap baik dibandingkan perawat yang laki-
RSU Dr. pirngadi Medan
laki di ruang rawat inap RSU Dr.
Tahun 2017
Pirngadi Medan.

2. Karakteristik Individu dengan


Jumlah Pekerjaan
Hasil penelitian sejalan dengan
penelitian Gibson (2000) dan Soetjipto
dkk (2002), menyatakan bahwa
PEMBAHASAN penempatan kerja dengan kinerja
1. Karakteristik Individu dengan
Mutu Pekerjaan mempengaruhi kinerja terbukti dalam
Sebenarnya pembentukan penelitian ini, artinya seseorang perawat
karakter yang baik ini diperlukan waktu yang ditempatkan pada unit kerja yang
yang sangat panjang, bahkan harus sesuai dengan kemampuan yang
sedari kecil, artinya pertambahan umur dimilikinya akan menunjukkan kinerja
seseirang biasanya akan membentuk yang baik.
karakter yang lebih terarah.
Jenis kelamin responden 3. Karakteristik Individu dengan
ternyata lebih banyak perempuan Efektifitas Biaya
daripada laki-laki yaitu 27 orang Menurut Ilyas (2001) penilaian
(36,48%). Hal ini sesuai dengan sejarah kinerja adalah “suatu proses menilai
awal dari profesi keperawatan yang hasil karya personal dalam suatu
dimulai dari Florence nightingale yang organisasi melalui instrument kinerja
memulainya sebagai pekerjaan yang dan pada hakikatnya merupakan suatu
didasari kasih sayang seorang ibu atau evaluasi terhadap penampilan kerja
perempuan. Hasil analisa Chi-Square

10 Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017


personel dengan membandingkan 3. Karakteristik individu yang berbeda
dengan standar baku penampilan. secara signiflkan dengan efektifitas
Sesuai dengan pendapat Irman biaya adalah jenis kelamin,
(2003) yang menyatakan keperawatan pendidikan dan lama kerja.
sebagai profesi mengharuskan 4. Karakteristik individu yang berbeda
pelayanan keperawatan diberikan secara secara signiflkan dengan inisiatif
professional oleh perawat dengan perawat adalah jenis kelamin dan
kompetensi yang memenuhi standard an lama kerja.
memperhatikan kaidah etik dan moral 5. Jenis kelamin dan pendidikan
sehingga masyarakat menerima merupakan faktor karakteristik yang
pelayanan dan asuhan keperawatan paling besar pengaruhnya terhadap
yang bermutu. kinerja.

KESIMPULAN DAN SARAN


Saran
Kesimpulan
Dari hasil penelitian tentang 1. Bagi Perawat
analisis pengaruh faktor karakteristik Perlu dilakukan pelatihan atau
individu terdadap kinerja perawat di kursus tentang asuhan keperawatan
RSU. Dr. Pirngadi Medan disimpulkan di ruangan bagi perawat, sehingga
sebagai berikut: mampu meningkatkan kinerja dan
1. Karakteristik individu yang berbeda kerjasama antara sesama perawat
secara signiflkan dengan mutu maupun perawat dengan tenaga
pekerjaan perawat di ruang rawat kesehatan lain yang bertugas di
inap Dr. Pirngadi Medan adalah ruangan.
jenis kelamin, pendidikan dan lama 2. Bagi Kepala Badan RSU Dr. Pirngadi
kerja. Medan
2. Karakteristik individu yang berbeda a. Memprioritaskan untuk
secara signiflkan dengan jumlah melanjutkan pendidikan,
pekerjaan perawat di ruang rawat pelatihan dan pengembangan
inap Dr. Pirngadi Medan adalah karier bagi perawat berprestasi.
umur, jenis kelamin, lama kerja dan b. Menjalin hubungan kerjasama
penempatan kerja. antara tenaga kesehatan yang
saling menghargai, hubungan

Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017 | 11


yang harmonis antara atasan dan Perawat di RS Hasan Sadikin,
bawahan, sehingga merasakan Bandung, 1987.
Ilyas, 1997. Kinerja Teori, Penilaian
bahwa bagian dari kelompok Dan Penelitian. Fakultas
kerja dan saling mendukung Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia. Jakarta.
dalam tim pelayanan di rumah Krowiski, 1996. Program Menjaga
sakit. Mutu Pelayanan Kesehatan,
Yogyakarta.
c. Memberikan umpan balik Leeboy W. Erson C.J. 1991. The
terhadap hasil kerja, adanya Health Core Managers Guide
To Continous.
variasi tugas, menciptakan Muchlas, M. 1998. Prilaku Organisasi
lingkungan kerja yang harmonis Jilid I, Edisi I, Magister
Managemen Rumah Sakit,
antara sesama perawat, dan Universitas Gajah Mada,
adanya pelaksanaan sistim Yogyakarta.
Saifuddin, 1998, Evaluasi Terhadap
imbalan/penghargaan yang adil Pelayanan Keperawatan,
dan terbuka. Jakarta. Siagian, S. P., 1995.
Teori Motivasi dan
3. Bagi Peneliti Lain Aplikasinya, Jakarta; Bina
Perlu dilakukan penelitian lebih Aksara. Simon, R. 1993.
Performance Measurement
lanjut mengenai kinerja perawat di and Control System.
ruang rawat inap dengan variabel
yang lebih luas. Hal ini dianggap
penting untuk meningkatkan kinerja
perawat di RSU Dr. Pirngadi
Medan.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Azwar, 1996. Pengantar
Administrasi Kesehatan,
Jakarta; Binarupa Aksara.
Depkes RI, 1999. Pedoman Kinerja
Puskesmas, Jilid I, Jakarta.
_________, 2000. Paradigma
Indonesia 2010, Visi dan Misi,
Menuju Indonesia Sehat,
Jakarta.
Gibson, Faktor-faktor Mempengaruhi
Prilaku Kerja dan kinerja

12 Jurnal JUMANTIK Volume 2 nomor 1, Mei 2017