Vous êtes sur la page 1sur 15

REVITALISASI AGAMA DI SULUT(KASUS STUDI

KELOMPOK ALIRAN SYIAH DI MANADO)


Ali Amin
Dosen Institut Agama Islam Negeri Manado
ali.amin@gmail.com

Abstract. This study discusses the social history and development of Shiite groups in
Manado. It is known in Manado that there are Shi'ite religious groups with various
organizations. This study wants to answer the question: how come and the development of
Shi'ite followers in Manado. Start when it comes and develops. Who are the characters,
and how they relate to similar flow groups in Indonesia. Through the method of
observation and in-depth interviews with various parties involved in Manado and
surrounding areas, this research found several important things including: the
understanding or ideological thinking of the Shi'a sect has basically been accepted since
the development of Islamic activism which was rolled out after the 1979 Iranian
revolution. became a religious organization along with the opening of the taps of political
reform in Indonesia, precisely in 2005 when the Shiite-based study groups began to
develop in Manado. The acceptance of this group is mainly due to emotional closeness both
in terms of kinship or other social relations between the group figures and their followers.
The acceptance of this group is also due to the phenomenon of "curiosity" about the new
flow that is opposed but it actually makes new followers get a new "interesting"
understanding in religion. Meanwhile, the refusal of the sect was due to unbalanced
information from actual Shiite sources. The Shi'a sect in Manado is not in an extreme Shia
category that infiltrates, opposes and spread hatred towards other Islamic groups. With
these findings, this study recommends that the Shiite sect is not a scourge or threat to
Muslims in North Sulawesi. In fact, they must be embraced to cooperate in advancing
Muslims in this region. Differences in furu or non-fundametal understandings should not
be used as an excuse to marginalize this group of Muslims in Manado, North Sulawesi..
Keywords: Syiah, Manado.
Abstrak. Penelitian ini mendiskusikan tentang sejarah sosial dan perkembangan
kelompok Syiah di Manado. Diketahui di Manado terdapat aliran kelompok keagamaan
Syiah dengan berbagai organisasinya. Penelitian ini ingin menjawab pertanyaan:
bagaimana datang dan berkembangnya penganut aliran Syiah di Manado. Mulai kapan
datang dan berkembang. Siapa tokoh-tokohnya, dan bagaimana keterkaitannya dengan
kelompok aliran serupa di Indonesia. Melalui metode observasi dan wawancara
mendalam dengan berbagai pihak yang terkait di Manado dan sekitarnya, penelitian ini
menemukan beberapa hal penting di antaranya : pemahaman atau pemikiran ideologis
aliran Syiah pada dasarnya sudah diterima sejak berkembangnya aktivisme islam yang di
gulirkan pasca revolusi Iran 1979. Namun baru berkembang menjadi organisasi
keagamaan bersamaan dengan dibukanya kran reformasi politik di Indonesia, tepatnya
tahun 2005 saat mulai berkembangnya kelompok-kelompok pengajian berpaham Syiah
di Manado. Penerimaan yang terjadi terhadap kelompok ini utamanya karena kedekatan
emosi baik secara kekerabatan atau hubungan sosial lainnya antara figur-figur kelompok
tersebut dengan para pengikutnya. Penerimaan terhadap kelompok ini juga karena
fenomena “penasaran” terhadap aliran baru yang ditentang tapi justru membuat

44
REVITALISASI AGAMA DI SULUT (STUDI KASUS KELOMPOK ALIRAN SYIAH DI MANADO -- Ali Amin

pengikut baru mendapatkan pemahaman baru yang “menarik” dalam beragama.


Sementara itu, penolakan-penolakan terhadap kelompok aliran ini lebih disebabkan
karena informasi yang tidak seimbang dari sumber-sumber Syiah yang sebenarnya.
Kelompok aliran Syiah di Manado bukan dalam kategori syiah ekstrim yang
mengkafirkan, memusuhi, dan menyebarkan kebencian terhadap kelompok Islam lainnya.
Dengan temuan ini, penelitian ini merekomendasikan agar kelompok aliran Syiah tidak
dijadikan momok atau ancaman bagi umat Islam di Sulawesi Utara. Bahkan harus
dirangkul untuk bekerja sama dalam memajukan umat Islam di Wilayah ini. Perbedaan
pemahaman yang bersifat furu atau bukan fundametal janganlah dijadikan alasan
unntuk meminggirkan kelompok ini dari bagian umat Islam di Manado Sulawesi Utara.
Keywords: Syiah, Manado.

45
JURNAL POTRET --Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam – Vol. 21, No. 2, Juli - Desember 2017

Pendahuluan Aliran syiah di Indonesia


Di Sulawesi Utara (Sulut), mungkin mempunyai banyak rupa. Ada yang
sedikit aneh bahwa meski Islam adalah menyebutnya Syiah murni, ada juga yang
agama tapi tidak menjadi masalah bagi menyebutnya Ahlul Bait ada yang
komunitas aliran Syiah untuk menamakan IJABI Ada wajah trans-
mengembangkan paham keagamaannya. nasionalnya, ada pula yang sudah
Sebagaimana banyak penelitian terdomestikasikan.4 Adalah hal yang angat
menyimpulkan, komunitas Syiah di Sulut
1 menarik untuk mengetahui “jenis” dan
sebagai minorotas dalam minoritas mirip karakteristik aliran Syiah yang
kedudukannya dengan komunitas Syiah di berkembang di Sulawesi Utara. Dalam
Eropa, Amerika atau Singapura di mana konteks keberadaannya di daerah
mereka tumbuh di tengah minoritas minoritas Muslim, apakah kelompok Islam
Muslim. Jika mereka mendapatkan di Sulut lebih berwarna trans-nasional
pantauan dan resistensi dari kelompok atau warna lokal. Warna trans-
Islam mainstream (sunni) karena nasionalnya berarti aliran Syiah yang di
perbedaan ideologi dan politik mereka.2 deskripsikan oleh Amin Jamaluddin
Pertanyaan yang melatar-belakangi sebagai “Iranisasi” secara global.5 Wajah
penelitian ini apakah kondisi serupa lokal maksudnya alirann Syiah yang
terjadi dengan komunitass Syiah di Sulut terdomestikai dengan kontek lokalitas
yang sudah terpelihara dengan baik. Sulawesi Utara.
Sebaliknya jika tidak mengapa? Sulawesi Utara terutama Kota
Doktrin imamah Syiah hingga ritual Manado dapat di anggap kiblat dan pintu
ibadah yang berpusat di Iran, membuat modernisasi dan globalisasi kota-kota lain
banyak ulama dan pimpinan agama di di kawasan Indonesia timur. Lokasinya
Indonesia memasukan Syiah dalam yang berada di kawasan penghubung atau
aliran agama yang sesat.3 Kelompok sesat (hub) jalur perdagangan internasional,
umumnya didefinisikan karena kebiasaan kuatnya tradisi Kristen (baca Barat) yang
mereka menganggap perbedaan sebagai tumbuh berdampingan secara ramah
doa dan mengangggap kelompok lain yang dengan globalisasi, infrastruktur yang
berbeda darinya salah. Juga karena tidak kalah dengan kota-kota besar
perbedaan doktri agama yang sangat lainnya di kawasan barat Indonesia,
prinsipil seperti dalam aqidah tentang membuat arus globalisasi betah di kota
imamah dan nubuwwah. Dalam tahap ini. Dibandingkan kota-kota lainnya di
tertentu mereka yang menyalahi sekitarnya seperti Maluku, Papua, Nusa
kelompok Syiah di anggap kafir (Syiah tenggara dan kota lainnya di Sulawesi
ghulat) yang dengannya berlaku atas kecuali Makasar, Manado selalu lebih siap
mereka hukum orang kafir. menerima peruabahan budaya yang
diakibatkan oleh kuatnya arus globalisasi.
Di kawasan Mega Mas disepanjang jalan
1
Kajian yang menyatakan seperti antara lain; Bulevard misalnya, wajah globalisasi
Khalid Abou El Fadl, Islam Siete (syiah)-sunni,
demikian jelas. Pusat perbelanjaan,
Harper San Fransisco, San Fransisco 2004., Mark
Pieth, Islam and politics in Iran , Kluwer Academic restoran, perkantoran, klinik, hotel
Publishers, Boston 2003. apartemen, pusat kecantikan dan
2
Terutama karena kaum Syiah berpoliitik Pro kebugaran, convention, dan tempat
Iran dalam hubungan internassional. Mariani Yahya, hiburan berjajar sepanjang sekitar 3 KM
Makalah tentang perkembangan kaum syiah di Asia
Tenggara, di presentasika dalam All hands meeting berlomba-lomba menunjukan suburnya
Minerva Project, Tempe Arizona 9-12 Februari 2012. budaya konsumerisme di kota ini.
3
Mialnya lihat , Amin Jamaluddin Aliran
4
Aluran Sesat di Indonesia, Gema Insani Press Jakarta, Pieth, op.cit., 2010
5
Komunitas Bambu 2011, hal. 1-3 Khalid Abou El Fadl, op.cit. 2005, h. 1-35

46
REVITALISASI AGAMA DI SULUT (STUDI KASUS KELOMPOK ALIRAN SYIAH DI MANADO -- Ali Amin

Kawasan ini tak ubahnya seperti sentra terhadap keamanan sosial (social
industri bari di kawasan utara Jakarta security) masyarakat Sulut.
seperti Kelapa Gading dan Sunter. Ada dua fokus masalah dalam
Di provinsi yang berpenduduk penelitian ini pertama adalah bagaimana
mayoritas etnis Minahasa (60-70% aliran Syiah datang, berkembang di Sulut
beragama Kristen), mayarakat Muslim serta dinamika kehidupan komunitas ini
mempunyai tantangan tersendiri. Di Sulut, sebagai salah satu aliran agama trans-
umat Islam yang hanya sekitar 30-40 % nasional. Kedua posisi kelompok Syiah
dari total populasi, berhadapan dengan Manado dala peta atau network organisasi
kenyataan yang sama sekali berbeda Jamaah Syiah Indonesia pada umumnya.
dengan umat Islam di bagian tengah atau Fokus area penelitian ini mencakup
kawasan barat Indonesia. Jika di Jawa komunitas Syiah di kota Manado.
masjid dapat ditemukan di setiap pojok Pemilihan kota tersebut dengan
kota, di kota-kota di sulut, gereja akan di karakternya yang khas dilakukan dalam
temukan di setiap berjalan kurang dari rangka memberikan gambaran potret
100 meter. Akan halnya dengan rumah kegiatan Syiah di wilayah dengan
makan atau restauran, bagi muslim mayoritas Kristen.
diperlukan kejelian memilih menu Isu utama dalam penelitian ini ialah
masakan atau bersantap di warung makan isu revitalisasi agama di tengah globalisasi
atau restoran. dengan mengambil kasus tumbuh
Bagi Syiah sebagai kelompok yang berkembangnya komunitas Syiah.
ketat dalam menjalankan keyakinanya, Revitalisasi dalam hal ini kami pahami
globalisasi serta perbedaan kultur antara sebagai upaya penghidupan nilai-nilai
Kristen Minahasa adan Islam secara agama yang sering di abaikan oleh
umum mungkin (diduga) sangat di masyarakat yang sedang “bereuforia”
rasakan. Akan tetapi keleluasaan para dengan globalisasi. Globalisasi dalam
penganut Syiah dapat menonjolkan pengertian ini di artikan sebagai proses,
eksistensi identitasnya di tengah dan kondisi masyarakat yang di pengaruhi
mayoritas kristen dan globalisasi yang oleh arus budaya global. Isu terpenting
ada di Sulut adalah realitas yang menari dari arus budaya global adalah:
untuk di pelajari. Masjid dan majelis modernisasi, kapitalisme, konsumerisme,
kegiatan mereka yang cukup aktiv, industrialisasi, dan perubahan budaya
Identitas mereka dengan ciri-ciri seperti lainnya sebagai pengaruh yang dibawa
berpakaian ala orang Iran dan mempunyai oleh industralisasi di Eropa dan Amerika
ritual dan bacaan sendiri. Dapat dengan (Mark Woodward 2010). Disamping
mudah dikenali. sejarah masuk dan berkembangnya Syiah
Kecuali Kotamobagu dan Bolaang di Sulut, pertanyaan lainnya adalah
Mongondow yanng mempunyai dominan bagaimana masa depan eksistensi aliran
pemeluk islam, Manado yang Syiah di Sulut.
berpenduduk mayoritas Kristen (60:40%) Dalam rumusan yang lebih
menjadi faktor yang menarik untuk lebih sederhana permasalahan diatas
dipelajari bagaimana kelompok Syiah dioperasionalkan dalam pertanyaan-
berhubungan dengan realitas perbedaan pertanyaan (1) Bagaimanakah awal mula
agama, dan kuatnya arus globalisasi. kedatangan dan perkembangan aliran
Dalam konteks Sulut yang prulal Syiah di Sulut? (2) Apa karakteristik aliran
masyarakatnya, pertanyaan terpenting Syiah yang berkembang di Sulut?
yang melatarbelakangi penelitian ini juga Bagaimana hubungan jaringan Syiah
adalah apakah aliran Syiah yang Manado dan kelompok Syiah lainnya di
berkembang di Sulut mengandung resiko Indonesia?

47
JURNAL POTRET --Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam – Vol. 21, No. 2, Juli - Desember 2017

Sejarah Masuknya Syi’ah di Manado Tahun 1990-an orang Najaf Irak


Tidak mudah menetapkan secara yang barnama Sayyid Raffed Jawad yang
pasti kapan mazhab Syiah masuk ke datang ke Manado, dan mengadakkan
Manado. Di dsamping juga dikarenkan peringatan Asyura 10 Muharam di Masjid
sedikitnya bukti-bukti fisik yang dapat Masyur, kelurahan istiqlal, Kampung Arab,
menjelaskan tentang kapan Syi’ah masuk dan diterima oleh masyarakat sekitar.
ke daerah ini. Tapi untuk mengetahui Panitia pelaksana waktu itu adalah Emi
sejak kapan pengaruh atau pemikiran Minabari.8
Syi’ah masuk dan berkembang Manado Tetapi secara kelompok jama’ah,
dapat dilacak dari masuknya sejumlah Syi’ah mulai nampak di masyarakat sejak
toko-toko Syi’ah ke Manado, baik untuk tahun 2005. Habib Ahmad Barakbah,
berdakwah maupun hanya untuk Ulama Syi’ah asal Jawa, yang datang ke
berkunjung dengan tokoh-tokoh agama Manado pertama kali sekitar tahun 2000-
lokal di Manado. an dan yang kedua kali tahun 2012.9
Pada tahun 1984 Habib Husain Abu Haddad Alwi Al-Idrus , penyanyi religi
Bakar Al Habsyih, seorang ulama “ahlul Cinta Rasul, datang ke Manado untuk
bait” bersama rombongan yang berasal bernasyid pada perayaan mauled nabi di
dari Jawa Timur berkunjung ke Manado Masjid Istiqlal dan Masjid raya Ahmad
mendatangi rumah KH Arifin Assagaf, Yani, tahun 2005. Yang saat itu diundang
salah seorang agama di Sulut, ketua MUI oleh Djafar Al-Katiri, ketua wilayah
yang juga pernah menjadi pengajar di BKPRMI waktu itu.10
Madrasah al-Khairat Komo Luar, yang Muhammda Ashar Al-Mandari,
bermaksud untuk bersilaturahmi. Al Direktur Akademik Filsafat Lentera
Habsyih beserta rombongan berada di Makasar, tahun 2005 datang ke Manado,
Manado selama kurang lebih dua Minggu. dengan rangka Training sepuluh hari
Beliau berziarah ke makam Kiai Mojo paket filsafat, untuk Mahasiswa. Doktor
(Muhammad Jawad Al Idrus) dan Habib Husnul yakin, sekarang ketua ABI
Abdullah yang berada di Tondano.. Setelah Sulawesi Selatan, dosen UNHAS, ke
selesai berziarah Habib Husain bersama Manado dalam rangka silaturahmi dan
rombongan kembali ke rumah KH Arifin menghadiri WOC tahun 2009.11
Assagaf. Disini beliau mengajarkan kepada
Habib Assagaf mengenai kecintaan kepada 8
Wwancara dengan Ustadz Muhammad Nur.
keluarga nabi atau Ahlul Bait. Menurut ustadz Nur, kedatangannya untuk
K.H Arifin Assegaf sudah menganut silaturrahmi dengan warga musli di kota Manado,
Syi’ah secara ideologi sejak lama, tetapi beliau juga mengisih ceramah di kampung Arab
baru mempraktekan fiqh Syi’ah sejak tentang peringatan Muharram. Juli 2013
9
Acara ini, berdasarkan wawancara dengan
tahun 2005. Ustadz Muhammad Nur Andi Ustadz Muhammad Nur, adalah acara Syi’ah karena
Bongkang, Alumni Universitas Veteran Ustadz Hasan Barakbah adalah tokoh Syi’ah yang
Makassar, datang ke Manado 26 sudah di kenal di Indonesia. Sejak kedatangan ini,
Desember tahun 2005. Saat itu ketua Syi’ah mulai tampil di depan masyarakat dengan
berbagai macam ritual Syi’ah, seperti pembacaan
yayasan el-perisai6 tersebut merupakan
doa Kumail setiap malam Jum’at.
salah satu tokoh Syi’ah di Manado.7 10
Djafar Al-Katiri adalah seorang Sunni,
tetapi pada waktu itu mengundang Haddad Alwi
untuk perayaan Maulid Nabi. Saat ituu juga orang
6
Yayasan el-Perisai adalah yayasan yang belum mengenal bahwa Haddad Alwi adalah
didirikan oleh ustadz Muhammad Nur yang bergerak bermazhab Syi’ah. Djafar Al-Katiri sekarang adalah
di bidang pendidikan. Ustadz Nur merupakan salah pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
seorang “Orang Terdekat” dan Kepercayaan K.H Sulawesi Utara. Berdasarkan wawancara dengan
Arifin Assegaf. Ustadz Muhammda Nur.
7 11
Wawancara dengan Ustadz Muhammad Nur Kedua orang ini adalah bermazhab Syi’ah
Andi Bongkang, Mantan Ketua IJABI Sulut. Juli 2013 dan juga menjadi pengurus di organisasi Syi’ah.

48
REVITALISASI AGAMA DI SULUT (STUDI KASUS KELOMPOK ALIRAN SYIAH DI MANADO -- Ali Amin

Habib Hasan Dalil Al-Idrus, Abdullah Beik, MA, Dosen ICAS


sekarang ketua ABI pusat. Datang ke paramadina dan pengurus ABI Pusat,
mesjid Al-Mashur kampung Arab, untuk datang ke Manado di STAIN Manado dan
berceramah peringatan Maulid sekitar Kampung Arab, dalam rangka mengajar
atahun 2009, dan diterima masyarakat Fiqh Syi’ah 2013. Ustadz Andi Muhammad
sekitar.12 Shafwan, direktur Rausaf Fiqr Jogjakarta,
Sayyid Husain Hadul Al-Haddad, datang ke Manado tahun 2013 dalam
dari Ampel Surabaya, alumni Qum Iran, rangka bedah buka filsafatuna karya Bagir
bersama Sayyid Abdul Qadir Al-Muhdar Sadr dan kajian di kampung Arab. Pada
dari Surabaya, yang datang berkunjung ke saat itulah merupakan cikal bakal polemik
Manado dalam rangka peringatan hari karena munculnya penyesatan terhadap
Asyura secara Syi’ah pada tahun 2009 kelompok Syi’ah
seslama10 hari sejak tanggal 1 Muharam Jadi secara umum, pengaruh Syi’ah
samapai tanggal 10 Muharam. Pada saat di Manado mulai masuk seiring dengan
itulah, Ustadz Aqil Basyaweran, alumnni masuknya atau berkenjungnya tokoh-
Gontor, menyatakan masuk Syi’ah pada tokoh Syi’ah ke Manado. Pada saat mereka
tanggal 11 Muharam.13 berada di Manado, mereka menekankan
Tahun 2010, Hujjatul Islam Syaikh ajaran kecintaan terhadap ahlul bait
Jawwad Ibrahim, yang datang pada kepada para peserta pengajaran dan
perayaan Maulid Nabi di masjid Ahmad diskuusi, yang dikoordinatori oleh tokoh-
Yani, Pesantren Al-Khairat Manado, yang tokoh Muslim setempat.. Meskipu begitu,
di undang oleh ustadz Muhammad Nur menurut Ustadz Nur, secara pemikiran
Andi Bongkang, Ketua Yayasan el-Perisai. sebenarnya orang manado sudah
Tahun 2012, Sayyid Ahmad Hidayat al- mengenal Syi’ah, dan bahkan dapat
Aidid, Sekjen ABI, datang ke Manado dikatakan sudah Syi’ah secara pemikiran.
dalam rangka silaturahmi dengan warga Hal ini dapat dilihat dari banyaknya
Syi’ah di Manado. Haryanto Ahmad, tokoh-tokoh muda, intelektual dan
Pembina HI ( Human Illumination), akademisi yang sering mengutip,
lembaga kajian filsafat, datang dalam mempelajari atau bahkan terpengaruh
rangka paket kajian filsafat di Manado, ideologi atau pemikiran tokoh Syi’ah
tahun 2011-2012. Habib Hussein al- semisal Ali Syari’ati, Sayyed Hossein Nasr
Muhdar, pengajar dari Jakarta, datanng dan Thabataba’i. Sebelum Syi’ah di kenal
tahun 2011, dalam rangka mengajar tafsir secara luas oleh masyarakat Manado,
Qur’an Thabatabai di Kampung Arab. pemikiran-pemikiran tokoh Syi’ah sudah
masuk dan banyak dipelajari oleh para
pelajar, cendikiawan atau akademisi.14
Keduanya di undang oleh Ustadz Muhammad Nur
untuk mengadakan pelatihan atau training filsafat
Tentusaja pendapat ini bukan seratus
selam 10 haru, yang diikuti oleh aktivis-aktivis dari persen benar karena bukan berarti orang
organisasi kemahasiswaan Islam, seperti HMI dan yang membaca dan mempelajari
PMII. Berdasarkan wawancara dengan Ustadz pemikiran Syiah sudah otomatis menjadi
Muhammad Nur.
12 Syi’ah. Kadang-kadang bahkan oranng
Saan itu Hasan Al-Idrus datang di undang
oleh pengurus Masjid Mashur Istiqlal Kampung Arab. bisa mengambil salah satu dari sudut
Pada saat itu Hasan Al-Idrus belum terlalu di kenal aqidah, tradisi, atau hanya ajaran
sebagai oarang Syi’ah, sehingga tidak terjadi
penolakan.
13
Berdasarkan wawancara dengan ustadz
14
Muhammad Nur, penyampaian masuk Syi’ah Ustadz Hal ini dapat dilihat dari banyaknya
Aqil tidak di nyatakan secara langsung di depan pemikiran tokoh-tokoh Syi’ah yang dikaji, trutama
khalayak ramai. Pernyataan itu diungkapkan setelah dikalangan mahasiswa dan akademisi, seperti Seyyed
berdiskusi dengan Sayyid Husain Hadul Al-Haddad Hossein Nasr, Allamah Thabataba’I, Ali Syari’at dan
tentang ajaran-ajaran Syi’ah. Murthada Muthahari.

49
JURNAL POTRET --Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam – Vol. 21, No. 2, Juli - Desember 2017

spiritulitasnya saja, meski pada dasarnya Manado, beliau menjadi salah satu tokoh
ia masih mempraktekan ajaran sunni. yang dikunjungi.17
Selain itu juga, sebenarnya secara Ustadz Hasan Mulachela, Kampung
kultur keagamaan, pengaruh Syi’ah juga Arab dan Eja Assegaf (Keponakan), juga
sudah tampak dalam tradisi keagamaan adalah tokoh-tokoh Syi’ah di kota Manado,
sebagian masyarakat Muslim Tradisional mempunyai majelis kajan di Kampung
kota Manado yang cukup familiar dengan Arab, dengan mengisi do’a Kumail18
kalangan Tradisionalis NU. Hal ini malam Jum’at dan ta’lim. Diisi oleh Ustadz
sebagaimana yang terlihat dari tradisi Hasan dan Eja Assegaf.
tahlilan, ziarah kubur serta memperingati Tokoh Syi’ah selanjutnya adalah
hari kematian seseorang adalah diantara Ustadz Muhammad Nur Andi Bongkang,
tradisi yang terpengaruh oleh ajaran ketua Yayasan el-Perisai, memiliki majelis
Syi’ah. Tentang miripnya praktek kumail setiap malam jumat serta kajian
keagamaan Islam orang Indonesia dengan baik politik, sejarah, ekonomi, sosial, dan
kalangan Syiah sering disampaikan budaya, lintas mashab dan lintas agama.
misalnya oleh K.H Said Aqil Sirodj, Ketua Ustadz Nur Andi ini pernah mengadakan
PBNU.15 majelis dan mengundang tokoh-tokoh
Juga dinyatakan secara iliah dalam muda dari agama Nasrani.
thesis M.A professor Zulkifli, ketua
jurusan Sosiologi di UIN Jakarta.16 Aktivitas Dakwah, Sosial dan Politik
Syi’ah di Manado
Tokoh-Tokoh Syi’ah di Manado Nama Syiah dalam penelitian ini
K.H Arifin Assegaf atau Sayyid Tajul sebenarnya bukan nama organisasi resmi
Arifin bin Husain Assegaf, adalah salah yang diinginkan penyebutannya oleh para
satu tokoh Syi’ah di Manado yang cukup anggotanya.Di Manado dan di wilayah
mamiliki pengaruh, karena menjalin Indonesia lainnya sendiri anggota
hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh kelompok ini tidak melabeli kelompok
penting daerah maupun dengan tokoh- mereka dengan nama Syiah. Mereka lebih
tokoh dari agama lain. Kyai Arifin suka di sebut sebagai pecinta ahlul bait
menempun pendidikanya di Yayasan Al- dan, jamaah ahlul bait dll yang
Khairat, sebuah lembaga pendidikan yang menggambarkan kedekatan mereka
didirikan oleh Habib Idrus Al-Jufrie. Kyai dengan ahlul bait.
Arifin memiliki Majelis dan pengajian yang Dari aspek ritual ibadah, pennganut
sering di isi dengan kajian umum agama Syi’ah sering mengadakan ritual-ritual
islam dan sejarah. Meskipun menganut keagamaan tradisi Syi’ah, seperti
mashab Syi’ah, Kyai Arifin tidak ekstrim pembacaan do’a kumail. Kecuali hari raya,
Syi’ah (moderat), meskipun dalam majelis penganut Syi’ah tetap merujuk kepada
tersebut mayoritas Syi’ah. Dalam majelis Mayoritas Sunni. Selain itu, penganut
ini, diajarkan islam yang dikenal dan di Mashab Syi’ah sering mengadakan
terima oleh semua Mashab. Sebagai salah
satu tokoh Syi’ah yang cukup dihormati, 17
Beliau adalah pengajar di Madrasah al-
jika ada tokoh Syi’ah yang diundang ke Khairat di Kelurahan Komo Luar, Manado.
18
Doa Kumayl termasuk doa yang sangat
terkenal, dan ia merupakan doa yang memiliki
kandungan dan pelajaran bagi pendidikan jiwa atau
diri. Hanya saja kebanyakan orang membacanya
15
Peneliti pernah mendengarkan ceramah hanya untuk mengharapkan pahala, bukan untuk
Kyai Said Aqil Sirodj di PPIM UIN Jakarta tahun mengetahui arti-nya, walaupun mereka sebenarnya
2004. ingin mengetahuinya. Dinamakan Do’a Kumayl
16
Lihat Zulkifli, The Struggle Of Shi’is In karena di riwayatkan oleh Kumayl Bin Ziyad yang
Indonesia, ANU e Press,2013 mempelajarinya dari Imam Ali Bin Abi Thalib a.s.

50
REVITALISASI AGAMA DI SULUT (STUDI KASUS KELOMPOK ALIRAN SYIAH DI MANADO -- Ali Amin

peringatan yang berhubungan dengan pemeluk agama lain. Disini terlihat sikap
tradisi ahlul bait, yaitu: Milad atau Maulud tokoh-tokoh Syi’ah yang mudah berbaur
Rasul saw dan para imam Ahlul Bai, Haul dengan masyarakat bahkan agama lain,
atau peringatan wafat Rasul Saw dan dan sikap penerimaan terhadap kelompok
Imam Ahlul Bait, Thalil, Doa Kumail setiap lain. Selain itu juga, dapat di katakan,
malam jum’at. Dari segi hari-hari besar penganut Syi’ah di kota Manado meskipun
Islam, penganut Syiah tidakmelaksanakan secara kuantitas masi sedikit, tetapi secara
peringatan Isra’ Miraj tapi melaksanakan kualitas, cukup berperan dalam hal
peringatan Bitsa yaitu pengangkatan hubungan keagamaan dengan agama lain.
Muhammad sebagai Rasul terakhir pada Sikap toleran terhadap pluraliitas ini yang
27 Rajab. menjadi salah satu karakteristik Syi’ah di
Dibidang sosial keagamaan, banyak kota Manado yang terkenal sebagai
tokoh-tokoh Syi’ah terlibat dalam ormas masyarakat multikultural.
keagamaan seperti Pemuda Lintas Agama
(PELITA) SULUT 2006 bersama tokoh NU Perkembangan Terkini Syi’ah Di
Amin Lasena dan Tokoh Muhammadiyah Manado
Taufik Pasiak. Ustadz Muh. Nur juga Sebenarnya mereka yang tertarik
terlibat menjadi Sekretatis GP Ansor Kota dengan pemikiran Syi’ah secara
Manado 2005-2010, juga terlibat dalam intelektual cuckup banyak, artinya yang
pendirian Relawan Sulut Nyaman, mengikuti Khazanah pemikiran Syi’ah.
organisasi lintas agama bergerak di Dalam hali ini, meskipun Syi’ah kurang di
bidang sosial kemasyarakatan bersam kenal dan belum dianut secara
tokoh-tokoh agama lain, Tim Anti Teroris mazhabiyah, tetapi pemikiran-pemikiran
Polda Sulut. Syi’ah telah masuk melalaui pemikiran
K.H Arifin Assegaf, tokoh Syi’ah tokoh-tokoh Syi’ah, seperti Ali Syari’ati,
yang sudah cukup sepuh terlibat dalam Murthada Muthahari maupun
semua organisasi lintas agama di sulut Thabathaba’i, meskipun secara ritual atau
dengan tokoh-tokoh agama lain, seperti fiqh penganut Syi’ah masih terbatas.
pendeta Nico Gara, Richard Siwu, Uskup Perekembangan Syi’ah di Manado
Suwaton seperti: BKSAUA, MUI, FKUI. mengalami dinamika yang cukup
Bahkan Kyai Arifin memperoleh piagam kompleks pada saat terjadi konflik agama
penghargaan anugrah tahun kasih 2004 kubu Islam “Kampung Arab”19 yang mulai
atas jasa-jasanya dalam bidang kerukunan melakukan dakwah dan penyesatan serta
beragama di SULUT serta tokoh pengkafiran terhadap kelompok Syi’ah.
perdamaian POSO, perjanjian Malino, yang Syi’ah pada awalnya sedikit dan belum
di prakasai Jusuf Kalla, Utusan Sulawesi terlalu di kenal oleh masyarakat muslim
Utara. secara luas, tetapi lima tahun terakhir ini
Tokoh-tokoh Syi’ah juga terlibat mulai berkembang pesat berkat “jasa”
dalam pengurus partai seperti PPP dan Ustadz Abdurrahman Mahrus, MA, Ustadz
PKNU tahun 2009 dan kini tergabung Aryamir, Ustadz Fikri Wakid, dan Ustadz
dalam PDIP serta terdapat hubungan
kedekatan dengan walikota, sejak 19
Kelompok kampung Arab yang di maksud
walikota Jimmi Rimba Rogi hingga kini. disini adalah, para penceramah yang berasal dari
Berdasarkan gambaran di atas, kampung Arab, yaitu Abdurrahman Mahrus dan
secara sosial politik dan kemasyarakatan, Aryamir, keduanya alumni Gontor, yang dalam setiap
ceramah-ceramahnnya, baik ta’ziah maupun ceramah
tokoh-tokoh Syia’ah di terima oleh umum dan khutba Jum’at, selalu berisi tentang
mayoritas masyarakat kota Manado, penyesatan dan pengkafiran terhadap kelompok
bahkan di kalangan Birokrasi pemerintah Syi’ah sehingga memunculkan sikap yang sangat
dan bahkan di kalangan pemeluk- radikal di tengah masyarakat menghadapi orang-orang
Syi’ah.

51
JURNAL POTRET --Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam – Vol. 21, No. 2, Juli - Desember 2017

Yaser Bachmid yang di dalam setiap Hanya mendapat 3 orang. Tapi dari 2009-
ceramahnya menyebut-nyebut tentang 2013 sudah lebih dari 100 orang yanng
Syi’ah dalam bentuk pengkafiran dan terdiri dari mahasiswa, pedagang, pelajar,
penyesatan, sehingga orang mau mencari oranng kantoran, PNS dokter, aparat
tahu, bertanya dan bahkan akhirnya ada polisi, TNI yang kemudian menerima
beberapa yang menerima Syi’ah sebagai Syi’ah. Hubungan dengan Musli mayoritas
mazhab dalam Islam. Awal mula terjadi sangat harmoni, bahkan serinng di undang
penyesatan adalah ketika para mengisi ceramah, Khutbah jum’at,
penceramaha yang termasuk kelompok ceramah Ramadhan, diskusi mahasiswa,
“Kampung Arab” mulai mengisi ceramah- bahkan pernah menjadi Dosen tamu di
ceramah tentang pengkafiran, penyesatan STAIN Manado, mata kuliah ilmu kalam
dan bahkan menyampaikan bahwa darah tentang Syi’ah.21
orang Syi’ah halal untuk di bunuh. Hal ini Berdasarkan sejarah telah terlihat
kemudian memicu sentiment sektarian di bahwA kehadiran Syiah di Sulawesi Utara
kalangan umat Islam di kota Manado, dan tentunya menimbulkan berbagai pro dan
mulai bereaksi secara keras terhadap para kontra. Meski demikian, kritik terhadap
penganut Syi’ah. Muncul kelompok anti pengikut Syi’ah di Manado yaitu teralulu
Syi’ah baik dalam bentuk aksi individual ekslusif dikarenakan euphoria ahlul bait.
maupun kelompok. Tetapi secara umum Kedua, tidak melakukan telaah kitab dan
aksi penolakan Syiah di Manado masih hanya menerima dari segi sejarah dan
bersifat hanya ancaman verbal berupa : hanyamenerima kelompok mereka
penyebaran kebencian, dan caci maki sendiri. Ini terutama kritik bagi Syi’ah
terhadap para pengikut kelompok Syiah. kelompok “Kampung Arab”.22
Diantara yang menjadi korban Syi’ah di Manado sendiri dapat di
penyesatan ini adalah Ustadz Husein kelompokkan menjadi tiga kelompok
Assegaf (Pembina Majelis Ta’lim Al- besar: pertama, kelompok K.H Arifin
Adzkar, Komo Luar, alumni Pesantren al- Assegaf (Perkamil), yang kedua Kelompok
Khairat Palu), Ustadz Muhammad Nur Kampung Arab (Eja Assegaf) dan ketiga
(Ketua Yayasan el-Perisai), Ustadz Agil kelompok Ustadz Muhammad Nur
Basarewan (Alumni Gontor) dan (Yayasan el-Perisai). Meskik demmikian,
Muhammad Muzwir Luntajo (Dosen jamaah dari majelis Syi’ah kelompok
STAIN Manado). Mereka dianggap sebagai Kampung Arab juga mengikuti majelis K.H
pengacau umat Islam di Manando. Arifin Assegaf. Agaknya ketiga Kelompok
Bahkan, Muzwir Luntajo telah melaporkan tersebut hanya karena kedekatan lokasi
Abdurrahman Mahrus kepada Kepolisian dan emosional saja. Sementara sebagai
kota Manado dengan tuduhan rujukan utama tentang kecintaan
pencemaran nama baik. Sejak konflik ini,
20

warga masyarakat mulai mengenal apa


itu Syi’ah lebih dalam lagi, baik yang 21
Wawancara dengan Ustadz Muhammad
membenci maupun yang ingin Nur
22
Salah satu kritik terhadap Kelompok Syi’ah
mempelajari. Bahkan banyak yang telah
justru di sampaikan sendiri oleh Ustadz Muhammad
menyatakan menjadi mazhab Syi’ah. Nur. Menurut Ustadz Nur, yang menjadikan citra
Sebagai contoh, dari 2005 sampai kelompok Syi’ah Buruk di mata Masyarakat Justru
2009 Ustadz Muhammad Nur, adalah para penganut-penganut Syi’ah yang baru
melaksanakan kajian dengan terget untuk masuk. Para pengikut baru ini sering mengkafirkan
dan menyalahkan orang-orang sunni sehingga
mencari kader-kader Syi’ah yang baru. terkesan arogan. Bahkan mereka terang-terangan
mengatakan sahabat Nabi telah berkhianat, dan
20
Wawancara oleh Muhammad Iqbal Suma menyalahkan pendapat orang-orang sunni.
dengan Muzwir Luntajo, Dosen STAIN Manado.Juli Berdasarkan Wawancara dengan Ustadz Muhammad
2013 Nur.

52
REVITALISASI AGAMA DI SULUT (STUDI KASUS KELOMPOK ALIRAN SYIAH DI MANADO -- Ali Amin

terhadap ahlil bait tetap berpuat kepada waktu besar. Syiah membaca al-Qur’an
K.H Assegaf. yang sama dengan sunni. Soal taqqiyah,
Polemik Syi’ah di Manado di awali bahwa taqiyyah dan munafik beda. Bahwa
dengan ceramah-ceramah Abdurrahman taqiyyah berhubungan dengan nyawa dan
Mahrus dan kawan-kawan, yang dalam agama. Taqiyyah menyembunyikan
setiap ceramahanya menghujat, mencaci keimanan dan menampakan kekufuran
makki dan mengkafirkan Syi’ah, sehingga sedangkan munafik menyembunyikan
memicu konflik dan polemik di masyarakt. kekufuran dan menampakan keimanan.
Meski demikian, mereka tidak pernah Dan yang melakukan Taqiyyah pertama
melakukan verifikasi dan konfirmasi dalah Amar bin Yasir ketika di tagkap
terhadap kelompok Syi’ah. kafir Quraish dan diperintakan kembali
Tuduhan-tuduhan menebar fitnah murtad. Sebelum Amar bin Yasir, Abu
dan kebencian antara lain, tuduhan bahwa Thalib melakukan Taqiyyah untuk
Syi’ah mengaggap Ali adalah Tuhan, Syi’ah menyembunyikan keimananya (soal
menganggap Jibril salah membawa Taqiyyah Surah ali-Imran ayat 28, An-Nahl
Wahyu, Syi’ah mengkafirkan dan mencaci ayat 108) Tafsir Jalalain. Soal nikah Mut’ah
maki sahabat, Syi’ah mengkafirkan Istri ada dalam al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat
Rasul, Syi’ah shalat hanya tiga waktu 24, Al-Mu’minun ayat 5-7. Mut’ah hanya
bukan lima waktu, Syi’ah melaksanakan dilarang oleh Umar.
nikah Mut’ah, Syi’ah punya Al-Qur’an Salah satu kesalahan orang-orag
sendiri, al-Qur’an yang ada tidak lengkap, yang menuduh Syi’ah kafir dan sesat
rukun islam beda dengan mayoritas Islam, adalah, karena mereka tidak pernah
rukun Iman beda, menolak kekhalifaan merujuk langsung ke referensi ataupun
Abu Bakar, Umar, dan Utsman, masalah penganut Syi’ah secara langsung. Ajaran-
taqiyyah alias munafik, Syi’ah tidak ajaran Syi’ah tidak pernah di pelajari lebih
membaca amin dalam shalat.23 dalam, sehingga melahirkan sikap
Terhadap tuduhan yang prasangka dan klaim kebenaran.
dilontarkan kepada Syi’ah, kelompok Menurut habib Eza, merujuk pada
jamaah Syiah di Manado mempunyai buku Dialog Sunni-Syiah terbitan Mizan:
penjelasan: Diantara dari Habib Assegaf, Ajaran Syi’ah sendiri, memiliki pokok-
dan Habib Eza: bahwasanya Syi’ah sendiri pokok ajaran sebagai berikut, sebagai
ada lima puluh satu golongan dan tuduhan bantahan terhadap tuduhan-tuduhan yang
tersebut fitnah dan generalisir terhadap dilontarkan oleh sebagian da’I di kota
semua pengikut Syi’ah. Soal syiah Manado terhadap keberadaan Syi’ah di
menganggap Ali adalah Tuhan itu fitnah kota Manado.
kata Habib Eza. Persoalan Jibril salah Pokok-pokok ajaran Syi’ah
membawa Wahyu juga fitnah karena tidak Imamiyah, sebagai mana yng diklaim
mungkin Jibril salah membawa Wahyu. penganut Syi’ah di Manado, terdiri limma
Abdullah bin Saba’ adalah fiktif, dalam rukun, dann biasa disebut Ushul ad-Din.
karangan al-Musibatul Kubra karagan Pokok-pokok ajaran Syi’ah Imamiyah
Thaha Husain. Syi”ah shalat tiga waktu tersebut, terdiri dari prinsip tauhid
berdasarkan al-Qur’an yang menjelaskan (keesaan Allah), kenabian, ma’ad
tentang shalat tiga waktu (bedakan waktu (kebangkitan jiwa dan tubuh pada hari
shalat dan shalat) shalat berada ditiga kiamat), imamah (kepercayaan akan
adanya Imamah yang merupakan hak
23
Wawancara dengan beberapa warga Ahlul Bait), dan al-‘adl (keadilan).
Muslim di Kompleks Jalan Roda, Masjid Nurul Ajaran Syi’ah Imamiyah pertama,
Huda, Warga Masyarakat Muslim Kelurahan Karame ketauhidan. Tauhud pada prisinpnya
dan Warga Kelurahan Istiqlal Kampung Arab, Juni adalah keesaan Tuhan dalam sifat,
2013

53
JURNAL POTRET --Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam – Vol. 21, No. 2, Juli - Desember 2017

perbuatan dan zat-Nya, serta kewajiban Ajaran Syi’ah Imamiyah ketiga, al-
mengesakan dalam beribadah kepada- Ma’ad (hari kemudian). Syi’ah Imamiyah
Nya. Artinya bahwa Tuhan adalah Esa baik meyakini bahwa Allah swt.akan
esensi Maupun eksistensinya. Keesaan membangkitkan semua mahkluk dan
Tuhan adalah sesuatu yang mutlak. Ia menghidupkannya kembali pada hari
bereksitensi dengan sendirinya. Tuhan kiamat untuk dihizab dan diberi
adalah Qadim. Maksudnya Tuhan pembalasan sesuai dengan amal
bereksitensi dengan sendirinya sebelum perbuatannya. Kebangkkitan manusia ini
ada ruang dan waktu. Mereka tidak adalah kebangkitan ruh dan jasad
menyetujui tentang pandangan yang sekaligus. Mereka juga meyakini tentang
menyatakan bahwa sifat Allah banyak keterangan yang ada dalam al-Qur’an dan
(berbilang), karena menurut mereka Sunnah tentang surga, neraka, alam
keterbilangan sifat mengakibatkan barzakh, shirat, al-A’raf, al-Kitab (catatan
keterbilangan zat. Dalam pandangan amal manusia).
Syi’ah Imamiyah, sifat-sifat Allah, seperti Ajaran Syi’ah Imamiyah keempat,
ilmu, kehendak, hidup, dan lain-lain, Imamah. Imamah dalam pandangan
kesemuanya dalah Zat-Nya, bukan sifat Syi’ah Imamiyah merupakan jabatan dari
diluar Zat-Nya. Misalnya Tuhan Allah berdasarkan seleksi Ilahi, seperti
mengetahui tetapi bukan dengan sifatnya, Allah memilih nabi-nabi-Nya. Allah
melainkan mengetahui dengan memerintahkan kepada Nabi saw. Agar
pengetahuan-Nya adalah Zat-Nya. Atas memberi petunjuk kepada manusia dan
prinsip tersebut, maka Syi’ah Imamiyah juga menegaskan nas tentang
berpendapat bahwa Allah tidak dapat pengangkatan ‘Ali bin Abi Thalib sebagai
dilihat pada hari kiamat, karena hal khalifah dan imam kaum Muslimin
tersebbut menunjkan bahwa Tuhan sepeninggal Nabi saw.
mempunyai jasad. Dalam masalah Ajaran Syi’ah Imamiyah kelima, al-
ketauhidan, Syi’ah Imamiyah mempunyai Adl (keadilan). Dalam masalah keadilan,
kesamaan dengan ajaran Mu’Tazilah. Syi’ah Imamiyah juga memiliki persamaan
Ajaran Syi’ah Imamiya kedua, dengan aliran Mu’tazilah. Dalam
kenabian. Kelompok Syi’ah Imamiyah pandangannya Syi’ah Imamiyah
berkeyakinan bahwa seluruh nabi yang mengatakan bahwa setiap muslim harus
deisebutkan dalam al-Qur’an adalah percaya bahwa Allah wajib melakukan
utusan-utusan Allah, dan bahwa Nabi yang baik dan yang terbaik, sehingga Dia
Muhammad saw. Adalah nabi terakhir dan pasti memberi ganjaran bagi yang taat,
penghulu seluruh nabi. Tidak ada lagi nabi dan memberi hukuman bagi yang berbuat
setelahnya. Dia terpelihara dari dosa dan dosa. Syi’ah Imamiyah juga berpendapat
kesalahan. Allah telah bahwa akal yang menetapkan baik dan
memperjalankannya di waktu malam dari buruknya sesuatu.
masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha, Masalah pelaku dosa besar Syi’ah
kemudian dinaikkan di sidratul Muntaha. Imamiyah mengatakan bahwa para pelaku
Kitab al-Qur’an diturunkan kepada Nabi dosa besar bukan berada dalam suatu
saw. Sebagai mukjizat, serta pengajaran kedudukan antara mukmin dan kafir
hukum yang membedakan antara halah tetapi adalah muslim yang berdosa.
dan haram, yang tidak ada kekurangan Tentang amar ma’ruf nahyi mungkar
dan penambahan maupun perubahan di mereka menganggapnya sebagai
dalamnya. Barang siapa yang mengaku kewajiban agama atas dasar argumentasi
telah mendapat wahyu setelah kenabian syariat, bukan kewajiban tersebut atas
Muhammad saw., maka dia kafir dan dasar argumentasi logika. Sedangkan
harus dibunuh. mengenai masalah janji dan ancaman

54
REVITALISASI AGAMA DI SULUT (STUDI KASUS KELOMPOK ALIRAN SYIAH DI MANADO -- Ali Amin

mereka berpendapat bahwa Tuhan tidak menjanjikan kepada masing-masing


harus melaksanakan ancaman- mereka (balasan) yang lebih baik. Dan
ancamannya sehingga dapat saja Dia Allah mengetahui apa yang kamu
mengampuni oraang yang berdosa. kerjakan.” (Qs. Al-Hadid [57]:10)
Adapun bantahan terhadap tuduhan Sebagai kebalikan model-model
bahwa penganut Syi’ah di Manado adalah utama dan pribadi-pribadi atraktif, al-
sesat dan kafir, maka bantahannya adalah Qur’an menyebutkan kelompok-kelompok
sebagaimana berikut: lainnya yang sangat berseberangan secara
Benar kita memiliki perbedaan diametral dengan model-model diatas:
dengan Ahlusunnah. Hal itu dikarenakan Orang-orang munafik, Orang-orang
kami membagi sahabat Rasulullah Saw munafik yang tersembunyi dan Rasulullah
dan orang-orang yang hidup dengannya Saw tidak mengenal mereka, orang-orang
dengan mengambil inspirasi dari ayat- yang lemah iman dan sakit hatinya, Orang-
ayat al-Qur’an menjadi beberapa bagian: orang (lemah) yang mendengarkan
Yang pertama, Kelompok orang- dengan seksama ucapan-ucapan orang
orang terdahulu: “Orang-orang terdahulu yang suka membuat fitnah, Orang-orang
lagi yang pertama-tama (masuk islam) yang di samping mengerjakan kebaikan
diantara orang-orang Muhajirin dan pada saat yang sama juga mengerjakan
Anshar dan orang-orang yang mengikuti keburukan, Orang-orang yang cenderung
jejak mereka dengan baik, Allah rida murtad, Orang-orang fasik yanng berbeda
kepada mereka dan mereka pun rida antara ucapan dan perbuatannya, Orang-
kepada-Nya, dan Allah menyediakan bagi orang yang iman belum lagi masuk ke
mereka surga-surga yang mengalir sungai- dalam hati-hati mereka, dan sifat-sufat
sungai di dalamnya; mereka kekal di tercela lainnya yang disebutkan sebagian
dalamnya selama-lamanya. Itulah dari mereka.
kemenangan yang besar.” (Qs. Al-Taubah Menguntip buku Dialog Sunni-Syyiah
[9]:100). tulisan Syafaruddin Al Musawi tersebut
Yang kedua, kelompok yang juga didapatkan bahwa di samping itu, di
memberikan baiat di bawah pohon : antara para sahabat terdapat orang-orang
“sesungguhnya Allah telah rida yang bermaksud membunuh Rasulullah
terhadap orang-orang mukmin ketika Saw pada sebuah malam yang di lakukan
mereka berbaiat kepadamu di bawah oleh Uqbah.
pohon. Allah mengetahui keimanan dan Dalam mazhab Ahlulbait As sahabat
kejujuran yang ada di dalam hati mereka. seperti orang lain artinya di antara
Oleh karena itu, Dia menurunkan mereka terdapat orang yang adil dan tidak
ketenangan atas mereka dengan memberi adil. Dalam pandangan Syi’ah tidak semua
balasan kepada mereka dengan sahabat itu adil. Sepanjang perilaku dan
kemenangan yang dekat (waktunya).” perbuatan Rasulullah Saw tidak menjelma
(Qs.Al-Fath [48]:18) dalam kehidupan mereka maka status
Ketiga, Kelompok yang berinfak dan mereka sebagai sahabat tidak memiliki
berjihad sebelum kemenangan: “Tidak peran dalam keadilannya.
sama orang yang menginfakkan Dengan demikian, kriteria dan
(hartanya) dan berperang sebelum rumusnya adalah perilaku dan perbuatan
teercapai kemenangan (dengan orang praktis. Barang siapa yang perbuatan dan
yang menginfakkannnya setelah perilakunya sejalan dengan kriteria dan
kemenangan tercapai). Mereka memiliki tuntunan agama Islam maka ia adalah
derajat yang lebih tinggi dari pada orang- seorang yang adil. Sebagaiman yang telah
orang yang menginfakkan (hartanya) dan kami katakan bahwa pandangan ini
berperang sesudah itu. Tapi Allah

55
JURNAL POTRET --Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam – Vol. 21, No. 2, Juli - Desember 2017

selaras dengan ajaran Al-Qur’an dan perkenalkan sebagai orang-orang yang


Sunnah Rasulullah Saw. keluar aturan dari syariat maka hal itu
Al Musawi mempertanyakan adalah tiadanya keadilan pada sahabat!
“bagimana dan dengan logika apa kita Lantas mengapa ada serangan kepada
dapat menyamakan diantara seluruh Syi’ah sementara pandangan mereka sama
sahabat dan menyebut keduanya adalah dengan pandangan yang lain?
sahabat? Misalnya antara Malik bin Karena itu, Menurut Al Musawi,
Nuwairah dan orang yang membunuhnya dalam pandangan Syiah kriterianya adalah
denga keji dan pada malam itu juga keadilan,, berpegang teguh kepada sirah
seranjang dengan istrinya! Sekali-kali Rasulullah Saw dan menjalankan sunnah
tidak dapat dibenarkan peminum khamar beliau semasa hidupnya dan pasca
seperti Walid bin Uqbah hanya karena wafatnya. Barang siapa yang berada
statusnya sebagai sahabat kemudian kita dijalan ini maka, dalam pandangan Syiah,
bela. Atau menyokong dan membela yang ia harus dihormati dan jalannya diikuti
menjadikan pemerintahan Islam seperti serta didoakan semoga rahmat Tuhan
sebuah kekuasaan ditaktor dan baginya melimpah dan memohon supaya
membunuh orang-orang shaleh dalam ditinggikan derajatnya. Namun orang-
umat dan mengangkat senjata berperang orang yang tidak berada di jalan ini kami
melawan imam dan khalifah sah (Ali bin tidak memandangnya sbagai orang adil.
Abi Thalib)? Apakah dapat dibenarkan Sebagai contoh dua orang sahabat
kita memandang sama antara Ammar mengusung lasykar disertai dengan salah
Yasir dan kepala kelompok pemberontak seorang istri Rasulullah Saw lalu
hanya karena keduanya sahabat padahal berhadap-hadapan denga khalifah legal
Rasulullah Saw bersabda: “Ammar akan Rasulullah Saw Ali bin Abi ThalibAs
dibunuh oleh kelompok tiran dan menghunus pedang di hadapannya di
pemberontak. “Tutur Al Musawi. perang Jamal. Mereka memulai perang
Pada hakikatnya Islam lebih mulia yang menelan ribuan korban jiwa kaum
dan agung dari tindakan ingin mencampur Muslimin. Izinkan kami bertanya apakah
aduk dengan kejahatan orang-orang jahat angkat senjata dan menumpahkan darah
dan menyimpang pada setiap ruang dan orang-orang tak berdosa ini dapat di
waktu! Inilah keyakinan kami. Kami tidak benarkan? Atau orang lain yang di sebut
berbasa-basi dengan siapa pun. Lantaran sebagai sahabat Rasulullah Saw dan
kebenaran lebih layak untuk dijelaskan menghunus pedang pada sebuah
dan diikuti. peperangan yang disebut sebagai sahabat
Secara meyakinkan, kata Habib Eza Rasulullah Saw da menghunus pedang
mengutip Al Musawi, “Kami ingin pada sebuah peperangan yang disebut
bertanya kepada saudara-saudara Sunni sebagai Shiffin. Kami berkata perbuatan
apakah kalian memandang sama antara ini bertentangan dengan syariat dan
Khalifah ketiga Utsman dan orang yang memberontak kepada imam dan khalifah
membunuhnya? Apabila keduanya adalah legal. Perbuatan-perbuatan ini tidak dapat
sama lalu mengapa serangan banyak diterima dengan membuat justifikasi
dilancarkan kepada Ali As dan dengan bahwa mereka dalah sahabat.
dalih menuntut darah Utsman api Demikianlah poin asasi perbedaan
peperangan Jamal dan Shiffin bisa pandangan antara Syiah dan yang lainnya.
meletus? Dan apabila dua kelompok ini Jelas bahwa disini yang mengemuka
tidak sama, orang-orang yang menentang bukan pembahasan mencela dan melaknat
dan orang-orang yang mendukung dalam sahabat.
pembunuhannya apa lagi orang-oramg Sedangkan untuk persoalan nikah
yang membunuhnya mereka di mut’ah, mengutip Al Musawi, menurut

56
REVITALISASI AGAMA DI SULUT (STUDI KASUS KELOMPOK ALIRAN SYIAH DI MANADO -- Ali Amin

habib Eza, nikah mut’ah tetap dibolehkan permasalahannya sebenarnya hanya pada
atau dihalalkan sampai sekarang, sama persoalan fiqh, yang tidak perlu
halnya dengan nikah permanen (nikah dibesarkan karena fiqh adalah produk
daim). Hal ini didasarkan pada beberapa hukum. Syi’ah dan Sunni tidak berbeda
hal; Surat An-Nisa’ (4) ayat 24 menurut dalam hal-hal pokok, tetapi hanya berbeda
qiraah Ibnu Mas’ud yang didalamnya pada persoalan furu’. Untuk itulah, sangat
disisipkan kalimat ilaa ajal musamma. disesalkan ketika terjadi polemik Syi’ah,
Mereka menolak pendapat yang umat Islam kkota manado yang minoritas
mengatakan bahwa ayat tersebut semakin terpecah belah karena isu-isu
hukumnya sudah dinasakhkan oleh lail sektarian, sehingga umat islam menjadi
lain atau ijmak ulama. lemah secara sosial politik. Kedepannya
Hadits yang membolehkan nikah diharapkan pemerintah harus menyikapi
mut’ah, sebagaimana yang diriwayatkan polemik ini, terutama tokoh-tokoh agama
Imam Muslim dari ar-Rabi’ bin Saburah dari kalangan Islam mayoritas, sehingga
dari Jabir bin Abdullah. Pendapat tidak membawa umat kepada perpecahan
beberapa orang sahabat (seperti Ibnu yang akan mengakibatkan umat Islam
Abbas, Ibnu Mas’ud, Jabir bin Abdullah, tertinggal dalam segala hal.
dan Abu Said al-Khudri) dan tabi’in
(seperti ata bin Abi Rabah dan Said bin Kesimpulan
jubair) Konflik Syi’ah dan Sunni di Kota
Nikah mut’ah memiliki beberapa Manado pada dasarnya tidak menjadi
syarat dan rukun yang harus dipenuhi representasi apa yang terjadi pada umat
menurut kami orang Syi’ah. Menurut Islam secara umum. Hal ini dikarenakan,
ulama Syi’ah, syarat-syarat tersebut pihak yang konflik mengatas namakan
adalah baligh, berakal, dan tidak ada Sunni, bukanlah mewakili sikap seluruh
halangan syar’i untuk melangsungkannya umat Islam Kota Manado, tetapi hanya
seperti adanya pertalian nasab, saudara merupakan sekelompok kecil umat Islam.
sesusuan atau masih menjadi istri orang Sedangkan disisi yang lain, umat Islam
lain. Adapun rukun nikah mut’ah yang Manado secara umum tidak terlalu
harus dipenuhi adalah sighat (ikrar nikah menanggapi isu-isu Syi’ah, karena
mut’ah), calon istri, mahar/maskawin, dan memang umat Islam Kota Manado sudah
batas waktu tertentu. terbiasa dengan perbedaan dan pluralitas
Sedangkan soal sholat tiga waktu, dalam kehidupan beragama.
Ustadz Muhammad Nur menjelaskan
bahwa, sholat mereka tetap lima kali. Kelompok Syi’ah sendiri tidak kemudian
Namun dilakukan ditiga waktu termajinalkan di ruang publik, hal ini
sebagaimana Muslim Sunni melakukannya dapat dilihat dari penerimaan masyarakat
saat shalat Jamak di perjalanan. Misalnya kepada tokoh-tokoh Syi’ah dalam
shalat Dzuhur waktunya digabung dengan organisasi serta terlibat dalam kegiatan-
shalat Ashar, Shalat Maghrib dengan Isya. kegiatan. Bahkan majelis-majelis Syi’ah
Syiah dikenal menggabung dua pun dapat bebas dilaksanakan. Kultur
shalatnya. Misalnya, ketika seorang Syiah masyarakat Manado yang toleran dan
telah melakukan shalat dhuhur, secara plural telah menjadikan umat Islam Kota
langsung setelahnya ia dapat melakukan Manado lebih bersikap dewasa melihat
shalat ashar. Begitu juga setelah shalat perbedaan mazhab ini.
maghrib ia bisa langsung shalat isya’. Itu
tidak diperbolehkan bagi Ahlul Sunnah.
Tapi dari konflik Syi’ah Sunni di
Manado, Ustadz Nur menjelaskan,

57
JURNAL POTRET --Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam – Vol. 21, No. 2, Juli - Desember 2017

Daftar Pustaka

Fadl, Khalid Abou El. Islam Siete (syiah)-


sunni, Harper San Fransisco, San
Fransisco 2004.,
Pieth,Mark. Islam and politics in Iran ,
Kluwer Academic Publishers,
Boston 2003.
Yahya, Mariani. Makalah tentang
perkembangan kaum syiah di Asia
Tenggara, di presentasika dalam
All hands meeting Minerva Project,
Tempe Arizona 9-12 Februari
2012.
Jamaluddin, Amin. Aliran Aluran Sesat di
Indonesia, Gema Insani Press
Jakarta, Komunitas Bambu 2011,

Zulkifli, The Struggle Of Shi’is In Indonesia,


ANU e Press, 2013

58