Vous êtes sur la page 1sur 54

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KLIMATOLOGI PERTANIAN

Disusun Oleh : Nama N.I.M. Kelas Jurusan Acara 1 : Almursidi Suhud : 11/14069/SPKS :F : Budidaya Pertanian : Pengenalan Stasiun Meteorologi dan Peralatannnya Co.Ass : Sesotya Nugroho Adhi

FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN STIPER YOGYAKARTA 2012

I. II.

Acara Tanggal

: Pengenalan Stasiun Meteorologi dan Peralatannya : 24 Januari 2012 : 1. Mengenal stasiun meteorologi pertanian dan alat-alat pengukur anasir cuaca yang bisa digunakan dalam

III. Tujuan

bidang meteorologi pertanian 2. Mempelajari prinsip kerja, cara penggunaan alat, serta macam data dan kualitas data yang dihasilkan dari suatu alat pengukur anasir cuaca IV. Tinjauan Pustaka Meteorologi Pertanian adalah suatu tempat untuk mengadakan pengamatan secara terus menerus keadaan lingkungan ( atmosfer). Suatu stasiun Meteorologi paling sedikit mengamati suatu keadaan iklim selama 10 tahun berturut-turut, sehingga akan didapatkan gambaran umum tentang rerata keadaan iklim suatu tempat. Agar diperoleh hasil pengamatan yang akurat, maka dibutuhkan persyaratan sebagai berikut: a. b. Penempatan lokasi stasiun haruas mewakili keadaan lahan yang luas Masing-masing alat harus dapat memberikan hasil pengukuran parameter cuaca yang absah ( tepat dan akurat), sederhana, kuat atau tidak mudah rusak, mudah penggunaan dan perawatannya c. Pengamatan harus dipercaya, terlatih, dan terampil

Stasiun Meteorologi harus ditempatkan pada daerah terbuka dan representatif (mewakili). Luas daerah terbuka bagi suatu stasiun Meteorologi Pertanian dengan peralatannya lengkap kira-kira 2 - 2,5 Ha. Sedangkan meteorologi itu sendiri adalah suatu yang ilmu yang mempelajari tentang cuaca alat- alat yang digunakan berupa : Alat-alat meteorologi manual :Alat Pengukur Suhu Tanah : Termometer permukaan tanah, Termometer selubung kayu, Termometer Bengkok, Termometer Symons, Stik Termometer, dan Termometer Maksimum-Minimum Tanah. Alat pengukur Kelembaban Nisbi udara: Psikrometer sangkar, Sling

psikrometer, Psikrometer Asman, Higrometer dan Higrograf. Alat Pengukur Suhu Udara : Termometer biasa (terpasang sebagai termometer bola kering pada psikrometer), Termometer maksimum, Termometer minimum,

Termometer maksimum-minimum Six Bellani. Alat pengukur Curah hujan: Ombrometer tipe Observatorium, Ombrograf,Alat Pengukur suhu dan kelembaban nisbi udara : Termohigrograf dan termohigrograf. Alat Pengukur Suhu Air : Termometer Maksimum-Minimum Permukaan air. Alat Pengukur panjang Penyinaran : Solarimeter jordan dan Solarimeter tipe

Comballstokes,Alat Pengukur Intensitas Penyinaran : Aktiniggraf. Alat Pengukur Kecepatan Angin :Cup Anemometer, Hand Anemometer dan biram.Alat Pengukur Evaporasi : Panci Evaporasi Klas A dan Atmograf.

IV. Hasil Pengamatan A. Alat Pengukur Curah Hujan 1.Ombrometer Type Observatorium Keterangan : a. Mulut penakar seluas 100cm2 b. Corong sempit c. Tabung kapasitas CH d. Kran penampung setara dengan

300-500mm

1.1 y Satuan Alat:

bar Ombrometer Type Observatorium

Satuan Alat yang digunakan yaitu milimeter (mm) y Satuan Pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan yaitu mm y Ketelitian Alat: Ketelitian alat 0,5 mm y Prinsip Kerja: Penampungan curah hujan y Cara Kerja: 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan.

3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara pemasangan : 1. Alat ditempatkan di lapangan terbuka dengan jarak terhadap pohon atau bangunan terdekat sekurang-kurangnyasama denagan tinggi pohon atau bangunan tersebut 2. Permukaan mulut corong harus benar-benar horisontal dan dipasang pada ketinggian 120 cm dari permukaan tanah y Cara pengamatan: Pengamatan dilakukan setiap pukul 07.00 pagi 1. Pengukur dapat dilakukan dengan mengukur volume air yang tertampung dengan gelas ukur biasa. Karena luas penampung pengukur curah hujan 100cm2 sehingga setiap volume berarti sama dengan 1 mm tinggi muka air 2. Data curah hujan harian didapat dengan jalan kran dibuka, airnya ditampung dalam gelas penakar yang bersatuan mm tinggi air 3. Hujan kurang dari 0,5 mm dianggap tidak ada meskipun 10cm2

2.

Ombrograf Keterangan : a. Mulut penakar b. Corong sempit c. Tabung Penabung d. Tabung penampung

utama dengan kapasitas serta dengan 60mm CH e. Saluran air C pembuangan sistem

dengan

bejana berhubungan f. Silinder 1.2 Gambar Ombrograf

Satuan Alat: Satuan Alat yang digunakan yaitu milimeter (mm)

Satuan Pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan yaitu mm

Ketelitian Alat: Ketelitian alat 2 mm

Prinsip Kerja: Berdasar sistem pelampung

Cara Kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja,

cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. 4. Cara Pemasangan 5. Syarat penempatan alat seperti ombrometer 6. Alat dipasang diatas permukaan tanah dengan tinggi permukaan mulut corong 40 cm dari permukaan tanah y Cara Pengamatan : 1. Kertas grafik dipasang pada silinder yang berputar teratur secara otomatis 2. Penggantian kertas grafik dilakukan 1 minggu sekali 3. Pencatatan curah hujan bersifat kumulatif dengan kapasitas maksimum penampung 60 mm. ( Satuan pencatat dalam mm) 4. Banyaknya curah hujan dan terjadinya hujan ( Waktu dan intensitas) dapat dibaca dari kertas grafik.

B. Alat Pengukur Kelembaban Nisbi Udara 1. Psikrometer a.. Psikrometer sangkar Keterangan : a. Statif b. Termometer bola basah c. Kain kasa yang dibasahi d. Bejana tempat air

1.3 Gambar Psikrometer sangkar y Satuan Alat: Satuan Alat yang digunakan yaitu oC y Satuan Pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan yaitu Persentase ( % ) y Ketelitian Alat: Ketelitian alat 0,5 oC y Prinsip Kerja: Berdasar sistem Termodinamika y Cara Kerja: 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat

nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara Pemasangan : 1. Psikrometer dipasang dalam sangkar meteo 2. Kain kasa pada termometer bola basah harus dijaga tetap bersih dan selalu terbasahi secara kapilaritas y Cara Pengamatan 1. Pengamatan dilakukan tiga kali dalam sehari, pada pukul 07,00:13.00 atau dan pukul 18.00 2. Mula-mula dilakukan pembacaan suhu termometer bola basah (TBB) kemudian termometer bola kering (TBK) 3. Pembacaan dilakukan sampai ketelitian 0,1 oC. Kelembaban nisbi suatu saat dicari dalam tabel, berdasarkan nilai selisihsuhu pada TBB dan TBK.

b.

Sling Psikrometer Keterangan : a. Tewrmometer bola basah b. Termometer bola kering c. Pegangan

1.4 Gambar Sling Psikromete y Satuan Alat : Satuan Alat yang digunakan yaitu oC y Satuan Pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan yaitu Persentase ( % ) y Ketelitian Alat : Ketelitian alat 0,2 oC y Prinsip Kerja : Berdasar sistem Termodinamika y Cara Kerja : y Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. y Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. y Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya.

Cara Pemasangan : Cara pemasamgannya menggunakan cara portable

Cara Pengamatan : 1. Sebelum digunakan, kain kasa pada TBB ditetesi air secukupnya 2. Selanjutnya sling psikometer diputar 33 kali dengan kecepatan 4
putaran/detik sama dengan kecepatan angin 2,5 m/s

3. Pengamatan selanjutnya sama sepertipada psikrometer sangkar.

c.

Psikrometer Tipe Assman Keterangan : a. Termometer basah b. Termometer kering c. d. Kipas Skrup pegas e. Saluran angin pemutar bola bola

1.5 Gambar Psikrometer Tipe Assman y Satuan Alat : Satuan Alat yang digunakan yaitu oC y Satuan Pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan yaitu Persentase ( % ) y Ketelitian Alat : Ketelitian alat 0,2 oC y Prinsip Kerja : Berdasar sistem Termodinamika y Cara Kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan.

3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara Pemasangan 1. y Cara Pemasangannya menggunakan cara Portable

Cara Pengamatan 1. Sebelum dipakai, Kain kasa pada TBS ditetesi dengan air 2. Pegas kipas diputar, sehingga kipas akan mengalirkan udara dengan kecepatan kurang lebih 5 m/s pada bagian reservois termometernya 3. Setelah suhu termometer suhu konstant dilakukan pembacaan seperti pada psikrometer sangkar.

d.

Higrograf Keterngan: a. Rambut b. Sistem tuas c. Pena/pen era grafik d. Silinder kertas grafis

1.6 Gambar Higrograf y Satuan Alat : Satuan Alat yang digunakan yaitu Persentase (%) y Satuan Pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan yaitu Persentase ( % ) y Ketelitian Alat : Ketelitian alat 1 % y Prinsip Kerja : Sifat kembang kerut benda higroskopis y Cara Kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan

dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara Pemasangan: Cara pemasangan dipasang pada sangkar meteo y Cara Pengamatan: 1. Dipasang kertas grafik pada silinder yang dapat berputar secara otomatis 2. Penggantian kertas grafik dilakukan sekali dalam seminggu 3. Kelembaban nisbi udara dalam satuan persen (%) dapat dibaca pada kertas grafik 4. Alat ini dapat digunakan untuk mengetahui ayunan kelembaban nisbi udara selama satu minggu.

C.

Alat Pengukur Suhu Udara a. Termometer Biasa (glass termometer) Keterangan: a. Resevoir b. Pipa kapiler berisi air raksa

1.7 Gambar Termometer Biasa (glass termometer) y Satuan Alat : Satuan Alat yang digunakan yaitu oC y Satuan Pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan yaitu oC y Ketelitian Alat : Ketelit y Prinsip Kerja : Muai ruang zat cair y Cara Kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan.

3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara Pemasangan : 1. Dipasang sekaligus sebagai tremometer bola kering pada psikrometer sangkar y Cara Pengamatan : 1. Suhu udara dapat dibaca pada skala termometer dengan ketelitian pembacaan 0,1 oC 2. 3. Mata pengamat harus tegak lurus terhadap kolom air raksa Pengamatan dilakukan tiga kali sehari, pada pukul 07.00, 13.00 dan 18.00.

b. Termometer Maksimum Keterangan: A. Resevoir B. Celah Sempit C. Pipa kapiler berisi air raksa

1.8 Gambar Termoter Maksimum y Satuan Alat : Satuan Alat yang digunakan yaitu oC y Satuan Pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan yaitu oC y Ketelitian Alat : Ketelitian alat 0,25 oC y Prinsip Kerja : Muai ruang zat cair yang dimodifikasi dengan celah sempit y Cara Kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan

dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya y Cara Pemasangan Alat dipasang pada sangkar meteo dan dipasang miring 2 oC terhadap suhu horisontal, dengan bagian reservoir lebih rendah. y Cara Pengamatan A. Suhu maksimum dapat dibaca tepat pada permukaan kolom air raksa B. Setelah pengamatan, alat dipasang pada posisi bagian reservoir disebelah luar dan dikibaskan sampai tidak terdapat

pemutusankolom air raksa pada celah sempit dan dipasang untuk pengamatan hasil selanjutnya C. Pengamatan dilakukan sore hari pada pukul 16.00.

d. Termometer Minimum Keterangan : D. Resevoir E. Index penunjuk suhu minimum F. Pipa kapiler berisi air raksa

1.9 Gambar Termometer minimum y Satuan Alat : Satuan Alat yang digunakan yaitu oC y Satuan Pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan yaitu oC y Ketelitian Alat : Ketelitian alat 0,25 oC y Prinsip Kerja : Muai ruang zat cair yang dimodifikasi dengan indeks y Cara Kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai

perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya y Cara Pemasangan Alat dipasang pada sangkar meteodengan kedudukan yang harus benar-benar datar. y Cara Pengamatan 1. Suhu udara minimum dapat diketahui dengan membaca tepat pada skala yang ditunjuk oleh ujung indeks yang berdekatan dengan ujung kolom alkohol. 2. Ujung kolom alkohol menunjukan kepada suhu udara sesaat. 3. Pengamatan dilakukan sore hari pada pukul 16.00. 4. Setelah pengamatan, indeks harus dikembalikan tepat pada ujung kolom alkohol, untuk pengamatan selanjutnya.

e. Termometer Maksimum-Minimum Six Bellani Keterangan : a. Resevoir b. Pipa raksa c. Pipa kapiler berisi alkohol d. Indeks penunjuk suhu kapiler berisi air

maksimum e. Indeks minimum f. Tombolpengembali indeks penunjuk suhu

1.10 Gambar Termometer Maksimum-Minimum Six Bellani y Satuan Alat: Satuan Alat yang digunakan yaitu oC y Satuan Pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan yaitu oC y Ketelitian Alat : Ketelitian alat 2,5 oC y Prinsip Kerja : Muai ruang zat cair (air raksa dan alkohol) y Cara Kerja: y Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. y Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja,

cara pemasangan serta cara pengamatan. y Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya y Cara Pemasangan Alat dipasang pada sangkar meteo dengan posisi tegak y Cara Pengamatan 1. Suhu maksimum dan minimum dibaca pada ujung bawah indeks 2. Indeks bagian kanan menunjukkan suhu maksimum, indeks bagian kiri menunjukan suhu minimum 3. Pengamatan dilakukan pada sore hari pada pukul 16.00 4. Setelah pengamatan, untuk pengamatan selanjutnya tombol kemudian ditekan sedemikian sehingga ujung indeks bawah berhimpit dengan permukaan air raksa.

D. Alat Pengukur Suhu dan Kelembaban Nisbi Udara 1. Termohigrometer Keterangan : a. Spiraldwi logam/bimetal(didalam) b. Spiral benda

higroskopis(didalam) c. Jarum suhu d. Jarum penunjuk skala penunjuk skala

kelembaban e. Ventilasi

1.11 Gambar Termohigrometer y Satuan Alat: Satuan Alat yang digunakan yaitu oC, % y Satuan Pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan yaitu oC, % y Ketelitian Alat: Ketelitian alat 0,5 oC, 1 % y Prinsip Kerja: D. Termometer : Muai Dwi-Logam E. Higrometer : Higroskopis rambut y Cara Kerja: 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan

stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan

ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya y Cara Pemasangan Portable ataupun dipasang pada sangkar meteo y Cara Pengamatan 1. Saat pengamatan alat harus terlindungi dari pengaruh sinar matahari secara langsung dan tetesan air hujan 2. Suhu udara (oC) dan kelembaban (%) dibaca langsung pada alat.

2. Termohigrograf Keterangan: a. Lempeng dwi logam/bimetal b. Rambut c. Sistem tuas higrograf d. Sistem tuas termograf e. Pena f. Silinder kertas grafik

1.12 Gambar Termohigrograf y Satuan Alat: Satuan Alat yang digunakan yaitu oC, % y Satuan Pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan yaitu oC, % y Ketelitian Alat: Ketelitian alat 0,5 oC, 1 % y Prinsip Kerja: y Termometer : Muai Dwi-Logam y Higrometer : Higroskopis rambut y Cara Kerja: 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan

ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan.

3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya y Cara Pemasangan Portable ataupun dipasang pada sangkar meteo y Cara Pengamatan 1. Dipasang kertas grafik pada silinder yang dapat berputar secara otomatis. 2. Kertas grafik diganti setiap minggu 3. Kelembaban nisbi (%) dan temperatur (oC) suatu saat dan ayunannya dapat dibaca pada kertas grafik.

E. Alat Pengukur Suhu Tanah 1. Termometer Permukaan Tanah (Jeluk 0 ) Keterangan : a. Termometer zat cair b. Resevoir c. Statif kaki tiga d. Tabung pelindung

resevoir berventilasi

3.11 gambar Termometer Permukaan Tanah (Jeluk) y Satuan alat : Satuan alat yang digunakan adalah oC y Satuan pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan adalah oC y Ketelitian alat : Ketelitian alat 0,5 oC y Prinsip kerja : Muai ruang zat cair y Cara kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat

mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara pemasangan : Alat bersifat portable, alat diletakkan diatas permukaan tanah. y Cara pengamatan : Setelah stabil suhu dibaca langsung pada skala yang

ditunjukkan.Saat pencatatan suhu tanah harian juga seperti cara pencatatan pada suhu udara harian.

2. Termometer Tanah Selubung Kayu (Jeluk 0-10) Keterangan : a. Ujung sensor sampai

jeluk 5cm b. Termometer zat cair c. Pegangan tangan d. Selubung kayu pelindung termometer

1.14 Gambar Termoter Selubung Kayu y Satuan alat : Satuan alat yang digunakan adalah oF y Satuan pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan adalah oC y Ketelitian alat : Ketelitian alat 1 oF y Prinsip kerja : Muai ruang zat cair y Cara kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai

perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara pemasangan : Alat bersifat portable, bagian ujung ditancapkan kedalam tanah sesuai dengan jeluk yang akan diamati. y Cara pengamatan : Setelah stabil, suhu tanah diamati dengan membaca skala yang ditunjuk.

3.Termometer Tanah Tipe Bengkok (Jeluk 20 cm) Keterangan : a. Resevoir untuk jeluk tanah 20 cm. b. Pipa kapiler berisi air raksa.

1.14 y

Gambar termometer tipe bengkok (Jeluk 20 cm)

Satuan alat : Satuan alat yang digunakan adalah oC

Satuan pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan adalah oC

Ketelitian alat : Ketelitian alat yang digunakan adalah 0.1 oC

Prinsip Kerja : Muai ruang zat cair (Air raksa)

Cara kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus

untukbidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja,

cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya y Cara pemasangan : 1. 2. Dibuat lubang pada tanah dengan jeluk tertentu dengan bor. Bagian reservoir termometer dimasukkan lubang kemudian ditimbun kembali dengan tanah bekas galian. y Cara pengamatan : Setelah stabil suhu dibaca langsung pada skala yang ditunjukkan.Saat pencatatan suhu tanah harian juga seperti cara pencatatan pada suhu udara harian.

4. Termometer tanah Tipe Symons (Jeluk tanah 50 cm) Keterangan : a. Pipa pelindung termometer b. Bagian sensor c. Termometer zat cair d. Resevoir e. Rantai

1.2.A Gambar Termometer tanah type Symons (Jeluk tanah 50 cm) y Satuan alat : Satuan alat yang digunakan adalah oC y Satuan pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan adalah oC y Ketelitian alat : Ketelitian alat 0.5 oC y Prinsip kerja : Muai ruang cair y Cara kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untukbidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara

kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara pemasangan : 1. Dibuat lubang pada tanah dengan jeluk tertentu dengan bor. 2. Bagian reservoir termometer dimasukkan lubang kemudian ditimbun kembali dengan tanah bekas galian. y Cara pengamatan : 1. Termometer diangkat dari selubung bagian pelindung, suhu tanah dapat dibaca pada skala yang ditunjuk. 2. Pembacaan harus dilakukan dengan cepat.

5. Termometer Tanah jeluk Sampai 10 cm/Stick Termometer Keterangan : a. Tangkai pemutar b. Jarum petunjuk suhu c. Tabung bejana berisi spiral logam sebagai penghantar d. Ujung peka

1.3 y Satuan alat :

Gambar Stick Termometer

Satuan alat yang digunakan adalah oC y Satuan pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan adalah oC y Ketelitian alat : Ketelitian alat 1oC y Prinsip kerja : Muai kawat dengan lilitan kumparan pada tabung bejana y Cara kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untukbidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan.

3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara pemasangan : Alat dimasukkan dalam tanah dan tekanan menurut jeluk yang kita inginkan dengan cara memutar pegangannya. y Cara pengamatan : Setelah jarum penunjuk suhu konstan, suhu dapat dibaca skala yang ditunjuk.

6. Termometer Tanah Maksimum Dan Minimum Keterangan : i. Bagian sensor ii. Pipa berisi zat cair (air raksa) iii. Jarum hitam penunjuk suhu sehat iv. Jarum hijau penunjuk suhu maksimum v. Jarum merah penunjuk suhu minimum

1.4 y

Gambar Termometer tanah maksimum dan minimum

Satuan alat : Satuan alat yang digunakan adalah oC

Satuan ukuran : Satuan ukuran yang digunakan adalah oC

Ketelitian alat : Ketelitian alat 0.5 oC

Prinsip kerja : Muai ruang zat cair pada tabung Bourdan

Cara kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus

untukbidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan.

3.

Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya.

Cara pemasangan : Alat protable, bagian sensor dibenamkan dalam tanah sampai kedalaman 20 cm dan dibiarkan selama periode pengamatan.

Cara pengamatan : 1. Sebelum ketiga jarum penunjuk dibuat saling berhimpit dengan memutar skrup. 2. Pada saat pembacaan : Jarum merah akan menunjukkan suhu maksimum Jarum hijau akan menunjukkan suhu minimum Jarum hitam akan menunjukkan suhu sesaat.

F. Alat Pengukur Temperatur Air 1. Solarimeter Type Yordan Keterangan : a. Silinder 60o b. Celah sempit tempat setengah

lingkaran dengan sudut

masuknya sinar c. Pelindung celah sempit d. Sekrup kemiringan pengatur

1.1 y Satuan alat:

Gambar solarimeter Type Yordan

Satuan alat yang digunakan adalah jam y Satuan pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan adalah % y Ketelitian alat : Ketelitian alat 0.5 jam y Prinsip kerja : Reaksi fotokhemis y Cara kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untukbidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara

pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara pemasangan : 1. Alat dipasang pada tempat terbuka, alat diletakkan pada beton yang agak tinggi sedemikian rupa sehingga dalam keadaan normal, sensor dapat menangkap sinar matahari pada ketinggian 3o diatas horizontal. 2. Solarimeter dipasang sedemikian rupa sehingga : a. Arah U-S dari alat sesuai dengan U-S dari tempat pemasangan. b. c. Tutup kotak menghadap katulistiwa. Alat dipasang dengan kemiringan kearah katulistiwa terhadap sumbu horizontal sebesar derajat lintang tempat pemasangan (Yogyakarta: 7oLS) y Cara pengamatan : a. Persiapan kertas pias 1. Kertas pias dicelupkan/dilapisi dengan larutan kalium

ferrosianida atau ferromonium sitrat dengan kepekatan baku, disesuaikan dengan kepekatan kertas pias terhadap intensitas sinar matahari. 2. Sebelum digunakan kertas pias terhadap intensitas sinar matahari. 3. Dua buah kertas pias dipasang pada masing-masing tabung dan diganti setiap sore hari pada pukul 18.00. 4. Noda yang terjadi pada kertas pias (Dicelupkan dahulu dalam aquadest segera setelah digunakan), diukur panjangnya dalam

satu jam, ini merupakan nilai PP aktual. 5. Solarimeter Type Compbell-Stokes Keterangan : a. Lensa bola kaca pejal

dengan jari-jari 7,3cm b. Busur pemegang bola kaca pejal c. Skrup pengunci kedudukan lensa d. Skrup pengatur kemiringan e. Silinder kertas grafis

1.2 Gambar solarimeter Type Compbell-Stokes y Satuan alat : Satuan alat yang digunakan adalah jam y Satuan pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan adalah % y Ketelitian alat : Ketelitian alat 0.5 jam y Prinsip kerja : Pemfokusan sinar matahari y Cara kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untukbidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan

ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara pemasangan : 1. Syarat pemasangan seperti pada type yordan 2. Pemasangan alat sedemikian rupa sehingga : a. Mangkuk tempat pemasangan kertas pias harus menunjukkan arah timur barat b. c. Bagian bawah alat harus datar (diatur dengan leveling) Lensa bola bersama dengan tempat kertas pias dimiringkan sesuai dengan letak lintang tempat pengamatan. y Cara pengamatan : 1. 2. Kertas pias dipasang dan diganti tiap sore hari pada pukul 18.00. Kertas pias yang digunakanada tiga macam, yaitu bentuk lurus, bengkok panjang dan bengkok pendek. 3. Jadwal penggunaan masing-masing bentuk kertas pias tergantung letak pengamatan dan kedudukan matahari terhadap tempat tersebut. 4. Pengukuran panjang penyinaran aktual dilakukan dengan

ketelitian 0,1 jam dengan ketentuan sebagai berikut : a. Noda langsung bundar dihitung panjang garis tengah noda. b. Noda berbentuk titik, setiap dua atau tiga titik dihitung 0,1 jam c. Noda berbentuk garis berlubang, dihitung dikurangi 0,1 jam setiap pemusatan. d. Noda berbentuk garis tidak berlangsung, tidak pada dikoreksi.

G. Alat Pengukur Intensitas Radiasi Matahari 1. Actinograf Dwi Logam (Bimetal) Keterangan : a. Lempeng logam warna putih b. Lempeng hitam c. Kaca pyrex (pelindung luar) d. Pena/Penera grafik e. Silinder kertas grafik logam warna

1.1

Gambar Actinograf Dwi Logam (Bimetal)

y Satuan alat : Satuan alat yang digunakan adalah cm2 y Satuan pengukuran : Satuan pengukuran yang digunakan adalah kal/cm2/hari y Ketelitian alat : Ketelitian alat 1 cm2 y Prinsip kerja : Beda muai logam hitam-putih y Cara kerja : 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untukbidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan

cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara pemasangan : Alat dipasang pada tempat terbuka diatas tiang beton yang kuat dan bagian atas dibuat sedemikian rupa sehingga selain surya berada 15 derajat diatas horizon bumi,sinar harus mencapai sensor. y Cara pengamatan : 1. Kertas grafik dan diganti setiap sore hari pada pukul 18.00. 2. Dari grafik yang tergambar diukur luasan dibawah grafik tersebut dengan alat plainmeter.Dari luasan terukur disetarakan terhadap satuan kalori/cm2/hari.

H . Alat Pengukur Kecepatan Angin 1. Cup Anemometer Keterangan : a. Mangkuk anemo b. Pencatat jarak c. Tiang penyangga

Gambar Cup Anemomete y Satuan Alat: Satuan Alat yang digunakan yaitu km y Satuan Pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan yaitu km/jam y Ketelitian Alat: Ketelitian alat 1 km y Prinsip Kerja: Sistem mekanik Gear y Cara Kerja: 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan.

3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya y Cara Pemasangan 1. Alat dipasang pada tiang/menara dengan ketinggian 0,5m, 0,2m atau 10m seuai dengan masing-masing penggunaan 2. Pemasangan harus pada tempatnya terbuka, jarak benda terdekat paling sedikit 10 kali tinggi benda tersebut y Cara Pengamatan 1. 2. Tiap pada hari pukul 07.00 dibaca pada alat pencatat Rerata kecepatan angin dapat dihitung dari besarnya selisih pembacaan hari II dengan pembacaan I ( jarak tempuh angin) dibagi dengan waktu antara benda pengamatan tersebut.(periode satu hari : 24 jam) 3. Satuan pengamatan adalah Km/jam.

2. Biram Anemometer Keterangan : a. Kipas Anemo b. Jarum pencatat petr

jarakn

Gambar Biram Anemometer y Satuan Alat: Satuan Alat yang digunakan yaitu m y Satuan Pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan yaitu m/s y Ketelitian Alat: Ketelitian alat 0,5 m y Prinsip Kerja: Sistem mekanik y Cara Kerja: 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai

perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya. y Cara Pemasangan Portable y Cara Pengamatan 1. Umumnya alat digunakan untuk pengukuran, rerata kecepatan angin pada periode pendek, satuan dalam m/s 2. Cara pengukuran seperti pada cup anemometer.

3. Hand Anemometer Keterangan : a. b. c. d. Kipas anemo Speed meter Skala beauford Tangkai pemegang

Gambar Hand Anemometer y Satuan Alat: Satuan Alat yang digunakan yaitu m/s y Satuan Pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan yaitu m/s y Ketelitian Alat: Ketelitian alat 0,5 m/s y Prinsip Kerja: Sistem GGL induksi y Cara Kerja: 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati

baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya y Cara Pemasangan Portable y Cara Pengamatan 1. Kecepatan angin sesaat dapat diketahui dengan membaca langsung pada pencatat 2. Satuan alat dalam m/s atau skala beaufort.

I . Alat Pengukur Penguapan Air 1. Panci Evaporasi klas A Keterangan : a. Panci Evaporasi dengan diameter 120.7 cm,tinggi 25 cm,dan tebal panci 0,8 cm b. Rangka kayu/besi c. Tabung riak/gelombang diameter 10 cm peredam dengan

d. Hook (batang kait) dan skala pengukur (nonius) e. Sekrup pemutar pengukur. 1.12 Gambar Panci Evaporasi klas A y Satuan Alat: Satuan Alat yang digunakan yaitu mm y Satuan Pengukuran: Satuan pengukuran yang digunakan yaitu mm y Ketelitian Alat: Ketelitian alat 0,02 mm y Prinsip Kerja: Permukaan selisih permukaan air y Cara Kerja: 1. Praktikan diperkenalkan pada stasiun meteorologi khusus untuk bidang pertanian serta dijelaskan tentang hal-hal yang batang

berhubungan dengan stasiun pengamatan. 2. Mengamati alat-alat pengukur anasir cuaca kemudian mencatat

nama dan kegunaan alat, bagian-bagian penting dari alat, satuan dan ketelitian pengamatan, keterangan dari prinsip dan cara kerja, cara pemasangan serta cara pengamatan. 3. Dari hasil pengamatan kemudian dibuat uraian singkat mengenai perbandingan kelebihan dan kekurangan antar alat yang diamati baik dari segi ketelitian pengamatan maupun kepraktisannya y Cara Pemasangan 1. Panci diletakkan pada balok kayu yang disusun datar diatas permukaan tanah 2. Air bersih dimasukkan setinggi 20 cm, permukaan air dijaga jangan kurang dari 2,5 cmdari batas tersebut, jika air kurang dari 10 cmdari dasar dapat berakibat kesalahan hingga 15% y Cara Pengamatan 1. Mula-mula ujung kail (hook) diatur dengan skrup pemutar tepat menyentuh permukaan air, kemudian tinggi air dapat dibaca pada penera(pada ketelitian 0,02 mm) 2. Pada sore hari berikutnya, ujung kail diatur kembalisampai menyentuh permukan air 3. Jika terdapat hujan, maka rumus perhitungan evaporasi adalah : PI- PII+CH (Dalam mm). Kapasitas maksimum jika terjadi hujan sebesar 50 mm pada periode pengamatannya 4. Selisih pembacaan pertama (PI) dengan pembacaan kedua (PII) .

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2009.buku klimatologi STIPER.Yogyakarta pertanian .Institut Pertanian

Anonim.2012.Catatan Kuliah Klimatologi Pertanian .Institut Pertanian STIPER Yogyakarta. http://www.klimatologi.edu http://alat alat klimatologi.com/word

Mengetahui, Co. Ass Pembimbing

Yogyakarta, 01 Februari 2012

Praktikan

( Sesotya Nugroho Adhi )

(Almursidi Suhud)