Vous êtes sur la page 1sur 11

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

Disusun Oleh : NAMA NIM JURUSAN FAKULTAS ACARA : Atmizar Candra : 11/14262/STPK : Teknologi Hasil Pertanian : Teknologi Pertanian : Karbohidrat

CO.ASS

: Mantika

INSTITUT PERTANIAN STIPER YOGYAKARTA 2010

I. II. III.

TANGGAL ACARA TUJUAN

: 29 Februari 2012 : Analisis kuantitatif karbohidrat : Mengetahui adanya Polisakarida : Mengetahui gugus reduksi bebas pada

senyawa Sakarida (Mono atau Oligosakarida) IV. ALAT DAN BAHAN a. Alat 1. Tabung reaksi 2. Pipet tetes 3. Pipet volume 4. Kompor listrik 5. Gelas beker b. Bahan 1. Glukosa 2. Sukrosa 3. Amilum 4. Iodin : 5 ml : 5 ml : 5 ml : Secukupnya : 6 Buah : 1 Buah : 3 Buah : 1 Buah : 4 Buah

V.

DASAR TEORI
Karbohidrat adalah merupakan polihidriksi aldehid atau keton yang

sangat bervariasi dalam halberat molekul. Senyawa tersebut terdiri atas senyawa penyusun yaitu monosakarida. Dari jumlah satuan penyusunnya, karbohidrat dapat di bedakan menjadimonosakarida, disakarida, trisakarida, olisakarida dan polisakarida. Jumlah satuan penyusun satuannya adalah 2, 3 sampai 10 dan lebih dari 10. Monosakarida mempunyai jumlah atom c 3sampai 6, misalnya: glukosa, fruktosa, pentosa, galaktosa, arabinosa. Pengujian adanya karbohidrat (kualitatif) dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut : 1. Asam sulfat pekat dapat menghidrolisi s ikatan glikosida karbohidrat menjadi monosakarida, selanjutnya mengalami dehidrasi membentuk furfural dan derivatnya. Senyawa ini jika ditambahkan sulfonat alfanaptolakan menjadi zat yang berwarna ungu (uji molisch) 2. Sakarida yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas, mempunyai sifat

mereduksi. Sifat ini dapat diketahui jika larutan alkalis Cu (OH) kemudian dipanaskan akan terbentuk endapan Cu2O yang berwarna merah bata. Uji adanya gugus reduksi dapat dilakukan dengan penambahan larutan yang mengandung ion kupri, yaitu: fehling, benedict, barfoed, luff dan lain-lain. Larutan barfoed hanya dapat direduksi ole monosakarida. 3. Dehidrasi monosakarida keton akan menghasilkan furfural. Peristiwa dehidrasi ketosa menjadi furfural lebih cepat dari pada peristiwa dehidrasi monosakarida aldosa.hal ini disebabkan aldosa sebelum dehidrasi mengalami tranformasi terlebih dulu menjadi ketosa 4. Diyodin dapat diasorbsi oleh polisakarida hingga terjadi pewarnaan. Dengan amilum akan memberikan warna biru, dengan glikogen akan memberikan warna coklat, dengan dextrin memberikan warna coklat. 5. Polisakarida mempunyai gugus reduksi pada ujung rantai saja. Apabila mengalami hidrolisa akan menghasilkan monosakarida yang lebih pendek, yang memiliki pewarnaan.gugus reduksi. Hidrolisa amilum menghasilkan dextrin dan akhirnya tidak terjadi.

Karbohidrat berfungsi sebagai penyedia energi yang utama. Protein dan lemak berperan juga sebagai sumber energi bagi tubuh kita, tetapi karena sebagian besar makanan terdiri atas karbohidrat, maka karbohidrat-lah yang terutama merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Amilum atau pati, selulosa, glikogen, gula atau sukrosa dan glukosa merupakan beberapa senyawa karbohidrat yang penting dalam kehidupan manusia.

Molekul karbohidrat terdiri atas atom-atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Jumlah atom hidrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2:1 seperti pada molekul air. Dahulu orang berkesimpulan adanya air dalam karbohidrat. Karena hal ini maka dipakai kata karbohidrat, yang berasal dari kata karbon dan hidrat atau air.

Walaupun pada kenyataannya senyawa karbohidrat tidak mengandung molekul air, kata karbohidrat tetap digunakan. Senyawa karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yang penting ialah rumus

strukturnya (McGilvery&Goldstein, 1996).

Pada senyawa yang termasuk karbohidrat terdapat gugus fungsi yaitu gugus OH, gugus aldehida atau gugus keton. Struktur karbohidrat selain mempunyai hubungan dengan sifat kimia yang ditentukan dengan sifat fisika, dalam hal ini juga aktivitas optik(McGilvery&Goldstein, 1996).

Jika kristal glukosa murni dilarutkan dalam air, maka larutannya akan memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Namun bila larutan itu dibiarkan beberapa waktu dan diamati putarannya, terlihat bahwa sudut putaran berubah menjadi semakin kecil, hingga lama-kelamaan menjadi tetap. Peristiwa ini disebut mutarotasi, yang berarti perubahan rotasi atau perputaran (McGilvery & Goldstein, 1996).

VI.

CARA KERJA a. Skematis - Uji polisakarida

1.

Masukan 2-3 ml larutan yang akan diuji (dekstin,sukrosa,selulosa,amilum) ke dalam tabung reaksi yang bersih.

2. Tambahkan tetes demi tetes larutan Iodin encer dan amati perubahan warna yang terjadi - Uji Benedict 1. Masukan 2 ml larutan yang diuji kedalam tabung (glukosa,sukrosa,galaktosa,amilum dan fruktosa) ke dalam tabung reaksi tambahan 3 ml reagensia Benedict 2. Panaskan dalam water bath mendidih selama 5 menit kemudian didinginkan dengan cepat pada air mengalir. 3. Amati perubahan warna larutan dan adanya endapan gejala reaksi : terbentuknya endapan berwarna merah bata dari senyawa Cu2O dan warna larutan menjadi merah atau kunin,jernih kebiruan atau jernih tak berwarna. 4.

b. Teoritis 1. Masukan 2-3 ml larutan yang akan diuji (dekstin,sukrosa,selulosa,amilum) ke dalam tabung reaksi yang bersih. 2. Menimbang berat wadah dengan es batu. 3. Mehitung massa benda dengan cara berat wadah dengan es batu dukurangi dengan berat wadah. 4. Memasukkan wadah dengan es batu kedalam kalori meter. 5. Melihat penunjukkan suhu pada thermometer dan penunjukan amperemeter dan voltmeter. 6. Menambahkan es batu kedalam wadah dan timbang beratnya. 7. Memasukkan kedalam kalorimeter, aduk dan amati selama 30 detik. 8. Melihat kembali penujukkan suhu, amperemeter dan voltmeternya. 9. Mengulangi langkah 6, 7 dan 8 sampai 4 kali. 10. Menimbang kembali wadah dengan es batu setelah percobaan selesai. 11. Menghitung massa akhirnya.

VII.

HASIL PENGAMATAN 1. Uji Benedict No 1. 2. 3. Bahan Glukosa Sukrosa Amilum


Sebelum Dipanaskan

Biru Biru Biru

Sesudah dipanaskan Coklat tua Hijau lumut Coklat

VIII. PEMBAHASAN Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan adanya gula reduksi. Percobaan ini dilakukan dengan memasukkan 5 tetes larutan uji yaitu yakni amilum, dekstrin, sukrosa, maltose, galaktosa, fruktosa, glukosa, dan arabinosa kedalam masing-masing tabung reaksi dan ditambahkan 15 tetes pereaksi benedict dan dicampur dengan baik. Kemudian memasukkan dalam penangas air mendidih selama 5 menit. Dan didinginkan. Setelah dingin, terjadi perubahan warna dan terbentuk endapan yang membuktikan adanya gula pereduksi. Larutan uji dalam hal ini maltose, galaktosa, fruktosa, glukosa dan arabinosa berwarna merah bata dan terbentuk endapan yang membuktikan adanya gula pereduksi, sedangkan dekstrin dan sukrosa bukan gula pereduksi karena tidak ada endapan dan hanya berwarna biru atau tidak megalami perubahan warna hal ini dikarenakan amilum, dekstrin, dan sukrosa tidak memiliki gugus aldehid atau keton bebas dalam molekulnya, sedangkan yang lain gugus aldehida atau keton bebas dalam molekulnya. Teori yang berhubungan dengan percobaan ini menyatakan bahwa pereaksi benedict berupa larutan yang mengandung kaprisulfat, natriumkarbonat, dan natriumsitrat. Glukosa dapat mereduksi ion Cu dari kaprisulfat menjadi ion Cu yang kemudian mengendap sebagai Cu2O.adanya natriumkarbonat dan natriumsitrat membuat pereaksi benedict bersifat basa lemah. Endapan yang terbentukdapat berwarna hijau, kuning, atau merah bata. Warna endapan ini tergantung pada konsentrasi karbohidrat yang dilakukan percobaan. Dalam percobaan karbohidrat bahan yang digunakan adalah glukosa, laktosa, sukrosa, benedict, SR, H2SO4 dan Na Oh dalam percobaan ini kita melakukan tiga percobaan yaitu percobaan benedict dengan hasil percobaan glukosa dan laktosa berwarna merah bata artinya mengandung karbohidrat. Sedangkan sukrosanya tidak mengandung karbohidrat atau tidak berubah warna.

Dalam percobaan SR tidak dapat karbohidrat karena semua warnanya tidak berubah tetap kuning meskipun setelah dipanaskan dan dalam percobaan yang ketiga yaitu inversi sukrosa yang dihasilkan adalah sukrosa 10 ml. warna awal bening kemudian dipanaskan warnanya tetap tidak ada perubahan, kemudian didinginkan tetapi warnanya masih tetap tidak ada perubahan, kemudian NaOH 3 tetes warna yang dihasilkan tetap bening. Maka mencoba memasukkan lakmus yang berwarna berubah menjadi orange, berarti larutan tersebut asam. Sedangkan benedict bersifat basa lemah adanya natrium karbohidrat dan natrium sitrat

IX.

KESIMPULAN Adapun dari hasil pembahasan dan pengamatan dapat disimpulkan antara lain sebagai berikut :

1. 1.Reaksi peragian hanya dapat menunjukkan peristiwa pemutusan ikatan antaramonomer-monomer pada amilum dengan mengahsilkan gas CO2. 2. Reaksi molisch dan benedict merupakan salah satu metode dalammenunjukkan adanya kandungan karbohidrat dalam suatu sampel. 3. Pati atau amilum merupakan karbohidrat kompleks yang tadak larut dalamair, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. 4. Reaksi peragian hanya dapat menunjukkan peristiwa pemutusan ikatan antaramonomer-monomer pada amilum dengan mengahsilkan gas CO2 5. Reaksi peragian ditunjukkan dengan terbentuknya gelembung gas CO2 6. Reaksi molisch dan benedict merupakan salah satu metode dalammenunjukkan adanya kandungan karbohidrat dalam suatu sampel. 7. Pada reksi mollish terbentuk cincin ungu dibidang batas dua cairan, tapi padapraktikum cincin yang terbentuk berwarna coklat.

DAFTAR PUSTAKA Deman, John M. . 1997.Kimia Makanan. Bandung: ITB -Press.Fessenden. 1986.Kimia Organik.Jakarta: Erlangga. Hart, Harold. 2003.Kimia Organik: Suatu Kuliah Singkat . Jakarta: Erlangga. Poedjiadi, Anna. 2007. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI-Press. Soebagyo, Sri Sulihtyowati. 1994. Amilum Termodifikasi Sebagai Bahan Penolong Tablet Cetak Langsung Parasetamol. Jurnal Majalah Farmasi Indonesia Volume 4. Syukri. 1999. Kimia Dasar 3. Bandung: ITB-Press. http://id.wikipedia.org/wiki/ Metabolisme_karbohidrat.htmhttp://id.wikipedia.org/wiki/ Ubi_kayu.htm

Mengetahui, Co.Ass

Yogyakarta, 16 Maret 2012 Praktikan

( Mantika )

( Atmizar Candra)