Vous êtes sur la page 1sur 18

PEMERIKSAAN SLITLAMP Masrian H G1A212051

SLITLAMP
Slit Lamp adalah instrumen yang terdiri dari sumber

cahaya intensitas tinggi yang dapat difokuskan untuk menjadi lembaran tipis cahaya ke mata Memfasilitasi pemeriksaan segmen anterior, struktur frontal dan segmen posterior dari mata manusia yang meliputi kelopak mata, sklera, konjungtiva, iris, lensa kristal alami dan kornea Pemeriksaan slit lamp memberikan pandangan yang diperbesar secara stereoskopik dari struktur mata secara rinci. Memungkinkan diagnosis anatomi dibuat dalam berbagai kondisi mata.

PRINSIP DASAR
Illumination system Binokuler

Teknik Illumination
1) Diffuse illumination 2) Direct (focal) illumination (3) Indirect illumination 4) Retro illumination

Diffuse illumination
Tujuan utamanya adalah untuk mengamati

keadaan seluruh mata sinar tidak difokuskan. Untuk mengamati kelopak mata, bulu mata, konjungtiva, sklera, iris, pupil.

Direct (focal) illumination


Metode yang banyak digunakan untuk

melihat segmen anterior mata. Dapat melakukan pengamatan terhadap kamera okuli anterior dan lensa kristalina

Sudut antara sumber cahaya dan

mikroskop berkisar antara 40-50 dan cahaya akan diarahkan menuju tempat yang difokuskan.
Slit beam dan mikroskop ditempatkan untuk

fokus pada satu titik yang sama

Indirect illumination
Dengan metode ini, cahaya memasuki mata

melalui slitlamp medium (2 sampai 4 mm) .

Memperlebar beam 1-2 mm untuk

difokuskan terhadap bagian mata yg akan diperiksa.


Dapat dilakukan pengamatan terhadap iris,

epithelial corneal oedem, corneal foreign bodies.

Retro-illumination
Menggunakan prinsip pemantulan sinar

permukaan posterior untuk melihat jaringan mata yang lebih anterior Penggunaan yang paling khas adalah untuk mempelajari kornea dalam cahaya yang dipantulkan dari iris, atau lensa dalam cahaya yang dipantulkan dari retina.

Sclerotic sccater
Dengan cara memfokuskan beam yang lebar

( 1 mm) pada limbus dan menggunakan mikroskop dengan perbesaran rendah, sudut antara cahaya dan mikroskop sekitar 40-60. Untuk melihat kornea dengan pemantulan dari limbus. Hal ini akan memudahkan pengamatan terhadap kornea yang terdapat infiltrat ataupun edem.

Prosedur Pemeriksaan
1. Informed consent 2. Persiapan Slit Lamp Fokus lensa mikroskop,setel sandaran dagu,tempatkan target fiksasi dagu pasien 3. Matikan lampu ruangan 4. Mulai dengan illuminasi merata dan magnifikasi rendah, periksa : * Pinggiran kelopak mata atas dan bawah * Konjungtiva bulbi * Limbus * Kornea * Aqueous humor * Iris - Lensa mata 5. Gunakan metoda illuminasi yang berlainan untuk pemeriksaan lengkap

Prosedur tambahan
Dapat diberikan midriatikum pupil untuk

melakukan pengamatan pada lensa kristalina maupun anterior dari vitreous

Teknik Slitlamp tambahan


Eversi palpebra Pemulasan fluoroscein Lensa Khusus Tonometri

Indikasi
Pemeriksaan mata rutin Mengamati struktur anterior mata Memonitor adanya galaucoma Mengetahui adanya benda asing pada mata Memonitor adanya komplikasi pada pasien

post operasi mata

anamnesis
o Keluhan : Rasa tidak enak pada mata o Penglihatan kabur o Riwayat pekerjaan

Mata terasa mengganjal Mendadak merasa tidak enak jika

mengedipkan mata Fotofobia Mata kemerahan Mata berair

TERIMA KASIH