Vous êtes sur la page 1sur 24

CASE REPORT : GRAVES DISEASE

Naomi Sinaga 0861050076

Identitas Pasien
Nama : Ny. Wartinem Jenis Kelamin : perempuan Umur : 58 tahun No. RM : 40-06-05-00 Tanggal Masuk : 22-11-2013 Ruangan : Kamar 1 Bed 2 (Edelweiss)

Anamnesis (Subject)
Keluhan Utama : sesak Anamnesis : Sesak dialami sejak 2 minggu sebelum masuk RS, memberat 1 minggu terakhir, diperberat oleh aktivitas. Pasien cepat merasa lelah, jantung berdebar-debar, tangan terasa gemetar, dan sering berkeringat. Riwayat demam dialami 1 minggu sebelum masuk RS, tidak terusmenerus, demam turun dengan obat penurun panas, pola demam tidak jelas, tidak menggigil. Ada batuk , sedikit berlendir. Ada mual Tidak ada muntah Tidak ada nyeri ulu hati Nafsu makan meningkat, berat badan menurun dalam 1 bulan terakhir. Benjolan di leher sejak tahun 2011

Riwayat Penyakit Sebelumnya


Riwayat berobat gondok sejak tahun 2011. sempat diberikan PTU 3x2. selanjutnya pasien tidak pernah berobat lagi dan jarang mengkonsumsi obat tersebut lagi. Riwayat hipertensi diketahui bersamaan ketika berobat gondok. Tekanan darah mencapai 160 mmHg. Riwayat keluarga yang menderita gondok disangkal. Riwayat DM disangkal

Pemeriksaan Fisik (Object)


Keadaan Umum : tampak sakit sedang Kesadaran : komposmentis Tekanan Darah : 140/90 mmHg Nadi : 88x/menit (irama reguler, kuat angkat) Pernafasan : 22x/menit Suhu : 36,7 c

Kepala : Ekspresi : normal Deformitas : tidak ditemukan deformitas Wajah : simetris Rambut : hitam beruban, pendek, susah dicabut

Mata : Konjungtiva tidak pucat Ikterus tidak ada Eksoftalmus pada kedua mata Leher : Kelenjar getah bening : tidak terdapat nyeri tekan Kelenjar gondok : terdapat pembesaran tiroid difus, ikut gerakan menelan, tidak ada nyeri tekan JVP : 5+2cmH2O

Thorax : Inspeksi : normochest, pergerakan dinding dada simetris kiri dan kanan Palpasi : vokal fremitus simetris, tidak ada nyeri tekan Perkusi : sonor pada paru kanan dan kiri, batas paru hepar ICS VI Auskultasi : bunyi nafas dasar vesikuler, terdapat Rhonki pada paru kanan dan kiri , Wheezing tidak ada.

Jantung : Inspeksi : iktus kordis tidak tampak Palpasi : iktus kordis tidak teraba Perkusi : pekak, batas jantung kanan ICS 5 di garis midsternalis dan batas jantung kiri 1CS 6 di garis aksilaris anterior Auskultasi : bunyi jantung I & II mid sistolik murmur, tidak ada gallop

Abdomen : Inspeksi : tampak datar Auskultasi : ada bising usus, 5x per menit Palpasi : supel, tidak ada nyeri tekan Perkusi : timpani, tidak ada nyeri ketok Ekstremitas : Akral hangat Capilary refill <2 Edema tidak ada

Alat kelamin : tidak diperiksa Anus & rektum : tidak diperiksa

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium (23-11-2013) TSHs Free T4 Protein total Albumin SGOT SGPT Ureum darah Kreatinin darah Asam urat 0,0025 2,23 6,1 3,5 21 10 26 0,68 65

Diagnosis (Assesment)
CHF e.c Penyakit Jantung Tiroid Toxic Multi Nodular Goiter Hipertensi gr. 1

Tatalaksana (Planning)
Rawat inap Diet : biasa & restriksi cairan 1000 cc / 24jam IVFD : inject plug Mm/: PTU 3 x 200 mg Captopril 2 x 12,5 mg Digoxin 1 x 0,25 mg Furosemide 1 x 40 mg Ascardia 1 x 80 mg Cefixime 2 x 200 mg Ranitidine 2 x 150 mg

Diskusi Kasus

GRAVES DISEASE

Definisi
suatu penyakit autonium yang ditandai oleh produksi autoantibodi yang memiliki kerja mirip TSH pada kelenjar tiroid dan memiliki gejala khas dari hipertiroidisme yaitu pembesaran kelenjar tiroid/struma difus, oftalmopati (eksoftalmus / mata menonjol), dan dermopati.

Epidemiologi
Jumlah penderita penyakit ini di seluruh dunia pada tahun 1999 diperkirakan 200 juta, 12 juta di antaranya terdapat di Indonesia.

Perbandingan wanita dan laki-laki yang didapat di RSUP Palembang adalah 3 : 1, di RSCM Jakarta adalah 6 : 1, dan di RSHS Bandung 10 :1. Sedangkan distribusi menurut RSUP Palembang yang terbanyak adalah pada usia 21 30 tahun (41,73%)

Etiologi
Idiopatik Genetik Imunologis Infeksi

Gejala Klinis
Tiroidal dan Ekstratirodal Manifestasi hipermetabolisme dan aktifitas simpatis yang berlebihan

Indeks Wayne
No. 1 2 Gejala yang baru timbul dan atau bertambah berat Sesak saat bekerja Berdebar Skor +1 +2

3
4 5 6 7 8 9 10 11

Kelelahan
Suka udara panas Suka udara dingin Keringat berlebihan Gugup Nafsu makan meningkat Nafsu makan menurun Berat badan naik Berat badan turun

+2
-5 +5 +3 +2 +3 -3 -3 +3

No. 1 2 3 4 5 6 7 8

Tanda Tiroid teraba Bising tiroid Eksoftalmus Kelopak mata tertinggal bola mata Hiperkinetik Tremor jari Tangan panas Tangan basah

Ada +3 +2 +2 +1 +4 +1 +2 +1

Tidak ada -3 -2 -2 -2 -1

9 10

Atrial fibrilasi Nadi teratur < 80 x per menit 80 90 x per menit > 90 x per menit

+4
+3

-3 -

Indeks New Castle

Pemeriksaan
Kadar TSH / TSHs menurun Kadar T4 & T3 meningkat Tirotropin Reseptor Assay (TSIs) berfungsi untuk menegakkan diagnosis Graves disease. Tes faal hati untuk monitoring kerusakan hati karena penggunaan obat antitiroid seperti Tionamid Pemeriksaan Gula darah pada pasien diabetes, penyakit graves dapat memperberat diabetes, sebagai hasilnya dapat terlihat kadar A1C yang meningkat dalam darah Kadar antibodi terhadap kolagen XIII menunjukan Grave Oftalmopati yang sedang aktif

Foto Polos Leher - Mendeteksi adanya kalsifikasi, adanya penekanan pada trakea, dan mendeteksi adanya destruksi tulang akibat penekanan kelenjar yang membesar. Radio Active Iodine (RAI) - scanning dan memperkirakan kadar uptake iodium berfungsi untuk menentukan diagnosis banding penyebab hipertiroid. USG tiroid - banyak digunakan sebagai pemeriksaan radiologi pertama pada pasien hipertiroid dan untuk mendukung hasil pemeriksaan laboratorium Biopsi tiroid melihat suspek diagnosis (benigna / maligna)

Tatalaksana
1. Medikamentosa - Obat Anti Tiroid Tiourasil : PTU ( 300 600 mg/hari ) Imidazol : Metimazol (40 mg/hari ) - Obat penyekat beta (BetaBloker) Propanolol ( 1 x 80 mg/hari ) Atenolol (1 x 50 mg/hari) Metoprolol (1 x 50mg/hari)

2. Pembedahan tiroidektomi subtotal


3. Terapi Yodium Radioaktif