Vous êtes sur la page 1sur 45

PENELITIAN ANALITIK

Dr. Ernawaty Tamba, MKM

Desain Penelitian
Berdasarkan tujuan Berdasarkan bingkai waktu Berdasarkan ada tidaknya perlakuan Berdasarkan penelusuran sebab-akibat Berdasarkan pengambilan informasi faktor sebab & akibat

1. Berdasarkan tujuan
1. Studi Deskriptif : mendeskripsikan suatu kejadian ( outcome). Menjelaskan distribusi masalah kesehatan (Describe the disease by Time, Place and Person) Laporan kasus Seri kasus Studi kros-seksional Studi ekologi

2. Studi Analitik : Studi mengenai determinant dari masalah kesehatan. Mendeskripsikan asosiasi antara exposure dengan outcome Kasus kontrol Kohort Studi intervensi

2. Berdasarkan bingkai waktu


1. Prospective study ( cohort study ) 2. Retrospective study ( case control study ) 3. Retrospective cohort study

Berdasarkan bingkai waktu (outcome dgn mulainya penelitian)

Case control study


Exposure ? ? Disease Controls

Prospective cohort study


Exposure Study starts Disease occurrence

time
Disease occurrence

Study starts

Exposure

time

Retrospective cohort studies

Exposure

Disease occurrence

Study starts

time

Case study Salmonella in Belfast

Main Observational Study Designs


PAST
Time

PRESENT
Assess exposure and outcome

FUTURE

Cross-sectional study Case-con control study trol stu Prospective cohort dy Retrospective cohort
Assess exposure

Known outcome Known exposure Assess outcome

Known exposure

Assess outcome

3. Berdasarkan ada tidaknya perlakuan


a. Penelitian observasional: 1. Penelitian diskriptif 2. Kasus-kontrol 3. Studi kohort
b. Penelitian intervensi: 1. Trial/eksperimental 2. Penelitian kuasi eksperimental

4. Berdasarkan penelusuran sebab-akibat


a. Tak ada penelusuran sebab - akibat: - Penelitian diskriptif b. Ada penelusuran sebab - akibat: - Kasus kontrol - Kohort prospektif - Kohort retrospektif - Studi intervensi

5. Berdasarkan pengambilan informasi faktor sebab & akibat


1. Informasi status sebab & akibat pada saat yang sama: Studi kros-seksional 2. Informasi status sebab & akibat pada saat yang berbeda (sebab yg terjadi waktu yg lalu atau sedang berjalan): Studi longitudinal: a. Studi kasus-kontrol b. Studi kohort c. Studi intervensi

Studi Cross-sectional
Tujuan: - Mempelajari angka kejadian suatu penyakit/masalah kesehatan - Mempelajari hubungan antara suatu faktor risiko dengan angka kejadian suatu penyakit - Faktor risiko/exposure dan status penyakit/masalah kesehatan diukur pada saat yang sama.

Studi Cross-sectional
Disebut juga studi prevalensi
Pengukuran variabel independet (exposure) dan variabel dependent (outcome) dilakukan secara simultan
Temporal relationship tidak jelas

Tidak dapat terlihat sekuens mana yang terjadi lebih dulu, variabel independent atau variabel dependent, atau sebaliknya.
Tidak dapat melihat hubungan sebab-akibat (exposure harus mendahului outcome ) Unit pengamatan dan unit analisisnya adalah individu

Cross-sectional Design
factor present No Disease

factor absent
Study population factor present

Disease
factor absent

time Study only exists at this point in time

ANALISIS YANG DILAKUKAN


1. DESKRIPTIF :
Distribusi frekwensi kejadian penyakit/ masalah kesehatan berdasarkan orang - tempat - waktu Distribusi frekwensi variabel exposure dan outcome (angka prevalens)

2. ANALITIK : melihat korelasi/hubungan antara variabelvariabel yang diteliti

Kros-Seksional (Studi prevalens, Prevalens survei)


Jumlah? Umur? Sex? Pendidikan? Pekerjaan? Status penyakit X? Status variabel Y?

Study Design
Disease (Outcome)_ + Exposure (Risk Factor) +

Prevalence ratio of disease in exposed and unexposed


Disease Yes No

Yes

b PR =

No

a a+b c c+d

So a/a+b and c/c+d = probabilities of disease and PR is ratio of two probabilities

Prevalence ratio of exposure in disease and nondisease


Disease Yes No

Yes

b PR =

No

a a+c b b+d

So a/a+c and b/b+d = probabilities of exposure and PR is ratio of two probabilities

Cohort studies
Cohort study is undertaken to support the existence of association between suspected cause and disease Key point: presence or absence of risk factor is determined before outcome occurs

Cohort studies
Faktor risiko diidentifikasi, kemudiansubyek diikuti sampai periode tertentu untuk melihat terjadinya efek. Subyek diikuti secara alamiah sampai terjadinya kasus ( penyakit ) Sebagai pembanding adalah kelompok yang tidak terpajan sama sekali, dan diikuti sampai periode tertentu, untuk melihat terjadinya efek

Analisis yang dilakukan


Identify group of exposed, unexposed Follow up for disease occurrence Measure incidence of disease Compare incidence between exposed and unexposed Relative Risk : Ie / Iue

Case control study


In Case control studies, comparison are made between a group of people who have the disease being studied ( cases ) and group of people who do not ( control ) It compares the exposure distribution between the group of patient with and without the disease Proceeds from effects to cause

Analisis yang dilakukan


Analisis hasil studi kasus kontrol yaitu penentuan Odds ratio Odds ratio in case control study :The Ratio of odds that the cases were exposed to the odds that the control were exposed The ratio off odds of exposure among the Cases to the odds of exposure among the Control

OR : estimates the strength or magnitude of the association between an exposure and a disease Odds adalah perbandingan antara peluang terjadinya efek dibagi peluang tidak terjadinya efek OR : odds pada kelompok kasus dibanding odds pada kelompok kontrol OR = 1; pajanan bukan faktor risiko OR < 1 ; pajanan merupakan faktor protektif OR > 1 ; pajanan merupakan faktor risiko

Probability and Odds


Odds another way to express probability of an event Odds = # events # non-events Probability = # events # events + # non-events = # events # subjects

Probability and Odds


Probability = # events # subjects Odds = # events # subjects = probability # non-events (1 probability) # subjects Odds = p / (1 - p) [ratio of two probabilities]

Probability and Odds


If event occurs 1 of 5 times, probability = 0.2. Out of the 5 times, 1 time will be the event and 4 times will be the non-event, odds = 0.25 To calculate probability given the odds: probability = odds / 1+ odds

Odds ratio
As odds are just an alternative way of expressing the probability of an outcome, odds ratio (OR), is an alternative to the ratio of two probabilities (prevalence or risk ratios) Odds ratio = ratio of two odds

Odds ratio of disease in exposed and unexposed


Disease Yes No

Yes

b
OR =

a a+b a 1a+b

No

c c+d c 1c+d

Formula of p / 1-p in exposed / p / 1-p in unexposed

Odds ratio of disease in exposed and unexposed

a a+b a 1a+b OR = c c+d c 1c+d

a a+b b a+b = c c+d d c+d

a b = c d

ad bc

Odds ratio of exposure in diseased and not diseased


Disease Yes No

Yes

b
OR =

a a+c a 1a+c

No

b b+d b 1b+d

Important characteristic of odds ratio


a a+c a 1a+c ORexp = b b+d b 1b+d a a+c c a+c = b b+d d b+d

a c = b d

ad bc

OR for disease = OR for exposure

Experimental studies
Always prospective Involving human participants Controls Drugs, procedures, preventive measure

Experimental studies uu
Studi yang paling baik dalam memperlihatkan hubungan sebab akibat Uji klinis acak terkontrol ( randomized controlled trial = RCT ) adalah Baku emas uji klinis Kelompok pasien yang diobati harus sama dalam hal: perjalanan penyakit, perlakuan selama penelitian, kriteria dan pengukuran kesembuhan

Experimental studies
Salah satu aspek yang sangat penting dalam uji klinis adalah randomisasi Randomisasi : proses penentuan subyek penelitian yang mendapat perlakuan dan kelompok yang merupakan kontrol Jenis randomisasi : simple randomization,block randomization, stratified randomization Hal lain yang juga sangat penting dalam menghindarkan bias dalam uji klinis adalah membuat ketersamaran ( masking/blinding), salah satunya dengan penggunaan plasebo pada kelompok kontrol

Clinical Trial
Phase 1: mendapatkan informasi tentang aspek keamanan, dan aspek farmakologi obat Phase 2: menilai dosis terapi yang paling efektif Phase 3: evaluasi obat secara keseluruhan, dibandingkan dengan terapi standar

Phase 4: post marketing trial, mengevaluasi obat yang telah dipakai di masyarakat

Key element of RCT : 1. Control 2. Randomization 3. Blinding

THANK YOU AND HAVE A NICE DAY