Vous êtes sur la page 1sur 47

ASPEK HUKUM

REKAM MEDIS ELEKTRONIK

Prof. dr. Amri Amir, SpF, DFM, SH,


SpAK

PMK 269/MENKES/PER/III/2008
Pasal

12

Berkas rekam medis milik sarana pelayanan


kesehatan.
Isi rekam medis merupakan milik pasien.
Isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) dalam bentuk ringkasan rekam medis.
Ringkasan rekam medis sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) dapat diberikan,
dicatat, atau dicopy oleh pasien atau orang
yang diberi kuasa atau atas persetujuan
tertulis pasien atau keluarga pasien yang
berhak untuk itu.

KEPEMILIKAN INFORMASI
TRADITIONAL
VIEW

MODERN VIEW

FUTURE VIEW

HEALTH
WHILE HEALTHINFORMATION
HEALTH-CARE
CARE PROVIDER
HELD IN TRUST
PROVIDER
OWNS THE
BY HEALTH-CARE
OWNS
MEDICAL
PROVIDER FOR
MEDICAL
RECORD,
THE BENEFIT OF
RECORD
PATIENT
THE PATIENT
POSSESSES
RIGHT OF
GENERAL RULE: MEDICAL RECORD
AS A MEDIUM IS OWNED BY
ACCESS
THE HEALTH-CARE PROVIDER,
WITH THE PATIENT POSSESSING
A LIMITED PROPERTY INTEREST IN THE HEALTH INFORMATION
CONTAINED THEREIN
McWAY DC, Legal Aspects of health information management, 1997

Pasal 13 Permenkes 269/2008


Pemanfaatan rekam medis dapat
dipakai sebagai:
pemeliharaan kesehatan dan pengobatan
pasien;
alat bukti dalam proses penegakan
hukum, disiplin kedokteran dan
kedokteran gigi dan penegakkan etika
kedokteran dan etika kedokteran gigi;
keperluan pendidikan dan penelitian;
dasar pembayar biaya pelayanan
kesehatan; dan
data statistik kesehatan.

Pasal 13
Pemanfaatan rekam medis sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf c yang
menyebutkan identitas pasien harus
mendapat persetujuan secara tertulis
dari pasien atau ahli warisnya dan harus
dijaga kerahasiaannya.
Pemanfaatan rekam medis untuk
keperluan pendidikan dan penelitian
tidak diperlukan persetujuan pasien, bila
dilakukan untuk kepentingan negara .

Pasal 14
Pimpinan sarana pelayanan kesehatan
bertanggung jawab atas hilang, rusak,
pemalsuan, dan/atau penggunaan oleh
orang atau badan yang tidak berhak
terhadap rekam medis.
Pasal 15
Pengelolaan rekam medis dilaksanakan
sesuai dengan organisasi dan tata kerja
sarana pelayanan kesehatan.

Pasal 16
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi, Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan
organisasi profesi terkait melakukan
pembinaan dan pengawasan pelaksanaan
peraturan ini sesuai dengan tugas dan
fungsi masing-masing.
Pembinaan dan pengawasan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diarahkan untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan.

Pasal 17
Dalam rangka pembinaan dan
pengawasan, Menteri, Kepala Dinas
Kesehatan Propinsi, Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota, dapat
mengambil tindakan administratif sesuai
dengan kewenangannya masing-masing.
Tindakan administratif sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dapat berupa
teguran lisan, teguran tertulis sampai
dengan pencabutan izin

Pasal 18
Dokter, dokter gigi, dan sarana
pelayanan kesehatan harus
menyesuaikan dengan ketentuan
sebagaimana diatur dalam Peraturan
ini paling lambat 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal ditetapkan.

RM sebagai Dokumen hukum


How

is documentation created?

Is the author of each element of


documentation accurately recorded,
including vitals, chief complaint, history of
present illness, orders, plans, and
prescriptions?
How are different, successive versions of the
encounter (before signature) treated?
Do signature procedures and tools meet
your states and your organizations
requirements?
HIMMS, 2006

How

is documentation managed
and preserved over time?
After signature, if a correction,
clarification, or amendment is added,
is it clear what is original and what is
not and can all original documentation
be recovered if needed?
How is documentation protected from
being altered, in all parts of the system
including the underlying database?
How are new templates, guidelines,
forms, etc., created, preserved,
retired?
HIMMS, 2006

Are all clinical messages and clinical


behaviors (prompts, etc.) reproducible and
recoverable?
Do other periodic and necessary tasks, such
as report creation and auditing, also expose
documentation to additional security risks?
Are critical support functions, such as
auditing, always operable and reasonably
accesible or do they require vendor
supports or other extra costs?
HIMMS, 2006

How

does documentation interact


with billing?
Does the system prompt users to add
documentation for improved revenue?
Does the system allow the sending of
billing information without
completion of documentation?
Does the system send billing
information for tests without means
to ensure the tests were actually
done?
HIMMS, 2006

How

is documentation presented?

When asked to produce a view or a


printout of an encounter, does the system
offer a view that conforms to your
organizations definition of its legal record?
If documentation has been amended
or otherwise altered, is that clearly
identified in the viewed and printed
version?
HIMMS, 2006

Mengapa harus dokumen


hukum
Karena

Undang-Undang mewajibkan
dibuatnya RM pada setiap pasien
Karena RM harus dibuat memenuhi
peraturan dan standar yang
memenuhi persyaratan bisnis dan
profesi sebagai dokumen
Maka RM berarti dokumen hukum

KERAHASIAAN DAN PRIVACY


SUMPAH

DOKTER / TENAGA KESEHATAN


KODE ETIK TENAGA KESEHATAN
P.P. NO 10 TAHUN 1966
PASAL 322 KUHP
UU KESEHATAN
UU Praktik Kedokteran
PERBUATAN MELAWAN HAK (perdata)

PP 10 TAHUN 1966
PS

1 : RAHASIA KEDOKTERAN ADALAH


SEGALA SESUATU YANG DIKETAHUI
SELAMA MELAKUKAN PEKERJAAN DI
BIDANG KEDOKTERAN
PS 2 : PENGETAHUAN TSB WAJIB
DISIMPAN SEBAGAI RAHASIA OLEH
ORANG PADA PS.3. , KECUALI ADA
PP/UU YANG MENGATURNYA LAIN

PENGUNGKAPAN
ATAS

IJIN / OTORISASI PASIEN


MENJALANKAN UU (PS 50 KUHP)
PERINTAH JABATAN (PS 51 KUHP)
BELA DIRI (PS 49 KUHP)
DAYA PAKSA (PS 48 KUHP)
KONSULTASI PROFESIONAL
PENDIDIKAN DAN PENELITIAN

UU Praktik Kedokteran
Pasal

48 (2)
Rahasia kedokteran dapat dibuka
hanya untuk kepentingan kesehatan
pasien, memenuhi permintaan
aparatur penegak hukum dalam
rangka penegakan hukum,
permintaan pasien sendiri, atau
berdasarkan ketentuan perundangundangan.

OTORISASI / ATAS IJIN


DENGAN

AUTORISASI YBS

SETELAH PASIEN DIBERI PENJELASAN


PASIEN HARUS KOMPETEN
TIDAK MELANGGAR UU

INFORMASI HARUS RELEVAN


INFORMASI MINIMAL, CUKUP MENJAWAB
PERTANYAAN

KEPADA KELUARGA
PADA

DASARNYA HARUS TETAP SEIJIN


PASIEN
TERHADAP KELUARGA DEKAT / INTI
BIASANYA DIANGGAP IMPLIED CONSENT,
KECUALI PASIEN MELARANG
TERHADAP KELUARGA BUKAN INTI
DOKTER KONSUL DAHULU DENGAN PASIEN
PASIEN TAK SADAR
(KASUS: PASIEN MENGGUGAT RS KARENA
RM DICOPY OLEH SUAMINYA)

KEPADA KUASA HUKUM


ADA

KUASA KHUSUS
ADA PERMINTAAN RESMI
SEBAIKNYA DALAM BENTUK SURAT
KETERANGAN RIWAYAT PENYAKIT
LENGKAP, JELAS, JUJUR
BAHASA AWAM
REKAM

MEDIS HANYA KELUAR DARI RS


ATAS PERINTAH PERADILAN

JALANKAN PER. PER-UU-AN


KEPENTINGAN

PERADILAN

KUHAP: VISUM ET REPERTUM & SAKSI AHLI


KEPENTINGAN

MASYARAKAT :

UU WABAH
UU KARANTINA
PERATURAN PELAPORAN KLB
UU KESEHATAN KERJA
ASKES / JPKM

PS 43 KUHAP
Penyitaan

surat atau tulisan lain dari


mereka yang berkewajiban menurut
undang-undang untuk
merahasiakannya, sepanjang tidak
menyangkut rahasia negara, hanya
dapat dilakukan atas persetujuan
mereka atau atas ijin khusus Ketua
Pengadilan Negeri setempat kecuali
undang-undang menentukan lain.

DAYA PAKSA :
OVERMACHT

(berat lawan)
NOODTOESTAND (darurat) :
Kepentingan hukum vs kepentingan
hukum
Kepentingan hukum vs kewajiban hukum
Kewajiban hukum vs kewajiban hukum

Contoh : Child abuse, KDRT

KEPENTINGAN PASIEN
DAPAT

DINYATAKAN OLEH PASIEN ATAU


KELUARGA DEKATNYA, ATAU DALAM
HAL TIDAK DAPAT DIPEROLEH
PENDAPAT MEREKA, MENURUT
PENDAPAT DOKTER
MISALNYA : KONSULTASI KE DOKTER LAIN,
ANAMNESIS KE ORANG LAIN YG BUKAN
KELUARGANYA, MELINDUNGI PASIEN
(PASIEN = KORBAN), DLL

KEPENTINGAN ORANG LAIN


BILA

MEMBAHAYAKAN ORANG LAIN


(KESEHATAN MASYARAKAT, KESEHATAN
KERJA, PIDANA)
Misalnya: Penyakit menular, Penyakit
yang membahayakan orang lain/diri
sendiri bila melakukan pekerjaan tertentu,
Melindungi secara preventif ancaman
kekerasan thd orang lain, dll

REKAM MEDIS UNTUK


KENDALI MUTU
AUDIT

MEDIS / KLINIK
HATI-HATI DAMPAK SAMPINGAN :

PERILAKU TENAGA KESEHATAN


TANGGUNG-JAWAB MANAJEMEN
PENGARUH TERHADAP BEBAN KERJA
AKUNTABILITAS
PROSPEK KARIER DAN MORAL
RENCANA PELATIHAN

BUKAN

UNTUK CARI YG BERSALAH

GMC, 2000
Disclosure

within medical team


Disclosure to employers and insurance com
Consent of the patient
Patient incompetent & in the patients
medical interest
In the doctors opinion it would be in the
best interest of the patient
Interest of others in accordance w law
After patients death, special circumstances
Necessary for research purposes, approved
by Ethical committee

KUHP
PASAL

48

BARANGSIAPA MELAKUKAN PERBUATAN


KARENA PENGARUH DAYA PAKSA TIDAK
DIPIDANA
Pertentangan dua kepentingan hukum
Pertentangan antara kepentingan hukum
dengan kewajiban hukum
Pertentangan dua kewajiban hukum

KUHP
PASAL

49

TIDAK DIPIDANA, BARANGSIAPA


MELAKUKAN PERBUATAN PEMBELAAN DIRI /
ORANG LAIN, KEHORMATAN SUSILA ATAU
HARTA, KARENA SERANGAN ATAU ANCAMAN
YG SANGAT DEKAT ATAU MELAMPAUI BATAS

KOMPUTERISASI
KEUNTUNGAN :
EFISIENSI

PENGISIAN DATA
EFISIENSI PENYIMPANAN DATA
PERCEPAT TRANSFER DATA
DAPAT DIPAKAI SERENTAK

KELEMAHAN :
RELATIF

TERBUKA
PENGISI DATA BUKAN DOKTER

Ps 46 (3) UU PRADOK
PENJELASAN:

APABILA DALAM PENCATATAN REKAM


MEDIK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI
INFORMASI ELEKTRONIK, KEWAJIBAN
MEMBUBUHI TANDATANGAN DAPAT
DIGANTI DENGAN MENGGUNAKAN NOMOR
IDENTITAS PRIBADI (PIN)

KETENTUAN
AUTHORIZED

PERSONNEL
SECURITY LEVEL
ID CODE, PASSWORD
FOOTPRINT
KOREKSI ? : ADDENDUM
PRINT : LIMITED
RELEASED : PATIENT APPROVAL
PEMUSNAHAN DATA SEIJIN DOKTER
PAPERLESS VS LESS PAPER

BIASANYA MASIH DALAM


BENTUK PAPER
IDENTITY

SHEET
CONSENT
GRAFIK PEMANTAUAN TANDA VITAL
GRAFIK TERAPI
RESEP ( asuransi, pajak, dll)
KUITANSI

MASALAH HUKUM
Interoperability

incorporation

dan Older record

Akibat keragaman bentuk data


Privacy

Lebih banyak orang bisa mengakses (?)


Social

and organizational barrier


Technology limitation
Preservation
Harus mematuhi cara penyimpanan
Legal

Status

Kepemilikan
The

physical medical records are the


property of the medical provider (or
facility) that prepares them. This
includes films and tracings from
diagnostic imaging procedures such as
x-ray, CT, PET, MRI, ultrasound, etc.
The patient, however, according to
HIPAA, owns the information contained
within the record and has a right to
view the originals, and to obtain copies
under law.

Status Hukum
Regardless

of format, whether
paper, hybrid, or electronic, the
medical record must meet the
requirements of the legal and
business record for the organization
Umumnya negara-negara mau
menerima electronic signature
Tetapi demi keamanan, review tentang
keamanan RM harus dilakukan berkala

UU ITE
Pasal 5
1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan
alat bukti hukum yang sah.
2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik dan/atau hasil cetaknya
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan perluasan dari alat bukti yang sah
sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di
Indonesia.
3) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik dinyatakan sah apabila
menggunakan Sistem Elektronik sesuai dengan
ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang
ini.

UU ITE
Pasal 6
Dalam hal terdapat ketentuan lain selain
yang diatur dalam Pasal 5 ayat (4) yang
mensyaratkan bahwa suatu informasi
harus berbentuk tertulis atau asli,
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik dianggap sah sepanjang
informasi yang tercantum di dalamnya
dapat diakses, ditampilkan, dijamin
keutuhannya, dan dapat
dipertanggungjawabkan sehingga
menerangkan suatu keadaan.

Pasal 11
(1)Tanda Tangan Elektronik memiliki
kekuatan hukum dan akibat hukum
yang sah selama memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
a. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik
terkait hanya kepada Penanda Tangan;
b. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik
pada saat proses penandatanganan
elektronik hanya berada dalam kuasa
Penanda Tangan;

c. segala perubahan terhadap Tanda Tangan


Elektronik yang terjadi setelah waktu
penandatanganan dapat diketahui;
d. segala perubahan terhadap Informasi
Elektronik yang terkait dengan Tanda
Tangan Elektronik tersebut setelah waktu
penandatanganan dapat diketahui;
e. terdapat cara tertentu yang dipakai untuk
mengidentifikasi siapa Penandatangannya;
dan
f. terdapat cara tertentu untuk menunjukkan
bahwa Penanda Tangan telah memberikan
persetujuan terhadap Informasi Elektronik
yang terkait.

Pasal 16
(1)Sepanjang tidak ditentukan lain oleh
undangundang tersendiri, setiap Penyelenggara
Sistem Elektronik wajib mengoperasikan Sistem
Elektronik yang memenuhi persyaratan minimum
sebagai berikut:
a. dapat menampilkan kembali Informasi
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik secara
utuh sesuai dengan masa retensi yang
ditetapkan dengan Peraturan
Perundangundangan;
b. dapat melindungi ketersediaan, keutuhan,
keotentikan, kerahasiaan, dan keteraksesan
Informasi Elektronik dalam Penyelenggaraan
Sistem Elektronik tersebut;

c. dapat beroperasi sesuai dengan prosedur


atau petunjuk dalam Penyelenggaraan
Sistem Elektronik tersebut;
d. dilengkapi dengan prosedur atau petunjuk
yang diumumkan dengan bahasa, informasi,
atau simbol yang dapat dipahami oleh pihak
yang bersangkutan dengan Penyelenggaraan
Sistem Elektronik tersebut; dan
e. memiliki mekanisme yang berkelanjutan
untuk menjaga kebaruan, kejelasan, dan
kebertanggungjawaban prosedur atau
petunjuk.

Bentuk Data
Terdapat

2 bentuk:

Born digital data: diketik langsung dalam


bentuk digital, dapat diubah, dapat
dijadikan data base
Scanned/image: digital format records:
aslinya paper, kemudian dijadikan digitalformat, tak dapat diubah. Dengan teknik
khusus dapat dibuat menjadi data base

Electronic Health Records


Data

longitudinal Informasi Kesehatan


yang dipusatkan untuk dapat digunakan
oleh dokter atau pihak lain yang
berwenang dan memerlukannya
Masalah hukumnya:
Peraturan saat ini yg belum membolehkan,
The Anti-kickback Statute (larangan
remunerasi pada perujukan), The Stark
anti-referral rules, peningkatan kasus
gugatan malpraktik, peraturan ttg privasi
dan sekuriti, dan sampai batas tertentu
juga hukum anti-trust.

TERIMA KASIH